• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Islam di Islandia Respon ra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan Islam di Islandia Respon ra"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Rani Bataviani NIM: 4415133857

Pend. Sejarah 2013 kelas B Sejarah Eropa Modern

Perkembangan Islam di Islandia: Respon Rakyat Islandia terhadap Islam 1971-2015 Abstrak

Islandia merupakan negara Skandinavia yang terletak di dekat kutub Utara dan merupakan ex-wilayah Norwegia dan Denmark yang melepaskan diri dan membentuk negeri sendiri pada tahun 1944. Islandia mengenal pertama kali Islam ketika pada tahun 1627 dalam perisitwa Turkish Abduction atau Tyrkjaránið, yang dimana orang aljazair dan Maroko yang pada saat itu dibawah kekuasaan Turki Usmani mendarat di pulau Islandia. Disana mereka menculik, membunuh beberapa orang Islandia membawa beberapa orang Islandia yang diculik tersebut ke wilayah Afrika Utara untuk dijadikan budak di Turki Usmani. Peristiwa seperti itu telah membuat pandangan Rakyat Islandia terhadap Islam menjadi negatif dan jelek. Pada tahun 1971, seorang Imigran dari Palestina, Salman Tamimi, menetap di Islandia sambil berdakwah di Islandia. The Muslim Association of Iceland atau Félag múslima á Íslandi atau Asosiasi Muslim Islandia didirikan oleh Salmann Tamimi pada tahun 1997. Islandia mempunyai masjid pertama kali pada tahun 2013 dan pembangunan Masjid tersebut ditentang oleh Sveinbjörg Birna Sveinbjörnsdóttir seorang politisi lokal Islandia. Banyak orang Islandia yang menjadi muallaf untuk menentang sayap kanan pemerintahan Islandia untuk mendukung Masjid di Islandia.

Kata Kunci: Islandia, Islam, Turkish Abduction, Turki Usmani, Salmann Tamimi, Reykjavík Mosque

1. Pendahuluan

(2)

Islandia terdiri dari dataran tinggi yang ditandai dengan pasir dan lava yang bidang, pegunungan dan gletser, sementara banyak sungai glasial mengalir ke laut melalui dataran rendah. Islandia dipanaskan oleh Gulf Stream dan memiliki iklim subtropis, meskipun lintang tinggi di luar Lingkaran Arktik. lintang tinggi dan pengaruh kelautan masih terus musim panas dingin, dengan sebagian memiliki iklim tundra. Agama Islam di Islandia merupakan minoritas di negeri ini dan juga jumlah agama Islam yang paling sedikit di seluruh dunia. Islandia memiliki salah satu komunitas Muslim terkecil di dunia, hanya 875 orang yang terdaftar dengan organisasi-organisasi Muslim resmi di negara tersebut (pada tahun 2015). Hal ini terkait dengan 0,27% dari penduduk Islandia.1

2. Perkembangan Islam di Islandia Sejarah Islandia mengenal Islam

Islandia mengenal pertama kali Islam pada saat peristiwa Turkish Abduction atau dalam bahasa Islandia disebut dengan Tyrkjaránið. Sebenarnya pada sebelumnya Islandia juga mengenal dunia muslim tetapi hanya segelintir orang Islandia yang mengetahui itu dan itu terjadi pada masa Viking (790-1066), yaitu Rögnvald Kalle Karlsson atau Harald Hardrada, bersentuhan langsung dengan dunia Muslim selama Abad Pertengahan, hubungan baik secara tidak langsung tersebut dibuktikan oleh temuan koin Arab di Islandia, seperti juga banyak di dunia Viking.2 Pada tahun 1627, empat buah kapal bajak laut yang berasal dari Aljazair dan

Maroko mendarat di pulau Islandia. Sejak negara-negara ini milik Kekaisaran Ottoman, yang pada Islandia disebut sebagai Kekaisaran Turki, para bajak laut selalu disebut Turki di Islandia.3 Islandia pada saat itu merupakan wilayah dari Denmark, Salah satu kapal bajak laut

datang ke pelabuhan dari Grindavik di selatan, di mana lima belas orang Islandia dan beberapa orang Denmark ditangkap. Dalam perjalanan dari sana, kapal meta kapal kargo Denmark, yang ditangkap dengan awaknya. Kemudian kedua kapal berlayar menuju kediaman kerajaan di Bessastaðir. Ketika gubernur Denmark, Holger Bergen, mendengar kabar itu dari Grindavik, ia memiliki benteng kecil yang dibangun dekat dengan kediamannya dan meriam dibawa untuk itu. Dua dari kapal bajak laut mendarat di Fiords

