SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN PERCEIVED USEFULNESS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING AFRIZAL

88 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN

PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

DENGAN

PERCEIVED USEFULNESS

SEBAGAI VARIABEL

INTERVENING

AFRIZAL

DEPARTEMEN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

(2)

ii

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN

PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

DENGAN

PERCEIVED USEFULNESS

SEBAGAI VARIABEL

INTERVENING

sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh

gelar Sarjana Akuntansi

disusun dan diajukan oleh

AFRIZAL

A31115750

kepada

DEPARTEMEN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

(3)

iii

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN

PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

DENGAN

PERCEIVED USEFULNESS

SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

disusun dan diajukan oleh

AFRIZAL

A31115750

telah diperiksa dan disetujui untuk diuji

Makassar, 03 November 2017

Pembimbing I

Dr. Ratna A. Damayanti, S.E., Ak., M.Soc.Sc., CA NIP 196703191992032003

Pembimbing II

Rahmawati HS, S.E., Ak., M.Si., CA NIP 197611052007012001

Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Hasanuddin

Prof. Dr. Hj. Mediaty, S.E., M.Si., Ak., CA. NIP 196509251990022001

(4)

iv

SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN

PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

DENGAN

PERCEIVED USEFULNESS

SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

disusun dan diajukan oleh

AFRIZAL

A31115750

telah dipertahankan dalam sidang ujian skripsi pada tanggal 30 Nopember 2017 dan dinyatakan telah memenuhi syarat kelulusan

Menyetujui, Panitia Penguji

No. Nama Penguji Jabatan Tanda Tangan

1. Dr. Ratna A. Damayanti, S.E., Ak., M.Soc.Sc., CA Ketua 1 ... 2. Rahmawati HS, S.E., Ak., M.Si., CA Sekertaris 2 ... 3. Dr. Grace T. Pontoh, S.E., Ak., M.Si., CA Anggota 3 ... 4.

5.

Dr. Syamsuddin, S.E., Ak., M.Si., CA

Dr. Hj. Nirwana, S.E., M.Si., Ak., CA

Anggota

Anggota

4 ...

5 ...

Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Hasanuddin

Prof. Dr. Hj. Mediaty, S.E., M.Si., Ak., CA. NIP 196509251990022001

(5)

v

PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

nama : Afrizal

NIM : A31115750

departemen/program studi : Akuntansi/Strata Satu

dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi yang berjudul Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pengguna Sistem Informasi

Akuntansi dengan Perceived Usefulness sebagai Variabel Intervening

adalah karya ilmiah saya sendiri dan sepanjang pengetahuan saya di dalam naskah skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu perguruan tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

Apabila di kemudian hari ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut dan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (uu no. 20 tahun 2003, pasal 25 ayat 2 dan pasal 70).

Makassar, 3 Nopember 2017 Yang Membuat Pernyataan,

(6)

vi PRAKATA

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini merupakan tugas akhir untuk mencapai gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak.) pada Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini. Pertama-tama, ucapan terima kasih peneliti berikan kepada Ibu Dr. Ratna Ayu Damayanti, S.E., Ak., M.Soc.Sc., CA, dan Ibu Rahmawati HS, S.E., M.Si., Ak., CA, sebagai dosen pembimbing atas waktu yang telah diluangkan untuk membimbing, memberi motivasi, dan memberi bantuan literatur, serta diskusi-diskusi yang telah dilakukan dengan peneliti.

Ucapan terima kasih juga peneliti tujukan kepada Bapak Drs. H. Ali Baal Masdar, M.Si., selaku Gubernur Sulawesi Barat atas pemberian izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat. Hal yang sama juga peneliti sampaikan kepada Bapak/Ibu pimpinan SKPD serta staf dan operator Simda Keuangan yang telah memberi andil yang sangat besar dalam pelaksanaan penelitian ini. Semoga bantuan yang diberikan oleh semua pihak mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Terakhir, ucapan terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga besar peneliti atas bantuan, nasihat, dan motivasi yang diberikan selama penelitian skripsi ini. Semoga semua pihak mendapat kebaikan dari-Nya atas bantuan yang diberikan hingga skripsi ini terselesaikan dengan baik.

Skripsi ini masih jauh dari sempurna walaupun telah menerima bantuan dari berbagai pihak. Apabila terdapat kesalahan-kesalahan dalam skripsi ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab peneliti dan bukan para pemberi bantuan. kritik dan saran yang bersifat membangun akan lebih menyempurnakan skripsi ini.

Makassar, 3 Nopember 2017

(7)

vii ABSTRAK

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pengguna Sistem Informasi

Akuntansi dengan Perceived Usefulness sebagai Variabel Intervening

Factors Affecting User Satisfaction of Accounting Information System with Perceived Usefulness as Intervening Variable

Afrizal Ratna A. Damayanti

Rahmawati HS

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi dengan perceived usefulness sebagai variabel intervening. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 36 responden pengguna SIMDA Keuangan di pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Alat yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem berpengaruh terhadap perceived usefulness, kualitas informasi berpengaruh terhadap perceived usefulness, kualitas sistem tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi, kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi, perceived usefulness berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi, perceived usefulness merupakan variabel intervening yang memediasi penuh (full mediation) pada hubungan kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna sistem informasi dan memediasi sebagian (partial mediation) pada hubungan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi.

Kata kunci: kualitas sistem, kualitas informasi, perceived usefulness, kepuasan

pengguna sistem informasi

This study aims to examine and analyze the factors that affect user satisfaction accounting information system with perceived usefulness as intervening variables. This research data was obtained through questionnaire given to 36 respondents of SIMDA Keuangan user in West Sulawesi Provincial Government. The tool used to analyze this research data is Partial Least Square. The result of the research shows that the quality of the system influences perceived usefulness, the quality of information influences perceived usefulness, the quality of the system does not affect the satisfaction of users of information systems, the quality of information affects the satisfaction of users of information systems, perceived usefulness affects the satisfaction of users of information systems, perceived usefulness is variable a full mediation intervention on the relationship of system quality to user satisfaction of information system and mediate partial mediation on information quality relation to user satisfaction of information system.

Keywords: system of quality, information of quality, perceived usefulness, user satisfaction of information system.

