• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengintip Manajemen Atraksi Wisata Oyot

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mengintip Manajemen Atraksi Wisata Oyot"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Mengintip Manajemen Atraksi Wisata

Oyot Godhong

Cabaret Show

UJIAN TENGAH SEMESTER III

Mata Kuliah: Manajemen Atraksi Wisata

Disusun Oleh:

ANINDYA KENYO LARASTI

12/335187/SA/16659

PROGRAM STUDI PARIWISATA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA

(2)

DAFTAR ISI

Halaman kulit muka ………..………. i Daftar Isi ……….……….…. ii Daftar Gambar ……….….…… iii

BAB I PENDAHULUAN ………..………….….

1.1 Latar Belakang Masalah ……… 1.2 Rumusan Masalah ……….…. 1.3 Tujuan ………..…….…. 1.4 Manfaat ……….….

BAB II ISI ………...

(3)

2.3.2 Manajemen Sumber Daya Manusia ………..…. 2.3.3 Manajemen Kostum ……….…….. 2.3.4 Manjemen Musik ……….…….. 2.3.5 Manajemen Make-Up ……….……….……... 2.3.6 Manjemen Pemasaran ……….……… 2.3.7 Manjemen Keuangan ………..……….……... 2.3.8 Manejemen Produksi ………..……….…... 2.4 Analisis SWOT ……….…………..…………..…. 2.4.1 Strength ……….….. 2.4.2 Weakness ………...…. 2.4.3 Opportunity ……….………...…. 2.4.4 Threat ………..…...

BAB III PENUTUP ………. 3.1 Kesimpulan ……….…

3.2 Saran ………..

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Mirota Batik Malioboro ……….. Gambar 2. Gambar Oyot Godhong Cabaret Show di dalam buku

menu Oyot Godhong Café ……….………. Gambar 3. Sampul buku menu Oyot Godhong Café dengan

Raminten sebagai gambar dalam sampulnya ……….…………. Gambar 4. Sosok seorang transgender dalam Oyot Godhong

Cabaret Show ……….

Gambar 5. Bagan struktur organisasi Oyot Godhong

Cabaret Show ……….

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Mirota Group merupakan salah satu grup terkemuka di Yogyakarta yang

bergerak dalam bidang ekonomi, khususnya dalam bidang pariwisata. Dalam grup ini

terdapat 3 destinasi, yaitu Mirota Batik sebagai destinasi wisata belanja, The House of

Raminten sebagai destinasi wisata kuliner, dan Oyot Godhong Cabaret Show sebagai

destinasi wisata pertunjukkan/atraksi wisata.

Mirota Btaik merupakan sebuat tempat wisata belanja yang terletak di ujung

Malioboro, tepatnya Jalan Jendral Ahmad Yani nomor 9. Mirota Batik tidak hanya

menjual batik saja, bahkan tersedia lebih dari sekedar batik. Berbagai barang unik

ditata dengan rapi dan strategis supaya mudah telihat oleh pengunjung. Kemudian

The House of Raminten merupakan sebuah café yang semula hanya menjual jamu

saja. Seiring perkembangan zaman, café tersebut pun ikut berkembang. Kedai yang

beralamat di Jalan FM Noto 7, Kotabaru kini menjual berbagai macam makanan lokal

seperti brongkos, ayam goreng, gudeg, bakso, sego liwet, sego goreng, pepes, kupat

tahu, dan banyak lagi. Minumannya pun unik-unik, ada wedang serai, es carica, beer

(6)

Berbeda dengan Mirota Batik dan The House of Raminten yang memiliki

penawaran bermacam-macam bagi pengunjung, Oyot Godhong Cabaret Show

cenderung hanya menyajikan satu penawaran saja yaitu cabaret show. Namun,

meskipun demikian usaha cabaret show tersebut terus meningkat setiap tahunnya.

Show yang telah berjalan selama 6 tahun ini, kini semakin diminati oleh wisatawan

lokal maupun mancanegara. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa Oyot Godhong

Cabaret Show merupakan salah satu atraksi wisata yang cukup sukses

pengelolaannya. Oleh sebab itu dipandang penting unutk memaparkan mengenai

manajemen atraksi wisata Oyot Godhong Cabaret Show.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat diambil suatu

rumusan masalah yaitu :

Bagaimanakan manajemen atraksi wisata dari Oyot Godhong Cabaret Show?

