• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK OPTIMASI DALAM PROSES PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "TEKNIK OPTIMASI DALAM PROSES PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNIK OPTIMASI DALAM PROSES

PEMBUATAN SEDIAAN FARMASI

(2)

Pendahuluan

Upaya optimasi proses pembuatan sediaan

farmasi terus dilakukan oleh peneliti

Optimasi mencakup berbagai hal yang

(3)

Teknik optimasi formulasi

Formula

(4)

Unsur dalam formulasi sangat bervariasi

tergantung syarat

Persyaratan sediaanFormulator

Market

Fasilitas produksi

(5)

Kenapa harus optimum

(6)

Sesuatu yang maksium belum tentu optimum,

sehingga yang maksimum belum tentu baik

Hasil akhir diharapkan akan dapat dihasilkan

(7)

Formula : zat aktif dan eksipien

Memilih eksipien bukanlah permasalahan

yang mudah, karena harus

mempertimbangkan berbagai aspek

Seperti : stabilitas fisika, kimia, ketersediaan

(8)

Problem

Keseimbangan diantara persyaratan yang

bertentangan

Kemungkinan adanya interaksi kompleks

(9)

Ahli formulasi harus teliti dan tanggap dalam

memilih bahan tambahan dan campuran

bahan serta faktor-faktor yang terkait dengan proses dalam memformulasikan suatu

sediaan, sehingga dapat dihasilkan suatu formulasi yang optimal

Optimasi : suatu pendekatan empiris yang

dapat digunakan untuk memperkirakan

jawaban yang tepat sebagai suatu fungsi dari variabel-variabel yang sedang dikaji sesuai

(10)

Untuk mendapatkan komposisi optimum

dari sebuah formula dilakukan dengan cara :

1. Coba – coba / trial and error

(11)

1. coba-coba / trial and error

Sejak lama digunakan untuk mendapatkan

komposisi optimum

Kurang efisien, mahal, time consuming, sering

kali gagal

Rentang hasil diluar yang dicobakan tidak

(12)

2. Teknik optimasi sistematik

Dibagi menjadi :

a. Model pendekatan independen

(13)

a. Independen

Hasil percobaan sebelumnya digunakan untuk

menetapkan / mencari kondisi percobaan berikutnya dalam upaya untuk mendapatkan hasil/respon yang optimal

Nilai yang dicari dapat berpindah dari respon

yang rendah mendekati optimum

Kelemahan : banyaknya percobaan yang ahrus

dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal tidak dikethaui sebelumnya,

Sebagian dari bidang respon tidak terinvestigasi

(14)

b. dependen

Sebuah variable tergantung (respon), pada

sebuah parameter formulasi dapat

digambarkan sebagai fungsi komposisi campuran dengan model matematika

Respon diukur berdasarkan kombinasi yang

(15)

Simplex lattice design

Metode yang digunakan untuk menentukan

proporsi relatif bahan-bahan yang digunakan dalam suatu formula, sehingga diharapkan akan dapat dihasilkan suatu formula yang paling baik sesuai kriteria yang ditentukan

metode ini cocok untuk prosedur optimasi

(16)

SLD 2 VARIABEL

X1 + X 2+....= 1

Simplex yang paling sederhana dengan 2

(17)

Hubungan antara respon dan komponen dapat

digambarkan sebagai berikut :

Y = a (A) + b (B) + ab (AB)………(1) Keterangan :

Y = Respon

a, b, ab = koefisien yang didapat dari

percobaan

(A), (B) = Fraksi komponen dengan syarat:

(18)

Nilai koefisien a, b dan ab didapatkan dengan cara

memasukkan respon yang didapat dari hasil

percobaan ke dalam persamaan diatas. Setelah

didapatkan nilai a, b dan ab, maka dapat diprediksi perhitungan dari tiap perbandingan fraksi

komponen A dan B. Berdasarkan nilai-nilai respon (Y) dari setiap perbandingan fraksi komponen A dan B tersebut dapat diketahui profil efek campuran

terhadap respon dan berdasarkan profil tersebut dapat ditentukan komposisi A dan B yang dapat memberikan respon optimum seperti yang

(19)

Metode untuk mendapatkan nilai a, b dan ab

melalui 3 percobaan tersebut diatas, yaitu :

Percobaan 1 = percobaan yang

menggunakan A saja, berarti nilai (A) = 1

Percobaan 2 = percobaan yang

menggunakan B saja, berarti nilai (B) = 1

Percobaan 3 = percobaan yang

menggunakan campuran A dan B sama

(20)

Contoh menghitung persamaan simplex

lattice design

Dilakukan suatu formulasi dari suatu

granul dengan menggunakan dua bahan pengisi yaitu laktosa dan sukrosa, maka untuk memperoleh kombinasi bahan

pengisi dengan formula optimum

dilakukan percobaan untuk

(21)

Dari percobaan uji sifat alir dari granul

diperoleh data sebagai berikut :

NO

WAKTU ALIR GRANUL (gram/detik)

FORMULA

1 13,16 30,30 28,57

2 12,66 30,30 28,57

3 13,16 30,30 27,78

4 12,66 30,30 27,03

5 12,66 30,30 27,78

Rata-rata 12,86 30,30 27,95

(22)

Y = a (A) + b (B) + ab (A)(B)  

 

sifat alir

100% A  B = 0Y = 12,86

maka persamaan yang didapatkan:

(23)

