BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR GALERI DAN STUDIO SENI LUKIS DI SEMARANG - GALERI DAN STUDIO SENI LUKIS DI SEMARANG - Unika Repository

81 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

81

BAB III

ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR

GALERI DAN STUDIO SENI LUKIS DI SEMARANG

3.1 Analisa Pendekatan Arsitektur

3.1.1 Studi Aktifitas- Pola Kegiatan –Sifat Kegiatan

A. Pengelompokan Aktifitas

Pengelompokkan aktivitas berdasarkan pengelompokan kegiatan :

a. Aktivitas

a.1 Aktivitas Utama

Aktivitas utama yang terdapat pada Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang adalah melihat dan menikmati karya seni lukis dan juga kegiatan edukasi seni dimana menyediakan sarana yang melatih/ memperdalam ketrampilan melukis sebagai bentuk pengembangan potensi diri dan juga sebagai ruang bekerja bagi para Seniman lukis.

Diagram 3. 1 Pengelompokan Aktivitas Sumber: Analisis Pribadi, 2017

Aktivitas Utama

Aktivitas Service Aktivitas Pengelola

(2)

82 a.2 Aktivitas Pendukung

Aktivitas dalam bidang seni lukis yang mendukung kegiatan utama, Aktivitas tersebut diantaranya meliputi :

 Kegiatan live Sketching atau melukis bersama oleh

para seniman Sketchwalk bersama para pelajar SMP / SMA sebagai kegiatan yang mencerdaskan generasi muda melalui kreatifitas dan ketrampilan pada area theatre outdoor ataupun kompleks bangunan.

 Kegiatan diskusi bagi masyarakat umum penggiat Seni

lukis bersama dengan seniman dan komunitas Seni lukis sebagai sarana bertukar ide dan pikiran agar dapat meningkatkan kualitas kenenian, termasuk upaya mempererat interaksi para seniman dan pengunjung yang tidak sebatas melalui sosial media saja.

 Kegiatan Open Studio, kegiatan pameran lukis yang

mengadopsi suasana studio pelukisnya. Sehingga pengunjung mampu melihat secara langsung saat seniman berproses didalam ruangan.

a.3 Aktivitas Servis

 Kegiatan membersihkan seluruh area kompleks

bangunan Galeri dan Studio Seni agar tetap terjaga kebersihan dan kenyamanan bangunana

 Kegiatan keamanan terhadap area Galeri dan Studio

(3)

83 mencakup karya seni dan para pelaku didalam nya. Dilakukan oleh petugas keamanan dengan bantuan teknologi pendukung.

 Kegiatan parkir kendaraan pada area yang telah

disediakan bagi para pelaku didalam kompleks bangunan, hal ini mencakup pengunjung umum, pengelola dan seniman.

b. Kategorisai Pelaku Utama

b.1 Pengunjung

Pengunjung dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:

 Pengunjung Umum, mencakup masyarakat luas yang

datang ke area kompleks Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang:

 Pelaku Seni :

Mencakup para seniman yang memiliki kepentingan tersendiri dalam bangunan, yaitu seniman lokal, pelatih seniman, seniman dari komunitas seni lukis lain, seniman lukis dari kota lain, dan para anak muda kreatif.

 Peserta Studio Lukis :

(4)

84 menggambar, dengan mengikuti kelas melukis pada hari tertentu. Peserta ini terbuka untuk segala umur.

 Kolektor :

Mencakup para kolektor seni lukis yang ingin membeli lukisan pada area Galeri dan Studio Seni.

b.2 Pengelola

Pengelola Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang terdiri dari:

 Pimpinan Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang

Merupakan pemilik utama Galeri dan Studio yang bertanggung jawab mengenai segala hal dalam kompleks bangunan.

 Bagian Pengelolaan dan Admisitrasi

Orang-orang dengan jabatan sekretaris dan bendahara yang bertanggung jawab pada administrasi.

 Bagian Pelayanan dan Tata Pameran

Orang yang bertanggung jawab dalam mengelola dan merawat karya seni lukis yang ada diarea Bangunan..

 Bagian Konservasi dan Preparasi

Orang yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan , perawatan , pengawetan serta penyimpanan Karya seni didalam kompleks bangunan

(5)

85 Seniman dari dalam kota maupun Seniman lain yang bekerja sama dengan pemilik sebagai pelaku yang menangani pelatihan, mengajar dan kelas melukis pada area Studio Seni

 Karyawan Penunjang

Mencakup karyawan keamanan, kebersihan, cafeteria, Art Shop, karyawan bagian penyiapan sarana Studio melukis , dan teknisi

Pembagian Pelaku pada projek Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang ditunjukan pada tabel

Pelaku

Pengunjung Umum

Peserta Pelaku Seni Kolektor

Domestik Anak muda yang Aktif dalam acara

Seni lukis

Diagram 3. 2 Kategori Kegiatan Pengunjung Sumber : Analisis Pribadi 2017

(6)

86 B. Operasional Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang

1. Bagi Pengelola

 Kegiatan Pengelola dilakukan sebagai berikut :

 Senin-Jumat : 08.00-17.00 WIB

 Sabtu-Minggu : 08.00-21.00 WIB

 Jam Istirahat : 12.00-13.00 WIB

 Rapat dilakukan saat jam kerja sedangkan mengenai

kegiatan terkait teknis dilakukan diluar jam kerja Galeri dan Studio Seni

2. Bagi Seniman

 Bagi Seniman lukis lainnya kegiatan Pameran dan

berinteraksi sebagai berikut:

 Senin-Jumat : 09.00-16.00 WIB

 Sabtu-Minggu : 09.00-20.00 WIB

 Penggunaan Studio sebagai fasilitas melukis digunakan

pada waktu sebagai berikut :

 Senin – Jumat : 09.00-19.00 WIB

 Sabtu – Minggu : 09.00-19.00 WIB

3. Bagi Pengunjung Umum

 Galeri Seni, Senin-Jumat : 09.00-16.00 WIB

Sabtu-Minggu : 09.00-20.00 WIB  Open Studio,Senin-Jumat : 09.00-16.00 WIB

(7)

87 Sabtu-Minggu : 09.00-20.00 WIB

Artshop, Senin-Minggu : 09.00-16.00 WIB

4. Bagi Servis

 Dilakukan pada jam operasional Galeri dan Studio Seni.

