• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi Perpajakan untuk Biaya dan Kom

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Akuntansi Perpajakan untuk Biaya dan Kom"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Akuntansi Perpajakan untuk

Klasifikasi Biaya dan Kompensasi

Kerugian

Kelas A

Kelompok 5:

1.

Sarah Octavia 115030400111088

2.

Agung Wibawa

115030407111027

(2)

Biaya Menurut Para Ahli

Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan

atau digunakan dalam rangka memperoleh

penghasilan atau revenue yang akan dipakai

sebagai pengurang penghasilan.

Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan

atau digunakan dalam rangka memperoleh

penghasilan atau revenue yang akan dipakai

sebagai pengurang penghasilan.

Supriyo no

(2000;1

6)

Supriyo no

(2000;1

6)

Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang

dikorbankan untuk barang atau jasa yang

diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau

di masa mendatang bagi organisasi.

Henry Simamor

a

(3)

3 Pendekatan dalam

Pembebanan Biaya

Sebab akibat (kausalitas)

1.

Alokasi sistematis dan rasional

Alokasi sistematis dan rasional

2.

2.

Pengakuan segera

Pengakuan segera

3.

(4)

Alokasi sistemati

s dan rasional

Alokasi sistemati

s dan rasional

Pengakua n segera

Pengakua n segera

Pendekatan sebab akibat ini mengaitkan biaya ini

secara langsung dengan pengasilan. Pengakuan

biaya sebagai beban dalam periode diakuinya

penghasilan.

Sebab

akibat

(kausalitas )

Contoh:

Persediaan sebagai penyebab dari hasil

penjualan (penghasilan pada masa

mendatang, diakui sebagai biaya alokasi

(5)

Pendekatan ini tidak mengaitkan secara langsung

biaya dengan penghasilan, tetapi biaya

dialokasikan secara sistematis dan rasional dengan

penghasilan atas dasar masa manfaat.

Pendekatan ini tidak mengaitkan secara langsung

biaya dengan penghasilan, tetapi biaya

dialokasikan secara sistematis dan rasional dengan

penghasilan atas dasar masa manfaat.

Sebab

Pada aset tetap, alokasi biaya pada tahun tersebut sebagai pengurang terhadap penghasilan atau dilakukan penundaan atau

dikurangkan dengan penghasilan di masa mendatang melalui alokasi penyusutan dan

amortisasi.

Contoh:

Pada aset tetap, alokasi biaya pada tahun tersebut sebagai pengurang terhadap penghasilan atau dilakukan penundaan atau

dikurangkan dengan penghasilan di masa mendatang melalui alokasi penyusutan dan

(6)

Pendekatan pengakuan segera yaitu terhadap

biaya yang dapat dikaitkan dengan penghasilan

melalui pendekatan kesatu atau pendekatan

kedua akan dibebankan segera terhadap

penghasilan pada tahun pengeluaran.

Pendekatan pengakuan segera yaitu terhadap

biaya yang dapat dikaitkan dengan penghasilan

melalui pendekatan kesatu atau pendekatan

kedua akan dibebankan segera terhadap

penghasilan pada tahun pengeluaran.

Sebab akibat (kausalita

s)

Alokasi sistemati

s dan rasional

Alokasi sistemati

s dan rasional

Pengaku an segera

Pengaku an segera

Contoh:

Biaya pendirian

Biaya emisi

Contoh:

Biaya pendirian

(7)

Untuk tujuan perpajakan, yaitu atas dasar pertimbangan

penerimaan dan pengaruh sosial ekonomi, tidak seluruh

biaya dapat dikurangkan terhadap penghasilan.

Sehingga apabila dibandingkan komponen biaya

menurut akuntansi komersial dapat dikoreksi yang

(8)

Beban yang dapat

dikurangkan dari penghasilan

bruto bagi WPDN dan BUT

dibagi dalam 2 golongan:

Beban atau biaya yang mempunyai masa

manfaat tidak lebih dari satu tahun.

Beban atau biaya yang mempunyai masa

manfaat tidak lebih dari satu tahun.

1.

1.

Beban atau biaya yang mempunyai

masa manfaat lebih dari satu tahun.

Beban atau biaya yang mempunyai

masa manfaat lebih dari satu tahun.

2.

(9)

Selain itu, pengeluaran yang

dilakukan oleh WP dibedakan

menjadi:

Pengeluaran yang dapat dibebankan sebagai

biaya

(deductible expenses)

.

Pengeluaran yang dapat dibebankan sebagai

biaya

(deductible expenses)

.

1.

