• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama : Abdul Haris - Lyana Princes Hamri. - Nama Dosen Pembimbing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nama : Abdul Haris - Lyana Princes Hamri. - Nama Dosen Pembimbing"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH BUSINESS GROWTH, FINANCIAL PROFITABILITY, DAN INNOVATIVENESS TERHADAP BUSINESS PERFORMANCE PADA PT. TUJUH

PILAAR GEMILANG

Nama :

Abdul Haris - Lyana Princes Hamri

Email :

[email protected] - [email protected]

Nama Dosen Pembimbing

Bachtiar H. Simamora., M.Sc., Ph.D

Universitas Bina Nusantara Jakarta

(2)

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

School of Business Management Skripsi Sarjana Ekonomi Semester Ganjil 2014/2015

PENGARUH BUSINESS GROWTH, FINANCIAL PROFITABILITY, DAN INNOVATIVENESS TERHADAP BUSINESS PERFORMANCE PADA PT. TUJUH

PILAAR GEMILANG Abdul Haris – 1401116473 Lyana Princes Hamri - 1401117583

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Business Growth, Financial Profitability, dan Innovativeness terhadap Business Performance. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden yang masih bekerja pada PT Tujuh Pilaar Gemilang diatas 2 tahun. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Partial Least Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keempat konstruk yaitu Business Growth, Financial Profitability, dan Innovativeness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance dimana pengaruh terkuat yang mempengaruhi Business Performance yaitu Business Growth. Saran yang dapat diberikan kepada PT Tujuh Pilaar Gemilang adalah untuk saling menjaga profesionalisme kerja dengan berusaha memenuhi kebutuhan permintaan dengan tanggung jawab dan memenuhi hak rekan bisnis tepat waktu dan memberikan feedback yang tepat dan memuaskan, mengadakan evaluasi kerja mengenai hal-hal apa yang masih kurang memuaskan bagi rekan bisnis sehingga perusahaan dapat memperoleh peningkatan Business Growth.

Kata Kunci: Business Growth, Financial Profitability, Innovativeness dan Business Performance.

(3)

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

School of Business Management Skripsi Sarjana Ekonomi Semester Ganjil 2014/2015

THE EFFECT OF BUSINESS GROWTH, FINANCIAL PROFITABILITY, AND INNOVATIVENESS TOWARDS BUSINESS PERFORMANCE IN PT. TUJUH

PILAAR GEMILANG Abdul Haris – 1401116473 Lyana Princes Hamri - 1401117583

Abstract

This study aims to determine the influence of Business Growth, Financial Profitability, and

Innovativeness towards Business Performance. The method used in this research is the

quantitative method with the use of the associative approach. The method used to collect data in this study is by distributing questionnaires to 52 respondents who are still working at PT Tujuh Pilaar Gemilang, and had worked for more than 2 years. The method of processing data used in this research is the Partial Least Square. The results of this research showed that the four constructs, namely Business Growth, Financial Profitability, and Innovativeness has a significant influence on Business Performance, in which the strongest influence is Business

Growth. The advice that can be given to PT Tujuh Pilaar Gemilang is to maintain

professionalism in work by trying to meet the demand with responsibility and fulfill the rights of business associates on time and giving appropriate and satisfying feedbacks, so as having evaluation of work about things which are still unsatisfactory to business associates, so that the company can increase its Business Growth.

Keywords: Business Growth, Financial Profitability, Innovativeness and Business Performance.

(4)

PENDAHULUAN

Menurut Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Soeharsojo mengatakan bahwa pertumbuhan kontraktor Indonesia mencapai 15 persen dari tahun lalu 2011. Kenaikan ini meningkat karena imbas dari pembangunan infrastruktur dan investasi yang meningkat. Menurut beliau anggaran dari pemerintah untuk infrastruktur melalui kementrian pekerjaan umum menigkat hampir 100 persen dari Rp 36 triliun menjadi Rp 70 triliun lebih. Di tambah lagi dengan peningkatan anggaran dari kementrian perhubungan. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwan perkembangan kotraktor yang sedang terjadi di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya.