(8)

viii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ... v

PRAKATA ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 4 1.3 Tujuan Penelitian ... 5 1.4 Kegunaan Penelitian ... 5 1.4.1 Kegunaan Teoretis ... 6 1.4.2 Kegunaan Praktis ... 6 1.5 Sistematika Penulisan ... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Tinjauan Pustaka ... 8

2.1.1 Model Penerimaan Teknologi ... 8

2.1.2 Teori Tindakan Beralasan ... 8

2.1.3 Model Dasar Kesuksesan Sistem Informasi ... 9

2.1.4 Definisi Sistem Informasi Akuntansi ... 16

2.1.5 Fungsi dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi ... 20

2.2 Tinjauan atas Penelitian Terdahulu ... 22

2.3 Kerangka Pemikiran ... 26

2.4 Hipotesis ... 28

2.4.1 Pengaruh Kualitas Sistem terhadap Perceived Usefulness.. 28

2.4.2 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Perceived Usefulness ... 29

2.4.3 Pengaruh Kualitas Sistem terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi ... 30

2.4.4 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi ... 31

2.4.5 Pengaruh Perceived Usefulness terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi ... 32

2.4.6 Pengaruh Kualitas sistem terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi melalui Perceived Usefulness sebagai variabel intervening ... 33

2.4.7 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi melalui Perceived Usefulness sebagai variabel intervening ... 34

(9)

ix

BAB III METODE PENELITIAN ... 37

3.1 Rancangan Penelitian ... 37

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 37

3.3 Populasi dan Sampel ... 38

3.4 Jenis dan Sumber Data ... 38

3.5 Metode Pengumpulan Data ... 38

3.6 Variabel dan Definisi Operasional ... 39

3.6.1 Variabel Terikat ( dependent variable) ... 40

3.6.2 Variabel Bebas ( independent variable) ... 40

3.6.3 Variabel Intervening ... 42

3.7 Instrumen Penelitian ... 43

3.8 Analisis Data ... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Deskripsi Data ... 47

4.2 Statistik Deskriptif ... 49

4.3 Analisis Data ... 50

4.3.1 Uji Kualitas Data ... 50

4.3.2 Uji Hipotesis ... 53

4.4 Pembahasan ... 58

4.4.1 Pengaruh Kualitas Sistem terhadap Perceived Usefulness ... 58

4.4.2 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Perceived Usefulness ... 59

4.4.3 Pengaruh Kualitas Sistem terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi ... 60

4.4.4 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi ... 61

4.4.5 Pengaruh Perceived Usefulness terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi ... 62

4.4.6 Pengaruh Kualitas sistem terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi melalui Perceived Usefulness sebagai variabel intervening ... 63

4.4.7 Pengaruh Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi melalui Perceived Usefulness sebagai variabel intervening ... 64

BAB V PENUTUP ... 67 5.1 Kesimpulan ... 67 5.2 Saran ... 69 5.3 Keterbatasan ... 70 DAFTAR PUSTAKA ... 72 LAMPIRAN ... 76

(10)

x

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1 Karakteristik Responden ... 48

4.2 Statistik Deskrptif ... 49

4.3 Hasil Uji Reabilitas ... 52

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Model Dasar Kesuksesan Sistem Informasi ... 10

2.2 Update DeLone and McLane Model ... 12

2.3 User Satisfaction Seddon and Kiew ... 13

2.4 Information Succes Model Seddon ... 14

2.5 Kerangka Pemikiran ... 27

(12)

xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 2 3 4 5 6 7 8 Biodata………...………...………... Peta Teori……….. Kuisioner Penelitian………...……… Daftar SKPD (Sampling) Provinsi Sulawesi Barat………… Hasil Uji Validitas Konvergen 1 ... Hasil Uji Validitas Konvergen 2 ... Hasil Uji Validitas Diskriminan... Hasil Uji Hipotesis...

Halaman 77 78 86 91 93 94 95 96

(13)

2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mempengaruhi peranan sistem informasi akuntansi dalam sebuah organisasi. Seiring dengan kemajuan dalam bidang teknologi komputer dan informasi, sistem informasi akuntansi telah berkembang menjadi sistem informasi akuntansi yang berbasis komputer. Dengan adanya sistem informasi yang terkomputerisasi, maka memungkinkan pengguna mampu mengakses laporan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi setiap saat dengan lebih cepat. Jika pengguna sistem informasi yang mempercayai bahwa sistem informasi yang digunakannya bermanfaat, maka dia akan menggunakannya, sebaliknya jika pengguna sistem informasi percaya bahwa sistem informasi kurang berguna maka dia tidak akan menggunakannya (Jogiyanto, 2007).

Sebuah sistem informasi yang sukses harus mampu memberikan keuntungan bagi para pengguna jasa melalui aktivitas-aktivitas (pelayanan) yang dilakukannya dan mampu membantu organisasi mencapai tujuannya. Seddon (1997) menyatakan bahwa penggunaan sistem informasi merupakan perilaku yang muncul akibat adanya keuntungan atas pemakaian sistem informasi tersebut.

Pemerintah Daerah selaku organisasi pengelola dana publik harus mampu menyediakan informasi keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu, dan dapat dipercaya sehingga dituntut untuk memiliki sistem informasi yang handal. Jika sistem informasi akuntansi yang dimiliki masih lemah, kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut juga kurang handal, oleh karena itu dalam rangka memantapkan otonomi daerah dan desentralisasi, Pemerintah

(14)

2 Daerah hendaknya sudah mulai memikirkan investasi untuk pengembangan sistem informasi yang dapat menunjang kinerja dan pelayanan kepada masyarakat (Sudarmadi, 2010).

Organisasi sektor publik telah banyak memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan sistem informasi yang telah ada. Beberapa kemajuan yang telah dicapai antara lain penggunaan program SIMDA Keuangan ver.2.7.0.6 yaitu aplikasi yang digunakan sebagai pengolahan data keuangan pemerintah daerah yang telah digunakan oleh 365 Pemerintah Daerah diseluruh Indonesia sejak Januari 2016. Program aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, meliputi penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan pelaporannya yang dibuat oleh Satuan Tugas Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Daerah yang dibentuk oleh Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (situs resmi BPKP, 2017).

Penggunaan aplikasi SIMDA Keuangan tersebut juga diterapkan di pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat, Oleh karena itu perlu diidentifikasi faktor-faktor yang memberikan kontribusi atas kesuksesan sistem informasi tersebut. Menguji kesuksesan suatu sistem informasi menjadi hal yang penting bagi sebuah instansi yang sedang mengimplementasi sistem informasi yang baru, kesuksesan sistem informasi merupakan hal yang diharapkan oleh instansi dalam menerapkan sistem informasi teknologi (Zai dan Dewi, 2014).

DeLone & McLean (1992) mengusulkan model kesuksesan sistem informasi dengan dimensi menyeluruh dan saling berhubungan, tetapi parsimoni (ringkas). Model tersebut menyatakan bahwa kualitas sistem informasi secara mandiri atau bersama-sama mempengaruhi baik penggunaan maupun kepuasan pengguna. Selanjutnya, besarnya penggunaan dapat mempengaruhi secara

(15)

positif atau negatif derajat kepuasan pengguna, dan sebaliknya. Penggunaan dan kepuasan pengguna memberi pengaruh langsung terhadap dampak individual dan akhirnya mempengaruhi dampak organisasional. Seddon (1997) mengusulkan modifikasi model tersebut, dengan mengganti dimensi penggunaan (use) dengan persepsi kemanfaatan (perceived usefulness), terutama untuk konteks penggunaan informasi yang bersifat kewajiban (Mandatory).

