• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEVEL KOMPETENSI I Pemahaman Konsep Korporasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEVEL KOMPETENSI I Pemahaman Konsep Korporasi"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

SAP MATAKULIAH KEJAHATAN KORPORASI

A. IDENTITAS MATA KULIAH

NAMA MATA KULIAH : KEJAHATAN KORPORASI KODE MATA KULIAH : WAJIB KONSENTRASI KODE MATA KULIAH :

JUMLAH SKS : 2 SKS

PRASYARAT : -

SEMESTER SAJIAN : 7/8 B. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah yang mengkaji tentang kejahatan yang dilakukan oleh korporasi dari berbagai aspek secara komprehensif yang berkaitan dengan perkembangan dan pembangunan di masyarakat

C. KOMPETENSI MATA KULIAH

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan mengenai kejahatan yang secara faktual terjadi di masyarakat yang dilakukan oleh Korporasi dengan cakupan pengkajian tentang konsep kejahatan korporasi, kausa kejahatan korporasi, tipe kejahatan korporasi, pertanggungjawaban pidana bagi korporasi dan upaya penanggulangannya

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi LEVEL KOMPETENSI I Pemahaman Konsep Korporasi Waktu: Minggu 1 Pertemuan ke-1 dan Minggu 2 Pertemuan ke-2

(2)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Latar belakang dan peranan korporasi dalam kehidupan masyarakat b. Pengertian korporasi

c. Bentuk-bentuk korporasi : 1. Korporasi publik 2. korporasi privat 3. korporasi quasi publik

d. Posisi kajian kejahatan korporasi dalam ilmu pengetahuan hukum pidana

e. Manfaat dalam mempelajari kejahatan korporasi f. Kriteria korporasi dalam kejahatan korporasi

g. Pro dan Kontra korporasi sebagai subyek hukum yang dapat dipertanggungjawabkan dalam hukum pidana

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami tentang konsep korporasi secara mendalam dalam konteks kejahatan korporasi dan sudut pandang hukum pidana

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan :

1. pengertian korporasi secara etimologis dan pendapat beberapa sarjana

2. bentuk-bentuk korporasi

3. posisi kajian korporasi dan manfaat mempelajrai korporasi 4. kriteria korporasi dalam konteks kejahatan korporasi

5. alasan-alasan pihak yang pro dan kontra terhadap pertanggungjawaban pidana bagi korporasi

(3)

METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah;

b. Diskusi

EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996 3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995 6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem

pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003 7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

9. Gibert Geiss dan Robert F Meier, Corporate Crime, 1979

(4)

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi LEVEL KOMPETENSI II KARAKTERISTIK KEJAHATAN KORPORASI Waktu: Minggu 3 Pertemuan ke-3 dan minggu 4 pertemuan ke-4

(5)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Pengertian dan konsep kejahatan korporasi :

1. pengertian kejahatan korporasi secara etiomologis dan pendapat beberapa sarjana

2. konsep kejahatan korporasi dari Steven Box (crimes againts corporation, crimes for corporation, criminal corporation

b. Keterkaitan antara kejahatan korporasi dengan White Collar Crime (WCC) dan kejahatan ekonomi

c. Anatomi / karakteristik dari kejahatan korporasi

 Crime has organization characteristic (Kejahatan yang bersifat organisatoris)

 Crime relate with big business  Crime is Low Visibility

 Crime has Complexity characteristic  To happen the diffusion of Responsibility  The Diffusion of Victimization

 To Difficult to detect and to prosecute  To Give lenient sanction

 The Ambigious laws

 The Ambigious criminal status of corporate crime

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami mengenai karakteristik kejahatan korporasi sehingga dapat menjelaskan perbedaannya dengan kejahatan konvensional

(6)

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan : 1. pengertian kejahatan korporasi

2. konsep kejahatan korporasi dari sudut pandang hukum pidana

3. keterkaitan kejahatan korporasi dengan WCC dan kejahatan ekonomi 4. karakteristik kejahatan korporasi dibandingkan dengan kejahatan

konvensional METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah; b. Diskusi c. analisa kasus EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

(7)

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995

6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003

7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

9. Gibert Geiss dan Robert F Meier, Corporate Crime, 1979

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi

LEVEL KOMPETENSI III PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI Waktu: Minggu 5 Pertemuan ke-5 dan Minggu 6 pertemuan ke-6

