Pedoman Pemanfaatan
Rumah Belajar
Penulis :
DAFTAR
ISI
F. Arah pengembangan Rumah Belajar
BAB II KARAKTERISTIK RUMAH BELAJAR
A. Berorientasi pada kebutuhan pengguna
B. Multimedia Interaktif
C. Mudah digunakan (user friendly)
D. Berbasis multi platform (PC, tablet, mobile) E. Aktivitas tercatat (portofolio pengguna)
F. Berbagi aneka sumber belajar (resource sharing)
G. Multidevice
BAB III PERMASALAHAN DAN SOLUSI YANG DITAWARKAN OLEH TEKNOLOGI RUMAH BELAJAR
A. Permasalahan teknologi pembelajaran
B. Fasilitas pendukung
2. Pencarian (internal searching)
3. Unggah dan unduh (upload & download)
BAB V DAMPAK /PENGARUH RUMAH BELAJAR / LAYANAN KE DEPAN/ LAYANAN TERINTEGRASI
1. Pembinaan guru secara berkelanjutan
2. Pengembangan kreativitas siswa
BAB
I
PENGENALAN
RUMAH
BELAJAR
PENDAHULUAN
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di abad ke‐21 atau abad teknologi ini
begitu pesat menciptakan tantangan‐tantangan baru dalam proses belajar mengajar.
Permasalahan yang makin kompleks menuntut kesiapan dunia pendidikan untuk
mengantisipasinya. Informasi dan pengetahuan yang semakin beragam dan mudah
penyebarannya menuntut guru dan siswa untuk dapat mempergunakan sebaik‐baiknya. Informasi dan pengetahuan ada yang bernilai positif ada juga yang negatif, oleh karena itu filter dari guru sangat diperlukan. Di sisi lain dengan adanya informasi dan pengetahuan yang beragam sangat
membantu dalam proses pengambilan keputusan sehingga pengambilan keputusan dapat
dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat. Hal ini akan berakibatnya pada peningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, terutama guru. Oleh karena itu perubahan teknologi yang cepat harus disertai dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam hal ini guru, siswa dan
masyarakat.
Selama ini guru atau tenaga pendidik menghadapi banyak persoalan dan permasalahan dalam
proses penyelenggaraan pembelajaran dan pelaporan hasil belajar. Berikut ini beberapa
permasalahan yang sering dihadapi oleh guru atau tenaga pendidik, yatu :
1. Kesulitan menuntaskan pelaksanaan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2. Kesulitan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
3. Kesulitan mendapatkan materi bahan ajar
4. Membuat laporan mengajar
5. Tuntutan sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik.
Di sisi lain siswa masih kesulitan memperoleh bahan ajar yang menarik dan media ajar mandiri
yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Permasalah‐permasalahan tersebut
diharapkan dapat diatasi dengan adanya penerapan TIK dalam pendidikan, khususnya portal
Rumah Belajar.
Portal Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran resmi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, dengan alamat url http://belajar.kemdiknas.go.id, portal Rumah Belajar
menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. Portal ini berisi bahan belajar untuk Guru, bahan belajar siswa, wahana aktivitas
komunitas/forum, bank soal dan katalog media pembelajaran. Rumah Belajar ditujukan untuk
siswa, guru, dan masyarakat luas, siapapun yang mau belajar. Portal belajar diharapkan menjadi milik komunitas, dengan pengisian konten dan aktivitas dari dan untuk komunitas belajar.
Sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam hal ini Pustekkom sebagai
inisiator, fasilitator dan regulator.
Sistem ePembelajaran yang dikembangkan di portal Rumah Belajar berorientasi objek
pembelajaran yaitu menyediakan objek pembelajaran sebagai objek sharable, reusable dan
interoperable dan mampu menjalankan mekanisme share dan reuse objek pembelajaran.
Mekanisme share and reuse akan dapat diandalkan untuk mempercepat pengembangan materi
ePembelajaran, sehingga sistem ini akan mampu berkembang dengan cepat menjadi sistem
ePembelajaran yang menyediakan materi yang melimpah, bermanfaat bagi dunia pendidikan, dan menjangkau audiens yang luas. Sistem ini dapat menjadi sarana bagi sekolah‐sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia untuk tukar‐menukar, berbagi dan menggunakan bersama‐sama informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Berikut ini skema implementasi sistem untuk memberikan gambaran kegunaan sistem sebagaimana dijelaskan di atas.
Gambar 1. Skema implementasi sistem: sarana untuk tukar‐menukar, berbagi dan menggunakan bersama‐sama informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
A.
Visi
Dan
Misi
Rumah
Belajar
Portal Rumah Belajar memiliki visi “……….”.
Untuk mewudujkan visi tersebut maka dijabarkan dalam misinya yaitu:
1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar melalui layanan
ePembelajaran.
2. Menyediakan berbagai sumber belajar baik untuk pendidik, peserta didik, ataupun
masyarakat luas dalam rangka menunjang pembelajaran sepanjang hayat.
3. Mendorong pengembangan kreativitas baik pendidik maupun peserta didik dalam
mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran.
4. Mengintegrasikan layanan ePembelajaran dan eAdministrasi dalam rangka mendorong
pengembangan profesionalitas para pendidik.
B.
Konsep
Rumah
Belajar
Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan berbagai bahan belajar
serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. Rumah Belajar
dikembangkan untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan sebagai berikut:
1. tersedianya berbagai bahan belajar berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan komunitas
pendidikan;
2. terjadinya komunikasi dan kolaborasi antar komunitas pendidikan;
3. terbentuknya budaya belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Pengembangan portal Rumah Belajar berorientasi objek pembelajaran dimana di dalamnya
menyediakan objek pembelajaran sebagai objek sharable, reusable dan interoperable dan
mampu menjalankan mekanisme share dan reuse objek pembelajaran. Sehingga bahan belajar yang tersedia di Rumah Belajar merupakan bahan belajar yang dapat di share dan reuse oleh pengguna (guru, siswa dan masyarakat) untuk dikembangkan.
C.
Manfaat
Rumah
Belajar
Manfaat portal Rumah Belajar dapat dilihat dari tiga hal yaitu sebagai sumber belajar, sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi baik antara individu pendidik dan peserta didik maupun
antarsekolah, serta sebagai wahana pengembangan profesionalisme guru.
1) Sebagai sumber belajar
sumber bahan belajar yang tersedia di Rumah Belajar meliputi Materi Pokok; Modul Online; Pengetahuan Populer; Bank Soal/Uji Kompetensi; Multimedia Interaktif; Video on Demand.
sumber berbagi ilmu dengan cara mengirimkan karya berupa bahan belajar berbasis
web secara langsung ke Rumah Belajar untuk dipublikasikan.
Sumber bahan belajar pada Rumah Belajar dapat di download dan digunakan sesuai kebutuhan belajar.
2) Sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi baik antara individu pendidik dan peserta
didik maupun antarsekolah
Sarana untuk berkomunikasi, berbagi ide dan pengalaman dengan pengguna lainnya
melalui fasilitas forum.