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kembali kesuksesan pemakaian SIMDA di Provinsi Sulawesi Barat dengan menggunakan model dari Delone and McLean (1992) dengan modifikasi oleh Seddon (1997). Sistem informasi yang dipilih untuk diuji adalah Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) yang diterapkan mulai tahun 2013 di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dipilihnya SIMDA ini karena ada dua sebab utama. Pertama Provinsi Sulawesi Barat adalah provinsi yang sudah berhasil dalam memanfaatkan sistem informasi di lingkungan pemerintahan, ini terbukti dengan opini WTP ketiga kalinya yang diperoleh sejak tahun 2014 hingga tahun 2016 (Kominfo Sulbar, 2017). Kedua, SIMDA sudah digunakan selama kurang lebih 4 tahun sejak tahun 2013, sehingga terdapat waktu yang cukup untuk dilakukan evaluasi kesuksesan atas penerapan sistem informasi tersebut.

Banyak penelitian bidang sistem informasi akuntansi yang meneliti masalah faktor-faktor kesuksesan sebuah sistem informasi. Hasil penelitian tersebut berbeda antara peneliti yang satu dengan yang lain. Hasil penelitian kualitas sistem informasi terhadap perceived usefulness belum konsisten, Kartika dkk. (2016), mengungkapkan pengaruhnya signifikan, sedangkan Salam (2014) mengungkapkan tidak signifikan. Hasil penelitian kualitas informasi terhadap perceived usefulness menunjukkan pengaruh positif (Salam, 2014; Kartika dkk.,2016), sementara hasil penelitian kualitas sistem informasi terhadap

(16)

kepuasan pengguna belum konsisten. Salam (2014), Amalia dan Pratomo (2016) Rukmiyati dan Budiartha (2016), Kartika dkk. (2016), mengungkapkan signifikan sedangkan Zai dan Dewi (2014) mengungkapkan tidak signifikan.

Hasil penelitian kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna belum konsisten. Salam (2014), Zai dan Dewi (2014), Rukmiyati dan Budiartha (2016), Kartika dkk. (2016), mengungkapkan signifikan sedangkan Amalia dan Pratomo (2016) mengungkapkan tidak signifikan. Hasil penelitian perceived usefulness terhadap kepuasan pengguna belum konsisten. Rukmiyati dan Budiartha (2016), Kartika dkk. (2016) mengungkapkan signifikan sedangkan Salam (2014), Amalia dan Pratomo (2016) mengungkapkan tidak signifikan.

Hasil penelitian sebelumnya yang saling bertentangan tersebut menarik untuk diteliti kembali, diantaranya untuk mengetahui apakah kualitas sistem dan kualitas informasi dapat meningkatkan kepuasan pengguna melalui perceived usefulness yang mendukungnya. Masalah utama dalam penelitian ini apakah perceived usefulness seperti yang diusulkan Seddon (1997) dapat memediasi hubungan antara kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka peneltian ini mencoba menjawab pertanyaan sebagai berikut.

1. Apakah kualitas sistem berpengaruh terhadap perceived usefulness? 2. Apakah kualitas informasi berpengaruh terhadap perceived usefulness? 3. Apakah kualitas sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem

(17)

4. Apakah kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi ?

5. Apakah perceived usefulness berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi?

6. Apakah perceived usefulness memediasi pengaruh kualitas sistem dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian yang diajukan pada sub bab sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Menguji pengaruh kualitas sistem terhadap perceived usefulness. 2. Menguji pengaruh kualitas informasi terhadap perceived usefulness.

3. Menguji pengaruh kualitas sistem Informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi.

4. Menguji pengaruh kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi.

5. Menguji pengaruh perceived usefulness terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi.

6. Menguji pengaruh pengaruh kualitas sistem dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi melalui perceived usefulness sebagai variabel intervening.

1.4. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini terdiri dari kegunaan teoretis dan kegunaan praktis.

(18)

1.4.1 Kegunaan Teoretis

Sebagai pembuktian pengujian model kesuksesan sebuah sistem informasi yaitu pengaruh kualitas sistem terhadap perceived usefulness, kualitas informasi terhadap perceived usefulness, kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi, perceived usefulness terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi serta pengaruh kualitas sistem dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi dengan perceived usefulness sebagai variabel intervening.

1.4.2 Kegunaan Praktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi organisasi publik dan ilmu pengetahuan, adapun kegunaan praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

a. Sebagai masukan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam pengambilan keputusan yang dapat menciptakan kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi karena kepuasan pengguna merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu sistem informasi akuntansi.

b. Sebagai acuan dan bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang ilmu akuntansi khususnya dalam pengembangan sistem informasi akuntansi.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan untuk lebih memahami masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

(19)

Bab I merupakan pendahuluan. Bab ini menguraikan secara singkat mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II merupakan Tinjauan Pustaka dan pengembangan hipotesis. Bab ini menjelaskan mengenai kerangka teoritis dan pembahasan hipotesis, yang berisikan landasan teori dan bukti-bukti empiris dari penelitian terdahulu yang dijadikan kerangka konseptual untuk perumusan hipotesis.

Bab III merupakan metode penelitian. Bab ini mencakup obyek dan lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, jenis dan sumber data, serta teknik analisis data.

Bab IV merupakan hasil penelitian. Bab ini menjelaskan mengenai analisa data terhadap pengujian hipotesis dan pembahasan secara teoritik baik secara kuantitatif maupun statistik.

Bab V merupakan kesimpulan dan saran. Bab ini difokuskan pada kesimpulan hasil penelitian serta mencoba untuk menarik beberapa implikasi hasil penelitian.

(20)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Model Penerimaan Teknologi

Teori penerimaan pengguna terhadap suatu teknologi informasi disebut Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali diperkenalkan oleh Davis (1989) yang merupakan salah satu model yang dibangun untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi diterimanya penggunaan teknologi komputer. Model ini diadopsi dari model TRA (Theory of Reasoned Action) yaitu teori yang berhubungan dengan sikap dan perilaku individu dalam melaksanakan kegiatan.

TAM adalah model yang digunakan untuk memprediksi penerimaan pengguna terhadap teknologi berdasarkan dua variabel, yaitu persepsi pemanfaatan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use). Menurut Davis, perilaku menggunakan teknologi informasi diawali oleh adanya persepsi mengenai manfaat (usefulness) dan persepsi mengenai kemudahan menggunakan teknologi informasi (ease of use), kedua komponen ini bila dikaitkan dengan TRA adalah bagian dari belief (Kartika dkk., 2016). Model penerimaan teknologi ini paling banyak digunakan dalam penelitian sistem informasi karena model ini lebih sederhana dan mudah diterapkan (Rukmiyati dan Budiarta, 2016).