1.3 Tujuan

Tujuan umum :

Mengetahui manajemen atraksi wisata dari Oyot Godhong Cabaret Show.

Tujuan khusus :

(7)

1.4 Manfaat

Manfaat teoretis :

Hasil dari pemaparan dalam makalah ini diharapkan dapat memberikan

kontribusi bagi perkembangan ilmu pariwisata yang berkaitan dengan manajemen

atraksi wisata.

Manfaat praktis :

Hasil dari pemaparan dalam makalah ini diharapkan agar dapat memberikan

sumbangan pemikiran sebagai acuan atau referensi dalam terjun ke dunia pariwisata,

(8)

BAB II

ISI

2.1 Selayang Pandang

Oyot Godhong Cabaret Show merupakan sebuah pertunjukkan atau

pementasan seni di mana pemainnya adalah para transgender, atau populer disebut

dengan lady boys. Pertunjukkan ini berupa pementasan musik dari para transgender

dengan menggunakan kostum wanita. Lokasi dari pertunjukkan ini yaitu di Mirota

Batik yang belokasikan di Jalan Jendral Ahmad Yani, atau tepatnya di seberang Pasar

Beringharjo Yogyakarta, bersamaan dengan café Oyot Godhong itu sendiri.

(9)

Pengertian dari cabaret itu sendiri adalah sebuah pertunjukkan atau

pementasan seni yang berasal dari dunia Barat di mana biasanya ada hiburan berupa

musik, komedi, dan seringkali sandiwara atau tari-tarian. Pertunjukkan ini cukup

berbeda dengan pertunjukkan lainnya yaitu tempat pertunjukkannya berada di sebuah

restoran atau kelab malam, dengan sebuah panggung pertunjukkan dan penontonnya

yang duduk mengelilingi meja (seringkali sambil makan atau minum) sambil

menyaksikan pertunjukannya.” Sesuai dengan pengertian di atas, Cabaret Show Mirota Batik merupakan pertunjukkan berupa hiburan. Para pemainnya menyanyikan

lagu dengan cara lip-sync dan sertai menari dengan koreografi yang cukuk

menggelikan.

Gambar 2. Gambar Oyot Godhong Cabaret Show di dalam buku menu Oyot

(10)

2.2 Sejarah dan Latar Belakang Pendirian

Oyot Godhong Cabaret Show dirintis oleh Hamzah Sulaiman dan berdiri tepat

pada tanggal 6 Oktober 2007. Hamzah adalah seorang seniman yang aktif dalam seni

tari tradisional dan modern, serta seni lakon ketoprak. Berdirinya Oyot Godhong

Cabaret Show ini berawal ketika Hamzah berwisata ke Thailand dan menonton

cabaret show di sana. Cabaret Show tersebut adalah pertunjukan musik yang

ditampilkan oleh para transgender. Hamzah termasuk salah satu orang yang peduli

akan kaum transgender. Namun selain karena kepeduliannya tersebut, ia juga melihat

peluang akan suatu pertunjukkan yang diperankan oleh sosok transgender. Ketika ia

memerankan tokoh Raminten, seorang waria (transgender) yang membuka warung di

dekat pangkalan ojek, dalam acara “pengkolan” di JogjaTV, antusiasme yang ditunjukkan oleh penonton cukup tinggi. Oleh sebab itu ia berkeinginan untuk

membuat sebuah cabaret show, dengan memberdayakan kaum transgender di

Yogyakarta. Namun perlu di garis bawahi bahwa tidak keseluruhan dari pemain Oyot

(11)

Gambar 3. Sampul buku menu Oyot Godhong Café dengan Raminten sebagai gambar

dalam sampulnya

Tujuan didirikannya cabaret show ini yang pertama adalah untuk

mewujudkan keinginan untuk membuat cara seni pertunjukkan cabaret show seperti

di Thailand. Yang kedua adalah untuk memberdayakan kaum transgender, supaya

mereka tidak terlalu merasa seperti kaum minoritas. Sasaran dari acara ini adalah

semua kalangan dari masyarakat umum, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Sayangnya acara ini pernah mendapat kritik karena kostum sedikit vulgar sehingga

tidak baik apabila ditonton oleh anak-anak. Namun Oyot Godhong Cabaret Show

(12)

Gambar 4. Sosok seorang transgender dalam Oyot Godhong Cabaret Show

Perjalanan usaha cabaret show ini berkembang sangat pesat. Hal tersebut

dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan dari hari ke

hari. Tempat duduk yang disediakan untuk pengunjung pada mulanya hanya sedikit,

namun karena konsumen semakin banyak maka mereka pun harus menambah tempat

duduk. Hingga sekarang ini ruangan telah sangat penuh sehingga tidak bisa

menambahkan tempat duduk lagi. Di samping itu, Oyot Godhong Cabaret Show ini

diselenggarakan setiap hari Jumat dan Sabtu, pada saat weekend sehingga selalu

terjadi peledakan pengunjung. Pengunjung yang kehabisan tiket pun harus rela untuk

menunda menyaksikan Oyot Godhong Cabaret Show.

