Kasus Ambruknya Metro Tanah Abang
12 Feb 2010 Nasional
Rakyat Merdeka
Biar Kapok, Kontraktor Pengusaha Mesti Dihukum
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta tidak mentolerir pengusaha yang tidak mempedulikan keselamatan kerja. Jika sampai terjadi kecelakaan dan timbul korban seperti pada peristiwa Pusat Grosir Metro Tanah Abang lalu, sebaiknya pengusaha dicabut semua perizinannya, jangan sekadar di-blackllst. Tujuannya, supaya muncul efek jera.
"JANGAN cuma di-blacklist, nggak akan bikin kapok pengusaha. Kasih hukuman berat sekalian. Baru deh mereka kapok," ujar Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Publik dan Legislatif Sugiyanto kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Dia menambahkan, ironisnya yang kena sanksi adalah pelaku teknis, mulai dari arsitektur, pelaksana dan pengawas. Padahal, otak perbuatan tersebut adalah pengusaha. Sebab, tidak mungkin mereka melakukan perencanaan, pengerjaan dan pengawasan tanpa restu pengusaha tersebut.
Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sanksi kepada empat pelaksana teknis bangunan. Yakni, Konsultan Pengawas PTTrimarta Jaya Persada,
Konsultan Struktur PT Susanto Cipta Jaya, Kontraktor Pelaksana PT Jagat Baja Prima Utama dan Konsultan sekaligus arsitek PT Mega Tika Internasional.
Jika izin usaha pengembang atau pemilik dicabut, bagaimana nasib pedagang dan orang yang menggantungkan hidup di Metro Tanah Abang?
Sugiyanto menjawab, "Sebagai pengusaha, menjaga keselamatan karyawan dan stakeholder
merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar. Jika tidak bisa, maka cabut saja dari dunia bisnis. Toh, untuk wilayah Tanah Abang, pasti banyak pengusaha lain yang bisa menggantikannya."
Sekretaris Dinas Pengawas dan Penertiban Bangunan DKI Jakarta Heri Suhartono menyatakan, sanksi terhadap pengembang belum diberikan oleh Pemprov lantaran masih menunggu proses hukum selesai. Jika ada putusan hukum tetap dan terbukti bersalah, baru dipikirkan sanksi yang tepat dan pantas buat pengembang.
"Kita masih menunggu putusan hukum yang saat ini sedang dalam proses penyidikan. Jika akhirnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan punya keputusan hukum tetap, sanksi Pemprov terhadap
pengembang pun pasti
ada," ujar Heri saat dihubungi via telepon, kemarin.
Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mem-blacklist pelaku yang terlibat peristiwa ambruknya Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menewaskan empat orang akhir tahun lalu. Sanksi itu diberikan kepada pelaku teknis bangunan, perancang, konsultan, kontraktor hingga pengawas dilarang berpraktik di Jakarta, menyusul sanksi tegas Pemprov tersebut.
Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta M Sanusi menyatakan, sanksi sengaja diberikan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Selain itu, sanksi keras ini diharapkan bisa mencegah kenakalan pengembang dan pelaku pembangunan lainnya. Dengan demikian, kejadian serupa tidak berulang lagi.
"Peraturan Daerah yang mem-blacklist pengembang dan pihak terlibat lain sudah keluar. Mereka yang terlibat pelanggaran Perda dipastikan tidak boleh bermain dalam pembangunan di Jakarta," ujar Sanusi.
Menurutnya, bagi konsultan, pengawas dan kontraktor dipastikan tidak akan lolos jika mengajukan perizinan di Pemprov. Terlebih jika mereka ingin bermain dengan proyek Pemprov. Hal itu sudah sangat tidak mungkin diloloskan. "Kita terapkan aturan ketat. Jangan lagi bermain-main dengan konstruksi, karena keselamatan orang menjadi taruhannya," tukasnya.
Pemprov menilai Metro Tanah Abang terindikasi melanggar setidaknya enam peraturan baik Undang Undang (UU) maupun Peraturan Daerah (Perda). Aturan itu bertingkat dari UU hingga Peraturan Daerah (Perda), yakni UU No.28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, UU No. 18 Tahun 2000 tentang Jasa Konstruksi, PP No.36 Tahun 2005, Perda No.7 Tahun 1991 tentang Bangunan di Wilayah DKI Jakarta, Kepgub No.72 Tahun 2002 dan Pergub No. 132 Tahun 2007 tentang Izin Pelaku Teknis Bangunan.