1https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_Iceland, diakses pada tanggal 19 Desember 2015,

pada pukul 19:50 WIB

2Ibid

3 Gunnar Karlsson, The History of Iceland (Minneapolis: University of Minnesota Press, 2000),

(3)

Timur dan menghabiskan sekitar satu minggu di sana, menangkap beberapa orang dan 110 menewaskan sedikitnya 9 orang. Kemudian kapal Meta ketiga mereka menuju Kepulauan Westman, di mana para perompak tidak perlu mengkhawatirkan kehilangan mangsa mereka di pedalaman pegunungan wilayah itu. Dalam waktu dua hari mereka berhasil menangkap 242 orang. Antara tiga puluh dan empat puluh tewas dan gereja dan gudang dibakar.4 Klaus

Eyjolfsson, seorang petani yang datang ke Kepulauan Westman sesudah penyerangan yang dilakukan perompak Turki Usmani dan melihat kondisi yang begitu menyedihkan: “Beberapa wanita tewas, badannya dimutilasi disamping suami mereka, meniggalnya ada yang memalukan seperti pakaian mereka yang terangkat sampai ke kepala sehingga terlihat hampir telanjang yang dimana seharusnya tidak seperti itu. Ada seorang pria yang bernama Asmundur yang terbaring sakit di kamarnya, kemudian tewas di tusuk dan menyayat dia sehingga kasur dan badannya dipenuhi oleh darah. Dan ada juga yang merobek orang hingga menjadi bagian-bagian kecil dan bagian tersebut ditusuk.”

Selain itu Bjorn Jonsson, juga menceritakan persitiwa Turkish Abduction. Persitiwa itu digambarkan bahwa perompak yang mendarat di Kepulauan Westman begitu senang dan gembira serta menikmati membunuh dan memutilasi korbannya di Kepulauan Westman yang merupakan orang mantan Kristen yang berpindah agama menjadi Islam. Setelah diketahui bahwa sebagian besar tawanan telah diperbudak di Aljazair, sekumpulan uang untuk tebusan mulai digalangkan di Islandia, Denmark dan negara-negara Eropa bahkan lainnya. Seorang pendeta dari Kepulauan Westman, Olafur Egilsson, dikirim oleh para penculik dari Aljazair ke Denmark untuk memudahkan menebus tawanan. Dia berhasil mencapai Kopenhagen dan kemudian Islandia. Sementara ini yang terjadi, para budak perlahan menurun jumlahnya. Banyak yang meninggal selama perjalanan mereka ke Aljazair, beberapa ada yang bebas pada mereka sendiri, beberapa masuk Islam dan menolak untuk kembali. Namun, sepuluh tahun setelah serangan itu, dua puluh tujuh Islandia kembali antaranya yang paling terkenal dalam sejarah Islandia adalah Guðriður Simonardottir, seorang wanita yang sudah menikah dari Kepulauan Westman. Dalam perjalanan ke Islandia masyarakat dibebaskan atas nama dia di Kopenhagen, di mana seorang mahasiswa Islandia muda, Hallgrimur Petursson, dipekerjakan untuk membantu mereka menghidupkan kembali pengetahuan mereka tentang agama Kristen. Penderitaan Islandia abad ke-17 mungkin tampak agak sepele dikarenakan

(4)

bila dibandingkan dengan korban Perang 30 tahun di Jerman yang jauh lebih banyak memakan korban jiwa. Namun, bencana ini mencapai masyarakat hanya 50,000-60,000 individu yang dimana 410 Islandia tewas dan diculik di dalam perisitwa penyerangan Turki dari sebesar 0,75% dari beberapa seluruh penduduk. Dua puluh lima korban perburuan adalah sekitar 0,05% dari populasi.5