Oyot Godhong Cabaret Show memiliki keinginan untuk dapat menjadi salah

satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi apabila seseorang berwisata ke

Yogyakarta. Dengan demikian dapat mewujudkan grup Mirota yang dipimpin oleh

(13)

The House of Raminten untuk wisata kuliner, dan kemudian Oyot Godhong Cabaret

Show untuk wisata pertunjukkan/atraksi wisata.

2.3 Manajemen Atraksi Wisata

Oyot Godhong Cabaret Show dapat dikatakan sebagai sebuah atraksi wisata.

Hal tersebut dikarenakan pengertian dari atraksi wisata adalah sesuatu yang menarik

untuk dilihat, dirasakan, dinikmati, dan dimiliki oleh wisatawan, yang dibuat oleh

manusia dan memerlukan persiapan terlebih dahulu sebelum diperlihatkan kepada

wisatawan dan Oyot Godhong Cabaret Show telah menjadi salah satu hal yang

menarik dilihat oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dalam suatu atraksi wisata tentu diperlukan manajemen untuk dapat

melakukan persiapan, pelaksanaan, pengawasan, dan perencanaan yang baik. Oleh

sebab itu makalah ini akan membahas secara mendalam mengenai aspek-aspek

manajemen atraksi wisata yang ada di Oyot Godhong Cabaret Show. Aspek-aspek

tersebut terbagi akan 7 bagian, yaitu struktur organisasi, manajemen sumber daya

manusia, manajemen kostum, manajemen musik, manajemen make-up, manajemen

pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen produksi. Sebenarnya manajemen

kostum, musik, dan make-up termasuk di dalam manajemen produksi, namun supaya

lebih jelas dalam pemaparannya, ketiga bagian tersebut dipisah satu per satu. Berikut

(14)

2.3.1 Struktur Organisasi

Secara garis besar Oyot Godhong Cabaret Show tidak memiliki struktur

organisasi yang formal. Kepemimpinan terpusat pada pemilik, Hamzah Sulaiman

iyus endiri. Namun Hamzah memiliki kaki tangan yang sangat dipercaya, yaitu

Antonius Aris, atau yang banyak dikenal dengan Andre. Andre dapat dikatakan

sebagai manajer dari Oyot Godhong Cabaret Show. Hal tersebut dikarenakan

kepengurusan segala sie atau bagian dalam pementasan dipegang oleh Andre, mulai

dari tata kelola pemain, kostum, musik, make-up, hingga bahkan hingga pemasaran.

Apabila digambarkan dalam sebuah bagan, maka akan terlihat seperti di bawah ini.

(15)

2.3.2 Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia yang dimaksud di sini adalah pemain dalam

pementasan cabaret itu sendiri. Penanggungjawab dari manajemen sumber daya

manusia adalah Andre (Antonius Aris). Dalam satu kali pertunjukkan jumlah pemain,

atau yang familiar disebut sebagai talent di Oyot Godhong Cabaret Show, berjumlah

15 hingga 20 orang. Talent ada yang berlatar belakang mahasiswa, pelajar, pegawai,

wirausaha, tunakarya, dan lain-lain. Talent yang tampil dalam cabaret tidak tetap.

Memang ada talent yang resmi dari cabaret itu sendiri, namun cabaret terbuka

terhadap talent mana pun yang mau pentas di Oyot Godhong Cabaret Show. Dengan

datangnya talent sukarela di setiap pertunjukkan cabaret, maka talent di cabaret

tersebut dikatakan tidak tetap.

Setiap talent yang pentas akan diberi upah berdasarkan hasil penjualan tiket.

Apabila tiket yang terjual sedikit, maka talent juga hanya akan mendapatkan sedikit.