Akibat ambruknya bangunan tambahan Pusat Gresir Metro Tanah Abang ini, Pemprov berencana membuat lembaga independen pengawas bangunan yang bertugas melakukan pengecekan terhadap kelaikan konstruksi bangunan. Lembaga baru itu akan berkoordinasi dengan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) dan Dinas Tata Ruang dalam setiap pengambilan keputusan terkait kelaikan bangunan. Termasuk mengecek adanya pelanggaran izin dalam pendirian bangunan tersebut. MRA
Pemrov Siapkan Bantuan Hukum Untuk Pengawas Gedung
Metro Tanah Abang
KAMIS, 14 JANUARI 2010 12:12
Jakarta, (berita2.com) : Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan bantuan hukum kepada Kepala Seksi Penataan dan Pengawasan Bangunan Kecamatan Tanah Abang, Erry Wijaya yang ditetapkan menjadi tersangka kasus runtuhnya bangunan tambahan gedung Metro Tanah Abang, 23 Desember 2009.
"Kami tentu memberikan fasilitas pendampingan hukum," kata Gubernur DKI Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta, Rabu (13/1).
Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka dalam kasus runtuhnya sebagian gedung Metro Tanah Abang yang
menyebabkan empat orang tewas dan 14 lainnya luka-luka.
Selain Erry, tersangka lainnya adalah pemilik bangunan dari PT Rointa Eka Jaya Yulianto, konsultan pengawas bangunan dari PT Trimatra Jaya Persana Ade T, konsultan struktur bangunan dari PT Susanto Cipta Jaya Edy Susanto, kontraktor pelaksana dari PT Jagat Baja Prima Utama Edwin A. Hamal dan konsultan arsitek dari PT
Megatika Internasional Julius Tjandra.
Meskipun menyediakan bantuan hukum, gubernur menolak jika disebut akan membela pejabatnya yang melakukan
pelanggaran sehingga menyebabkan terjadinya korban.
"Bantuan yang diberikan adalah dalam bentuk asistensi dan pendampingan. Tapi bukan berarti membela," tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Hari Sasongko tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut karena dinilai pengawasan seharusnya berada di tingkat kecamatan. Para tersangka akan dijerat dengan dua tuduhan pidana yakni kelalaian yang mengakibatkan orang tewas dan kelalaian
yang mengakibatkan orang terluka.
Selain itu, para tersangka akan dikenakan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 khususnya Pasal 46 ayat 2 dan 3 soal kepemilikan dan pengelolaan bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang tersebut dan mengakibatkan orang lain meninggal. Sementara untuk sanksi administratif dari Pemda, Hari Sasongko menyebut gedung Metro Tanah Abang terindikasi melanggar setidaknya enam peraturan baik Undang Undang maupun
Peraturan Daerah (Perda).
"Kami baru mengumpulkan info, belum menjatuhkan vonis. Tapi indikasinya ada sedikitnya enam aturan yang
dilanggar," kata Hari Sasongko beberapa waktu lalu.
Aturan itu bertingkat dari Undang Undang (UU) hingga Peraturan Daerah (Perda) yakni UU No.28 Tahun 2002 Tentang Bangunan gedung, UU No.18 Tahun 2000 Tentang Jasa Konstruksi, PP No.36 Tahun 2005, Perda No.7 Tahun 1991 Tentang Bangunan di Wilayah DKI Jakarta, Kepgub No.72 Tahun 2002 dan Pergub No.132 Tahun 2007
Tentang Izin Pelaku Teknis Bangunan.
Sementara sanksi akan dikenakan kepada seluruh pelaku teknis bangunan diantaranya pemilik, kontraktor, perencana maupun direktur pengawasan.(*un)
http://www.berita2.com/metropolitan.html?start=515
Tersangka Kasus Tanah Abang Menyusut
Dua orang batal jadi tersangka, yakni EH adalah Direktur PT Jagat Baja Prima Utama dan EW
SENIN, 8 FEBRUARI 2010, 18:19 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Sandy Adam Mahaputra
Bangunan di Blok A Pasar Tanah Abang Runtuh (AP Photo/Dita Alangkara)
BERITA TERKAIT
Polisi Tetapkan Enam Tersangka
Polisi Periksa Kepala Dinas P2B DKI Jakarta
Polisi Periksa Kepala P2B DKI Jakarta
Tersangka Insiden Tanah Abang Bakal Diumumkan
Pembangunan Sekitar Pasar Tanah Abang Ditunda
VIVAnews - Polda Metro Jaya tetapkan empat orang tersangka dalam kasus rubuhnya sebagian bangunan di pusat belanja Tanah
Abang, Jakarta. Jumlah ini menyusut dari penetapan semula, 6 tersangka.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, Senin 8 Januari 2010, mengatakan awalnya ada enam tersangka, namun saat ini tersangka berkurang menjadi empat orang. Pasalnya berdasarkan penyidikan kedua orang yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, tidak terlibat atau terkait langsung atas insiden robohnya bangunan tersebut.