(8)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Pihak-Pihak yang dapat dipertanggungjawabkan :  Subyek hukum orang

 subyek hukum korporasi

b. Teori, Asas, dan Sistem Pertanggungjawaban pidana terhadap kejahatan korporasi

 teori pertanggungjawaban pidana terhadap kajahatan korporasi (teori identifikasi dan teori delegasi)

 asas pertanggungjawaban pidana terhadap kejahatan korporasi ( asas geen straft zonder schuld, asas strict liability, asas vicarious liability)  sistem pertanggungjawaban pidana terhadap kejahatan korporasi c. Pengaturan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam KUHP, UU diluar

KUHP dan RUU KUHP  Pasal 59 KUHP

 Pola perumusanan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan di luar KUHP ( UU Tindak Pidana Korupsi, UU Pemberantasan Tindak Pidana pencucian uang, UU Perlindungan Konsumen, UU Pasar Modal, UU pemberantasan Tindak Pidana Terorisme)

 Pola perumusan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam RUU KUHP

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami mengenai teori, asas dan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dengan merujuk pada KUHP, Peraturan perundang-undangan di luar KUHP, dan RUU KUHP

(9)

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan :

1. Teori-teori yang dapat dipergunakan sebagai analisa dalam menentukan pertanggungjawaban pidana bagi korporasi

2. Asas-asas pertanggungjawaban pidana korporasi 3. Sistem pertanggungjawaban pidana korporasi

4. Pola pengaturan dan perumusan pertanggungjawaban pidana korporasi dalam KUHP, UU di luar KUHP dan RUU kUHP

METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah;

b. Diskusi c. analisa kasus

EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

(10)

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995

6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003

7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

9. Gibert Geiss dan Robert F Meier, Corporate Crime, 1979

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi

LEVEL KOMPETENSI IV KAUSA KEJAHATAN KORPORASI

Waktu: Minggu 7 Pertemuan ke-7dan

Minggu 8 pertemuan ke-8

(11)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Teori kausa kejahatan dalam kriminologi : Single Factor Theory, Multiple Factor Theory, Anomie Theory, dan Sub Culture Theory

b. Teori-teori kausa kejahatan khusus dalam kejahatan korporasi :  Teori Budaya Korporat

 Teori Tujuan yang Rasional

 Teori Pandangan Keliru tentrang Laba  Teori Organik

 Teori 5 Masalah dari Steven Box

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami mengenai teori kausa kejahatan yang umum dalam kriminologi dan yang khusus dalam mengkaji kausa kejahatan korporasi

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan :

a. 4 Teori kausa kejahatan dalam kriminologi untuk menganalisa kausa kejahatan korporasi

b. 5 Teori kausa kejahatan yang khusus terkait dengan kejahatan korporasi

METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah;

b. Diskusi c. analisa kasus

(12)

EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995

6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003

7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

9. Gibert Geiss dan Robert F Meier, Corporate Crime, 1979

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi LEVEL KOMPETENSI V TIPE-TIPE KEJAHATAN KORPORASI Waktu: Minggu 9 Pertemuan ke-9 dan Minggu 10 pertemuan ke-10

(13)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Tipe-Tipe kejahatan korporasi dari Kadish

b. Tipe-tipe kejahatan korporasi dari Joseph F Sheley c. Tipe-tipe kejahatan korporasi dari E.H.Sutherland

d. Tipe-tipe kejahatan korporasi yang terkait dengan kegiatan ekspor-impor dan perbankan

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami mengenai berbagai tipe-tipe kejahatan korporasi dari berbagai pendapat para sarjana dan perkembangan kegiatan di bidang ekspor-impor dan perbankan

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan :

a. Tipe-tipe kejahatan korporasi dari pendapat beberapa sarjana b. Tipe-tipe kejahatan korporasi dibidang ekspor-impor dan

perbankan METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah; b. Diskusi c. analisa kasus EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

(14)

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995

6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003

7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

9. Gibert Geiss dan Robert F Meier, Corporate Crime, 1979

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi LEVEL KOMPETENSI VI KORBAN KEJAHATAN KORPORASI Waktu: Minggu 10 Pertemuan ke-10

(15)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Karakteritik korban kejahatan korporasi

b. Bentuk-bentuk kerugian dari korban kejahatan korporasi :  kerugian Materi

 kerugian bidang kesehatan dan keselamatan jiwa  kerugian sosial moral

c. Jaminan perlindungan hukum bagi korban kejahatan korporasi pada berbagai peraturan perundang-undangan :

 Kompensasi  Restitusi

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami mengenai karakteristik korban dengan berbagai bentuk kerugian yang dialami dan perlindungan hukum yang berhak diperoleh.

