• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS LEAFLET SERTIFIKASI PERTANIAN ORGANIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS LEAFLET SERTIFIKASI PERTANIAN ORGANIK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

25

EFEKTIVITAS LEAFLET SERTIFIKASI PERTANIAN

ORGANIK

Media cetak berupa leaflet seringkali digunakan sebagai media penyebaran berbagai infromasi. Informasi tersebut bisa berupa promosi produk, tips-tips, opini terhadap suatu hal, penjelasan tentang kegiatan tertentu, dan ilmu pengetahuan. Penggunaan media leaflet diharapkan dapat merubah perilaku awal khalayak yang tidak tahu menjadi tahu, tidak sadar menjadi sadar, tidak mau menjadi mau, tidak suka menjadi suka, dan tidak melakukan menjadi melakukan. Media leaflet bisa dikatakan efektif bila pesan yang tertera di dalamnya dapat merubah khalayak dalam hal-hal tertentu sesuai tujuan dibuatnya media tersebut. Dalam hal ini, efektivitas leaflet dilihat dari perubahan tingkat pengetahuan khalayak tentang settifikasi pertanian organik melalui pre-test dan post-test.

Pengetahuan Awal Petani

Pengetahuan awal petani merupakan pengetahuan mengenai sertifikasi pertanian organik yang dimiliki petani sebelum diberikan leaflet. Pengetahuan awal juga berarti pengetahuan yang murni dimiliki oleh petani yang bisa berasal dari sekolah, teman, keluarga, ataupun penyuluh. Jumlah soal pre-test adalah 19 soal dan diberikan kepada 30 orang petani. Bentuk soal yang diberikan adalah soal benar salah mengenai sertifikasi pertanian organik.

Nilai yang diperoleh oleh petani dibagi menjadi empat kategori yaitu A, B, C, dan D. A adalah untuk nilai sangat tinggi, B untuk nilai tinggi, C untuk nilai sedang dan D untuk nilai rendah. Dari 30 petani, jumlah yang paling tinggi untuk kategori nilai tersebut adalah petani yang memperoleh nilai B. Rata-rata nilai, baik berdasarkan persentase maupun berdasarkan jumlah, juga berada pada kategori nilai B yang merupakan kategori tinggi. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan awal petani mengenai sertifikasi pertanian organik sudah cukup baik karena sudah mencapai kategori tinggi. Nilai yang diterima dari hasil pre-test petani dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Jumlah dan persentase petani sebelum membaca leaflet menurut nilai Nilai sebelum membaca leaflet Jumlah (orang) Persentase (%)

A 4 13.3

B 18 60.0

C 8 26.7

D 0 0.0

Rata-rata nilai keseluruhan yang diperoleh petani adalah sebesar 10.9. Sedangkan rata-rata nilai menurut persentase dari keseluruhan soal adalah sebesar 57.5 persen. Rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi atau B. Petani yang memperoleh nilai di atas rata-rata berjumlah 18 orang. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan awal petani secara keseluruhan sudah baik

(2)

26

dengan kategori tinggi yang diperoleh. Terlihat dari jumlah petani yang memiliki nilai di atas rata-rata lebih besar jumlahnya daripada petani yang memiliki nilai di bawah rata-rata.

Nilai tersebut ditunjukkan dengan banyaknya jumlah petani yang menjawab betul dan jumlah petani yang menjawab salah pada tiap soalnya. Hal ini untuk melihat jenis-jenis soal yang sudah diketahui oleh petani sebelumnya dengan pengetahuan awal yang dimiliki oleh mereka. Pada soal ini belum diberikan materi tentang sertifikasi dari leaflet sehingga pengetahuan yang dimiliki murni dari pengetahuan yang mereka miliki sebelumnya. Jumlah dan presentase jawaban betul dan salah pada masing-masing soal ditunjukkan oleh Tabel 6.

Soal yang paling banyak dijawab dengan betul oleh petani pada pre-test ini adalah nomor sepuluh. Soal nomor sepuluh menyebutkan bahwa sertifikasi mencerminkan perdagangan yang adil dengan jawaban adalah benar. Perdagangan yang adil merupakan pernyataan yang menguatkan petani tentang adanya sertifikasi sehingga dapat menjawab betul. Soal kedua yang paling banyak memiliki jumlah penjawab betul yang cukup besar adalah soal nomor 1 dan 16. Soal nomor 1 menyebutkan bahwa pertanian organik adalah pertanian yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Kedua puluh enam petani yang menjawab betul pada pertanyaan ini berarti sudah memiliki dasar pengetahuan yang baik mengenai pertanian organik.

Soal nomor 16 berisi tentang pelabelan organik, yang akan tertera pada suatu hasil produk pertanian apabila telah mengikuti sertifikasi, akan membuat pembeli mengetahui bahwa produk tersebut memang organik. Petani yang menjawab betul melihat bahwa adanya pelabelan organik akan membuat pembeli menjadi tahu bahwa hasil produk pertanian yang mereka beli memang produk organik.