2.1.2 Teori Tindakan Beralasan

Theory of Reasoned Action (TRA) pertama kali diperkenalkan oleh Fishbein dan Ajzen (1975). Teori ini menjelaskan bahwa perilaku (behavior)

(21)

dilakukan karena individual mempunyai minat atau keinginan untuk melakukannya (behavioral intention) atau dengan kata lain minat perilaku akan menentukan perilakunya. Teori ini menghubungkan antara keyakinan (belief), sikap (attitude), kehendak (intention) dan perilaku (behavior). Kehendak merupakan predictor terbaik pelaku, artinya jika ingin mengetahui apa yang akan dilakukan seseorang, cara terbaik adalah mengetahui kehendak orang tersebut.

Secara singkat, praktik atau perilaku menurut TRA dipengaruhi oleh niat, sedangkan niat dipengaruhi oleh sikap dan norma subyektif. Sikap sendiri dipengaruhi oleh keyakinan akan hasil dari tindakan yang telah lalu. Secara lebih sederhana, teori ini mengatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu perbuatan apabila ia memandang perbuatan itu positif dan bila ia percaya bahwa orang lain ingin agar ia melakukannya (Kartika dkk., 2016)

2.1.3 Model Dasar Kesuksesan Sistem Informasi

Dalam mengimplementasikan sebuah sistem informasi terkadang menemui kegagalan, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa aspek. Jogiyanto (2007) membedakannya menjadi 2 aspek. Aspek pertama adalah aspek teknis, yakni aspek yang menyangkut sistem itu sendiri yang merupakan kualitas teknis sistem informasi. Sedangkan aspek yang kedua adalah aspek non-teknis, yakni berkaitan dengan persepsi pengguna sistem informasi yang menyebabkan pengguna mau atau enggan menggunakan sistem informasi yang telah dikembangkan. Dengan demikian perlunya sebuah pendekatan untuk menguji kesuksesan sistem informasi untuk mendeteksi kegagalan-kegagalan sebuah sistem. Dengan adanya perubahan pengelolaan keuangan dengan menerapkan sistem yang baru, diperlukan sebuah cara untuk menguji keberhasilan sistem informasi (Zai dan Dewi, 2014).

(22)

Delone and McLean (1992) mengembangkan model untuk menguji kesuksesan sistem informasi yang telah digunakan oleh banyak peneliti. Model kesuksesan ini didasarkan pada hubungan kausal dari enam dimensi. Sebagai berikut:

1. Kualitas sistem (system quality), 2. Kualitas informasi (information quality), 3. Penggunaan (use),

4. Kepuasan pengguna (user satisfaction), 5. Dampak individual (Individual impact), dan 6. Dampak organisasi (organization impact).

Model ini merupakan suatu model parsimony, sehingga sangat baik apabila menerapkannya untuk menguji kesuksesan sistem informasi diinstansi pemerintahan yang menerapkan teknologi informasi seperti pada Gambar 2.1.

Sumber: Information system success, DeLone and McLean (1992)

(23)

Model kesuksesan sistem informasi Delone and McLean dikembangkan dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh Shannon dan Weaver (1949), Model Shannon and Weaver sering disebut model matematis atau model teori informasi adalah model yang pengaruhnya paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. (Jogiyanto, 2007;6) mengelompokkan proses informasi kedalam tiga tingkatan sebagai berikut.

1. Tingkatan teknikal (technical level), didefinisikan sebagai akurasi dan efisiensi dari suatu sistem yang menghasilkan informasi.

2. Tingkatan semantik (semantik level), didefinisikan sebagai kesuksesan suatu informasi dalam membawa arti yang diinginkan.

3. Tingkatan efektivitas (effectivitas level), didefinisikan sebagai efek dari informasi terhadap penerimanya.

Dalam model kesuksesan sistem informasi Delone and McLean ini, kualitas sistem (system quality) mengukur kesuksesan teknis, kualitas informasi (information quality) mengukur kesuksesan semantik, persepsi pemanfaatan (perceived usefulness) dan kepuasan pengguna sistem informasi (user satisfaction) mengukur kesuksesan efektivitas sesuai dengan yang diusulkan oleh Shannon dan Weaver serta Mason (Jogiyanto, 2007:8).

Model awal DeLone and McLean mengidentifikasi enam variabel yang dapat dijadikan pengukuran kesuksesan sistem informasi, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, pemanfaatan, kepuasan pengguna, dampak individu dan dampak organisasi, dengan adanya pengembangan penelitian atas model awal tersebut dan dari kontribusi-kontribusi penelitian sebelumnya serta akibat perubahan peran dan penanganan sistem informasi yang telah berkembang menyebabkan DeLone and Mclean (2003) memperbarui modelnya dan menyebutnya sebagai Model Kesuksesan Sistem Informasi D&M.

(24)

Model diperbarui (Updated D&M IS Success Model) yaitu sebuah model pemutakhiran dengan menambahkan variabel service quality serta merubah variabel individual impact dan variabel organizational impact menjadi variabel net benefit. Seperti pada gambar 2.2.

Sumber: DeLone, W.H. and McLean, E.R. (2003)

Gambar 2.2 Update Delone and McLean Model

Seddon dan Kiew (1996) melakukan pengujian parsial dan mengembangkan model DeLone and McLean. Pengembangan dilakukan dengan cara mengambil empat variabel model DeLone and McLean yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, pemanfaatan dan kepuasan pengguna. Kemudian merubah variabel Use menjadi Usefulness, menambahkan variabel System Importance

(25)

dan menggantikan hubungan kausalitas satu arah Usefulness yang menyebabkan User Satisfaction (bukan sebaliknya) seperti pada Gambar 2.3.

Sumber: Seddon and Kiew (1996)

Gambar 2.3. User Satisfaction Seddon and Kiew

Seddon (1997) merespesifikasi model awal DeLone dan McLean dengan menggantikan konstruk system use yang dianggap bukan sebagai pengukur kesuksesan sistem informasi namun sebagai perilaku (behavior) dengan perceived usefulness, sehingga kesuksesan suatu sistem informasi ditentukan oleh hubungan diantara dimensi kualitas sistem, kualitas informasi yang

(26)

dihasilkan, perceived usefulness dan kepuasan pengguna sistem informasi. model penelitiannya seperti pada Gambar 2.4.

Sumber : Seddon, P.B. (1997)

Gambar 2.4. Information Succes Model Seddon

Adapun penjelasan mengenai empat variabel dari model kesuksesan sistem informasi yang digunakan dalam penulisan ini sebagai berikut.

1. Kualitas Sistem

Kualitas Sistem merupakan karakteristik dari informasi yang melekat mengenai sistem itu sendiri dan kualitas infomasi yang diinginkan karakteristik produk (Delone and McLean:1992). Suatu produk yang sama dapat memiliki penilaian kualitas berbeda-beda atau dapat dikatakan

(27)

bahwa kualitas itu sesuatu hal yang relatif dan sangat subjektif (Amalia dan Pratomo, 2016).