Namun jika tiket sold out, maka talent bisa memperoleh upah hingga Rp 150.000,00

setiap satu kali pertunjukkan. Dengan perkembangan Oyot Godhong Cabaret Show

(16)

Gambar 6. Para talent sedang tampil dalam suatu pertunjukkan

Talent resmi Oyot Godhong Cabaret Show pada awalnya adalah saudara dan

kerabat Hamzah yang kemudian menjadi pegawai di Mirota Batik maupun The House

of Raminten. Jumlah pegawai (termasuk talent) itu sendiri berjumlah sekitar 100

orang. Sistem kepegawaian di Oyot Godhong Cabaret Show ini lebih mengarah pada

nepotisme dalam arti positif. Hal tersebut dikarenakan oleh sistem kepegawaian

dijalankan dengan asas kekeluargaan. Dengan menggunakan sistem ini maka pegawai

(termasuk talent) akan lebih memiliki rasa kebersamaan.

Apabila menanyakan, apakah Hamzah Sulaiman itu sendiri juga melakukan

pementasan atau tidak, maka jawabannya adalah iya. Hamzah juga menjadi seorang

talent. Ia biasanya melakukan pementasan dengan membawakan lagu-lagu Jepang,

(17)

membawakan lagu secara tunggal dan sering beberapa kali ditemani oleh

penari-penari transgender.

2.3.3 Manajemen Kostum

Sama seperti manajemen sumber daya manusia, manajemen kostum ini juga

dipimpin oleh Andre, hal tersebut dikarenakan oleh pemimpinan yang terpusat,

seperti yang telah dipaparkan pada sub bab sebelumnya. Manajemen kostum ini

mengatur mengenai kostum atau busana yang digunakan saat pertunjukkan

berlangsung. Kostum-kostum tersebut ternyata sebagian besar dibuat sendiri. Oleh

pihak Oyot Godhong Cabaret Show secara keseluruhan maupun oleh para talent itu

sendiri. Membeli pakaian justru sangat jarang dilakukan karena dengan membuat

kostum sendiri, akan meringankan biaya pementasan itu sendiri.

(18)

Kostum yang dipakai pada setiap pementasan bergantung pada lagu yang

nantinya akan dibawakan. Sebagai contoh akan membawakan lagu dari Agnez

Monica, maka kostum yang digunakan akan sedikit mirip dengan pakaian yang biasa

dipakai oleh Agnez Monica ketika sedang konser. Lain pula jika membawakan lagu

Barat, maka kostum yang akan dipakai akan lebih glamour dan lebih sexy.

Kostum termasuk salah satu aspek manajemen atraksi wisata di Oyot Godhong

Cabaret Show yang cukup penting. Hal tersebut dikarenakan oleh daya tarik utama

dari Oyot Godhong Cabaret Show adalah appearance dari para talent (transgender).

Oleh karenanya, supaya mendapatkan kesan pertama yang positif dari para penonton,

kostum harus dibuat semenarik mungkin hingga dapat eye catching.

2.3.4 Manajemen Musik

Musik yang dimainkan dalam setiap pertunjukkan bermacam-macam. Ada

musik Indonesia, musik Barat, musik tradisional, musik dangdut, musik India, dan

lain sebagainya. Selain dari keinginan maupun selera dari talent itu sendiri, musik

yang dipakai biasanya mengangkat dari musik yang sedang trend. Sebagai contoh

beberapa waktu yang lalu Indonesia sedang gencar dengan Goyang Cesar, Oyot

Godhong Cabaret Show pun tidak mau kalah. Oyot Godhong Cabaret Show juga

bermaksud untuk menampilkan pertunjukkan dengan membawakan lagu dari Juwita

Bahar yang berjudul Buka Dikit Joss itu, namun dengan gerakan tarian yang khas dari

para transgender. Sehingga dapat dikatakan bahwa musik yang dibawakan adalah

(19)

Gambar 8. Tata panggung dan lightning saat pertunjukkan

Musik dibuat sebagaimana hingga dapat sepenuhnya menarik perhatian para

penonton. Oleh sebab itu musik cenderung dibuat seperti komedi supaya penonton

dapat lebih mudah menikmatinya. Meskipun musiknya ber-genre mellow namun tetap

saja ada komedinya sehingga membuat penonton tertawa melihatnya. Media yang

digunakan dalam pemutaran musik selama pertunjukkana adalah laptop. Pengoperasi

dari laptop tersebut tidak tetap, tergantung siapa (karyawan) yang sedang tidak

melakukan pementasan. Tata panggung serta lightning termasuk juga dalam bagian

ini.