Dilihat dari pertumbuhan tersebut maka perusahaan harus lebih meningkatkan kinerja perusahaanya. Dari perusahaan yang kita teliti pada PT. Tujuh Pilaar Gemilang ada beberapa masalah yang terjadi yaitu yang pertama business performance menurunnya profitabilitas perusahaan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1 Penurunan Profitabilitas perusahaan

Tahun Revenue Expense Net Profit

2010 Rp. 1.282.056.664 Rp. 319.706.664 Rp. 962.350.000 2011 Rp. 1.268.137.706 Rp. 322.847.706 Rp. 945.290.000 2012 Rp. 1.237.192.496 Rp. 314.742.496 Rp. 922.450.000 2013 Rp. 1.220.695.305 Rp. 318.440.305 Rp. 902.255.000

Penurunan business performance diduga karena 4 hal yaitu business growth, financial profitability, customer loyalty dan innovativeness. Meneurut Garg et, al (2004) bahwa benar business performance diduga oleh 4 hal tersebut. Dalam penelitian ini, hanya dipengaruhi oleh 4 hal, yaitu business growth, financial profitability, dan innovativeness. Customer loyalty tidak termasuk karena faktor eksternal.

Dilihat dari pendugaan pertama yaitu business growth dilihat dari persentase pasar yang menurun. Dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2 Persentase Pasar Tahun PT. Tujuh PilaarGemilang

2010 16%

2011 15.5%

2012 14.8%

(5)

Pendugaan kedua yaitu financial profitability yang tidak mengalami peningkatan. Menurut wawancara bapak Lukas Irawan selaku pemilik perusahaan, perusahaan saat ini sedang mengalami peningkatan likuiditas keuangan atau biaya operasional perusahaan seperti pembayaran listrik, air, telpon serta gaji karyawan. Kenaikan biaya operasional perusahaan dibuktikan dengan terlambatnya karyawan menerima gaji serta sering mengalami masalah tentang pembayaran listrik, telpon dan air karena keterlambatan dalam membayar. Kenaikan biaya operasional tidak signifikan dengan kurangnya pendapatan yang didapat oleh perusahaan.

Pendugaan ketiga yaitu innovativeness . Menurut wawancara bapak Lukas Irawan selaku Head Director PT. Tujuh Pilaar Gemilang mengatakan bahwa buruknya perubahan cara kerja yang terjadi didalam perusahaan seperti tidak mengadakan briefing kerja. Perubahan cara kerja termasuk dalam indikator innovativeness. . Menurut Kusumo (2006:22) innovativeness adalah sebuah mekanisme perusahaan untuk beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis, oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan pemikiran-pemikiran baru dan gagasan-gagasan baru

Adapun perumusan masalahnya adalah apakah business growth, financial profitability, dan innovativeness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance PT. Tujuh Pilaar Gemilang.

Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara business growth, financial profitability dan innovativeness terhadap business performance.

Penelitian yang dijalankan Ajay K. Garg, R.J.O. Joubert & Rene Pellissier (2004) dengan judul penelitian “Measuring Business Performance: A case study” menjelaskan bahwa penelitian business performance dipengaruhi oleh 4 dimesi yaitu business growth, financial profitability, customer loyalty dan innovativeness. Penelitian yang peniliti lakukan hanya melihat 3 dari factor internal yaitu: yaitu business growth, financial profitability, dan innovativeness, karena dari customer loyalty adalah factor ekternal dari perusahaan. Oleh sebab itu, penilitian ini hanya menggunakan 3 dimensi tersebut untuk menentukan yang mempengaruhi business performance pada PT Tujuh Pilaar Gemilang.

Persamaan penelitian ini dan penelitian PT. Tujuh Pilaar Gemilang :Menggunakan second order yang berarti variabel y tidak mempunyai indikator. Y tersebut sudah termasuk x indikatornya. Berarti semua pengaruh simultan diasumsikan 1 dan semua variabel bebas diasumsikan mempengaruhi variabel terikat Perbedaan penelitian ini dan penelitian PT. Tujuh Pilaar Gemilang : Pada penelitian PT. Tujuh Pilaar Gemilang pengaruh terkuat yang

(6)

dapat meningkatkan Business Performance adalah dihasilkan oleh Customer Loyalty. Sedangkan menurut penelitian ini, pengaruh terkuat yang dapat meningkatkan Business Performance adalah dihasilkan oleh Business Growth. Perbedaan mungkin terjadi karena adanya karakteristik perusahaan, jenis industry dan karakteristik dari responden. Dan penelitian yang dijalankan oleh Parzefall et, al (2008) dengan judul “Employee Innovativeness in Organizations: A Review” menjelaskan mengenai pengertian dari inovasi. Hubungan antara jurnal tersebut adalah peneliti lebih mengetahui pengertian dari Innovativeness.Teori yang digunakan : Mengenai inovasi yaitu perubahan-perubahan yang dilakukan oleh perusahaan baik dari teknologi (perubahan dalam produk atau jasa) dan perubahan social sejauh mana perusahaan ingin merubah produknya.