 Keamanan seluruh kompleks bangunan dilakukan penuh

dengan shift pengawasan selama 24 jam. 5. Kegiatan Melukis Bersama/ On The Spot

 Dilakukan di ruang luar, Theatre Outdoor dan Taman Seni

pada hari, Sabtu-Minggu : 09.00-16.00 WIB

6. Bagi Peserta Studio Workshop Lukis (Anak-anak, Remaja,Dewasa)

 Dalam 1 minggu dilakukan 3x pertemuan, 2 pertemuan

untuk pemberian materi dan berkarya, 1 pertemuan digunakan untuk membahas karya Setiap minggunya (bukan materi)

 Tiap tingkatan dapat diselesaikan dengan 8x pemberian

materi, sehingga dalam 2 tingkat dapat diselesaikan dalam waktu 2 Bulan

 Durasi setiap pertemuan 3 jam, Dengan 1 jam pertama

digunakan untuk penyampaian materi

 Tiap kategori kelas melukis memiliki kapasitas 33 peserta

(8)

88 Tingkat Dasar

Anak- Anak

Tingkat Lanjutan 1

Anak-Anak Remaja Dewasa

Tingkat Lanjutan 2 Remaja

Dewasa

 Pembagian Jadwal Studio Lukis setiap minggu :

Senin : Anak-anak (09.00 – 12.00), Staff

Membersihkan Ruangan (12.00 – 13.00), Remaja (13.00-16.00)

Selasa : Remaja (09.00-12.00), Staff membersihkan

Ruangan (12.00-13.00), Dewasa (13.00-16.00)

Rabu : Dewasa (09.00-12.00), Staff membersihkan

Ruangan (12.00-13.00), Anak-anak (13.00-16.00)

Kamis : Remaja (09.00-12.00), Staff membersihkan

Ruangan (12.00-13.00), Anak-anak (13.00-16.00)

Jumat : Dewasa (09.00-12.00), Staff membersihkan

ruangan (12.00-13.00)

(9)

89 Pada Hari Senin hingga Rabu merupakan Hari Pemberian Materi, pada Hari Kamis dan Jumat digunakan untuk diskusi dan pembahasan Karya.

Kelompok Pengelola dan Jumlah :

No Pelaku Jumlah

1. Pimpinan 1

2. Wakil Pimpinan 1

3. Sekretaris 1

4. Bendahara 1

5. Kepala Bagian Pameran 1

6. Kepala Bagian koleksi dan perawatan Karya Seni 1

7. Staff Bagian Pameran 5

8. Staff Bagian koleksi dan Perawatan Karya 5

9. Koordinator Gudang 1

10. Kepala Keamanan 1

11. Staff Keamanan 5

12. Kepala Bagian Teknis dan Perawatan Gedung 1

13. Staff Bagian Teknis dan Perawatan Gedung 5

14. Kepala Perpustakaan 1

15. Staff Perpustakaan 5

(10)

90

17. Staff Kebersihan 5

18. Kepala Publikasi 1

19. Staff Publikasi 4

20. Kepla Pengelola Cafe 1

21. Staff Pengelola Cafe 4

22. Staff Parkir 4

23. Kepala Kurator 2

24. Staff Kurator 2

Jumlah 59

(11)

91 C. Pola Kegiatan Galeri dan Studio Seni

Datang

Kantor Pengelola ( Administrasi)

Mengunjungi Pameran Lukis Menonton Pertunjukan

Membaca buku

Berkeliling

Berdiskusi dengan seniman lukis

Mengunjungi Pameran Lukis

Mengikuti kelas lukis Berkeliling

ArtShop

Pengunjung Umum Peserta Workshop

lukis

Cafe Lavatory

Diagram 3. 4 Pola kedatangan dan kepergian pengunjung Sumber: Analisis Pribadi, 2017

Melihat Seniman berproses Datang

Kantor Pengelola ( Administrasi)

Mengunjungi Pameran Lukis

Mengikuti Pameran

Melakukan Pertunjukan

Melakukan Workshop Lukis khusus

Berkarya Saling Berdiskusi

Mengunjungi Pameran Lukis

Membeli Karya Lukis Berkeliling

Cafe Lavatory

(12)

92 c.1 Pola Kegiatan pengelola

Pola kegiatan pengelola Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang ditunjukan pada diagram 3.2:

 Pimpinan Galeri Seni

 Bendahara dan Sekretaris Datang

Diagram 3. 5 Pola Aktivitas Bagian Pengelola Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Mengawasi kegiatan Galeri dan

Studio Seni Makan Buang Air

Absen Pulang

Diagram 3. 6 Pola Aktivitas Pimpinan Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Menerima laporan,

Diagram 3. 7 Pola Aktivitas Bendahara dan Sekretaris Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

(13)

93  Kepala Bagian Koleksi dan Perawatan Beserta Staff

 Kepala Bagian Pameran Beserta Staff

 Koordinator Gudang Galeri dan Studio Seni

 Kepala Administrasi Galeri dan Studio Seni Datang

Parkir

Absen Mendata, menerima,

Diagram 3. 8 Pola Aktivitas Bagian Koleksi dan Perawatan Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Menata karya yang

Diagram 3. 9 Pola Kepala dan Staff Pameran Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Diagram 3. 10 Pola Koordinator Gudang Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

(14)

94  Kepala Bagian Teknis dan pemeliharaan Bangunan beserta

Staff

 Kepala Bagian Keamanan beserta Staff

 Kepala Bagian Perpustakaan beserta Staff Datang

Parkir

Absen Membuat laporan dan

kegiatan

Administrasi Makan Buang Air

Absen Pulang

Diagram 3. 11 Pola Aktivitas Kepala Administrasi Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Membuat laporan,

Diagram 3. 12 Pola Bagian Teknis dan Pemeliharaan Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Diagram 3. 13 Pola Aktivitas Kepala Keamanan Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

(15)

95  Kepala Bagian Pengelola Cafe beserta Staff

 Kepala Bagian Publikasi beserta Staff Datang

Parkir

Absen Membuat laporan,

Diagram 3. 14 Pola Aktivitas Kepala Perpustakaan Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Membuat laporan, Mengecek stok bahan,

merawat fasilitas cafe

Makan Buang Air

Absen Pulang

Diagram 3. 15 Pola Aktivitas Pengelola Cafe Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Diagram 3. 16 Pola Aktivitas Kepala Publikasi Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

(16)

96  Kepala Bagian Kurator beserta Staff

 Kepala Bagian Maintenance beserta Staff

 Kepala Bagian Kebersihan beserta Staff Datang

Parkir

Absen Mengecek, melakukan

Diagram 3. 2 Pola Aktivitas Kurator Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Melakukan pengecekan

Diagram 3. 3 Pola Aktivitas Bagian Maintenance Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

Berkerja

Datang

Parkir

Absen Membersihkan area Galeri

Diagram 3. 4 Pola Aktivitas Staff Kebersihan Galeri dan Studio Seni Sumber:Analisis Pribadi,2017

Istirahat

(17)

97 D. Pendekatan Jumlah Pengunjung

1. Pendekatan Pengunjung

Pendekatan pengunjung dilakukan dengan melakukan perbandingan jumlah wisatawan di 2 tempat projek sejenis yang penulis survei.

Tahun Museum Affandi Selasar Sunaryo Art Space

2015 40.320 24.960

2016 50.400 26.400

Presentasi Pengunjung Galeri Affandi 2 tahun terkahir :  (40.320 + 50.400) : 2 = 45.360 : 365 = 124/ Hari

Presentasi Pengunjung Selasar Sunaryo 2 tahun terakhir :  (24.960 + 26.400) : 2 = 25.680 : 365 = 72/ Hari

Presentasi pengunjung Selasar Sunaryo hanya berkisar antara 420-550 setiap minggunya. Hal ini dikarenakan lokasinya yang jauh dari pusat kota (Dago), sehingga orang awam/ turis yang tidak mengenal dengan baik kondisi area tersebut, akan kebingungan untuk mencari lokasi tempat tersebut

Karena lokasi proyek sejenis hampir sama dengan area Museum Affandi, dekat dengan jalan raya utama, dilalui banyak pengendara, dan mudah dijangkau. Maka presentasi pengunjung yang menjadi acuan adalah data pengunjung pada Museum Affandi, yang berkisar antara 120-130 setiap harinya.

