11.LAN, WAN, MAN, FR, ISDN, ATM

85 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAN,MAN,WAN, FR, ISDN, ATM

(2)

2

Jaringan Komputer

( Computer Network )

Local Area Network (LAN)Metropolitan Area Network

(MAN)

(3)

PENDAHULUAN

Jaringan komunikasi data yang

menghubungkan user-user yang ada di

jaringan yang berada di suatu area

geografik yang besar.

Layanan Wide area network normalnya

beroperasi pada layer Physical dan Data

link pada

model OSI

.

Selalu menggunakan fasilitas transmisi

yang disediakan oleh perusahaan

(4)
(5)

Mengapa LAN?

5

Resourc e

Sharing

Sumber Daya Bersama

Large Data Transfers

Kirim data (besar)

Network

(6)

6

Data dan Jaringan multi Service lower Layers

MESH STAR

RING BUS

(7)

Local Area Network (LAN)

7

Local Area Network (LAN) adalah sistem komunikasi yang

menghubungkan banyak komputer/workstation

Secara teknis LAN merupakan medium yang dapat digunakan

bersama oleh oleh workstation yang tersambung untuk berkomunikasi satu sama lain

Jaringan LAN meliputi area yang kecil, misalnya pada satu

bangunan atau satu departemen/bagian dari kantor, kampus dll

Kecepatannya berkisar antara 4 Mbps sampai >100 MbpsDimiliki dan dikelola sendiri

Dalam bisnis dewasa ini merupakan suatu keharusan /

(8)

Komponen Hardware LAN

8

Media Transmisi

– Kabel tembaga (Copper wire),

kabel koaksial (coax cable), fiber-optic

Servers

- komputer penyedia layanan (file,

database, printer, terminal, modem dan atau fax)

Workstation

– Personal computer

Network Interface Card (NIC)

adalah ‘adaptor’

(9)

9

Istilah

Definisi

HUB Pusat perkabelan yang canggih, dimana semua peralatan seperti printer, scanner, PC, dan lain-lain dihubungkan dalam satu jaringan LAN dengan Twisted pair kabel.

BRIDGE Menghubungkan banyak LAN bersama dan agak terbatas.

ROUTER Menghubungkan banyak LAN namun lebih kompleks dan dapat menangani sejumlah protokol, dapat

mencari jalur yang terbaik

(10)

10

Metropolitan Area Network

(MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan

versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya

menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya

berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

 Kecepatan bisa 100 MBps dan 150 MBps.

MAN adopted technologies from both LAN and WAN to serve

its purpose.

Kriteria utama: hubungan antar LAN menggunakan jaringan

telepon lokal

Hubungan antar lokal area network di suatu kota atau melalui

suatu kampus.

MAN Bisa disebut juga sebagai extention dari LANsBersifat individual user

Terdapat dua standard Yaitu FDDI II ( Fibre Distribution Data

(11)

11

(12)

12

Wide Area Network

(WAN)

WAN adalah jaringan yang menghubungkan LAN-LAN

yang berada dalam kota yang berbeda

Perbedaan dengan MAN hanya dalam penggunaan

jaringan untuk menghubungkan LAN, yaitu dengan

jaringan telepon jarak jauh

Protokol yang digunakan:

X.25, Frame Relay

,

Asynchronous Transfer Mode (ATM), ISDN (Integrated

Services Digital Network), Dedicated T 1/Fractional T 1,

ADSL (Asymmetrical Digital Subscriber Line), XDSL

WAN dikenal sebagai hubungan antar Komputer /

Terminal yang bersifat intercity, intercountry dan

intercontinental.

