• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 16 November 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 16 November 2009"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

.

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

Email : [email protected] Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 16 November 2009

Hari Minggu, 15 November 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Senin, 16 November 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Gempa Bumi di Raba Provinsi NTB A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi Tektonik

2. Waktu Kejadian : Senin, 09 November 2009 pukul 02:41:46 WIB 3. Lokasi Kejadian : Kota Bima dan Kab. Bima, Provinsi NTB.

4. Pusat Gempa : Gempa berkekuatan 6,7 SR dengan pusat gempa di kedalaman 25 Km pada koordinat 8.24 LS–118.19 BT ( 28 km Barat Laut Raba - Nusa Tenggara Barat ). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

(2)

2

B. Kondisi Mutakhir

No. bencana Lokasi

Dampak Korban

Kerusakan

Rumah Sekolah Kantor T. Ibadah

MD LB LR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR 1. Kota Bima 2 3 - 491 679 3.020 2 15 - 2 15 14 4 26 1 2. Kab. Bima - - - 756 - 1.208 11 - 3 5 - 8 4 - 6

Jumlah 2 3 - 1.247 679 4.228 13 15 3 7 15 22 8 26 7

No. bencana Lokasi

Dampak Kerusakan

Puskesmas Pertokoan Jl. Raya Jembatan P.airan

RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR

1. Kota Bima - - 1 7 - - - - 7 - -

2. Kab. Bima 2 - - - - - Km 37 - Km38 6 - - 8 - -

Jumlah 2 - 1 7 - - 6 - - 15 - -

Sumber : Posko Terpadu Tanggap Darurat Kota/ Kab. Bima C. Upaya Penanganan

1. Hari ini tanggal 14 Nov 2009 bantuan yang sudah didistribusikan untuk Kota Bima berupa uang tunai Rp. 370.000.000,- ( BNPB Rp. 100.000.000,- ; Pemkot Bima Rp. 50.000.000,- ; Gubernur NTB ; Rp. 200.000.000,- dan Bank NTB Rp. 20.000.000,- ), sembako sebanyak 4.380 paket, terpal 82 lembar, selimut 54 lembar, tikar 163 lembar, batik 21 lembar.

2. Untuk Kabupaten Bima berupa uang Rp. 430.000.000,- ( BNPB Rp. 100.000.000,- ; Gubernur NTB Rp. 300.000.000,- ;dan Bank NTB Rp. 30.000.000,-) ; 1. Kecamatan Ambalawi berupa : beras 5,2 ton, mie instan 478 dos, minyak goreng 120 dos, gula pasir 300 kg, semen 10 zak, terpal 96 lembar, sarden 34 dos, saos/kecap 6 dos, susu 50 kg, air mineral 145 dos dan kantong plastik 10 pc. 2. Kecamatan Soromadi berupa : beras 2.075 kg, mie instan 330 dos, minyak goreng 20 dos, sarden 19 dos, selimut 29 lembar, terpal 20 lembar, gula pasir 150 kg dan kantong plastik 10 pc. 3. Kecamatan Bolo berupa : beras 1 ton, mie instan 100 dos.

3. BNPB mengerahkan Tim Tanggap Darurat yang terdiri dari petugas Departamen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Dalam Negeri telah tiba di kota Bima, untuk melakukan assesment/kajian secara cepat agar lebih fokus dalam penanganan.

4. Memberikan santunan kepada korban meninggal dunia masing – masing @ Rp. 2,5 juta. 5. Untuk korban luka berat 3 orang di rawat inap dan 1 orang dirujuk ke RSU Mataram 6. Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak dan operasi penanganan bencana.

D. Kebutuhan Mendesak

1. Kota Bima: membutuhkan 4 unit tenda pleton dan 70 unit tenda gulung. 2. kab. Bima : membutuhkan 10 unit tenda pleton dan 100 unit tenda gulung.