Soal yang paling sedikit dijawab betul oleh petani adalah soal nomor 2 dan soal nomor 17. Pada soal nomor 2, terlihat bahwa petani belum memiliki pengetahuan mengenai pelabelan organik yang dalam hal ini berarti sertifikasi organik tersebut. Soal nomor 17 menyatakan bahwa syarat utama untuk bisa mengikuti sertifikasi adalah tanah milik pribadi. Jawaban dari penyataan ini adalah salah karena tidak semua lembaga sertifikasi memiliki syarat utama bahwa pengaju harus memiliki tanah pribadi untuk mengikuti sertifikasi.

Soal nomor empat juga memiliki tingkat pemahaman petani yang rendah. Soal ini membahas mengenai pihak-pihak yang dapat mengikuti sertifikasi. Petani dianggap memiliki pemahaman yang rendah pada soal ini karena jumlah petani yang menjawab betul lebih sedikit daripada yang menjawab salah. Petani juga lebih banyak menjawab salah pada soal nomor lima yang berisi tentang cara menguji hasil pertanian organik yang hanya bisa melalui laboratorium. Pernyataan ini jelas salah karena sertifikasi juga merupakan cara untuk mengetahui organik atau tidaknya suatu produk pertanian. Petani yang menjawab salah terkecoh dengan penggunaan kata “hanya” dan menganggap laboratorium memang tempat yang dapat memeriksa organik atau tidaknya suatu produk. Hal ini menunjukkan bahwa responden belum memiliki dasar pengetahuan diadakannya sertifikasi pertanian organik.

(3)

27 Tabel 6 Jumlah dan presentase jawaban petani sebelum membaca leaflet

menurut pertanyaan No Pertanyaan B S Persentase (%) Persentase (%) 1. Pertanian organik adalah pertanian yang

tidak menggunakan bahan-bahan kimia 83.3 16.7 2. Pelabelan organik bisa dibuat sendiri 23.3 76.7

3. Biaya untuk sertifikasi sangat mahal 40.0 60.0 4. Salah satu yang dapat mengikuti

sertifikasi adalah tengkulak/pengumpul. 40.0 60.0 5. Hasil pertanian organik hanya bisa

diketahui melalui pengujian di laboratorium

43.3 56.7 6. Manfaat sertifikasi adalah produk yang

disertifikasi lebih didahulukan oleh pasar 73.3 26.7 7. Sertfikasi untuk meyakinkan orang luar

bahwa hasil pertanian ini menggunakan cara-cara organik

70.0 30.0 8. Untuk mengikuti sertifikasi petani bisa

datang ke Koperasi Unit Desa setempat 40.0 60.0 9. Untuk mengikuti sertfiikasi petani harus

menyiapkan surat persetujuan masyarakat sekitar

46.7 53.3 10. Sertifikasi mencerminkan perdagangan

yang adil 90.0 10.0

11. Tidak hanya tanaman padi yang dapat

disertifikasi 53.3 46.7

12. Sertifikasi merupakan salah satu cara

mengetahui produk itu organik 80.0 20.0

13. Syarat utama sertifikasi adalah punya

surat tanah 36.7 63.3

14. Sertifikasi bisa dikeluarkan jika

menanamnya dengan cara organik 73.3 26.7

15. Produk yang disertifikasi memiliki daya

jual tinggi 73.3 26.7

16. Pembeli akan mengetahui produk tersebut

organik bila ada label organik 83.3 16.7

17. Semua lembaga setifikasi memiliki syarat

yaitu tanah harus milik pribadi 23.3 76.7

18. Ada batas waktu masa sertfikasi 50.0 50.0 19. Petani boleh berganti lembaga sertifikasi 50.0 50.0 Ket: B = jawaban benar, S = jawaban salah

Tingkat pemahaman rendah yang dimiliki petani ada pada soal yang membahas mengenai tata cara pengajuan sertifikasi pertanian organik. soal tersebut adalah soal nomor 3, 8, 9 dan 13. Jumlah petani yang menjawab betul lebih sedikit daripada petani yang menjawab salah pada soal-soal ini. Soal nomor

(4)

28

tiga membahas mengenai biaya untuk mengikuti sertifikasi. Kebanyakan petani menyetujui bahwa biaya untuk mengikuti sertifikasi sangat mahal, padahal jumlah nominal dan mahal atau tidaknya biaya untuk mengikuti sertifikasi bergantung pada ketentuan dari lembaga yang bersangkutan. Untuk soal nomor delapan membahas mengenai tempat pengajuan sertfikasi. Soal nomor sembilan membahas mengenai syarat utama yang harus dipenuhi untuk mengikuti sertifikasi. Selisih jumlah petani pada pertanyaan ini tidak berbeda jauh, namun tetap lebih besar petani yang menjawab salah. Soal nomor 13 menyatakan bahwa syarat utama mengikuti sertifikasi adalah harus memiliki surat tanah. Hal ini menunjukkan bahwa petani belum memiliki pengetahuan awal tentang tata cara pengajuan sertifikasi. Selain materi tata cara pengajuan, soal lainnya yang juga memiliki tingkat pemahaman rendah adalah soal yang membahas mengenai pelabelan organik yang dapat dibuat sendiri. Petani yang menjawab betul memiliki jumlah yang jauh berbeda dengan petani yang menjawab salah. Ini menunjukkan bahwa petani lebih banyak yang belum memiliki pengetahuan mengenai dasar sertifikasi yang merupakan pelabelan terhadap produk pertanian organik.

