• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SISTEM SERTIFIKASI DAN POTENSIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS SISTEM SERTIFIKASI DAN POTENSIA"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SISTEM SERTIFIKASI DAN POTENSIAL PASAR

SEAT CUSHION UNTUK PESAWAT UDARA

TUGAS BESAR

Diajukan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah AE4060 Kelaikan Udara

Disusun Oleh:

Amri Ramadhan 13611026

RizkyMedyanto 13611053

Fiodesy Gemilang Putri 13611056

PROGRAM STUDI AERONOTIKA DAN ASTRONOTIKA

FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BANDUNG

(2)

PRAKATA

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan kehendak-Nya kami dapat menyelesaikan Analisis Sistem Sertifikasi dan Potensial Pasar Seat cushion untuk Pesawat Udara. Analisis ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah kelaikan Udara dengan kode AE4060 pada semester genap tahun akademik 2014/2015.

Tujuan dari perancangan ini adalah membuat konsep sertifikasi dari salah satu bagian pesawat terbang yang penting, yaitu seat cushion. Selain itu dilakukan juga analisis potensi pasar yang dapat dimasuki oleh pabrikan seat cushion di Indonesia yang sudah cukup berpotensi jika ada yang ingin merambah kedalam cabang industri ini.

Berbagai proses telah kami lalui dalam rangka menyelesaikan Analisis Sistem Sertifikasi dan Potensial Pasar Seat Cushion untuk Pesawat Udara ini. Berbagai kendala datang sebagai sebuah tantangan yang menarik. Namun dengan kerja sama yang solid, kami dapat menyelesaikannya dengan baik.

Setiap karya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami menyadari berbagai kekurangan baik dalam penulisan, cara penyampaian dan lain-lain sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulisan selanjutnya agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rais Zain selaku dosen mata kuliah Kelaikan Udara atas bimbingan dan arahannya selama ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada tim dari DKUPPU yang dipimpin oleh Bapak Oka atas evaluasi dan masukannya, lalu kepada tim Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN yang dipimpin oleh Bapak Sulistyo Atmadi atas saran dan masukannya, serta kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu dan mendukung.

Pada akhirnya, penulis berharap semoga perancangan bandara ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya di program studi Aeronotika dan Astronotika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung.

Bandung, 20 Mei 2015

(3)

DAFTAR ISI

1.5 Sistematika Penulisan... 4

BAB II PASAR PRODUSEN SEAT CUSHION DI LUAR NEGERI ... 5

BAB III POTENSI PRODUSEN SEAT CUSHION DI DALAM NEGERI ... 9

BAB IV REGULASI DAN TSO ... 13

4.1 CASR 25.853 Flammability Requirements for Aircraft Seat Cushion ... 15

BAB V PROSEDUR PENGUJIAN ... 16

5.1. Proses Uji Kelaikan dengan Flammability Test ... 16

5.2. Proses Uji Kelaikan dengan Dynamic Condition Test ... 18

5.3 Tempat Pelaksanaan Pengujian ... 19

BAB VI KONSULTASI DENGAN PIHAK SERTIFIKASI DKUPPU ... 20

BAB VII LINIMASA KERJA DAN PROSES SERTIFIKASI PRODUK SEAT CUSHION ... 21

7.1 Asumsi Yang Digunakan ... 21

7.2 Deskripsi Kegiatan ... 21

7.3 Perencanaan dan Linimasa Kerja ... 24

BAB VIII KESIMPULAN ... 25

DAFTAR PUSTAKA ... iv

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Syarat utama agar pesawat terbang dapat mengudara dan dikomersilkan adalah adanya sertifikat yang menyatakan laik terbang pada pesawat tersebut. Sertifikat pada pesawat tidak hanya terpaku pada desain dan performa pesawatnya saja, namun juga pada part-part yang ada di dalam pesawat tersebut seperti seat cushion atau busa kursi yang ada di dalam pesawat. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh badan pengawas kelaikan udara yang di Indonesia badan ini disebut DKUPPU (Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara). Agar part tersebut dapat digunakan di pesawat terbang, maka part tersebut harus memiliki TSO (Technical Standard Orders) yang bisa didapat setelah part tersebut lolos dalam proses pengujian sesuai standar yang ada di beberapa regulasi seperti CASR (Civil Aviation Safety Authority), AD (Airworthiness Directives), dan lain sebagainya.