2.3.5 Manejemen Make-Up

Make-up merupakan salah satu aspek manajemen atraksi wisata di Oyot

Godhong Cabaret Show yang tidak dipegang sepenuhnya oleh Andre. Kepemimpinan

memang dipegang oleh Andre, namun ia juga mempercayai seseorang yang berasal

(20)

make-up kepada para talent di Oyot Godhong Cabaret Show. Meskipun begitu, tidak

menutup kemungkinan bahwa beberapa talent dapat berdandan sendiri.

Produk-produk make-up yang digunakan ada bermacam-macam, beberapa di antaranya

adalah Ines, IT Pro, dan Max.

Gambar 9. Contoh Make-up yang dilakukan sendiri oleh para talent

2.3.6 Manajemen Pemasaran

Dalam pemasaran sebenarnya tidak ada metode khusus yang digunakan oleh

Andre, selaku pemegang manajemen pemasaran secara keseluruhan. Justru ia hanya

mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Mereka percaya bahwa cara ini sangat

berpengaruh. Terbuktu, tanpa ada metode pemasaran khusus, kumlah pengunjung

Oyot Godhong Cabaret Show selalu meningkat setiap bulan. Bahkan tak jarang

(21)

Oyot Godhong Cabaret Show tidak memiliki website khusus, akun Twitter,

Facebook, dan juga blog. Alasan pertama mengenai hal tersebut adalah manajer itu

sendiri, Andre, memiliki banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan. Sebagai manajer

utama dari Oyot Godhong Cabaret Show, maka ia harus meng-handle seluruh aspek

manajemen atraksi wisata yang ada.

Alasan yang kedua adalah pada dasarnya memang pemilik itu sendiri,

Hamzah Sulaiman, sejak bisnisnya yang dahulu ia tidak pernah membuat promosi

secara khusus. Pernah ia meminta untuk dibuatkan akun Facebook dan blog. Namun

tidak terlalu berjalan dengan baik. Akun Facebook yang dibuat hanya satu dan tidak

khusus untuk Oyot Godhong Cabaret Show, namun untuk Mirota Batik. Blog yang

dibuat juga ber-title-kan Mirota Batik. Sehingga dapat dikatakan bahwa promosi

khusus untuk Oyot Godhong Cabaret Show itu sendiri belum ada.

Hal yang unik dari pemasaran di Oyot Godhong Cabaret Show ini adalah

manajemen pemasaran tidak melakukan promosi dengan cara khusus, namun apabila

acara tersebut dicari dalam search engine di internet, maka akan muncul banyak surat

kabar online yang membahas mengenai Oyot Godhong Cabaret Show. Tidak hanya

surat kabar online, masyarakat umum pun banyak membahasnya pada akun pribadi

mereka seperti blog, Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Sehingga

kepercayaan yang diungkapkan oleh manajemen pemasaran Oyot Godhong Cabaret

Show mengenai cara dari mulut ke mulut akan berpengaruh, memang sangat terbukti

(22)

2.3.7 Manajemen Keuangan

Sama seperti 6 aspek manajemen atraksi wisata yang lainnya, manajemen

keuangan Oyot Godhong Cabaret Show dipegang oleh Andre, dengan pengawasan

Hamzah. Di dalam manajemen keuangan ini terdapat 2 bagian, yaitu pemasukan dan

pengeluaran. Pemasukan didapatkan seutuhnya dari penjualan tiket pada setiap

pertunjukkan Oyot Godhong Cabaret Show. Pemasukan yang didapatkan akan

digunakan untuk melakukan pengeluaran, yang antara lain adalah untuk membeli

make-up, membuat kostum, membeli peralatan untuk keperluan panggung, dan juga

untuk membayar para talent. Modal awal dalam pembentukan Oyot Godhong

Manajemen produksi Oyot Godhong Cabaret Show mencakup perekrutan

talent, latihan rutin, dan pementasan. Perekrutan talent dilakukan oleh Andre, selaku

manajer. Pada awalnya talent direkrut dari pegawai-pegawai Mirota Batik maupun

The House of Raminten. Siapa pun yang ingin menjadi talent maka akan langsung

diterima, kemudian mengikuti proses latihan, dan akhirnya melakukan pementasan.

(23)

serta dalam pementasan, Oyot Godhong Cabaret Show dengan senang hati akan

menerima orang-orang tersebut.