Boy menjelaskan, kedua orang itu, yakni EH adalah Direktur PT Jagat Baja Prima Utama dan EW sebagai petugas kasie P2B Kecamatan Tanah abang.
Ia melanjutkan, EH tidak jadi menjadi tersangka karena berdasarkan pemeriksaan ahli labfor, EH tidak terkait langsung dengan kelalaian pemasangan angkur dan baut penyebab runtuhnya bangunan tersebut. Sedangkan EW berdasarkan tugasnya melakukan pengawas gedung maksimal dua lantai, sedangkan bangunan yang runtuh adalah lantai tiga.
rubuhnya bangunan itu, yakni, pemilik bangunan dari PT Roynta Eka Jaya (Y), konsultan pengawas dari PT Trimarta Jaya Persada (AT), konsultan struktur dari PT Susanto Cipta Jaya (ES), dan konsultan arsitek dari PT Mega Tika Internasional (YT).
Keempatnya dikenakan pasal 359 dan 360 KHUP atas tuduhan kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka hingga kematian, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun. "Keempat tersangka masih terus dilakukan periksaaan," imbuhnya.
Selain itu, keempatnya juga dikenakan Undang-undang No 28 tahun 2002, pasal 40 ayat 2 dan 3 tentang kelalaian dari pemilik bangunan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Seperti diberitakan, kecelakaan di Pasar Tanah Abang terjadi Rabu 23 Desember 2009 lalu. Robohnya bangunan tambahan di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya luka-luka.
Korban meninggal dunia masing-masing adalah Abdul Hafid, 18, Iwan, Alfa Nurul Fikri, 20 dan Hamid, 30. Sementara korban luka-luka dirawat di lima rumah sakit di Jakarta.
http://metro.vivanews.com/news/read/127774-tersangka_kasus_tanah_abang_menyusut
Kenapa Bangunan Tanah Abang Roboh
Rabu, 23 Desember 2009 17:34 WIB
Kecelakaan yang terjadi di saat-saat orang sedang sibuk bekerja mengagetkan kita semua. Bangunan
tambahan yang dibuat di Kompleks Pasar Tanah Abang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan
beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas yang terjadi di tempat umum pantas membuat kita menggugatnya. Mengapa bisa
sampai bangunan itu roboh? Bagaimana perizinan bisa diberikan? Di mana faktor pengawasannya? Apa
yang salah dengan kejadian tersebut?
Kita menggugat bukan untuk membuat makin rumit keadaan. Kita harus mempersoalkan itu karena
kecelakaan seperti itu bisa terjadi di mana-mana. Apalagi di tengah bermunculan gedung-gedung
pencakar langit di Jakarta ini.
Untuk semua fasilitas umum, pengawasan bahkan harus dilakukan lebih ketat lagi. Sebab, segala sesuatu
yang bersifat umum akan melibatkan kepentingan orang banyak. Ketika berkaitan dengan orang banyak,
potensi untuk terjadinya kecelakaan akan semakin besar.
Kita harus mencegah jangan sampai kecelakaan itu terjadi. Kita tidak boleh membiarkan orang bertindak
asal-asalan, karena bisa mencelakakan orang lain. Keinginan untuk membangun kota yang lebih modern,
dengan bangunan perumahan, perkantoran, maupun pusat perbelanjaan yang lebih menjulang tinggi,
harus disertai sikap yang lebih memperhatikan faktor keselamatannya.
Seringkali kita hanya ingin menikmati kemajuannya, tidak konsekuensinya. Kita hanya memperhatikan
faktor artistik, tidak mempedulikan fungsionalitasnya dan juga kekuatannya. Bahkan faktor keselamatan
menjadi nomor yang kesekian untuk diperhatikan.
Modernitas menuntut perubahan sikap dan perilaku. Kita tidak bisa berpraktik yang biasa-biasa ketika
menyangkut segala hal yang lebih canggih. Kita harus menyesuaikan diri kita dengan tuntutan baru yang
melekat pada modernitas yang kita inginkan.
Inilah yang seringkali menjadi masalah bagi kita. Perubahan sikap dan perilaku untuk menangkap sebuah
perubahan besar sering tidak kita lakukan. Akibatnya kita dihadapkan kepada gagap budaya.
Bukan baru pertamakali kecelakaan yang terjadi di gedung bertingkat. Kita pernah menyaksikan
beberapa kali kecelakaan mobil di pelataran parkir pada gedung bertingkat. Kita pernah mengalami
kematian fatal ketika terjadi kebakaran di ruang bawah tanah, sehingga menyebabkan banyak orang
terjebak dalam perangkap asap. Bahkan tidak jarang terjadi kebakaran pada gedung bertingkat yang
meminta korban jiwa.
