• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETERNAKAN PENYU DI SUKAMADE, BANYUWANGI * oleh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PETERNAKAN PENYU DI SUKAMADE, BANYUWANGI * oleh"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Oseanologi di Indonesia 1975, No. 4: 13-20.

PETERNAKAN PENYU DI SUKAMADE, BANYUWANGI *

oleh

ISMU SUTANTO SUWELO **

ABSTRAK

Telah dilakukan peninjauan ke "Proyek Peternakan Penyu" di Suka-made, Banyuwangi, pada tanggal 13 Mei 1972. Pantai Sukamade berada dalam wilayah Suaka Margasatwa "Meru Betiri" dan letaknya berbatasan dengan daerah perkebunan swasta "Sukamade Baru. Tempat ini jauhnya kira-kira 100 km sebelah baratdaya kota Banyuwangi, Jawa Timur. Di pantai ini penyu Chelonia mydas bertelur sepanjang tahun dengan musim bertelur terletak antara (bulan Desember dan Maret. Telah dilakukan pencatatan mengenai banyaknya penyu yang bertelur, produksi telur dan usaha penetasan yang dilakukan pada tahun 1970 dan 1971. Rata-rata penyu yang bertelur pada tahun 1970 adalah 173 ekor setiap bulan dan pada tahun 1971 adalah 128 ekor. Produksi telur sebulan dalam tahun 1970: 12.565 butir dan tahun 1971: 6.762 butir. Taksiran hasil penetasan pada tahun 1970 adalah 20.000 ekor tukik dan tahun 1971: 30.000 ekor. Dalam masa empat tahun sejak dibentuknya proyek penyu ini pada tahun 1971, hasil penetasan kira-kira telah mencapai 150.000 ekor tukik. Meskipun pengamanan, telah dilakukan dengan baik tetapi penangkapan penyu secara liar masih sering ditemui, biasanya dilakukan ditengah laut dengan mempergunakan perafoii dan jaring serta tombak. Beberapa saran telah disampaikan dalam hubungannya dengan usaha pembinaan populasi penyu laut di Sukamade, Banyuwangi.

ABSTRACT

TURTLE BREEDING AT SUKAMADE, BANYUWANGI. On 13th May 1972 the "Turtle Breeding Project" at Sukamade, Banyuwangi, was visit-ed for observation. The coast of Sukamade lies within the Nature Reserve "Meru Betiri" and borders on the privately-owned plantation "Sukamade Baru", It is about 100 km southwest of the town of Banyuwangi in East Java. On this coast turtles of the kind Chelonia mydas lay eggs through-out the year, but the main egg-laying season is from December to March. Records have been made on the number of turtles laying eggs, the egg production and the result of the hatching which was done during 1970 and 1971. On the average 173 turtles laid eggs each month during 1970 and {

128 during 1971. The production of eggs per month in 1970 was 12,565 and in 1971 =' 6,762. An estimate on the number of hatched eggs in 1970 is 20,000 young turtles and in 1971 = 30,000 young turtles. In the four years since the turtles project had been established (in 1967) the results of the hatching amount to about 150,000 young turtles. Although much has been done for the protection of the turtles, there is still illegal hunting, mostly at sea with boats, nets, and spears. Some recommen-dations have been made in connection with the breeding of the sea - turtle at Sukamade, Banyuwangi.

* Telah diajukan dalam Seminar Biologi III, 3-5 Juli 1973 di Jakarta. ** Jurusan Biologi, Fakultas Ilmu Pasti dan Alam, Universitas Indonesia.

(2)

PENDAHULUAN

Penulis bersama-sama dengan Kepala dan staf dari Seksi Perlindung-an & PengawetPerlindung-an Alam Jawa Timur II pada tPerlindung-anggal 13 Mei 1972 telah mengunjungi pantai Sukamade, Banyuwangi Selatan (Jawa Timur) guna meninjau proyek "peternakan" penyu laut.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau usaha yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam membina populasi penyu laut di wilayahnya melalui pembentukan Proyek Peternakan Penyu Laut Sukamade pada tahun 1967.

Usaha ini patut dihargai baik ditinjau dari segi perlindungan dan pengawetan alam, maupun segi ilmiahnya karena sejalan dengan usaha-usaha yang sedang dilakukan oleh dunia Internasional yang memperhati-kan masalah kehidupan penyu laut dewasa ini.

