• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Akuntansi ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosiding Akuntansi ISSN:"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Pengungkapan Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan

(Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Mengikuti PROPER Pada Tahun 2010-2013)

1

Intan Pertiwi, 2Nurleli, 3Epi Fitriah 1,2,3

Prodi Akuntansi, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116

e-mail: [email protected], [email protected][email protected]

Abstract: This research aims to find out how much the influence of environmental performance on economic performance, and how much the influence of environmental disclosure on economic performance.The method used is the correlation, data analysis techniques with multiple regression, the test classical assumption of regression equations, correlation analysis, determination coefficient analysis and hypothesis testing prior test data normality. In this study, sample were taken 8 mining companies listed in PROPER program and listed in Indonesian Stock Exchange which has listings for 4 consecutive years in the period 2010-2013 by using purposive sampling technique. Data was collected using a documentation technique and using secondary data obtained online. The first result showed that the environmental didn’t have impact on financial performance. Meanwhile, the results of second hypothesis showed that environmental disclosure have a impact on financial performance.

KeyWords:environmental performance, environmental disclosure, financial performance

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan, dan seberapa besar pengaruh pengungkapan lingkungan terhadap kinerja keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional, teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik yang terdiri dari analisis korelasi,analisis koefesien determinasi dan pengujian hipotesis yang terlebih dahulu melakukan uji normalitas data. Pada penelitian ini sampel yang diambil sebesar 8 perusahaan pertambangan yang mengikuti program PROPER dan juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang telah listing selama 4 tahun berturut-turut pada periode 2010-2013 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi dan menggunakan data sekunder secara online.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, pengujian hipotesis kedua menunjukan bahwa pengungkapan lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

KataKunci: kinerja lingkungan, pengungkapan lingkungan, kinerja keuangan

A. Pendahuluan

Permasalahan lingkungan semakin popular pada dekade terakhir ini. Hal tersebut diawali dengan makin kompleksnya pembangunan industri dan sektor lainnya, sehingga menimbulkan dampak yang lebih luas dan bervariasi. Disisi lain kesadaran masyarakat semakin tinggi akan pentingnya perlindungan terhadap lingkungan yang diimbangi dengan pengenalan berbagai perangkat pengendalian lingkungan dan peraturan mengenai lingkungan oleh pemerintah (ISO: 14001).

Selama ini perusahaan dianggap sebagai lembaga yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Eksistensi perusahaan ditengah lingkungan dan masyarakat berdampak pada dua kondisi, yaitu positif dan negatif. Dampak positif, antara lain menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang yang dibutuhkan masyarakat untuk dikonsumsi, meningkatkan pendapatan, menyumbang pendapatan daerah dan negara, serta mendukung peningkatan ekonomi, dan lain-lain. Sementara dampak negatif (negative externalities) antara lain menimbulkan pencemaran baik

(2)

tanah, air, maupun udara, sehingga telah mengancam munculnya polusi udara dan air, kebisingan suara, kemacetan lalu lintas, limbah kimia, hujan asam, radiasi, sampah nuklir, dan masih banyak lagi (Titisari & Alviana, 2012). Secara langsung ataupun tidak langsung permasalahan lingkungan telah masuk dalam ekonomi suatu organisasi atau kegiatan usaha lainnya.Industri pertambangan merupakan industri yang sering dituding sebagai perusahaan yang paling banyak memiliki kinerja lingkungan yang buruk. Ini terlihat dari banyaknya kasus kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Menurut Ermina Miranti (2008) pembangunan membutuhkan sumber energi yang besar yang diperoleh dari industri ini dan juga merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi negara.