Namun kecelakaan demi kecelakaan masih saja terus terjadi. Sepertinya kita tidak pernah mau belajar
dari pengalaman. Lemahnya faktor pengawasan sering kali menjadi penyebab kecelakaan yang fatal.
Mengapa pengawasan sering menjadi faktor kelemahan? Karena pada kita belum melekat sikap cek dan
ricek. Kita selalu menggampangkan sebuah persoalan. Belum ada sikap disiplin dan ketegasan kepada
prinsip yang seharusnya.
Ironisnya untuk hal yang lain kita justru menunjukkan sikap yang sebaliknya. Untuk masalah perizinan
misalnya, perkara yang harus dibuat gampang justru malah dipersulit. Untuk sesuatu yang tidak terlalu
prinsipiil sebaliknya kita selalu bersikap tegas dan tidak mau mengalah.
Kecelakaan fatal yang terjadi di Pasar Tanah Abang tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Harus dicari
tahu titik persoalannya agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau memang ada kealpaan yang
dilakukan pihak-pihak tertentu maka mereka harus dimintai pertanggungjawabannya, karena telah
mencelakakan orang lain.
Kesalahan tidak hanya melulu ada pada pemilik proyek. Bisa jadi kesalahan ada pada pelaksananya atau
pengawasnya. Sebuah rencana proyek bisa berbeda dengan kenyataannya di lapangan apabila
dikerjakan oleh orang-orang yang tidak profesional dan tidak mengindahkan prinsip-prinsip yang
seharusnya dilaksanakan.
gedung-gedung yang lain. Sekali lagi bukan mustahil bahwa kecelakaan seperti itu bisa terjadi pada
gedung-gedung yang ada di sekitar kita.
Kita harus mencegah terjadi kecelakaan yang lain karena kita tidak boleh kehilangan nyawa siapa pun
secara sia-sia. Apalagi terjadi pada orang-orang yang berniat untuk melaksanakan sebuayh pekerjaan
yang mulia bagi dirinya dan juga keluarganya.
http://metrotvnews.com/index.php/metromain/tajuk/2009/12/23/195/Kenapa-Bangunan-Tanah-Abang-Rubuh
Bangunan di Tanah Abang Roboh !!
Jakarta - Petugas Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta mengamankan 3 batang baja dari bangunan roboh di Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA). Baja ini diduga penyebab robohnya bangunan.
Petugas P2B keluar dari lokasi pukul 11.45 WIB, Kamis (24/12/2009). Mereka membawa 3 batang baja rata-rata 50 cm. 2 petugas memanggul masing-masing 1 batang. Dua petugas lain menggotong batang ketiga bersama-sama.
"Ini yang menyebabkan konstruksi bangunannya roboh. Ada 12 baut yang menempel di tembok. Itu yang bikin ambruk karena tidak kuat menahan," ujar seorang petugas di lokasi. Menurut dia, batang baja yang hanya dimur ini jika diberi beban berat pasti akan roboh. Batang ini awalnya panjang, namun dipotong petugas untuk memudahkan identifikasi. "Itu kita potong ujungnya. Kalau dibawa semua mau berapa kwintal," kata dia.
Batang baja ini dimasukan ke mobil Tim Identifikasi Polda Metro Jaya. Tidak lama, mobil ini pun langsung pergi meninggalkan lokasi. Masyarakat makin ramai menonton lokasi.
Jakarta - Pengelola Metro Tanah Abang mempersilakan Pemprov DKI Jakarta membongkar bangunan tambahan yang roboh apabila tidak memiliki izin. Penyebab robohnya bangunan tersebut masih diselidiki.
"Artinya jika ada masalah perizinan, kita silakan untuk bongkar jika memang harus
dilakukan begitu. Kita ini kan taat hukum. Kalau memang ada izin jangan dibongkar," kata Building Manager Metro Tanah Abang Setiarto Haryono, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2009).
Ketika ditanya apakah bangunan tambahan tidak sesuai dengan gambar sebelumnya, Setiarto mengaku masih diselidiki. "Masih dicoba cari tahu apakah ini kesalahan spesifikasi bahan bangunan atau apa," ujarnya.
Dikatakan dia, perizinan bangunan dilakukan dalam satu kesatuan. "Kan ini terkait
bangunan baru, kita perlu fasilitas toilet untuk diperlebar di Metro I. Karena dengan adanya bangunan Metro 2, kapasitasnya tambah. Toiletnya juga akan kita tambah kapasitasnya,"
papar Setiarto.
Menurut dia, pihaknya sudah menggunakan konsultan untuk struktur yang sudah disertifikasi dinas terkait pemerintah.