Soal lainnya yang memiliki tingkat pemahaman tinggi adalah soal nomor 7 dan 12. Soal ini berisi tentang kegunaan sertifikasi bagi orang-orang luar terhadap hasil produk pertanian. Dalam hal ini petani sudah memiliki dasar pengetahuan mengenai manfaat menggunakan sertfikasi terhadap orang-orang luar terutama konsumen. Sedangkan petani yang menjawab salah kurang memiliki pengetahuan mengenai sertifikasi sehingga tidak memahami bagaimana kegunaan mengikuti sertifikasi terhadap orang-orang luar terutama konsumen. Soal nomor 12 berisi tentang tujuan sertifikasi yaitu sebagai suatu cara untuk mengetahui suatu hasil produk pertanian yang organik. Petani yang menjawab betul sudah memahami tentang penggunaan sertifikasi dalam menilai hasil produk pertanian.

Tingkat pemahaman tinggi berada pada soal mengenai manfaat sertifikasi yaitu soal nomor 6 dan 15. Soal nomor enam mencoba melihat manfaat sertifikasi yaitu lebih didahulukan oleh pasar. Sedangkan soal nomor 15 menyatakan bahwa manfaat mengikuti sertifikasi adalah produk yang telah disertifikasi memiliki daya jual yang tinggi di pasaran. Jumlah petani yang menjawab betul pada pertanyaan ini lebih besar daripada petani yang menjawab salah. Hal ini menunjukkan bahwa petani sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai manfaat diadakannya sertifikasi. Soal nomor sebelas pun memiliki tingkat pemahaman tinggi karena jumlah petani yang mampu menjawab betul pada pertanyaan ini lebih besar. Soal ini membahas mengenai objek tanaman yang dapat disertifikasi yang tidak harus berupa tanaman padi. Pada soal ini terlihat bahwa petani sudah mengetahui bahwa tidak hanya tanaman padi yang dapat disertifikasi.

Soal yang membahas mengenai keikutsertaan petani dalam sertifikasi ini juga memiliki nilai yang sama. Soal tersebut adalah soal nomor 18 dan 19. Pernyataan nomor 18 berisi tentang adanya batas waktu masa sertifikasi. Sama halnya dengan soal nomor 19 yang menyatakan bahwa petani boleh berganti lembaga sertifikasi, pada nomor 18 ini jumlah petani yang menjawab betul lebih besar daripada jumlah petani yang menjawab salah. jumlah petani yang lebih banyak menjawab soal dengan betul pada kedua soal ini menunjukkan bahwa petani telah memiliki pengetahuan awal yang cukup baik mengenai keikutsertaan dan kelembagaan sertifikasi tersebut.

(5)

29 Total soal yang berjumlah 19 soal, 9 di antaranya memiliki jumlah jawaban betul lebih banyak dari pada jawaban salah, 8 soal lebih banyak yang menjawab salah dan 2 soal lainnya memiliki jumlah jawaban betul dan salah yang sama besar. Soal yang lebih banyak dapat dijawab betul pada pre-test ini adalah soal mengenai dasar pertanian organik, manfaat dan kegunaan sertifikasi, serta jenis tanaman yang bisa disertifikasi.

Pengetahuan Akhir Petani

Pengetahuan akhir yang dimiliki petani adalah pengetahuan petani tentang sertifikasi pertanian organik setelah diberikan leaflet. Pengetahuan ini merupakan penggabungan dari pengetahuan yang dimiliki petani sebelumnya dan pengetahuan yang berasal dari leaflet yang diberikan setelah diberikan pre-test dan telah dipahami oleh petani. Pengetahuan akhir dilihat dari nilai hasil post-test yang diberikan setelah petani mempelajari leaflet mengenai sertifikasi pertanian organik.

Jumlah soal yang lebih banyak dijawab betul pada post-test adalah 12 soal, sedangkan yang lebih banyak dijawab salah adalah 7 soal. Nilai rata-rata petani secara keseluruhan pada pengetahuan akhir ini adalah 11.8. Sedangkan nilai rata-rata petani bila dipersentasekan adalah sebesar 62 persen. Rata-rata-rata nilai tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi atau B. Jumlah petani yang memiliki nilai di atas rata-rata berjumlah 17 orang dari keseluruhan petani yang ada. Petani yang memiliki nilai di atas rata-rata pada post-test lebih banyak bila dibandingkan dengan petani yang memiliki nilai di bawah rata-rata. Nilai yang diperoleh dari hasil post-test tersebut dikategorikan menjadi A, B, C dan D sesuai dengan pembagian pada subbab sebelumnya. Nilai yang diterima dari hasil post-test petani dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Jumlah dan persentase petani setelah membaca leaflet menurut nilai Nilai setelah membaca leaflet Jumlah (orang) Persentase (%)