(18)

98 3.1.2 Studi Fasilitas

B. Kebutuhan Ruang

Kebutuhan ruangan yang ada didalam Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang antara lain:

Kebutuhan Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang Tamu Meja,Kursi Publik

Ruang Rapat Meja, Kursi Komputer Privat

Ruang Bendahara Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang Sekretaris Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang Staff dan Administrasi

Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang KaBag Pameran dan staff

Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang kaBag Publikasi dan Staff

Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang Kurator dan Staff Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer

Ruang Staff Keamanan Meja ,Kursi, Tv, Almari Semi Publik

Ruang Personalia Meja ,Kursi Semi Publik

SER VIS

Loading Dock Area Loading Dock Semi publik Tabel 3. 5 Pola Kebutuhan ruang, Sifat Ruang

(19)

99 Ruang Mekanikal Elektrikal Peralatan Mekanikal

Elektrikal

Privat

Ruang Genset Genset Privat

Ruang AHU AHU privat

Ruang Pompa Pompa Privat

Dapur Perabot Memasak Semi Publik

Janitor Alat-alat Kebersihan Semi Publik

Lavatory Kolset,ember , gayung Semi Publik

U

TA

M

A

Kantor KaBag Konservasi dan Preservasi

Meja, Kursi Almari, Rak, Loker penyimpanan, Komputer

Privat

Ruang Kurator dan Staff Meja , Almari,Rak Privat

Ruang Studi Koleksi Panel Display, Rak Display, Meja, Kursi

Privat

Ruang Restorasi Perabot Perawatan Benda-benda Koleksi, Obat-obat khusus merawat benda-benda koleksi

Semi Publik

Stockroom Meja, Kursi, Rak Display Privat

Gudang Penyimpanan Karya

Meja ,Almari,Rak,Box Privat

Gudang Peralatan Gudang Pameran

Ruang Pameran Utama Dinding, Etalase

Ruang Pameran Permanen Panel Display, Rak Display

Publik

Studio Seniman Meja, Kursi, Rak Penyimpanan

Publik

Studio workshop seni lukis / kelas mengajar

Meja, Kursi, Panel Kanvas, Rak Peralatan

Privat

Ticketing Meja, Kursi, Ticket Box Publik

Penitipan Barang Meja, Kursi, Rak Publik

Resepsionist Meja, Kursi, Komputer, Telepon

(20)

100 Ruang Tunggu Kursi, rak buku, meja Publik

Ruang Konsultasi Seni Meja, kursi, panel karya, lemari

Cafetaria Kursi, Meja, Rak Etalase, Dispenser, Kulkas, Pantry

Publik

Mushola Rak, Kursi Publik

ATM Center Mesin ATM Publik

Taman Seni (out door) Bangku Taman Publik

Theater Outdoor Kursi, Panggung Publik

Lavatory Kolset,Ember,Gayung Semi Publik

Wisma Seniman Peralatan Hunianan Privat

Smoking Area Meja ,Kursi Publik

Area Parkir Pos Jaga Parkir Semi

(21)

101

Parkir Motor Parkir Mobil

Drop Off

Cafe Musholla

Artshop

Pos Keamanan Pos Keamanan

Diagram 3. 20 Pola Hubungan ruang skala makro

Sumber : Analisis Pribadi, 2017 Keterangan :

Alur Merah : Zona Pengelola Alur Biru : Zona service Alur Ungu : Zona Edukasi Seni

(22)

102

Alur Hubungan Ruang Indoor dan Outdoor

Main Gate

Site

Taman

Parkir Motor Parkir Mobil

Drop Off

Cafe Musholla

Artshop

Pos Keamanan Pos Keamanan

Diagram 3. 21 Pola Hubungan ruang Indoor dan Outdoor Sumber : Analisis Pribadi, 2017

Keterangan :

(23)

103 Diagram 3. 22 Pola Hubungan ruang mikro pengelola

Sumber : Analisis Pribadi, 2017

(24)

104 Lobby

Kantor Pengelola

Taman

Studio & Workshop Lukis

Studio & Workshop Lukis

Diagram 3. 23 Pola Hubungan ruang mikro seniman Sumber : Analisis Pribadi, 2017

(25)

105 D. Studi Ruang Khusus

Studi Ruang khusus pada Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang dilakukan pada ruang Galeri Pameran dan juga Studio Seni, yang mencakup studio workshop lukis dan Studio Seniman

Studi Pengamatan Karya Seni

Faktor utama yang mempengaruhi kemudahan dan kenyamanan pengunjung dalam menikmati lukisan adalah peletakan dari karya tersebut pada ruang pamer, selain itu Pengamat lukisan tidak hanya sebatas orang normal, tidak menutup para difable datang ke area Galeri Seni sebagai penikmat Seni (lukisan tersebut). Berikut Standar peletakan karya di ruang pamer :

Manusia (Indonesia) memiliki tinggi rata-rata dengan jarak pandang sebagai berikut :

Jenis Kelamin

Tinggi Rata-rata Pandangan Mata

Pria 165 cm 160

Wanita 155 cm 150

Anak-anak 115 cm 100

Gambar 3. 1 Jarak Pandang Lukisan Sumber : Data Arsitek

(26)

106 Bapak Heno Airlangga seorang pelukis dan juga kurator lukisan, berpendapat bahwa dalam menikmati lukisan, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yang mencakup :

 Memperhatikan jarak lukisan dengan pandangan pengamat,

Lukisan kecil dengan ukuran berkisar 30 x 40cm – 50 x 70cm memiliki jarak pengamatan ideal antara 0,5 meter – 1 meter. Lukisan sedang dengan ukuran 60 x 90cm, 90 x 120cm, jarak pandang ideal berada diantara 1 meter – 2 meter. Sementara lukisan besar dengan standart 100 x 150cm – 150 x 300cm, berkisar antara 2 meter – 4 meter.

 Diperlukan adanya suasana tenang ataupun hening

 Diperlukan posisi berdiri, duduk, maupun pandangan didepan

lukisan agar mendapat posisi ideal bagi pengamat

 Pada beberapa kondisi, pemberian alunan musik ditunjukan

untuk memainkan suasana ataupun kesan tertentu yang ingin ditonjolkan suatu karya

Kategori Karya yang dipamerkan

a. Karya Lukisan (2 Dimensi)

 Ukuran Kecil, untuk karya lukis berukuran kecil dengan ukuran

(27)

107  Ukuran Sedang, untuk karya lukis berukuran sedang mencakup

ukuran karya 1 m x 1 m, dengan jarak tiap lukisan 0,37 m. Perhitungan besaran ruang tiap karya dilakukan dengan total lebar karya ditambah dengan jarak pandang yang nyaman bagi pengunjung yaitu 1,95 m x 1,37 m = 2,67 m² tiap karya

 Ukuran Besar, pada karya ini, ukuran lukisan dibedakan menjadi

3. Mencakup :

 2 m x 2 m, jarak tiap lukisan 0,74 m dengan besaran ruang

7,58 m²

 3 m x 3m, jarak tiap lukisan 1,1 m dengan besaran ruang

14,76 m² dan

 2 m x 4 m, jarak tiap lukisan 0,78 m dengan besaran ruang

19,55 m²

 Panel Lukisan kecil, memiliki lebar 1,6 m yang digunakan untuk

menampung lukisan kecil dibawah luasan 0,5 m x 1 m dengan ukuran minimal 0,4 m x 0,4 m sampai 0,6 m x 0,6 m. Penggunaan panel dipilih untuk penataan ruang agar lebih efinsien dan fleksibel, karena penempatan panel bisa dipindahkan sesuai keinginan pemilik. Dengan besaran tiap panel 3,75 x 1,6 = 6 m².

