• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kampanye Bank Indonesia dalam melawan Hoax mengenai Rupiah Emisi 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kampanye Bank Indonesia dalam melawan Hoax mengenai Rupiah Emisi 2016"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Diterima: April 2019. Disetujui: Mei 2019. Dipublikasikan: Juni 2019 155 Volume 2, Nomor 2, 2019, 155-178 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung https://jurnal.fdk.uinsgd.ac.id/index.php/reputation

Kampanye Bank Indonesia dalam melawan Hoax

mengenai Rupiah Emisi 2016

Aldi Rinaldi

1*,

Dang Eif

1,

Dyah Rahmi Astuti

2

1Jurusan Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

*Email : [email protected] ABSTRAK

Kampanye PR merupakan hal yang penting dilaksanakan oleh humas dalam sebuah organisasi, karena dengan kegiatan tersebut organisasi dapat mengenalkan suatu hal dengan tujuan tertentu. Humas Bank Indonesia melakukan sebuah kegiatan kampanye PR yang unik dan menarik dalam upaya mengenalkan uang Rupiah tahun emisi 2016, peneliti tertarik melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui bagimana proses yang dilaksanakan oleh humas Bank Indonesia Jawa Barat dalam melaksanakan dan memilih strategi yang tepat dalam memberikan informasi lengkap mengenai ciri-ciri keaslian uang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus yang berusaha menggambarkan kegiatan melalui pertanyaan penelitian yaitu, pertama bagaimana perencanaan kampanye PR, selanjutnya adalah bagaimana pelaksanaan kegiatan kampanye PR tersebut dan terakhir adalah mengapa humas menjadikan hasil penyebaran informasi sebagai indikator keberhasilan dan evaluasi kegiatan Kampanye ciri-ciri keaslian uang rupiah tahun emisi 2016. Berdasarkan data penelitian kegiatan Kampanye ini melewati berbagai macam tahapan, yang pertama tahap perencanaan yang terdiri dari penentuan anggaran kegiatan,narasumber dan tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Kampanye tersebut, kedua adalah tahapan pelaksanaan yang diberikan kepada sumber daya yang telah dipilih dan diberikan pelatihan khusus agar saat melakukan kegiatan kampanye dapat memberikan informasi yang menyeluruh, ketiga merupakan proses menilai keberhasilan dan evaluasi kegiatan.

Kata Kunci :Kampanye PR; Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah Tahun Emisi

(2)

156 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

ABSTRACT

Campaign pr it is important to carry out by public relations in an organization, as by these activities organization can introduce a thing with a certain goal. Public relations of bank Indonesia conduct a unique and interesting activity of the PR campaign in an effort to introduce rupiah currency 2016 emission, researcher interested to do this research for the purpose of knowing how the process carried out by public relations officer of Bank Indonesia West Java of implementing and choosing a proper strategy in providing a complete information about the characteristics of the authenticity money. This research uses a study of case method that tries to describe activities through questions of research, first is how to planning pr campaign, next is how the activities of pr campaign and last is why public relations officer made the results of the information dissemination as an indicator of success and evaluation activities of characteristics the authenticity money rupiah campaign 2016 emission. Based on the research data of this Campaign activity through various phases, the first is the planning phase which consists of determining the budget of activities, the source of information and purpose to be achieved in the activities of campaign, second is the implementing phase given to the selected resources and given special training so when carrying out campaign activities can provide comprehensive information, the third is the process of assessing the success and evaluation of activities

Keywords: PR Campaign; Characteristics of Originality of Rupiah Money Year of

2016 Emission;Provide Comprehensive Information.

PENDAHULUAN

Kampanye Public Relations merupakan suatu kegiatan manajemen komunikasi yang telah di rencanakan sebelumnya oleh suatu perusahaan atau instansi yang tujuannya telah di tentukan sebelumnya, tujuan kegiatan kampanye ini biasanya untuk merubah sikap masyarakat sebagai publik perusahaan atau instansi agar sesuai dengan keinginan perusahaan atau suatu instansi. Tujuan kampanye setiap perusahaan atau instansi tentunya beragam, sesuai dengan tujuan berdirinya perusahaan dan instansi tersebut.

Kampanye dewasa ini banyak digunakan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan atau instansi baik swasta atau milik negara, sehingga dengan adanya kepercayaan khalayak terhadap perusahaan akan meningkatkan goodwills sebagai tujuan dari berdirinya sebuah perusahaan atau instansi selain bertambahnya nilai modal perusahaan. Darlina (2016), dalam jurnal tentang Pengaruh citra

(3)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 157

perusahaan dan pelayanan terhadap loyalitas pelanggan jasa perhotelan, Vol 1 No. 3 menjelaskan bahwa citra perusahaan merupakan pendapat khalayak terhadap kinerja perusahaan yang sangat berpengaruh terhadap baik buruknya nilai jual perusahaan, citra yang baik merupakan tujuan berdirinya sebuah perusahaan. Perusahaan perlu memahami strategi yang tepat untuk mempengaruhi khalayak agar membeli barang dan jasa yang perusahaan tawarkan.

Kampanye yang dilakukan oleh seorang Public Relations atau Humas memiliki tujuan mempengaruhi khalayak untuk mengikuti atau mengetahui kegiatan dan program yang dimiliki oleh perusahaan atau institusi, sehingga program dan kegiatan tersebut akan diikuti oleh khalayak sehingga dapat menumbuhkan citra baik dan kepercayaan khalayak kepada institusi bahkan negara, karena dalam kegiatan kampanye ini Public Relations di harapkan dapat memberikan informasi yang layak dan bermanfaat pada khalayak sesuai dengan apa yang menjadi tugasnya.

Kampanye saat ini dilakukan oleh setiap perusahaan, institusi dan organisasi di Indonesia, Bank Indonesia sebagai bank sentral negara Indonesia adalah salah satu lembaga yang melakukan kegiatan kampanye yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai fungsi dan tujuan berdirinya Bank Indonesia selaku bank sentral. Tujuan Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai Rupiah terhadap dua aspek yaitu, nilai Rupiah terhadap barang dan jasa, nilai tukar Rupiah terhadap nilai tukar mata uang asing, ini merupakan hal yang terdengar sepele, namun dalam prakteknya ini merupakan hal yang harus diperhatikan oleh institusi atau lemabaga karena berpengaruh besar kepada kegiatan ekonomi negara.

Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai Rupiah tentunya memiliki perwakilan di setiap Provinsi di Indonesia yang terbagi dalam beberapa regional, Jawa barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia sesuai data Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah penduduk dengan angka 46,71 Juta, menyebabkan kegiatan ekonomi sangat dinamis. Bank Indonesia Jawa Barat hadir sebagai bank sentral yang ada di Jawa Barat memiliki tugas untuk menjaga kestabilan uang Rupiah di Jawa Barat. Kegiatan ekenomi tentu tidak dapat di pisahkan dengan transaksi jual beli menggunakan uang sebagai alat pembayaran dan penyimpanan, pada tahun 2016 Bank Indonesia mengeluarkan sebelas pecahan uang Rupiah baru yang bertepatan dengan peringatan hari Bela Negara yaitu pada senin 19 Desember 2016, sesuai

(4)

158 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

yang dikutip oleh portal berita online www.Republika.co.id (Bandung) Selasa,20 Desember 2017:

“Bank Indonesia meluncurkan 11 pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 yang juga bertepatan dengan hari Bela Negara. Dalam rangka pengedaran uang Rupiah NKRI TE 2016, Bank Indonesia secara bertahap melakukan distribusi uang kepada seluruh Perbankan sehingga masyarakat dapat menukarkannya kepada Perbankan.Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (Jabar) sendiri juga bertugas mengedarkan uang TR 2016 ke daerah-daerah.”

Berdasarkan data pra penelitian tersebut uang baru tahun emisi 2016 ini harus mendapatkan perhatian khusus agar dalam penyebaran uang tersebut dapat merata sampai kepelosok sehingga uang edaran lama yang telah rusak dan tidak layak dapat di tukarkan dengan uang Rupiah emisi 2016. Bank Indonesia Jawa Barat diperkirakan bekerja keras karena Jawa Barat merupakan wilayah yang luas dan ada beberapa daerah yang memiliki jarak cukup jauh dengan wilayah operasional Bank Indonesia Jawa Barat, dalam kegiatan penyebaran uang baru ini perlu diadakannya sosialisasi dan pemberian informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang tersebut,agar masyarakat lebih mengenal uang Rupiah tahun emisi 2016.

Berdasarkan data tersebut peneliti melakukan pra wawancara kepada masyarakat untuk mendapatkan data lain mengenai pendapat masyarakat mengenai uang Rupiah baru tahun emisi 2016, Intan Ayu (22 tahun) menjelaskan pendapatnya mengenai uang Rupiah baru tahun emisi 2016, sebagai berikut:

“Menurut saya uang Rupiah baru merupakan uang yang menyerupai mainan dan beberapa pahlawannya sama sekali tidak saya kenal, beberapa kali saya mengalami kesulitan dalam membedakan uang Rupiah pecahan Rp.20.000 dengan Rp.2000, bahkan setelah saya

Browsing di Internet memiliki kesamaan dengan mata uang China

sehingga menimbulkan kecurigaan adanya komunis di Indonesia, tidak sampai disitu saya juga menemukan lambang palu dan arit yang merupakan lambang dari PKI.” (Senin,18 Desember 2017) Berdasarkan data pra wawancara tersebut diketahui bahwa masih ada beberapa masyarakat yang belum mengetahui informasi pasti mengenai uang Rupiah tahun emisi 2016, hal ini di buktikan dari hasil pra wawancara yang dilakukan oleh peneliti, bahwa masyarakat memiliki dugaan terhadap pemerintah dan Bank Indonesia mengenai kemiripan

(5)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 159

desain antara pecahan Rp.2000 dengan Rp.20.000 yang menyebabkan masyarakat harus lebih berhati-hati dalam bertransaksi.

Selanjutnya mengenai kemiripan uang Rupiah 2016 dengan mata uang China yang menimbulkan banyak pertanyaan salah satunya tentang apakah Indonesia sedang di kuasai oleh China dan akan menjadi negara yang menganut sistem komunis. Perkiraan adanya lambang palu dan arit sebagai lambang PKI juga membuat masyarakat resah, banyak dari masyarakat yang belum mengetahui informasi yang tepat sehingga wajar menimbulkan banyak kecurigaan masyarakat terhadap Bank Indonesia dan juga pemerintah.

Berdasarkan data pra penelitiandiatas menunjukkan bahwa kurangnya edukasi dan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang upiah tahun emisi 2016, menyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Indonesia selaku bank sentral Indonesia dan diperkirakan menyebabkan terjadinya krisis kepercayaan terhadap pemerintah.Sahuri (2013), dalam jurnal tentang Membangun Kepercayaan Publik melalui Pelayanan Publik yang Berkualitas (Volume 9, Nomor 1) menjelaskan bahwa manajemen dalam kegiatanya perlu memperhatikan kepuasan publik terhadap pelayanan yang di berikan dan tetap mengedepankan sebuah keunggulan kompetetif jika tidak ingin kehilangan kepercayaan. Untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat, manajemen harus mampu melakukan sebuah kegiatan yang dapat mengembalikan tingkat kepuasaan masyarakat sehingga kepercayaan dapat diraih kembali oleh manajemen dan perusahaan.

LANDASAN TEORITIS

Aktivitas PR dalam komunikasi terintegrasi dalam sebuah program kampanye PR. Ruslan (2013 : 66) Kampanye PR dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities) agar tercipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan. Arti umum atau luas, kampanye PR tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai publisitas dan

(6)

160 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

citra yang positif.

Peranan atau praktik lapangan Public Relations sehari-hari bahwa kampanye tersebut akan berbeda pengertiannya dengan propaganda. Melakukan kampanye (PR campaign) di sini lebih menitikberatkan untuk membangun suatu saling pengertian dan pemahaman (soft selling) melalui persuasi dari khalayak sasaran. Sedangkan propaganda, selain bertujuan untuk mencari pengikut atau dukungan , juga untuk tujuan membangun suatu pengertian dari khalayak sasaran, tetapi lebih menitikberatkan unsur “paksaan” (hard selling) disamping melakukan persuasi.Keduanya sama aktivitasnya dalam penyampaian pesan atau isu melalui proses berkomunikasi dengan menggunakan media massa dan media non massa.