"Artinya, apa yang mereka putuskan untuk dikeluarkan itu safe atau aman tentu bisa dilaksanakan. Kontraktor tinggal melaksanakan apa yang digambarkan. Kemungkinan terjadi penyimpangan bisa saja. Misalnya, konsultan struktur bilang ada baja ukuran A, tenyata yang dipakai ukuran B," kata Setiarto.
Jakarta - Pengelola Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) merilis data korban jiwa , pemilik motor Mio yang belum jelas identitasnya. Keluarga yakin dia masih tertimbun bangunan.
Kerabat korban meyakini namanya adalah Mubasirin. Dia adalah pemilik motor Mio merah bernopol B 6243 BRT yang ditemukan tidak bertuan dan tertimpa reruntuhan.
"Kami yakin dia tertimbun. Kita sudah ke beberapa rumah sakit tapi tidak ada Mubasirin," kata kerabatnya Mustofa Yusuf kepada detikcom di lokasi, Kamis (24/12/2009).
Menurut Mustofa, Mubasirin sedang mengantar dua lusin kain untuk pelanggannya di Tanah Abang pada hari yang naas itu. Oleh karena itu, keluarga meyakini Mubasirin masih
tertimbun.
"Kunci motornya masih menggantung. Tetapi oleh polisi sudah tidak boleh dipegang. Kita disuruh menunggu," kata dia.
Mustofa menjelaskan ada 4 kerabat Mubasirin lain yang datang ke Tanah Abang pagi ini. Mereka kini menyebar mencari informasi.
Jakarta - Bangunan yang roboh di Pusat Grosir Metro Tanah Abang sudah disterilkan dengan garis polisi. Namun, warga masih ada yang ingin melihat lokasi kejadian.
Pantauan detikcom, Kamis (24/12/2009) pukul 10.15 WIB, aktivitas niaga di Tanah Abang berlangsung normal. Gedung parkir di sebelah lokasi kejadian pun berfungsi normal. Lokasi bangunan yang roboh sudah ditutup triplek dan dibalut garis polisi. Sebuah tulisan dari kertas putih ditempel di sana.
"Peringatan! Untuk menjaga status quo dan demi keselamatan, dilarang melintasi Police Line/memasuki area TKP," demikian maklumat tersebut.
Meski demikian, orang yang lewat masih bisa melihat bekas robohan gedung yang menempel di gedung utama. Masih banyak besi-besi yang menggantung. Memang berbahaya jika orang dibiarkan lalu lalang di bawahnya.
Pengunjung Metro Tanah Abang pagi ini pun menyempatkan diri untuk melihat lokasi kejadian.
"Kemarin belum lihat, baru di televisi saja. Jadi sekarang mau lihat, sekalian nanti belanja," ujar sepasang pengunjung.
Jakarta - Meski sebagian gedung di Pasar Metro Tanah Abang roboh, pasar ini tetap dibuka. Kamis (24/12/2009) besok, pengunjung masih bisa berbelanja seperti biasa.
"Besok tetap buka. Cuma akses ke arah Kebon Kacang ditutup. Itu yang areal loading yang tadi," ujar Manajer Gedung Setiarto Haryono dalam jumpa pers di kantornya, Jl Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Setiarto mengatakan, untuk jalur masuk kendaraan ke parkiran akan diatur karena lokasi kejadian robohnya bangunan ada di lokasi pintu masuk Tanah Abang. "Ya (diatur). Kalau naik ya naik terus," jelasnya.
Kendaraan yang akan masuk ke parkiran ditentukan hingga pukul 10.00 WIB atau pukul 11.00 WIB.
"Nanti ada pemberitahuan pada pemilik toko dan pengunjung. Jadi nanti kalau naik, naik saja. Turun ya turun saja," tandasnya.
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat robohnya Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) masih simpang siur. Polda Metro Jaya menyebutkan 2 korban tewas. Namun pengelola punya data berbeda. Pihak pengelola PGMTA merilis data korban luka dan meninggal akibat bangunan roboh. 3 Korban tewas dan 14 orang luka-luka.
Data ini disampaikan oleh Manager Building PGMTA Setiarto Haryono di kantor pengelola PGMTA, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Korban meninggal:
1. Abdul Havid, tukang kopi, di RSCM
2. Identitas belum jelas, pengendara motor Mio merah B 2643 3. Identitas belum jelas, di RSCM
Korban luka:
1. Agus Safalah, security PGMTA, di RS Carolus 2. Junaidi, kuli panggul, di RSPAD
3. Hamim, mandor troli, di RS Jakarta 4. Iwan, karyawan toko, di RSCM Data kuli PT Jagad yang luka: 1. Dwi, di RS Jakarta
2. Ridwan Firdaus, di RS Jakarta 3. Muheri, di RS Tarakan
4. Santo, di RS Tarakan 5. Agung, di RS Tarakan
6. Agus Supriyanto, mandor, di RSAL 7. Imam Hanafi, di RSAL
8. Darso, di RSAL 9. M Kasdi, di RSCM 10.Saryani, di RS Jakarta
Menurut Setiarto, semua biaya perawatan ditanggung pengelola. Pekerja proyek pun menurut dia sudah ditanggung Jamsostek yang memiliki klausul penanggung biaya sampai pihak ketiga. Tanggungan ini meliputi pengobatan dan operasi.