A 10 33.3

B 14 46.7

C 6 20.0

D 0 0.0

Tabel 7 menunjukkan bahwa sebagian besar petani memperoleh nilai B untuk post-test yang dilakukan. Jumlah respoden yang memperoleh kategori nilai B memiliki jumlah yang jauh lebih tinggi daripada kategori nilai lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan akhir petani dapat dinilai sudah cukup baik dengan memperoleh nilai B. Ini karena pengetahuan petani setelah mempelajari leaflet masuk ke dalam kategori tinggi dan petani mampu memahami materi yang terdapat di dalam leaflet dengan baik.

Nilai tersebut diperoleh dari banyaknya jumlah petani yang menjawab betul dan jumlah petani yang menjawab salah pada tiap soalnya. Soal pada

(6)

post-30

test tersebut adalah soal yang sama seperti soal pre-test dengan tipe pernyataan benar atau salah. Jumlah soal pada post-test sama seperti jumlah pada pre-test yaitu berjumlah 19 soal dan diberikan kepada 30 orang petani. Soal ini diisi oleh petani yang telah mempelajari leaflet tentang sertifikasi pertanian organik. Sehingga, pengetahuan yang mereka miliki tidak hanya berasal dari pengetahuan yang mereka dapatkan sebelumnya, tetapi juga dipengaruhi oleh materi yang diberikan di dalam leaflet. Pembagian jumlah petani yang menjawab betul dan salah pada setiap soalnya dimaksudkan untuk melihat jenis-jenis soal yang sudah diketahui oleh petani dengan pengetahuan akhir yang dimiliki oleh mereka. Jumlah dan presentase jawaban betul dan salah pada masing-masing soal posttest ditunjukkan oleh Tabel 8.

Terdapat sedikit perbedaan antara soal-soal pada post-test yang memiliki jawaban betul paling banyak dan paling sedikit bila dibandingkan dengan pre-test. Soal yang memiliki jumlah jawaban betul paling banyak adalah soal nomor 10 yang menyatakan bahwa sertifikasi mencerminkan perdagangan yang adil. Dilihat dari jumlahnya, hampir semua petani dapat menjawab betul pada pernyataan ini. Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan petani memahami bahwa sertifikasi dapat membentuk suatu pedagangan yang adil. Soal ini juga menunjukkan tingginya tingkat pemahaman petani terhadap materi sertifikasi pertanian organik.

Soal yang memiliki tingkat pemahaman tinggi selanjutnya adalah soal nomor satu yang membahas mengenai dasar pengetahuan pertanian organik yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Besarnya jumlah petani yang menjawab betul ini memperlihatkan bahwa hampir seluruh petani memahami dasar pengetahuan tentang pertanian organik. Sama seperti soal berikutnya yang juga memiliki tingkat pemahaman tinggi bagi petani, jumlah petani penjawab betul paling banyak adalah soal mengenai manfaat sertifikasi dan kegunaan sertifikasi bagi konsumen. Soal nomor 15 berisi tentang manfaat sertifikasi yang menyatakan bahwa produk yang disertifikasi memiliki daya jual tinggi. Petani yang menjawab betul pada pernyataan ini sudah memiliki pengetahuan mengenai manfaat sertifikasi bagi produk hasil pertanian yang didapatkan dari leaflet dan dari pengetahuan sebelumnya. Soal nomor 16 berisi tentang pernyataan bahwa pembeli akan mengetahui produk tersebut organik bila ada label organik. Petani yang mampu menjawab betul sudah memahami bahwa adanya label organik merupakan bukti bahwa produk hasil pertanian tersebut memang diolah berdasarkan prinsip-prinsip organik.

Sama seperti pada pre-test, soal yang paling sedikit memiliki jawaban betul adalah soal nomor 17 mengenai tata cara pengajuan sertifikasi berupa syarat pengajuan yang harus dipenuhi. Banyaknya jumlah petani yang menjawab salah memperlihatkan bahwa soal ini merupakan soal dengan tingkat pemahaman petani yang paling rendah. Meskipun telah diberikan leaflet, namun jumlah petani yang menjawab salah jauh lebih banyak daripada yang menjawab betul. Ini memperlihatkan bahwa petani masih belum memiliki pengetahuan mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengeikuti sertifikasi, baik dari pengetahuan yang dimiliki sebelumnya, maupun pengetahuan yang berasal dari leaflet yang diberikan.