2. Kualitas Informasi

Kualitas informasi merupakan output yang dihasilkan oleh sistem informasi yang digunakan (Delone and McLean 1992). Kualitas informasi adalah sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut untuk melakukan proses mereka (Amalia dan Pratomo, 2016). Seddon (1997) menyatakan bahwa kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi, akan berpengaruh terhadap perceived usefulness. 3. Persepsi Pemanfaatan (Perceived Usefulness)

Davis dkk. (1989) mendefinisikan perceived usefulness sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa dengan menggunakan sistem tertentu mampu meningkatkan kinerja dan output dari sistem informasi yang digunakan semakin akurat, tepat waktu, dan memiliki reabilitas yang baik, maka akan semakin meningkatkan kepercayaan pengguna sistem informasi tersebut. Menurut Thompson dkk. (1991), manfaat teknologi informasi merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna teknologi informasi dalam melaksanakan tugasnya. Pengukuran manfaat tersebut berdasarkan frekuensi penggunaan dan keragaman aplikasi yang dijalankan dan individu akan menggunakan teknologi informasi jika mengetahui manfaat positif atas penggunaannya.

4. Kepuasan Pengguna Sistem Informasi

Menurut Ives dkk., dalam Al Ghatani (1999), kepuasan penggunaan informasi adalah seberapa jauh informasi yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan. Kepuasan

(28)

pengguna sistem informasi adalah cara pengguna memandang dan menggunakan sistem informasi secara nyata, bukan pada kualitas sistem secara teknik (Guimaraes dkk, 2003). Kepuasan pengguna akhir sistem informasi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan sistem informasi akuntansi. Goodhue & Thompson (1995) menyatakan bahwa ukuran lain yang dihubungan dengan faktor utama dalam mengukur kesuksesan sistem informasi adalah kepuasan. Para peneliti yang menggunakan pendekatan ini berasumsi bahwa pengguna yang puas akan memiliki kinerja yang lebih baik daripada pengguna yang tidak puas terhadap sistem dan apabila sistem informasi membantu pengguna untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik maka sistem tersebut dikatakan sukses.

Kepuasan dalam situasi yang tetap adalah perasaan seseorang atau sikap terhadap sekelompok faktor yang mempengaruhi situasi tersebut. Kepuasan penggunaan merupakan penilaian menyangkut apakah kinerja suatu sistem informasi itu relatif bagus atau jelek, dan juga apakah sistem informasi yang disajikan cocok atau tidak cocok dengan tujuan pemakainya. Secara umum kepuasan pengguna adalah hasil yang dirasakan pengguna mengenai kinerja suatu sistem yang dioperasikan sesuai dengan harapan mereka. Pengguna merasa puas apabila harapan mereka terpenuhi. Pengguna yang puas cenderung tetap loyal lebih lama dan relatif lebih sering menggunakan sebuah sistem informasi.

2.1.4 Definisi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai serangkaian tujuan (Sutabri, 2004), suatu sistem

(29)

terdiri dari bagian-bagian yang saling mempengaruhi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan, dengan demikian suatu sistem terdiri dari unsur-unsur yang saling tergantung karena mempunyai tujuan yang sama. Selanjutnya Mulyadi (2016:3) berpendapat bahwa “Sistem adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

Menurut Diana dan Setiawati (2011:3) sistem merupakan serangkaian bagian yang saling tergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu sistem pasti disusun dari sub-sub sistem yang lebih kecil yang juga saling tergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Sedangkan Menurut Jogiyanto (2010:2) mengatakan bahwa “Sistem adalah sekumpulan dari elemen– elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.”

Berdasarkan beberapa definisi tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem merupakan sekumpulan komponen atau elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem dapat memudahkan aliran informasi untuk saling berinteraksi.

Krismiaji (2002:15) membedakan pengertian tentang data dan informasi sebagai berikut : data adalah fakta yang dimasukkan kedalam, disimpan, dan diproses oleh sebuah sistem informasi akuntansi. Sedangkan informasi adalah data yang telah diorganisasi, dan telah memiliki kegunaan dan manfaat.

Menurut Sutabri (2010:23) bahwa “Informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diolah atau diinterprestasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya. Nilai informasi berhubungan dengan keputusan. Bila tidak ada

(30)

pilihan atau keputusan, maka informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang. Nilai informasi dilukiskan paling berarti dalam konteks sebuah keputusan.

Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa suatu informasi, suatu sistem tidak akan berjalan dengan lancar dan akhirnya mati. Suatu organisasi tanpa adanya suatu informasi maka organisasi tersebut tidak bisa berjalan dan tidak bisa beroperasi. Dilihat dari segi kualitas, informasi harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.

a. Lengkap, b. Akurat, c. Relevan, dan d. Tepat waktu.

Informasi pada dasarnya adalah sumberdaya seperti halnya pabrik peralatan, produktivitas, sebagai suatu hal yang penting agar tetap kompetitif, dapat ditingkatkan melalui sistem informasi, yang lebih baik (Sutabri, 2004:6). Sistem informasi dapat dilaksanakan secara manual maupun menggunakan komputer. Kedua pilihan ini memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Dari sisi biaya, dalam jangka pendek sistem informasi lebih murah jika diselenggarakan secara manual, namun dengan cara ini tentunya akan menghasilkan informasi yang lebih lambat dan kurang akurat. Sebaliknya dengan menggunakan komputer, sistem informasi dapat menghasilkan informasi yang lebih cepat dan lebih akurat, walaupun investasi awal (jangka pendek) lebih besar.

(31)

Sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, mengolah dan menyimpan data, dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Krismiaji, 2002:16) sedangkan defenisi sistem informasi menurut Lilis dan Anggadini (2011:14) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung kegiatan operasi sehari-hari, bersifat manajerial dan harian suatu organisasi dan menyediakan pihak-pihak tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi dapat disimpulkan sebagai serangkaian prosedur normal yang dimana data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan sebuah perangkat lunak untuk menghasilkan sebuah informasi.

Akuntansi sebagai suatu sistem informasi mengidentifikasikan, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi mengenai suatu badan usaha kepada kepada beragam orang. Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Sistem informasi akuntansi adalah sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi (Sutabri, 2004:6).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem pemrosesan yang menghasilkan keluaran dalam bentuk informasi mengenai akuntansi dengan menggunakan masukan input (data atau transaksi) untuk memenuhi tujuan tertentu bagi organisasi. Dalam

(32)

pelaksanaannya sistem informasi akuntansi menerima input, disebut sebagai transaksi, yang kemudian dikonversi melalui berbagai proses menjadi output yang akan didistribusikan kepada pemakai informasi.

Sistem informasi akuntansi yang digunakan pada pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat adalah program SIMDA Keuangan ver.2.7.0.6 yaitu aplikasi yang digunakan sebagai pengolahan data keuangan pemerintah daerah yang telah digunakan oleh 365 Pemerintah Daerah diseluruh Indonesia, program aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, meliputi penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan pelaporannya, pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai menggunakannya sejak tahun 2013 hingga sekarang.

