PERAN PERKEMBANGAN HUKUM INTERNASIONAL. docx

20 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

INTERNASIONAL

KELOMOK III

SULKIFLI 15501010064

YONGGI 15501010048

RIKMON 1550101010049

SYAHRIL 15501010068

ANA MARITO 15501010070

AJI NURUL 15501010042

SALMIA 15501010057

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kamiucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas Berkat dan Rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang diamanatkan kepada kami dengan judul Repsentasi Peran Perkembangan Hukum Internasional dan Makalah ini diajukan guna memenuhi Tugas Kuliah Hukum Internasional.

Makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya, dan Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat mambangun sangat kami harapkan Sehingga sempurnanya Makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu bagi kita semua.

TARAKAN, 5 OKTEBER 2017

TIM PENYUSUN

(3)

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

I.I LATAR BELAKANG...1

I.II RUMUSAN MASALAH...2

I.III TUJUAN DAN MANFAAT...2

BAB II...3

PEMBAHASAN...3

II.I HAKIKAT HUKUM INTERNASIONAL...3

II.II SUMBER HUKUM INTERNASIONAL...4

II.III PERAN HI TERHADAP KETERTIBAN DUNIA...5

BAB III...14

PENUTUP...14

III.I Kesimpulan...14

III.II Saran...15

(4)

BAB I

PENDAHULUAN I.I LATAR BELAKANG

Persoalan mengenai hukum internasional selalu memberikan kesan yang menarik untuk di bahas.Topik ini senantiasa memberikan daya tarik yang tinggi pada setiap orang. Secara teori hukum internasional mengacu pada peraturan-peraturan dan norma-norma yang mengatur tindakan Negara-negara dan kesatuan lain yang pada suatu saat akan diakui mempunyai kepribadian internasional, seperti misalnya organisasi internasional dan individu, dalam hal hubungan satu dengan yang lainnya.

Negara-negara perlu hidup bersama-sama. Hukum internasional disusun dan lahir karena kebutuhan dan dirancang untuk mencapai ketertiban dan perdamaian dunia. Suatu sistem yang bertujuan untuk men-cap suatu negara sebagai “bersalah” dan negara lain sebagai “tidak bersalah” dan partisiapasi utama dari sistem hukum internasional yaitu negara-negara yang semuanya diperlakukan sebagai pemilik kedaulatan yang sama.Hubungan-hubungan internasional yang diadakan antar negara tidak selamanya terjalin dengan baik.Seringkali hubungan itu menimbulkan sengketa di antara mereka.Sengketa dapat bermula dari berbagai sumber potensi sengketa.Sumber potensi sengketa antar negara dapat berupa perbatasan, sumber daya alam, kerusakan lingkungan, perdagangan, dll.Manakala hal demikian itu terjadi, hukum internasional memainkan peranan yang tidak kecil dalam penyelesaiannya.

(5)

yang cukup penting di masyarakat internasional sejak awal abad ke- 20. Upaya-upaya ini ditujukan untuk menciptakan hubungan-hubungan antara negara yang lebih baik berdasarkan prinsip perdamaian dan keamanan internasional Hal itulah yang sangat menarik untuk kita amati, bagaimana peranan yang seharusnya dilakukan oleh hukum internasional dalam menegakkan keadilan demi tercapainya perdamaian dunia.

I.II RUMUSAN MASALAH

a. Apa itu hukum internasional?

b. Bagaimana perkembangan hukum internasional saat ini?

c. Bagaimana peran hukum internasional terhadap perdamaian dunia?

I.III TUJUAN DAN MANFAAT

a. Mengetahui Sistem Apa itu hukum internasional?

b. Mengetahui perkembangan hukum internasional saat ini ?

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

II.IHAKIKAT HUKUM INTERNASIONAL

Pada umumnya hukum internasional diartikan sebagai himpunan peraturan-peraturan dan ketetntuan-ketentuan yang mengikat serta mengatur hubungan antara negara-negara dan subjek-subjek hukum lainnya dalam kehidupan masyarakat internasional. Definisi hukum internasional yang diberikan oleh para pakar-pakar hukum terkenal di masa lalu seperti oppenheim dan brierly, terbatas pada negara sebagi satu-satunya pelaku hukum dan tidak memasukkan subjek hukum lainnya.