(7)

31 Tabel 8 Jumlah dan presentase jawaban petani setelah membaca leaflet

menurut pertanyaan No . Pertanyaan B S Persentase (%) Persentase (%) 1. Pertanian organik adalah pertanian yang

tidak menggunakan bahan-bahan kimia 90.0 10.0 2. Pelabelan organik bisa dibuat sendiri 33.3 66.7

3. Biaya untuk sertifikasi sangat mahal 43.3 56.7 4. Salah satu yang dapat mengikuti sertifikasi

adalah tengkulak/pengumpul. 56.7 43.3

5. Hasil pertanian organik hanya bisa diketahui melalui pengujian di laboratorium

33.3 66.7 6. Manfaat sertifikasi adalah produk yang

disertifikasi lebih didahulukan oleh pasar 63.3 36.7 7. Sertfikasi untuk meyakinkan orang luar

bahwa hasil pertanian ini menggunakan

cara-cara oganik 83.3 16.7

8. Untuk mengikuti sertifikasi petani bisa

datang ke Koperasi Unit Desa setempat 33.3 66.7 9. Untuk mengikuti sertfiikasi petani harus

menyiapkan surat persetujuan masyarakat sekitar

40.0 60.0 10. Sertifikasi mencerminkan perdagangan

yang adil 96.7 3.3

11. Tidak hanya tanaman padi yang dapat

disertifikasi 73.3 26.7

12. Sertifikasi merupakan salah satu cara

mengetahui produk itu organik 76.7 23.3

13. Syarat utama sertifikasi adalah punya surat

tanah 40.0 60.0

14. Sertifikasi bisa dikeluarkan jika

menanamnya dengan cara organik 83.3 16.7

15. Produk yang disertifikasi memiliki daya

jual tinggi 83.3 16.7

16. Pembeli akan mengetahui produk tersebut

organik bila ada label organik 90.0 10.0

17 Semua lembaga setifikasi memiliki syarat

yaitu tanah harus milik pribadi 26.7 73.3

18 Ada batas waktu masa sertfikasi 56.7 43.3 19. Petani boleh berganti lembaga sertifikasi 70.0 30.0 Ket: B = jawaban benar, S = jawaban salah

Selanjutnya, pada soal nomor dua yang berisi tentang pelabelan organik dapat dibuat sendiri, petani yang menjawab salah memiliki jumlah yang lebih besar sehingga dapat dikatakan bahwa petani belum memiliki pengetahuan akhir

(8)

32

yang baik mengenai dasar sertifikasi sebagai pemberi label organik pada produk hasil pertanian.

Sama seperti soal nomor 17, soal tentang tata cara pengajuan sertifikasi lainnya pun merupakan soal yang kurang dipahami petani. Nilai jawaban salah pada soal-soal ini lebih besar daripada nilai jawaban betul. Soal yang berkaitan dengan tata cara pengajuan sertifikasi ini adalah soal nomor 3, 8, 9 dan 13. Ini menunjukkan bahwa petani belum memahami tentang tata cara pengajuan sertifikasi meskipun telah diberikan leaflet setelah mengisi pre-test. Petani juga kurang memahami organik atau tidaknya suatu produk hasil pertanian. Pada pertanyaan nomor lima, petani yang mampu menjawab betul jauh lebih sedikit daripada yang menjawab salah meskipun telah dijelaskan di dalam leaflet secara jelas. Ini memperlihatkan bahwa petani tidak memiliki pengetahuan mengenai dasar diadakannya sertfikasi meskipun telah diberikan leaflet sebelumnya.

Soal dengan tingkat pemahaman tinggi terdapat pada soal mengenai pihak yang dapat mengikuti sertifikasi. Pada pertanyaan ini petani lebih banyak yang dapat menjawab betul daripada yang menjawab salah sehingga dapat dikatakan bahwa petani sudah mulai memahami siapa saja pihak yang bisa mengikuti sertifikasi tersebut. Pertanyaan mengenai dasar diadakannya sertifikasi yaitu akan dikeluarkan label sertifikasi bila penanaman dan pengolahan menggunakan cara organik juga memiliki tingkat pemahaman yang tinggi. Besarnya jumlah petani yang menjawab betul ini menunjukkan bahwa petani yang sudah mengetahui tentang dasar sertifikasi lebih besar daripada yang tidak tahu. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa pada soal ini, materi leaflet dipahami dengan baik oleh petani.

Soal nomor 6 juga merupakan soal dengan tingkat pemahaman tinggi yang dimiliki oleh petani. Soal ini membahas mengenai manfaat sertifikasi dimana produk yang disertifikasi lebih didahulukan oleh pasar. Jumlah petani yang menjawab betul lebih besar daripada petani yang menjawab salah sehingga dapat dikatakan lebih banyak petani yang memahami materi di dalam leaflet untuk pernyataan ini. Untuk soal tentang keikutsertaan petani dalam lembaga sertifikasi, menunjukkan bahwa kebanyakan dari petani sudah mulai memiliki pengetahuan yang diperoleh dari leaflet pada pernyataan ini.

Soal-soal yang memiliki tingkat pemahaman tinggi adalah soal-soal yang mampu dijawab betul oleh petani. Soal-soal tersebut adalah soal mengenai manfaat sertifikasi, dasar pertanian organik, jenis tanaman yang bisa disertifikasi, kegunaan sertifikasi bagi orang-orang luar, pihak yang dapat mengikuti sertifikasi, dan pergantian lembaga sertifikasi.