Maka dari itu, kami melakukan analisis mengenai proses sertifikasi salah satu part pesawat udara yaitu seat cushion atau busa pada kursi pesawat agar dapat diketahui bagaimana proses atau langkah-langkah yang harus dilakukan agar produk

seat cushion bisa mendapatkan TSO sehingga produk tersebut dapat digunakan pada pesawat terbang sesuai dengan regulasi yang ada.

(5)

1.2Tujuan

Tujuan dari studi akademik ini adalah untuk mempelajari aspek-aspek yang terkait dengan produk seat cushiondengan regulasi CASR dalam wilayah hukum Indonesia, dan memperlajari proses sertifikasi produk seat cushiontersebut. Beberapa poin penting yang akan dijelaskan dalan laporan ini adalah:

1. Menganalisis potensi pasar dan mencari produsen dalam negeri yang berpotensi untuk memproduksi seat cushion pesawat terbang

2. Mempelajari proses pembuatan seat cushion

3. Menetapkan regulasi-regulasi penerbangan yang berlaku untuk mengatur jalannya proses sertifikasi seat cushion pesawat terbang.

4. Menentukan alur sertifikasi proses pengujian seat cushion untuk pesawat terbang.

5. Menentukan linimasa pengujian seat cushion pesawat terbang.

1.3Kerahasiaan Data

(6)

1.4Deskripsi Produk

Ilustrasi Seat cushion

Seat cushionatau bantalan kursi pada pesawat merupakan salah satu bagian dari kursi pesawat berupa bantalan vertikal maupun horizontal yang digunakan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang saat pesawat terbang dan keselamatan penumpang saat pesawat terbang mengalami kecelakaan.

Menurut laporan edaran yang dikeluarkan Federal Aviation Administration

(FAA) yang berisi persyaratan ketahanan api untuk bantalan kursi pesawat yaitu FAR 25.853, komponen tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

a. Spesimen bantalan belakang, merupakan bagian komponen yang memiliki orientasi vertikal sehingga disebut juga spesimen vertikal.

b. Spesimen bantalan bawah, merupakan bagian komponen yang memiliki orientasi horizontal sehingga disebut juga spesimen horizontal.

(7)

1.5Sistematika Penulisan

Laporan ini berjudul ANALISIS SISTEM SERTIFIKASI DAN POTENSIAL PASAR SEAT CUSHION UNTUK PESAWAT TERBANG. Sistematika laporan ini menjelaskan tahapan dan proses pengerjaan.

Bab I berisi Pendahuluan. Bab ini menjelaskan tentang hal-hal yang mendasari pengerjaan laporan ini.

Bab II membahas profil pasar seat cushion pesawat terbang yang ada saat ini. Pembahasan dilakukan dengan mengidentifikasi pabrikan yang bermain dalam bisnis ini berikut dengan variasi produk dan tingkat keuntungan dalam bisnis ini.

Bab III membahas analisis potensi bagi pabrikan busa dalam negeri untuk dapat terjun dalam pembuatan seat cushion untuk pesawat terbang.

Bab IV membahas regulasi-regulasi yang mengatur proses sertifikasi untuk seat cushion pesawat terbang. Regulasi-regulasi tersebut menyangkut antara lain pasal-pasal dalam CASR, Service Bulletin, TechnicalSpecification Order, dan dokumen-dokumen penting lainnya.

Bab V membahas proses sertifikasi dan tempat pengujian yang potensial untuk melakukan proses sertifikasi tersebut.

Bab VI membahas proses sertifikasi yang mana hasilnya sendiri didapat dari diskusi dengan otoritas kelaikan udara Indonesia atau DKUPPU.

Bab VII membahas penyusunan linimasa dari proyek sertifikasi seat cushion

pesawat terbang dengan data yang akurat dan berdasarkan tahapan yang ada dalam uji sertifikasi.