Atas dasar infrastruktur komunikasi dapat dibagi

(13)

13

(14)
(15)

Overview WAN

Overview WAN

Penyedia Jasa

WAN menghubungkan antar tempat

LAN dihubungkan dengan LAN lain membentuk WAN

Kebutuhan koneksi bervariasi tergantung kebutuhan

user dan biaya

(16)

Standar WAN

International Telecommunication

Union-Telecommunication Standardization Sector

(ITU-T)

Consultative Committee for International

Telegraph and Telephone (CCITT)

International Organization for

Standardization (ISO)

International Engineering Task Force (IETF)

(17)

LAYANAN WAN

Leased line media komunikasi yang secara kontinyu

digunakan untuk menghubungkan titik titik yang ingin

(18)

Leased Line

Memiliki dua tipe transmisi :

 Tingkat datagram transmissions (setiap frames

memiliki alamat individu),

data-stream transmissions (aliran data dengan

satu alamat)

reliabilitas tinggi baik dalam menghantarkan data

maupun dalam ketersediaannya (jarang bermasalah).

Bandwidth yang cukup bervariasi dari 64 Kbps hingga

2 Mbps.

Koneksi yang digunakan adalah koneksi menggunakan

media kabel tembaga dengan sistem komunikasi

(19)

LAYANAN WAN

(20)

Circuit-Switched

Jaringan yang memiliki kemampuan untuk

memberikan Anda koneksi secara kontinyu,

namun hanya untuk sementara waktu saja

atau selama Anda ingin melakukan komunikasi

saja.

Transmisi diawali dengan pembentukan

hubungan fisik. Sekali hubungan berlangsung,

tidak akan terjadi kemacetan karena saluran

telah dimonopoli.

Memiliki dua tipe transmisi, datagram dan

data-stream transmissions.

Koneksi jaringan data jenis ini adalah koneksi

(21)

LAYANAN WAN

Packet-Switched

Jaringan ini sama sekali tidak membangun koneksi

berkontinyu yang khusus untuk dilewatkan data

Anda. Namun, jaringan ini dapat menghantarkan

setiap paket Anda langsung ke tujuannya bagaikan

melalui sebuah jaringan berkontinyu.

Penyedia jasa jaringan ini mengkonfigurasi

perangkat switching-nya untuk dapat membuat

Virtual Circuit (VC) yang akan menghantarkan

konektivitas end to-end ke pelanggan

(22)
(23)

Packet-Switched

Transmisi tidak diawali dengan

pembentukan hubungan fisik, namun

ukuran blok tertentu sebagai paket yang

mampu ditampung oleh memori switch

office sehingga metode ini mendukung

mode interaktif.

Paket-paket dikirimkan secara

point-to-point

melintasi jaringan dengan menggunakan

point melintasi jaringan dengan

menggunakan Statistical Multiplexing.

Contoh dalam teknologi

WAN :Asynchronous Transfer Mode (ATM /

Cell Relay), Frame Relay, Switched

(24)

Protokol-Protokol Pengatur Media WAN

Point-to-Point protocol (PPP)

Merupakan protokol standar yang paling banyak

digunakan untuk membangun koneksi antara router ke

router atau antara sebuah host ke dalam jaringan

dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous.

Serial Line Internet Protocol (SLIP)

Merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan

dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang

menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.

High-level Data Link Control (HDLC)

Merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi

penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN

digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja.

Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin

(25)

Protokol-Protokol Pengatur Media WAN

X.25/LAPB

Merupakan standar buatan ITU-T ,yaitu cara koneksi

antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment)

dengan DCE (Data Communication Equipment) yang

memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat

saling berkomunikasi. Kelebihannya adalah

kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat

tinggi. X.25 merupakan system lama yang hanya

sampai 56Kbps

Frame Relay

Merupakan protokol yang digunakan untuk membuat

koneksi Packet-Switched dengan performa yang tinggi

dan dapat digunakan di atas berbagai macam interface

jaringan. Untuk mendukung performanya ini,

membutuhkan media yang berkecepatan tinggi,

(26)

Protokol-Protokol Pengatur Media WAN

Asynchronous Transfer Mode (ATM)

Protokol standar internasional untuk

jaringan cell relay, di mana berbagai

macam servis seperti suara, video, dan

data digandeng bersamaan dengan

menggunakan cell-cell yang berukuran

tetap. Protokol ini digunakan untuk

memaksimalkan penggunaan media WAN

berkecepatan sangat tinggi seperti

(27)