Latihan rutin dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada hari Selasa dan Rabu.

Hari-hari sebelumnya dilakukan pemilihan musik yang akan dibawakan pada

pementasan selanjutnya. Pemilihan music tersebut dapat dilakukan pada hari Minggu

atau Senin, tergantung situasi dan kondisi pada saat itu. Kemudian gladi resik

dilakukan pada hari Kamis. Pementasan itu sendiri dilakukan sebanyak 2 kali dalam

seminggu, yaitu pada hari Jumat dan Sabtu. Dimulai pada pukul 19.00 hingga pukul

20.30. Lagu yang dibawakan dalam 1 kali pementasan adalah sebanyak 20 lagu. 1

lagu berdurasi 4 hingga 5 menit. Setelah pementasan terdapat sesi foto-foto, yang

dimaksud dengan hal tersebut adalah para penonton dipersilahkan untuk berfoto

dengan para talent di belakang panggung. Para penonton yang ingin berfoto pun

harus rela untuk mengantri karena biasanya jumlah penonton yang ingin berfoto itu

(24)

Gambar 10. Pengujung berfoto bersama dengan para talent

Harga tiket yang dibutuhkan untuk dapat menyaksikan pementasan ini tidak

cukup besar, yaitu Rp 30.000,00 untuk kelas VIP dan Rp 20.000,00 untuk kelas biasa.

Perbedaan antara kedua kelas itu hanya pada letak tempat duduknya. Kelas VIP

mendapatkan tempat duduk yang dekat dengan panggung dan kelas biasa

mendapatkan tempat duduk dibelakang kelas VIP.

Oyot Godhong Cabaret Show sering melakukan pementasan berdasarkan

permintaan atau request. Permintaan-permintaan tersebut antara lain berasal dari

BCA, Dinas Pariwisata, dan beberapa kantor tertentu. Selain melakukan pementasan

di Yogyakarta, Oyot Godhong Cabaret Show juga pernah diminta untuk melakukan

pementasa di Jakarta, untuk merayakan ulang tahun suatu instansi, kemudian di Batan

(25)

2.4 Analisis SWOT 2.3.1 Strength

Strength yang dimiliki oleh pertunjukan Oyot Godhong Cabaret Show antara

lain adalah:

1. Memiliki spesialisasi dalam berkarya seni, yaitu seni tari dan musik yang

mengandung sedikit komedi, sehingga membuat seumber daya manusianya atau

talent dan manajernya lebih terfokus dan ahli dalam bidang tersebut.

2. Memiliki keunikan tersendiri, pertunjukkan yang perannya adalah menjadi

transgender ini sangat menarik minat banyak wisatawan lokal maupun

mancanegara karena jarang diselenggarakannya pertunjukan seperti ini.

3. Berfungsi ganda, yaitu selain sebagai atraksi wisata yang berperan cukup besar

dalam pariwisata Yogyakarta, juga berperan sebagai wadah berkreasi para

transgender.

4. Berada dibawah pimpinan seniman yang sudah sangat terkenal, Hamzah

Sulaiman.

2.3.2 Weakness

Di samping memiliki Oyot Godhong Cabaret Show juga terdapat beberapa

(26)

1. Tidak adanya sistem organisasi yang cukup jelas. Dengan tidak adanya sistem

organisasi yang jelas maka manajemen dari Oyot Godhong Cabaret Show akan

tidak teratur.

2. Jumlah tempat duduk yang disediakan masih sangat terbatas, melihat jumlah

peminat pertunjukan tersebut yang sangat banyak.

2.3.3 Opportunity

Opportunity dari Oyot Godhong Cabaret Show adalah antusisasme wisatawan

lokal maupun mancanegara akan kesenian unik ini semakin meningkat. Hal ini

membuat peluang berkembangnya Oyot Godhong Cabaret Show sangat besar.

2.3.4 Threat

Ancaman-ancaman akan Oyot Godhong Cabaret Show juga cukup banyak,

antara lain adalah:

1. Sistem organisasi atau manajerial yang tidak formal akan menjadikan ancaman

yang cukup serius Oyot Godhong Cabaret Show. Hal tersebut dikarenakan oleh

akan adanya ketergantungan dengan satu persona saja. Dengan begitu apabila

pemimpin yang hanya satu-satunya itu pada suatu hari tidak dapat turun ke

lapangan untuk mengurus segala sesuatunya, maka akan terjadi keributan yang

bisa diprediksikan sangat besar.