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan :

a. karakteristik korban kejahatan korporasi

b. bentuk-bentuk kerugian yang dialami oleh korporasi

c. bentuk perlindungan hukum bagi korban kejahatan korporasi

METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah;

b. Diskusi c. analisa kasus

(16)

EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995

6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003

7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

9. Gibert Geiss dan Robert F Meier, Corporate Crime, 1979

Mata Kuliah: Kejahatan Korporasi

LEVEL KOMPETENSI VII SARANA KONTROL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEJAHATAN KORPORASI Waktu: Minggu 11 Pertemuan ke-11 dan Minggu 12 Pertemuan ke-12

(17)

SUB-SUB KOMPETENSI :

a. Macam dan bentuk sarana kontrol bagi upaya penanggulangan kejahatan korporasi :

 Upaya penanggulangan Non Penal  Upaya penanggulangan penal

b. Pengaturan sanksi pidana terhadap kejahatan korporasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan

c. Antisipasi terhadap perkembangan kejahatan korporasi di masa mendatang

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mahasiswa dapat memahami mengenai upaya penanggulangan, pengaturan atau pola perumusan sanksi pidana, dan antisipasi perkembangan kejahatan korporasi dimasa datang

INDIKATOR HASIL BELAJAR: Mahasiswa dapat menjelaskan :

1. sarana kontrol dengan upaya penggulangan non penal dan penal bagi kejahatan korporasi

2. pola perumusan sanksi pidana bagi kejahatan korporasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan

3. antisipasi perkembangan kejahatan korporasi di masa datang

METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah;

b. Diskusi c. analisa kasus

(18)

EVALUASI :

Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi selama proses perkuliahan dan evaluasi lisan atas materi yang telah disampaikan.

BAHAN PUSTAKA:

1. Setiyono, Kejahatan Korporasi (Analisis Viktimologis dan pertanggungjawaban Korporasi dalam Hukum Pidana Indonesia), Malang: Averroes Press dan Pustaka Pelajar, 2002

2. Hamzah Hatrik, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996

3. J.E.Sahetapy, Bunga Rampai Viktimisasi, Bandung: Eresco, 1995 4. _________, Kejahatan Korporasi, Bandung:Eresco, 1994

5. I.S.Susanto, Diktat Kejahatan Korporasi, Semarang, UNDIP, 1995

6. Dwija Priyatno, Kebijakan Legislasi tentang Sistem pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Indonesia, 2003

7. Barda Nawawi Arief, Kapita Selekta hukum Pidana, 2003

8. Marshall B Clinard dan Peter C Yeager, Corporate Crime, New York: The Free Press, 1980

Referensi

Dokumen terkait

Kekuatan Industri SGN adalah hubungan harmonis antara pengusaha dan karyawan, karyawan produksi cukup terampil, sistem akutansi keuangan sudah tertata dengan baik,

Cat yang direkomendasikan agar digunakan untuk melindungi material logam khususnya besi dari korosi pada kondisi lingkungan tersebut, tidak boleh mengalami korosi

Pendahuluan: Inflamasi yang dicetuskan oleh obesitas dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Adiponektin menurun pada obesitas. Pemberian fish oil dan

150 Inovasi Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 123  Mempercepat suksesi tanaman untuk merehabilitasi lahan bekas tambang. dan

Dari analisis yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilihat bahwa koefisien korelasi Rank Spearman diperoleh 0,560 yang termasuk kategori 0,400 – 0,599 yang

Proses perengkahan residue ini dimungkinkan dengan pemanasan umpan menggunakan visbreaking unit fired heater dan rapid quenching fluida keluar fired heater, yang memudahkan

Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sumber magnet permanen menghasilkan medan magnet yang lebih stabil yang dapat dilihat dari hasil pengukuran

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi dan Dalam penelitian ini didapatkan hasil untuk polimorfisme distribusi polimorfisme gen CYP1A1 ( 3801TC dan Ile462Val )