Sarana untuk memperoleh dan mengirimkan informasi mengenai berita dan artikel serta event yang terjadi dalam komunitas pendidikan
Sarana untuk memperoleh ruang (space) untuk menampilkan profil sekolahnya sebagai
subdomain Rumah Belajar.
Sarana untuk mengikuti kelas maya melalui fitur telekolaborasi Rumah Belajar.
3) Sebagai wahana pengembangan profesionalisme guru
wahana untuk mengembangkan rencana pembelajaran di template RPP
wahana untuk mengembangkan bahan ajar yang sesuai kurikulum dan media
pembelajaran (gambar, foto, video, animasi, simulasi, audio, dan presentasi) yang
mendukung pembelajaran melalui Karya Komunitas.
wahana untuk memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait dan penerapan konsep‐konsep keilmuan dalam kehidupan sehari‐hari melalui peta materi dan pengetahuan popular.
wahana untuk menjadikan Rumah Belajar sebagai tempat berkompetisi secara
profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai pendidikan dan
budaya nasional.
D.
Sasaran
Rumah
Belajar
Sasaran pemanfaatan portal Rumah Belajar adalah siswa, guru atau tenaga pendidik, tenaga kependidikan (staf tata usaha, teknisi dan pengawas satuan pendidikan), dan seluruh lapisan masyarakat. Layanan bahan belajar yang tersedia saat ini meliputi satuan pendidikan SD/MI,
SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.
E.
Tujuan
Rumah
Belajar
Portal Rumah Belajar dikembangkan untuk memfasilitasi berbagai hal dengan tujuan:
1. Tersedianya sebuah portal layanan ePembelajaran yang terintegrasi dengan
pengembangan inovasi pembelajaran dan pembinaan profesionalitas pendidik.
2. Tersedianya berbagai pilihan sumber belajar baik bagi peserta didik, pendidik, maupun
masyarakat umum.
3. Tersedianya wahana pengembangan kreativitas dan saling berbagi secara kolaboratif di antara para peserta didik, pendidik, maupun masyarakat umum
4. Terintegrasinya layanan ePembelajaran dan eAdministrasi dalam rangka mendorong
pengembangan profesionalitas para pendidik.
F.
Arah
Pengembangan
Rumah
Belajar
Arah pengembangan Rumah Belajar yaitu:
1. layanan pendidikan dengan konsep belajar sepanjang hayat;
2. layanan pendidikan dengan konsep komputasi awan (edu cloud computing);
3. layanan pendidikan dengan fleksibilitas tinggi (demand scalable);
BAB
II
KARAKTERISTIK
RUMAH
BELAJAR
A.
Berorientasi
Pada
Kebutuhan
Pengguna
Melalui layanan pendidikan berbasis web yang interaktif ini, berikut ini adalah berbagai masalah yang dihadapi tenaga pendidik dan peserta didik seperti :
a. Sulitnya mendapat bahan ajar interaktif yang cepat dan murah b. Minimnya media interaksi dalam dunia pendidikan
Layanan Rumah Belajar hadir diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru di sekolah. Selain menyediakan berbagai materi pengetahuan tingkat SD, SMP dan SMU juga memberikan ruang untuk saling berkomunikasi, berbagi pengalaman secara virtual. Layanan ini akan memberikan alternatif media pendidikan yang sesuai dengan kondisi budaya dan lingkungan pendidikan di Indonesia. Seperti kita ketahui masih kurang sekali alternatif media pendidikan yang berbasiskan internet dalam dunia pendidikan Indonesia dan masih kalah jika dibandingkan dengan konten dan media yang berasal dari luar negeri. Melalui layanan Rumah Belajar ini, maka keragaman materi belajar, model interaksi belajar dan kemasan konten
disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
B.
Multimedia
Interaktif
Konvergensi teknologi saat ini memberikan peluang yang sangat luas dalam pengembangan
berbagai bidang. Multimedia itu media penyampaian dengan mengunakan banyak media
seperti text, gambar, animasi, video, suara dan komponen lainnya. Komponen‐komponen
multimedia dirangcang dari komponen‐komponen tersebut yang menghasilkan sebuah karya.
Adapun multimedia interaktif adalah interaksi antara multimedia itu sendiri dengan pengguna
(user). Sehingga multimedia Interaktif adalah media yang terdiri dari banyak
komponen/media yang saling terintegrasi yang mampu untuk berinteraksi dengan
penggunanya.
Layanan Rumah Belajar juga menyediakan berbagai jenis media interaktif yang menarik untuk dapat digunakan mulai dari nimasi hingga simulasi. Berbagai obyek dan materi belajar dikemas dengan materi yang menarik dan interaktif sehingga pengguna lebih mudah untuk memahami materi. Keunggulan dari penggunaan media interaktif antara lain adalah ;
1. Memberikan pengalaman belajar yang lebih baik
Tanpa menggunakan alat peraga sesungguhnya, maka materi belajar dapat divisualkan sehingga lebih mudah diterima oleh peserta didik
2. Belajar lebih efisien
Melalui media interaktif, maka kendala ketersediaan alat peraga yang mahal dapat dilakukan substitusi melalui penggunaan media yang interaktif.
C.
Mudah
Digunakan
(
User
Friendly)
Layanan Rumah Belajar merupakan sistem belajar mengajar yang dirancang dengan
memperhatikan prinsip‐prinsip pengembangan antara lain :
a. Mudah dipelajari
Sistem Rumah Belajar merupakan rumah bagi seluruh elemen pendidikan khususnya guru dan siswa dari berbagai jenjang. Dengan konsep mudah dipelajari ini, akan pengunjung
dan pengguna yang akan memanfaatkannya dengan mudah dan cepat memahami
setiap alur dari fitur layanan yang diberikan.
Pengguna setelah membaca dan memahami besaran sistem Rumah Belajar melalui buku ini, maka akan dengan cepat mencoba dan menggunakaanya.
c. Mudah diingat
Sistem dari Rumah Belajar memberikan pengelaman belajar yang mudah dan
menyenangkan sehingga mudah untuk diulang kembali menggunakannya.
d. Meminimalisir tingkat kesalahan
Sistem Rumah Belajar dirancang dengan pengembangan yang baik sehingga dapat
menekan tingkat kesalahan berjalannya sistem.
e. Berorientasi kepuasan pengguna
Sesuai dengan moto layanan Rumah Belajar “belajar untuk semua” maka sistem
dirancang untuk memberikan kepuasaan pengguna.
D.
Berbasis
Multiplatform
(
Web
Application)
Sistem Rumah Belajar dikembangkan menggunakan teknologi pengembangan berbasiskan
web sehingga dapat dijalankan pada berbagai perangkat seperti : a. personal komputer (desktop pc)
b. laptop
c. piranti gerak (telepon genggam, tablet)
Pengembangan sistem Rumah Belajar mengadopsi berbagai teknik pengembangan berbasis
web yang umum digunakan antara lain dengan PHP, Macromedia Flash dan CSS sehingga mempunyai kompatibilitas yang tinggi dengan berbagai platform sistem operasi yang terdapat pada berbagai perangkat komputasi yang beredar dimasyarakat.
E.