LETAK PANTAI SUKAMADE

SOMADIKARTA (1962) pemah menyebutkan adanya beberapa pantai

peneluran penyu laut disebelah selatan Jember dan Banyuwangi, akan tetapi beliau tidak jelas menyatakan letaknya.

Tempat peneluran Sukamade terletak di pantai Samudera Indonesia, kira-kira 100 km sebelah baratdaya kota Banyuwangi, Jawa Timur (Gam-bar 1). Jalur pantai peneluran ditaksir 2 km panjangnya dengan le(Gam-bar antara 30 sampai 50 m. Pantainya melandai dengan lapisan pasir yang cukup tebal. Di daratan pantai ini berbatas dengan hutan lindungan yang lebat.

(3)

Pantai Sukamade berada terpencil dibatas selatan dari kawasan per-kebunan "Sukamade Baru". Keadaan desa dan jalan-jalan perper-kebunan yang sempit dan buruk menyebabkan kendaraan bermotor sulit menca-pai tempat ini.

JENIS PENYU

Penyu yang bertelur di pantai Sukamade adalah jenis penyu hijau,

Chelonia mydas, jenis yang banyak diketemukan di perairan daerah tropik

dan subtropik.

Penyu hijau memiliki sisik punggung yang berwarna coklat agak ke-hijauan. Sisik-sisik ini bentuknya polygonal dan tidak saling bertumpu. Ada empat pasang sisik costal. Kepalanya mempunyai bentuk moncong yang tumpul dan memiliki satu pasang sisik prefrontal. Sisik bagian bawah badan (plastron) berwarna kekuning-kuningan. Panjang pung-gung (carapace) pada penyu dewasa dapat mencapai 110 cm. Pada ma-sing-masing kaki didapati sebuah kuku.

Makanannya adalah tumbuh-tumbuhan laut, terutama ganggang dan rumput laut tertentu. Jenis penyu hijau banyak diburu orang karena telur dan dagingnya dapat dimakan. Lemaknya mempunyai warna ke-hijau-hijauan. Masakan dagingnya dikenal sangat lezat (turtle soup).

Menurut keterangan HADIKUSUMA dan SOETARSONO di wilayah Suka

made diketemukan lebih dari satu jenis penyu yang masih perlu diteliti lebih lanjut.

PENYU YANG BERTELUR

Pada umumnya sepanjang tahun diketemukan penyu-penyu betina yang bertelur di pantai Sukamade. Musim bertelur — waktu dimana frekwensi penyu yang datang bertelur meningkat dan kemudian turun lagi — terletak antara bulan Desember dan Maret.

Dalam tahun 1970 dan 1971 catatan mengenai banyaknya penyu yang bertelur beserta jumlah produksi telurnya di pantai Sukamade adalah sebagai tercantum dalam Tabel 1.

PENGARUH IKLIM PADA MUSIM BERTELUR

Kurva produksi di beberapa tempat seperti Serawak (HENDRICKSON

1958) dan Pangumbahan, Sukabumi (ISMU SUTANTO dan KUNTJORO 1969)

menunjukkan adanya hubungan dengan musim yakni dengan hujan se-tempat. Produksi menuju ke titik yang rendah pada saat curah hujan naik dan demikian sebaliknya.

(4)

Bagaimana pengaruh perobahan iklim terhadap musim bertelur di abel 2.

USAHA PENETASAN TELUR

Bagaimana pengaruh perobahan iklim terhadap musim bertelur di pantai Sukamade, dapat dilihat pada Gambar 2. Hubungan itu agak ber-beda bila dibandingkan dengan keadaan di Serawak dan Sukabumi.

Apabila kita meninjau keadaan beberapa tempat peneluran penyu laut di perairan Indo-Malaya maka masa peneluran dapat kita lihat pada Tabel 2.