(8)

BAB II

PASAR PRODUSEN SEAT CUSHION DI LUAR NEGERI

Pabrik pembuat seat cushion di luar negeri sudah banyak ditemukan, baik untuk pesawat sekelas Boeing dan Airbus maupun pesawat kecil lainnya. Keseluruhan produsen tersebut telah memiliki sertifikasi minimum kelas tiga sebagai produsen produk untuk pesawat terbang yang telah disetujui oleh otoritas setempat. Dalam perkuliahan AE4060 Kelaikan Udara telah dijelaskan bahwa untuk produsen produk kelas tiga, hanya diperbolehkan untuk memproduksi bagian apapun pada komponen pesawat terbang diluar tanggung jawab produsen produk kelas satu dan dua.

Pertumbuhan industri seat cushion ini semakin pesat di setiap tahunnya. Menurut Compound Annual Growth Rate, pertumbuhan industri ini meningkat sejauh 5,71% di tahun 2014, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Keuntungan yang dicapai di akhir 2014 berkisar sekitar US$ 5,991,000.

Pasar industri ini didominasi oleh U.S dan U.Kdimana merupakan pemilik dari dua manufaktur terbesar pesawat terbang yaitu Airbus dan Boeing. Menurut

Compound Annual Growth Rate, di U.S sendiri dapat ditaksir perkembangan industri ini kan meningkat sebanyak 3,14% dari tahun 2014 hingga tahun 2019. Dan peningkatan ini akan signifikan dengan peningkatan yang terjadi di negara Asia, seperti India, Jepang, dan China. Data-data di atas merupaan salah satu bukti bahwa industri seat cushion ini merupakan industri yang sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas perusahaan, dan semakin maju perkembangan zaman, persaingan di dalam industri ini pun semakin ketat.

Berikut adalah beberapa perusahaan asing yang telah sukses dalam industri seat cushion ini.

1. RECARO AircraftSeating, Germany

(9)

dihasilkan juga berkualitas da

alitas dan terpercaya. Untuk kursi pesawat dibedak nomy class dan business class; dimana menunju termasuk ke dalam perusahaan besar di bidang ini.

strasi produk seat cushion RECARO AircraftSeating

Aircraft Engineering Company Limited)Americas, US

i memiliki Divisi Cabin Solution yang memiliki banya

urer Approved) dan menyediakan berbagai kompon ta layanan pengembangan bagian komponen interio PMA-nya bahkan memimpin sebagai OEM (Origina

uk yang dihasilkan, antara lain sebagai berikut.

eatherWeight™ Premium Economy

eatherWeight™ Premium Economy

eatherWeight™ Economy eatherWeight™ Economy

Ilustrasi produk seat cushion HAECO Americas

(10)

3. ZODIAC Seats, UK

Perusahaan ini menyediakan lebih banyak layanan dan produk yang dikategorikan, sebagai berikut: Aerosafety, Aircraft Systems, Cabin&Structures, Galley&Equipment, dan Seats. Pada kategori Seats dibagi menjadi 2, yaitu Passenger Seats dan Crew Seats. Pada passanger seats, produk yang dihasilkan sebagai berikut.

Ilustrasi produk seat cushion ZODIAC Seats

4. KOITO Industries, Japan

Perusahaan ini memiliki banyak client, antara lain: Airbus A320, A330, A380, Boeing 737, 767, 777, 787 Dreamlineruntuk produk passenger seating-nya.

5. Spectra Interior Products, US

Perusahaan ini menawarkan berbagai macam produk dan jasa untuk industri penerbangan. Produknya yang terbaik mencakup jok, karpet, kulit, kain, permadani, sekat dan bantalan kursi untuk meningkatkan daya tarik estetika dan kenyamanan pesawat. Selain itu, perusahaan ini juga menyediakan produk jadi seperti sarung jok, karpet kit, tirai dan penyangga kepala yang siap untuk diinstal. Semua memenuhi standar FAA untuk ketahanan terhadap api.