Aktifitas
Tercatat
(Portofolio
Pengguna)
Sistem Rumah Belajar dirancang dengan basis data aktifitas pengguna sebagai salah satu
pengukuran intensitas pemanfaatannya. Pengguna yang akan memanfaatkan semua fitur dan
layanan dari Rumah Belajar akan diregistrasi untuk memperoleh hak akses. Setiap aktifitas dari pengguna baik guru dan siswa akan tercatat kedalam sistem sehingga dapat memberikan
sistem pengelolaan yang terintegrasi bagi manajemen layanan Rumah Belajar, khususnya
untuk apresiasi pengelola Rumah Belajar bagi guru dan siswa yang tinggi aktifitasnya.
F.
Berbagi
Aneka
Sumber
Belajar
(
Resource
Sharing
)
Kekuatan dari sistem Rumah Belajar ini selain sifatnya yang interaktif juga banyaknya komponen bahan belajar yang dikemas melalui berbagai format media yang dapat diunduh dan digunakan oleh seluruh pengguna Rumah Belajar. Melalui konsep berbagi, maka materi yang dikembangkan oleh para guru dari seluruh Indonesia dapat diunduh, dikembangkan dan disebarkan kembali baik proses belajar mengajar.
G.
Multidevice
Rumah Belajar dirancang untuk dapat diakses melalui berbagai macam perangkat yang umum digunakan oleh pengguna. Berbagai jenis perangkat yang umum dijumpai antara lain :
a. laptop;
b. telepon genggam cerdas (smartphone); c. komputer tablet
Perangkat‐perangkat tersebut diatas tentunya dilengkapi fitur koneksi mulai dari WIFI, LAN dan koneksi internet berkecepatan tinggi (3G, HSDPA).
BAB
III
PERMASALAHAN
DAN
SOLUSI
TEKNOLOGI
RUMAH
BELAJAR
A.
Permasalahan
Pembelajaran
1. Masalah 1.
Kebutuhan bahan belajar digital (multimedia; gambar, foto, video, audie, teks, grafis, animasi, dan simulasi).
2. Masalah 2.
Kebutuhan untuk saling bertukar sumber daya, baik diantara guru ataupun siswa. 3. Masalah 3.
Kebutuhan peningkatan kompetensi guru secara merata, individual, dan berkelanjutan. 4. Masalah 4.
Kebutuhan belajar mandiri. 5. Masalah 5.
Kebutuhan latihan, try out (uji kompetensi) sebelum mengikuti ujian yang
sesungguhnya.
6. Masalah 6.
Kebutuhan konsultasi dan bimbingan belajar.
B.
Solusi
Yang
Ditawarkan
Oleh
Teknologi
Rumah
Belajar
1. Solusi 1
Rumah Belajar menyediakan berbagai konten pembelajaran digital baik konten sesuai
kurikulum ataupun pengayaan.
2. Solusi 2
Rumah Belajar menyediakan fasilitas forum diskusi dan kolaborasi. 3. Solusi 3
Rumah Belajar memiliki rekam jejak semua aktivitas user, sehingga data ini dapat
dekimebangkan sebagai bahan pembinaan dan peningkatan kompetensi guru.
4. Solusi 4
Rumah Belajar menyediakan modul (bahan belajar mandiri) dan LMS (learning
management system) yang dapat memfasilitasi siswa yang ingin belajar secara mandiri ataupun guru yang ingin membuka kelas online.
5. Solusi 5
Rumah Belajar menyediakan Bank Soal. 6. Solusi 6
Rumah Belajar menyediakan ruang bimbingan belajar yang diasuh oleh para guru yang
kompeten.
BAB
IV
FASILITAS
RUMAH
BELAJAR
Fasilitas Rumah Belajar dirancang dan dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan
pengguna. Hal ini disesuaikan dengan menu‐menu yang ada di portal Rumah Belajar. Menu pada
halaman beranda dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mendapatkan konten sesuai
kebutuhan. pendidikan akan diturunkan menjadi kelas kemudian konten‐konten yang tersedia di Rumah Belajar.
menjadi warna latar setiap tampilan. Menu jenjang terdiri atas, Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiya berwarna merah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah berwarna biru,
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah berwarna abu‐abu dan Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan berwarna kuning.
Gambar 6. Menu satuan pendidikan
4. Menu fasilitas utama yang terdiri atas, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Bahan
Pembelajaran Interaktif, Aktivitas Belajar, Bank Soal dan Katalog Media berada di bagian
bawah. Ketika kursor diarahkan ke menu RPP, Bahan Pembelajaran Interaktif atau Bank Soal maka muncul pilihan jenjang satuan pendidikan, jika diklik maka akan masuk ke fasilitas yang disediakan sesuai jenjang. Ketika kursor diarahkan ke menu Aktivitas Belajar maka pengguna akan diberi pilihan fasilitas Forum, Kelas Maya dan Bimbingan Belajar. Kemudian ketika kursor
diarahkan ke menu Katalog Media maka pengguna akan diberi pilihan media Gambar,
untuk seluruh masyarakat sedangkan TV Edukasi Channel 2 merupakan siaran televise khusus untuk guru.
Gambar 10. Live streaming TV Edukasi
9. Data Statistik pengunjung portal Rumah Belajar. Data ini menunjukan jumlah pengunjung portal Rumah Belajar secara berkala berdasarkan harian, mingguan, bulanan dan jumlah
keseluruhan.
Gambar 11. Statistik Pengunjung Rumah Belajar
A.
FASILITAS
UTAMA
1. PETA MATERI
Definisi
Peta materi (peta konsep) menurut Novak pada tahun 1985 sebagai "Graphical tools for organizing and representing knowledge. They include concepts, usually enclosed in circles or boxes of some type, and relationships between concepts indicated by a connecting line linking two concepts. Words on the line, referred to as linking words or linking phrases, specify the relationship between the two concepts." ‐ Novak (2005).
Jika kita terjemahkan secara bebas, maka Peta Materi (peta konsep) adalah piranti visual
untuk mengorganisir dan merepresentasikan pengetahuan. Di dalamnya terdapat konsep‐
konsep, yang dihubungkan dengan kata/kata‐kata penghubung yang jelas. Dua konsep
hanya bisa dihubungkan oleh satu kata/kata‐kata penghubung. Susunan hubungan antar
konsep bisa disusun berdasarkan yang umum, hingga yang khusus secara hirarkis.
Peta materi digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antar konsep‐konsep
yang terbentuk menjadi proposisi. Seseorang hanya bisa mengembangkan Peta Konsep jika
kurang tepat mengenai sebuah konsep, akan menyebabkan peta yang tidak logis, sehingga
membedakan obyek atau peristiwa yang lebih detil sebagai turunan konsepnya. Dengan
mengenal konsep, peserta belajar akan mudah mengenali variasi detil dari konsep
tersebut, sehingga memudahkannya mengkategorisasi pengetahuan. Ia tidak perlu
menghafalkan, cukup dengan memahami konsep di belakang pengetahuan tersebut.