Isu lingkungan yang diakibatkan dari perusahaan perusahaan pertambangan minyak dan gas, yaitu pengabaian keselamatan, rendahnya standar keamanan serta buruknya sistem mitigasi bencana lingkungan menyebabkan bencana ekologis dan sosial yang besar. Seperti halnya pengeboran gas milik PT. Lapindo Brantas yang mengabaikan prinsip-prinsip keselamatan menyebabkan semburan lumpur panas yang mencapai 100 ribu meter kubik per hari. Lumpur yang keluar juga mengandung logam berat yang berbahaya jauh diatas ambang batas yang dipersyaratkan. Kerugian ekonomi versi Bappenas sekitar Rp. 7,3 triliun dan kerugian tidak langsung mencapai Rp. 16,5 triliun. Sementara beberapa bentuk kerugian sosial adalah hancurnya infrastruktur seperti jalan tol, tiang listrik, rel kereta api, saluran irigasi. PT. Lapindo tidak bisa mengganti segala bentuk kerugian yang telah ada, mungkin tidak diadakannya biaya lingkungan, sehingga sangat berdampak pada sistem kinerja keuangannya (Walhi dalam Situs Korban Lumpur Lapindo, 2014).

Perusahaan akan mendapatkan keuntungan dalam berbagai hal setelah mengurangi pencemaran terhadap lingkungan, yaitu: 1) meningkatkan nilai positif perusahaan yang dimana pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. 2) mengurangi risiko dalam membayar biaya perbaikan lingkungan akibat pencemaran lingkungan. 3) mampu memenuhi peraturan pemerintah mengenai baku mutu limbah dan mengurangi risiko akan berita negatif yang dapat mempengaruhi bisnis perusahaan (Kazenski, 2001).

Penelitian untuk menguji pengaruh environmental performance dan

environmental disclosure terhadap economic performance telah dilakukan oleh Luciana Spica Almilia dan Dwi Wijayanto (2007) yang menyimpulkan bahwa pada hipotesis pertama variabel environmental performance tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel economic performance, namun hasil pengujian hipotesis kedua menunjukan bahwa environmental disclosure yang berpengaruh signifikan pada variabel economic performance. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Al-Tuwaijiri (2003) yang menggunakan profit margin di dalam penelitiannya yang menemukan hubungan positif dan signifikan antara hubungan kinerja lingkungan dengan kinerja ekonomi, begitupun hubungan pengungkapan lingkungan dengan kinerja ekonomi.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis akan melakukan penelitian untuk mengetahu pengaruh kinerja lingkungan dan pengungkapan lingkungan terhadap kinerja keuangan, dengan demikian judul dalam penelitian ini adalah: “PENGARUH

KINERJA LINGKUNGAN DAN PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN

TERHADAP KINERJA KEUANGAN”.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

(3)

1. Seberapa besar pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

2. Seberapa besar penagruh pengungkapan lingkungan terhadap kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

B. Landasan Teori

Kinerja Lingkungan

Kinerja lingkungan adalah hasil yang dapat diukur dari sistem manajamen lingkungan, yang terkait dengan kontrol aspek-aspek lingkungannya. Pengkajian kinerja lingkungan didasarkan pada kebijakan lingkungan, sasaran lingkungan, dan target lingkungan (ISO 14001).Kinerja lingkungan diterjemahkan sebagai kinerja yang berkenaan dengan lingkungan, terutama berkaitan dengan dampak lingkungan. Kinerja ini berhubungan dengan tiga aspek, yaitu strategic corporate environmental performance, operational corporate environmental performance, dan corporate environmental reporting (Gunther, et al: 2011).

Menurut Lankoski (2000), konsep kinerja lingkungan merujuk pada tingkat kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Tingkat kerusakan lingkungan yang lebih rendah menunjukkan kinerja lingkungan perusahaan lebih baik. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi tingkat kerusakan lingkungannya maka semakin buruk kinerja lingkungan perusahaan tersebut.

Pengukuran Kinerja Lingkungan

Menurut Ikhsan (2009): “Pengukuran kinerja merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak”. Penilaian tersebut tidak lepas dari proses yang merupakan kegiatan mengolah masukan menjadi keluaran atau penilaian dalam proses penyusunan kebijakan/program/kegiatan yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian dan sasaran tujuan.