Peralatan yang digunakan dalam WAN

Router, termasuk internetworking dan

port-port interface WAN

Modem, termasuk interface voice-grade,

channel service units/digital service units

(CSU/DSU) yang melayani interface T1/E1,

dan Terminal Adapter/Network Termination1

(TA/NT 1) sebagai interface Integrated

Services Digital Network (ISDN)

Server-server dial in dan user-user yang

(28)

Konfigurasi internetwork

Alamat end-to-end harus konsisten

Alamat yang dipakai dalam topologi

jaringan

Pemilihan jalur terbaik

Routing dimanis atau statis

(29)
(30)

Leased Line

Synchronous serial

Perush. Telepon

Circuit-switched

Asynchronous serial, ISDN Layer 1

Tipe koneksi WAN : Layer 1

Tipe koneksi WAN : Layer 1

ROUTER

1. Menghubungkan langsung

(Point to Point)

(31)

Protokol Enkapsulasi WAN:

Layer 2

Protokol Enkapsulasi WAN:

Layer 2

Leased Line

HDLC, PPP, SLIP

ROUTER ROUTER

Packet-switched

X.25, Frame Relay, ATM

Penyedia Jasa

ROUTER ROUTER

Circuit-switched

PPP, SLIP, HDLC

Perush. Telepon

(32)

Enkapsulasi PPP TCP/IP

Novell IPX

AppleTalk

PPP dapat membawa paket dari beberapa protokol

menggunakan Network Control Programs

PPP menggunakan LCP utk setup link

Link setup dan control menggunakan LCP di PPP

PPP (Point to Point

Protocol)

(33)

PPP Autentikasi

Dua protokol PPP autentikasi:

PAP dan CHAP

Penyambungan PPP Session

1 Fase Penyambungan Link

2 Fase Optional Autentikasi

3 Fase Protokol Network-Layer

Dialup atau Circuit-Switched

Network

(34)

Tutun Juhana – ET3041 STEI - ITB

http://telecom.ee.itb.ac.id/~tutun/ET3041

34/ 13

Integrated Services Digital Network

ISDN adalah protokol yang digunakan

untuk mendukung penyediaan interface

digital bagi pelanggan melalui jaringan

lokal kabel yang sudah tersedia

Merupakan

user-network interface

Penggelaran jaringan lokal digital

memungkinkan:

Peningkatan kemampuan signalling antara

terminal pelangan dan sentral yang sudah

dilengkapi ISDN

Mendukung terminal

non-voice ISDN

Mendukung sejumlah panggilan pada satu

(35)

ISDN

Servis voice, data, video dan lainnya

Telecommuter Jaringan

Provider Digital

PBX

Kantor kecil

SOHO

Kantor pusat

(36)

Tutun Juhana – ET3041 STEI - ITB

http://telecom.ee.itb.ac.id/~tutun/ET3041

36/ 13

Tipe Akses ISDN

Ada dua tipe akses ISDN:

Basic Rate Access (BRA): 2 x 64kbps (Circuit

Switched Traffic) B-Channels + 16kbps

(Signalling) D-Channel

Digunakan bagi pelanggan rumahan atau

bisnis

Primary Rate Access (PRA): 30 x 64kbps

B-Channels + 64 kbps D-Channel

Digunakan untuk melayani pelanggan yang

(37)

Kanal Umumnya digunakan utk:

B Data Circuit-switched (HDLC, PPP)

Kapasitas

Informasi Signaling (LAPD)

D 16/64 kbps

(38)

Tutun Juhana – ET3041 STEI - ITB

http://telecom.ee.itb.ac.id/~tutun/ET3041

38/ 13

B channels

menyediakan koneksi dua

arah standard berkecepatan 64kbps

D Channel

digunakan untuk

(39)

LATAR BELAKANG ISDN

1. Adanya pertumbuhan permintaan

komunikasi suara, data dan gambar.

2. Perlunya kesederhanaan, fleksibilitas

dan biaya yang murah.