Perkembangan Islam di Islandia pada abad ke-20

Setelah sekian lama tidak bersentuhan dengan Islam setelah penyerangan dari Turki, Islandia mulai bersentuhan dengan Islam lagi pada tahun 1970-an, yang berasal dari kedatangan seorang imigran dari Palestina yang bernama Salmann Tamimi. Salmann Tamimi datang ke Islandia pada tahun 1971, yang sebenarnya ingin ke Amerika Serikat tetapi berhenti di Islandia karena ingin mengunjungi saudaranya, Younes Tamimi dan ia memutuskan untuk tinggal di Islandia.6 Salmann menikahi Þórstína Björg Þorsteinsdóttir, dan mempunyai anak

bernama María Björg Tamimi and Nadia Tamimi. Pada pertengahan tahun 1980-an dia menikah sekali lagi dengan Ingibjörg Sigurjónsdóttir, dan mempunyai anak bernama Yousef Ingi Tamimi dan Nazima Kristín Tamimi. Salmann menganggap dirinya seorang fundamentalis Islam. Pada tahun 1987 dia mendirikan the Association Iceland-Palestine, (Félagið Ísland-Palestína) atau Asosiasi Islandia-Palestina.

Pada tanggal 25 Februari 1997, Salmann Tamimi mendirikan Association of Muslims in Iceland (Félag múslima á Íslandi), atau bisa disebut dengan Asosiasi Muslim di Islandia. Sejak pendiri Asosiasi Muslim di Islandia Salmann telah menjadi salah satu juru bicara terkemuka bagi umat Islam di Islandia, membuat banyak penampilan media baik di Islandia dan luar negeri. Salah satu isu yang ia baru-baru ini memiliki peran penting telah membangun sebuah masjid baru di Reykjavik.7 Salah satu warga Islandia pertama kali

menjadi muallaf yaitu Ibrahim Sverrir Agnarsson, yang mendapatkan hidayah pada saat Dia menjelajahi dunia ketika dewasa dan hidup waktu di Pakistan, di mana ia masuk Islam.8 dia

5Ibid., hal, 147.

6https://en.wikipedia.org/wiki/Salmann_Tamimi, diakses pada tanggal 20 Desember 2015,

pada pukul 11.00 WIB

7Ibid

8

(5)

juga mengurusi Asosiasi Muslim di Islandia pada tahun 2010 bersama Salmann Tamimi. Sejak tahun 2002, Organisasi tersebut mempunyai masjid sendiri di daerah Rekyjavik walaupun bukan bangunan yang berdiri sendiri, dan terdapat informasi yang didapat tentang Islam di Islandia dengan membuka situs www.islam.is yang terdapat informasi tentang Al-Qur’an, Islam dan Ramadhan, Buku Tamu, kelompok wanita, dan kelompok diskusi. Disitus dan laporan dari situ tersebut pada tahun 2003, Masjid di Rekyjavik telah berkontak langsung dengan Muslim di Swedia dan Arab Saudi, dan pada bulan Ramadhan memanggil imam yang berasal dari Libya untuk menjadi imam pada Solat Tarawih. Diskusi forum Islam mulai aktif pada bulan Februari 2007, yang mempunyai empat topic yang dibahas yaitu pertanyaan umum tentang Islam, permasalahan wanita, ritual yang berkaitan dengan agama, dan Al Qur-an.9 Pada 2000, Asosiasi Muslim Islandia coba membangun sebuah masjid di Reykjavik.

Namun, pemerintah kota setempat belum menyetujui secara penuh rencana tersebut meskipun pemerintah telah memberikan tanah seluas 1.500 meter persegi atau kurang dari setengah tanah yang diminta Asosiasi. Permintaan tambahan lahan itu ternyata harus disertai izin dari gereja Ortodoks Rusia dan pemerintah kota mensyarakat agar lahan itu harus berdekatan dengan fasilitas awal.10 Pada September 2013, diumumkan bahwa Reykjavik akan

