• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang mengatakan a picture is worth a

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang mengatakan a picture is worth a"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Dalam bahasa Inggris ada pepatah yang mengatakan “a picture is worth a

thousand words” yang memiliki arti sebuah gambar bernilai beribu kata yang secara tidak sengaja menjelaskan betapa pentingnya peran sebuah citra atau gambar pada kehidupan sehari – hari dan khususnya pada dunia multimedia. Citra atau gambar adalah komponen multimedia yang memegang peranan penting dalam mengkomunikasikan informasi yang bersifat visual.

Karena perkembangan teknologi komputer yang begitu pesat dan peranan citra yang sangat penting dalam multimedia, maka banyak peneliti yang mengembangkan

pengolahan citra dengan komputer yang disebut Computer Graphics. Pada Computer

Graphics citra atau gambar yang dibuat oleh komputer, atau lebih umumnya lagi adalah penggambaran atau representasi dan manipulasi data citra oleh komputer dibantu dengan software dan hardware yang khusus. Seiring dengan pengembangannya, Computer Graphics telah memiliki bidang – bidang dan komponen – komponen yang khusus

seperti Image Processing, Image Editing, Image Analysis, Computer Animation,

Computer Vision, Vector Grpahics, Raster Graphics, Modeling, Color, dan masih banyak lagi. Pada makalah ini, komponen – komponen Computer Graphics yang dipakai adalah Image Processing, Raster Graphics atau citra format raster, dan Vector Graphics atau citra format vektor.

(2)

 

Pada makalah ini, objek citra vektor direpresentasikan oleh model matematika yang merupakan kumpulan dari banyak titik – titik yang terhubung dengan garis – garis dan lengkungan – lengkungan. Titik, garis, dan lengkungan pada objek vektor merupakan hasil trace atau telusuran dari objek citra raster.

Citra raster merupakan reptresentasi dari kumpulan titik – titik kecil atau disebut pixel dengan warna tertentu yang membentuk gambar dan akan terlihat jelas pada

resolusi tertentu, yang membuat citra raster lebih sering digunakan pada image

processing karena banyak sekali operasi – opearasi filter untuk memanipulasi citra raster seperti pengaturan brightness, contrast, saturation, gamma filter, color invert, dan lain – lain. Namun hal ini tidak membuat citra vektor ditinggalkan karena citra vektor yang disimpan sebagai model matematika tidak terpengaruh dengan skala tertentu, dan dapat diperbesar atau diperkecil, bahkan diubah bentuknya sekalipun tanpa menurunkan mutu tampilan.

Citra vektor banyak digunakan pada sektor percetakan dalam membuat cetakan atau silk screen yang digunakan sebagai pembatas tinta sablon yang menempel ke media agar gambar yang di hasilkan sama dengan gambar yang diinginkan. Karena ukuran media cetak yang beragam dari kecil hingga besar seperti spanduk, umbul – umbul, papan reklame, dan lain – lain, maka sangatlah cocok dengan keunggulan citra vektor dalam hal melakukan skala. Karena dengan citra vektor hanya perlu menyimpan satu jenis file saja, dan skala disesuaikan dengan ukuran media cetak yang diinginkan.

(3)

 

 

mempunyai hasil yang berbeda – beda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan sifat dari citra vektor dengan citra raster di mana citra vektor bersifat abstrak dan disimpan dalam model matematika sedangkan citra raster bersifat pixel atau merupakan kumpulan titik – titik.

Metode yang digunakan Penulis untuk merancang program aplikasi konversi citra dari format raster ke format vektor adalah metode Canny. Metode Canny adalah metode pendeteksian edge atau tepi yang dikembangkan oleh John F. Canny pada tahun 1986, yang merupakan algoritma bertahap untuk mendeteksi tepi pada citra dengan jangkauan atau cakupan yang luas. Metode atau algoritma Canny mempunyai beberapa

tahap langkah kerja yaitu yang pertama dengan mengurangi noise pada citra dengan

Gaussian Filter, lalu mencari intensitas gradient pada citra, setelah itu yang terakhir baru menelusuri edge melalui citra dan hysteresis thresholding yang dilakukan pada citra.

1.2Identifikasi Masalah

Masalah – masalah yang akan timbul dalam melakukan konversi citra dari format raster ke vektor adalah:

1. Terdapat noise pada citra raster yang dapat mempengaruhi hasil konversi ke citra vektor.

2. Hasil konversi citra vektor yang belum maksimal atau memiliki perbedaan yang signifikan dengan citra raster yang di input.

(4)

 

1.3Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan

Tujuan dari perancangan program aplikasi ini adalah:

1. Menghasilkan output berupa objek citra vektor dari input objek citra raster.

2. Menghasilkan output yang maksimal dari objek citra vektor yang sesuai dengan citra raster yang di input dengan metode Canny.

1.3.2 Manfaat

Manfaat yang bisa diambil dari penulisan skripsi dan perancangan program aplikasi konversi ini adalah:

1. Dapat menerapkan pengetahuan penulis tentang metode Canny dan

menerapkannya ke dalam perancangan program aplikasi konversi citra dari format raster ke format vektor.

2. Program konversi dapat membantu menyelesaikan pekerjaan di beberapa

sektor yang memerlukan citra dengan format vektor khususnya sektor percetakan atau screen printing.