1.

Pengeluaran yang tidak dapat dibebankan

menjadi biaya

(nondeductible expenses)

.

Pengeluaran yang tidak dapat dibebankan

menjadi biaya

(nondeductible expenses)

.

2.

(10)

a) Biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain:

1. Biaya pembelian bahan;

2. Biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji,

honorarium, bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang;

3. Bunga, sewa, dan royalti; 4. Biaya perjalanan;

5. Biaya pengolahan limbah; 6. Premi asuransi;

7. Biaya promosi dan penjualan (diatur PMK);

8. Biaya administrasi; dan

9. Pajak kecuali Pajak Penghasilan;

a) Biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain:

1. Biaya pembelian bahan;

2. Biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji,

honorarium, bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang;

3. Bunga, sewa, dan royalti; 4. Biaya perjalanan;

5. Biaya pengolahan limbah; 6. Premi asuransi;

7. Biaya promosi dan penjualan (diatur PMK);

8. Biaya administrasi; dan

9. Pajak kecuali Pajak Penghasilan;

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pasal 6 UU Nomor 36 Tahun 2008

tentang PPh

(11)

b) Penyusutan atas pengeluaran untuk

memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A;

c) Iuran kepada dana pensiun yang

pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan;

d) Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk

mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan;

e) Kerugian selisih kurs mata uang asing;

b) Penyusutan atas pengeluaran untuk

memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A;

c) Iuran kepada dana pensiun yang

pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan;

d) Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk

mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan;

e) Kerugian selisih kurs mata uang asing;

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pasal 6 UU Nomor 36 Tahun 2008

tentang PPh

(12)

f) Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia; g) Biaya beasiswa, magang, dan pelatihan;

h) Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih (dengan syarat);

i) Sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

j) Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

f) Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia; g) Biaya beasiswa, magang, dan pelatihan;

h) Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih (dengan syarat);

i) Sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

j) Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pasal 6 UU Nomor 36 Tahun 2008

tentang PPh

(13)

k) Biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan

Pemerintah;

l) Sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; dan

m) Sumbangan dalam rangka pembinaan

olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

k) Biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan

Pemerintah;

l) Sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; dan

m) Sumbangan dalam rangka pembinaan

olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pengeluaran yang dapat dibebankan

sebagai biaya

(deductible expenses)

Pasal 6 UU Nomor 36 Tahun 2008

tentang PPh

(14)

Biaya yang tidak dapat dikurangkan Biaya yang tidak dapat dikurangkan bentuk apapun seperti dividen;

2) Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

3) Pembentukan atau pemupukan dana cadangan (kecuali yang diatur PMK);

4) Premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi;

1) Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen;

2) Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

3) Pembentukan atau pemupukan dana cadangan (kecuali yang diatur PMK);

4) Premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi;

Pasal 9 UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh

(15)

Biaya yang tidak dapat dikurangkan Biaya yang tidak dapat dikurangkan

5) Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan;

6) Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan;

7) Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b;

8) Pajak Penghasilan;

5) Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan;

6) Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan;

7) Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b;

8) Pajak Penghasilan;

Pasal 9 UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh

(16)

Biaya yang tidak dapat dikurangkan Biaya yang tidak dapat dikurangkan

9) biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya;

10)gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan

komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham;

11)sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan;

9) biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya;

10)gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan

komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham;

11)sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan;

Pasal 9 UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh

(17)

Klasifikasi Biaya Sesuai Aturan

Pelaksanaan UU Perpajakan

Besarnya premi yang dibayarkan oleh perusahaan dapat dibebankan

dan bagi karyawan sebagai penghasilan sebagai objek PPh

pasal 21

Besarnya premi yang dibayarkan oleh perusahaan dapat dibebankan

dan bagi karyawan sebagai penghasilan sebagai objek PPh

pasal 21

JKK dan JKM JKK dan JKM

Besarnya premi yang dibayar perusahaan dapat dibebankan

sebagai biaya/pengurang penghasilan bruto dan bagi karyawan bukan merupakan objek

PPh pasal 21

Besarnya premi yang dibayar perusahaan dapat dibebankan

sebagai biaya/pengurang penghasilan bruto dan bagi karyawan bukan merupakan objek

PPh pasal 21

JHT

Biaya pengobatan karyawan yang dibayar perusahaan langung ke rumah sakit atau dokter dan apotek, pembayaran tersebut sebagai pemberian kenikmatan sehingga tidak boleh dibiayakan dan bukan

objek PPh pasal 21 bagi penerimanya.