Manfaat dari suatu peta materi yaitu:
1) menggambarkan seluruh konsep/materi yang terkandung dalam satu bidang studi
tertentu, serta hubungannya antara satu konsep/materi dan konsep/materi lainnya
yang diwujudkan dalam proposisi yang bermakna.
2) menggambarkan jalinan keterkaitan antara konsep/materi, sub konsep/materi, rincian
konsep/materi dalam peta konsep/materi dengan peta kompetensi yang dituntut
dalam standar isi.
Alur pembuatan peta materi
1. Mengidentifikasi Standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam Standar Isi
berdasarkan jenjang SD, SMP, dan SMA
2. Mengidentifikasi konsep‐konsep berdasarkan disiplin ilmu.
3. Menyusun konsep‐konsep sesuai disiplin ilmu yang bersangkutan dengan suatu jalinan
atau struktur dan menghubungkannya satu sama lain, sehingga membentuk proposisi
yang bermakna.
4. Menghubungkan keterkaitan antara konsep‐konsep dalam peta materi dengan
kompetensi‐kompetensi yang dituntut dalam Standar Isi berdasarkan jenjang SD, SMP, dan SMA
Komponen Peta Materi
menjadi sub topik, dan sub topik terkecil dimana sub topik terkecil tersebut akan dijadikan
learning objek (media pembelajaran) . Learning objek tersebut akan memperkaya katalog media di Rumah Belajar Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, Ekonomi, Geografi dan PAI,
Gambar 12. Langkah memperoleh peta materi
Ketika salah satu mata pelajaran di klik maka akan muncul daftar Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada semester satu dan semester dua sesuai kelas yang dipilih, berikut
Gambar 13. Daftar SK‐KD Peta Materi Sesuai Mata Pelajaran
Jika salah satu Kompetensi Dasar di klik maka akan muncul tampilan peta materi secara pop up dan dapat ditutup kembali. Tampilan peta materi dilengkapi dengan identitas jenjang,
kelas, semester, standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga mudah untuk
Gambar 14. Contoh Peta Materi
2. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP TERINTEGRASI TIK)
Definisi RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur
dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. RPP paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang meliputi 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
Berdasarkan Permendiknas No 41 Tahun 2007 tertanggal 23 Nopember 2007 tentang
Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa pengembangan
Prinsip‐prinsip penyusunan RPP hendaknya memperhatikan (1) perbedaan individu
peserta didik, (2) mendorong partisipasi aktif peserta didik, (3) mengembangkan budaya membaca dan menulis, (4) memberikan umpan balik dan tindak lanjut, (5) keterkaitan dan keterpaduan, dan pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi.
Komponen RPP
Ada 11 Komponen RPP, yaitu:
1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester,
program/program keahlian, mata pelajaran atau tema materi pelajaran yang dibahas, dan jumlah jam pertemuan.
2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi atau kemampuan minimal peserta didik
dalam menguasai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik
dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi
dalam suatu pelajaran.
4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk
menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian
mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan
dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir‐butir uraian sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi.
7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran yang digunakan guru hendaknya dapat menciptakan suasana
belajar dan proses pembelajaran yang kondusif agar peserta didik mencapai
kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, karakteristik dari setiap indikator, dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I.
9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang
ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta
didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (pemberian appersepsi).
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan
pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas
pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada Standar Penilaian.
11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi
dasar, serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi.
RPP Terintegrasi TIK
RPP yang tersedia di portal Rumah Belajar merupakan RPP terintegrasi TIK. Pembelajaran yang
mengintegrasikan TIK adalah suatu pembelajaran yang aktivitasnya melibatkan
pendayagunaan TIK sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. TIK itu sendiri tidak
terbatas hanya pada komputer dan internet, tetapi semua jenis media informasi dan
komunikasi lain seperti radio, kaset audio, dan video. RPP yang terintegrasi TIK tidak hanya terlihat pada strategi kegiatan pembelajaran yang dibuat guru, baik kegiatan pendahuluan,
inti maupun penutup, tetapi juga pada materi pembelajaran dan sumber belajar yang
digunakan.
Penekanan utama dalam RPP terintegrasi TIK sebenanya bukan terletak pada kecanggihan TIK
yang digunakan, tetapi pada strategi pembelajaran yang mendukung keterampilan‐
keterampilan abad 21 melalui pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa
(student‐centered learning).
Manfaat RPP Terintegrasi TIK
Manfaat yang dapat diperoleh guru jika membuat RPP di portal Rumah Belajar adalah sebagai sarana untuk:
1. mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam membuat RPP;
2. menampilkan karakteristik RPP sesuai dengan kondisi lingkungan sekolahnya; 3. mengikuti kelas maya melalui fitur telekolaborasi Rumah Belajar; dan
4. mengembangkan serta meningkatkan profesionalisme guru.
Langkah Pembuatan RPP Di Rumah Belajar
1. Pertama, pengguna harus Login dengan mengisi username dan password . Jika pengguna adalah guru SD, maka pengguna akan berada di tampilan SD. Hal yang sama juga berlaku jika pengguna adalah guru SMP, SMA, atau SMK, maka masing‐masing mereka akan berada pada tampilan yang sesuai dengan satuan pendidikan tempat mengajar. Sebagai contoh misalnya pengguna adalah guru SMA, maka akan muncul tampilan berikut.
Gambar 15. Halaman pertama setelah login
2. Pilih salah satu sub menu di antara ketiga sub menu yang terdapat pada menu RPP di sebelah kanan anda. Sub menu “Buat RPP” disediakan bagi anda yang akan membuat RPP baru; sub menu “Ubah RPP” disediakan bagi anda yang akan mengubah RPP yang sudah dibuat. Kemudian, pengisian RPP secara lengkap dapat dengan cara memilih atau meng‐klik sub menu “Petunjuk Pembuatan RPP”.
Gambar 16. Template Identitas RPP
4. Pilih Kelas, Bidang Studi, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Topik, dan Deskripsi (isilah dengan informasi singkat tentang kondisi lingkungan sekolah di mana RPP tersebut dilaksanakan). Anda dapat meng‐upload gambar atau foto yang disesuaikan dengan topik materi pelajaran yang dibahas dengan mengklik “Browse”. Kemudian Klik “Isi RPP”.
5. Periksalah identitas RPP yang telah anda kerjakan sebagaimana yang tampil pada layar
monitor anda. Informasi yang tampil terdiri atas topik, bidang studi,
jenjang/kelas/semester, deskripsi, standar kompetensi, kompetensi dasar di bagian atas seperti yang telah diisi di bagian sebelumnya.
Gambar 17. Template komponen RPP
6. Jika ingin mengubah identitas RPP, klik menu “edit” yang terdapat di samping kanan judul topik RPP. Selanjutnya akan tampil kolom “Ubah Topik‐SK KD” yang menyediakan
template identitas yang akan diubah dengan mengisi kembali semua komponen identitas. Di samping kanan tersedia “Topik‐SK KD Lama”. Jika sudah mengisi template identitas RPP secara lengkap, klik “Update Header”.
Gambar 18. Tampilan mengubah identitas RPP
7. Isilah setiap komponen RPP. Komponen RPP dapat ditambah dengan menggunakan
menu “New” dan dapat pula membatalkannya dengan menggunakan menu
“Cancel” yang ada di sebelah kanan atas dan bawah template komponen RPP
tersebut.