(11)

6. Aviointeriors, Italy

Sebuah perusahaan dengan pengalaman 40 tahun dalam memproduksi dan melakukan inovasi terhadap kursi pesawat. Perusahaan ini memiliki pengetahuan yang diwariskan dan pengalaman terkait produk unggulannya tersebut.

(12)

BAB III

POTENSI PRODUSEN SEAT CUSHION DI DALAM NEGERI

Belum ada pabrik di Indonesia yang memproduksi seat cushion untuk kursi pesawat. Namun beberapa pabrik dalam negeri telah berhasil memproduksi bantalan kursi untuk mobil, bis, dan kereta api serta mendapatkan sertifikasi yang dibutuhkan produknya. Dalam prakteknya, beberapa pabrik bahkan telah menguasai pasar dan berhasil dalam mengembangkan produknya. Oleh karena itulah, salah satu tujuan dibuat laporan ini adalah mendorong pabrik-pabrik dalam negeri untuk memproduksi kursi pesawat terbang. Namun pada laporan ini hanya dibatasi pada bantalan kursinya saja.

1. PT Armada Johnson Controls Indonesia, Purwakarta

Perusahaan ini merupakan perusahaan gabungan antara perusahaan lokal APM Armada Autoparts (AAA) dan Johnson ControlsInc. (JCI) dari USA. Semua pabrik di AJC sudah memiliki sertifikasi TS yang mencakup ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 dan saat iniAJC sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14000 sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Produk yang dihasilkan berupa :

• Metal, misalnya pembuatan kerangka jok untuk sistem jok otomotif pada

mobil.

• Busa & Pelapis, misalnya busa untuk jok dibuat dari campuran ISOCYANATE dan

POLYOL dengan berbagai zat katalisator.

• Perakitan, produk yang dihasilkan dirakit sedemikian rupa membentuk sistem

(13)

2. PT Aneka Busa, Tangerang Indonesia

(14)

3. PT Sutindo Chemical Indonesia, Surabaya

Perusahaan ini didirikan pada pertengahan tahun 2006. Pabrik sistem poliuretan ini mengacu pada sistem manajemen mutu SCI yang dirumuskan berdasarkan beberapa persyaratan standar. Pabrik ini juga memasok bahan baku dari pemasok terkemuka skala internasional. Dan menguji semua bahan baku berdasarkan COA (Certificate of Analysis) dari pemasok. Mesin yang digunakan dikontrol sepenuhnya secara otomatis dengan sistem SAP yang tidak akan membiarkan proses kimia melampaui toleransi tertentu. Untuk menjaga akurasi pengukuran, semua mesin dan peralatan secara teratur dikalibrasi. Perusahaan ini juga memiliki beberapa laboratorium pengujian sendiri untuk memastikan kualitas sampel dan produk tetap terpercaya dan terjaga. Produk yang dihasilkan dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

• Rigid Foam

(15)

• Integral Skin Foam

Dari beberapa hasil produknya tersebut, bantalan kursi termasuk dalam kategori

highresiliencefoam. Untuk produk tersebut perusahaan ini melakukan beberapa pengujian, sebagai berikut.

(16)

BAB IV

REGULASI DAN TSO

Berikut merupakan ringkasan regulasi-regulasi yang harus dipenuhi untuk memproduksi bantalan kursi untuk pesawat. Regulasi yang tercantum pada bab ini telah disesuaikan dengan regulasi CASR (Civil Aviation Safety Regulation) maupun TSO (Technical Standard Orders) yang ada dan digunakan di Indonesia.

Regulation Section Note

CASR

25.853 Flammability Requirements

25.562 Emergency Landing

SAE AS 8049A

PerformanceStandards for Seatsin Civil Rotorcraftand Transport Airplane

Advisory Circular

23.562-1 Dynamic Testing of Part 23

AirplaneRestraint/Systems and Occupant Protection

25.562-1B

(17)

Adapun isi TSO adalah sebagai berikut :

1. TSO C39B

TSO C39b berisi mengenai pengaplikasian standar performance minimum untuk seat cushion yang digunakan pada pesawat transport, akrobatik dan rotorcraft. Semua produk yang telah mendapatkan TSO authorization harus mematuhi aturan yang tercantum didalam National Aircraft Standards Specification 809. Selain itu, produk juga harus memenuhi FAR 25.853 mengenai fireprotection. Bentuk pengujian telah diatur dalam Appendix F part II FAR 25.