Di Indonesia, kinerja lingkungan dapat diukur dengan menggunakan Program Penilaian Peringkat Kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang biasa disebut dengan PROPER. Program ini bertujuan mendorong perusahaan taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency). Hasil PROPER dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan

stakeholder lainnya. Sistem peringkat kinerja PROPER mencakupi pemeringkatan perusahaan dalam 5 (lima) peringkat warna yang mencerminkan kinerja pengelolaan lingkungan secara keseluruhan yaitu, emas, hijau, biru, merah, dan hitam.(Laporan Hasil Penilaian PROPER, 2011:1).

Pengungkapan Lingkungan

Menurut Suratno dkk, (2007) pengungkapan lingkungan adalah: “Pengungkapan informasi yang berkaitan dengan lingkungan di dalam laporan tahunan perusahaan”. Sedangkan menurut Suhardjanto dan Miranti (2009) Pengungkapan lingkungan merupakan: “Wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan melalui pengungkapan lingkungan hidup pada laporan tahunan dimana masyarakat dapat memantau aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dalam memenuhi tanggungjawab sosialnya”.Pengungkapan lingkungan merupakan jenis pengungkapan sukarela. Pengungkapan lingkungan (environmental disclosure) adalah penyajian informasi yang

(4)

Return on Assets (ROA) =

berkaitan dengan lingkungan di dalam laporan tahunan perusahaan (Suratno dkk, 2007:8).

Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar (Fahmi, 2011:2). Menurut Jumingan (2006:239) bahwa kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas.

Adapun menurut Meriewaty dan Setyani (2005) salah satu bentuk informasi akuntansi yang penting dalam proses penilaian prestasi dan kondisi keuangan perusahaan adalah rasio-rasio keuangan untuk periode tertentu. Rasio-rasio keuangan tersebut merupakan indikator keuangan yang dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusahaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu periode tertentu.Kinerja keuangan perusahaan pada dasarnya diperlukan sebagai alat untuk mengukur financial health (kesehatan perusahaan). Kinerja keuangan perusahaan digunakan sebagai media pengukuran subyektif yang menggambarkan efektifitas penggunaan aset oleh sebuat perusahaan dalam menjalankan bisnis utamanya dan meningkatkan pendapatan.

Rasio Profitabilitas

Brigham & Houston (2006) menjelaskan bahwa: “Profitabilitas adalah hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan, dimana rasio ini digunakan sebagai alat pengukur atas kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan”. Terdapat banyak ukuran profitabilitas, masing-masing pengembalian perusahaan dihubungkan terhadap penjualan, aktiva, modal, atau nilai saham. Menurut Bridgham (2001:112) jenis-jenis profitabilitas terdiri dari: “Profit Margin Sales, Return on Total Assets (ROA), Basic Earning Power (BEP) ratio, dan

Return on Equity (ROE).

Pengertian ROA menurut Munawir (2004:91) adalah: “Return on Assets adalah satu bentuk rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan”.Menurut Sundjaja dan Barlian (2003:145) Return On Assets

(ROA) adalah sebagai berikut: “Hasil Atas Total Aset (HAA) adalah ukuran keseluruhan keefektifan manajemen dalam menghasilkan laba dengan aktiva yang tersedia. Menurut Sundjaja dan Barlian (2003:145) Return on Assets (ROA) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(5)

C. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional, teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik yang terdiri dari analisis korelasi,analisis koefesien determinasi dan pengujian hipotesis yang terlebih dahulu melakukan uji normalitas data. Pada penelitian ini sampel yang diambil sebesar 8 perusahaan pertambangan yang mengikuti program PROPER dan juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang telah listing selama 4 tahun berturut-turut pada periode 2010-2013 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi dan menggunakan data sekunder secara online.

D. Hasil dan Pembahasan

Dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai beta dan zero order sebagai berikut:

Analisis Koefisien Determinasi Parsial

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilakukan perhitungan untuk memperoleh pengaruh parsial dari setiap variabel bebas sebagai berikut:

Kinerja lingkungan (X1) 0,224 x 0,271 = 0,061 atau 6,1%

Pengungkapan lingkungan (X2) 0,609 x 0,626 = 0,381 atau 38,1%

Berdasarkan perhitungan di atas, diketahui bahwa pengaruh terbesar berasal dari variabel pengungkapan lingkungan (X2) dengan kontribusi pengaruh sebesar 38,1%,

sedangkan variabel kinerja lingkungan (X1) memberikan kontribusi pengaruh sebesar

6,1%.