Namun dengan perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi pada paruh kedua abad 20 dan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional, kelompok-kelompok supranasional, dan gerakan-pembebasan pembebasan nasional. Bahkan, dalam hal tertentu, hukum internasional juga diberlakukan terhadap individu-individu dalam hubungannya dengan negara-negara.

Sedangkan menurut pendapat Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H. Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah – kaidah dan asas – asas hukum dan mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas – batas negara yaitu hubungan internasional yang tidak bersifat perdata.

(7)

a. Kaidah-kaidah hukum yang berkaitan dengan berfungsinya lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi internasional, hubungan-hubungan antara mereka satu sama lain, dan hubungan mereka dengan negara-negara dan individu-individu.

b. Kaidah-kaidah hukum tertentu yang berkaitan dengan individu-individu dan badan-badan non-negara sejauh hak-hak dan kewajiban individu dan badan-badan non-negara tersebut penting bagi masyarakat internasional.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional atau merupakan keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara negara dengan Negara serta negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.

II.II SUMBER HUKUM INTERNASIONAL

Pada dasarnya, sumber hukum terbagi menjadi dua, yaitu: sumber hukum dalam arti materiil dan sumber hukum dalam arti formal. Sumber hukum dalam arti materiil adalah sumber hukum yang membahas materi dasar yang menjadi substansi dari pembuatan hukum itu sendiri.

Sumber hukum dalam arti formal adalah sumber hukum yang membahas bentuk atau wujud nyata dari hukum itu sendiri. Dalam bentuk atau wujud apa sajakah hukum itu tampak dan berlaku. Dalam bentuk atau wujud inilah dapat ditemukan hukum yang mengatur suatu masalah tertentu.

Sumber hukum internasional dapat diartikan sebagai:

a. Dasar kekuatan mengikatnya hukum internasional;

(8)

c. Tempat diketemukannya ketentuan-ketentuan hukum internasional yang dapat diterapkan pada suatu persoalan konkrit.

Menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional, sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara, adalah:

a. Perjanjian internasional (international conventions), baik yang bersifat umum, maupun khusus;

b. Kebiasaan internasional (international custom);

c. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negara-negara beradab.

d. Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya, yang merupakan sumber hukum internasional tambahan.

II.IIIPERAN HI TERHADAP KETERTIBAN DUNIA

Pada dasarnya peran hukum internasional lebih banyak tertuju pada cara-cara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam ruang lingkup internasional.Hubungan-hubungan internasional yang diadakan antar negara tidak selamanya terjalin dengan baik.Seringkali hubungan itu menimbulkan sengketa di antara mereka.Sengketa dapat bermula dari berbagai sumber potensi sengketa.Sumber potensi sengketa antar negara dapat berupa perbatasan, sumber daya alam, kerusakan lingkungan, perdagangan, dll.Manakala hal demikian itu terjadi, hukum internasional memainkan peranan, yang tidak kecil dalam penyelesaiannya.

(9)

Dewasa ini ada beberapa peran yang hukum internasional dapat mainkan dalam menyelesaikan sengketa:

1. Pada prinsipnya hukum internasional berupaya agar hubungan-hubungan antar negara terjalin dengan persahabatan (friendly relations among States) dan tidak mengharapkan adanya persengketaan

2. Hukum internasional memberikan aturan-aturan pokok kepada negara-negara yang bersengketa untuk menyelesaikan sengketanya.

3. Hukum internasional memberikan pilihan-pilihan yang bebas kepada para pihak tentang cara-cara, prosedur atau upaya yang seyogyanya ditempuh untuk menyelesaikan sengketanya.

4. Hukum internasional modern semata-mata hanya menganjurkan cara penyelesaian secara damai; apakah sengketa itu sifatnya antar negara atau antar negara dengan subyek hukum internasional lainnya. Hukum internasional tidak menganjurkan sama sekali cara kekerasan atau peperangan.