2. TSO C127a

TSO ini berisikan mengenai minimum performance standard yang harus dipenuhi oleh seatingsystem. Adapun seating system yang dimaksud terdiri dari: rangka kursi, safetybelt, cover, dan seat cushion. Pada TSO ini diharuskan bahwa semua produk seatingsystem harus memenuhi regulasi yang tertulis pada Society of Automotive Engineers, Inc. (SAE), Aerospace Standard (AS), Document No. AS 8049A, “Performance Standards for Seats in Civil Rotorcraftand Transport Airplanes,”. Selain itu, produk juga harus memenuhi dynamic testing yang tertulis pada AdvisoryCircular (AC) 20-137, “DynamicEvaluation of SeatRestraint Systems & Occupant Restraint for Rotorcraft (Normal & Transport),” AC 23.562-1, “Dynamic Testing of Part 23 Airplane Restraint/Systems and Occupant Protection,” and AC 25.562-1A, “Dynamic Evaluation of Seat Restraint Systems & Occupant Protection on Transport Airplanes”. Khusus untuk seat cushion, pada TSO ini tertulis bahwa setiap produk seat cushion harus memenuhi 14 CFR 25.853(c) effectiveFebruary 2, 1995, or 14 CFR 29.853(b) effectiveOctober 26, 1984.

(18)

4.1 CASR 25.853 Flammability Requirements for Aircraft Seat cushion

Pasal ini menuliskan persyaratan tes flammability di laboratorium menggunakan prototype ukuran sebenarnya. Seat cushion merupakan komponen yang menjadi salah satu penyebab utama kebakaran pada kabin. Aturan ini bertujuan membatasi kemungkinan menyebarnya api akibat seat cushion.

Pada pasal 25.853 dituliskan klasifikasi seat cushion; yaitu backcushion, bottom cushion dan dress covering specimen. Regulasi juga mengatur syarat-syarat kualifikasi komponen tes di laboratorium. Peralatan laboratorium yang diatur oleh FAA adalah burner, bahan bakar dan thermocouples. Cara pembuatan prototype, jenis foam, ukuran seat cushion dan penambahan aksesoris juga diatur dalam pelaksanaan tes. Tes dinyatakan memenuhi kriteria jika memenuhi:

• Parameter berat dan dimensi cushion yang terbakar • Kondisi peralatan tes tidak menurun

• Seluruh proses tes didokumentasikan

• Peralatan tes selalu dikalibrasi dan dijamin kebersihannya

Seat cushion yang telah memenuhi FAR part 25 appendix F part II tidak memerlukan pengajuan STC. Penjelasan singkat mengenai pengawasan dan persetujuan terhadap modifikasi tertulis pula pada pasal ini.

(19)

BAB V

PROSEDUR PENGUJIAN

Dari bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa untuk dapat diizinkan dipakai atau digunakan di pesawat udara, seat cushion tersebut harus memenuhi sertifikasi. Dalam proses sertifikasi tersebut, dilakukan beberapa tes untuk menguji seat cushion tersebut dari berbagai paramater.

Beberapa tes pengujian yang telah dilakukan oleh perusahaan asing yang telah mendapat sertifikasi untuk seat cushion ini, akan dibahas pada sub bab dibawah ini, antara lain sebagai berikut.

5.1. Proses Uji Kelaikan dengan Flammability Test

Peralatan yang dibutuhkan, antara lain sebagai berikut.

• Frame besi dan kawat untuk menumpu seat cushion pada posisi

• Burner. Sering dipakai jenis Park Model DPL 3400, Lennox Model OB-32,

orCarlin Model 200 CRD.

• Nozzel untuk mengatur tekanan akibat aliran bahan bakar sebesar 0.126

lt/mins.

• Anthropomorphic dummy • Burnercone

• Fuelpressure regulator • Anemometer

(20)

• Stopwatch

Bahan yang dibutuhkan, antara lain sebagai berikut.