 Panel Lukisan Sedang, dengan lebar 1,1 m dan digunakan

(28)

108  Dinding Mural, pada area Ruang pamer utama, digunakan

sebagai karya yang dipamerkan, bukan hanya sebagai dinding penghias, sehingga dibutuhkan perhitungan khusus dengan melibatkan jarak pandang yang nyaman dari pengamat. Dengan ukuran dinding 2,5 m x 5 m dengan besaran tiap ruang 5 m x 4,78 m = 24 m² tiap karya.

b. Lukisan pada Bidang 3 Dimensi

 Media yang dipamerkan adalah bidang bola yang dilukis penuh

dengan teknik fish-eye maupun melingkar, dengan diameter bola 100 x 100 cm.

c. Ruang Pameran Utama, dengan kapasitas mampu menampung 150 Karya, yang digunakan untuk memamerkan karya lukis dari Pemilik, Seniman lukis terkenal dan juga seniman yang belum memiliki nama, yang diambil dari para peserta yang mengikuti Studio Workshop Lukis pada kompleks bangunan.

d. Ruang Pamer Permanen, menampilkan karya lukis berupa bangunan di Kota Semarang, Perkampungan, Gedung maupun suasana oleh para Seniman terkenal maupun pemilik, karya pada area ini bersifat permanen.. Tujuan dari pameran ini adalah

mengenalkan budaya lokal kota Semarang (Suasana, bangunan, maupun kampung cagar budaya) kepada pengunjung dan

(29)

109 perwujudan dari Visi dan Misi Pemilik yang berbunyi

“Memperjuangkan peradaban dengan memberi nilai pada kearifan

lokal” dan “Mengenalkan Budaya Setempat ke dunia luas. Selain

itu, pada ruang pamer permanen terdapat karya lukis yang hanya mampu dilihat dengan jelas melalui sudut/ area pandangan mata tertentu. Seperti seni lukis pointilis, Karya yang dilihat dengan duduk, dan karya dengan persyaratan lainnya.

(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)

115 Tabel 3. 7 Tabel Perhitungan Studi Ruang Khusus

(36)

116

 Besaran Ruang

Kebutuhan besaran ruang , kapasitas didasarkan pada:

NAD : Neufert Architect Data Jilid 1 dan 2 SB : Studi Banding

AS : Asumsi

SRK : Studi Ruang Khusus

SS : Survei

Penetuan sirkulasi untuk perhitungn kebutuhan ruang ditetapkan berdasarkan pada Time Saver for Building for Building Types 2nd Edition.

5%-10% : Sirkulasi minimum

20 % : Kebutuhan akan keleluasan sirkulasi 30 % : Kenyamanan fisik

40% : Kenyamanan Psikologis

50% : sirkulasi sesuai dengan spesifik kegiatan 70%-100% : Sirkulasi dengan banyak kegiatan

Kantor Pengelola Ruang Kapasitas Jumlah Standart Studi

Besaran

Total Sumber

R. Pemimpin 1 Org 1 6 m²/ org 1 x 6 = 6 m²

+ sirkulasi 20 % = 1.2 m²

7.2 m² SS

R. Penasehat 1 Org 1 4 m²/ org 1 x 4 = 4 m²

(37)
(38)
(39)

119 R. Seniman

dan Pelatih Seni

10 org 1 2 m²/ unit 10 x 2 = 20 m² + sirkulasi 20 % = 4 m²

24 m² AS

(40)

120 Galeri dan Studio Seni

Ruang Kapasitas Jumlah Ruang

Standart Studi Besaran

Studio Seniman 10

(41)
(42)

122 Sirkulasi 20% x Sub Total 688,6

Total Luas Galeri dan Studio Seni 4.131

(43)

123

(44)

124 Fasilitas Servis

(45)

125 Total Luas Fasilitas Servis 504 m²

(46)

126

Dari perhitungan besaran ruang diatas, didapat total luasan “Galeri

dan Studio Seni Lukis di Semarang” sebagai berikut :

KELOMPOK RUANG TOTAL LUAS

Kantor Pengelola 300 m²

Galeri dan Studio Seni 4131 m²

Penunjang 381.6 m²

Service 508 m²

Total 5.320,60 m²

Flow 30 % 1.596,18 m²

Jumlah 6.916,78 m²

Kebutuhan Outdoor

 Pos Penjaga dengan luasan 1,5 meter x 2 meter = 3,5 m²/ pos

jaga. 3,5 m² dikalikan jumlah Pos sebanyak 3 area sehingga total Luasan menjadi 10,5 meter²

 Theatre Outdoor dengan ukuran 12 meter x 8,97 meter = 107,64

m² + flow 100 % = 215,28 m², dapat menampung kapasitas 100 orang pengunjung

 Kegiatan Pameran Outdoor pada taman seni 15 meter x 17

meter dapat menampung 20 karya lukisan pada bidang 3D (Bola) dengan anggapan tinggi media bola termasuk alas yaitu

(47)

127 1,33 meter dengan diameter bola 1 meter. 15 m x 17 m = 255 m².

Program Kebutuhan Parkir

Kebutuhan untuk lahan parkir Galeri dan Studio Seni sebagai berikut:

 Kebutuhan parkir pengguna bangunan diasumsikan, Pengelola

dan Staff 59 orang, Seniman 25 orang dan pengunjung 150 orang.

 Pengunjung dengan kendaran mobil diasumsikan memiliki

kapasitas 40% dari target pengunjung

 Pengunjung dengan kendaran bermotor diasumsikan 50% dari

target pengunjung

 Sementara pengunjung dengan kendaraan umum diasumsikan

berkisar 3% dari total target pengunjung, dengan jumlah 1 unit diisi oleh 4 orang

 Yang memakai Bus berkisar antara 5% dari pengunjung

dengan asumsi 1 unit membawa 40 orang penumpang

 Penggunaan Sepeda Pengunjung mencakup asumsi sebanyak

2% dari target pengunjung

 Total waktu berkunjung pada kompleks Galeri dan Studio Seni

(48)

128 Kebutuhan luas ruang parkir ditunjukan pada tabel 3.18 :

Besaran Ruang Fasilitas Parkir

Ruang Jumlah Satuan Total Standart

`Parkir Kantor Tabel 3. 10 Kebutuhan Ruang Parkir

(49)

129

Sub Total 842.5 m²

Sirkulasi 100 % x Sub Total 842.5 m²

Total Luas Parkir : 2 Kloter 842.5 m²

 Program Kebutuhan Luasan Tapak

Berdasarkan Perda Kota Semarang Nomor 13 tahun 2004 tentang Rencana Detail Tata Ruang ( RDTRK ), tentang BWK II (Kecamatan Gajah Mungkur dan Candisari ),Tahun 2000-2010 yang menyangkut fasilitas rekreasi, pendidikan, serta peribadatan di wilayah Kecamatan Gajah Mungkur dan Candisari yaitu:

