• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN - BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB II PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN - BAB II"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

A. Masalah dalam Penelitian

Berangkat dari fakta bahwa penelitian merupakan upaya untuk menyelesaikan masalah, maka hal yang pertama kali dilakukan dalam penelitian tentunya adalah menemukan masalah. Proses menemukan masalah sekaligus merupakan pemetaan awal terhadap semua langkah berikutnya dalam penelitian. Karakteristik sebuah masalah tertentu akan menentukan arah dari seluruh kegiatanpenelitian selanjutnya.

Mengingat arti penting dari sebuah “masalah” dalam penelitian, maka pembahasan konkret terkait segala aspek (definisi, syarat, sumber dan formulasi maslah) masalah itu sendiri adalah sebuah keharusan. Secara sekilas Sugiyono (1999) bahkan mengatakan bahwa bila dalam melakukann penelitian, seorang peneliti telah menemukan masalah yang tepat, maka setengah dari pekerjaan penelitian telah selesai.

Dalam pengertian umum, masalah adalah segala bentuk pertanyaan yang perlu dicari jawabannya. Sedangkan secara logika, masalah tidak lain merupakan kesenjangan antara harapan dan realita (das sollen dan das sein). Atau dengan kata lain, masalah dapat diartikan sebagai suatu situasi dimana suatu fakta yang terjadai sudah menyimpang dari batasan toleransi yang diharapkan. Lebih spesifik Azuar Juliandi (2004) mengungkap bahwa permasalah riset akan selalu terkait dengan masalah (problem), peluang (opportunity), ketertarikan (anxiety), keraguan atau ketidakpastian (uncertainty), ketiadaan (blankness), kelangkaan (rarely), kemerosotan (decline), dan ketertinggalan (left behind).

Keberadaan masalah bisa sederhana, dan bisa juga sangat kompleks. Upaya menemukan jawabannya pun ada yang hanya membutuhkan cara berfikir sederhana dan adapula yang memerlukan analisis, baik dengan logika semata atau perlu ditunjang bukti-bukti empirik yang dikumpulkan dengan metode tertentu. Masalah penelitian dapat dilihat dalam tiga bentuk: 1. Exploratory Problem (Persoalan yang bersifat penemuan)

Adalah tipe masalah untuk menemukan sesuatu yang sangat sedikit diketahui informasinya melalui riset atau penelitian yang mendalam. Persoalnnya dapat datang dari bagian disiplin ilmu, baik itu suatu tak-teki riset teoritis atau riset yang mempunyai dasar empiris. Contoh : Menemukan bahan yang tepat untuk pelindung luar pesawar ruang angkasa.

(2)

2. Testing out Problem (Menguji coba sesuatu)

Masalah penelitian yang ada di sini bersifat menguji kesimpulan penelitian terdahulu, atau menguji dalam kondisi yang berbeda. Pada umumnya ini adalah riset dasar, misalnya “apakah suatu teori dapat diterapkan pada suhu tinggi”, jumlah testing yang dilakukan tidak terbatas dan terus menerus, karena dengan ini kita mampu untuk memperbaiki dengan menspesifikasi, momodifikasi, mengklarifikasi generalisasi yang dikembangkan.

3. Solving Problem (Masalah yang harus dipecahkan)

Dari riset jenis ini kita mulai dari adanya suatu masalah “dalam dunia nyata” dan membawa semua sumber daya intelektual untuk memecahkan masalahnya. Orang yang bekerja dalam cara ini harus menciptakan dan mengidentifikasi pemecahan masalah sebelumnya dalam setiap langkah. Ini biasanya melibatkan sejumlah teori dan metode, kadang-kadang melintas lebih dari satu disiplin, karena masalah dunia nyata pada umumnya messy (kacau) dan tidak dapat dipecahkan dalam batas sempit dari satu disiplin akademis. Contoh : Memecahkan persoalan kemiskinan di Indonesia

B. Sumber-sumber Masalah Penelitian

Bagaimana suatu masalah penelitian dapat ditemukan? Merupakan pertanyaan pertama yang diajukan, menurut para pakar tidak ada kaidah pasti untuk menemukan suatu masalah, tetapi ada beberapa saran yang bermanfaat dalam memilih masalah penelitian. Sumber masalah dapat dikembangkan dari pengalaman, deduksi teori, literatur yang ada kaitannya, kasus di lapangan, kebiasaan sehari-hari, dan justifikasi para ahli.

1. Pengalaman merupakan salah satu sumber yang paling berguna dalam pengambilan suatu masalah sebab dikembangkan dari pengalamn peneliti sendiri.

2. Deduksi dari teori merupakan sumber permasalahan yang baik. Kadang teori hanya menyangkut prinsip umum, dimana kelayakan untuk diterapkan pada persoalan lain masih belum terbukti.