Gambar 19. Template komponen RPP yang akan diisi
8. Isilah setiap komponen RPP dengan mengklik menu “edit” di sebelah kanan pada setiap komponen RPP. Misalnya akan mengisi komponen alokasi waktu, maka klik menu “edit” pada komponen alokasi waktu dan akan muncul tampilan isian alokasi waktu seperti yang tampak pada gambar berikut ini.
Gambar 20. Template pengisian komponen alokasi waktu
9. Perhatikan dan cermatilah tampilan isian alokasi waktu yang terdiri atas:
a. Judul Detail. Judul detail akan terisi secara langsung jika judulnya sama dengan
komponen yang sudah ada dan jika berbeda maka silakan anda mengisinya.
b. Urutan alur. Pilihlah urutan komponen sesuai dengan format RPP yang anda
inginkan.
c. Hidden. Klik “Hidden” jika anda menginginkan komponen yang anda isi tidak
ditampilkan.
d. Deskripsi. Deskripsi dari komponen RPP diisi sesuai dengan uraian dari masing‐
menambahkan gambar, simbol dan membuat hyperlink serta lain‐lain bisa anda lakukan dengan menggunakan menu toolbars yang disediakan.
e. Setiap komponen RPP memiliki bagian‐bagian isian yang sama seperti komponen
alokasi waktu.
10. Simpanlah hasil pekerjaan anda dengan mengklik “simpan” dan akan muncul kotak dialog “are you sure want to submit? Jika ya, klik OK, maka tampilan akan kembali ke daftar komponen RPP.
11.Isilah semua komponen RPP sehingga merupakan suatu RPP yang lengkap. Berikut adalah contoh tampilan RPP di mana seluruh komponennya telah terisi.
Gambar 21. Komponen RPP yang telah terisi
12.Klik tombol “Preview” , maka akan terlihat tampilan keseluruhan RPP. Pada
yang berada di sebelah kanan atas dan bawah RPP. Sebagai contoh adalah gambar 8 yang menampilkan keseluruhan RPP dari sebuah topik tentang “Perkembangan Islam di Indonesia”.
Gambar 22. Tampilan Keseluruhan RPP
Gunakan fasilitas menu “Back” untuk kembali ke tampilan komponen RPP.
13.Menu “Delete” tersedia dan dapat anda pilih jika anda ingin menghapus salah satu komponen RPP. Caranya tandai komponen RPP yang akan dihapus dan klik “Delete”.
Langkah atau Cara Mengubah/Menyempurnakan RPP
Menu “Ubah RPP” merupakan fasilitas yang disediakan untuk memperbaiki atau
menyempurnakan RPP yang telah dibuat. Perubahan atau penyempurnaan RPP hanya dapat
dilakukan oleh si pembuat RPP. Cara mengubah atau memperbaiki RPP yang telah dibuat adalah sebagai berikut.
1. Klik menu “Ubah RPP” yang terdapat di sebelah kanan anda seperti yang Nampak pada Gambar 9 berikut ini. Ketika menu “Ubah RPP diklik, akan muncul daftar RPP yang telah dibuat seperti yang tampak pada Gambar 10.
Gambar 23. Menu ubah RPP
Gambar 24. Daftar RPP yang telah dibuat
Gambar 25. Tampilan komponen RPP yang akan diubah
3. Klik “edit” pada setiap komponen RPP yang akan diubah. Silakan menambahkan atau mengurangi isi deskripsi dari setiap komponen RPP yang akan diperbaiki. Jika sudah diubah, jangan lupa untuk menyimpannya dengan cara meng‐klik “simpan”.
4. Semua menu yang ada di tampilan “Ubah RPP” sama fungsi dan penggunaannya ketika anda membuat RPP untuk yang pertama kalinya.
Penjelasan lebih terperinci mengenI cara membuat link dan melihat daftar RPP diuraikan pada buku Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan RPP Terintegrasi TIK di Portal Rumah Belajar.
3. BAHAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Bahan pembelajaran interaktif merupakan bahan pembelajaran yang disediakan di portal Rumah Belajar untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang bertujuan untuk membantu siswa memperoleh bahan belajar. Bahan pembelajaran interaktif terdiri atas materi pokok, modul online, pendukung BSE dan pengetahuan popular.
Gambar 25. Menu Bahan Pembelajaran Interaktif
A. MODUL ONLINE
Definisi
Modul Online berisi bahan belajar yang dikembangkan berdasarkan kurikulum yang
berlaku. Materi dalam modul online disajikan dengan interaktivitas yang tinggi, di mana di
dalamnya terdapat apersepsi untuk memulai pelajaran hingga pemantapan materi dalam
Sasaran jenjang
Modul online ditujukan bagi siswa SMP umumnya, dan siswa SMP Terbuka khususnya.
Mata pelajaran yang tersedia
Modul online dalam Rumah Belajar menyediakan mata pelajaran IPA (Fisika dan Biologi), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Gambaran Pemanfaatan
Modul online dikembangkan dengan bentuk chunking materi, yaitu materi yang pendek‐
pendek dengan penggalan tapi mendalam, dan juga memperhatikan kemampuan awal
yang dimiliki siswa sebelum masuk ke dalam materi ajar. Menu Kuis ditampilkan untuk melihat kemampuan awal siswa, sebelum siswa mempelajari uraian materi dan berlatih memantapkan pemahaman pada tiap kegiatan belajar. Setelah mempelajari tiap kegiatan
belajar, siswa dapat mengerjakan tes akhir modul untuk mengukur pemahamannya
terhadap isi materi dalam modul online. Hasil tes akhir modul dimunculkan untuk
menginformasikan pada siswa sampai di mana pemahamannya terhadap isi bahan ajar
modul online.
Berikut ini merupakan langkah‐langkah untuk memanfaatkan modul online.
1. Pilih satuan pendidikan
2. Klik bahan pembelajaran interaktif
3. Klik modul online
4. Pilih salah satu kelas sehingga akan muncul daftar mata pelajaran beserta jumlah modulnya
seperti pada Gambar 26 berikut ini.
Gambar 26. Daftar modul online berdasarkan mata pelajaran
5. Klik salah satu mata pelajaran, kemudian akan muncul daftar topic seperti pada Gambar 27
berikut ini.
Gambar 27. Daftar topik modul online kelas 10 fisika
B. MATERI POKOK
Definisi
Materi Pokok berisi bahan belajar untuk mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Tiap topik dari materi disajikan secara menarik dan interaktif yang dilengkapi dengan animasi, simulasi, latihan dan tes.
Sasaran/jenjang
Pada saat ini Rumah Belajar menyediakan bahan belajar yang dikembangkan berdasarkan kurikulum untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.