USAHA PENETASAN TELUR

Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi bersama-sama dengan Seksi Perlindungan dan Pengawetan Alam setempat telah menetapkan patokan mengenai usaha penetasan Itelur yang harus dijalankan oleh Proyek Peternakan Penyu Sukamade sebagai berikut:

1. Jumlah telur yang ditetaskan adalah sebanyak 20 — 30% dari hasil peneluran.

2. Penetasan dilakukan secara alamiah. Yang dimaksudkan dengan pe netasan alamiah yaitu membiarkan telur-telur penyu menetas didalam sarangnya masing-masing.

3. Masa penetasan telur ditetapkan pada bulan Agustus, September, dan Oktober.

16

(5)

Ketentuan diatas bersifat sementara karena data yang mendasari dikeluarkannya ketentuan-ketentuan itu masih kurang atau sangat ter- batas.

Catatan yang diperoleh dari Pimpinan Proyek Peternakan Penyu Sukamade mengenai usaha penetasan yang dilakukan dalam tahun 1970 dan 1971 menunjukkan jumlah sarang yang ditetaskan masing-masing 178 dan 309 buah (Tabel 3). Hasil penetasan untuk tahun 1970 ditaksir 20.000 ekor, tahun 1971: 30.000 ekor, sedang untuk tahun 1967 - 1971: 150.000 ekor.

(6)

Tabel 3. Jumlah sarang yang ditetaskan.

Angka-angka usaha penetasan tersebut diatas tidak dapat memberi- Angka-angka usaha penetasan tersebut diatas tidak dapat memberikan gambaran sesungguhnya mengenai hasilnya. Hal ini disebabkan karena data-data penetasan tidak dicatat dengan teliti. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam usaha penetasan telur penyu adalah antara lain sebagai berikut:

a. Jumlah telur per-sarang yang ditetaskan. b. Masa inkubasi dari telur-telur yang ditetaskan.

c. Persentase penetasan dan kematian tukik (anak penyu). d. Proses pelepasan tukik kedalam laut.

e. Pengaruh predator pada telur dan tukik.

USAHA PERLINDUNGAN

Pantai peneluran Sukamade berada dalam wilayah Suaka Margasatwa "Meru Betiri". Karena letaknya berada dalam batas kawasan per- kebunan "Sukamade Baru" maka pengamanannya dilakukan bersama an- tara Seksi Perlindungan dan Pengawetan Alam Jawa Timur II dengan pengurus Perkebunan "Sukamade Baru". Untuk keperluan itu telah di- dirikan tiga buah pos di pantai Sukamade yang setiap malam dijaga oleh

petugas. i I

Hasil telur tidak dikontrakkan dan rakyat dilarang mengambil telur. Pengelolaan atas pantai peneluran penyu laut tersebut diserahkan ke-pada Proyek Peternakan Penyu Sukamade yang dibentuk ke-pada tahun 1967 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. Pimpinan Proyek adalah Sdr. P. Cs. DAVID HADIKUSUMA, Direktur N.V. Perusahaan

Perkebunan "Sukamade Baru".

18

(7)

Sebelum Proyek ini dibentuk, daerah Sukamade telah dijadikan sa-saran pemburu. Orang-orang memungut telur setiap malam dan menang-kap penyu untuk disembelih atau dijual ke Pulau Bali. Meskipun se-karang usaha pengamanan telah dijalankan dengan baik, tetapi kadang-kadang masih ada usaha penangkapan penyu laut yang dilakukan oleh penduduk setempat atau nelayan berasal dari daerah lain. Hal ini sukar diatasi karena penyu mempunyai pasaran baik di Bali yang letaknya tidak jauh dari Sukamade. Bagi penduduk Bali penyu merupakan bina-tang sembelihan untuk dihidangkan pada pesta-pesta tradisionil. Penang-kapan penyu-penyu ini oleh nelayan dilakukan di tengah laut dengan mem-pergunakan jala dan tombak.

SARAN-SARAN

Penulis ingin meyampaikan saran mengenai hal-hal yang berhubungan dengan usaha pembinaan populasi penyu laut di Sukamade:

1. Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh "Proyek Peternakan Penyu laut Sukamade" hendaknya lebih ditingkatkan. Proyek ini dapat di jadikan proyek nasional sedang untuk pembiayaan dan pengelolaan- nya dapat diadakan kerjasama internasional.