Biaya pengobatan karyawan yang dibayar perusahaan langung ke rumah sakit atau dokter dan apotek, pembayaran tersebut sebagai pemberian kenikmatan sehingga tidak boleh dibiayakan dan bukan

objek PPh pasal 21 bagi penerimanya.

Biaya penggantian pengobatan, pemberian tunjangan pengobatan, uang pengobatan, sebagai biaya yang dapat

dikurangkan terhadap penghasilan bruto dan objek pasal 21

Biaya penggantian pengobatan, pemberian tunjangan pengobatan, uang pengobatan, sebagai biaya yang dapat

(18)

Biaya perumahan atau sewa tidak boleh untuk dibebankan tetapi dikecualikan apabila karawan yang

bersangkutan diberi tunjangan sewa rumah.

Biaya perumahan atau sewa tidak boleh untuk dibebankan tetapi dikecualikan apabila karawan yang

bersangkutan diberi tunjangan sewa rumah.

Biaya ini dianggap sebagai kenikmatan karyawan, sehingga tidak boleh dibebankan dan bukan objek PPh

pasal 21.

Biaya ini dianggap sebagai kenikmatan karyawan, sehingga tidak boleh dibebankan dan bukan objek PPh

pasal 21.

Klasifikasi Biaya Sesuai Aturan

Pelaksanaan UU Perpajakan

Biaya

Telepon selular yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk pegawai tertentu karena jabatannya pembebanan

biaya yang diperkenankan adalah biaya penyusutan sebesar 50% dan untuk biaya pulsa, pembebanannya

diperkenankan juga 50%

Telepon selular yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk pegawai tertentu karena jabatannya pembebanan

biaya yang diperkenankan adalah biaya penyusutan sebesar 50% dan untuk biaya pulsa, pembebanannya

diperkenankan juga 50%

(19)

Pemberian natura atau kenikmatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan dapat

dibebankan dan bukan merupakan objek PPh pasal 21.

Pemberian natura atau kenikmatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan dapat

dibebankan dan bukan merupakan objek PPh pasal 21.

Klasifikasi Biaya Sesuai Aturan

Pelaksanaan UU Perpajakan

Biaya kendaraan dinas sebagai kendaraan operasional dan tidak dibawa pulang, segala biaya yang

melekat pada kendaraan seperti penyusutan, pemeliharaan, dan

lain-lain boleh dibebankan ke perusahaan.

Biaya kendaraan dinas sebagai kendaraan operasional dan tidak dibawa pulang, segala biaya yang

melekat pada kendaraan seperti penyusutan, pemeliharaan, dan

lain-lain boleh dibebankan ke perusahaan.

Kendaraan bus dan sejenisnya untuk antar-jemput karyawan

boleh dibebankan ke perusahaan.

Kendaraan bus dan sejenisnya untuk antar-jemput karyawan

boleh dibebankan ke perusahaan.

Kendaraan termasuk sedan yang digunakan karyawan tertentu karena

jabatannya dan dibawa pulang, pembebanannya diperkenankan hanya

sebesar 50%

Kendaraan termasuk sedan yang digunakan karyawan tertentu karena

jabatannya dan dibawa pulang, pembebanannya diperkenankan hanya

sebesar 50%

(20)

Sebagaimana tercantum dalam:

a. Pasal 3 PP No. 138 Tahun 2000 tentang Pajak Masukan; b. Pasal 4 PP No. 138 Tahun 2000 tentang pengeluaran dan biaya yang tidak boleh dikurangkan dalam menghitung besarnya PKP;

c. SE-27/PJ.22/1986 tentang biaya entertainment, representasi, jamuan tamu, dan sejenisnya.

Sebagaimana tercantum dalam:

a. Pasal 3 PP No. 138 Tahun 2000 tentang Pajak Masukan; b. Pasal 4 PP No. 138 Tahun 2000 tentang pengeluaran dan biaya yang tidak boleh dikurangkan dalam menghitung besarnya PKP;

c. SE-27/PJ.22/1986 tentang biaya entertainment, representasi, jamuan tamu, dan sejenisnya.