KDB =60% , KLB = 1.3

 Luas Kebutuhan Tapak = Total Luas Bangunan : KLB = 6.916,78 m² : 1.3

= 5.320 m2

 Luas Lantai Dasar = KDB x Luas Kebutuhan Tapak = 50 % x 5.320 m2

= 2.660 m2

 Luas Ruang Terbuka = Luas Kebutuhan Tapak- Luas Lantai Dasar

= 5.320 m2 – 2.660 m2 = 2.660 m²

 Luas RTH = Luas Open Space x 40 % = 2.660 m2 x 40%

= 1.064 m²

 Luas Lahan Total = L. Keb. Tapak + L. RTH + L.Parkir & Outdoor

(50)

130 E. Citra Arsitektural

1. Aspek Daya Guna

 Kompleks “Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang”

merupakan bangunan dengan fungsi utama sebagai ruang apresiasi karya lukis sekaligus tempat belajar dan berkarya bagi para pegiat seni lukis.

 Desain bangunan akan menggunakan Visi dan Misi “Semarang

Sketchwalk” sebagai aspek yang men citrakan bentuk dan interprestasi bangunan sebagai wadah yang menduniakan seni lukis.

2. Aspek Hasil Guna

Mampu menghasilkan bangunan yang menjaga keselamatan para pelaku dan pengunjung didalamnya termasuk memberi kenyamanan sirkulasi dan visual, juga memberi akses bagi para pengunjung umum maupun penderita difable

3.2 Studi Sistem Struktur

3.2.1 Studi Sistem Struktur dan Enclosure

Pondasi yang digunakan pada perancangan Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang adalah :

 Pondasi dalam dengan pengecoran ditempat dengan penggunaan

(51)

131  Batu kali sebagai pondasi setempat yang memiliki struktur dari

komponen batu kali yang dirapatkan sehingga mampu berdiri dengan kokoh

 Penggunaan Pondasi Footplat yang umum digunakan pada struktur

bangunan antara 2-3 lantai dan sesuai terhadap lahan berkontur Gambar 3. 2 Pondasi Sumuran

Sumber : http://belajarsipil.blogspot.co.id/2012/06/jenis-jenis-pondasi.html / 02.09.17

Gambar 3. 3 Pondasi Batu Kali Setempat

(52)

132 Pada Area Dinding Bangunan akan menggunakan :

 Penggunaan Bata Merah yang diekspose, Sehingga memberi

kesan yang hangat sekaligus menyatu dengan alam sekitarnya

 Hebel Block, tahan terhadap perubahan cuaca, ringan, kedap

terhadap suara, tahan terhadap api dan juga panas, sifat insulasi yang baik sehingga ramah lingkungan

Gambar 3. 4 Pondasi Footplat

Sumber : http://belajarsipil.blogspot.co.id/2012/06/jenis-jenis-pondasi.html / 02.09.17

Gambar 3. 5 Dinding Bata Merah

(53)

133  Pada dinding menggunakan Batu Andesit sebagai penghadir

suasana yang teduh didalam bangunan

 Wallpaper , Menggunakan karya tangan sebagai media langsung

dalam melukis di dinding. Hal ini sangat cocok bagi bangunan yang ingin menghadirkan Seni lukis dalam media apapun

 Kapur, penggunaan papan kapur sebagai dinding Studio Workshop

lukis sehingga para peserta, khususnya anak-anak mampu berani dalam mengekspresikan karakter seni mereka.

Gambar 3. 6 Dinding Hebel Sumber : http://www.homeowners.hebel-usa.com/en/content/hebel_blocks_2489.php/ 02.09.17

Gambar 3. 7 Dinding Adesit

Sumber : http://www.batubintikcipanca.com / 02.09.17

(54)

134  Dinding dari Tanaman, agar memberikan kesan yang teduh juga

sejuk pada area Galeri dan Studio Seni, karena banyaknya aktivitas yang dilakukan pada area Outdoor

 Pencahayaan alami menggunakan roster, yang juga mampu

memberikan nilai estetika pada eksterior bangunan. Gambar 3. 2 Dinding Tanaman

Sumber : http://www.ambius.com/blog/ultimate-guide-to-living-green-walls/ / 01.09.17

Gambar 3. 3 Dinding Roster

Sumber : http://idea.grid.id/Inspirasi/Eksterior/Mau-Tampil-Beda-Gunakan-Dinding-Roster-Sebagai-Pagar-Rumah/ 01.09.17

(55)

135  Dinding Kaca, mampu memenuhi kebutuhan pencahyaan serta

menambah estetika bangunan, khususnya dalam memanfaatkan view alam yang indah.

 ACP (Alumunium Composit Panel)

 Untuk memberikan nuansa yang alami maupun hangat,

penggunaan material kayu sebagai penutup dinding bangunan Gambar 3. 4 Dinding KAca

Sumber : https://www.winnetnews.com/post/mantappp-cafe-dinding-kaca-lawangwangi/ 01.09.17

Gambar 3. 5 Dinding ACP

Sumber : hhttp://arsitekturcompositepanel.blogspot.co.id/2013/09/acp-digunakan-untuk-berbagai-kontruksi.html/ 01.09.17

Gambar 3. 6 Dinding Kayu

(56)

136 Penggunaan lantai kayu dan keramik bekas yang hemat terhadap biaya dan juga memberi nilai estetis tersendiri, sedangkan pada ruang luar menggunakan paving maupun grass block.

Pada area plafond menggunakan plafond kayu, bambu, yang pemasangan nya mudah dan memberi kesan alami

Gambar 3. 15 Lantai Kayu Sumber :

http://www.blogrumahminimalis.web.id/2015 /12/lantai-kayu.html/ 01.09.17

Gambar 3. 16 Lantai Keramik bekas Sumber : http://properti- zone.blogspot.co.id/2012/03/tips-memasang-keramik-bekas.html/ 01.09.17

Gambar 3. 17 Lantai Grass block Sumber :

http://www.gohitz.com/article/rumah/4902/5_cara_ini_cegah_air_banjir_mas uk_ke_rumah_andal/ 01.09.17

Gambar 3. 18 Plafond Kayu Sumber :

http://jasapartisi.com/jasa-pasang-list-gypsum/ 01.09.17

Gambar 3. 19 Plafond Bambu Sumber :

http://www.rumahkuunik.com/2017/07/d esain-plafon-bambu-modern.html/

(57)

137 Struktur yang digunakan untuk menyesuaikan kontur pada lahan bangunan adalah :

Split Level

Retaining Wall

 Sengkedan

Pada Area Atap, menggunakan bahan : Gambar 3. 20 Split Level

Sumber : http://www.galeriarsitektur.com/a763/rumah-split-level/ 01.09.17

Gambar 3. 21 Retaining Wall

Sumber : https://www.landscapingnetwork.com/walls/ 01.09.17

Gambar 3. 7 Sengkedan

(58)

138  Penggunaan space frame sebagai elemen linear yang berdampak

gaya yang diterima diteruskan menjadi bentuk 3 dimensi, yang umumnya melengkung. Penggunaan struktur ini digunakan pada area lengkung atap ataupun elemen pada plat

 Pemakaian Green Roof sebagai media dalam mengisolasi panas

matahari agar menghasilkan udara yang nyaman dan sejuk.