(3)

baru (naturalistic inquiry). Pemahaman terhadap aspek teoritis dan empiris dari literatur terkait memberi peluang untuk pemilihan masalah lebih baik untuk diteliti lebih lanjut.

C. Formulasi Masalah Penelitian

Proses perumusan sebuah masalah adalah proses membangun alur logika yang tepat. Hal paling mendasar dalam kegiatan ini adalah bahwa setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. Misalnya penelitian tentang SDM (Sumber Daya Manusia), maka masalah SDM, harus ditunjukan dengan data. Masalah SDM misalnya, berapa jumlah SDM yang terbatas, jenjang pendidikan yang rendah, kempetensi dan produktivitas yang masih rendah. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap obyek riil atau dari dari dokumentasi. Data yang harus diberikan harus up to date, lengkap dan akurat. Jumlah data masalah yang dikemukakan tergantung pada jumlah variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Tanpa menunjukkan data maka masalah yang dikemukakan dalam penelitian tidak dapat dipercaya.

Sebuah masalah yang ditemukan oleh seorang peneliti, tidak serta merta dapat diangkat menjadi obyek penelitian. Sebelum memutuskan masalah yang akan diteliti, seorang peneliti harus melihat berbagai aspek penting berikut ini :

1. Masalah tersebut merupakan suatu kebutuhan atau tantangan bagi peneliti.

2. Masalah mudah dirumuskan sehingga menjadi jelas batasannya, kedudukan dan alternatif cara pemecahannya.

3. Memiliki hipotesis yang jelas sebagai titik tolak dalam penelitian dan alternatif pemecahannya.

4. Mudah dalam pengumpulan data untuk menguji hipotesis.

5. Dapat memecahkan masalah yang diteliti sehingga dapat menemukan kebenaran serta implikasinya untuk memberi saran-saran agar masa depan lebih baik.

6. Memungkinkan untuk dapat diteliti, baik dari aspek SDM, finansial, maupun dari aspek waktu. Secara teknis, perumusan masalah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Tentukan secara tentatif atau coba-coba suatu topik, lalu pilihlah judul penelitian

2. Buat sketsa mengenai hubungan dan perurutan-perurutan dari masalah-masalahnya pada secarik kertas

3. Membahas luasnya area topik, dan berusaha menemukan aspek-aspek kesulitannya, yaitu pusat-pusat simpul yang harus diurai.

(4)

yang telah dibuat penulis-penulis lain, dan ada sangkut pautnya dengan masalah yang tengah kita garap.

D. Ide Penelitian, Masalah dan Rumusan Masalah

Sebagaimana diungkap di depan, bahwa penemuan masalah yang tepat paling tidak telah mengurangi 50% dari pekerjaan penelitian. Akan tetapi pada kenyataannya, sebuah masalah yang tepat tidak serta merta diperoleh dengan cara yang sederhana. Banyak peneliti pemula yang memiliki banyak ide brilian, tetapi kesulitan merumuskannya dalam penelitian. Hal ini karena untuk merumuskannya menjadi konsep yang dapat diteliti, seorang peneliti harus mampu mengidentifikasi dimana letak masalah dari ide tersebut. Dari penemuan letak masalah tersebut, maka peneliti harus mampu mengidentifikasi variable atau fenomena terkait untuk dapat dirumuskan dalam sebuah rumusan masalah atau hipotesis.

Sebagai gambaran, seorang peneliti pemula menemukan indikasi bahwa protein yang terkandung dalam biji buah Waluh dapat dimanfaatkan untuk mencegah kanker. Dari indikasi ini kemudian muncullah ide membuat biji waluh menjadi produk es krim sebagai sebuah pengembangan penelitian. Berangkat dari titik tersebut peneliti harus mampu memformulasikannya ke dalam konsep penelitian. Hal pertama yang harus dilakukan adalah peneliti harus mampu menjawab pertanyaan “dimana masalah darai ide tersebut?”. Dalam hal ini ada beberapa masalah yang dapat ditemukan:

1. Biji Waluh mengandung protein pencegah kanker, tapi belum dimanfaatkan untuk mencegah kanker.

2. Biji Waluh dapat dimanfaatkan untuk mencegah kanker, tapi bagaimana cara untuk mengkonsumsinya.

3. Biji Waluh dapat dikonsumsi dalam bentuk es krim, tapi apakah ada perubahan kandungan. 4. Biji Waluh dapat dibuat es krim, tapi apakah rasanya layak dikonsumsi.