3. Adanya perkembangan perangkat

terminal CPE, memungkinkan

(40)

EVOLUSI JARINGAN MENUJU

ISDN

ISDN (Integrated Services Digital Network)

Ide dasar :

penggabungan semua service (voice, data, video) ke dalam satu jaringan (saat itu

jaringan voice & data terpisah)

(41)

Definisi ISDN

ISDN merupakan pengembangan dari

jaringan telepon IDN ( Integrated Digital

Network ) yg menyediakan hubungan

(42)

Keuntungan ISDN

High Speed & Quality

> 10 kali lebih cepat dari PSTN ( > 9,6

Kbps )

Efficiency

Satu saluran untuk berbagai jenis layanan

(voice, data dan video)

Flexibility

Single interface untuk terminal bervariasi

Cost Effective

(43)

Perangkat CPE ISDN

(44)

BRA dan PRA System

Basic Rate Access (BRA)

Secara prinsip sistem ini sama dengan

Hunting System yang digunakan untuk

pelanggan ISDN

Primary Rate Access (PRA)

Penghubung antar PABX, yang tersambung

ke PSTN

Cukup satu PABX

Hubungan antar PABX ini menggunakan Tie

(45)
(46)
(47)

X.25

First packet switching interface in the

telephony world

Issued in 1976 and revised in 1980, 1984,

1988, and 1992.

Data Terminal Equipment (DTE) to Data

Communication Equipment (DCE) interface

User to network interface (UNI)

Slow speeds, used in point-of-sale apps (eg:

(48)

DEFINISI

X.25 adalah protocol yang mendefinisikan

bagaimana computer (device) pada jaringan

public yang berbeda platform bisa saling

berkomunikasi. Protocol yang sudah

distandarisasi oleh International

Telecommunication Union-Telecommunication

Standardization Sector (ITU-T).

Gambar 1 mengilustrasikan sebuah network

(49)

Gambar 1. Paket Switching dari Jaringan X.25

(50)

Device pada X.25 ini terbagi menjadi 3

kategori:

Data Terminal Equipment (DTE),

Data Circuit-terminating Equipment (DCE) serta

(51)

Device yang digolongkan DTE adalah

end-system seperti terminal, PC, host jaringan

(user device).

Sedang device DCE adalah device

komunikasi seperti modem dan switch.

Device inilah yang menyediakan interface

bagi komunikasi antara DTE dan PSE.

Adapun PSE ialah switch yang yang

menyusun sebagian besar carrier network.

Hubungan antar ketiga kategori ini

(52)

Gambar 2. Hubungan DTE-DCE dan PSE

(53)

Gambar 3. Perbandingan Protokol X.25 Pada Tiga

Layer Terbawah OSI

(54)

Protokol Pada X.25

Penggunaan protokol pada model standar X.25 ini

meliputi tiga layer terbawah dari model referensi

OSI. Terdapat tiga protokol yang biasa digunakan

pada implementasi X.25 yaitu:

Packet-Layer Protocol (PLP),

Link Access Procedure Balanced (LAPB)

Serta beberapa standar elektronik dari interface

layer fisik seperti EIA/TIA-232, EIA/TIA-449,

EIA-530, dan G.703.

(55)

Lapisan-lapisan X.25

Layer 1:

 Physical Layer bekerja dengan elektris atau sinyal. Didalamnya

termasuk beberapa standar elektronik seperti is V.35 , RS232 and X.21.

Layer 2:

 Data Link Layer, pada X.25 diimplementasikan ISO HDLC standar

yang disebut Link Access Procedure Balanced (LAPB) dan

menyediakan link yang bebas error antara dua node yang secara fisik terkoneksi. Error ini akan dicek dan dikoreksi pada tiap hop pada network.

 Merupakan protokol yang reliable, karena didalamnya terdapat

kemampuan error detection dan error correction, serta menjamin bahwa data yang diterima akan sama urutannya dengan yang dikirimkan.

 Fasilitas inilah yang membuat X.25 handal, dan cocok untuk link

yang noisy, cenderung punya banyak error.

 Protocol modern seperti Frame Relay atau ATM tidak punya error

correction dan hanya memiliki basic flow control. Mereka

(56)

Struktur frame HDLC adalah seperti ditunjukan dalam

gambar berikut:

Gambar 2. Struktur frame HDLC

Paket X.25 akan dibungkus dalam frame HDLC,

(57)

Layer 3:

Network Layer yang mengatur komunikasi

end-to-end antar device DTE.