(3)

II. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan A. Kondisi Terkini

1. Hari Minggu, 15 November 2009 posko BNPB tidak menerima data informasi adanya titik panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut adalah data hotspot / titik panas pada tanggal 15/11/09 dan kondisi cuaca secara umum :

Daerah Jumlah Hot Spot*) Kondisi Cuaca**)

SUMATERA

Sumatera Utara - Berawan

Riau - Hujan Ringan

Jambi - Hujan Ringan

Sumatera Selatan - Hujan Ringan

KALIMANTAN

Kalimantan Barat - Hujan Sedang

Kalimantan Selatan - Hujan Ringan

Kalimantan Tengah - Hujan Ringan

Kalimantan Timur - Hujan Ringan

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)

** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Minggu, 15 November 2009 di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut:

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00 SUMATERA Medan 8.000 m 6.000 m 8.000 m 8.000 m Pekanbaru 8.000 m 8.000 m 9.000 m 10.000 m Jambi 200 m 10.000 m 13.000 m 12.000 m Palembang 400 m 10.000 m - 10.000 m KALIMANTAN Pontianak 8.000 m 10.000 m 10.000 m 100 m Banjarmasin 9.000 m 10.000 m 9.000 m 8.000 m Palangkaraya 8.000 m 8.000 m 7.000 m 8.000 m Samarinda 8.000 m 10.000 m 10.000 m 8.000 m

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 150 – 16 November 2009, wilayah Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mempunyai :

a.

Potensi kebakaran Tinggi terdapat di wilayah Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, Babel, Lampung, Kalbar, Kalteng dan Kalsel.

b.

Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi terdapat di Lampung sedangkan di wilayah Kalimantan tidak ada.

4. Prakiraan penjalanan asap pada level ketinggian 50 meter dan prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 16 November 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah Riau arahnya menuju Tenggara sampai ke Jambi dan Sumsel.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika B. Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

1. Sampai saat ini Tim BNPB tetap berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.

(4)

4

kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

3. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

4. Dinas Kehutanan Prov. Riau menyiagakan 60 personil untuk melakukan pemadaman api. 5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah

memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan sebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI. Sebagai Komandan Penanganan Darurat adalah Komandan Korem, dan poskonya terdapat di Bandara Cilik Riwut.

6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan upaya antara lain :

- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat diambil tindakan yang cepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial attack).

- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.

- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan pengawasan/potroli.

- Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.

- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan pemantauan lokasi kebakaran dan hotspot / titik panas

- Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, Pos Kab. Ketapang, dan shelter SAR Pontianak. 7. Satkorlak PB Prov. Kalimantan Tengah telah mendirikan posko-posko Pasukan

Penanggulangan Asap antara lain ; Posko Satkorlak (Bandara Cilik Riwut), Posko Satlak (14 Kabupaten dan Kota), Posko TNI-AU (Pangkalan Bun), Posko Pemda (Palangkaraya), Adpel (Bahaur, Sampit dan Kumai), Pos AL (Sampit dan Kumai), Kodim TNI-AD (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Yonif 631/Atg TNI-AD (masing-masing 1 SSK di Palangkaraya, Sampit dan Muara Teweh), Polri (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Airud (masing-masing 1 tim di Bahaur, Teluk Sampit dan Kumai), Manggala Agni (6 regu di Palangkaraya, 2 regu di K. Kapuas, 1 regu di P. Pisau dan 1 regu di Sampit), Tim Serbu (2 regu di Pangkalan Bun, 2 regu di Muara Teweh, 20 regu di Palangkaraya dan 5 regu di P. Pisau).

Sumber : Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, Badan LH Kalteng dan Meneg LH.

III. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia

Saat ini ada 3 (tiga) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :

A. Status Gunung Berapi

1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara

Sejak tanggal 9 Juni 2009. Walaupun terjadi peningkatan aktifitas hingga hari Senin, 16 November 2009, pukul 06.00 WITA status kegiatan G. Api Karangetang masih dalam keadaan tetap ”Siaga” (Level III).

2. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara

Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Senin, 16 November 2009, pukul 06.00 WIT status kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan tetap ”Siaga” (Level III).

3. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat

Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Senin, 16 November 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan tetap”Siaga” (Level III).

(5)

B. Rekomendasi

1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau G. Ibu, G. Karangetang dan G. Talang dalam radius 2 km dari kawah gunung.

2. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

IV. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Data informasi prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK hari Senin, 16 November 2009 dilaporkan sebagai berikut :

NO LOKASI Pagi C U A C A

(00.05 – 12.00) (12.05 – 18.00) Siang (18.05 – 24.00) Malam

1 Jakarta Pusat Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan 2 Jakarta Utara Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan

3 Jakarta Selatan Berawan Berawan dan Hujan ringan - sedang Berawan dan Hujan ringan 4 Jakarta Timur Berawan Berawan dan Hujan ringan Berawan dan hujan ringan 5 Jakarta Barat Berawan Berawan dan Hujan ringan kadang sedang Berawan

6 Kep. Seribu Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan 7 Bogor Berawan Berawan dan Hujan ringan- sedang Berawan dan Hujan ringan

8 Tangerang Berawan Berawan dan Hujan Ringan Berawan

9 Depok Berawan Berawan dan Hujan ringan kadang sedang Berawan dan hujan ringan

10 Bekasi Berawan Berawan Berawan

Keterangan :

- Hujan Ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari - Hujan Sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari - Hujan Lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari - Hujan Sangat Lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

V. Prakiraan Gelombang Tinggi

Prakiraan gelombang tinggi berlaku hari Minggu dan Senin, tanggal 15 - 16 November 2009 pukul

19.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, sebagai berikut :

2.0 – 3.0 m : Samudera Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa, Perairan

Utara Kep. Natuna.

3.0 – 4.0 m : Laut Cina Selatan

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika VI. Lain – lain

1. Bencana Tanah Longsor di Kota. Palopo Prov. Sulawesi Selatan A. Kejadian

Telah terjadi Bencana tanah longsor pada hari Minggu, 08 November 2009, di Kelurahan Batang, Kec. Batang Barat. Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa 13 orang MD

(6)

6

tertimbun sudah ditemukan semua, 6 orang luka berat dirawat di RS Sawerigading, 150 orang luka ringan dan jumlah pengungsi 210 KK (1.050 jiwa). Untuk kerugian Materiil 20 rumah RB, 1 bak penampungan PDAM rusak, 50 hektar areal persawahan terendam.

B. Upaya yang dilakukan :

-

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan tanggap darurat berupa : beras 2,5 ton serta lauk pauk dan 50 personil TAGANA untuk membantu penanganan darurat.

-

Pemda Kab. Palopo, TNI, POLRI di bantu dengan masyarakat masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang hilang.

Sumber : Kesbang Linmas Prov. dan Dinas Sosial Prov.Susel.

Pengawas,

Dewina Nasution SH. M.Si

Jakarta, 16 November 2009 Ketua Kelompok Piket,

Referensi

Dokumen terkait

Menurut penelitian Fia Dewi Awliani dkk,yang berjudul “Hubungan Pengetahuan Masyarakat Tentang HIV/AIDS Dengan Terjadinya Diskriminasi Pada ODHA” didapatkan hasil

Kedua jenis kebutuhan ini bisa saling melengkapi, atau bahkan kebutuhan non-fungsional kadang menghasilkan kebutuhan baru yang kategorinya fungsional, juga sebaliknya. Contoh:

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bungkil kedelai dan bungkil kelapa dalam ransum berbasis indeks sinkronisasi energi dan protein (E-P)

Terjadi penurunan laju korosi dibandingkan pada hari ke-1 dan ke-3 yang disebabkan karena pembentukan lapisan pasif seperti pada reaksi (5.3) yang ditandai dengan naiknya

Teknik analisa pengumpulan data adalah dengan menggunakan tabel fre- kuensi untuk mengetahui gambaran tentang peranan Pendidikan Kewarga- negaraan dikalangan para

Hasil perhitungan rata-rata Indeks Keragaman Jenis (H’), Dominansi (C), dan Keseragaman (e) makrozoobenthos di perairan Pantai Kuala Tanjung pada masing-masing

Diantaranya adalah kandungan antiseptik dan antibakteri yaitu kurkumin dan minyak astiri dalam kunyit dapat membantu membunuh kuman sekaligus merangsang tumbuhnya sel kulit

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan berkah dan rahmad Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Studi