2.1.5 Fungsi dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Susanto (2008:13) dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi” menjelaskan bahwa ada tiga fungsi atau peran Sistem Informasi Akuntansi yang digunakan untuk mencapai tujuan utama. Ketiga fungsi atau peran tersebut adalah:

1. Mendukung aktivitas perusahaan sehari-hari. Suatu perusahaan agar tetap eksis perusahaan tersebut harus beroperasi dengan melakukan sejumlah bisnis yang peristiwanya disebut sebagai transaksi seperti melakukan pembelian, penyimpanan, proses produksi dan penjualan.

2. Mendukung proses pengambilan keputusan. Tujuan yang sama pentingnya dari Sistem Informasi Akuntansi adalah untuk memberi informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan harus dibuat dalam kaitannya dengan perencanaan dan pengendalian aktivitas perusahaan.

(33)

3. Membantu pengelolaan perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada pihak eksternal. Setiap perusahaan harus memenuhi tanggung jawab hukum, salah satu tanggung jawab penting adalah keharusannya memberi informasi kepada pemakai yang berada di luar perusahaan atau stockholder yang meliputi pemasok, pelanggan, pemegang saham, kreditor, investor besar, serikat pekerja, analisis keuangan, industri atau publik umum.

Menurut Krismiadji (2010:33) dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi”. Fungsi dari sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut.

1. Mengumpulkan data, memproses data tentang kegiatan organisasi secara efisien dan efektif.

2. Menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. 3. Melakukan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa data

transaksi bisnis telah dicatat dan diproses secara akurat serta untuk melindungi data tersebut dan aktiva lainnya.

Menurut Mulyadi (2016:19-20), Sistem Informasi Akuntansi memiliki empat tujuan, yaitu sebagai berikut.

1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha.

2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.

3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.

4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

(34)

Tujuan utama dari Sistem informasi akuntansi adalah mencatat, memproses, menyimpan, meringkas, dan mengkomunikasikan informasi-informasi atas suatu organisasi serta menyediakan suatu informasi-informasi yang relevan terhadap stakeholder eksternal perusahaan seperti pemegang saham, kreditur, maupun pemerintah.

2.2 Tinjauan atas Penelitian Terdahulu

Riset sebelumnya di Indonesia yang menguji kesuksesan sistem informasi dilakukan oleh Zai dan Dewi (2014). Mereka menguji secara parsial model DeLone dan McLean (1992) pada Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Objek penelitiannya adalah pengguna sistem informasi akuntansi yang bekerja dibawah Direktorat Keuangan RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten yang meliputi bagian perencanaan dan penyusunan anggaran, bagian perbendaharaan dan mobilisasi dana, bagian akuntansi, instalasi penerimaan piutang pasien dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dengan 67 responden yang terlibat. hasilnya menunjukkan bahwa kualitas sistem (system quality) tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction), kualitas sistem (system quality) tidak berpengaruh terhadap kegunaan sistem (usefulness), kualitas informasi (quality information) berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction), kualitas informasi (quality information) berpengaruh positif terhadap kegunaan sistem (usefulness), kegunaan sistem(usefulness) berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction), pentingnya sistem (importance of system) berpengaruh positif terhadap kegunaan sistem (usefulness),

(35)

pentingnya sistem (importance of system) berpengaruh negatif terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction).

Di tahun yang sama, Salam (2014) melakukan penelitian untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penggunaan sistem informasi dan teknologi pada perusahaan perbankan meliputi kualitas sistem informasi, kualitas informasi, perceived usefulness dan kepuasan pengguna sistem informasi. Objek penelitiannya adalah pengguna sistem informasi SIKMA di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasa Mitra Makassar baik pimpinan maupun karyawan dengan 50 responden yang terlibat. hasilnya menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi tidak berpengaruh terhadap perceived usefulness, kualitas informasi berpengaruh terhadap perceived usefulness, kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi, kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi, dan perceived usefulness tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem informasi.

Selanjutnya, Irma dan Dwiyani (2014) melakukan penelitian untuk menyelidiki pengaruh kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna akhir drylab pengantar akuntansi, menguji pengaruh variabel perceived usefulness sebagai intervening terhadap hubungan antara kualitas system informasi dan kualitas informasi dan kepuasan pengguna akhir drylab pengantar akuntansi serta menguji struktur dan dimensionalitas, reliabilitas dan validitas instrumen yang digunakan untuk mengukur end-user computing satisfaction (EUCS). Objek penelitiannya adalah semua mahasiswa yang menggunakan drylab pengantar akuntansi pada program studi akuntansi. hasilnya menunjukkan bahwas system quality terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap perceived usefulness, information quality terbukti

(36)

secara signifikan berpengaruh positif terhadap perceived usefulness, system quality terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap user satisfaction, information quality terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap user satisfaction, perceived usefulness terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap user satisfaction.

Di tahun selanjutnya, Lestari dan Asyik (2015) melakukan penelitian tentang pengaruh kualitas sistem informasi terkomputerisasi serta pengetahuan akuntansi terhadap kualitas informasi akuntansi dengan perceived ease of use sebagai variabel intervening. Penelitiannya menggunakan objek 861 pengusaha dari perusahaan pengguna software seventhsoft accounting dalam proses pembuatan laporan keuangan di Surabaya yang menunjukkan bahwa secara langsung variabel kualitas sistem informasi serta pengetahuan akuntansi secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi, secara tidak langsung variabel kualitas sistem informasi terkomputerisasi serta pengetahuan akuntansi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi melalui perceived ease of use dan Variabel perceived ease of use terbukti sebagai variabel intervening ditunjukkan melalui model regresi 3 pada uji t bahwa variabel independen kualitas sistem informasi dan pengetahuan akuntansi menjadi tidak signifikan ketika dilakukan pengujian secara bersamaan dengan variabel perceived ease of use.

Amalia dan Pratomo(2016) yang melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem informasi yang digunakan, kualitas informasi, dan perceived usefulness terhadap kepuasan pengguna sistem informasi. Dengan melibatkan pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung pengguna aplikasi MIRSA dibagian akuntansi, perbendaharaan, dan piutang sebanyak 46 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi

(37)

berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi, kualitas sistem informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi, Perceived usefulness tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi, dan kualitas sistem informasi, kualitas informasi, dan perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi.

Di tahun yang sama, Kartika dkk. (2016) melakukan penelitian yang menguji dan menganalisis kualitas sistem informasi terhadap perceived usefulness, kualitas informasi terhadap perceived usefulness, kualitas sistem informasi terhadap kepuasan pengguna, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan perceived usefulness terhadap kepuasan pengguna. Dengan melibatkan 270 karyawan bagian EDP (Electronic Data Processing) sebagai responden dari 13 Bank Konvensional di Semarang. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa kualitas sistem informasi berpengaruh positif terhadap perceived usefulness, kualitas informasi berpengaruh positif terhadap perceived usefulness, kualitas sistem informasi berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, kualitas informasi tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, dan perceived usefulness berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna software akuntansi karyawan bank bagian EDP pada bank konvensional di Semarang.