2. Bidang-bidang yang perlu mendapat perhatian untuk diteliti antara lain adalah:

a. Jenis-jenis penyu dan populasi penyu betina yang bertelur. b. Pengaruh iklim pada musim bertelur.

c. Penetasan telur dengan cara pemindahan untuk memperoleh data mengenai masa inkubasi, persentase penetasan dan kematian tukik serta masalah keluarnya tukik dari sarang menuju ke laut. d. Percobaan pemeliharaan tukik dan cara pelepasan penyu muda ke

dalam laut.

3. Perlu juga dilakukan percobaan "tagging" (memberi tanda) pada pe nyu untuk mengetahui migrasi, frekwensi bertelur dan "behaviour" lainnya dari penyu laut.

4. Pengamanan penyu perlu lebih ditingkatkan terutama pencegahan atas usaha pemburuan oleh nelayan-nelayan di lautan.

DAFTAR FUSTAKA

HADI KUSUMA,P.CS.DAVID. Direktur N.V. Perusahaan Perkebunan "Sukamade Baru". 1972. Curah hujan tahun 1970 - 1971. Surat menyurat (tidak diterbitkari). HENDRICKSON,J.R. 1958. The green turtle, Chelonia mydas (Linn) in Malaya and

Serawak. Proc. Zool. Soc. London, 130: 455-534.

HIRTH, H.F. 1971. Synopsis of biological data on the green turtle, Chelonia mydas (Linnaeus) 1758. FAO Fisheries Synopsis No. 85. Rome, Food and Agri-culture Organization of the United Nations.

(8)

ISMU SUTANTO dan KUNTJORO 1969. Penyu: Produktivitas dan pembinaannya di In-donesia. Bogor, Rimba InIn-donesia. Tahun XIV No. 1-2-3-4: 18 - 49. MEER MOHR,J.C. VAN DER 1927. Anteekeningen betreffende de biologie van Chelonia

mydas. Trop. Natuur, 16: 44-53.

PENYAPOL,A. 1957. A preliminary study on sea turtle in the Gulf of Thailand. Bangkok, Hydrographic Depart. Royal Thai Navy II: 12 pp.

SOETARSONO. Kepala Seksi Perlindungan dan Pengawetan Alam Jawa Timur II. 1972. Penyu laut di Sukamade. Surat menyurat (tidak diterbitkan).

SOETRISNO,I. Sekretaris Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi 1971. Peternak-an penyu di pPeternak-antai Sukamade. Surat menyurat (tidak diterbitkPeternak-an). SOMADIKARTA, S. 1962. Penyu laut di Indonesia. Buku Laporan Kongres Ilmu

Pe-ngetahuan Nasional Kedua di Jogjakarta, 22 - 29 Oktober 1962. Djakarta, MIPI.

SOMADIKARTA,S. 1965. Sea turtles in Indonesia. In "Conservation in' Tropical

South-east Asia’’, Ed Lee M. Talbot and Martha H. Talbot.

IUCN Publication New Series No. 10. IUCN Morges, Switzerland: 324.

20

Gambar

Tabel 3.   Jumlah sarang yang ditetaskan.

Referensi

Dokumen terkait

Pimpinan Aisyiyah sebagai lembaga mitra penelitian yang memiliki sekolah sebagai sasaran difusi inovasi model pendidikan karakter melalui lagu dan dolanan anak tradisional

Hasil dari pemodelan dengan dan tanpa menggunakan algoritma PSO menghasilkan pola grafik yang tidak jauh berbeda antara hasil simulasi dengan data eksperimen

Berdasarkan empat perspektif balanced scorecard yaitu, perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan,

Hasil belajar siswa digunakan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran kuis interaktif lebih baik dari hasil belajar

Dari berbagai pandangan dan pendapat yang dikemukakan para pakar tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa hakekat dakwah transformatif adalah dakwah yang mengacu kepada: (1)

Hasil analisa menunjukkan secara statistik perempuan tidak pernah menggunakan kontrasepsi merupakan kelompok dengan risiko hipertensi terendah, tidak berbeda dengan lelaki, Namun

Hasil penelitian menunjukkan inokulasi Rhizobium mampu memacu pertambahan tinggi, pertambahan diameter, pembentukan bintil efektif, dan meningkatkan berat kering semai

menyelesaikan skripsi dengan judul “ PEMANFAATAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHITUNG VOLUME BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2