• 3 Cushionprototype, masing-masing terdiri dari horizontal cushion,

verticalcushion, dan covering

• Bahan bakar

Prosedur yang harus dilakukan, antara lain sebagai berikut.

1. Menyiapkan specimen pada kondisi sesuai pada suhu 21 degree C minimal 24 jam sebelum tes.

2. Memastikan calorimeteralignment 3. Menyalakan ventilasi ruang tes

4. Mengatur kecepatan aliran bahan bakar 5. Ruang bakar harus sepenuhnya kedap udara 6. Kalibrasi calorimeter dengan uji pembakaran 7. Dokumentasi data berat awal specimen

8. Memastikan specimen dan seluruh komponen uji berada pada posisi yang benar pada ruang bakar

9. Melakukan tes flammability dengan menghitung waktu 10.Membuat laporan sesuai dengan kriteria

Kriteria yang diuji, antara lain sebagai berikut.

1. Panjang area terbakar tidak boleh melebihi 43.2 cm dari 2/3 prototype yang diuji.

2. Rata-rata berat yang berkurang tidak lebih dari 10%.

(21)

Kriteria yang harus dipenuhi,

• Memenuhi CASR 25 Ap

5.2. Proses Uji Kelaikan de

Peralatan dan bahan yang dib 3. Force & Displacement specimen. Gaya dan sertifikasi.

4. Dynamic full scalesled macam tes, dua tanpa

ipenuhi, antara lain sebagai berikut.

SR 25 Appendix F

aikan dengan Dynamic Condition Test

yang dibutuhkan, antara lain sebagai berikut.

dummy

specimen

pengujian Seat cushion dengan DynamicCondition Test

dilakukan, antara lain sebagai berikut.

relaxation Test” , yaitu mengklarifikasi kepekaan roperti busa cushion yang belum diketahui

lacementtest, yaitu memberikan tekanan pada seat ya dan perubahan tebal seat cushion diukur sesu

calesled testing. Anthropomorphic dummy didudukk ua tanpa seat cushion dan dua dengan seat cushion

(22)

force diberikan pada setiap tes, dengan kemiringan 60o.

5. Mendokumentasikan hasil lumbar load dan rise time dari keempat tes.

Kriteria yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut.

• Memenuhi CASR 25.561 dan 25.562.

5.3 Tempat Pelaksanaan Pengujian

Pengujian dapat dilakukan di dalam negeri untuk memudahkan proses produksi, mobilisasi, dan dapat menghemat biaya. Selain itu, dapat juga mendorong perindustrian di Indonesia untuk berkembang. Berikut laboratorium di Indonesia yang bisa digunakan untuk melakukan pengujian yang telah disebutkan sebelumnya, antara lain:

1. Flammability Test bisa dilakukan di Laboratorium Ketahanan Api, Puskim (PusatPenelitian dan Pengembangan Permukiman), Cileunyi, Jawa Barat.

(23)

BAB VI

KONSULTASI DENGAN PIHAK SERTIFIKASI DKUPPU

Kami telah melakukan konsultasi dengan pihak DKUPPU dan diberikan evaluasi terhadap proyek ini. Evaluasi tersebut berkaitan dengan regulasi-regulasi yang akan dipakai dalam proyek ini. Evaluasi tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Pada awalnya kami memasukkan Advisory Circular AC 25.562-1A tentang

DynamicEvaluation of Seat Restraint Systems & Occupant Protection on Transport Airplanes sebagai salah satu referensi regulasi. Namun menurut DKUPPU, dalam proyek ini kita tidak memerlukan AC tersebut karena AC tersebut untuk keperluan membuat struktur kursi, bukan seat cushion. 2. Pada awalnya kami memasukkan TSO C39B dengan referensi regulasi FAR

25.853 mengenai fireprotection. Pihak DKUPPU memberikan ralat kepada kami bahwa TSO C39B itu memiliki referensi regulasi yaitu FAR 25.853 tentang compartment interior. Dan di part ini tidak hanya menjelaskan tentang fireprotection, tetapi juga menjelaskan tentang aturan mengenai flammabilitytest yang mengacu pada Appendix F pada FAR part 25.