5. Biji waluh dapat dibuat es krim, tapi bagaimana analisa biaya produksinya

(5)

1. Bagiaman kandungan protein yang ada pada biji waluh, apakah memungkinkan untuk mencegah kanker?

2. Bagaimana prosedur membuat es krim dari biji waluh?

3. Bagaiman kandungan biji es krim yang telah dibuat menjadi biji waluh? 4. Bagiaman rasa es krim biji waluh, apakah layak untuk dikonsumsi?

5. Bagaimana analisa komparasi biaya produksi es krim dengan manfaat yang dihasilkan? Dengan ditentukannya fokus penelitian, maka peneliti tinggal merancang langkah berikutnya. Mulai dari menentukan data apa saja yang dibutuhkan, metode pengumpulan data, model analisa yang digunakan dan juga hasil yang diharapkan. Untuk lebih jelas melihat korelasi antara ide penelitian, masalah dan rumusan masalah, perhatikan tabel contoh berikut ini:

No

. Ide Penelitian Masalah Rumusan Masalah

1. Membuat paving dari sekam ampas tebu.

- Limbah ampas tebu dapat dibuat sebagai bahan paving menggantikan pasir, tapi limbah tersebut belum dimanfaatkan.

- Bagaiaman prosedur

pembuatan paving dari sekam ampas tebu?

- Bagaimana kualitas paving sekam ampas tebu ?

2. Mengungkap fenomea pelanggaran disiplin lalu lintas di

Kabupaten Rembang

- Pemerintah dan kepolisian telah mengeluarkan aturan kedisiplinan lalu lintas, tapi pelanggaran lalu lintas masih marak di Kab. Rembang.

- Bagaimana kondisi

kedisiplinan berlalu lintas di Kab. Rembang?

- Bagaiamana strategi peningkatan kedisiplinan berlalu lintas di Kab. Rembang?

3. Mengungkap Garis batas dialek Jawa Timur dengan Jawa Tengah

- Ada indikasi perbedaan dialek antara daerah Jawa Timur dengan Jawa Tengah, tapi belum ada yang mengetahui garis teritorial pemisahnya.

- Bagaiman perbedaan dialek bahasa Jawa Timur dengan Jawa Tengah?

- Dimana letak garis pemisah antar dialek Jawa Timur dan Jawa Tengah?

4. Mengungkap sejarah peninggalan cagar budaya di daerah

- Terdapat peninggalan cagar budaya di daerah Caruban Lasem, tetapi

- Bagaimana sejarah peninggalan cagar budaya di daerah

(6)

Caruban Lasem. sejarahnya belum terungkap dengan baik.

- Bagaimana pemanfaatan dan pemeliharaan peninggalan cagar budaya Caruban? 5. Membuat pestisida

dari biji Mangga

- Rasa pahit pada biji mangga dapat

dimanfaatkan untuk racun serangga, tapi belum ada yang memanfaatkannya.

- Bagaimana prosedur membuat biji mangga menjadi pestisida? - Bagaimana efektifitas pestisida

biji mangga untuk memberantas serangga? 6. Mengungkap

fenomena “ngemblok” dalam tradisi

pernikahan di kecamatan, Sedan Rembang.

- Terdapat fenomena “ngemblok” dalam tradisi pernikahan di Kecamatan Sedan Rembang, tapi belum ada yang mengetahui landasan sosiologisnya.

- Bagaimana praktik fenomena “ngemblok” dalam tradisi pernikahan di Kecamatan Sedan Rembang?

- Apa landasan sosiologis praktik fenomena “ngemblok” dalam tradisi pernikahan di

Referensi

Dokumen terkait

terpusat, fokus, serta bisa diselesaikan dengan adanya batasan perumusan masalah yang ada di dalamnya. Dalam kegiatan ini peneliti membuat dan menyusun instrumen penelitian

Dari hasil uraian dan penjelasan terkait dengan penelitian tentang fenomena warung kopi, peneliti menarik tiga rumusan masalah yang ada, yang pertama melihat

Pada penelitian ini, peneliti ingin memahami secara mendalam terkait dengan objek penelitian, agar peneliti dapat menghasilkan data yang lengkap dalam kajian sebuah

masalah penelitian, dan dia tidak dapat memilih masalah mana yang lebih baik untuk dipecahkan.  Adakalanya suatu masalah cukup menarik,

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang dapat dirumuskan yaitu Bagaimana menerapkan sebuah teknologi Augmented Reality AR pada

1.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan pemaparan terkait permasalahan diatas, jadi peneliti memberikan batas masalah yaitu cukup pada ruang lingkup khusus mengenai pengaruh green

 Beberapa aspek yg dpt digunakan peneliti utk pertimbangan dlm tahap penemuan masalah penelitian antara lain : a Bidang topik dan masalah yg baik b Mempunyai kontribusi secara

Rumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana cara meningkatkan kualitas