 Safety glass

Gambar 3. 8 Space Frame

Sumber : http://www.alcox.in/blog/space-frame-manufacturer-in-india-experience-freedom-of-design-like-never-before/ 01.09.17

Gambar 3. 9 Green Roof

Sumber : https://flynncompanies.com/portfolio/environmental-systems/vancouver-green-roof/ 01.09.17

Gambar 3. 25 Safety Glass

Sumber : http://sunrayglass.tradeindia.com/security-glasses.html/

(59)

139  Rangka Atap Baja Ringan, memiliki keunggulan lebih ringan dan

pemasangan lebih mudah dari rangka kayu, selain itu, harga Baja ringan juga 30% lebih murah bila dibandignkan dengan atap kayu.  Atap Polycarbonate

3.2.2 Studi Sistem Utilitas

a. Sistem Pencahayaan

a.1 Sistem Pencahayaan Alami

 Bersifat alami sehingga tersedia secara melimpah, dengan

manfaat mengandung daya panas yang menyehatkan dan bermanfaat bagi tubuh manusia.

 Letak jatuh bayangan maupun bukaan diperhatikan untuk

mendapatkan dimensi dan ukuran yang tepat. a.2 Sistem Pencahayaan Buatan

Jenis Lampu dan Penerapannya :  Lampu Down Light

Tidak terdapat rasa silau karena pemasangan yang bisa didalam langit-langit. Peletakannya yang juga fleksibel Gambar 3. 26 Baja Ringan

Sumber :

http://kontraktorbajaindonesia.com/men genal-baja/baja-3/ 01.09.17

Gambar 3. 27 Polycarbonate

Sumber :

https://www.distributorbahanbangunan.com/

(60)

140 memberikan keuntungan tersendiri. Jenis lampu yang digunakan antara lain adalah LED, lampu halogen , dan metal halide

 Spot Light

Jenis ini mampu diarahkan secara bebas pada objek yang dituju, dengan pemasangan nya yang bisa dipermukaan plafond ataupun menempel disekitarnya

Gambar 3. 28 Down Light

Sumber: http://www.fajardesignme.com

Gambar 3. 29 SpotLight

(61)

141  Lampu Bak atau Neon

Menghasilkan cahaya yang merata pada tiap-tiap ruang karena jangkauan penyinaran yang relatif menyebar

b. Sistem Pengkondisian Udara

b.1 Sistem Penghawaan Alami

Agar mendapat penghawaan yang baik, sistem yang digunakan adalah cross ventilation. Dimana terdapat ventilasi secara vertikal maupun horizontal

b.2 Sistem Penghawaan Buatan

Mekanik menggunakan kipas angin, exhaus dan inhaust fan. Sedangkan sistem non-mekanik menggunakan AC.

Gambar 3. 30 Lampu Neon / Bak Sumber: https://indonesian.alibaba.com

Gambar 3. 31 Penghawaan Alami

(62)

142 c. Sistem Elektrikal

Berasal PLN, sementara penggunaan genset untuk menghasilkan sumber energi listrik cadangan

d. Sistem Jaringan Air Bersih

Terdiri dari 2 sumber yaitu PDAM dan air dari sumur. Dimana kebutuhan untuk air bersih berasal dari PDAM, sementara untuk toilet menggunakan air dari sumur:

d.1 Sistem Downfeed Distribution

Diagram 3. 24 Sistem Downfeed Distribution

Sumber : Analisis Pribadi, 2017 PDAM

Distribusi Distribusi Distribusi

Distribusi Distribusi Distribusi

PLN Trafo

Automatic Transfer

Switch

Main Distribution

Panel

Sub Panel Sub Panel

Ruang Ruang

Diagram 3. 23 Skema Sistem Elektrikal Sumber : Analisis Pribadi, 2017

(63)

143 d.1 Sistem Upfeed Distribution

e. Sistem Jaringan Air Kotor e.1 Grey Water

Limbah cair yang masih dapat dimanfaatkan kembali, jika melebihi kapasaitas penampung akan dibuang ke saluran kota. e.2 Black water

Limbah padat yang dibuang langsung menuju Septic Tank

f. Sistem Pemadam Kebakaran f.1 Fire Alarm System

Memberi tanda bila terjadi kebakaran atau kebocoran. Terdiri dari :

 Panel Kontrol

Toilet Septic Tank Sumur Resapan

Diagram 3. 5 Skema Sistem Pembuangan Black Water

Sumber : Analisis Pribadi, 2017

Gambar 3. 32 Main Control Panel

http://www.alatpemadamkebakaran.co Diagram 3. 25 Sistem Upfeed Distribution Sumber : Analisis Pribadi,2017

PDAM Ground

Reservoir

(64)

144  Fire Detector

Alarm, ditunjukkan dengan gambar 3.90

f.2 Fire Hydrant System

f.3 Hydrant Box

Gambar 3. 34 Heat Detector

https://dir.indiamart.com Gambar 3. 33 Falme Detector

https://www.crowcon.com

Gambar 3. 35 Fire Hydrant System

https://www.firefightingequipment.my

Gambar 3. 36 Hydrant Box

(65)

145 f.4 Portable Fire Extinguisher

f.1 Fire Automatic Sprinkle System

Setelah meninjau beberapa pilihan diatas, pada kompleks bangunan akan menggunakan sistem pemadam kebakaran tipe Suppesion FM200, yang memiliki respon cepat terhadap adanya api sekaligus tidak menghasilkan warna ataupun bau.

g. Sistem Pembuangan Sampah

Gambar 3. 37 Apar http://janggatehnik.com

(66)

146 g.1 Sampah organik

g.2 Sampah Anorganik

h. Telekomunikasi

i. Sistem Keamanan Sampah

Organik

Bak Penampungan

Tempat Pembuangan Sampah Kota

Diolah menjadi pupuk kompos

Kota Diagram 3. 6 Skema Sistem Pembuangan Sampah Organik

Sumber : Analisis Pribadi,2017

Sampah Anorganik Penampungan

sementara

Diagram 3. 7 kema Sistem Pembuangan Sampah Non-Organik Sumber : Analisis Pribadi,2017

Pengolahan TPA

Telkom PABX Operasional

Internet Modem

Telefon

Komputer

Diagram 3. 8 Skema Komunikasi Keluar Sumber : Analisis Pribadi, 2017

(67)

147 Sistem keamanan bangunan yang dapat diterapkan , anatar lain:

 Pengamanan oleh satuan pengamanan dalam shift kerja dengan

penjagaan selama 24 jam setiap hari  Pengamanan dengan sistem CCTV

j. Sistem Transportasi Vertikal j.2 Tangga

300 merupakan sudut tanjakan ideal, Untuk tegak yang ideal berkisar antara 15 cm - 18 cm, sementara area mendatar berkisar 20 cm - 33 cm.

j.2 Ramp

Kemiringan ramp tidak boleh lebih dari 70 dan pada area luar maksimum 60 . Lebar minimum ramp tanpa pengaman adalah 95 cm, dengan menggunakan pengaman menjadi 120 cm.