Mata pelajaran yang tersedia
Pada Rumah Belajar tersedia mata pelajaran jenjang SD/sederajat yaitu IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Agama Islam, PKn dan Budi Pekerti. Pada jenjang SMP/sederajat terdapat matapelajaran, IPA Fisika, Kimia, Biologi, IPS Geografi, Sejarah, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PKn, Agama Islam, dan TIK. Sedangkan dalam matapelajaran SMA/sederajat terdapat IPA Fisika, Kimia, Biologi, IPS
Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi Koperasi, Akuntansi, Bahasa Indonesia, Bahasa
Inggris, Matematika, dan TIK.
Pemanfaatan
Materi Pokok dimanfaatkan baik secara klasikal maupun individual. Guru dapat meminta siswa untuk mempelajari materi pokok sesuai dengan pelajaran yang sedang dipelajari di
sekolah atau digunakan secara individu oleh siswa untuk memantapkan pemahaman
terhadap materi yang diajarkan di sekolah.
Berikut ini langkah‐langkah memanfaatkan materi pokok.
1. Klik bahan pembelajaran interaktif
2. Klik materi pokok dan pilih salah satu kelas sehingga muncul tampilan seperti pada Gambar 28
berikut ini.
Gambar 28. Daftar materi pokok berdasarkan mata pelajaran pada kelas 10
3. Pilih salah satu mata pelajaran sehingga muncul daftar topik materi pokok seperti Gambar 29
Gambar 29. Daftar topik materi pokok kelas 10 Fisika
4. Pilih salah satu topik, misalnya klik topik Asas Bernoulli pada mata pelajaran fisika kelas 10
sehingga tampilan seperti pada Gambar 30 berikut ini.
Gambar 30. Tampilan materi pokok pada topik Asas Bernoulli
C. PENDUKUNG BSE
Definisi
Pendukung BSE merupakan media pendukung buku sekolah elektronik (BSE) yang berisi materi bahan ajar berdasarkan kurikulum. Pendukung BSE ini berbentuk teks, animasi, simulasi, dan audio. Dalam pendukung BSE materi yang disajikan interaktif, di mana siswa dapat terlibat langsung mempelajari materi dalam bentuk teks, audio, animasi maupun sambil berlatih dalam simulasi.
Sasaran jenjang:
Pendukung BSE merupakan bahan ajar yang disediakan untuk jenjang Sekolah Dasar
Mata pelajaran yang tersedia
Mata pelajaran yang dikembangkan adalah IPA dan Matematika.
Gambaran Pemanfaatan
Materi Pendukung BSE dimanfaatkan dalam kelas secara klasikal maupun secara individu untuk memantapkan materi yang telah diajarkan guru.
D. PENGETAHUAN POPULER
Definisi
Pengetahuan Populer berisi pengetahuan praktis yang penting diketahui oleh masyarakat,
bermanfaat dalam pemecahan masalah kehidupan sehari‐hari dan bersifat suplementer,
yang dikemas dengan gaya bahasa populer.
Sasaran
Pengetahuan populer ditujukan untuk masyarakat belajar yang memerlukan pengetahuan
yang sedang trend yang dikemas dalam bahasa yang populer.
Tema yang tersedia:
Pengetahuan populer menyediakan tema elektronika, otomotif, fotografi, Teknologi
Informasi, Teknologi Tepat Guna, Lingkungan Hidup, fenomena alam, kesehatan,
Handycraf, Transportasi, Berkebunan, Giat Belajar, Keterampilan, dan Peternakan.
Gambaran Pemanfaatan
Karakterisitik dari materi pengetahuan populer adalah penyajian materi yang bersifat luwes dan tidak terikat dengan kurikulum yang berlaku. Melalui konsep pengembangan materi tersebut diatas maka pemanfaatannya dapat dilakukan lebih luas sehingga dapat
sebagai materi penunjang dari materi pokok dan dapat dimanfaatkan pada berbagai
tingkatan jenjang pendidikan.
E. BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (E‐BOOK)
Definisi
Buku Sekolah Elektronik, disebut juga BSE, adalah inisiatif dari Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan yang bertujuan untuk menyediakan buku ajar elektronik untuk tingkat pendidikan dari SD, SMP, SMA dan SMK. BSE adalah buku elektronik legal dengan lisensi terbuka yang meliputi buku teks mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut. Buku‐buku di BSE telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah Indonesia melalui Kemdikbud, sehingga bebas diunduh, direproduksi, direvisi serta diperjualbelikan tetapi dengan batas atas harga yang telah ditentukan. Lebih dari itu, seluruh buku ini telah dinilai dan lolos saringan dari penilai di Badan Nasional Standardisasi Pendidikan (BNSP).
Tujuan Buku Sekolah Elektronik adalah menyediakan sumber belajar alternatif bagi siswa,
merangsang siswa untuk berpikir kreatif dengan bantuan teknologi informasi dan
komunikasi, memberi peluang kebebasan untuk menggandakan, mencetak, memfotocopy,
mengalihmediakan, dan/atau memperdagangkan BSE tanpa prosedur perijinan, dan bebas
biaya royalti sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, memberi peluang bisnis bagi siapa saja untuk menggandakan dan
memperdagangkan dengan proyeksi keuntungan 15% sesuai dengan ketentuan yang
diberlakukan Menteri. diunduh masyarakat luas, disebarluaskan dan diperjualbelikan dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditentukan.
Mata Pelajaran yang tersedia
BSE terdiri atas mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, Seni budaya dan Ketrampilan, Penjaskes, Bahasa Indonesia, TIK, Seni Rupa, Seni Tari, Seni Musik, Seni Teater,
Gambaran Pemanfaatan
BSE dapat diakses melalui portal Rumah Belajar dan akan langsung terhubung dengan alamat web BSE yakni http://bse.kemdiknas.go.id.
Gambar 31. Hal aman muka BSE
Fasilitas yang tersedia di BSE yaitu pencarian berdasarkan satuan pendidikan atau semua
kategori, pendaftaran dan download buku. Bagi pengguna yang sudah melakukan
pendaftaran bias men‐download buku yang diperlukan akan tetapi bagi pengguna yang
kumpulan video yang sudah disiarkan dan ditonton siswa sesuai kebutuhan siswa.
Sasaran jenjang
Materi yang tersedia pada TV edukasi streaming diperuntukan bagi siswa pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.
Mata pelajaran yang tersedia
Mata pelajaran yang tersedia yaitu IPA (Fisika, Kimia dan Biologi), IPS (Sejarah, Ekonomi, Geografi), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Gambaran Pemanfaatan
Melalui layanan TVE streaming, siaran dapat diakses dimana saja melalui berbagai
perangkat seperti komputer, laptop, tablet.
G. RADIO SUARA EDUKASI
Definisi
Radio Suara Edukasi merupakan radio yang bisa didengar oleh user secara seketika (real time) sesuai dengan jadwal siaran. Sedangkan audio streaming merupakan kumpulan audio yang sudah disiarkan dan ditonton siswa sesuai kebutuhan siswa.
Sasaran jenjang Geografi), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Gambaran Pemanfaatan
Melalui layanan Radio streaming, siaran dapat diakses dimana saja melalui berbagai
perangkat seperti komputer, laptop, tablet.