Perang telah digunakan negara-negara untuk memaksakan hak-hak dan pemahaman mereka mengenai aturan-aturan hukum internasional.Perang bahkan telah telah pula dijadikan sebagai salah satu wujud dari tindakan negara yang berdaulat.Bahkan para sarjana masih menyadari adanya praktek negara yang masih menggunakan kekerasan atau perang untuk menyelesaikan sengketa dewasa ini. Sebaliknya, cara damai belum dipandang sebagai aturan yang dipatuhi dalam kehidupan atau hubungan antar negara. Pada umumnya metode penyelesaian sengketa internasional digolongkan dalam dua kategori yaitu :

A. PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL SECARA PERDAMAIAN A. NEGOSIASI

(10)

atau menarik perhatian publik. Alasan utamanya adalah karena dengan cara ini, para pihak dapat mengawasi prosedur penyelesaian sengketanya dan setiap penyelesaiannya didasarkan pada kesepakatan atau konsensus para pihakNegosiasi dapat dilangsungkan melalui saluran-saluran diplomatik pada konperensi-konperensi internasional atau dalam suatu lembaga atau organisasi internasional.

B. PENCARIAN FAKTA (FACT FINDING)

Metode penyelesaian sengketa ini digunakan untuk mencapai penyelesaian sebuah sengketa dengan cara mendirikan sebuah komisi atau badan untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang bersifat internasional, yang relevan dengan permasalahan.

Tujuan dari pencari fakta (Fact Finding) yang paling utama adalah memberikan laporan kepada para pihak mengenai fakta yang ada.Sedangkan tujuan lain dari penyelesaian sengketa internasional dengan cara pencari fakta yaitu :

1. Membetuk suatu dasar bagi penyelesaian semgketa antar dua negara 2. Mengawasi pelaksanaan suatu perjanijian internasional.

3. Memberikan informasi guna membuat putusan ditingkat internasional

C. GOOD OFFICES (JASA-JASA BAIK)

Jasa-jasa baik adalah suatu cara penyelesaian sengketa melalui pihak bantuan pihak yang ketiga. Pihak ketiga ini berupaya agar para pihak menyelesaikan sengketanya dengan negoisasi. Fungsi dari jasa-jasa baik yang paling utama adalah memperemukan para pihak agar mereka mau bertemu, duduk bersama dan bernegoisasi atau dikenal dengan nama fasilisator.

(11)

D. MEDIASI

Yang menjadi pihak ketiga ini organisasi internasional, negara ataupun individu. Pihak ketiga ini dalam sengketa ini dinamakan mediator. Biasanya ia dengan kapasitasnya sebagai pihak yang netral berupa mendamaikan para pihak dengan memberikan saran penyelesaian sengketa

Fungsi utamanya adalah mencari solusi (penyelesaian) mengidentifikasi, hal-hal yang dapat disepakati para pihak serta membuat usulan-usulan yang dapat mengakhiri sengketa, informal, dan bersifat aktif. Dalam proses negoisasi sesuai dengan pasal 3 dan 4 haque convention on the pacific settlement of disputes yang menyatakan bahwa usulan-usulan yang diberikan mediator janganlah dianggap sebagai suatu tindakan yang bersahabat terhadap suatu pihak (yang merasa merugikan).

E. KONSILIASI

Konsiliasi adalah cara penyelesaian sengketa yang sifatnya lebih formal dibandingkan mediasi. Biasanya konsiliasi ini berbentuk badan konsiliasi yang dibentuk oleh para pihak melalui perjanjian.Komisi ini berfungsi untuk menetapkan persyaratan-persyaratan penyelesaian yang diterima oleh para pihak, sehingga lebih formal atau luas karena ada aturan dan ada lembaga atau lembaganya.

. Para pihak mendengarkan keterangan lisan para pihak dan dapat diwakkili oleh kuasanya.Hasil fakta-fakta yang diperoleh konsilator (sebutan dari konsiliasi) menyerahkan laporannya kepada para pihak dengan kesimpulan dan usulan-usulannya, dan putusannya tidak mengikat karena diterima atau tidaknya usulan tersebut tergantung sepenuhnya kepada para pihak.