memiliki sebuah masjid untuk pertama kalinya Sepetak lahan di Sogamýri, sebuah distrik mewah di tengah kota, diberikan secara gratis kepada umat Muslim, dari hasil pembayaran pajak Islandia. Masjid dengan luas 2.621,3 meter persegi tersebut akan memiliki aula shalat, pusat kegiatan warga, dan sebuah menara setinggi 9,14 meter. Perkiraan biaya yang dihabiskan untuk proyek ini adalah $3,3 juta atau sekitar Rp 39,6 miliar. Akan tetapi pada bulan Agustus 2014, pemimpin Partai Progresif Sveinbjörg Birna Sveinbjörnsdóttir menyuarakann protes anti-Muslim secara online. Ia juga sempat menyampaikan pada koran Islandia Visir: “Saat kita memiliki sebuah gereja nasional kita tidak seharusnya mengalokasikan lahan untuk bangunan-bangunan seperti masjid.” Sveinbjörnsdóttir mendesak pejabat kota untuk menarik kembali janji mereka kepada Asosiasi Muslim Islandia perihal lahan gratis untuk membangun masjid. Situs Iceland Review juga melaporkan bahwa kritikus seperti Sveinbjörnsdóttir menjelek-jelekkan artikel Visir di dunia maya terkait

9Göran Larsson (Ed.), Islam in the Nordic and Baltic Countries (New York: Taylor and Francis

Group, 2009), hal. 11.

10

(6)

rencana pembangunan masjid, dengan komentar-komentar kasar yang ditujukan pada pendiri Asosiasi Muslim di Islandia Salmann Tamimi dan ketua umum Ibrahim Sverrir Agnarsson. Salmann Tamimi hanya menanggapi peristiwa tersebut dengan berkomentar kepada para komentar lain secara online.11 Sejumlah warga Islandia menjadi muallaf dan bergabung ke

Asosiasi Islam Nasional untuk memprotes kelompok sayap kanan yang menentang rencana masjid baru di ibukota Reykjavik. Peningkatan perhatian ini ternyata berasal dari pertikaian terhadap rencana pemerintah menghibahkan tanah untuk masjid. Penentang rencana itu memandangnya sebagai penyalahgunaan tanah masyarakat dan mereka membela gereja yang sudah mapan. Seorang wartawan terkenal Islandia, Gunnar Smari Egilsson, mengatakan dia mungkin bergabung dengan Asosiasi Muslim agar, seperti diatur UU Islandia, lembaga itu mendapat sumbangan dari pungutan pajak atasnya.12

3. Respon Masyarakat Islandia terhadap Islam

Islandia mayoritas penduduknya merupakan agama Kristen sebagaimana umumnya yang terjadi di Eropa. Dengan adanya peristiwa penyerangan Turki atau Turkish Raid atau Turkish Abduction yang meninggalkan kenangan buruk serta menimbulkan trauma pada negara tersebut telah menimbulkan sentimen masyarakat Islandia terhadap Islam pada saat itu. akan tetapi, sebagian masyarakat Islandia perlahan mulai melupakan perisitwa memilukan tersebut dan menerima masyarakat Islam di Islandia oleh kedatangan imigran asal Timur Tengah pada tahun 1970-an dan salah satunya adalah Salmann Tamimi pada tahun 1973. Akan tetapi ada sebagian masyarakat Islandia yang tidak suka terhadap Islam dan membuat Facebook dengan nama “Stop Islamization of Iceland” yang juga berisi untuk menghentikan pembangunan masjid di ibukota dan mengancam dengan mengirimkan tiga kepala babi dan lembaran-lembaran mushaf Al-Qur’an yang disirami darah telah dilemparkan ke tanah yang akan dibangun masjid di atasnya pada tanggal 5 Juni 2014.13

Meskipun adanya peristiwa itu, rakyat Islandia juga ada yang menerima Islam dan menawarkan bantuan terhadap masyarakat Syiria yang daerahnya ada konflik, dengan

11

http://bahasa.aquila-style.com/fokus-wacana/kilas-dunia/sambutan-dingin-untuk-masjid-pertama-islandia/46675/, diakes pada tanggal 20 Desember 2015 pada pukul 20.40 WIB.

12http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/06/140612_majalahlain_islandia_mualaf,

diakses pada tanggal 20 Desember 2015 pada pukul 20.50 WIB

13

(7)

menawarkan tempat tinggal di Islandia atau obat-obatan.14 Ada seorang warga Islandia yang

secara tak langsung menentang pengungsi Suriah yang datang ke Islandia dan mengirimkan surat terbuka via Facebook ke Menteri sosial Islandia, Eygló Harðardóttir. Surat itu berisi tentang bahwa Islam merupakan tukang pemerkosa di masa depan, musuh terbaik, generasi penyiksa istri, hanya menjadi drummer (dikarenakan Islam mennolak musik) untuk anak kita, sebagai tukang pengebom dan mulai indoktrinisasi Islam lewat acara televisi.15 Sepertinya