Di Provinsi Bali, Rukmiyati dan Budhiarta. (2016) melakukan penelitian untuk membuktikan secara empiris arah pengaruh kualitas sistem informasi, kualitas informasi, dan perceived usefulness pada kepuasan pengguna akhir software akuntansi dengan melibatkan 188 responden yaitu karyawan pada divisi akuntansi di hotel berbintang di Provinsi Bali yang terlibat langsung dalam penggunaan software akuntansi yaitu Financial Controller, Chief Accounting,

(38)

Credit Manager, Account Receivable, Income Audit, Accounting Payable, General Cashier, Cost Control, Night Audit dan Book Keeper. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa kualitas sistem informasi, kualitas informasi, dan perceived usefulness berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna sistem informasi dan semakin baik kualitas sistem informasi, kualitas informasi, dan perceived usefulness maka akan meningkatkan kepuasan pengguna akhir software akuntansi.

2.3 Kerangka Pemikiran

Studi teoretik dilakukan dengan cara mempelajari teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang dilakukan dalam studi ini, yaitu teori model kesuksesan DeLone and McLean (1992) dan Seddon (1997).

Studi empirik dilakukan dengan cara mempelajari hasil-hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan permasalahan yang diangkat dalam studi ini. Berdasarkan studi teoretik dan studi empirik, variabel-variabel penelitian tersebut ditentukan, dengan menghasilkan hipotesis, yaitu kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi dengan perceived usefulness sebagai variabel intervening.

(39)

Dengan demikian, hipotesis merupakan hasil interaksi dari studi teoritik dan studi empirik. Kerangka pemikiran dapat dilihat pada gambar 2.5.

STUDI TEORETIS : Teori Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone and McLean (1992), dan Seddon &

Kiew (1997).

STUDI EMPIRIK :

KUALITAS SISTEM BERPENGARUH TERHADAP PERCEIVED

USEFULNESS, Konsep ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika dkk. (2016).

KUALITAS INFORMASI BERPENGARUH TERHADAP PERCEIVED

USEFULNESS, Konsep ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Salam (2014), Kartika dkk. (2016).

KUALITAS SISTEM BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN

PENGGUNA, Konsep ini didukung dengan penelitian yang

dilakukan oleh Salam (2014), Amalia dan Pratomo (2016), Rukmiyati dan Budiartha (2016), Kartika dkk. (2016).

KUALITAS INFORMASI BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN

PENGGUNA, Konsep ini didukung dengan penelitian yang

dilakukan oleh Salam (2014), Zai dan Dewi (2014), Rukmiyati dan Budiartha (2016), Kartika dkk. (2016).

PERCEIVED USEFULNESS BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN

PENGGUNA, Konsep ini didukung dengan penelitian yang

dilakukan oleh Rukmiyati dan Budiartha (2016), Kartika dkk. (2016).

KUALITAS SISTEM BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN

PENGGUNA MELALUI PERCEIVED USEFULNESS SEBAGAI

VARIABEL INTERVENING, Konsep ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Istianingsih dan Wijanto (2008) serta Irma dan Dwiyani (2016).

KUALITAS INFORMASI BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN

PENGGUNA MELALUI PERCEIVED USEFULNESS SEBAGAI

VARIABEL INTERVENING, Konsep ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Istianingsih dan Wijanto (2008) serta Irma dan Dwiyani (2016).

VARIABEL PENELITIAN :

Kualitas sistem (system quality)

Kualitas Informasi (information quality)

Persepsi kemanfaatan (perceived usefulness)

Kepuasan pengguna sistem informasi (user satisfaction)

(40)

2.4 Hipotesis

Rumusan masalah yg didasarkan pada ulasan sebelumnya mengantarkan pada hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut.

2.4.1 Pengaruh Kualitas Sistem Terhadap Perceived Usefulness

Kualitas sistem merupakan karakteristik dari informasi yang melekat mengenai sistem itu sendiri (Delone and McLean, 1992). Kualitas sistem juga didefinisikan Davis (1989) serta Chin dan Todd (1995) sebagai perceived ease of use yang merupakan seberapa besar teknologi komputer dirasakan relatif mudah untuk dipahami dan digunakan. Sesuai dengan pendekatan Model DeLone and McLean (1992) kualitas perangkat lunak yang digunakan relatif tinggi akan meningkatkan perceived usefulness daripada kualitas perangkat lunak yang digunakan relatif rendah, dilihat dari sudut pandang manfaat yang diperoleh dari penggunaan perangkat lunak tersebut.

Delone and McLean (1992) melakukan penelitian untuk melihat adanya hubungan antara kualitas sistem informasi dengan perceived usefulness, penelitian ini juga dilakukan oleh Seddon (1997), Rai dkk. (2002 ), Istianingsih dan Wijayanto (2008) serta penelitian yang dilakukan oleh Kartika dkk. (2016). Hasil penelitiannya menunjukkan hasil yang positif antara kualitas sistem informasi dengan perceived usefulness.

Jika pengguna sistem yakin dengan kualitas sistem yang digunakannya, dan merasakan bahwa menggunakan sistem tersebut tidak sulit maka mereka akan percaya penggunaan sistem tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar dan akan meningkatkan kinerja mereka. Semakin tinggi kualitas sistem

(41)

akan meningkatkan perceived usefulness. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dapat dikemukakan sebagai berikut:

H1 : Kualitas sistem berpengaruh terhadap perceived usefulness.

2.4.2 Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Perceived Usefulness

Model Delone and McLean (1992) menjelaskan bahwa kualitas informasi merupakan output yang dihasilkan oleh sistem informasi yang digunakan, kualitas informasi yang dihasilkan dari perangkat lunak yang digunakan akurat dan dapat diandalkan akan meningkatkan perceived usefulness daripada kualitas informasi yang dihasilkan dari perangkat lunak yang digunakan tidak akurat dan tidak dapat diandalkan.

Penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Seddon (1997) yang menyatakan bahwa kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akan berpengaruh pada perceived usefulness, penelitian ini juga dilakukan oleh Rai dkk.(2002), Salam (2014) dan Kartika dkk. (2016) hasil penelitiannya menunjukkan hasil yang positif pada kualitas informasi terhadap Perceived usefulness

Jika informasi yang dihasilkan dari suatu sistem yang digunakan semakin akurat, tepat waktu, dan memiliki realibilitas yang baik, maka akan semakain meningkatkan kepercayaan pemakai sistem tersebut, peningkatan kepercayaan pemakai sistem informasi, diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja mereka. Semakin tinggi kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi yang digunakan, akan semakin meningkatkan perceived usefulness pemakai ditinjau dari persepsi penggunanya. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dapat dikemukakan sebagai berikut:

(42)

2.4.3 Pengaruh Kualitas Sistem Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi

Model Delone and McLean (1992) menjelaskan bahwa kualitas perangkat lunak yang digunakan relatif tinggi dan mampu meningkatkan kinerja akan memberikan kepuasan bagi pengguna sistem informasi daripada kualitas perangkat lunak yang digunakan relatif rendah dan tidak mampu meningkatkan kinerja. Kepuasan pengguna terhadap suatu sistem informasi adalah bagaimana cara pengguna memandang sistem secara nyata, bukan pada kualitas secara teknik (Guimaraes, dkk. 2003). Dalam Literatur peneliti maupun praktek, kepuasan pengguna seringkali digunakan sebagai ukuran pengganti dari efektivitas sistem informasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Delone and McLean (1992), Rai dkk. (2002) serta Livari (2005) yang menyatakan bahwa semakin tinggi kualitas sistem informasi akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem informasi, Penelitian ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Salam (2014), Amalia dan Pratomo (2016), Rukmiyati dan Budiartha (2016), serta Kartika dkk. (2016) yang menunjukkan hasil yang positif dari pengaruh kualitas sistem informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi .

Jika pengguna sistem informasi percaya bahwa kualitas sistem yang dihasilkan dari sistem yang digunakan adalah baik, mereka akan merasa puas menggunakan sistem tersebut. Semakin tinggi kualitas sistem yang digunakan, akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem informasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dapat dikemukakan sebagai berikut:

H3 : Kualitas Sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem

(43)

2.4.4 Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi

Model Delone and McLean (1992) menjelaskan bahwa kualitas informasi yang dihasilkan dari perangkat lunak relatif tinggi akan memberikan kepuasan bagi pengguna sistem informasi daripada kualitas informasi yang dihasilkan perangkat lunak relatif rendah, kualitas informasi merupakan output yang dihasilkan oleh sistem informasi yang digunakan dan sejauh mana informasi secara konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut.

Penelitian Seddon dan Kiew (1996) menunjukkan bahwa kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Salam (2014), Zai dan Dewi (2014), Rukmiyati dan Budiartha (2016), serta Kartika dkk. (2016) menunjukkan hasil yang positif dari pengaruh kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna sistem informasi.

Jika pengguna sistem informasi percaya bahwa kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem yang digunakan adalah baik, mereka akan merasa puas menggunakan sistem tersebut. Semakin tinggi kualitas informasi yang digunakan, akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem informasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dapat dikemukakan sebagai berikut:

H4 : Kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem

(44)

2.4.5 Pengaruh Perceived Usefulness Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi

Model Delone and McLean (1992) menjelaskan bahwa pengguna sistem informasi yang memperoleh manfaat atas penggunaan sistem informasi akan merasa puas menggunakan sistem informasi daripada pengguna sistem informasi yang tidak memperoleh manfaat atas penggunaan sistem informasi, sementara Seddon (1997) dalam modelnya menghipotesakan bahwa dampak dari manfaat penggunaan sistem informasi yang berupa meningkatnya kerja individu, akan mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna.

Rai dkk. (2002) meneliti hubungan antara perceived usefulness dengan user satisfaction dengan menggunakan tiga model keberhasilan sistem informasi. Ketiga model tersebut adalah model keberhasilan sistem informasi DeLone and McLean (1992), model Seddon dan Kiew (1996) dan model Seddon (1997) yang dimodifikasi dengan menambah hubungan antara perceived usefulness dengan system use. Hasil penelitiannya secara keseluruhan menunjukkan perceived usefulness berpengeruh terhadap user satisfaction. Hasil penelitian tersebut juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Rukmiyati dan Budiartha (2016) serta Kartika dkk. (2016) yang menunjukkan hasil positif dari perceived usefulness terhadap kepuasan pengguna sistem informasi.

Jika pengguna sistem informasi akuntansi merasakan manfaat dari sistem yang digunakan, mereka akan merasa puas menggunakan sistem tersebut. Semakin tinggi perceived usefulness, akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem informasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dapat dikemukakan sebagai berikut:

H5 : Perceived usefulness berpengaruh terhadap kepuasan pengguna

(45)

2.4.6 Pengaruh Kualitas Sistem Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem

Informasi Akuntansi melalui Perceived Usefulness sebagai variabel

Intervening.

Kualitas perangkat lunak yang digunakan relatif tinggi akan meningkatkan perceived usefulness daripada kualitas perangkat lunak yang digunakan relatif rendah, dilihat dari sudut pandang manfaat yang diperoleh dari penggunaan perangkat lunak tersebut sementara pengguna sistem informasi yang memperoleh manfaat atas penggunaan sistem informasi akan merasa puas menggunakan sistem informasi daripada pengguna sistem informasi yang tidak memperoleh manfaat atas penggunaan sistem informasi (Delone and McLean (1992). sementara Seddon (1997) dalam modelnya menghipotesakan bahwa dampak dari manfaat penggunaan sistem informasi yang berupa meningkatnya kerja individu, akan mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna.

Setyaningsih dan Wijanto (2008) meneliti hubungan antara kualitas sistem informasi terhadap kepuasan pengguna dengan menggunakan perceived usefulness sebagai variabel intervening yang diujikan terhadap pengguna software akuntansi pada berbagai perusahaan di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan kualitas sistem informasi terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap perceived usefulness; dan Perceived usefulness terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna sistem informasi. Hasil penelitian tersebut juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Irma dan Dwiyani (2014) dengan menggunakan perceived usefulness sebagai variabel intervening yang menunjukkan hasil positif kualitas sistem informasi terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap perceived usefulness dan Perceived usefulness terbukti secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna sistem informasi.

(46)

Jika pengguna sistem informasi akuntansi merasakan manfaat dari sistem yang digunakan, mereka akan merasa puas menggunakan sistem tersebut. Semakin tinggi kualitas sistem dan manfaat yang dirasakan oleh pengguna sistem informasi, akan semakin meningkatkan kepuasan pengguna sistem informasi. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis dapat dikemukakan sebagai berikut.

H6 : Kualitas sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem

informasi akuntansi melalui perceived usefulness sebagai variabel intervening.

2.4.7 Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem

Informasi Akuntansi melalui Perceived Usefulness sebagai variabel

Intervening.

Model Delone and McLean (1992) menjelaskan bahwa kualitas informasi merupakan output yang dihasilkan oleh sistem informasi yang digunakan, kualitas informasi yang dihasilkan dari perangkat lunak yang digunakan akurat dan dapat diandalkan akan meningkatkan perceived usefulness daripada kualitas informasi yang dihasilkan dari perangkat lunak yang digunakan tidak akurat dan tidak dapat diandalkan sementara pengguna sistem informasi yang memperoleh manfaat (perceived usefulness) atas penggunaan sistem informasi akan merasa puas menggunakan sistem informasi daripada pengguna sistem informasi yang tidak memperoleh manfaat atas penggunaan sistem informasi.

Setyaningsih dan Wijanto (2008) meneliti hubungan antara kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna dengan menggunakan perceived usefulness sebagai variabel intervening yang diujikan terhadap pengguna software akuntansi pada berbagai perusahaan di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan kualitas informasi terbukti secara signifikan berpengaruh positif

Figur

Memperbarui...

Related subjects :