F. ARBITRASI

(12)

cukup tua tetapi sejarah baru mencatatat pada tahun 1797, pada kasus jay treaty antara inggris dan amerika. Yang mengatur joint mixed commission. Yang menyesaikan sengketa beberapa peerselisihan tertentu yang tidak dapat diselesaikan selama perundingan di traktat tersebut.suatu langkah penting telah diambil dalam pada tahun 1899 ketika konferensi the haque tidak hanya mengkodifikasi hukum arbitatrase tetapi menjadikan landasan bagi pembentukan permanent court arbitration.

Lembaga PCA tidak bersifat “tetap” pun bukan sebuah pengadilan. Permanent court of arbitration sendiri tidak memiliki yurisdiksi yang spesifik. Sehingga hanya 20 kasus yang ditangani abtara lain muscat dhowe case 1905 antara inggris dan perancis danNorth Atlantic Coast fisheries case 1910 antar inggris dan amerika serikat. Meskipun ada kekurangan yang nyata menurut Hakim Manly O. Hudson, permanent court arbitration merupakan suatu metode dan suatu prosedur.Arbitrasi pada haikaknnya adalah suatu prosedur konsensus, artinya negara-negara tidak dapat dipaksa untuk dibawa dimuka arbitrase kecuali mereka setuju untuk melakukan hal tersebut.

Pada tahun 1966 bank dunia mendirikan badan ICSID (international Centre for the Settlement of Investment Disputes).Terbentuknya Konvensi adalah sebagai akibat dari situasi perekonomian dunia pada waktu1950-1960-an yaitu Khususnya dikala beberapa negara berkembang menasionalisasi atau mengekspropriasi perusahaan-perusahaan asing yang berada di dalam wilayahnya.

Di antara kasus-kasus nasionalisasi yang langsung mempengaruhi dan menggerakkan Bank Dunia membentuk Konvensi ini adalah kasus nasionalisasi perusahaan-perusahaan Perancis di Tunisia.Kasus ini bermula dengan tindakan DPR Tunisia (the Tunisian National Assembly) yang mengeluarkan UU Nasionalisasi tanahtanah milik orang asing (khususnya Perancis) pada tanggal 10 Mei 1964.

(13)

1993, 105 negara telah menjadi anggota pada konvensi ini.ICSID dikelola oleh suatu administrative Council (Dewan Administratif).Setiap negara peserta konvensi memiliki seorang wakil dan memiliki satu suara.Dewan ini memiliki ketua ex officio, yaitu Presiden Bank Dunia.Badan utama struktur organisasi ICSID adalah Secretary General (Sekjen).Ia berfungsi sebagai registrar (pendaftar atau panitera). ICSID menyimpan daftar nama untuk dicantumkan ke dalam suatu panel arbitrase atau konsiliasi. Setiap negara peserta konvensi dapat menunjuk 4 orang arbitrator atau konsiliator ke dalam masing-masing daftar panel tersebut.Mereka dapat warganegaranya atau orang asing.Ketua Dewan Admintratif dapat menunjuk 10 orang pada masing-masing panel.

Contoh lain dalam sengketa di ICSID ini adalah sengketa antara KPC dan pemerintah Kaltim, Pemprov Kaltim telah mencabut gugatan sengketa divestasi melalui ICSID pada 2008 saat era Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh. Dampak pencabutan itu, Pemprov Kaltim bakal menerima kompensasi senilai Rp 285 miliar, tetapi hingga kini belum dibayar KPC.

G. PENYELESAIAN YUDISIAL.

Penyelesaiaan yudisial berarti suatu penyelesaian yang dihasilkan melalui suatu yang penagdilan internasional yang dibentuk sebagaimana mestinya, dengan memberlakukan kaidah-kaidah hukum. Salah satunya “organ umum” untuk penyelesaian yudisial yang saat ini tersedia dalam masyarakat inetrnasional adalah International Court of justice di the Haque yang menggantikan dan melanjutkan kontinuitas Permanent Court of International Justice. Pengukuhan lembaga ini dilaksanakan pada tanggal 18 april 1946 oleh dewan majelis PBB.

(14)

berasal dari Negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB seperti Cina, Rusia, Amerika serikat, Inggris dan Prancis.

Fungsi Mahkamah Internasional Adalah menyelesaikan kasus-kasus persengketaan internasional yang subyeknya adalah Negara. Ada 3 kategori Negara, yaitu :

1. Negara anggota PBB, otomatis dapat mengajukan kasusnya ke Mahkamah Internasional.

2. Negara bukan anggota PBB yang menjadi wilayah kerja Mahkamah intyernasional. Dan yang bukan wilayah kerja Mahkamah Internasional boleh mengajukan kasusnya ke Mahkamah internasional dengan syarat yang ditentukan dewan keamanan PBB

3. Negara bukan wilayah kerja (statute) Mahkamah internasional, harus membuat deklarasi untuk tunduk pada ketentuan Mahjkamah internasional dan Piagam PBB.

ICJ merupakan salah satu dari 6 organ utama PBB.Namun badan ini memiliki kedudukan khusus dibandingkan 5 organ utama lainnya.ICJ atau Mahkamah tidak memiliki hubungan hierarkhis dengan badan-badan utama PBB lainnya.Ia benar-benar lembaga hukum dalam sebagai suatu pengadilan. Ia bukan pula pengadilan konstitutsi (Constitutional Court) yang memiliki kewenangan untuk meninjau (mereview) putusan-putusan politis yang dibuat oleh Dewan Keamanan. Ia menggunakan nama resmi ICJ dan tidak menggunakan simbol atau nama PBB dalam putusannya.

kedudukan ICJ ini memang unik. Kedudukan seperti ini memang perlu dipertahankan. Sebagai salah satu organ utama PBB, ia harus benar-benar menunjukkan kemandiriannya sebagai suatu organ atau badan pengadilan.

(15)

dalam ruang lingkup jurisdiksi yang disebut incidental jurisdiction.Berdasarkan jurisdiksi ini, Mahkamah memiliki wewenang untuk menyatakan diberlakukannya suatu tindakan-tindakan perlindungan sementara, membolehkan suatu intervensi dan manafsirkan atau merubah suatu putusan.

Sesuai dengan namanya, tindakan perlindungan sementara ini berkaitan dengan perlindungan hak-hak para pihak sementara persidangan atas pokok sengketanya sendiri sedang berlangsung Dasar hukum yang mendasari jurisdiksi seperti ini terdapat dalam Pasal 41 Statuta ICJ.Dasar pembenaran pemberian perlindungan ini berasal dari prinsip hukum yang sudah mendasar yakni bahwa putusan suatu pengadilan haruslah efektif.Karenanya, sangatlah penting bagi pengadilan untuk mencegah salah satu atau kedua belah pihak untuk mengganggu situasi atau mencoba untuk membuat pihak lainnya fait accompli.

B. CARA PENYELESAIAN PAKSA a. Perang dan Tindakan bersenjata Non perang

Keseluruhan tujuan perang adalah untuk menaklukan negara lawan dan mebebankan syarat-syarat penyelesaiaan diamana negara yang ditaklukan itu tidak memiliki alternative lain selain mematuhinya.

b. Retorsi (retorsion)

Retorsi adalah istilah teknik pembalasan dendam oleh suatu negara terhadap tindakan-tindakan yang tidak pantas aatau tidak patut dari negara lain, balas dendam tersebut dilakuakna dalam bentuk tindakan-tindakan sah yang tidak bersahabat didalam konferensi negara yang kehormatannya dihina: misalnya merenggangnya hubungan diplomati anta 2 negara, pencabutan previllage diplomatic dan lain-lain.

c. Tindakan-tindakan Pembalasan (Repraisals)

(16)

dituju oleh pembalasan ini bersalah melakukan tindakan yang sifatnya merupakan pelanggaran internasional. Contoh nyata tindkan pembalsan, misalnya pengusiran orang-orang hungaria dari Yugoslavia pada tahun 1935, yang merupakan balas dendam dari pembunuhan raja Alexander dari yugoslavia.

d. Blokade Secara Damai (pacific Blokade)

Blokade secara damai adalah suatu tindakan yang dilakukan secara damai. Kadang-kadang dilakukan sebagi suatu pembalasan, tindakan itu pada umumnya ditujukan untuk memaksa negara yang pelabuhannya diblokade untuk mentaati permintaan ganti rugi kerugian yang diderita oleh negara untuk meblokade.