Pengaruh Leaflet dalam Merubah Pengetahuan Petani

Perubahan pengetahuan diukur dari hasil jawaban post-test dan pre-test yang diberikan kepada petani. Jumlah pertanyaan yang diberikan adalah 19 soal dengan skor nilai maksimal yang akan diperoleh adalah 19 dan nilai minimal adalah 0. Jawaban petani tersebut kemudian dikategorikan menjadi empat kategori dimana nilai A adalah untuk petani yang memperoleh nilai lebih besar sama dengan 14, nilai B adalah untuk petani yang memperoleh nilai 9 ≤ x <14, nilai C untuk petani yang memperoleh nilai 4 ≤ x < 9 dan nilai D untuk petani yang

(9)

33 memperoleh nilai kurang dari 4. Nilai-nilai yang diperoleh oleh petani sebelum mempelajari leaflet mengalami perubahan yang dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9 Jumlah dan persentase petani sebelum dan setelah membaca leaflet menurut nilai

Nilai

Sebelum membaca

leaflet Setelah membaca leaflet

Perubahan Jumlah

(orang) Presentase (%) (orang) Jumlah Persentase (%)

A 4 13.3 10 33.3 + 6

B 18 60.0 14 46.7 - 4

C 8 26.7 6 20.0 - 2

D 0 0.0 0 0.0 Tetap

Tabel 9 memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan nilai petani setelah membaca leaflet. Terlihat dari jumlah nilai A yang diperoleh petani mengalami peningkatan setelah membaca leaflet. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa setelah diberikan leaflet petani mulai memahami materi yang diberikan. Selain itu, terjadi pula peningkatan pada rata-rata nilai, baik menurut jumlahnya maupun menurut persentasenya. Rata-rata nilai meningkat sebesar 0.9 atau sebesar 4.5 persen. Mesikpun masih berada di kategori nilai yang sama yaitu kategori B, tetapi peningkatan nilai yang terjadi membuktikan bahwa terjadi perubahan pengetahuan yang dimiliki petani sebelum dan setelah diberikan leaflet. Peningkatan tersebut secara rinci berhubungan dengan perubahan jumlah jawaban pada setiap soalnya. Perubahan jawaban sebelum dan sesudah petani memahami leaflet pada kesembilan belas soal yang diberikan dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 memperlihatkan bahwa cukup banyak soal-soal yang mengalami kenaikan nilai, seperti soal nomor 11 dan 19 yang mengalami peningkatan yang paling besar. Terjadi peningkatan pengetahuan petani pada soal nomor 11 yang berarti petani mulai memahami bahwa tidak hanya tanaman padi yang dapat disertifikasi. Perubahan nilai paling besar juga terjadi petani pada soal nomor 19 mengenai pergantian lembaga sertifikasi apabila telah mengikuti sertifikasi di lembaga tertentu. Dari 19 soal yang ada, 14 di antaranya mengalami peningkatan dengan nilai yang berbeda-beda dan lima lainnya mengalami penurunan. Jumlah soal yang meningkat lebih banyak jumlahnya daripada yang mengalami penurunan. Soal-soal yang mengalami penurunan nilai adalah manfaat sertifikasi terhadap daya jual produk, cara-cara mengetahui produk organik, dan tata cara pengajuan sertifikasi berkenaan dengan tempat pengajuannya dan persyaratan yang harus dipenuhi. Materi yang mengalami penurunan kurang dapat dipahami dengan baik oleh petani sehingga soal-soal tersebut mengalami penurunan nilai. Materi tersebut tidak dijelaskan secara gamblang di dalam leaflet dan bersifat implisit sehingga responden kurang dapat menangkap penjelasan-penjelasan yang dimaksud.

(10)

34

Tabel 10 Jumlah jawaban petani sebelum dan setelah membaca leaflet menurut pertanyaan

No. Pertanyaan

Sebelum

(%) Sesudah (%) B S B S 1. Pertanian organik adalah pertanian yang

tidak menggunakan bahan-bahan kimia 83.3 16.7 90.0 10.0 2. Pelabelan organik bisa dibuat sendiri 23.3 76.7 33.3 66.7 3. Biaya untuk sertifikasi sangat mahal 40.0 60 43.3 56.7 4. Salah satu yang dapat mengikuti sertifikasi

adalah tengkulak/pengumpul. 40.0 60 56.7 43.3 5. Hasil pertanian organik hanya bisa diketahui

melalui pengujian di laboratorium 43.3 56.7 33.3 66.7 6. Manfaat sertifikasi adalah produk yang

disertifikasi lebih didahulukan oleh pasar 73.3 26.7 63.3 36.7 7. Sertfikasi untuk meyakinkan orang luar

bahwa hasil pertanian ini menggunakan cara-cara oganik

70.0 30 83.3 16.7 8. Untuk mengikuti sertifikasi petani bisa

datang ke Koperasi Unit Desa setempat 40.0 60 33.3 66.7 9. Untuk mengikuti sertfiikasi petani harus