(68)

148 3.2.3 Studi Pemanfaatan Teknologi

a. Light Shelves

Sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu merefleksikan cahaya matahari saat kondisi diluar mendung atau intensitas cahaya matahari rendah.

b. Solatube

Alat yang digunakan untuk memasukan cahaya matahari ke dalam reflector yang kemudian dipantulkan kedalam ruangan. Cahaya yang dihasilkan bukanlah cahaya buatan, namun cahaya matahari. Alat ini tidak menghantarkan panas dan tidak menggunakan listrik, Cahaya matahari dipantulkan dalam dome sehingga cahaya yang masuk hanya berupa spectrum. Walaupun kondisi mendung, Cahaya yang dihasilkan tetap cukup untuk beraktifitas didalam ruangan

Gambar 3. 39 Light Shelves

(69)

149

3.3 Analisa Konteks Lingkungan

3.3.1 Analisa Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi Galeri dan Studio Seni Lukis berada di Kota Semarang , Jawa Tengah berdasarkan atas :

a. Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah

b. Semarang sebagai salah satu tujuan wisata baik dari pengunjung dalam negeri maupun wisatawan asing

c. Minat dan antusiasme warga Semarang dalam berkesenian seni lukis tinggi

d. Mendukung visi Kota Semarang, yang merupakan perwujudan dari 4 kunci pokok, Kota Perdagangan, Kota Jasa, Kota Berbudaya dan juga masyarakat yang sejahtera e. Belum adanya pusat rekreasi dan pelatihan Seni bagi

masyarkat umum mencakup anak-anak, remaja dan dewasa, dimana mereka bisa memperdalam dan belajar ketrampilan menggambar sebagai bentuk pengembangan ketrampilan diri

Gambar 3. 40 Solar Tube

(70)

150 f. Belum adanya wadah yang mampu menampung aktivitas bagi para penggiat Seni Lukis termasuk perkumpulan (komunitas) didalamnya

Pemilihan Lokasi : BWK II ( Kecamatan Gajahmungkur &

Candisari )

Ruang lingkup makro rencana ini adalah Kotamadya Semarang yang terletak pada posisi 6o50”-7o10” Lintang Selatan dan 109o50”-110o35” Bujur Timur. Luas wilayah Kotamadya Semarang adalah 37.360,947 Ha dengan batas-batas administratif sebagai berikut:

 Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Demak  Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Semarang

 Sebelah Barat : Berbatasan denagn Kabupaten Kendal  Sebelah Utara : Berbatasan dengan Laut Jawa

(71)

151 Ruang lingkup mikro rencana ini adalah BWK II Kota Semarang, dengan luas wilayah Kecamatan Gajahmungkur adalah 765,004 Ha, dan luas wilayah Candisari adalah 555,512 Ha, dengan batas-batas wilayah administrative sebagai berikut:  Sebelah Timur : Kecamatan Tembalang

 Sebelah Selatan : Kecamatan Semarang Barat dan Ngaliyan

 Sebelah Barat : Kecamatan Banyumanik dan Gunungpati

 Sebelah Utara : Kecamatan Semarang Selatan

Potensi BWK II :

 Berada di Semarang bagian atas, kemungkinan terjadi banjir

sangat kecil dan memiliki view yang bagus.

 Fasilitas Umum yang terdapat di BWK 2 sudah cukup memadai

 Lokasi yang strategis berada dekat dengan pusat kota

 Pada BWK 2 sudah banyak dilewati kendaraan umum

Kendala BWK II :

 Pada jam-jam tertentu terdapat beberapa titik rawan kemacetan.

Alternatif Lokasi : BWK III ( Area Semarang Barat dan

Semarang Utara )

(72)

152 Ruang lingkup mikro rencana ini adalah BWK III Kota Semarang, berada diarea Semarang Barat dan Semarang Utara dengan luas wilayah 3.361,97 Ha. Kecamatan Semarang Utara memiliki 9 Kelurahan, sedangkan kecamatan Semarang Barat memiliki 16 kelurahan. Dengan batas-batas wilayah administrative sebagai berikut:

 Sebelah Timur : Semarang Timur

 Sebelah Selatan : Kecamatan Gajahmungkur

 Sebelah Barat : Kecamatan Tugu dan Kecamatan Ngaliyan

 Sebelah Utara : Laut Jawa

BWK III memiliki jumlah penduduk sebesar 287.836 jiwa dan sebagian penduduk bekerja pada sektor jawa. Secara topografi wilayah BWK III cenderung datar, dengan kemiringan lereng berkisar 0-2% hingga 25-40% (curam). Sehingga pemanfaatan Lahan Beragam, diantaranya permukiman, perdagangan dan industri, hingga pertambangan.

(73)

153 Potensi :

 Memiliki empat mode transportasi

 Terdapat pelabuhan berskala intenasional

 Terdapat banyak sumber daya

 Terdapat beberapa tempat wisata yang bisa dikembangkan

 Dilewati jalur pantura

 Penduduk usia kerja tinggi

 Pasar Industri UMKM

Kendala :

 Banjir rob disebabkan tinggi daratan dan permukaan laut sama

 Pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga dan limbah

industri lokal

 Polusi udara yang disebabkan gas buang dari pabrik dan

kendaraan bermotor

(74)

154 Kriteria Penilaian

Kriteria Bobot BWK II BWK III

Kawasan dekat dengan pusat kota

30 25 27

Tidak sulit untuk dijangkau

20 20 20

Terdapat View bagus pada area tapak

20 20 15

Kawasan dilewati rute transportasi umum

10 10 10

Lingkungan yang asri dan nyaman disekitar tapak

10 10 8

Lokasi berada dikawasan berbukit

10 8 5

Total 100 93 85

Setelah meninjau beberapa alternatif pemilihan lokasi tapak termasuk menganalisis kendala didalamnya dan potensi yang dihasilkan, dapat disimpulkan kriteria lokasi yang sesuai untuk lahan proyek Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang adalah BWK II.

(75)

155 3.3.2 Analisa Pemilihan Tapak

Kriteria pemilihan lokasi Galeri dan Studio Seni Lukis di Semarang antara lain;

 Tapak dekat dengan pusat kota dan mmudah dijangkau  Mempunyai view yang tidak terhalang

 Dapat diakses dengan transportasi umum  Jaringan utilitas sudah memadai

a. Tapak

a.1 Alternaif Tapak 1

Terletak di Jalan Singotoro Raya, Candisari dengan batas : Utara : Jalan Singotoro Raya

Timur : Rumah Kosong

Selatan : Jalan Karanganyar Gn Barat : Jalan Dr. Wahidin Memiliki kemiringan Lahan

 Terdapat view yang indah mengenai Semarang bawah

 Dilewati transportasi umum

 Terdapat sedikit kontur di dalam tapak

 Area tapak berada dipinggir jalan, sehingga bagian tapak

(76)

156

(77)

157 a.2 Alternaif Tapak 2

Terletak di Jalan Sisingamangaraja, Gajah Mungkur, dengan batas: Utara : Perumahan Warga

Timur : Cafe dan Kantor Pos Selatan : Jalan Sisingamangaraja Barat : Restoran makan S2 Memiliki Kemiringan Lahan

 Dekat dengan prasarana umum seperti hotel, kantor pos,

dan bank

 Pada area tapak terdapat banyak kontur

 Dikelilingi oleh permukiman warga dan area resto makan

(78)