Tahapan kampanye merupakan hal yang penting yang berisi mengenai proses-proses suatu pelaksananaan kegiatan Kampanye Public

Relations secara menyeluruh, yang didalamnya membahas mengenai

tujuan, publik sasaran dan pesan-pesan yang efektif , dengsn tujuan jangka panjang (strategi) atau bahkan tujuan jangka pendek dengan tujuan tertentu (taktik) dapat dilaksanakan secara bersama-sama Gregory dalam Ruslan (2013:99-105) menjelaskan mengenai 10 tahapan atau rangkaian secara logis mengenai kegiatan kampanye Public Relations, sebagai berikut (Analisis

Pertama adalahAnalisis adalah langkah pertama dari proses

perencanaan. Setelah riset, tahap berikutnya adalah analisis dan ini dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang akan menjadi dasar dari program Public Relations. Analisis yang dapat digunakan tentunya berbagai macam analisis seperti analisis SWOT.Analisis SWOT meliputi empat elemen yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oppurtunities (kesempatan), dan Threats (tantangan). Strength dan oppurtunities dapat dikelompokan sebagai pertimbangan-pertimbangan positif yang mendukung terlaksananya program kampanye, sedangkan weakness dan threats dikelompokan pada kondisi-kondisi negatif yang harus dihadapi kampanye. Dua elemen pertama, Strength dan Weakness dapat dilihat sebagai faktor yang digerakan secara internal dan bersifat khusus terhadap organisasi. Dua elemen yang lain, Oppurtunities dan Threats biasanya bersifat eksternal dan didapat melalui analisis PEST.

Kedua, Objectivies (Tujuan) Menetapkan tujuan yang realistis adalah

sangat penting apabila program atau kampanye yang direncanakan harus memiliki arah dan dapat menunjukan suatu keberhasilan tertentu. Tujuan utama dari Public Relations adalah untuk mempengaruhi sikap dan

(7)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 161

perilaku.Ketiga Public or Audience (Publik atau Khalayak sasaran) Grunig dalam Ruslan (2013:100) mendefinisikan tiga jenis publik a). Publik semua masalah (all-issue public) sangat aktif terhadap semua masalah yang mempengaruhi organisasi. b). Publik masalah tunggal (single-issue public) sangat aktif terhadap satu masalah atau sekelompok kecil masalah. c)Publik masalah hangat (hot-issue public) adalah mereka yang terlibat dalam suatu masalah yang memiliki dukungan publik luas dan biasanya mendapatkan liputan khusus dari media.Pemilihan publik mana yang akan menjadi sasaran bergantung pada tujuan kampanye yang akan dilaksanakan. Arens dalam Venus (2007:150) mengatakan bahwa identifikasi dan segmentasi ssasaran kampanye dilaksanakan dengan melakukan pemilahan atau segmentasi terhadap kondisi geografis, kondisi demografis, kondisi perilaku dan kondisi psikografis.

Ketiga, Messages (Pesan) merupakan kegiatan menetukkan

pesan-pesan yang ingin disampaikan melalui kampnye Public Relations, terdapat empat langkah untuk menentukan pesan sebagai berikut, a).Langkah pertama adalah menggunakan persepsi yang sudah ada, b).Langkah kedua adalah menjelaskan pergeseran yang dapat dilakukan terhadap persepsi tersebut, c)Langkah ketiga adalah mengidentifikasi unsur-unsur persuasi. Cara terbaik adalah melakukannya berdasarkan fakta, d)Langkah keempat adalah memastikan bahwa pesan tersebut dapat dipercaya dan dapat disampaikan melalui Public Relations.

Keempat, Strategy (Strategi) adalah pendekatan keseluruhan untuk

suatu program atau kampanye. Strategi adalah faktor pengkoordinasi, prinsip yang menjadi penuntun, ide utama dan pemikiran dibalik program taktis. (Venus 2007:152)Keenam Tactics (Taktitk) berbicara taktik pelaksanaan suatu program kampanye yang harus berkaitan erat dengan program dari strategi utama, tujuan kampanye, ketika akan mengembangkan taktik pelaksanaan kampanye tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor kekuatan, kreativitas atau kemampuan tim pelaksana, pengembangan program hingga pencapaian tujuan terukur.

Kelima, Timescales (Skala Waktu) Ada dua hal yang pasti dalam

kehidupan praktisi Public Relations. Pertama, tidak pernah ada waktu yang cukup untuk melakukan semua pekerjaan yang harus dilakukan, tugas dan tanggung jawab yang ada lebih besar daripada waktu yang tersedia. Kedua adalah bahwa tugas-tugas Public Relations seriingkali melibatkan orang lain dan memerlukan koordinasi dari beberapa unsur. Ada dua faktor utama yang saling berkaitan yang harus diamati ketika

(8)

162 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

mempertimbangkan skala waktu. Pertama, tenggat waktu (deadline) harus di identifikasi sehingga tugas-tugas yang dihubu1ngkan dengn suatu proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Kedua adalah sumber daya yang tepat perlu dialokasikan sehingga tugas-tugas yang ada dapat diselesaikan.

Keenam, Resources (Sumber Daya) Terdapat tiga bentuk sumber daya

utama yang berkaitan dengan pelaksanaan program kampanye Public Relations. Pertama sumber daya manusia (SDM) yang terlibat langsung dalam kegiatan kampanye berupa tenaga profesional, dan ahli hingga terampil, staf pendukung atau tenaga lapangan. Kedua, sumber biaya operasional untuk menunjang kegiatan kampanye yang dikelola secara efisien dalam pembiayaan pelaksanaan operasional (implementation fee), consultant or professional fee, space of advertising cost, dan equipment fee (biaya penyewaan perlatan penunjang, publikasi, transportasi, sound system dan lighting system dan sebagainya). Ketiga adalah sumber perlengkapan transportasi, dukungan perlatan teknis, pemanfaatan media komunikasi dan tim kerja lain dan sebagainya.

Ketujuh, Evaluations (Evaluasi) adalah proses yang berkelanjutan jika

kita berbicara tentang program berjangka panjang. Jika dilaksanakan dengan benar, evaluasi memudahkan anda untuk mengendalikan kegiatan Public Relations. Berikut adalah alasan menngapa kita perlu mencantumkan evaluasi dalam kampanye dan program yang kita buat.

Kesepuluh, Review (Peninjauan) Peninjauan kembali terhadap

penilaian perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi selama programam berlansung yang dinilai melalui efektifitasnya melalui penilaian terhadap hasil yang diraih dengan tujuan yang telah direncanakan atau disusun.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perencanaan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat.