3. Pada awalnya kami memasukkan CASR 21.303 tentang Replacement and Modification Parts sebagai referensi regulasi. Namun menurut pihak DKUPPU, aturan ini tidak perlu dicantumkan disini, karena aturan ini membahas tentang penggantian atau modifikasi, bukan tentang sertifikasi pembuatan seat cushion

4. Pihak DKUPPU menekankan bahwa aturan yang kami pakai yaitu CASR 25.261 dan 25.256 lebih concern kepada struktur dan mounting kursi, bukan pada seat cushionnya. Namun, dapat menjadi referensi regulasi untuk pengujian Dynamic Test nantinya.

(24)

BAB VII

LINIMASA KERJADAN PROSES SERTIFIKASI PRODUK SEAT

CUSHION

Kami mencoba menyusun linimasakerja atau master plan dari proyek sertifikasi produk seat cushion ini, yaitu sebagai berikut.

7.1 Asumsi Yang Digunakan

• Laboratorium pengujian dapat digunakan sepanjang tahun • Biaya belum diikutsertakan dalam pertimbangan master plan • Terdapat lebih dari satu prototypeseat cushion

• Perusahaan dan fasilitas uji telah memenuhi syarat sah yang tertulis

dalam regulasi. Jika belum, maka diperlukan proses sertifikasi terlebih dahulu.

• Ada dua hari libur dalam satu pekan

7.2 Deskripsi Kegiatan

I. Aplikasi permohonan TSO

(25)

II. Perancangan model seat cushion

Perancangan dimulai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, dan model

seat cushion referensi yang sudah ada di pasaran sebagai pembanding. Setelah desain melalui tahap awal dan rancangan detil, dihasilkan gambar desain dalam bentuk drawing draft baik dicetak maupun dokumen digital. Selama proses desain, analisa cara pemasangan seat cushiondan metode perawatannya disusun, dengan mengacu pada spesifikasi dan referensi di pasaran.

Selanjutnya, sistem pemasangan dan perawatan akan disesuaikan dengan desain yang telah dibuat, sehingga penyusunan operating manual dan

maintenance manual memakan waktu lama.

III. Pengujian specimen

Desain yang telah jadi dibuat menjadi paling tidak tiga set spesimen untuk uji bakar dan minimum satu specimen untuk uji beban dinamik. Kedua tes dapat dilaksanakan secara paralel, karena:

• dilakukan di dua lokasi uji yang berbeda • hasil dari kedua uji tidak saling mempengaruhi

• ukuran specimen yang digunakan pada kedua uji berbeda

(26)

Uji beban dinamik dilakukan di Bandung, proses persiapan dan transportasi specimen dapat dilakukan dalam waktu dua hari. Uji beban dapat diselesaikan dalam waktu satu hari kerja, dengan seluruh fasilitas uji telah dipersiapkan sebelum kedatangan specimen ke lokasi.

Proses uji dilaksanakan dibawah pengawasan DKUPPU, sebagai dalah satu tahap untuk membuktikan conformity seluruh proses pengembangan dan produksi produk.

IV. Modifikasi

Rentang waktu perancangan dan uji ulang dipersiapkan, karena lazimnya suatu desain memerlukan proses iterasi untuk mencapai suatu standar sayng ditentukan regulasi, sehingga sering tidak lolos di uji yang pertama. Diulang atau tidaknya suatu proses uji, dapat diputuskan oleh pihak DKUPPU. Sesuai dengan hasil pengamatan pihak DKUPPU selama proses uji yang pertama.

V. Persiapan dokumen sertifikasi

Pada tahap ini, dokumen operating&maintenance manual sudah pada tahap akhir dan tidak ada aspek yang harus diuji lagi. Dokumen lain yang harus disempurnakan adalah laporan hasil kedua tes yang berhasil, beserta drawing dan data spesifikasi material.