menyiapkan surat persetujuan masyarakat

sekitar 46.7 53.3 40.0 60.0

10. Sertifikasi mencerminkan perdagangan yang

adil 90.0 10 96.7 3.3

11. Tidak hanya tanaman padi yang dapat

disertifikasi 53.3 46.7 73.3 26.7

12. Sertifikasi merupakan salah satu cara

mengetahui produk itu organik 80.0 20 76.7 23.3 13. Syarat utama sertifikasi adalah punya surat

tanah 36.7 63.3 40.0 60

14. Sertifikasi bisa dikeluarkan jika

menanamnya dengan cara organik 73.3 26.7 83.3 16.7 15. Produk yang disertifikasi memiliki daya jual

tinggi 73.3 26.7 83.3 16.7

16. Pembeli akan mengetahui produk tersebut

organik bila ada label organik 83.3 16.7 90.0 10.0 17 Semua lembaga setifikasi memiliki syarat

yaitu tanah harus milik pribadi 23.3 76.7 26.7 73.3 18 Ada batas waktu masa sertfikasi 50.0 50.0 56.7 43.3 19. Petani boleh berganti lembaga sertifikasi 50.0 50.0 70.0 30.0 Ket: B = jawaban benar, S = jawaban salah

Banyaknya jumlah soal yang mengalami peningkatan nilai menunjukkan bahwa petani mampu memahami leaflet yang diberikan dengan cukup baik. Petani dinilai mampu memahami materi yang diberikan dengan adanya peningkatan nilai pada soal-soal yang diberikan. Peningkatan nilai ini memperlihatkan bahwa

(11)

35 terjadi perubahan pengetahuan petani dari pengetahuan awal yang dimiliki petani menjadi pengetahuan akhir yang dipengaruhi oleh materi di dalam leaflet. Perubahan ini juga memperlihatkan bahwa leaflet yang diberikan mampu merubah pengetahuan petani yang semula tidak tahu tentang sertifikasi pertanian organik dan mengalami peningkatan menjadi tahu.

Efek kognitif

Efek kognitif terjadi bila terdapat perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan atau informasi. Pengaruh dari media leaflet terhadap efek kognitif petani diukur dari perubahan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir petani seperti yang telah tercantum pada Tabel 9. Dalam tabel tersebut diperlihatkan bahwa pemberian leaflet memberikan pengaruh pada aspek kognitif petani berupa perubahan pengetahuan yang semula tidak tahu menjadi tahu. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan jumlah banyaknya soal yang dijawab betul setiap soal yang terdapat pada pre-test dan post-test yang diberikan. Selain itu, seperti yang diperlihatkan dalam Tabel 10 bahwa terjadi peningkatan nilai yang diperoleh petani sebelum dan setelah mempelajari leaflet.

Secara keseluruhan, leaflet yang digunakan sudah cukup efektif dalam mengubah pengetahuan petani. Keefektifan leaflet ini dinilai dari perubahan pengetahuan petani yang diukur melalui pre-test dan post-test. Ini menggambarkan bahwa informasi yang terdapat di dalam leaflet tersampaikan dengan cukup baik. Media leaflet juga dinilai sudah mampu mempengaruhi pengetahuan petani dari tidak tahu menjadi tahu. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa terdapat efek kognitif dari pemberian leaflet dalam menyebarkan informasi, dalam hal ini informasi pertanian.

Leaflet sebagai media komunikasi

Leaflet merupakan media komunikasi untuk menyebarkan informasi tertentu kepada khalayak sasarannya. Media ini berisi informasi tertetulis yang kemudian disebarluaskan untuk menjangkau khalayak yang dituju. Media leaflet merupakan suatu bentuk komunikasi yang termasuk tipe komunikasi verbal non-vokal yang artinya suatu bahasa lisan dalam bentuk tertulis. Dalam penelitian ini, leaflet dijadikan sebagai media komunikasi untuk menyebar luaskan informasi. Informasi tersebut mengenai sertfikasi pertanian organik yang termasuk ke dalam simbol verbal dan dalam bentuk media cetak yang berbentuk komunikasi non-vokal.

Sebagai media komunikasi, leaflet memiliki isi pesan yang ingin disampaikan sumber kepada penerima. Dalam penelitian ini, penerima yang dimaksud adalah petani organik yang belum melakukan sertfikasi terhadap hasil pertaniannya. Dengan diberikannya informasi melalui media leaflet, penerima diharapkan dapat menerima pesan yang disampaikan dan mengaplikasikannya dalam berbagai bentuk sesuai dengan tujuan sumber membuat pesan tersebut. Mengacu pada model komunikasi Berlo yang terdiri dari sumber, pesan, saluran dan penerima, terdapat faktor-faktor yang terdapat pada sumber dan penerima. Dari beberapa faktor yang ada, tingkat pengetahuan merupakan faktor yang harus

(12)

36

diperhatikan baik bagi sumber maupun bagi penerima. Jika penerima tidak mampu menerjemahkan kode yang diberikan oleh sumber, maka penerima tidak akan mengerti dan memahami makna dan isi pesan tersebut.

Tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh petani sudah cukup baik sehingga mampu menerjemahkan isi pesan yang diberikan sumber melalui leaflet dengan baik. Nilai pre-test petani yang termasuk ke dalam nilai B atau kategori tinggi, merupakan bukti bahwa petani sudah memiliki pengetahuan awal yang baik mengenai sertifikasi pertanian organik meskipun masih terdapat banyak kekeliruan dalam menjawab soal. Pengetahuan awal tersebut mereka peroleh dari seorang pemilik lahan yang sudah terlebih dahulu bertani organik yang kemudian mengajarkan cara bertani organik kepada petani. Kebanyakan petani memiliki tujuan untuk bertani organik adalah agar tidak mengkonsumsi bahan kimia yang tidak baik bagi tubuh di masa mendatang. Pemilik lahan pun sering berbagi informasi mengenai hal-hal lain seputar organik, seperti sertifikasi bagi pertanian mereka. Selain dari seorang pemilik lahan, pengetahuan tersebut mereka dapatkan dari perbincangan dengan temannya yang lain. Hal yang banyak diketahui rersponden tentang sertifikasi sebelum diberikan leaflet adalah bahwa sertifikasi bermanfaat untuk hasil pertanian mereka dan mampu menjangkau konsumen yang lebih banyak lagi dan juga membutuhkan biaya yang besar. Beberapa dari mereka bahkan belum tahu banyak tentang sertifikasi dengan alasan hanya mementingkan pertanian organik sebagai cara untuk menghindari penyakit dari bahan-bahan kimia di dalam sayur-sayuran bagi mereka dan bagi orang lain yang membeli hasil sayur mereka.

Di samping itu, walaupun petani kebanyakan adalah lulusan SD dan sederajat, tetapi kebanyakan dari mereka memiliki pengetahuan baca tulis yang baik sehingga mereka mampu membaca apa yang disampaikan di dalam leaflet dan memahami isinya. Oleh karena itu, petani dalam penelitian ini mampu menerjemahkan kode pesan yang terdapat di dalam leaflet tersebut yaitu berupa materi penjelasan mengenai sertifikasi pertanian organik. Walaupun terdapat beberapa petani yang kesulitan membaca karena sudah tua, namun hal tersebut tidak terlalu menjadi kendala karena lebih banyak yang mengalami kenaikan nilai daripada yang mengalami penurunan.

Faktor lainnya adalah sistem sosial-budaya yang terdapat di dalam lingkungan tempat tinggal petani. Sejumlah besar petani berada pada tingkat pendidikan SD dan sederajat, namun memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh tertentu seperti peneliti, mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi. Beberapa dari mereka bahkan aktif mengikuti rapat-rapat kegiatan tentang organik dan ada pula yang memiliki hubungan dengan lembaga sertifikasi di suatu NGO. Dari 30 jumlah petani yang ada, beberapa di antaranya tergabung dalam suatu serikat petani yang sering melakukan perkumpulan dan bertukar informasi seputar pertanian. Sehingga, mereka lebih terdedah dalam komunikasi media massa maupun media lainnya dan mampu menerima informasi baru dengan baik. Petani yang seperti ini pula mampu berkomunikasi dengan ketepatan yang tinggi karena telah terbiasa berbicara dengan orang-orang lainnya.

Gambar

Tabel 10  Jumlah jawaban petani sebelum dan setelah membaca leaflet   menurut pertanyaan  No

Referensi

Dokumen terkait

Kategori pengetahuan tentang leaflet obat sebanyak 28 responden atau sebesar 14% yang menjawab dengan benar semua pada waktu pre-test , kemudian terjadi peningkatan

Pertama adalah menguji perbedaan kemampuan (pengetahuan, sikap, dan perilaku) awal antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, menggunakan t-test. Hasil yang

Berdasarkan pre-test pada tabel 5 jumlah responden terendah yang menjawab kuesioner dengan benar terdapat pada kategori pengetahuan tentang leaflet obat dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani padi sawah terhadap pertanian organik di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang termasuk

Pengambilan keputusan inovasi pada adopter pertanian organik sayuran pada tahap tingkat pengetahuan ternyata tergolong sedang, sikap petani terhadap pertanian organik

Dalam menginterpretasikan nilai persepsi petani dalam sistem pertanian padi organik dapat digunakan rumus sugiono 2012: NP = 100% Keterangan Kriterian interpretasi skor: 0% - 20% =

Hasil Evaluasi Tingkat Pengetahuan Responden Berdasarkan Kategori Nilai Tes Awal Pre Test Berdasarkan Tabel 2 hasil yang diperoleh pada tes akhir Post Test sebanyak 19 orang 63,33%

Tabel 1 Nilai Pengetahuan Peserta Tentang Bak Cuci Tangan Kategori Nilai Pre Test Post Test Pengetahuan tentang konstruksi bak cuci tangan 2.45 3.8 Pengetahuan tentang alat dan