ada yang salah mengerti tentang Islam dikarenakan peristiwa yang terjadi pada tahun 1627 dan ditambah lagi dengan peristiwa Teroris yang mengatasnamakan Islam sehingga dia melihat dalam pandangan yang salah atau melihat yang negatif saja dan itu pun berkembang menjadi Islamophobia, baik di Islandia, Eropa maupun seluruh dunia. Bila dilihat dari sudut pandang lain, Kristen memang dominan di wilayah Eropa dan merupakan identitas dari Eropa tersendiri, jadi memang Kristen mampu mendominasi Eropa termasuk mengucilkan Islam dikarenakan jumlahnya yang sedikit. Sebagian masyarakat Islandia yang menerima Islam ada yang menjadi muallaf, Sekitar 30 sampai 40 warga asli Islandia telah memeluk Islam dalam beberapa tahun terakhir. Pada April 2009, dua warga asli Islandia yang menjadi mualaf melangsungkan pernikahan, yaitu Hjalti Bjorn Valthorsson dan Gunnhildur Aevarsdottir. Pernikahan itu dipandang sebagai tonggak penting bagi komunitas Muslim di Islandia karena menandakan mulai berakarnya penganut Islam dari warga lokal Islandia.16

Salman Tamimi tidak memaksa rakyat Islandia untuk menjadi Muallaf hanya untuk mendukung pembangunan Masjid yang mempunyai gedungnya sendiri. Masyarakat Muslim Islandia baik dari imigran maupun yang asli Islandia menolak pembiayaan asing terhadap pembangunan Masjid di Islandia karena Mereka khawatir masjid itu kelak akan digunakan untuk mengembangkan ajaran Islam garis keras dan tak mampu beradaptasi dengan budaya setempat.17 Warga muslim Islandia menolak pembiayaan tersebut dikarenakan takut akan

membawa budaya dari pembiayaan tersebut dan akan membawa Islam ke arah radikal yang

14

http://www.pbs.org/newshour/rundown/icelanders-urge-government-receive-Suriahn-refugees/, diakses pada tanggal 23 Desember 2015 pada pukul 18.00 WIB

15

http://www.barenakedislam.com/2015/09/02/icelands-national-suicide-more-than-11000- ignorant-icelanders-ofer-their-homes-to-illegal-alien-muslim-freeloaders-thugs-and-potential-terrorists/, diakses pada tanggal 21 Desember 2015 pada pukul 02.49 WIB

16

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/11/139378-muslim-islandia-tolak-pembangunan-masjid-yang-didanai-asing, diakses pada tanggal 20 Desember 2015 pada pukul 21.00 WIB

17

(8)

terjadi di Inggris dan Perancis. Opini yang berkembang dalam situs di Islandia bahwa bila mereka menerima pembiayaan bantuan dari Saudi Arabia, maka Islandia akan mengalami imperliasme secara tidak langsung dari Arab Saudi dan menyebarnya Islam Wahabi di Islandia. Akibat adanya isu tentang pemberian dana dari Arab Saudi untuk membangun Masjid di Islandia, munculnya permasalahan baru lagi dalam negeri ini, yaitu masalah Vandalisme. Dikutip dari situs icelandreview.com, bahwa terjadi vandalisme terhadap Pusat Kebudayaan Islam di Islandia dengan mencoret dengan cat di 5 gedung yang lokasinya tersebut berbeda satu sama lain. Imam Ahmad Seddeeq menceritakan bahwa vandalism tersebut ditemukan oleh orang-orang pada saat solat dhuha pada pukul 06.30 dengan waktu setempat. Ahmad megatakan bahwa peristiwa tersebut bisa kemungkinan berhubungan dengan kata-kata dari Presiden Islandia, Ólafur Ragnar Grímsson. Presiden Islandia interview di radio dengan RUV, bahwa ia telah terkejut ketika duta besar Arab Saudi ke Islandia bahwa rencana oleh otoritas Arab Saudi untuk mendukung pembangunan masjid di Islandia dengan kontribusi keuangan ISK 130 juta (USD 980.000, EUR 920.000). Rencana yang dilaporkan disebabkan perdebatan sengit di Islandia ketika mereka pertama kali dilaporkan awal tahun ini. Ahmad juga melakukan interview bahwa Pusat kebuadayaan Islam di Islandia tidak berhubungan dengan dana tersebut, termasuk menolaknya dan tidak menginginkannya. Dia berpendapat bahwa adanya prasangka yang tidak baik dari rakyat Islandia terhadap muslim, khususnya peristiwa pengeboman di Paris. Ada seorang wanita muslim yang ingin menyewa Apartemen di Reykjavik dan seorang ibu pemilik apartemen itu menolak dan berkata bahwa tidak akan menyewakan apartemen kepada orang muslim.18 Adanya persitiwa seperti itu,