VI. Conformity Inspection & TSO Authorization

Pada tahap ini, pihak DKUPPU melaksanakan sistem inspeksi conformity

yang telah disepakati. Selanjutnya, TSOA akan diberikan kepada perusahaan atas seat cushion tersebut setelah inspeksi conformity menunjukkan bahwa

(27)

7.3 Perencanaan dan Linimasa Kerja

(28)

BAB VIII

KESIMPULAN

Seat cushion atau bantalan kursi dibagi menjadi tiga, yaitu bagian vertikal, horizontal dan kainpenutup. Sampai saat ini, belum ada pabrik di Indonesia yang memproduksi bantalan kursi untuk kursi pesawat. Namun, beberapa pabrik memiliki potensi untuk mengajukan TSO pembuatan komponen tersebut untuk pesawat. Untuk mendapatkan TSO, pabrik perlu memenuhi regulasi yang tertulis pada CASR 25.583, 25.561, 25.562 dan 21.605.

Selanjutnya, beberapa pengujian harus dilakukan untuk membuktikan produknya memiliki tingkat keamanan sesuai yang tertulis di regulasi. Hal yang harus dilakukan untuk pengujian adalah mempersiapkan alat uji yang sesuai standar dan material komponen yang diuji. Laporan hasil pengujian disertakan pada dokumen pengajuan TSO ke DKUPPU bersamaan dengan pernyataan konfirmasi dan deskripsi sistem pengawasan kualitas. Selanjutnya pihak DKUPPU berwenang melakukan inspeksi terhadap pengajuan TSO dan memutuskan pihak pabrik layak mendapatkan TSO atau tidak.

(29)

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/251303906/Persiapan-Sertifikasi-Busa-Kursi-Penumpang-Pesawat-Udara-ke-DKUPPU

http://concordebattery.com/batterytsoexplained.php

https://www.faa.gov/aircraft/air_cert/design_approvals/tso/

https://www.faa.gov/aircraft/air_cert/design_approvals/tso/tso_design_app/http://rg l.faa.gov/Regulatory_and_Guidance_Library/rgTSO.nsf/0/0331D5F8DDD1695286256D AC0068F384?OpenDocument

https://www.faa.gov/regulations_policies/advisory_circulars/index.cfm/go/document.i nformation/documentID/22657

https://www.faa.gov/regulations_policies/advisory_circulars/index.cfm/go/document.i nformation/documentID/22656

https://www.faa.gov/regulations_policies/advisory_circulars/index.cfm/go/document.i nformation/documentID/22317

http://www.recaro.com/en/business-areas/aircraft-seating.html

http://www.haeco.aero/content/about-haeco-americas.html

http://www.zodiacaerospace.com/en/zodiac-seats-us

http://www.koito-ind.co.jp/english/

http://www.spectra-ip.com/

http://www.aviointeriors.it/

http://id.ajc.co.id/organization/

http://www.anekabusa.co.id/

http://www.sutindochem.com/

(30)
(31)

Referensi

Dokumen terkait

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Tri Tunggal Maha Kudus, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus karena atas berkat, hikmat dan anugerah-Nya, sehingga penulis dapat

Hal ini menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan oleh perusahaan dirasakan sudah cukup adil dan layak serta seuai dengan yang diharapkan karyawan sehingga memberikan dampak

15.Orang yang bersholawat akan mendapatkan pujian yang baik dari Allah di antara penghuni langit dan bumi, karena orang yang bersholawat, memohon kepada Allah agar memuji,

Menimbang : bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 9 ayat (2), Pasal 17 ayat (2), dan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 14 tahun 2017 tentang

Melihat data-data yang telah diuraikan mengenai sedikitnya masyarakat yang berbelanja di bulk store atau packaging free store, kurangnya kesadaran masyarakat di

selanjutnya, hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat mengubah paradigma di masyarakat tentang daun putri malu sebagai tanaman semak belukar menjadi tanaman obat

Tanggapan responden bahwa pekerjaan diselesaikan sesuai dengan alokasi anggaran dan sumber daya yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan memperoleh persentase skor sebesar

Geschool adalah salah satu jejaring sosial edukasi yang dikembangkan untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia, ini terlihat dari fitur-fitur dan reward menarik