• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kendali Sipil Atas Militer di Negara Dem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kendali Sipil Atas Militer di Negara Dem"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Kendali Sipil Atas Militer di Negara

Demokrasi

Kendali sipil atas militer merupakan kelaziman di negara-negara demokrasi, di negara-negara-negara-negara yang dipimpin dan dikelola oleh pejabat-pejabat publik hasil pemilihan umum. Secara umum prinsip dasarnya adalah bahwa

(2)

Meski berpijak pada pengakuan yang sama terhadap

prinsip kendali sipil atas militer, pada kenyataannya

implementasi di lapangan di berbagai negara sangat

beragam. Ada negara dimana kepemimpinan politisi

sipil sebatas menentukan kebijakan dan tujuan dari

kebijakannya secara umum dan memberikan

kewenangan penuh kepada kepemimpinan militer

untuk secara leluasa menerjemahkan ke dalam

strategi dan rencana operasional.

(3)

Indonesia memiliki sejarah unik, sejarah pergerakan politik dan sejarah perjuangan fisik, yang mau tidak mau

mempengaruhi hubungan sipil-militer hingga masa kini. Pergolakan yang mewarnai masa mempertahankan

kemerdekaan dan konsolidasi beberapa tahun setelah

Proklamasi Kemerdekaan 1945, lalu hubungan sipil-militer semasa orde lama yang sangat tidak harmonis dan

(4)

Reformasi 1998 membuka lembaran baru ditandai dengan demokratisasi secara cepat, diikuti dengan penataan kembali tentang hubungan sipil-militer. Proses demokratisasi yang terjadi selama 15 tahun terakhir ini sesungguhnya

menyediakan momentum yang baik untuk menata kembali hubungan sipil-militer dan mengarahkannya sesuai dengan norma demokrasi yang sehat. Kendali sipil atas militer

(5)

Kemauan TNI untuk segera menjalankan reformasi

internalnya, sejak saat awal digulirkannya reformasi, harus dapat disikapi oleh civil society dengan langkah yang

seirama, agar momentum demokratisasi utamanya yang terkait dengan hubungan sipil militer dapat segera tertata dengan baik sesuai dengan norma demokrasi yang berlaku, dengan tanpa ada yang harus merasa tercederai.

Tekanan kepada TNI untuk segera menyesuaikan diri dengan norma demokrasi, namun tanpa disertai adanya itikad

(6)

Dihilangkannya bisnis TNI, tanpa didukung dengan langkah nyata perbaikan atas kondisi kehidupan para prajurit dan keluarganya, ditariknya wakil TNI di lembaga Legislatif tanpa didukung segera dengan pengembalian hak para prajurit

untuk memilih dalam pemilu telah menyebabkan secara moril, para prajurit TNI merasa benar-benar tersisihkan sebagai bagian dari anak bangsa. Setiap 5 tahun sekali

masyarakat melakukan ritual demokrasi yang gegap gempita namun tidak bagi prajurit. Kesemua itu sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi mereka, kecuali harus meningkatkan

kesiagaan guna mengatisipasi terjadinya kerusuhan. lalu

selaku garda bangsa terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah yang tidak didukung dengan alutsista yang memadai, kesemua itu telah mendorong munculnya perasaan

(7)

Sebagai warga bangsa yang memiliki perasaan inferiority,

Prajurit menjadi mudah tersinggung. Banyak kasus-kasus yang menunjukan akan hal itu.

Ingat peristiwa perwira TNI AU yang dengan kasar melakukan pencegahan atas peliputan jatuhnya pesawat tempur TNI AU di Lanud Pakan Baru, Kasus penyerangan Polres OKU oleh prajurit TNI AD, kasus Lapas Cebongan dan terakhir kasus di markas PDIP.

Itu semua sesungguhnya adalah reaksi dari dorongan bawah sadar dari para prajurit TNI untuk sekedar ingin menunjukan eksistensi mereka di tengah masyarakat yang telah

(8)

Kondisi seperti itu tentu tidak dapat terus-menerus kita

biarkan, terlebih para pemimpin sipil yang menutup mata atas semua kondisi di atas. Keadaan akan menjadi semakin buruk saat masyarakat menyudutkan dan menghakimi para prajurit setiap saat di Media tanpa adanya keinginan utamanya dari para pimpinan sipil untuk menyadari bahwa sesungguhnya

para prajurit tersebut membutuhkan perhatian, membutuhkan untuk diposisikan sekedar setara dengan warganegara lainnya.

Semoga apa yang saya uraikan ini dapat membuka kesadaran kita semua, utamanya mereka yang selama ini merasa

sebagai kampiun pejuang demokrasi, untuk mengupayakan segera dalam memposisikan prajurit kita sebagaimana

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat diperoleh bila peneliti secara konsisten mengikuti kerangka pemikiran atau kerangka teori yang telah diperoleh, yang memiliki benang merah dengan landasan teori,

.ﻲﻋﺎﻤﺘﺟﻻا كﻮﻠﺴﻟا ، ﺔﻴﻨﻳﺪﻟا ﺔﻄﺸﻧﻷا : ﺔﻴﺴﻴﺋﺮﻟا تﺎﻤﻠﻜﻟا ﺔﻴﻣﻼﺳﻻا ﺔﻳﻮﻧﺎﺜﻟا ﺔﺳرﺪﳌا بﻼﻄﻟ ﻲﻋﺎﻤﺘﺟﻻا كﻮﻠﺴﻟا ﻰﻠﻋ ﺔﻴﻨﻳﺪﻟا ﺔﻄﺸﻧﻷا ﲑﺛ ﻦﻋ ﺚﺤﺒﻟا حﺮﺷ ﺔﻴﻣﻮﻜﳊا -

Peneliti akan menganalisis data atau informasi yang dikumpulkan dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yaitu dengan mengklasifikasikan data berdasarkan

proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.... Komunikasi Ruang

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

terjadi, kumpulan identitas yang sudah dimiliki dan simbol diri yang melekat dalam

Implementasi kebijakan tersebut juga bertujuan untuk menciptakan suatu kondisi yang berguna bagi dua pihak, yakni masyarakat selaku objek atau tujuan dari pelayanan dan

5 Ibid.. 43 way deny the fact that the very practices that characterise today’s globalisation has been taking place for a long time. his process