PDRD dapat dibebankan sebagai biaya dalam menghitung penghasilan kena pajak sepanjang memenuhi syarat dan memenuhi ketentuan UU No 34

Tahun 2000 tentang PDRD

PDRD dapat dibebankan sebagai biaya dalam menghitung penghasilan kena pajak sepanjang memenuhi syarat dan memenuhi ketentuan UU No 34

Tahun 2000 tentang PDRD

PDR D PDR

D

Klasifikasi Biaya Sesuai Aturan

Pelaksanaan UU Perpajakan

Dan Lain Lain

(21)

Kerugian Fiskal

Yang dimaksud dengan kerugian fiskal adalah kerugian fiskal berdasarkan ketetapan pajak yang telah diterbitkan Direktur Jenderal Pajak serta kerugian fiskal berdasarkan SPT Tahunan PPh

Wajib Pajak (self assesment) dalam hal tidak ada atau belum diterbitkan ketetapan pajak oleh Direktur Jenderal Pajak.

Kerugian fiskal dari hasil yang bersumber dari luar negeri hanya dapat dikompensasi dengan penghasilan dari sumber

yang sama di luar negeri.

Kerugian fiskal dari hasil yang bersumber dari luar negeri hanya dapat dikompensasi dengan penghasilan dari sumber

yang sama di luar negeri.

Kerugian fiskal dari penghasilan yang dikenai PPh Final atau penghasilan yang bukan merupakan objek pajak tidak dapat

dikompensasi dengan hasil lainnya yang dikenai pajak berdasarkan ketentuan umum dalam Undang-undang Pajak

Penghasilan.

Kerugian fiskal dari penghasilan yang dikenai PPh Final atau penghasilan yang bukan merupakan objek pajak tidak dapat

dikompensasi dengan hasil lainnya yang dikenai pajak berdasarkan ketentuan umum dalam Undang-undang Pajak

(22)

Kompensasi Kerugian

(Carrying Loss)

Kerugian yang didapatkan dalam satu tahun pajak yang dapat digunakan untuk menutupi keuntungan pada tahun-tahun berikutnya sehingga pada tahun-tahun-tahun-tahun tersebut PPh

nya menjadi lebih kecil atau tidak terutang sama sekali.

Kerugian yang didapatkan dalam satu tahun pajak yang dapat digunakan untuk menutupi keuntungan pada tahun-tahun berikutnya sehingga pada tahun-tahun-tahun-tahun tersebut PPh

nya menjadi lebih kecil atau tidak terutang sama sekali.

Definis i Definis

(23)

a. Istilah kerugian merujuk kepada kerugian fiskal bukan

kerugian komersial.

b. Kompensasi kerugian hanya diperkenankan selama 5 tahun ke depan secara berturut-turut.

c. Kompensasi kerugian hanya untuk Wajib Pajak, baik badan maupun OP yang melakukan kegiatan usaha yang penghasilannya tidak dikenakan PPh Final dan perhitungan PPh nya tidak menggunakan norma penghitungan.

d. Kerugian usaha di luar negeri tidak bisa

dikompensasikan dengan penghasilan dari dalam negeri.

a. Istilah kerugian merujuk kepada kerugian fiskal bukan

kerugian komersial.

b. Kompensasi kerugian hanya diperkenankan selama 5 tahun ke depan secara berturut-turut.

c. Kompensasi kerugian hanya untuk Wajib Pajak, baik badan maupun OP yang melakukan kegiatan usaha yang penghasilannya tidak dikenakan PPh Final dan perhitungan PPh nya tidak menggunakan norma penghitungan.

d. Kerugian usaha di luar negeri tidak bisa

dikompensasikan dengan penghasilan dari dalam negeri.

Poin Pentin

g Poin Pentin

g

Kompensasi Kerugian

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Kerusakan Jalan dan data Kerusakan Drainase. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari peneltian dan sumber yang sudah ada. Dalam studi ini terdapat 3 data

Menurut Peratutan Menteri Permentan (Permentan) No. 82 tahun 2013 pengertian dari kelompok tani atau yang bisa disebut poktan adalah kumpulan

Asuhan kebidanan bayi Ny.”CK” dengan hipotermia dilakukan pengkajian data subjektif yaitu identitas bayi dan orangtua, keluhan utama ibu mengatakan bayinya sudah

Dengan adanya transportasi laut (pelabuhan internasional) dan dibukanya jalur darat menuju Selatpanjang, serta ditingkatkannya potensi pariwisata di daerah ini

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan

Sistem proteksi disebut juga sebagai alat pengaman adalah suatu alat yang berfungsi melindungi atau mengamankan suatu sistem penyaluran tenaga listrik dengan

d) Pegawai KKP harus menghindari diri dari tindakan pribadi yang diuntungkan oleh “inside information” atau informasi orang dalam yang diperolehnya dari

Startegi bisnis SI adalah strategi yang menjelaskan bagaimana sistem dan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung setiap kegiatan bisnis perusahaan yang