"Korban meninggal ditanggung sampai dengan pemakaman. Keluarga dari korban meninggal dapat santunan, tapi jumlahnya belum dipastikan," papar Setiarto.
http://www.nusantaraku.org/forum/news-current-issues-rumours/41490-bangunan-di-tanah-abang-roboh.html
detail runtuh metro tanah abang jakarta pusat
Dengan kejadian ini akhirnya pemerintah menerapkan standart yang cukup tinggi dan
melakukan pengawasan yang cukup ketat terutama untuk bangunan bertingkat tinggi. lalau bagai mana untuk mengetahui dan mengatasi semua itu, untuk mengatasi semua itu tentu ada solusinya, agar bangunan yang anda buat tidak bernasib sama dengan foto diatas…oke. Berikut ini tips untuk mengatasi kontraktor:
1. Pendekatan secara pribadi
Buatlah Pendekatan secara pribadi sebelum Anda memutuskan/memberikan Pekerjaan Tersebut Kepada contarctor Seperti:
Mengenal keluarganya
Mengajak makan Bersama Dll
makan bersama 2.Buat gambar desaign
Buatlah Terlebih Dahulu Gambar Design + Gambar Kerjanya Lengkap Sehingga Anda Tau Material apa Saja Yang akan Dipakai
gbr kerja 3.Buat Rincian RAB Ketahui Besaran Volume
Buatlah RAB Degan hasil harga Total Borongan Jangan Terpancing Degan harga Murah/Aitem harga Bahannya Cek Nilai Besaran Volumenya Pada Aitem Pekerjaan Tersebut Karena Disinilah Akal Bulus Contraktor Bermain sehingga Harga Bahan Murah Tetapi Volume tidak sesuai Dengan Gambar ( Volume Membesar ).
cek Volume 4.Ketahui Besaran Harga
Jika Ditemukan Volume Sudah Sesuai maka kontraktor Tersebut Tidaklah Jahil Namun Jika Terdapat Harga Bahan/Satu Aitem Mahal maka Solusinya Ceklah Kesuplier Material Dan Jika Anda Mendapatkan harga Material Tersebut Lebih murah Maka Batalkanlah Pekerjaan Bahan Satu Aitem Tersebut dan Anda Tinggal Membayar Upah Pasagnya Saja Karena Ini Semua Akan Berpengaruh Pada Besarnya jasa Pemborong Yang Harus Anda Bayar.
turun kan harga 5.Teliti dalam semua hal
Jika Semua Sudah Selesai Maka anda Tinggal melakukan Kontarak Kerjanya Ingat Perhatikan Juga Aitem Kontrak kerjanya Jagan Sampai Banyak Yang Merugikan Anda.
teliti 6.Cek langsung dilapangan
Untuk Pelaksanaan pekerjaan Sebaiknya Anda Mengecek Langsung Dilapagan Dengan Retensi Kunjugan 1 Miggu Sekali Ini Dimugkinkan Anda Untuk melakukan Komplain Pada pekerjaan Yang Kurang Bagus Sehingga Tidak merugikan kontraktor Kenapa? Karena Waktu Pengecekan 1 Miggu Sekali Memugkinkan Volume Komplain Pekerjaan Tersebut Belum Terlalu Besar Dan dimugkinkan Juga Untuk Dilakukan Perbaikan Selain Itu Juga anda Bisa melakukan pekerjaan Tambah Kurang Dengan kontraktor Karena Gambar dan lapagan Belum tentu Sesuai degan selera Anda Sehingga Anda megetahui Berapa Besaran Untuk Pekerjaan tambah Kurang tersebut. Karena Disinilah Permasalahan Dimulai Jika anda tidak Jeli dan teliti.
cek proyek
proyek ya di cek
http://iwanbronk.blogdetik.com/2010/01/13/tips-mencari-kontraktor-pemborong-bangunan/
Foto-foto Bangunan di Tanah Abang Roboh
Sebuah bangunan di sekitar Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, roboh. Diduga banyak pekerja
yang tertimbun bangunan yang masih dalam pengerjaan ini.