Layer ini mengurus set-up dan memutus

(58)

Struktur paket X.25 adalah seperti ditunjukan pada gambar berikut:

Gambar 3. Format packet X.25

Sebelum dua titik saling berkomunikasi dengan menggunakan protokol X.25

maka kedua titik ini harus terlehih dahulu membangun hubungan. Terdapat dua jenis mode dalam X.25 untuk membangun hubungan yaitu:

· SVC (Switched Virtual Channel), Dalam mode ini node yang berinisiatif

untuk membangun koneksi harus mengirimkan sinyal call request ke node

tujuan. Bila diterima maka node tujuan akan mengirimkan sinyal call

accepted dan sebaliknya bila ditolak maka node tujuan akan mengirimkan sinyal call rejected. Analogi dari mode koneksi ini adalah komunikasi melalui telepon, bila seseorang ingin menghubungi orang lain maka orang tersebut terlebih dahulu harus men-dial nomor tertentu. Diterima tidaknya panggilan ini tergantung dari titik tujuan. Virtual channel yang digunakan dalam mode SVC adalah per call basis.

.PVC (Permanent Virtual Channel), Dalam mode ini virtual channel yang

digunakan bersifat dedicated dan tidak perlu adanya ritual call setup.

Analogi dari mode ini ini adalah saluran leased line dimana secara end-t-end

(59)

Gambar 5. Langkah Konektivitas DTE-DCE

(60)

Resume Karakteristik X.25

Ukuran paket maksimum dari X.25 berkisar antara

64 bytes sampai 4096 bytes, dengan ukuran

default pada hampir semua network adalah 128

bytes.

X.25 optimal untuk line kecepatan rendah, 100kbps

kebawah.

Karena fasilitas X.25 seperti ukuran paket yang

kecil, pengecekan error tersembunyi dan lainnya

tidak akan signifikan seperti halnya pada

kecepatan rendah.

X.25 telah menjadi dasar bagi pengembangan

protokol paket switch lain seperti TCP/IP dan ATM.

Sama seperti X.25, kedua protokol ini juga

mempunyai kemampuan untuk meng-handle dari

satu source ke banyak koneksi serta kemampuan

menyamakan kecepatan pada DTE yang memiliki

line speed yang berbeda.

X.25 telah diciptakan sejak pertengahan tahun 70

dan sudah banyak diperbaiki sehingga stabil.

(61)

 Kekurangan X.25 adalah delay tetap yang disebabkan oleh

mekanisme store dan forward, sehingga menyebabkan

pengaturan rate transmisi data. Frame Relay dan ATM tidak punya kontrol flow dan kontrol error sehingga waktu hubungan end-to-end bisa menjadi minimal.

 Penggunaan X.25 kini semakin berkurang, digantikan oleh sistem

yang berbasis TCP/IP, walau X.25 masih banyak digunakan pada autorisasi Point-of-Sale credit card dan debit.

 Tetapi, ada mulai ada peningkatan pembangunan infrastruktur

(62)
(63)

What is Frame Relay (FR)?

 Frame Relay merupakan suatu layanan data paket yang

memungkinkan beberapa pengguna menggunakan satu jalur transmisi pada waktu yang bersamaan

 Suatu teknologi komunikasi kecepatan tinggi

 Dilengkapi dengan deteksi kesalahan, ada pula konfirmasi

dari si penerima dalam bentuk kode yang dikirim kembali ke pengirim, apakah paket dapat diterima secara utuh.