telah menambah ketidaksukaan sebagian rakyat Islandia terhdap Islam, mereka mengenal Islam dari dulu sampai sekarang hanya melihat sisi negatif terhadap Islam, trauma masa lalu mereka ditambah dengan garam sehingga trauma tersebut menjadi meningkat, tetapi kebanyakan mereka yang tidak suka terhadap Islam adalah masyarakat awam di Islandia.

Rakyat Islandia yang sebagian ada menunjukkan rasa peduli terhadap pengungsi Suriah maupun toleransi terhadap Islam, tak peduli terhadap masa lalu mereka maupun isu-isu yang negative terhadap Islam. pembangunan Masjid di Islandia memang tidak ingin ada yang mengusik terutama dari Arab Saudi, mereka ingin agar Islam menyesuaikan dengan budaya

18http://icelandreview.com/news/2015/11/23/islamic-center-iceland-vandalized, diakses

(9)

setempat danberdakwah secara damai dikarenakan mereka kemungkinan tak ingin melakukan kesalahan yang terjadi pada peristiwa Turkish Abduction yang terdapat banyak kekerasan serta penculikan sehingga mereka menolak Islam. Artikel yang ditulis pada tanggal 4 Maret 2015, terjadi peristiwa pecahnya Islamaphobia di Islandia pada bulan April 2015, disusul dengan penyerangan kantor editor Charlie Hebdo. Sehingga pada saat itu Media sosial Islandia penuh penggemboran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh Muslim dan Islamisasi akan datang dari Eropa dan Islandia. Perkembangan ini menimbulkan keresahan tapi juga sedikit penasaran, karena hanya ada sekitar 1.500 Muslim saat ini berada di Islandia. Kebanyakan orang bijaksana setuju bahwa gagasan tentang "ancaman Muslim" di Islandia berhubungan dengan histeria, takut akan kepalsuan dan prasangka, dan tidak ada hubungannya dengan kenyataan sehingga dengan hal tersebut terlalu paranoid. Bahaya nyata adalah bahwa politisi dan lainnya yang terhormat dari anggota masyarakat yang memicu api dalam peristiwa tersebut.19

Kesimpulan

Islandia merupakan negara yang mempunyai jumlah penduduk Muslim yang paling sedikit diseluruh dunia. Peristiwa sebelum mengenal peristiwa Turkish Abduction, Islandia telah mengenal dunia Islam tetapi hanya sangat sedikit orang yang tahu yaitu Rögnvald Kalle Karlsson atau Harald Hardrada. Karlsson telah mengenal Islam karena secara langsung bersentuhan dengan dunia perdagangan terutama Islam yang dibuktikan dengan penemuan koin Arab di pulau Islandia. Pada tahun 1627, merupakan peristiwa yang tak akan pernah dilupakan terhadap rakyat Islandia maupun sejarahnya dikarenakan peristiwa tersebut telah menorehkan sebuah luka yang sangat mendalam bagi rakyatnya yaitu peristiwa Turkish Abduction. Peristiwa tersebut digambarkan seperti terjadinya pembunuhan dan pembantaian secara besar-besaran, menculik sebagian orang untuk dijadikan budak di Afrika Utara dan sebagian orang yang diculik tersebut masuk Islam akan tetapi tidak sepenuh hati dia masuk Islam dan masih ingin mempelajari tentang agama Kristen. Pada tahun 1973, Islandia mengalami kedatangan Imigran dan sebagian imigran terdapat orang Islam, salah satunya adalah Salmann Tamimi. Tamimi mempelopori agama Islam di Islandia dengan mendirikan Asosiasi Muslim di Islandia pada tahun 1997 dan mendirikan rencana mendirikan Masjid