(7)

METODE PENELITIAN

Adapun metode penelitian ini adalah:

Gambar 1 Metode Penelitian

Sumber: Ajay K. Garg, R.J.O. Joubert & Rene Pellissier, 2004

Pertumbuhan Rekan Bisnis Tingkat Persentase Pangsa Pasar Tingkat Pertumbuhan Penjualan

Tingkat Modal Bersih Setelah Membayar Pajak Keuntungan Bersih Setelah Membayar Pajak

Cara Kerja Perusahaan

Pengimplementasian ide-ide baru Perubahan Secara Umum Likuiditas Keuangan Pertumbuhan Bisnis Keuntungan Financial Inovasi Kinerja

(8)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini menggunakan partial least square, karena partial least square adalah selain mengukur antara variabel ke variabel, PLS juga bisa melihat sejauh mana indikator merefleksikan variabelnya. Adapun langkah-langkah dalam partial least square adalah: 1. Pendugaan Parameter

Pendugaan parameter dalam penelitian ini meliputi latent variable correlation, dan path coefficients

a. latent variable correlation

Tabel 3 Output Laten Variable Correlation Business Growth Business Performance Financial Profitability Innovativeness Business Growth 1.000 Business Performance 0.709 1.000 Financial Profitability 0.531 0.881 1.000 Innovativeness 0.475 0.869 0.587 1.000

Dari output di atas, dapat disimpulkan bahwa:

Hubungan antara Business Growth terhadap Business Performance sebesar 0.709 yang berarti hubungan kuat dan searah.

Hubungan antara Financial Profitability terhadap Business Performance sebesar 0.881 yang berarti hubungan sangat kuat dan searah.

Hubungan antara Innovatveness terhadap Business Performance sebesar 0.869 yang berarti sangat kuat dan searah.

(9)

b. Path corfficients Business Growth Business Performanc e Financial Profitability Innovativeness Business Growth 0.227 Bussiness Performance Financial Profitability 0.479 Innovativeness 0.480

Pengaruh secara partial:

1. Besar pengaruh Business Growth mempengaruhi Business Performance sebesar 0.227 2. Besar pengaruh Financial Profitability mempengaruhi Business Performance sebesar

0.479

3. Besar pengaruh Innovativeness mempengaruhi Business Performance sebesar 0.480

2. Uji Goodnes of Fit a. Outer Loading

kriteria nilai minimal 0,4. Dasar pengambilan keputusan untuk pengujian Convergent Validity menurut Hulland dalam Wong, K. Kwong-Kay (2013:21) adalah sebagai berikut: Apabila nilai loadings < 0.4, maka indikator tidak memenuhi syarat indicator

reliability

Apabila nilai loadings ≥ 0.4, maka indikator tidak memenuhi syarat indicator reliability

Tabel 4 Outer Loading Konstruk Business Growth Konstruk Nilai Loadings

BG1 0.450

(10)

BG3 0.345

Dari tabel di atas, terlihat bahwa keseluruhan convergent validity memiliki nilai >0,4 yang berarti indikator-indikator pada konstruk business growth sudah berhasil mewakili konstruk bentukan yang dikembangkan. Selain itu, terlihat bahwa BG2 yaitu pertumbuhan pangsa pasar memiliki korelasi tertinggi terhadap konstruk latennya yang berarti

pertumbuhan pangsa pasar menjadi faktor terkuat yang membentuk Business Growth.