 Menghubungkan jaringan lain seperti LAN, Internet, dan

bahkan aplikasi suara

 Data dikirim dalam bentuk frame atau paket

 Setiap frame memiliki alamat untuk dapat sampai ke tujuan  Frame dikirim melalui beberapa FR switch di dalam jaringan

(64)

X.25 vs Frame Relay

1. X.25 is a packet switching protocol, provide with error

correction by a switching requesting the retransmission of error packet until it’s received correctly. So this ensuring that data received without error. X.25 : A standard

protocol for packet switched networks

2 Frame relay similar with X25 but not provided by error correction if the frame contains error the whole frame is discarded. Frame relay also described as an ISDN frame mode service based upon fast packet switching. In

simplistic term, frame relay can be thought of as

“relaying” variable length units of data, called frame, through the network. Frame relay ini merupakan bearer service bagi N-ISDN dan merupakan connetion oriented point to point service. Metode akses jaringan ini,

(65)

Keuntungan Frame Relay

Higher performance, due to simple error

correction than X.25 (hanya diujung user)

Mempunyai sfotware yang simpel, resiko dan

biaya rendah.

Dapat mendukung berbagai aplikasiseperti : blok

interactive data applications (graphic, videotext,

CAD/CAM) file transfer, multiplexed low bit rate

dan character interactive traffic (text editing)

Didukung banyak vendor.

Kerugian :

Bila terjadi error, makan waktu untuk perbaikan.

Delay lama bagi switching.

Lebih sulit memanage networknya, kalau network

(66)

DLCI (Data Link Connection Identifier) merupakan nomor rangkaian virtual Frame Relay yang berkaitan dengan arah tujuan frame tersebut.

Dalam hal hubungan antar kerja LAN-WAN, DLCI ini akan menunjukkan port-port yang merupakan LAN pada sisi tujuan yang akan dicapai, memungkinkan data mencapai simpul (node) Frame Relay yang akan dikirimi melalui

jaringan dengan menempuh proses tiga langkah yang sederhana

 Memeriksa integritas dari frame-nya dengan menggunakan FCS (Frame Check Sequence). Jika melalui pemeriksaan ini diketahui adanya suatu kesalahan, frame tersebut akan dibuang.

 Mencari DLCI dalam suatu tabel. Jika DLCI tersebut tidak didefinisikan untuk link (hubungan) yang dimaksud, frame akan dibuang.

 Mengirim ulang (disebut mrelay) frame tersebut menuju tujuannya dengan

mengirimnya ke luar, ke port atau trunk (jalur) yang telah dispesifikasikan dalam daftar tabelnya.

Dengan demikian, simpul Frame Relay tidak melakukan banyak langkah pemrosesan sebagaimana halnya dalam protokol-protokol yang mempunyai keistimewaan penuh seperti X.25.

(67)

FR: Suatu Kombinasi Teknologi

TDM

Circuit Switching

X.25 Packet

Switching Frame Relay Time-Slot

Multiplexing yes no no Statistical

(Virtual circuit)

multiplexing

no yes Yes

Port Sharing no yes Yes

High Speed yes no yes

Delay Very low high low

• FR mengkombinasikan:

– X.25: statistical mux & fitur port sharing – TDM: high speed & low delay

• FR hanya memproses hingga layer 2 di dalam core network

(68)

Komponen jaringan FR

End points (PC, server, host computer)

(69)

Virtual circuit dalam FR

FR menggunakan konsep virtual circuit (VC), dua arah,

dan berperilaku seperti private line di antara 2 port

 Terdiri atas PVC (permanent VC) dan SVC (Switched VC)  PVC

 Seperti sirkit sewa (leased line) antara 2 end points  Set-up dilakukan oleh operator jaringan

Umumnya akan melalui path yang sama dalam setiap

pengiriman data

SVC

Tersedia berdasarkan call-by-call basis  Menggunakan protokol signaling Q.933  User menentukan alamat tujuan

(70)

A Simple Frame Relay Network Connects

Various Devices to Different Services

(71)

Penggunaan frame relay (1/4)

1. Interkoneksi LAN

2. Host-to-host

connection

3. Voice over FR

4. FR – ATM

(72)

ATM

(73)

Komdat & Jarkom

(74)

What is ATM?

ATM : suatu teknologi packet switching berkecepatan tinggi.