3. Dapat memberikan referensi bagi peneliti untuk materi yang masih

relevan untuk dikembangkan dikemudian hari.

1.4Ruang Lingkup

(5)

 

 

3. Metode yang digunakan dalam melakukan konversi dari citra raster ke citra

vektor adalah metode Canny.

4. Membuat program aplikasi yang dapat melakukan konversi citra dari format

raster ke format vektor.

5. Format citra vektor yang di hasilkan adalah .svg (Scalable Vektor Graphics).

6. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah C#.

1.5Metodologi Penelitian

Metode pengembangan dari perancangan program skripsi ini menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahap – tahap sebagai berikut:

1. Studi Pustaka

Penulis mencari sumber buku, artikel, jurnal, dan literatur dari internet yang berhubungan dengan topik penelitian skripsi. Penulis kemudian mempelajari dan memahami materi yang ada dalam sumber – sumber yang pembahasannya berkaitan dengan skripsi yang akan Penulis tulis.

2. Metode Analisis

Metode analisis dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

a. Mempelajari karakteristik dari citra raster dan citra vektor.

b. Mempelajari metode Canny.

(6)

 

d. Mempelajari cara memasukkan komponen – komponen yang ada pada

citra raster kedalam variabel – variabel yang dibutuhkan pada metode Canny dalam melakukan konversi ke objek vektor.

e. Mempelajari proses melakukan konversi dari citra raster ke citra

vektor dengan menggunakan bahasa C#.

3. Metode Perancangan

Tahapan perancangan dalam penulisan skripsi ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

a. Perancangan algoritma serta langkah – langkah untuk setiap tahapan

dalam melakukan konversi citra raster ke citra vektor menggunakan metode Canny.

b. Perancangan program aplikasi konversi citra raster ke citra vektor

dengan menggunakan bahasa pemrograman C#. 4. Evaluasi

Dalam tahap evaluasi, beberapa jenis citra – citra yang berbeda yang sudah dilakukan pengujian pada program aplikasi ini, akan ditinjau hasil output objek vektornya berdasarkan citra raster input-nya.

1.6Makalah yang Relevan

Dalam pembuatan skripsi ini terdapat beberapa makalah yang relevan dengan masalah yang dibahas pada skripsi ini, yaitu:

(7)

 

 

2. Kahkoska, James., Raster to Vector Conversion System and Method

Therefor, Hewlett-Packard Company, 1993.

3. Setia Wirawan, Suryo Guritno, Agus Harjoko., Konversi Citra Medis Hasil

Rontgen Format Raster ke dalam Format SVG dengan Menggunakan Aplikasi SVG Factory.

4. Mar’i Muhammad, Harianto., Perancangan Painting Air Brush

Menggunakan Metode Canny Edge Detection, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Informatika Surabaya, 2008.

5. Bangun, Melly Br., Analisis Kinerja Metode Canny Dalam Mendeteksi Tepi Karies Gigi, Universitas Sumatera Utara, 2011.

1.7Sistematika Penulisan BAB 1. PENDAHULUAN

Pada bab ini dijelaskan mengenai latar belakang penulisan, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metedologi penelitian dan juga sistematika yang dipakai dalam penulisan skripsi.

BAB 2. LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan dijelaskan teori dasar dan metode yang dilakukan untuk mendukung analisis dan perancangan yang dilakukan.

BAB 3. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini dilakukan analisis sistem yang meliputi gambaran umum permasalahan yang dihadapi, usulan pemecahannya serta kebutuhan dan rancangan sistem yang diusulkan.

(8)

 

BAB 4. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

Bab ini menjelaskan tentang spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan dalam perancangan sistem, contoh implementasi dari sistem, evaluasi hasil sistem serta evaluasi sistem secara keseluruhan.

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan kesuluran analisis dan perancangan sistem yang telah dilakukan, selain itu bab ini juga berisi tentang saran untuk pengembangan selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Keuntungan dari roda gigi ini adalah dengan memberikan input minimal dapat dihasilkan output dengan kekuatan maksimal.Roda gigi ini biasanya digunakan

Ho : olahraga permainan tradisional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pengelolaan emosi siswa. Ha : olahraga permainan tradisional berpengaruh

Pilihan Anda adalah apakah menggunakan aset yang anda miliki (defender) untuk jangka waktu N tahun lagi atau membeli barang baru (challenger) yang akan digunakan selama N

Dengan terselesaikannya Skripsi saya yang berjudul “SEKSUALITAS DAN SLAPSTICK DALAM ACARA KOMEDI SEBAGAI KOMODIFIKASI DI TELEVISI (Studi Analisis Wacana Pada Acara

Soekarno “jas merah” (Jangan sekali- kali melupakan sejarah). Bangsa Indonesia terbentuk bukannya tiba-tiba, Indonesia terbentuk dengan proses yang panjang, dimana bangsa kita

Hasil dari pengolahan Statistik (Lampiran B) menunjukkan bahwa perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman kacang hijau dipengaruhi signifikan dengan adanya penambahan Cu

Pengolahan data untuk penyelidikan geomagnet yaitu dengan melakukan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF terhadap data hasil pengamatan intensitas medan magnet di lapangan

Sumber data adalah asal data penelitian itu diperoleh sebagai tumpuan dalam penelitian (Sudaryanto, 1993:5). Sumber data dalam penelitian ini adalah penggunaan