Tabel 5 Outer Loading Konstruk Fonancial Profitability Konstruk Nilai Loadings

FP1 0.770

FP2 0.753

FP3 0.662

Dari tabel di atas, terlihat bahwa keseluruhan convergent validity memiliki nilai >0,4 yang berarti indikator-indikator pada konstruk Financial Profitabilty sudah berhasil mewakili konstruk bentukan yang dikembangkan. Selain itu, terlihat bahwa FP1 yaitu tingkat modal bersih setelah membayar pajak memiliki korelasi tertinggi terhadap konstruk latennya yang berarti tingkat modal bersih setelah membayar pajak menjadi faktor terkuat yang membentuk Financial Profitability

Tabel 6 Outer Loading Konstruk Innovativeness Konstruk Nilai Loadings

IN1 0.810

IN2 0.632

IN3 0.749

Dari tabel di atas, terlihat bahwa keseluruhan convergent validity memiliki nilai >0,4 yang berarti indikator-indikator pada konstruk Innovativeness sudah berhasil mewakili konstruk bentukan yang dikembangkan. Selain itu, terlihat bahwa IN1 yaitu perubahan secara umum memiliki korelasi tertinggi terhadap konstruk latennya yang berarti perubahan secara umum menjadi faktor terkuat yang membentuk Innovativeness

(11)

b. Discriminant Validity

Tabel 7 Output Discriminant Validity Business Growth Business Performance Financial Profitability Innovativeness Business Growth Business Performance 2.251 Financial Profitability 1.667 1.345 Innovativeness 1.349 1.293 1.020

Dari output diatas, terlihat bahwa nilai Heterotrait-Monotrait Ratio pada tiap konstruk lebih besar dari Average Variance Extracted. Di mana untuk konstruk Business Growth nilai Heterotrait-Monotrait Ratio yaitu 2.313 lebih besar dibandingkan nilai Average Variance Extracted yaitu 0.314. Dan untuk konstruk Financial Profitability nilai Heterotrait-Monotrait Ratio yaitu 1.345 lebih besar dibandingkan nilai Average Variance Extracted yaitu 0.533. Dan yang terakhir untuk konstruk Innovativeness nilai Heterotrait-Monotrait Ratio yaitu 1.293 lebih besar dibandingkan nilai Average Variance Extracted yaitu 0.539.

c. Average Variance Extracted

Dasar pengambilan keputusan untuk pengujian Average Variance Extracted menurut Hulland dalam Wong, K. Kwong-Kay (2013:21) adalah sebagai berikut

Nilai AVE < 0.5, maka indikator tidak memenuhi syarat Average Variance Extracted. Nilai AVE > 0.5, maka indikator memenuhi syarat Average Variance Extracted

Tabel 8 Output Aregae Variance Extracted

Konstruk Nilai AVE

Business Growth 0.314

Financial Profitability 0.533

(12)

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa keseluruhan konstruk memiliki nilai AVE > 0.5 yang berarti keseluruhan konstruk telah memenuhi syarat Average Variance Extracted dan mendukung hasil dari Discriminant Validity.

Namun nilai AVE yang berada dibawah 0.5 tidak menimbulkan kekhawatiran karena pada penelitian sebelumnya cukup sering ditmukan hasil AVE dibawah 0.5 bahkan ketika Construct Reliability diterima (Hatcher, 1994 dalam (Halim & Che-ha, 2009). Sehingga untuk kedua konstruk yang memiliki nilai AVE dibawah 0.5 masih dapat diterima.

d. Composite Reability

Dasar pengambilan keputusan untuk pengujian internal Consistency Reliability menurut Bagozzi dan Yi dalam Wong, K. Kwong-Kay (2013-21) adalah sebagai berikut:

Apabila nilai Composite Reliability < 0.6, maka indikator tidak memenuhi syarat Consistency Reliability

Apabila nilai Composite Reliability ≥ 0.6, maka indikator telah memenuhi syarat Consistency Reliability

Tabel 9 Output Composite Reability Konstruk Nilai Composite Reliability

Business Growth 0.613

Financial Profitability 0.773

Innovativeness 0.776

Dari data diatas terlihat bahwa:

Nilai Compoite Reliability dari Business Growth bernilai 0.613 yaitu

> 0.6 yang berarti keseluruhan konstruk telah memenuhi syarat Compoite Reliability.

Nilai Compoite Reliability dari Financial Profitability bernilai 0.773 yaitu > 0.6 yang berarti keseluruhan konstruk telah memenuhi syarat Compoite Reliability.