158 Gambar 3.44 Tampak atas site

(79)

159 b. Kriteria Pemilihan Tapak

Analisa pemilihan tapak ditunjukkan dengan tabel 3.36 :

Kriteria Tapak 1 Tapak 2

View tidak

terhalang

Dekat dengan jalan raya dan memiliki view indah yang menampilkan area semarang bawah

Terhalang oleh bangunan

disekeliling

termasuk hotel dan perkantoran Dekat dengan

pusat kota

Jalan besar dr. Wahidin sering dilalui transportasi umum menuju kota / dari arah kota

Mudah diakses

dari arah

manapun karena kondisi jalan tidak terlalu curam. Mudah diakses

oleh kendaraan umum

Tapak berada

diseberang jalan raya, dan juga jalan singotoro disekitar area, sehingga

pengunjung dan

kendaraan yang lewat

akan memiliki

aksesibilitas yang mudah

Jalan

Sisingamangaraja banyak dilalui oleh pengunjung namun jalan tersebut bukan jalan utama karena letak nya yang tergolong masuk pada area permukiman warga. Lingkungan yang

asri dan nyaman di sekitar tapak

Pada bagian belakang lahan dan arah utara dikelilingi oleh pe pohonan

Kondisi lahan tapak dikelilingi oleh perumahan

warga dan

bangunan perdaganan berupa area makan

(80)

160 c. Pemilihan Tapak

Analisa pemilihan tapak ditunjukkan dengan tabel 3.13:

Tapak terpilih

Berdasarkan hasil penilaian kriteria pemilihan diatas terpilih lah tapak alternatif 1 jl. Singotoro, Candisari. Lokasi cukup tenang dengan view area Semarang bawah menjadi potensi dan daya tarik tersendiri. Kemudian akses yang sering dilalui dan mudah dijangkau kendaraan umum, termasuk prasarana yang sudah memadai.

Analisis SWOT Tapak Terpilih

e.1 Strenght

 Iklim mikro yang sejuk pada area tapak dikarenakan kondisinya

yang berada di area atas Kota.

 Diarea sekitar utilitas sudah memadai termasuk transportasi

yang dapat mengakses.

 Bagi kendaraan umum dan pribadi tidak ada kendala dalam

mencapai lokasi tapak

Kriteria Bobot Tapak 1 Tapak 2

(81)

161  Terdapat banyak vegetasi, hutan, dan lahan kosong yang

terjaga sehingga memberi kesan asri pada area sekitar tapak

e.2 Strenght

 Jarak lokasi tapak dekat dengan pusat Kota Semarang

 Dikelilingi oleh vegetasi yang bervariasi pada permukiman

warga sekitar dan beberapa area yang berupa lahan kosong  Berdasarkan peraturan daerah syarat membangun memiliki

ketentuan dengan KDB paling besar sebanyak 60 % dari luas lahan.

e.3 Opportunity

 Lokasi tapak sesuai dengan kriteria fungsi bangunan Galeri dan

Studio Seni Lukis di Semarang. e.4 Threat

 Banyaknya vegetasi yang ada , dan berfungsi sebagai area

Figur

Tabel 3. 2 Kelompok dan jumlah pengelola
Tabel 3 2 Kelompok dan jumlah pengelola . View in document p.10
Tabel 3. 3 Perbandingan Pengunjung Proyek sejenis
Tabel 3 3 Perbandingan Pengunjung Proyek sejenis . View in document p.17
Tabel 3. 5  Pola Kebutuhan ruang, Sifat Ruang
Tabel 3 5 Pola Kebutuhan ruang Sifat Ruang . View in document p.18
Tabel 3. 6  Tinggi Rata-rata Manusia Indonesia
Tabel 3 6 Tinggi Rata rata Manusia Indonesia . View in document p.25
Tabel 3. 7  Tabel Perhitungan Studi Ruang Khusus Sumber : Literatur Buku Galeri Seni
Tabel 3 7 Tabel Perhitungan Studi Ruang Khusus Sumber Literatur Buku Galeri Seni . View in document p.35
Tabel 3. 8  Perhitungan Besaran Ruang
Tabel 3 8 Perhitungan Besaran Ruang . View in document p.45
Tabel 3. 9  Luasan Total Fasilitas Galeri dan Studio Seni
Tabel 3 9 Luasan Total Fasilitas Galeri dan Studio Seni . View in document p.46
Tabel 3. 10 Kebutuhan Ruang Parkir   Sumber : Analisis Pribadi,2017
Tabel 3 10 Kebutuhan Ruang Parkir Sumber Analisis Pribadi 2017 . View in document p.48
Gambar 3. 2 Pondasi Sumuran
Gambar 3 2 Pondasi Sumuran . View in document p.51
Gambar 3. 4 Pondasi Footplat
Gambar 3 4 Pondasi Footplat . View in document p.52
Gambar 3. 7 Dinding Adesit
Gambar 3 7 Dinding Adesit . View in document p.53
Gambar 3. 2 Dinding Tanaman
Gambar 3 2 Dinding Tanaman . View in document p.54
Gambar 3. 4 Dinding KAca
Gambar 3 4 Dinding KAca . View in document p.55
Gambar 3. 16 Lantai Keramik bekas
Gambar 3 16 Lantai Keramik bekas . View in document p.56
Gambar 3. 20 Split Level
Gambar 3 20 Split Level . View in document p.57
Gambar 3. 8 Space Frame
Gambar 3 8 Space Frame . View in document p.58
Gambar 3. 27 Polycarbonate
Gambar 3 27 Polycarbonate . View in document p.59
Gambar 3. 29  SpotLight Sumber: http://feryabiel.blogspot.co.id
Gambar 3 29 SpotLight Sumber http feryabiel blogspot co id . View in document p.60
Gambar 3. 30 Lampu Neon / Bak
Gambar 3 30 Lampu Neon Bak . View in document p.61
Gambar 3. 32  Main Control Panel http://www.alatpemadamkebakaran.co
Gambar 3 32 Main Control Panel http www alatpemadamkebakaran co. View in document p.63
Gambar 3. 33  Falme Detector
Gambar 3 33 Falme Detector . View in document p.64
Gambar 3. 37  Apar
Gambar 3 37 Apar . View in document p.65
Gambar 3. 39  Light Shelves
Gambar 3 39 Light Shelves . View in document p.68
Gambar 3. 40  Solar Tube
Gambar 3 40 Solar Tube . View in document p.69
Gambar  3.41: Peta BWK II Kota Semarang
Gambar 3 41 Peta BWK II Kota Semarang . View in document p.70
Gambar  3.42: Peta BWK III Kota Semarang
Gambar 3 42 Peta BWK III Kota Semarang . View in document p.71
Tabel 3. 11 Kriteria Penilaian Tapak
Tabel 3 11 Kriteria Penilaian Tapak . View in document p.74
Gambar 3.43 Tampak atas site
Gambar 3 43 Tampak atas site . View in document p.76
Gambar 3.44 Tampak atas site
Gambar 3 44 Tampak atas site . View in document p.78
Tabel 3. 13 Tabel Pemilihan Tapak
Tabel 3 13 Tabel Pemilihan Tapak . View in document p.80

Referensi

Memperbarui...