Ada beberapa manfaat nyata dalam pengunaan blokade damai. Tindakan ini merupakan cara yang jauh dari kekerasan dibanding dengan perang dan blokade yang sifatnya fleksibel.

Berikut ini adalah beberapa contoh mengenai perana hukum internasional (berdasarkan sumber-sumbernya) dalam menjaga perdamaian dunia.

1. Perjanjian pemanfaatan Benua Antartika secara damai pada tahun 1959

2. Perjanjian pemanfaatan nuklir untuk kepentingan perdamaian pada tahun 1968 3. Perjanjian damai Dayton (Ochio-AS) pada tahun 1995 yang mengharuskan Serbia,

(17)

BAB III

PENUTUP III.I Kesimpulan

Hukum Internasional, sebagaimana kita ketahui merupakan keseluruhan kaidah yang sangat diperlukan untuk mengatur sebagian besar hubungan-hubungan antar Negara-negara. Tanpa adanya kaidah ini tidak mungkin Negara-negara didunia dapat hidup berdampingan seperti adanya saat sekarang ini.

Memang benar bahwa pada kalangan tertentu ada kecendrungan untuk mengecilkan makna hukum internasional, bahakan hingga taraf mempersoalkan keberadaan dan nilai hukum internasional. Terdapat dua alasan yang mendasari pandangan ini:

a. Pada umumnya dianut pandangan bahwa kaidah-kaidah hukum internasional hanya ditujuan unutuk memelihara perdamaian,

b. Diabaikannya sejumlah besar kaidah yang berbeda dengan kaiadah-kaidah yang berkenaan dengan “politik tingkat tinggi”, yaitu masalah masalah perdamaian atau perang hanya sedikit yang mendapat publisitas,

(18)

Dari uraian sebelumnya dapat diatarik kesimpulan bahwa peranan hukum internasional terutama dalam penyelesaian sengketa internasional dan terciptanya perdamaian dunia ada 4 macam yaitu antara lain :

1. Pada prinsipnya hukum internasional berupaya agar hubungan-hubungan antar negara terjalin dengan persahabatan (friendly relations among States) dan tidak mengharapkan adanya persengketaan;

2. Hukum internasional memberikan aturan-aturan pokok kepada negara-negara yang bersengketa untuk menyelesaikan sengketanya;

3. Hukum internasional memberikan pilihan-pilihan yang bebas kepada para pihak tentang cara-cara, prosedur atau upaya yang seyogyanya ditempuh untuk menyelesaikan sengketanya.

4. Hukum internasional modern semata-mata hanya menganjurkan cara penyelesaian secara damai; apakah sengketa itu sifatnya antar negara atau antar negara dengan subyek hukum internasional lainnya. Hukum internasional tidak menganjurkan sama sekali cara kekerasan atau peperangan.

III.II Saran

Keberadaan hukum internasional sangat dirasakan demi tercapainaya ketertiban dunia.Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa dewasa ini ketegasan dari hukum internasional sudah mulai melemah seiring berkembangnya kekuatan-kekuatan yang terpusat pada beberapa negara tertentu.

(19)

Wallace, Rebecca. 1986. Hukum Internasional Pengantar Untuk Mahasiswa. Semarang : IKIP Semarang Press

Gutama, Sudargo. 1981. Hukum Perdata Internasional Indonesia jilid 1. Bandung: Penerbit Alumni

Suryokusumo, Sumaryo. 1993. Studi Kasus Hukum Organisasi Internasional.Badung : Penerbit Alumni

Hamid, Sulaiman. 2002. Lembaga Suaka dalam Hukum Internasional. Jakarta: PT. RajaGravindo

Barros, James. 1990. PBB Dulu Kini dan Esok. Jakarta: Bumi Aksara

http://khafidsociality.blogspot.com/2011/04/peranan-hukum-internasional-dalam.html

(20)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...