Nilai Compoite Reliability dari Innovativeness bernilai 0.776 yaitu > 0.6 yang berarti keseluruhan konstruk telah memenuhi syarat Composite Reliability

(13)

Business Performance = 1.000 + 0.227 (X1) + 0.479 (X2) + 0.480 (X3) 3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Tvalue dan Tstatistic. Dan pengujian Tstatistic dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 10 Output Tstatistics Inner Model Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Error (STERR) T-Statistic (O\STERR) Business Growth -> Business Performance 0.227 0.264 0.048 2.800 Financial Profitability -> Business Performance 0.479 0.462 0.048 8.942 Innovativeness -> Business Performance 0.480 0.463 0.050 8.924

Dari output di atas, dapat diformulasikan persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Selanjutnya, hipotesis untuk menjawab tujuan pertama sebagai berikut: Hipotesis 1

Ho: Business Growth tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance

Ha: Business Growth memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance

Dasar Pengambilan Keputusan

(14)

Tvalue < Tstatistic, Ho ditolak, Ha diterima Hasil

Tvalue = 1.96 Tstatistic = 2.800

Tvalue < Tstatistic, Ho ditolak, Ha diterima Simpulan

Dari hasil pengujian signifikansi di atas, maka dapat disimpulkam bahwa Business Growth memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance dimana hubungan antar konstruk bersifat kuat dan searah sehingga setiap peningkatan pada nilai variable Business Growth, maka nilai konstruk Business Performance juga akan meningkat, begitupula sebaliknya, setiap penurunan pada nilai konstruk Business Growth, maka nilai konstruk Business Performance juga akan menurun.

Hipotesis 2

Ho: Financial Profitability tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance

Ha: Financial Profitability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance

Dasar Pengambilan Keputusan

Tvalue ≥ Tstatistic, Ho diterima, Ha ditolak Tvalue < Tstatistic, Ho ditolak, Ha diterima Hasil

Tvalue = 1.96 Tstatistic = 8.942

Tvalue < Tstatistic, Ho ditolak, Ha diterima Simpulan

Dari hasil pengujian signifikansi di atas, maka dapat disimpulkam bahwa Financial Profitability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance dimana hubungan antar konstruk bersifat sangat kuat dan searah sehingga setiap peningkatan pada nilai variable Financial Profitability, maka nilai konstruk Business Performance juga akan meningkat, begitupula sebaliknya, setiap penurunan pada nilai konstruk Financial Profitability, maka nilai konstruk Business Performance juga akan menurun.

Hipotesis 3

(15)

Ha: Innovativeness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance Dasar Pengambilan Keputusan

Tvalue ≥ Tstatistic, Ho diterima, Ha ditolak Tvalue < Tstatistic, Ho ditolak, Ha diterima Hasil

Tvalue = 1.96 Tstatistic = 8.924

Tvalue < Tstatistic, Ho ditolak, Ha diterima

Simpulan

Dari hasil pengujian signifikansi di atas, maka dapat disimpulkam bahwa Innovativeness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Performance dimana hubungan antar konstruk bersifat sangat kuat dan searah sehingga setiap peningkatan pada nilai variable Innovetiveness, maka nilai konstruk Business Performance juga akan meningkat, begitupula sebaliknya, setiap penurunan pada nilai konstruk Innovetiveness, maka nilai konstruk Business Performance juga akan menurun.

Gambar 2 Hasil Partial Least Square 0.227 Business Growth Financial Profitability Innovativeness Business Performance 0.479 0.480

(16)

SIMPULAN DAN SARAN

1. Simpulan

Simpulan yang dapat dijabarkan dari hasil penelitian yang telah dijalankan adalah sebagai berikut:

A. Business Growth berpengaruh secara signfikan terhadap Business Performance dimana

setiap peningkatan pada nilai variabel Business Growth, maka nilai variabel Business Performance juga akan meningkat, begitupula sebaliknya, setiap penurunan pada nilai variabel Business Growth, maka nilai variabel Business Performance juga akan menurun.

B. Financial Profitability berpengaruh secara signifikan terhadap Business Performance dimana setiap peningkatan pada nilai variabel Financial Profitability, maka nilai variabel Business Performance juga akan meningkat, begitupula sebaliknya, setiap penurunan pada nilai variabel Financial Profitability, maka nilai variabel Business Performance juga akan menurun.