Menggunakan paket yg pendek berukuran tetap (53 byte) yg

disebut ATM cell

Mendukung berbagai jenis trafik

Data, suara, gambar, video, teksMode real-time dan non real-time

 Transmisi secara connection oriented

Memiliki kemampuan QoS (Quality of Service)Bandwidth on demand

High speed network: 25 MBps – 2,5 GBpsSwitching via hardware

 Memiliki skalabilitas implementasi

(75)
(76)

Komparasi ATM, PSTN, dan LAN

Rate & Media

Data Data, Voice, Video

Fixed

(77)

Fitur ATM Cell

Cell Features Benefit

Small Low latency to support real-time services like audio and video

Fixed Length Fast hardware switching

Standardized Usable in all networks (LAN and WAN)

Transmission Cable

48 Bytes Bytes5

(78)

Jaringan ATM

Dalam ATM didefinisikan 2 jenis devices:

End points

Switching nodes

Jenis interface di dalam ATM

User Network Interfaces (UNI)Network Node Interfaces (NNI)

(79)

Mekanisme pengiriman data

Data (jenis apa pun) dipotong-potong menjadi sejumlah ATM cell

Sebuah virtual channel connection (VCC) dibangun secara end-to-end

dengan suatu ATM address

ATM address digunakan untuk pembangunan koneksi di dalam proses

pensinyalan, tetapi tidak dipakai setelah koneksi terbentuk

Ketika koneksi telah dibangun, sebuah route akan terdapat di dalam

jaringan.

Route tersebut tetap selama koneksi berlangsung

Route tersebut dapat melalui beberapa switching nodesUNI: user network interface

NNI: network network interface

(80)

ATM connections & paths

ATM cell ditransmisikan melalui suatu virtual link yang

diidentifikasikan sebagai:

Virtual Channel Identifier (VCI)

Virtual Path Identifier (VPI) (a VP is a logical group of VC’s)

Identifier bersifat unik dan hanya berlaku secara lokal  Jika suatu cell tiba pada node berikutnya, VCI dan VPI

digunakan untuk menentukan outgoing port dan VCI/VPI yang baru pada routing table

Virtual

Channels Virtual

Paths

(81)

SVC dan PVC

SVC dan PVC merupakan dua jenis koneksi dalam

ATM

PVC : Permanent Virtual Connection

Penggunaan virtual connection untuk jangka waktu yang lama

 Di set secara manual oleh operator jaringan

Seperti sirkit sewa pada PSTN

SVC : Switched Virtual Connection

Penggunaan virtual connection dalam waktu yang singkat dan variabel

 Proses set-up ditangani oleh ATM signaling  set-up dan release diinisiasi oleh end points

(82)

Virtual Paths (VP) & Virtual Channels (VC)

 Setiap end points dapat membangun dan menggunakan beberapa VC secara simultan

VP adalah suatu logical group dari beberapa VC yang memiliki tujuan sama

 Nilai VPI/VCI ditranslasikan kepada suatu nilai VPI/ VCI yang baru pada setiap ATM switching node

ATM Switch

ATM Switch

(83)

Jenis-jenis layanan ATM

Service Legacy Video Voice Private Line

Video Playback Compressed

Voice

SMDS

AAL1 AAL2 AAL

3/4 AAL5

CBR N/A UBR/ABR UBR/ABR CBR/VBR/UBR/ABR Frame Relay Cell Relay Class A Class B Class C Class D Class X

Desktop & MPEG Video

(84)

84

(85)

85

Figur

Gambar 1. Paket Switching dari Jaringan X.25
Gambar 1 Paket Switching dari Jaringan X 25. View in document p.49
Gambar 2. Hubungan DTE-DCE dan PSE
Gambar 2 Hubungan DTE DCE dan PSE. View in document p.52
Gambar 3.  Perbandingan Protokol X.25 Pada Tiga Layer Terbawah OSISumber: www.cisco.com
Gambar 3 Perbandingan Protokol X 25 Pada Tiga Layer Terbawah OSISumber www cisco com. View in document p.53
gambar berikut:
gambar berikut:. View in document p.56
Gambar  5. Langkah Konektivitas DTE-DCESumber: http://www2.rad.com/networks/1996/x25/x25.htm
Gambar 5 Langkah Konektivitas DTE DCESumber http www2 rad com networks 1996 x25 x25 htm. View in document p.59

Referensi

Memperbarui...