Pengujian Koefisien Regresi Secara Parsial

1. Pengujian Hipotesis Parsial X1

Dari nilai-nilai di atas terlihat bahwa nilai t-hitung yang diperoleh variable kinerja lingkungan (X1) sebesar 1,613 > t tabel (2,045), dengan taraf signifikansi 0,05

(6)

secara parsial, kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y).

2. Pengujian Hipotesis Parsial X2

Kriteria : Tolak Ho jika t hitung > t tabel, terima dalam hal lainnya

Dari nilai-nilai di atas terlihat bahwa nilai t-hitung yang diperoleh variable pengungkapan lingkungan (X2) sebesar 4,381 > t tabel (2,045), dengan taraf signifikansi

0,05 sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

Artinya secara parsial, pengungkapan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y).

Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan

Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi α = 0,05 dengan kontribusi yang diberikan sebesar 6,1% sedangkan sisanya sebesar 93,9% yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya.Pasar modal di Indonesia belum mencapai efisiensi pasar modal dalam bentuk setengah kuat (Suratno, 2006). Efisiensi pasar modal Indonesia sesudah tahun itupun diduga tidak jauh berbeda dari keadaan tersebut. Meski telah dikeluarkan informasi oleh Kementrian Lingkungan Hidup mengenai kinerja lingkungan perusahaan yang walaupun secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perusahaan, para pelaku pasar modal masih belum menunjukan respon terhadap segala informasi tersebut.

Pengaruh Pengungkapan Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan

Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukanbahwa pengungkapan lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi α = 0,05 dengan kontribusi yang diberikan sebesar 38,1% sedangkan sisanya sebesar 61.9% yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya. Berdasarkan dari hasil pengujian hipotesis kedua dapat disimpulkan bahwa semakin luas pengungkapan informasi lingkungan, maka kinerja keuangan perusahaan pertambangan akan semakin baik.

E. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh kinerja lingkungan dan pengungkapan lingkungan terhadap kinerja keuangan, maka pada bagian akhir dari penelitian ini penulis menarik kesimpulan, sekaligus memberikan saran sebagai berikut.

1. Hasil pengujian pertama menunjukan bahwa kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

2. Hasil pengujian kedua menunjukan bahwa pengungkapan lingkungan berpengaruh terhadap kinerja keuangan

Saran

Ada beberapa saran yang dapat penulis sampaikan kepada beberapa pihak yang berkepentingan, yaitu:

(7)

Setelah mengamati dan menganalisis hasil penelitian, penulis melihat ada beberapa hal yang dapat dijadikam masukan kepada pihak perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan telah mengikuti PROPER adalah harus tetap menjaga kinerja lingkungan dan tetap memaksimalkan pengungkapan lingkungan karena semakin baik keduanya maka akan semakin baik pula kinerja keuangan perusahaan, begitupun sebaliknya 2. Penelitian Selanjutnya

Bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang akan meneliti lebih dalam mengenai permasalahan ini, penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut: a. Tema penelitian serta judul dapat lebih dikembangan lagi, misalnya dengan

menambah rasio keuangan yang lain serta indikator-indikator lain selain rasio profitabilitas seperti rasio leverage dan rasio likuiditas yang akan digunakan dalam penelitian selanjutnya sehingga hasil yang didapat akan lebih bervariatif.

b. Sampel penelitian ditambah lagi dengan jumlah sampel yang lebih banyak, dan dengan menambahkan atau mengganti jenis perusahaan lainnya selain perusahaan pertambangan

Daftar Pustaka

Al Tuwaijri dan Sulaiman A. (2003). “The Relation Among Environmental Disclosure, Environmental Performance dan Economic Performance: A Simultaneous Equation Approach. Accounting Environment. Journal. USA. 5-10

Bambang Hadiwiarjo Purnomo, Jdwi Helly. ISO 14001: Panduan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Brigham, E. F dan Houston, 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Edisi Sepuluh, Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto, Penerbit Salemba Empat, Jilid I, Jakarta. Dian Meriewaty dan Yuli Setyani, Astuti. 2005. Analisis Rasio Keuangan Terhadap

Perubahan Kinerja pada Perusahaan di Industri Food and Beverages yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Seminar Nasional Akuntansi Vol VIII. Solo: September. Ermina Miranti. 2008. Prospek Industri Batubara di Indonesia. Economic Review

Journal.