C. Innovativeness berpengaruh secara signifikan terhadap Business Performance dimana setiap peningkatan pada nilai variabel Innovativeness, maka nilai variabel Business Performance juga akan meningkat, begitupula sebaliknya, setiap penurunan pada nilai variabel Innovativeness, maka nilai variabel Business Performance juga akan menurun

2. Saran

Selanjutnya saran yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah sebagai berikut: A. Melihat dari faktor terkuat yang membentuk Business Growth, dimana indikator

kedua yaitu pertumbuhan pangsa pasar menjadi faktor terkuat yang membentuk Business Growth maka perusahaan disarankan menerapkan strategi bersaing dengan perusahaan lain dan melakukan evaluasi kerja untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan didalam pasar sehingga dapat bersaing dan menguntungkan yang akan berpengaruh pada Business Growth.

B. Melihat dari faktor terkuat yang membentuk Financial Profitability, dimana indkitaor pertama yaitu tingkat modal bersih setelah membayar pajak menjadi faktor terkuat yang membentuk Financial Profitability, maka perusahaan disarankan untuk selalu memperhitungkan pajak, sehingga biaya pajak yang

(17)

dikeluarkan tidak mengurangi keuntungan. Dan mencari investor tambahan sebagai sumber sehingga dapat memperoleh modal lebih besar yang akan berpengaruh terhadap Financial Profitabiliy perusahaan.

C. Melihat dari faktor terkuat yang membentuk Innovativeness, dimana indikator pertama yaitu perubahan secara umum dari perusahaan menjadi faktor terkuat yang membentuk Innovativeness, maka perusahaan disarankan untuk lebih memperhatikan inovasi yang berkembang di dalam perusahaannya. Dengan cara memberikan atau menambahkan fasilitas kerja dan menambahkan jasa-jasa yang dapat ditawarkan sehingga dapat mendukung kinerja perusahaan. Dan juga dengan terus menerus memperbaharui system manajemen dan organisasi yang berkenaan dengan arah, struktur dan kemampuan untuk melayani kebutuhan yang selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para karyawan perusahaan.

(18)

REFERENSI

Ajay K. Garg, R.J.O. Joubert & Rene Pellissier (2004), Measuring Business Performance: A case study. Southern African Business Review 2004 8(1): 7-21

Parzefall, Marjo Riita., Seeck, Hannele., and Leppanen, Anneli (2008). “Employee Innovativeness in Organizations: A Review. Hanken School of Economics, Departement of Management and Organisation.

(19)

RIWAYAT PENULIS

Nama : Abdul Haris – Lyana Princes Hamri Tempat tanggal Lahir : 19 desember 1992 – 12 November 1992

Menamatkan Pendidikan di Universitas Bina Nusantara S1 pada tahun 2015 Jurusan Manejemen

Gambar

Tabel 1 Penurunan Profitabilitas perusahaan
Gambar 1 Metode Penelitian
Tabel 3 Output Laten Variable Correlation  Business  Growth  Business  Performance  Financial  Profitability  Innovativeness  Business  Growth  1.000  Business  Performance  0.709  1.000  Financial  Profitability  0.531  0.881  1.000  Innovativeness  0.475
Tabel 4 Outer Loading Konstruk Business Growth  Konstruk  Nilai Loadings
+5

Referensi

Dokumen terkait

Aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada pertemuan siklus II untuk aktifitas Kompetensi sikap Observer 1 memberikan penilaian 80 persen dan Observer 2 memberikan

Selanjutnya pasalnya 1702 KUHPerdata menegaskan bahwa, kalau penitipan dilakukan oleh orang yang cakap kepada pihak yang tidak cakap dalam hukum perjanjian, maka

Keinginan pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan sudah lama ada. Sekarang keinginan pemerintah tersebut sudah direalisasikan meskipun mendapat

Sayangnya perusahaan makanan siap saji (Fast Food) yang dalam rumusan 8F Terdapat kata fried yang artinya gorengan yang pada umumnya menggunakan system Deep

 Konsep relung dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa ukuran populasi dari suatu spesies yang terdapat dalam ekosistem tetap konstan dari waktu ke waktu dalam waktu yang

y PRAKTIK MEDIK TANPA SOP MEDIK y KAMI MENJUAL JASA ALAT MEDIS y TENAGA KAMI TIDAK KOMPETEN..

Mahasiswa yang aktif berorganisasi dan juga aktif bekerja paruh waktu (AOPW) akan memiliki tingkat efikasi diri core skills yang lebih tinggi dari mahasiswa yang hanya aktif pada

Dalam hal ini, teknik NMRS merupakan teknik geofisika darat yang menjanjikan karena teknik ini dapat mengestimasi airtanah regional, sebagai fungsi dari kedalaman, yaitu: