Angga Eka Perwira Putra, Martha Leni Siregar, Alan Marino Teknik Sipil, Teknik, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok,16424, Indonesia

17 

Teks penuh

(1)

Kajian Fasilitas Penyeberangan Sekolah Dengan

Menerapkan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Studi Kasus Jalan Raya Bogor Km 31-31,5 (SDN 1, SDN 3 Cisalak dan Sekolah Permata Bunda Cimanggis)

Angga Eka Perwira Putra, Martha Leni Siregar, Alan Marino

Teknik Sipil, Teknik, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok ,16424, Indonesia

E-mail: angga.epp.civil@gmail.com

ABSTRAK

Lingkungan sekolah mempunyai potensi terjadi kecelakaan karena jika pejalan kaki, penyeberang berperilaku tidak memenuhi standar baku dalam menyeberang atau bersikap tidak mematuhi aturan. Para pejalan kaki dan penyeberang harus memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kendaraan bermotor. Oleh karena itu penyediaan fasilitas penyeberangan menjadi tuntutan keamanan dan keselamatan para pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan dijalan raya Bogor dimana lokasi tersebut volume kendaraannya sangat padat. tepatnya di-km 31-31,5 terdapat sekolah Permata Bunda, SDN 1 Cisalak, SDN 3 Cisalak, pasar Cisalak Cimanggis kota Depok. Hasil study diperoleh rancangan Zona Selamat Sekolah dengan ZoSS untuk dua sekolah yang berdekatan dan bersebelahan. Disain ini diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan, pengguna jalan menjadi lebih tertib khususnya anak sekolah dengan kendaraan bermotor dilingkungan sekolah-sekolah tersebut.

Kata kunci :

Fasilitas Penyeberangan, Pejalan Kaki, Raya Bogor, Zona Selamat Sekolah, ZoSS.

ABSTRACT

The school environment has the potential of an accident because if the pedestrian behavior does not meet the standard in cross or be not obey the rules. Pedestrians should have the same rights and obligations with motor vehicles. Therefore the provision of pedestrian facilities into the demands of the security and safety of pedestrians. The research was carried out on the highway Bogor where the location is very heavy vehicle volume. precisely at 31 to 31.5-km there are the Permata Bunda School, Public Elementary School 1 Cisalak, Public Elementary School 3 Cisalak, Cimanggis Cisalak market town of Depok. Draft study results obtained Zone Of Safety School to two schools adjacent and contiguous. This design is expected to reduce the potential for pedestrian accidents, especially school children with motor vehicles to be more disciplined at environment of the schools.

keywords:

(2)

1. Pendahuluan

Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pejalan kaki ataupun menyeberang jalan. Untuk melindungi pejalan kaki dalam ber lalu lintas, pejalan kaki wajib berjalan pada bagian jalan dan menyeberang pada tempat penyeberangan yang telah disediakan bagi pejalan kaki.

Kewajiban pejalan kaki :

- berjalan pada bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, atau pada bagian jalan yang paling kiri apabila tidak terdapat bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki; - menggunakan bagian jalan yang paling kiri apabila membawa kereta dorong;

- menyeberang di tempat yang telah ditentukan;

Pejalan kaki dapat menyeberang ditempat yang dipilihnya dengan memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Rombongan pejalan kaki di bawah pimpinan seseorang harus mempergunakan lajur paling kiri menurut arah lalu lintas. Pejalan kaki yang merupakan penyandang cacat tuna netra wajib mempergunakan tanda-tanda khusus yang mudah dikenali oleh pemakai jalan lain.

Zona Selamat Sekolah (ZoSS) merupakan program inovatif dalam bentuk zona kecepatan berbasis waktu yang dapat digunakan untuk mengatur kecepatan kendaraan di area sekolah. Penggunaan rekayasa lalu lintas seperti rambu lalu lintas dan marka jalan serta pembatasan kecepatan bertujuan meningkatkan perhatian pengemudi terhadap penurunan batas kecepatan di zona selamat sekolah serta memberikan rasa aman kepada para murid yang akan menyeberang di jalan.

Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah lokasi diruas jalan tertentu yang merupakan zona kecepatan berbasis waktu untuk mengatur kecepatan kendaraan dilingkungan tingkat sekolah dasar.Penerapan ZoSS dilakukan pada intinya adalah untuk melindungi pejalan kaki anak sekolah dari bahaya kecelakaan lalu lintas dimana kendaraan yang berada dalam zona sekolah harus dengan kecepatan rendah untuk memberikan waktu reaksi yang lebih lama dalam mengantisipasi gerakan anak sekolah yang bersifat spontan dan tak terduga sehngga dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

2. Permasalahan

Pejalan kaki dan penyeberang jalan merupakan salah satu pelaku utama dan bentuk lalu-lintas dalam sistem transportasi di ruang urban. Kelompok usia pejalan kaki yang secara fisik paling lemah terhadap sibuk dan ramainya ruang urban adalah kelompok usia kanak-kanak dan kelompok usia lanjut. Penelitian keduanya dapat digunakan sebagai parameter keamanan

(3)

dan kenyamanan bagi pejalan kaki kelompok usia remaja, pemuda dan dewasa. Kondisi yang mempengaruhi kegiatan berjalan kaki atau menyeberang ialah cuaca, ruang berpindah, ruang berhenti, lingkungan, sarana dan prasarna, perilaku, peraturan, logika berpikir dan perasaan pelaku ruang. Kondisi tersebut diatasi oleh pejalan kaki dengan taktik-taktik tertentu sesuai kondisi yang terjadi saat perjalanan kaki dilakukan.

Lokasi tinjauan pada penelitian tersebut adalah jalan Raya Bogor yang arus lalu-lintas nya padat, sehingga membatasi ruang gerak para pejalan kaki atau penyeberang jalan khususnya anak-anak sekolah dan kenyamanan dikarenakan tata rambu yang kurang efektif serta pengguna kawasan yang tidak tertib seperti para pedagang ataupun kendaraan bermotor yang menyalahi aturan. Kajian tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pengguna jalan tersebut khususnya anak-anak sekolahan, dengan menerapkan zona selamat sekolah.

3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengkaji penyediaan fasilitas zona selamat sekolah studi kasus jl. Raya Bogor km31-31,5.

1.Kajian penyeberangan dan penerapan zona selamat sekolah dengan kondisi 2 sekolah yang berdekatan dan satu sekolah lagi berjarak sekitar 200 m.

2.Mengkaji aspek rambu-rambu di area sekitar agar meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Kajian yang dilakukan dapat menghasilkan informasi tentang keadaan fasillitas penyeberangan sekolah para pejalan kaki yang telah di pertimbangkan dengan keadaan yang sebenarnya sehingga mendidik warga sekitar, guru dan anak-anak sedini mungkin untuk taat hukum beretika berempati dalam berlalu-lintas di jalan serta peduli terhadap lingkungan.

4. Tinjauan Teoritis

Di dalam menganalisis data dan karena penulis menggunakan acuan SK.Dirjen 3236 tahun 2006 yang menggunakan pendekatan dengan statistik dasar di dalam analisis data serta perhitungan volume kapasitas jalan raya dengan Acuan MKJI. istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan, misalnya data mengenai penduduk, data mengenai penghasilan dan sebagainya, yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi.

Secara kebahasaan, statistik berarti catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan, ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah, gejala atau peristiwa.

(4)

Dengan demikian, didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: Mengumpulkan data, meringkas data, mengolah data, menyajikan data, menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya.

Volume Kapasitas Jalan Raya (Derajat Kejenuhan) adalah Volume kendaraan yang dibandingkan dengan kapasitas jalan raya yang dinyatakan dalam simbol VCR atau DS. Dalam perhitungan nya persyaratan dan sebagai acuan dapat di lihat di dalam MKJI (manual kapasitas jalan Indonesia).

DS = Derajat kejenuhan (smp/jam) Q = Arus lalu lintas (smp/jam) C = Kapasitas (smp/jam)

Volume jalan raya disebut juga sebagai arus lalu-lintas, Jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada jalan per satuan waktu, dinyatakan dalam kend/jam (Qkend), smp/jam (Qsmp) atau LHRT (Lalu-lintas Harian Rata-Rata

Tahunan) sumber MKJI. Dapat juga disebut volume bedasarkan emp yang menghasilkan smp. Emp faktor dari berbagai tipe kendaraan sehubungan dengan keperluan waktu hijau untuk keluar dari antrian apabila dibandingkan dengan sebuah kendaraan ringan (untuk mobil penumpang dan kendaraan ringan yang sasisnya sama, emp=1,0).

Smp satuan arus lalu-lintas dari berbagai tipe kendaraan yang diubah menjadi kendaraan ringan (termasuk mobil penumpang) dengan menggunakan faktor emp.

Kapasitas jalan raya adalah kemampuan ruas jalan untuk menampung arus atau volume lalu lintas yang ideal dalam satuan waktu tertentu, dinyatakan dalam jumlah kendaraan yang melewati potongan jalan tertentu dalam satu jam (kend/jam), atau dengan mempertimbangan berbagai jenis kendaraan yang melalui suatu jalan digunakan satuan mobil penumpang sebagai satuan kendaraan dalam perhitungan kapasitas maka kapasitas menggunakan satuan mobil penumpang perjam atau (smp)/jam.

5. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian dengan survei lokasi tinjauan menggunakan alat rekaman berupa kamera video untuk mendapatkan data primer. Data sekunder dari sekolahan yang ditinjau dan beberapa wawancara terhadap pihak-pihak yang terlibat. Data yang diperoleh di analisa dengan menggunakan metode statistik dengan acuan SK.Dirjen 3236 tahun 2006 dari Dinas Perhubungan.

Beberapa pertimbangan berkaitan dengan pemilihan lokasi pengamatan, antara lain: karakteristik penyeberang, pengantar, spot speed serta lebar dari jalan, dan volume kapasitas

(5)

jalan raya. Metode yang digunakan dalam pengambilan data di lapangan adalah sample random sampling dengan menggunakan video rekaman, analisis nya di tinjau melalui media computer. Dimana alur pergerakan yang diamati adalah perilaku yang dilakukan searah alur lalu-lintas, serta mengamati kepadatan arus lalu-lintas yang terjadi di jam-jam puncak yang dimaksud.

Tujuan diharapkan mendapatkan hasil yang diinginkan berupa data primer dari perilaku penyeberang, kecepatan sesaat, volume kapasitas jalan, perilaku penyeberang. Apabila hasil analisis terdapat bagian yang belum berkeselamatan maka zona selamat sekolah dapat di terapkan. Kemudian gambaran design Zona Selamat Sekolah dengan layout nya pada lingkungan sekolah.

Metode survei yang digunakan dalam survei adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung dengan bantuan kamera. Metode ini digunakan dengan beberapa pertimbangan diantara dengan pertimbangan biaya, waktu dan tenaga.

Peralatan yang digunakan selama survei diantaranya menggunakan alat-alat sebagai berikut : Camera Canon A2000 IS 6x optical zoom 10 megapixel, Camera Nokia N97, Alat ukur (meteran), Program Stop watch pada (hp), Alat tulis serta lampiran-lampiran data yang akan diisi oleh pengamat.

Keuntungan metode survei menggunakan alat perekam adalah data perhitungan dapat lebih akurat karena dengan analisa rekaman yang dapat diputar dan di pause untuk kepentingan analisa.

Setelah pengambilan data maka dilakukan pengolahan data, yaitu: - Konversi format video kedalam computer.

- Hasil rekaman video di pindahkan ke komputer agar pengamatan yang dilakukan lebih mudah dianalisa dan Pembahasannya.

6. Hasil penelitian

1. Data Perilaku Penyeberang :

Tabel. 1.1Rekapitulasi Survai Perilaku Penyeberang SDN 1 Cisalak No

Prosedur baku cara

menyeberang Cara menyeberang Fasilitas yang digunakan

Status

penyeberang skor kelompok T1 T2 T3 T4 berlari berjalan 1 1 1 1 1 1 0 0 5 0 2 1 1 1 1 1 0 1 6 0 3 1 1 1 1 1 0 1 6 0 4 1 1 1 1 1 0 1 6 0 5 1 1 1 1 1 0 1 6 0 6 1 1 1 1 1 0 1 6 0 7 1 1 1 1 1 0 1 6 0

(6)

8 1 1 1 1 1 0 1 6 0 9 1 1 1 1 1 0 1 6 0 10 1 1 1 1 1 0 1 6 0 11 1 1 1 1 1 0 1 6 0 12 1 1 1 1 1 0 1 6 0 13 1 1 1 1 1 0 1 6 0 14 1 1 1 1 0 0 1 5 0 15 1 1 1 1 1 0 1 6 0 16 1 1 1 1 1 0 1 6 0 17 1 1 1 1 1 0 1 6 0 18 1 1 1 1 1 0 1 6 0 19 1 1 1 1 1 0 1 6 0 20 1 1 1 1 1 0 1 6 0 21 1 1 1 1 1 0 1 6 0 22 1 1 1 1 1 0 1 6 0 23 1 1 1 1 0 0 1 5 0 24 1 1 1 1 1 0 1 6 0 25 1 1 1 1 1 0 1 6 0 26 1 1 1 1 1 0 1 6 0 27 1 1 1 1 1 0 1 6 0 28 1 1 1 1 1 0 1 6 0 29 1 1 1 1 1 0 1 6 0 30 1 1 1 1 1 0 1 6 0 31 1 1 1 1 1 0 1 6 0 32 1 1 1 1 1 0 1 6 0 33 1 1 1 1 1 0 1 6 0 34 1 1 1 1 1 0 1 6 0 35 1 1 1 1 1 0 1 6 0 36 1 1 1 1 1 0 1 6 0 37 1 1 1 1 1 0 1 6 0 38 1 1 1 1 1 0 1 6 0 39 1 1 1 1 1 0 1 6 0 40 1 1 1 1 1 0 1 6 0 41 1 1 1 1 1 0 1 6 0 42 1 1 1 1 1 0 1 6 0 43 1 1 1 1 1 0 1 6 0 44 1 1 1 1 1 0 1 6 0 45 1 1 1 1 1 0 1 6 0 46 1 1 1 1 1 0 1 6 0 47 1 1 1 1 1 0 1 6 0 48 1 1 1 1 1 0 1 6 0 49 1 1 1 1 1 0 1 6 0 50 1 1 1 1 1 0 1 6 0 51 1 1 1 1 1 0 1 6 0

kelompok= 0

Ket : T1 : Tunggu Sejenak T2 : Tengok kanan T3 : Tengok kiri T4 : Tengok kanan lagi

Kemudian di ambil data rekapitulasi survai perilaku penyeberang SDN 3 Cisalak dan Sekolah Permata bunda dibuat dalam bentuk tabel.

(7)

2. Data Spot Speed Di SDN1 Dan SDN3 Cisalak :

Tabel. 2.1. Analisis Statistik Spot Speed SDN1 Dan SDN 3 Cisalak

No. Jenis Kendaraan Kecepatan ( Xi) (X X)

i  2 ) (XiX 1 motor 45 16.67 277.88 2 motor 25 -3.33 11.09 3 motor 22.5 -5.83 33.98 4 Mobil 22.5 -5.83 33.98 5 Motor 22.5 -5.83 33.98 6 motor 22.5 -5.83 33.98 7 Mobil 18 -10.33 106.7 8 Mobil 25 -3.33 11.09 9 Motor 20 -8.33 69.4 10 motor 25 -3.33 11.09 11 motor 22.5 -5.83 33.98 12 mobil 22.5 -5.83 33.98 13 mobil 20 -8.33 69.4 14 motor 20 -8.33 69.4 15 motor 16.36 -11.97 143.28 16 mobil 22.5 -5.83 33.98 17 mobil 30 1.67 2.78 18 mobil 30 1.67 2.78 19 motor 36 7.67 58.82 20 Motor 45 16.67 277.88 21 mobil 30 1.67 2.78 22 mobil 30 1.67 2.78 23 truck 30 1.67 2.78 24 motor 30 1.67 2.78 25 mobil 30 1.67 2.78 26 truck 25 -3.33 11.09 27 motor 30 1.67 2.78 28 motor 60 31.67 1002.9 29 motor 36 7.67 58.82 30 motor 36 7.67 58.82 Jumlah 849.86 2497.76 Rata – rata 28.33

Kemudian di ambil data analisis statistik spot speed Sekolah Permata Bunda di buat dalam bentuk tabel.

(8)

3. Data volume lalu-lintas dan kapasitas Tabel. 3.1. Volume Lalu-Lintas

Volume lalulintas pada jam pagi berjumlah : 1894,88 smp/jam Dan sore hari berjumlah : 1877,39 smp/jam Di ambil yang terbesar 1894,88 smp/jam.

Kapasitas Jalan Raya

Untuk mengetahui nilai Level of service jalan raya maka kapasitas jalan raya tersebut harus diketahui dengan ketentuan rumus Sumber : MKJI 1997 sebagai berikut.

Diketahui:

C0 = Kapasitas dasar (smp/jam). Tipe jalan 4 Lajur 2 jalur terbagi sehingga kapasitas dasarnya

= 1650 smp/jam per lajur.

FCW = Faktor penyesuaian lebar jalan Tipe jalan 4 lajur 2 jalur terbagi memiliki lebar jalan 3,

m perlajur sehingga nilainya 0,92.

FCSP = Faktor penyesuaian pemisahan arah.

Maka faktor pemisahannya ~ 50%-50% Tabel. 3.2 Faktor Penyesuaian Pemisah Arah

FCsf = Faktor penyesuaian hambatan samping tinggi, daerah komersil dan ada kegiatan pasar disamping nya koefisiennya diambil 0,81 atau 0,84

FCcs = Faktor penyesuaian ukuran kota = 1 (untuk jumlah penduduk 1-3 juta)

FCcs x FCsf x FCsp x FCw x Co C

(9)

4. Data analisa karaktristik pengantar.

Tabel. 4.1. Rekapitulasi Survai Perilaku Pengantar SDN 1 Cisalak No.

Posisi Kendaraan Pengantar

Lokasi Berhenti Keluar/turun anak

dari kendaraan Skor

Kelompok 1 jika skor = 3 0 jika skor < 3 Seberang sekolah Depan

Sekolah Pada tmptnya Sembarang Kiri (pada trotoar) Kanan (badan jalan) 1 1 0 1 2 0 2 1 0 1 2 0 3 1 0 1 2 0 4 1 0 1 2 0 5 1 0 1 2 0 6 1 0 1 2 0 7 1 0 1 2 0 8 1 0 1 2 0 9 1 0 1 2 0 10 1 0 1 2 0 11 1 0 1 2 0 12 1 0 1 2 0 13 1 0 1 2 0 14 1 0 1 2 0 15 1 0 1 2 0 16 1 0 1 2 0 17 1 0 1 2 0 18 1 0 1 2 0 19 1 0 1 2 0 20 1 0 1 2 0 21 1 0 1 2 0 22 1 0 1 2 0 23 1 0 1 2 0 24 1 0 1 2 0 25 1 1 1 3 1 Jumlah Rata Jumlah 1 Rata - rata Rata-rata ( P ) 0.04

Kemudian di ambil data rekapitulasi survai Perilaku Pengantar SDN 3 Cisalak dan Sekolah Permata Bunda.

(10)

7. Pembahasan

Pembahasan akan dimulai dari hasil penyusunan pengamatan, pengolahan dan perhitungan dari persyaratan yang telah dibuat, mulai dari data analisis dari data primer survei perilaku penyeberang jalan (khusus siswa sekolah) sampai analisis karakteristik pengantar, data yang ditinjau seluruhnya hasil dari survei di tiap–tiap sekolah di lokasi yang di tinjau. Metode perhitungan akan menggunakan dasar teori–teori statistik yang telah di tetapkan oleh Dirjen Perhubungan dan acuan teknik jalan raya pada perhitungan kapasitas jalan raya untuk mendapatkan tingkat layan.

Pada analisis perilaku penyeberang dan perilaku pengantar digunakan statistik uji Normal yaitu :

1. Analisis kecepatan kendaraan dengan menggunakan statistik uji Z yang Pertama Uji statistik Perilaku penyeberang

n P P P ZHit ) 1 ( 5 , 0    n kelompok P

n = ukuran sampel n = 43, n kelompok P

43 14  P = 0, 32 43 ) 3 , 0 1 ( 3 , 0 5 , 0 3 , 0    Hit Z = - 2.89 Nilai Zhit = -2.89

Nilai Ztabel=1,645 Dirjen perhubungan.