Proses perencanaan kegiatan Kampanye Public Relations merupakan kegiatan yang sangat penting, karena dalam tahap perencanaan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yang pertama yaitu identifikasi awal berupa memeriksa data mengenai tingkat pemalsuan uang Rupiah didaerah tersebut untuk menentukan seberapa penting kegiatan

(9)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 163

Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 didaerah tersebut.

Memeriksa data pemalsuan uang merupakan kegiatan yang disebut

Fact Finding. Scott M.Cutlip & Allen H. Center dalam Ruslan menjelaskan

(2013 :9-10) bahwa Fact Finding merupakan kegiatan menjelaskan atau mendefinisikan permasalahan yang dilaksanakan melalui penelitian dengan menganalisa situasi berupa pemahaman, opini, sikap dan pemahan publik terhadap lembaga. Situasi tersebut menjadi data yang digunakan oleh Humas dalam sebuah lembaga untuk menentukan suatu kebijakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau publik, sehingga dapat mengubah perilaku sesuai dengan keinginan lembaga tersebut.

Analisis awal dalam kegiatan perencanaan kegiatan Kampanye

Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang

Rupiah tahun emisi 2016 selanjutnya merupakan pemilihan kegiatan kampanye Public Relations yang sesuai. Menurut Rosidi dalam jurnalnya Urgensi Human Relations dalam kegiatan Public Relations (2009) menjelaskan bahwa Pemilihan kegiatan yang sesuai merupakan upaya divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat untuk menarik antusias masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat mengenai informasi keaslian uang Rupiah tahun emisi beserta konten dan fitur yang terdapat didalamnya. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan program kampanye. Kegiatan yang dilaksanakan biasanya memerhatikan kemampuan dari audiensnya seperti kebiasaan dan pengulangan kegiatan didalamnya. Kemampuan audiens yang melibatkan kebiasan dikenal dengan Capability of audience sedangkan pengulangan kegiatan dikenal dengan Continuity and consistency.

Ruslan (2013:83-84) menjelaskan bahwa Capability of audience adalah kemampuan audiens atau peserta dalam menangkap pesan yang dapat dinilai dari kebiasaan yang mereka lakukan, seperti kebiasaan membaca dan menyerap bacaan atau bahkan kemampuan mengolah persepsi sesuai dengan yang mereka lihat. Contiunity and consistency merupakan keberlangsungan acara atau kegiatan kampanye yang harus dilaksanakan secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan kampanye yang rutin dilaksanakan tentu diharapkan dapat mengembangkan dampak atau tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut, salah satunya melalui pemberian secara bertahap melalui kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun

(10)

164 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

emisi 2016 yang dilaksanakan oleh divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat.

Kegiatan analisis lainnya dapat dilaksanakan dalam upaya menilai kelemahan dan kelebihan dari kegiatan kampanye yang akan dilaksanakan dengan tujuan untuk mempersiapkan rencana yang baik, Gregory (1996:53-54) dalam Ruslan (2013:99) menjelaskan bahwa kegiatan analisis merupakan kegiatan yang penting dalam sebuah kegiatan kampanye yang bertujuan untuk menilai kelayakan kegiatan kampanye. Analisis kegiatan kampanye dapat dimulai dengan SWOT yaitu strength (kekuatan) artinya disini seorang praktisi humas harus mampu melihat kekuatan yang dimiliki oleh lembaga dalam melaksanakan sebuah kegiatan termasuk kampanye Public Relations, selanjutnya adalah Weakness (kelemahan) yang berarti bahwa praktisi humas tetap harus memperhatikan kelemahan internal perusahaan seperti jumlah sumber daya manusia perusahaan yang kan berpengaruh terhadap kegiatan kampanye, selanjutnya ada opportunities (kesempatan) artinya praktisi humas dalam sebuah perusahaan harus memperhatikan kesempatan yang baik yang terdapat dalam kegiatan kampanye, misalnya memanfaatkan seluruh kegiatan perusahaan atau lembaga untuk melaksanakan kegiatan Kampanye Public Relations dalam memberikan informasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016.

Praktisi humas dalam melakukan analisis dalam tahapan perencanaan juga harus mampu meperhatikan keadaan internal dan eksternal perusahaan dengan tujuan untuk memahami kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai kegiatan kampanye. Kebutuhan yang terus berubah menuntut seorang humas harus mampu melakukan riset dengan memperhatikan aspek politik, ekonomi, teknologi, sosial dan budaya yang akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam bertahan (berkompetitif), posisi opini publik termasuk isu-siu yang akan berpengaruh dalam kegiatan kampanye yang dilaksanakan, seperti isu mengenai uang Rupiah tahun emisi 2016 yang memiliki dugaan adanya lambang partai komunis dan pencetaknya adalah negara China.

Langkah-langkah alternatif merupakan suatu tindakan yang diambil oleh lembaga dalam upaya menghindari kegagalan dalam sebuah kegiatan kampanye Public Relations. Langkah-langkah alternatif yang dilaksanakan oleh divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dalam perencanaan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 adalah kegiatan melakukan konfirmasi, survei lokasi dan pemilihan

(11)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 165

narasumber. Melakukan kegiatan konfirmasi dan survei lokasi merupakan kegiatan dalam upaya melakukan komunikasi dua arah dengan khalayak yaitu masyarakat Jawa Barat.

Komunikasi dua arah merupakan kegiatan yang baik dalam kegiatan kampanye Public Relations, kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan persepsi anatara komunikator dan komunikan. Persepsi merupakan inti dari kegiatan komunikasi maka komunikasi yang baik tentunya harus menghasilkan pemikiran yang sama dan searah, misalnya dengan divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat melakukan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016, mereka berharap masyarakat dapat memiliki informasi yang cukup dan dapat mencintai uang Rupiah sebagai mata uang Negara Indonesia

Biaya atau dana tentu diperlukan dalam setiap kegiatan kampanye

Public Relations, termasuk kegiatan Kampanye Public Relations Dalam

Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 yang telah mendapatkan jumlah khusus dalam penyusunan anggaran oleh Bank Indonesia Jawa Barat. Anggaran atau dan ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan dalam kegiatan kampanye Public

Relations.

Menyusun anggaran dalam kampanye PR perlu diperhatikaan adalah memperkirakan berapa besarnya anggaran atau budget yang akan dialokasikan. Biaya sangat menentukan keberhasilan kegiatan Kampanye

Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang

Rupiah tahun emisi 2016. Ruslan (2013:81) menjelaskan bahwa tanpa dukungan dana yang memadai tentu akan menjadi hambatan kegiatan kampanye Public Relations, jika dana tidak memadai maka akan memicu kegagalan kegiatan kampanye Public Relations.

Pimpinan puncak tentunya haru memberikan kontribusi dalam mendukung pengalokasiaan anggaran dana dalam kegiatan kampanye PR. Pimpinan sebagai manajemen puncak akan memiliki kewenangan dalam menentukan jumlah dana yang akan dialokasikan, sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan, mengingat kegiatan Kampanye Public

Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah

tahun emisi 2016 merupakan kegiatan yang cukup panjang secara berkesinambungan.

(12)

166 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

Tahapan perencanaan selanjutnya adalah menyusun tujuan yang ingin dicapai oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat melalui kegiatan Kampanye Public Relations dalam memberikan Informasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 yaitu memberikan informasi secara berkesinambungan. Tujuan yang ingin dicapai oleh Bank Indonesia melalui divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat adalah memberikan informasi mengenai bank sentral dan memberikan informasi secara menyeluruh mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016 melalui kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016.

Memberikan informasi mengenai bank sentral dan ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun 2016 diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap uang Rupiah dan menjaga kestabilan nilai Rupiah terhadap transaksi barang jasa dan nilai tukar mata uang asing. Informasi tersebut juga diharapkan dapat menjaga citra baik lembaga. Memberikan informasi dalam kegiatan kampanye PR merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah perusahaan sesuai dengan definisi kampanye PR yang dikemukan oleh Ruslan (2013:66) bahwa kegiatan kampanye Public Relations memiliki tujuan untuk mengingkat kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audiens) sehingga dapat meraih perhatikan khalayak dan mendapat opini positif terhadap perusahaan.Data diatas menunjukkan bahwa kegiatan Kampanye Public

Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah

tahun emisi 2016 dilaksanakan sesuai dengan tugas seorang Humas, yaitu melakukan komunikasi. Kegiatan berkomunikasi menurut Onong dalam Suhandang (2004:35) menjelaskan bahwa berkomunikasi dalam upaya membangun relasi melalui adanya perubahan sikap, pendapat, sifat perilaku dan perubahan sosial melalui berbagai macam kegiatan komunikasi merupak tugas seorang humas.

Perencanaan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 oleh divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat merupakan rancangan yang digunakan dalam proses kegiatan kampanye

Public Relations tersebut. Humas Bank Indonesia Kantor Perwakilan

Wilayah Jawa Barat melakukan beberapa tahapan dalam perenacaan yaitu berupa analisis awal yang terdiri dari pengumpulan data, penentuan kegiatan dan pemilihan narasumber. Tahap perencanaan selanjutnya

(13)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 167

adalah menentukan langkah-langkah alternatif sebagai kegiatan antisipasi terhadap kegagalan kegiatan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 yang terdari kegiatan konfirmasi, survei lokasi dan penentuan alokasi dana.

Menyusun tujuan merupakan tahapan yang terakhir yang dilakanakan oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat setiap kegiatan tetunyta memiliki tujuan masing-masing sesuai dengan tujuan yang lembaga inginkan. Tujuan kegiatan Kampanye Public

Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah

tahun emisi 2016 ini adalah untuk memberikan informasi mengenai Bank Indonesia yang memiliki tugas sebagai bank sentral Negara Indonesia dan memberikan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016 yang diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap uang Rupiah sebagai mata uang resmi Indonesia.

Tujuan merupakan hal yang penting yang perlu disusun sebaik mungkin oleh praktisi humas dalam kegiatan kampanye Public Relations karena dengan penyusunan tujuan yang baik proses pelaksanaan kampanye akan jelas arah dan tujuannya, Gregory (1996:85) dalam Ruslan (2013:99) menjelaskan bahwa tujuan dalam sebuah kegiatan kampanye merupakan suatu objek yang menentukkan pencapaian dan arah kampanye. Tujuan dalam sebuah kampanye terbagi menjadi dua, yaitu tujuan jangka pendek yang artinya kegiatan kampanye tersebut membawa perubahan atau informasoi hanya untuk beberapa saat dan tidak memiliki kelanjutan, dan yang kedua yaitu tujuan jangka panjang yang artinya dapat merubah informasi menjadi suatau kebiasaan pada khalayak sasaran kampanye.

Humas Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Barat memiliki tujuan jangka panjang dalam kegiatan kampanye Public Relations dalam memberikan informasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016, karena Bank Indonesia memiliki kewajiban untuk memberikan informasi dan menjaga stabilitas nilai rupiah. Tujuan ini dapat dicapai apabila masyarakat memiliki rasa cinta dan kepedulian yang tinggi kepada uang Rupiah sebagai mata uang Indonesia yang merupakan alat pembayaran yang sah dan salah satu lambang kebangaan negara.

(14)

168 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

Tahapan perencanaan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 dilaksanakan berdasarkan keputusan yang diambil oleh Humas Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Barat yang sesuai dengan konsep analisis Kampanye Public Relations yang dijelaskan oleh Ruslan (2013:112) bahwa kegiatan kampanye Public Relations yang dilaksanakan oleh seorang Humas merupaka kegiatan dalam upaya untuk menentukan khalayak sasaran dengan ciri-ciri yang telah diketahui melalui analisis data dilapangan. Humas sebagai komunikator harus memperhatikan dampak yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut melalui penilaian yang diberikan oleh khalayak sasaran yang terdiri dari individu, kelompok dan masyarakat.

Khalayak sasaran dalam memberikan penilaian kepada lembaga sangat berdasarkan oleh seorang komunikator yang kegiatan Kampanye

Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang

Rupiah tahun emisi 2016 ini adalah divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat. Divisi humas dalam kegiatan kampanye Public Relations ini harus memerhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan khalayak yaitu hal yang ingin disampain, targetnya siapa dan bagaimana kegiatan tersebut dilaksanakan.

Pelaksanaan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat.

Pelaksanaan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan pada perencanaan kegiatan kampanye Public Relations. Rencana yang telah disusun sebelumnya digunakan untuk menjadi acuan berlangsungnya kegiatan Kampanye Public Relations dan juga agar tujuan yang ingin dicapai.

Tujuan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat telah tertuang dalam kegiatan menyusun tujuan pada tahapan perencanaan. Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai Bank Indonesia sebagai bank sentral Negara Indonesia dan memberikan

(15)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 169

informasi yang lengkap mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016.

Upaya mencapai tujuan tersebut tentu dilaksankan dalam kegiatan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat melalui pemilihan narasumber yang memiliki kompetensi dan wawasan yang luas. Narasumber merupakan ujung tombak yang digunakan Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat untuk menyampaikan informasi secara lengkap baik komunikasi tentang bank sentral ataupun informasi ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Sumber daya (Resourcres) tentunya akan menunjang terhadap keberhasilan kegiatan kampanye yang perlu dikelola secara baik dan efisien, Gregory dalam Ruslan (2013:104) menjelaskan bahwa sumber daya dalam kegiatan kampanye dibagi menjadi tiga, pertama adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dan professional sehingga memiliki keterampilan dan keahlian dibidang yang sesuai dari kegiatan kampanye, kedua merupakan sumber daya operasional yang digunakan sebagai sumber operasional yang digunakan dalam kegiatan kampanye, ketiga adalah sumber kelengkapan transfortasi yang akan mendukung kegiatan seperti peralatan teknis, pemanfaatan media komunikasi dan tim kerja lainnya.

Humas Bank Indonesia Jawa Barat memiliki kriteria khusus untuk seorang narasumber atau komunikator dalam kegiatan Kampanye Public

Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah

tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat. Pemilihan tersebut berdasar pada keahlian dan kredibilitas yang akan mempengaruhi opini khalayak sasaran. Pemilihan narasumber tersebut sesuai dengan penjelasan Venus (2012:55) bahwa seorang narasumber harus memiliki kredibilitas dan kemampuan yang mumpuni karena kemampuan dan kredibilitas tersbut merupakan faktor penting diterimanya pesan dengan baik atau tidak, sehingga berpengaruh terhadap opini atau pendapat khalayak kepada lembaga.

Kredibilitas seorang pelaku kampanye tergantung dengan bagaimana dia menyampaikan sesuatu, Ruslan (2013:28) menjelaskan bahwa seorang komunikator mau tidak mau harus mampu menjelaskan pesan dengan baik. Menyampaikan kegiatan lembaga merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi citra lembaga tersebut. Humas Bank

(16)

170 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

Indonesia Wilayah Jawa Barat harus mampu menjadi narasumber yang baik dalam melaksanakan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat, karena kegiatan tersebut akan menyangkut nama baik lembaga dan kepercaayan publik terhadap lembaga tersebut.

Narasumber tentunya harus menyampaikan secara menarik dan dua arah dalam Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat. Pesan yang dikemas secara menarik tentunya bukan perkara yang mudah, namun dengan pengelolaan dan pengemasan pesan kampanye Public Relations yang baik bukan hal yang tidak mungkin. Pesan ini mendukung sukses tidaknya sebuah acara, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ruslan (2013:38) menjelaskaan untuk mencapai pesan yang menarik harus dilalui dalam beberapa tahapan, karena prose pengemasan pesan merupakan kegiatan yang panjang mulai dari penentuan isi pesan dan mulai menyusun Bahasa dan materi yang sesuai agar dapat diterima dengan baik oleh khalayak sasaran kampanye, selanjutnya merupakan tahapan penyampaian pesan secara interaksional dan dua arah oleh komunikator atau narasumber, karena jika pesan sudah disusun dengan baik namun penyampaiannya kurang menarik pesan akan sulit diterima dan audiens kurang tertarik terhadap pesan kampanye tersebut.

Tahapan pembuatan pesan yang pertama adalah pembuatnya secara sedemikian rupa untuk meraih perhatian khalayak sasaran, selanjutnya adalah merumuskannya melalui lambang-lambang yang mudah dipahami oleh audiens dengan tujuan untuk tidak menyulitkan audiens dalam penerjemahan makna pesan tersebut, dan yang terakhir bahwa pesan dapat memenuhi kebutuhan khalayak sasarannya dengan isi pesan yang disampaikan. Venus (2004:71) menjelaskan bahwa seorang komunikator yang baik harus memperhatikan bagaimana ia mengemas sebuah pesan karena hal itu akan menetukan berhasil tidaknya kampanye tersebut. Karena sebuah pesan itu tidak sendiri dikemas dan menciptakan isinya secara otomatis.

(17)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 171

Terkait isi pesan dalam Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat banyak hal yang harus dipertimbangkan Venus (2004:71) menjelaskan bahwa dalam isi pesan yang ingin disampaikan harus memperhatikan beberapa hal terkait seperti materi pendukung yang akan digunakan, visualisasi pesan yang memberikan gambaran mengenai dampak positif dari kegiatan kampanye Public Relations.

Semakin nyata visualisasi yang diberikan semakin mudah khalayak menerima dan menejemahkannya, sehingga khalayak akan lebih mudah untuk menilai pesan tersebut. Pelaksanaan Kegiatan Kampanye Public

Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah

tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat selanjutnya merupakan proses atau tahapan kegiatan tersebut dilaksanakan.

Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal selain narasumber dan pengemasan pesan, juga memperhatikan proses kegiatan tersebut berlangsung dengan mempertimbangkan tahapan kegiatan Kampanye. Tahapan kampanye yang dilaksanakan oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat mengacu pada sasaran kegiatan kampanye, jangka waktu dan efek atau dampak yang diinginkan dengan menggunakan tim kerja yang solid dan professional.

Tahapan pelaksanaan kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dilaksanakan sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ruslan (2013:80) bahwa kesuksesan sebuah kegiatan kampanye apabila kegiatan tersebut melakukan tahapan kampanye dengan baik. Tahapan kampanye diawali dengan pembuatan rancangan kegiatan kampanye atau kegiatan perencanaan kampanye yang dilaksanakan sesuai dalam kegiatan kampanye, kesesuaian tersebut meliputi sasaran, tema , waktu, ruang lingkup narasumber, efek dan fasilitas pendukung yang telah ditentukan pada tahap perencanaan yang dilaksanakan oleh tim yang telah dibentuk secara professional.

(18)

172 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

Penyebaran Informasi Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 Yang Dilaksanakan Oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat.

Kegiatan kampanye Public Relations tentunya memiliki tujuan untuk memberikan suatu pesan dalam bentuk informasi mengenai suatu hal yang dinggap perlu disampaikan oleh lembaga, dalam upaya meningkatkan citra baik lembaga. Informasi merupakan hal yang menentukan keberhasilan tujuan tersebut, oleh sebab itu proses penyebaran informasi harus sangat diperhatikan. Media yang saat ini banyak berkembang dimasyarakat seperti media cetak, media elektronik dan media internet dianggap efektif dalam menyebarkan pesan secara cepat dan luas.

Divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dalam melaksanakan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 berusaha memanfaatkan media yang telah tersedia untuk dimanfaatkan secara maksimal dalam upaya menyebarkan informasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016. Pemanfaatan media dinilai tepat dalam pelaksanaan kegiatan kampanye, sesuai dengan penjelasan Venus (2004:86-84) yang menjelaskan bahwa masyarakat lebih banyak menggunakan media untuk mendapat informasi, karena dengan berbagaimacam media seperti radio dan televisi masyarakat dapat menerima informasi dengan cepat dan sesuai kebutuhannya masing-masing.

Media juga banyak dikaitkan dengan tujuan tertentu yang ingin diraih lembaga melalui narasumber atau komunikator kampanye untuk menciptakan sebuah efek tertentu. Pengemasan pesan pun dilakukan dengan mengemas pesan yang diharapan mampu membangkitkan efek yang diharapkan, untuk itu perlu dilakukan seleksi media. Pemilihan media sebagai saluran komunikasi kegiatan kampanye dilakukan dengan mengukur dan menganalisis kesempatan untuk melihat format da nisi pesan kampanye, menilai respons dan kriteria lainnya.

Media yang sekarang banyak dilirik oleh lembaga adalah media internet karena memiliki banyak pengguna dan biaya yang efisien, pemilihan media internet pun dilakukan oleh divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dalam Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri

(19)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 173

Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 karena dirasa lebih menarik perhatian khalayak sasaran. Kegiatan pemanfaatan media merupakan upaya menggabungkan dan mengkombinasikan beberapa media yang berbeda dan menyasar seluruh pengguna media tersebut.

Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dalam melaksanakan kegiatan kampanye Public Relations juga memanfaatkan Tokoh masyarakat disuatu daerah untuk memberikan informasi mengenai kegiatan Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 dengan harapan dapat memberikan informasi kepada masyarakat disekitar, karena tokoh masyarakat merupakan seseorang yang memiliki kredibilitas untuk dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Tokoh masyarakat tersebut mendapatkan pelatihan dari pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat agar dalam menyampaikan pesan kamapanye tidak menyelahi informasi dan aturan yang telah ada. Pemilihan tookh masyarakat dalam media penyampaian informasi Kegiatan Kampanye Public Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 ini sesuai dengan penjelasan Ruslan (2013:33) bahwa tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan pemimpin yang memiliki ketauladanan dan ucapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat berupa imbauan atau perintah serta ajakan merupakan sesuatu yang dikuti oleh masyarakat dan dipercaya kebenarannya, oleh karena hal tersebut pemilihan tokoh masyarakat merupakn yang yang tepat yang dilaksanakan oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat.

Kegiatan selanjutnya merupakan kegitan pemantaupan pesan kampanye pada masyarakat yang telah mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016 tersebut. Kegiatan pemantaupan pesan ini dilaksanakan sesuai data jumlah pemalsuan uang Rupiah didaerah tersebut, apabila data menunjukkan penurunan berarti kegiatan tersebut telah sukses dilaksanaka, namun apalagi terjadi peningkatan jumlah pemalsuan uang makan ada hal yang salah dalam kegiatan kampanye tersebut. Menilai efek yang dihasilkan dari kegiatan kampanye dapat menggunakan teori yang disampaikan oleh Ruslan (2013:21) sebagai berikut :

(20)

174 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178 Zero feedback atau umpan balik nol ini memiliki arti bahwa dengan

adanya pesan atau informasi yang disampaikan suatu lembaga atau narasumber tidak dimengerti oleh khayalak sasaran, sehingga tidak memiliki dampak perubaha sikap dan kebiasan. Neutral feedback atau umpan balik netral ini artinya dalam kegiatan kampanye pesan yang diterima tidak menyebabkan keberpihakan kepada lembaga. Positive

Feedback atau umpan balik yang baik merupakan tanda kegiatan kampanye

yang telah dilaksanakan dapat diterima dengan baik oleh khalayak sasaran sehingga menimbulkan perubahan sikap yang baik sesuai tujuan Kampanye. Negative feedback atau umpan balik yang buruk merupakan dampak yang tidak diinginkan dengan adanya kegiatan kampanye yaitu pertentangan karena ketidaksesuai masyarakat dengan kegiatan kampanye tersebut.

Setelah kegiatan penyebaran informasi Kegiatan Kampanye Public

Relations Dalam Memberikan Informasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah

tahun emisi 2016 maka selanjutnya divisi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat melakukan kegiatan evaluasi yang dilaksanakan dalam upaya menilai keberhasilan kegiatan dan digunakan untuk memperbaiki kegiatan selanjutnya.

Evaluasi kampanye harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terstuktur dengan baik. Evaluasi kampanye merupakan suatu upaya sistemasti Venus (2004:210) menjelaskan bahwa kegiatan kampanye perlu mendapatkan sebuah evaluasi yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pencapaian kegiatan kampanye. Proses dan tujuan tersebut tercapai dengan baik atau bahkan sebaliknya dapat ketahui melalui proses evaluasi bersama seluruh orang yang terlibat didalamnya.

Kegiatan Kampanye Public Relations dalam memberikan Informasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah tahun emisi 2016 yang dilaksanakan oleh Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat dalam melakukan kegiatan evaluasi sebagai tolak ukur keberhasilan kegiatan kampanye tersebut dilihat melalui perubahan sikap masyarakat. Perubahan sikap ini merupakan bentuk kesadaran atas informasi yang diberikan mengenai keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016, selain untuk menilai keberhasilan kegiatan kampanye evaluasi digunakan untuk rekomendasi perbaikan dalam kegiatan kampanye yang akan dilaksanakan berikutnya.