19

(10)

pada tahun 2000, tentu pembangunan tersebut mengalami hambatan dikarenakan belum mendapatkan persetujuan dari pemerintahan Islandia. Mulai pada tahun 2013, pemerintahan Islandia menyetujui pembangunan Masjid untuk pertama kalinya dan berdiri sendiri yang berlokasi di Reykjavik. Akan tetapi ada seseorang yang berpendapat ketidaksetujuan terhadap pembangunan Masjid tersebut, yaitu adalah Sveinbjörg Birna Sveinbjörnsdóttir yang menentang pembangunan tersebut, tetapi tidak berhasil menghentikan pembanguna masjid tersebut. Arab Saudi menawarkan dana untuk pembangunan Masjid di Islandia akan tetapi muslim Islandia menolak dikarenakan takutnya ada pengaruh Arab yang akan dibawa ke dalam Islandia dan muslim Islandia ingin memakai biaya sendiri tanpa bantuan asing sertai ingin Islam disesuaiakan dengan kebuayaan Islandia dan mencegah garis keras Islam karena dikahawatirkan akan terjadi konflik yang besar di Islandia. Pada tahun 2015, terjadi persitiwa penyerangan kantor editor Charlie-Hebdo dan pengeboman di Paris telah membuat masyarakat Islandia yang awam menjadi sentiment terhadap Islam dan menolak warga Islam disekitarnya, serta sebagian orang ada yang menolak imigran dari Suriah dan mengirimkan surat terbuka terhadap menteri sosial Islandia untuk menolak imigran Suriah dan mengatakan kata yang tidak pantas untuk orang Islam.

Daftar Pustaka

Karlsson, Gunnar. The History of Iceland. Minneapolis: University of Minnesota Press, 2000.

Larsson, Göran (Ed.), Islam in the Nordic and Baltic Countries. New York: Taylor and Francis Group, 2009.

https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_Iceland

https://en.wikipedia.org/wiki/Salmann_Tamimi

www.pri.org/stories/2015-03-11/could-charlie-hebdo-happen-reykjavik-how-iceland-s-muslims-try-convince-people-it

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/11/139378-muslim-islandia-tolak-pembangunan-masjid-yang-didanai-asing

(11)

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/06/140612_majalahlain_islandia_mualaf http://www.salam-online.com/2014/06/masjid-pertama-untuk-islandia-ditentang-kaum-anti-islam.html

http://www.pbs.org/newshour/rundown/icelanders-urge-government-receive-Suriahn-refugees/

http://www.barenakedislam.com/2015/09/02/icelands-national-suicide-more-than-11000- ignorant-icelanders-offer-their-homes-to-illegal-alien-muslim-freeloaders-thugs-and-potential-terrorists/

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/11/139378-muslim-islandia-tolak-pembangunan-masjid-yang-didanai-asing

http://grapevine.is/news/2015/03/06/saudis-to-donate-to-mosque-build-news-to-icelandic-muslims/

http://icelandreview.com/news/2015/11/23/islamic-center-iceland-vandalized

Referensi

Dokumen terkait

Yang dimaksud dengan operasi ekonomis pembangkit thermal ialah proses pembagian atau penjadwalan beban total dari suatu sistem kepada masing-masing pusat

Meskipun demikian, masih ada juga siswa yang dengan sengaja tidak mengikuti program CSD, maka dari itu panitia memberikan hukuman kepada mereka yang tidak ikut

Menjadi ketua kelas adalah suatu pekerjaan yang besar dan aku tahu bahwa aku tidak dapat mengerjakan semuanya.”.. Patrick begitu terkejut, karena Wilson telah meminta dirinya

Hasil perbandingan antara analisis uji T dengan nilai P korelasi terhadap bobot badan dan PBBH pada bagian kepala dan leher menunjukkan bahwa peubah panjang

Isolasi bakteri endofit daun kemangi (O.basilicum L.)dilakukan dengan metode penanaman langsung dan pemurnian isolat dilakukan dengan menggunakan metode streak

Berdasarkan alat bukti yang sah seperti disebutkan dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, maka jikalau seumpama tidak ada dokter ahli kedokteran Forensik, maka hakim

Banyaknya kendala yang ada yaitu rendahnya minat belajar peserta didik dan ditambah peserta didik pada saat mengikuti pelajaran khususnya PAI, banyak yang tidak dapat membaca