Contoh lain ada dua macam solvent, A dan B

akan diteliti pengaruhnya terhadap kelarutan zat X. Untuk melihat pengaruh solvent

tersebut dibuat dalam 3 percobaan

100% A100% B

(24)

Kelarutan zat tersebut

Dalam 100% A = 10 mg/ml

Dalam 100% B = 15 mg/ml

Dalam 50% A dan 50 % B = 30 mg/mlMaka dapat dihitung masing-masing

koefisiennya dengan mesubstitusikan

Sehingga dapat persamaan

Y = 10 (A) + 15 (B) + 30 (A) (B)

Maka kita dapat memprediksi respon lain

(25)

Contoh, berapa kelarutan jika pada campuran

75% A dan 25 % B

(26)

Jika terdiri dari 3 campuran

Digambarkan dalam segitiga sama sisiDengan rumus

Y :

b1X1+b2X2+b3X3+b12X1X2+b23X2X3+b13X1X3+ b123X1X2X3

Y : respon

X1,X2,X3 : fraksi dari tiap komponenB1,b2,b3 : koefisien regresi X,X2X3

B12, b13, b23 : koefeisen regresi X1-X2, X1-X3,

X2-X3

(27)
(28)

Persamaan tsb tidak terdapat intersep bo

konstanta dri titik potong

Dapat dihitung intersepnyaX1+X2+X3 = 1

Substitusi : X3 = 1 – (X1+X2) menjadiY = b1X1+b2X2+b3(1-(X1+X2)

(29)

Jika persamaan tsb diubah dlm bentuk

persamaan kuadrat dgn basis X2

X2 = (-b23-b123X1)X22 +

(b2-b3+B12X1-b13X1+B23-X1+b123X1-b123X12)X2+ (b1X1+B3-B3X1+B13X1-B13X12)-Y=0

Dengan dikaitkan pada 0=ax²+bx+c-Y, maka :

a=-b23-b123X1

b=b2-b3+B12X1-b13X1+B23-B23X1+b123X1-b123X12

(30)

Koefisien diketahui dari perhitungan regresi

dan Y adalah respon yang diinginkan. Nilai X1 ditentukan, maka X2 dapat dihitung, akan

didapatkan 2 nilai X2 dan dicari X2 yang memenuhi syarat. Dengan kata lain X2

digunakan untuk mencari nilai X3. Setelah semua nilai didapat dimasukkan ke dalam

(31)

Jika campuran formula tidak merupakan zat

tunggal yang murni (100%)

%yang ditransformasikan

= (%sesungguhnya-%minimum)

(% maksimum - % minimum)

(32)

Simplex lattice design hanya bisa digunakan

untuk campuran yang bisa dikuantifikasi

(secara fisik ada), seperti campuran pelarut atau bahan

Tidak dapat yang abstrak seperti : suhu,

tekanan, dan lama pengeringan

Faktor faktor lain yg berpengaruh dalam

(33)

Desain faktorial

Aplikasi persamaan regresi yaitu teknik untuk

memberikan model hubungan antara variabel respon dengan satu atau lebih variabel bebas

Desain faktorial digunakan dalam percobaan

untuk menentukan secara simulasi efek dari beberapa faktor dan interaksinya yang

(34)

Istilah

Faktor : variabel yang ditetapkan, misal : waktu, suhu, konsentrasi,

dua macam bahan. Faktor dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Keduanya harus dapat ditetapkan harganya dengan angka. Misal konsentrasi : 1%, 2%; panas 10C, 100C. Desain factorial dapat terdiri dari 2 atau lebih factor.

Level : harga yg ditetapkan utk factor. Misal level 10C dan 100C utk

temperature.

Respon : hasil terukur yg diperoleh dari percobaan yg dilakukan.

Perubahan respon dapat disebabkan oleh bervariasinya level. Respon yg ingin diukur harus dapat dikuantifikasi.

Interaksi : dapat dianggap sebagai batas dari penambahan efek

efek factor. Interaksi dapayt bersifat sinergis atau antagonis.

Sinergis berarti hasil interaksi tsb mempunyai efek yang lebih besar dari masing2 efek factor. Antagonis berarti hasil tersebut

Referensi

Dokumen terkait

pada pengujian bahan Kayu nilai tingkat kekasaran yang dihasilkan.. dari Mesin CNC milling router 3 axis maka berbeda

layout harus sesuai dengan hasil cetakan yang akan dihasilkan.. Layout

Campuran gum arab dengan CMC diharapkan dapat menghasilkan bahan pengemulsi yang baik dan efektif untuk pembuatan emulsi oleoresin lada sehingga dapat

produksi sehingga obat jadi yang dihasilkan memenuhi syarat mutu yang telah. ditentukan dan sesuai dengan

Sediaan yang berasal dari bahan alam cenderung memiliki stabilitas yang cukup rendah yang dapat mempengaruhi stabilitas suatu sediaan, sehingga setelah suatu zat aktif

Optimasi formula menggunakan bahan penyalut pati dan CMC pada perbandingan 1%:3% (formula III) merupakan formula mikrokapsul yang paling optimal yang ditunjukkan dengan hasil

Strategi dan metode yang digunakan oleh guru ditentukan yang paling utama sesuai substansi bahan ajar yang dipelajari siswa, namun setiap tahapan dari belajar itu siswa

Titik akhir ditentukan dengan mengamati perubahan jarak endapan AgCl pada perangkat mikrofluida, yang mengurangi ketergantungan pada bahan kimia tambahan dan mengurangi