(21)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 175

PENUTUP

Kegiatan Kampanye PR dalam memberikan informasi keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016 dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat kepada uang Rupiah sebagai salah satu lambang negara dan alat pembayaran yang sah. Kegiatan kampanye PR yang dilaksanakan oleh Humas Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Barat dilaksanakan melalui beberapa tahap kegiatan, pertama merupakan kegiatan perencanaan yang bertujuan untuk membangun pondasi kerja yang jelas melalui penyusunan anggaran sebagai dasar pengeluaran dan biaya yang perlu disiapkan oleh Bank Indonesia, selanjutnya dalam tahap perencanaan adalah menyusun tujuan yang ingin dicapai dengan penyusunan tujuan jelas diharapkan humas dalam melaksanakan kegiatan Kampanye PR dapat lebih terarah dan melaksanakan kegiatan kampanye sesuai dengan tujuan awal, tahapan selanjutnya adalah menyiapkan rencana lain untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk dan menentukkan narasumber yang memiliki keahlian dan informasi yang cukup.

Tahapan selanjutnya adalah tahapan pelaksanaan kegiatan kampanye PR dimana kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun diawal dengan memerhatikan kinerja sumber daya manusia dengan baik, memperhatikan berbagai elemen penting yang akan disampaikan sehingga perlu melakukan pengolahan pesan yang menarik dan memilih kegiatan yang tepat. Pesan yang diberikan harus menarik dan lengkap agar informasi yang hendak disampaikan akan tepat sasaran. Narasumber selaku ujung tombak penyebaran informasi kampanye PR dalam memberikan informasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah tahun emisi 2016 tentunya dituntut dapat melakukan analisa terhadap sasaran kegiatan apakah pesan tersampai dengan baik atau tidak. Kampanye PR dalam memberikan informasi ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Jawa Barat dalam upaya memanfaatkan seluruh kegiatan instansi agar pesan dapat diterima oleh masyarakat diseluruh wilayah Jawa Barat dengan harapan masyarakat dapat melawan berita hoax yang dapat menyesatkan.

Kegiatan terakhir merupakan kegiatan menilai keberhasilan kampanye melalui kegiatan evaluasi yang dilaksanakan melalui kegiatan media monitoring baik cetak maupun media elektronik, kegiatan ini dianggap penting karena dapat melihat perubahan data dimasyarakat

(22)

176 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

dengan mudah. Data yang dilihat oleh Humas Bank Indonesia Jawa Barat didapatkan melalui kegiatan kliping dan pencarian melalui kata mesin pencari, hasil dari kegitan tersebut lalu dianalisis untuk melihat hasil dari kampanye PR yang telah dilaksanakan jika data menunjukkan adanya penurunan jumlah pemalsuan uang Rupiah maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah berhasil dan begitu pun sebaliknya. Kegiatan evaluasi juga dilaksanakan sebagai salah satu strategi yang akan digunakan dalam kegiatan selanjutnya, jika dalam suatu tahapan ada kegiatan yang dianggap efektif dan sesuai maka Humas Bank Indonesia Jawa Barat akan mempertahankan kegiatan tersebut namun jika suatu tahapan dianggap kurang memuaskan dan tidak berhasil maka akan ada pemilihan kegiatan lain yang sesuai, kegiatan ini bertujuan agar dimasa depan kampanye ciri-ciri keaslian uang Rupiah ini akan semakin baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ardhoyo, 2013. Peran Dan Strategi Humas (Public Relations) Dalam

Mempromosikan Produk Perusahaan Vol. 1 No. 1, Jakarta :

Universitas Moestopo.

Ardianto, Elvinaro, 2007. Komunikasi Massa. Bandung : Simbiosa Rekatama.

Chalid, Sahuri, 2013. Membangun Kepercayaan Publik yang

berkualitas volume 9, No. 1, Pekanbaru : Universitas Riau.

Darlina, Deli, 2016. Pengaruh Citra Perusahaan Dan Kualitas

Pelayanan Terhadaployalitas Pelanggan Pada Jasa Perhotelan( Kasus Hotel Benteng Pekanbaru ) Vol 1 No. 3, Pekanbaru :

Universitas Riau.

Dibagja, Abizar, 2017. Pelaksanaan Kampanye Program Genre (

Generasi Berencana) BKKBN Melalui Media Sosial, Jakarta :

Universitas Mercu Buana.

Margaretha, Gina, 2011. Perencanaan Kampanye Public Relations

Untuk Membangun Citra (Studi Kasus pada Kampanye Public Relations Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2009 dan 2010), Yogyakarta : Univeritas Atmajaya Yogyakarta.

(23)

Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019)

155-178 177

Rafdayani, Dewi,2008. Kampanye Public Relations dalam Kegiatan

Mensosialisasikan dan Mengedukasi Masyarakat Tentang Konversi Minyak Tanah Ke Elpiji 3 Kg Melalui Program Juru

Penerang Mobile (Studi Kasus Pada PT.Pertamina

(persero),Tbk), Jakarta : Universitas Mercu Buana.

Rahardjo, Susilo, 2004. Bimbingan Kelompok. Kudus : FKIP BK UMK.

Rosady, Ruslan, 2013. Kampanye public relations , Jakarta: PT

Rajagrafindo Persada

Rosvita, Reni, 2009. Efektivitas Komunikasi Bank Indonesia Sebagai

Media Eksternal Dalam Menyampaikan Informasi Ciri-ciri Uang Asli, Jakarta : Universitas Mercu Buana.

Ruslan, Rosady. 2010. Manajemen Public Relations dan Media

Komunikasi : Konsepsi dan Aplikasi. Cetakan ke-10. Jakarta:

Raja Persada Grafindo.

Sinaga, Christina, 2009. Strategi Humas Departemen Kebudayaan dan

Pariwisata Ri Mengelola Media Relations untuk

Menginformasikan Visit Indonesia Year 2008, Jakarta :

Universitas Mercu Buana.

Soemirat, Soleh. 2002. Dasar-dasar Public Relations, Bandung : PT

Remaja Rosda Karya.

Sugiyono, 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : ALFABET.

Sugiyono, 2012. Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

Venus, Antar,2007. Manajemen Kampanye: Panduan Teoritis dan

Praktis dalam Mengekfektifkan kampanye Komunikasi ,

Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Sumber Lain

www.bi.go.id / Keaslian Uang Rupiah (diakses Pada Tanggal 19 Desember 2017)

www.Republika.co.id/Bank Indonesia Jawa Barat Luncurkan 11 Pecahan Uang Baru tahun Emisi 2016 (diakses Pada Tanggal 19 Desember 2017)

(24)

178 Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat Volume 2 Nomor 2 (2019) 155-178

www.TribunJabar.co.id/Kerjasama BI Jabar dengan penegak Hukum Jawa Barat 11 Novomber 2017 (diakses Pada Tanggal 19 Desember 2017)

Referensi

Dokumen terkait