1. AKTIVITAS BELAJAR
A. KELAS MAYA
Definisi
Kelas Maya merupakan sistem e‐learning yang berfungsi menyediakan fasilitas untuk
aktifitas pembelajaran secara online. Kelas Maya merupakan sub‐system dari Portal Rumah Belajar yang nantinya akan berintegrasi dengan sub‐system lainya seperti RPP, Bahan Belajar Interaktif, Bank Soal, Katalog Media, Kepustakaan Elektronik, Authoring Tools, dan lain‐lain. Aplikasi berbasis Open Source akan digunakan sebagai platform pengembangan Kelas Maya.
melalui alamat http://bimbel.kemdiknas.go.id/.
Sasaran jenjang
Bimbel online diperuntukan bagi siswa SMP dan SMA yang akan melakukan ujian nasional maupun bagi siswa kelas IX dan kelas XII dan bagi siswa kelas 7,8 ,10 dan 11 disaat akan melakukan ujian semester.
Mata Pelajaran yang tersedia
Mata pelajaran yang ada di Bimbel Online yaitu mata pelajaran ujian nasional diantaranya IPA (Fisika, Kimia dan Biologi), IPS (Sejarah, Ekonomi, Akuntansi dan Geografi), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Gambaran Pemanfaatan
Layanan bimbel online merupakan layanan pendidikan dengan prasyarat infrastruktur yang tertentu, antara lain :
1. Satu orang guru sebagai pemateri dan terhubung komputer server streaming bimbel online dan dilengkapi perangkat multimedia (audio, video).
2. Koneksi internet baik bagi guru dan siswa peserta bimbel dengan bandwidth minimum 256 Kbps dan dilengkapi dengan perangkat komputer multimedia (audio, video.)
3. Siswa peserta bimbel terdaftar pada sistem bimbel online melalui
http://bimbel.kemdiknas.go.id/.
2. BANK SOAL
Definisi
Bank soal berisi soal‐soal untuk uji kemampuan yaitu sekumpulan soal‐soal yang dapat digunakan untuk berbagai ujian latihan, ulangan, ujian nasional, tugas, dan kuis.
Biologi), IPS (Sejarah, Ekonomi, Akuntansi, dan Geografi), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggis.
Gambaran Pemanfaatan
Layanan bank soal dapat digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam mengevaluasi
hasil proses belajar mengajar pada materi tertentu yang pernah diajarkan atau diikuti
siswa. Materi yang dikembangkan pada bank soal sudah memperhatikan distributi tingkat
kesulitan yang teratur sehingga memberikan obyektifitas guru dalam memberikan
penilaian. Model pemanfaatannya dapat dilakukan melalui sistem kelas, dimana siswa
diminta untuk memilih jumlah soal yang ditentukan pada materi pelajaran tertentu dan
menjawab dengan batasan waktu. Pada akhir sesi, evaluasi penilaian dapat langsung
diketahui oleh siswa yang juga dapat langsung memperoleh kunci penyelesaian soal yang
keluar. Melalui model seperti ini, maka proses pengembangan bahan soal oleh guru dapat
dipersingkat dan memberikan suasana belajar yang lebih interaktif.
3. KATALOG MEDIA
Definisi
Katalog media yang ada di Rumah Belajar menyediakan media‐media untuk mendukung pembelajaran diantaranya berupa gambar,video, audio, animasi, dan buku. Fitur ini juga menyediakan tempat hasil karya guru berupa bahan presentasi, dan karya komunitas yang bisa dalam bentuk gambar, video, foto atau animasi.
Gambaran Pemanfaatan
Katalog media dapat digunakan untuk membantu guru dalam membuat bahan belajar dan RPP di Rumah Belajar. Guru dapat mencari dan memilih topik media terkait yang ada di Katalog Media sesuai kebutuhan.
B.
FASILITAS
PENDUKUNG
1. FORUM
Forum merupakan fasilitas yang bisa digunakan untuk berdiskusi antar pengguna yang sudah terdaftar. Interaksi di dalam forum ini dirancang untuk berkomunikasi antar
pengguna, antar peserta didik, antara pendidik dan peserta didik, antar pendidik
dalam bentuk diskusi atau tukar informasi pemikiran, saran, mata pelajaran, dan
lainnya. Namun, forum ini juga terbuka bagi siapa pun yang peduli pendidikan untuk
U n t u k m a s u k k e f o r u m i n i , p e n g g u n a h a r u s s u d a h t e r d a f t a r d i R u m a h B e l a j a r .
Forum di portal Rumah Belajar juga merupakan sebuah wadah bagi komunitas tertentu untuk dapat saling berkomunikasi antar anggotanya. Bentuk komunikasi tersebut berupa tulisan (posting) yang dituliskan oleh salah satu anggota yang kemudian dinamakan topik starter (orang yang memulai diskusi pertama kali). Dari tulisan pertama tersebut, yang
entah bahasannya mengenai apa, kemudian mendapat respon dari anggota‐anggota
lainnya. Bentuk ini dinamakan diskusi antar anggota forum komunitas tersebut. Forum hanya akan berisi posting, posting dan posting yang dituliskan oleh anggotanya.
Dalam portal pembelajaran forum online dibagi dalam 4 kategori, forum siswa, guru, orang tua, dan umum. Pembagian tersebut berdasarkan kategori pengguna forum. Tetapi forum online tidak hanya terbatas bagi pengguna khusus, akan tetapi masyarakat luas juga dapat berpartisipasi dalam forum tersebut dan menjadi anggotanya. Berikut adalah fungsi / fitur yang ada terdapat dalam forum online,di kelompokanberdasarkan hak aksesnya:
Disable / enable kategori
Hapus account member
Hapus thread
2. JEJARING SOSIAL
Dengan terintegrasi dengan media sosial yang sedang digandrungi oleh pengguna internet,
pengguna bisa lebih interaktif setelah bergabung dengan akun mengomentari maupun
berdiskusi mengenai konten yang ada di Rumah Belajar. Menu ini memungkinkan
pengguna untuk berinteraksi dengan Rumah Belajar melalui fasilitas jejaring sosial seperti facebook.
3. TELECONFERENCE
Rumah Belajar memiliki fasilitas teleconference yang bisa digunakan pengguna yang sudah terdaftar untuk melakukan percakapan interaktif dengan pengguna lain yang sedang aktif di Rumah Belajar. sehingga para pengguna yang aktif merasa saling berhadap‐hadapan
secara langsung. Pengguna tidak hanya berhubungan menggunakan teks seperi chat
namun menggunakan gabungan media video dan audio. Seluruh pengguna yang online bisa menggunakan fasilitas ini. Dengan fasilitas ini diharapkan pendidik bisa memperkaya ide dan kreativitas dalam pembuatan materi pembelajaran.
4. TELEKOLABORASI
Rumah Belajar memiliki fasilitas telekolaborasi merupakan sebuah wadah bagi pengguna terdaftar dan online , baik peserta didik dan pendidik serta komunitas pendidikan dan
masyarakat umum untuk saling berbagi dalam membuat sebuah bahan belajar bersama
melalui sebuah diskusi online.
menggunakan Nomor Induk Siswa, sedang masyarakat umum menggunakan no kartu tanda pengenal (KTP/SIM).