"Kita juga sudah menerima laporannya dan masih dalam pengecekan," kata Bripda Riza,
petugas TMC Polda Metro Jaya saat dihubungi detikcom via telepon, Rabu (23/12/2009) pukul
10.25 WIB.
Belum diketahui penyebab ambruknya bangunan ini. Saat ini warga sekitar masih berusaha
mengevakuasi korban yang selamat. Kebanyakan korban mengalami luka di bagian kepala.
"Untuk total korban kita belum dapat laporan," katanya.
Ambruknya Tanah Abang Harus Dimeja
Hijaukan
31 Dec 2009
Nasional
Rakyat Merdeka
Ambruknya Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) kuat diduga karena faktor kelalaian,
bukan kecelakaan kerja. Sebab, bangunan calon toilet umum tersebut tidak memiliki Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB).
PRAKTIS hal itu akhirnya "berhasil lolos" menerobos prosedur uji keamanan, kenyamanan dan
kelayakan standar bangunan publik di Jakarta.
Sekretaris Dinas Penertiban dan Pengawasan bangunan (P2-B), Heri Suhartono menyatakan,
bangunan publik mestinya diuji oleh tiga tim. Yakni, Tim Penilai Arsitektur Kota (TPAK), Tim
Penilai Konstruksi Bangunan (TPKB) dan Tim Penilai Instalasi Bangunan (TPIB). Ketiga tim ini
bermuara pada satu tujuan, yakni bangunan aman, nyaman dan layak.
"Kami sudah cek. Bangunan calon toilet ini dipastikan tanpa IMB. Karena itu, dipastikan tidak
ada penilaian dari ketiga tim tersebut. Tanpa izin, sulit bagi P2B melakukan pengawasan," ujar
Heri kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Kepala Seksi Penertiban Pembangunan Widodo Suprayitno menambahkan, sekali pun
pengembang PGMTA mengajukan izin, tak mungkin diberikan P2B. Sebab, gedung Metro sudah
jenuh. Artinya, tidak memungkinkan menambah luas atau koefisien dasar bangunan (KDB).
"Tak mungkin diberi izin menambah KDB. IMB yang disebut pengembang adalah untuk
bangunan tambahan di bekas lahan parkir. Kalau yang itu diperbolehkan," ujar Widodo.
Terkait tudingan ada kelalaian dari P2B, ia tidak mengelak. Menurutnya, P2B kecolongan.
Pengawasan fokus pada bangunan yang berijin. Sementara toilet gantung terletak di belakang.
Sulitnya lagi, toilet itu dibangun dalam waktu cepat. Bukan empat bulan seperti yang selama ini
diberitakan.
Faktor kecepatan pembangunan ini, sambungnya, yang menjadi kendala bagi pengawasan
bangunan di Jakarta. Berkat kecanggihan teknologi, untuk membuat bangunan bisa dikebut. "Ini
kendala bagi kami, kecepatan orang membangun begitu tinggi.
Sehingga telanjur berdiri sebelum ada pengawasan," terangnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan, peristiwa rubuhnya bangunan
Metro Tanah Abang terindikasi sebagai tindakan kriminal. "Ini ditetapkan sebagai tindakan
kriminal, karena menyebabkan korban jiwa. Tuntutan pidana harus dilihat kesalahannya sampai
di mana," tegas Fauzi.
Ia membenarkan, penyebab bangunan tersebut berdiri tanpa ijin. Pasalnya, bangunan itu tidak
memenuhi KDB. Dia yakin bila bangunan tersebut memiliki ijin, pasti tidak akan roboh. Selain
itu, PMGTA juga menyalahi tata letak. Karena itu, harus dievaluasi. Bangunan yang melanggar
harus dibongkar.
Direktur Lembaga Konsumen
Jasa Konstruksi Bambang Pranoto menegaskan, harus ada yang diseret ke jalur hukum dalam
peristiwa rubuhnya bangunan di Metro Tanah Abang.
Bambang menilai, sudah jelas ada kelalaian kontraktor sehingga menyebabkan korban jiwa.
Penilaian LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) menyatakan, kontraktor tersebut
tidak memiliki lisensi.
Selain kesalahan teknis, Bambang menilai, ada juga kesalahan kontraktor. Yaitu tidak
mengindahkan keselamatan masyarakat, selain keselamatan pekerja. Padahal lokasi
pembangunan bangunan tambahan itu, terletak di pusat perbelanjaan yang ramai setiap han dan
selayaknya tidak diperbolehkan orang melintasi kawasan pembangunan tersebut. MRA
Musibah ambruknya bangunan untuk toilet di Kompleks Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.45 WIB, kemarin menelan korban. Sedikitnya, tiga orang tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Ketiga korban tewas langsung dibawa ke RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sedangkan korban luka-luka dilarikan ke RSCM, RS St Carolus, RSUD Tarakan, RS Jakarta, dan RSAL Mintohardjo. Tiga korban tewas yang berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, kondisi tubuh mereka bercampur debu. Seorang di antaranya diidentifikasi sebagai Iwan. Satu diduga pengendara sepeda motor yang sedang melintas saat bangunan ambruk, dan seorang belum diketahui identitasnya. Para korban umumnya pekerja, kuli panggul, dan pedagang kaki lima. Sebab, lokasi bekas reruntuhan tersebut merupakan tempat berkumpulnya para kuli panggul maupun pedagang makanan ringan dan minuman.