Fahmi, Irham. 2011. Analisis Kinerja Keuangan. Alfabeta. Bandung

Gunther, C., & et. al. (2011). Fuzzy Mining – Adaptive Process SimplificationBased on Multi-Perspective Metrics.

Houston, Joel F and Brigham, Eugene F. 2001. Manajemen Keuangan. Edisi kedelapan. Alih Bahasa Dodo Suharto dan Herman Wibowo. Jakarta: Erlangga.

Ignasius Bondan Suratno, Darsono dan Siti Mutmainah. 2006, Pengaruh Environmental Performance Terhadap Environmental Disclousure dan Economic Performance Perusahaan Go Publik di BEI, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. XII, No. 1, Maret 2006.

Ikhsan, Arfan. 2009. Akuntansi Manajemen Lingkungan. Graha Ilmu. Yogyakarta Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Jurnal WALHI, “Pemerintah Sesat Dalam Penyelesaian Kasus Semburan Lapindo”,

(8)

Kazenski, Paul. 2001. Recognition, Measurement and Disclosure of Environmental Liabilities. Univeristy of Hawai, Manoa.

Lanskoki. 2000. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Lingkungan: Studi Pada Perusahaan PROPER Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.

Luciana Spica Almilia dan Dwi Wijayanto. 2007. “Pengaruh Environmental Performance dan Environmental Disclosre Terhadap Economic Performance. The first Accounting Conference”. Faculty of Economics Universitas Indonesia.

Depok.

Munawir, S. 2004. Analisis Laporan Keuangan. Edisi. 4. Yogyakarta: Liberty.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan hidup (PROPER) (www.menlh.go.id). Diakses tanggal 10 Oktober 2011.

Suhardjanto, D., dan Miranti, L. 2009. Praktik Penerapan Indonesian Environmental Reporting Index dan Kaitannya Dengan Karakteristik Perusahaan. JAAI. Vol. 13. No. 1: 63-67.

Sundjaja Ridwan S dan Inge Barlian. 2003. Manajemen Keuangan. Edisi Keempat. Jakarta: Prenhallindo

Titisari, Kartika Hendra dan Khara Alviana. 2012. Pengaruh Environment Performance

Terhadap Economic Performance. Jurnal Manajemen Bisnis Syariah www.idx.com

Referensi

Dokumen terkait

berfurngsi untuk mengukur nilai kerusakan dan nilai pelemahan pada sistem transmisi pemancar frekuensi (antenna, konektor, feeder).. Di dalam alat ini terdapat beberapa

Untuk mengaktivasi masyarakat yang lebih luas, telah digelar Festival Gerakan Indonesia Mengajar di Econvention Ancol, pada 5-6 Oktober 2013 yang melibatkan lebih dari 6000

Adalah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi Analis Kesehatan yang akan melakukan penelitian tentang “Hubungan Pola Kebersihan Diri Dengan Terjadinya Gangguan

bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, PARA PIHAK sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan, dengan ketentuan

Metodologi penelitian yang digunakan dalam pembuatan Program Visualisasi Panduan Manasik Haji Bagi Calon Jamaah Haji ini diawali dengan pengumpulan data,

ABSTRAK: Pada zaman yang telah modern ini masyarakatnya mulai melupakan budaya setempat dan lebih condong kepada budaya luar dengan alasan budaya setempat sudah ketinggalan zaman

Mengingat keuntungan dalam investasi saham ini tidak dapat di prediksi secara pasti, maka sebagai suatu upaya yang dapat dilakukan oleh investor adalah menilai atau

Adanya Investasi sekitar Pasar dengan pembangunan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) , diharapkan pembangunan KEK yang berdekatan dengan Pasar Pinasungkulan dengan luas 534 Ha