Registrasi/pendaftaran semata‐mata dimaksudkan untuk pencatatan data statistik Rumah
Belajar. Langkah‐langkah melakukan pendaftaran sebagai anggota Rumah Belajar yaitu:
1) Klik Registrasi pada bagian kanan atas halaman muka Rumah Belajar.
Gambar … Halaman Beranda Rumah Belajar
1)Kemudian akan muncul tampilan registrasi keanggotaan. Data yang harus diisi dengan lengkap terutama yang ada tanda bintang (*). Lihat Gambar 3.3 Form Registrasi
Gambar 3.3 Form Registrasi Keanggotaan
Data‐data yang harus diisi yaitu:
a. Bagian pertama tentang informasi keanggotaan, isilah username jika username
yang diisi sudah tersedia maka akan muncul tulisan“Username sudah digunakan,
silahkan pilih username yang lain” maka harus menggantinya. Kemudian isilah
password, ulangi password, dan petunjuk password.
b. Bagian kedua masih informasi keanggotaan, di sini mengisi data pribadi yaitu nama depan, nama belakang, alamat email, upload foto, alamat chat dan jenis chat. Kemudian pilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan jika diisi sebagai guru maka
diampu). Jika bukan guru silahkan pilih lainnya. Selanjutnya tulis nomor telepon, no hanphone, fax dan alamat.
c. Bagian terakhir mengenai informasi sekolah. Pilih nama provinsi, kabupaten, nama sekolah jika tidak ada maka tulis di kolom lainnya. Selanjutnya tulis nomor telepon sekolah, nomor faximile sekolah, alamat sekolah dan jabatan Anda.
d. Akhiri proses pendaftaran dengan menulis kode verifikasi sesuai dengan yang dilihat dan klik submit.
e. Ketika proses pendaftaran berhasil maka akan muncul tampilan berikut.
Rumah Belajar memberikan fasilitas kepada pengguna yang sudah terdaftar (guru) untuk mengunggah materi pembelajaran formal dan non formal ke dalam Rumah Belajar.
Dengan mengunggah materi kedalam Rumah Belajar, pengguna lain dapat
Materi yang diunggah bisa berupa:
1. Video
Materi video yang diunggah bisa menggunakan format flv atau format lain yang
mendukung, dengan ukuran sesuai kebutuhan (dalam KB/MB).
2. Audio
Materi audio yang diunggah bisa menggunakan format wav atau format lain yang
mendukung, dengan ukuran sesuai kebutuhan (dalam KB/MB).
3. Animasi
Materi animasi yang diunggah bisa menggunakan format swf atau format lain yang
mendukung, dengan ukuran sesuai kebutuhan (dalam KB/MB).
4. Gambar
Materi gambar yang diunggah bisa menggunakan format jpg atau format lain yang
mendukung, dengan ukuran sesuai kebutuhan (dalam KB/MB).
5. Buku
Buku yang diunggah berupa buku elektronik menggunakan format portable data
format (pdf), dengan ukuran sesuai kebutuhan (dalam KB/MB).
6. Presentasi
Materi presentasi yang diunggah bisa menggunakan format ppt atau format lain yang
mendukung, dengan ukuran sesuai kebutuhan (dalam KB/MB).
UNDUH
Rumah Belajar memberikan fasilitas kepada semua pengguna yang sudah terdaftar untuk mengunduh konten yang ada dalam Rumah Belajar. Dengan fasilitas ini pengguna bisa
mengunduh konten yang diperlukan unuk menambah referensi dalam proses
pembelajaran.
BAB
IV
LAYANAN
TERINTEGRASI
Pemanfaatan Rumah Belajar diharapkan memberikan pengaruh terhadap terbentuknya:
1. Pembinaan guru secara berkelanjutan
2. Pengembangan kreatifitas siswa
3. Pengembangan komunitas
Terbentuknya 3 kondisi di atas dikarenakan beberapa proses yang terjadi di dalam Rumah Belajar
sehingga membentuk beberapa aktifitas mandiri yang bermanfaat bagi pembentukan dampak
positif terhadap pengguna Rumah Belajar baik guru, peserta didik ataupun masyarakat
(komunitas) yang secara aktif memanfaatkan layanan‐layanan di dalam Rumah Belajar sesuai
dengan kapasitasnya.
1. Pembinaan Guru Secara Berkelanjutan
Guru atau pendidik yang aktif akan memikirkan cara terbaik untuk mengajar (menyampaikan materi pelajaran) kepada peserta didiknya. Beragam cara akan dicobanya, baik berpedoman pada inovasi pribadi maupun melihat best practice dari guru lainnya. Yang demikian sering disebut orang sebagai seni dari penerapan ilmu pedagogi yang dimilikinya. Tidak semua guru
sependapat dalam menentukan cara terbaik dalam mengajar, namun mereka semua
bertujuan sama yaitu menyampaikan pemahaman terhadap materi yang sedang mereka
sampaikan.
Di dalam Rumah Belajar, aktifitas guru dalam mengunduh materi (konten) yang terdapat di dalam Rumah Belajar dan menggunakannya di dalam kelas saat aktifitas belajar berlangsung merupakan salah satu cara yang dicoba untuk dapat menemukan cara terbaik, dalam arti efektif dan efisien serta memotivasi peserta didik untuk lebih mendalami materi pelajaran tertentu secara mandiri. Besar kemungkinan terjadi bahwa guru melakukan pengemasan ulang materi hasil eksplorasi (unduh) di Rumah Belajar atau sumber belajar di dunia maya lainnya untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan guru tersebut di lapangan, karena sangat dimungkinkan bahwa kondisi peserta didik dan fisik ruang belajar sangat beragam.
Dalam proses pengemasan kembali bahan ajar yang didapatkan dari hasil eksplorasi (unduh) di Rumah Belajar atau sumber belajar di dunia maya lainnya, guru kemungkinan melakukan hal‐ hal berikut:
a. Melakukan kombinasi beberapa materi pelajaran dan menjadikannya satu kesatuan yang
mudah untuk dicerna bagi peserta didik yang menjadi sasarannya.
b. Menterjemahkan bahasa yang digunakan di dalam bahan ajar tersebut ke dalam bahasa Rumah Belajar adalah Content Sharing. Dengan layanan tersebut seorang guru dimungkinkan
untuk mengunggah konten yang buatnya untuk tujuan publikasi kepada sejumlah pengguna
Rumah Belajar lainnya. Melalui Content Sharing tersebut diharapkan beberapa mekanisme
penayangan terlaksana dengan baik seperti :
a. Pemeriksaan kembali konten yang akan ditayangkan oleh pemeriksa yang memiliki
kapasitas sebagai pemeriksa konten pelajaran agar terhindar dari ketidaksesuaian
kurikulum ataupun unsur ketidakwajaran dalam konten yang dikembangkan tersebut. b. Pencantuman hak cipta dengan benar sehingga pembuat konten terlindungi dari pencurian
terhadap kekayaan intelektual yang dimilikinya atas karyanya tersebut. c. Publikasi yang sesuai pada wilayah sasaran sehingga tepat sasaran
d. Penyiapan media komunikasi antara pembuat konten dengan pengguna konten sehingga