Seorang pekerja dievakuasi setelah tertimbun sekitar 1,5 jam. Kondisinya kritis dan dilarikan ke RS Jakarta dengan tabung oksigen di mulut. Pria yang mengenakan kaus warna putih tersebut dikeluarkan dari reruntuhan bangunan sekitar pukul 11.45 setelah tertimbun reruntuhan beton. Kemarin sore, petugas penyelamat (tim SAR) ditarik dari lokasi. Selanjutnya, aparat Polres Jakarta Pusat melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). "Setelah menggunakan sensor (life detector, red), dipastikan tidak ada lagi korban hidup di bawah reruntuhan," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hamidin. Perangkat evakuasi pun ditarik dari lokasi. Mulai mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga fork lift.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rafli Amar menyatakan, untuk pengusutan runtuhnya konstruksi di bagian Blok A Pasar Tanah Abang tersebut, polisi sudah memanggil lima saksi. "Mereka adalah korban dan pekerja yang selamat," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Frans Hodden memastikan proyek bangunan yang runtuh itu tidak memenuhi syarat, khususnya syarat keselamatan.
Bahkan, Wagub DKI Jakarta Prijanto menengarai bangunan yang sedang digarap PT Jagad Raya Prima itu tidak memiliki izin alias ilegal. "Kami sangat prihatin. Bangunan tambahan Metro Tanah Abang 2 memiliki konstruksi jauh dari standar dan tidak ada izinnya," katanya.
Bangunan tambahan tersebut berada di sisi timur bangunan inti. Bentuknya menjorok keluar sepanjang dua meter dan panjang sekitar tujuh meter hingga 10 meter. Kerangka bangunan
menggunakan material baja. Tetapi, bangunan tambahan hanya menempel seadanya pada bangunan inti.
Menurut Prijanto, bangunan yang dibangun untuk toilet (WC dan kamar mandi) itu tak bisa dibenarkan dari segi apa pun. Tanpa dilengkapi izin, konstruksi bangunan tidak memberikan jaminan keselamatan. "Bangunan tanpa izin ini bukan hanya dievaluasi, tapi harus langsung dibongkar dan diproses hukum," tegasnya.
Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Hari Sasongko menyatakan terkejut mendengar ada bangunan ambruk. Apalagi, setelah diteliti, bangunan itu tidak dilengkapi izin. Pihaknya akan memberi sanksi tegas. Izin Pelaksana Teknis Bangunan (IPTB) akan dicabut sehingga pengembang tidak bisa membangun selamanya.
"Untuk pemborongnya, kami kirimkan surat dulu. Termasuk, kepada LPKJ (Lembaga Pengawasan Jasa Konstruksi) untuk pencabutan izin atau dikenakan sanksi," ungkapnya.
Menurut Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni, bangunan tambahan itu memang tidak berizin. Untuk menghindari insiden susulan, pihaknya langsung memerintahkan supaya bangunan segera dibongkar. "Jika memungkinkan, sore ini (kemarin) dibongkar. Jangan ditunda terlalu lama," tegasnya.
Tetapi, pengelola Metro Tanah Abang Setiarto Haryono membantah bahwa pihaknya tidak memiliki izin bangunan tambahan. Menurut dia, pihaknya telah mengajukan izin kepada Dinas P2B terkait seluruh rencana pembangunan. "Semua izin tergabung dalam satu kesatuan. Kami
menyebutnya Metro II," ujarnya kepada wartawan.
ketentuan pemerintah. "Kalau memang tidak boleh, kami tentu tak akan bisa (membangun). Kami selalu mengikuti kebijakan pemerintah," katanya. Tetapi, dia tidak menutup kemungkinan insiden ambruk itu akibat struktur bangunan.
Dia menuturkan, pengerjaan bangunan tambahan tersebut berjalan selama empat bulan dan sudah hampir rampung. Bangunan tambahan tersebut seluas 1.000 meter persegi. Selain menempel di bangunan inti, bangunan tambahan itu juga menempati bekas lahan parkir. Rencananya, bangunan tambahan itu diperuntukkan buat toilet dan kios.
Setiarto memastikan bahwa pihaknya menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. "Kami juga akan memberi santunan selayaknya kepada korban yang meninggal," katanya.