2. Kurangnya jumlah tempat duduk secara terus menerus dapat mengakibatkan

(27)

penonton akan berpresepsi bahwa tidak akan mendapatkan tiket, karena tempat

duduknya sudah habis. Dengan begitu penonton Oyot Godhong Cabaret Show

(28)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan paparan dalam bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan

bahwa manajemen atraksi wisata pada Oyot Godhong Cabaret Show masih

kurang baik. Meskipun kondisi show tersebut selalu ramai, bahkan selalu sold

out tiketnya, namun manajemen yang terstruktur dan terbagi-bagi

tanggungjawabnya akan membuat lebih mudah pengelolaan Oyot Godhong

Cabaret Show. Selain itu juga dapat meringankan beban satu-satunya manajer

yang ada, Andre. Kemudian juga apabila suatu ketika Andre berhalangan untuk

hadir dalam Oyot Godhong sehingga tidak bisa mengurus segala keperluan talent

maka tentu akan terjadi kekacauan.

3.2 Saran

Supaya dalam pengelolaan Oyot Godhong Cabaret Show dapat berjalan

lebih baik lagi, disarankan untuk membuat struktur organisasi yang lebih formal.

Sehingga kepemimpinan pada setiap aspek manajemen atraksi wisata tidak

hanya terpusat pada satu orang saja, namun terbagi menjadi beberapa orang.

Akan lebih baik jika setiap aspek memiliki satu orang yang bertanggungjawab

(29)

tanggungjawab yang dipikulnya. Sebagai gambaran, dapat dilihat pada bagan di

bawah ini.

Pada setiap bagan dari aspek manajemen yang dipegang oleh Andre (Antonius

Aris) terdapat garis putuh-putus (---). Garis tersebut penulis tandakan

sebagai kolom yang harus ditulis. Kolom tersebut seharusnya ditulis dengan sebuah

nama, yang nantinya akan memegang tanggungjawab sepenuhnya pada setiap

manajemen yang semula dipegang seutuhnya oleh Andre. Dengan begitu maka

(30)

Andre saja melainkan terbagi-bagi dengan baik. Dengan memiliki struktur organisasi

seperti itu maka diharapkan manajemen atrakasi wisata Oyot Godhong Cabaret Show

dapat menjadi lebih tertata dan pengelolaan dapat lebih mudah dilakukan.

Narasumber : Antonius Aris

Gambar

Gambar 1. Mirota Batik Malioboro
Gambar 2. Gambar Oyot Godhong Cabaret Show di dalam buku menu Oyot
Gambar 3. Sampul buku menu Oyot Godhong Café dengan Raminten sebagai gambar
Gambar 4. Sosok seorang transgender dalam Oyot Godhong Cabaret Show
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabri Tayib, (Kepala MTs Nurul Falah), wawancara tanggal, 10 September 2009.. organisasi, maka segala sesuatu yang akan dilaksanakan tidak akan teratur dan tidak ada yang

Dari definisi tersebut, maka dapat dikatakan Manajemen Resiko dalam sebuah organisasi adalah organisasi yang dapat menerapkan metode pengendalian resiko apapun

Maka dari itu organisasi atau lembaga dalam mengendalikan kegiatan-kegiatannya yang tidak dapat dipisahkan tersebut hendaknya menerapkan sistem manajemen mutu. Dengan

e. Adanya rencana yang jelas dalam pola / tata organisasi.. DASAR-DASAR MANAJEMEN 47 PENDIDIKAN ALIH GOLONGAN DARI BINTARA KE PERWIRA POLRI c. Pengawasan terhadap hal-hal yang

Dari definisi tersebut, maka dapat dikatakan Manajemen Risiko dalam sebuah organisasi adalah organisasi yang dapat menerapkan metode pengendalian risiko apapun

Suatu organisasi institusi, apabila tidak memiliki pengaturan prosedur yang jelas akan berdampak buruk pada perkembangan organisasinya. Hal tersebut disebabkan

Banyak organisasi yang belum memiliki struktur organisasi yang jelas, sehingga pembagian tugas dalam suatu perusahaan tidak teratur dan tidak dapat menjalankan tugasnya

Tidak adanya dukungan dari manajemen puncak terhadap sistem informasi manajemen yang ada, maka dapat dipastikan sistem informasi dalam organisasi tersebut tidak