Nilai Zhitdibandingkan dengan Ztabel, maka kesimpulan yang didapat:

Jika Zhit < Ztabel maka jalan di sekolah tersebut belum berkeselamatan dengan tingkat

kesalahan 5%.

Masing–masing di hitung di tiap-tiap sekolahan, jadi berjumlah enam perhitungan statistik.

2. Analisis kecepatan kendaraan dengan menggunakan statistik uji Z yang kedua :

1 2   

n X X

Sd i n = ukuran sampel ; X = 28.33 km/jam

1 30 2498   Sd 29 2498  Sd = 9.28 n Sd X Zhit  20 30 28 . 9 20 28.33  hit Z = 4.91

(11)

Jadi, Nilai Zhit = 4.91 Dengan Nilai Ztabel 1,645

Nilai Zhitdibandingkan dengan Ztabel, maka kesimpulan yang didapat:

tabel

hit Z

Z

Perilaku Pejalan kaki di sekolah tersebut belum berkeselamatan dengan tingkat kesalahan 5%.

Masing-masing di hitung tiap sekolahan, khusus SDN1 dan SDN3 karena kondisi sekolah menyatu maka hanya di lakukan dua perhitungan.

Perhitungan volume lalu-lintas Tabel. 4.18. Volume Lalu-Lintas

Volume lalulintas pada jam pagi berjumlah : 1894,88 smp/jam Dan sore hari berjumlah : 1877,39 smp/jam Di ambil yang terbesar 1894,88 smp/jam.

Analisis kapasitas jalan raya didapat

Maka nilai C = 1650 x 0,92 x 1 x 0,81 x 1 = 1229,58 smp/jam/lajur

Jadi diketahui bahwa kapasitas kendaraan pada ruas Jalan Raya Bogor adalah sebesar

1229,58 smp/jam per lajur. Jalan Raya Bogor memiliki tipe jalan 4 lajur 2 jalur sehingga 1 jalur memiliki 2 lajur. Dengan demikian kapasitas total perjalur adalah:

C = 1229,58 x 2 = 2459,16 smp/jam

Derajat kejenuhan adalah perbandingan dari volume (nilai arus) lalu lintas terhadap kapasitasnya.

Depok ke Jakarta : Q = 1894,88 smp/jam C = 2459,16 smp/jam Sehingga : 00 , 1 77 , 0 16 , 2459 88 , 1894    DS

(12)

8. Kesimpulan

Tabel. 5.1. Kesimpulan Data Primer Dari Analisis

No Data Primer Lokasi Zhit Status Keterangan

1 Perilaku penyeberang

SDN 1 Cisalak 0 Zhit < Ztabel Belum berkeselamatan

SDN 3 Cisalak -2.89 Zhit < Ztabel Belum berkeselamatan

Permata Bunda 6.98 Zhit > Ztabel Berkeselamatan

2

Kecepatan sesaat (spotspeed)

SDN 1 Cisalak 4.91 Zhit > Ztabel Belum berkeselamatan

SDN 3 Cisalak 4.91 Zhit > Ztabel Belum berkeselamatan

Permata Bunda 6.26 Zhit > Ztabel Belum berkeselamatan

3 Perilaku pengantar

SDN 1 Cisalak - 0.039 Zhit < Ztabel Belum berkeselamatan

SDN 3 Cisalak 0 Zhit < Ztabel Belum berkeselamatan

Permata Bunda 12.68 Zhit > Ztabel Berkeselamatan

4 Volume kendaraan (tingkat layan)

SDN 1 Cisalak - V/C = D Berkeselamatan SDN 3 Cisalak - V/C = D Berkeselamatan Permata Bunda - V/C = D Berkeselamatan

Dalam pembacaan pada kolom status harus mengingat kembali statistik yang digunakan, karena ada dua macam statistik yang digunakan. Terlihat perbedaan pada kolom status dimana Zhit < Ztabel di baris perilaku penyeberang dinyatakan belum berkeselamatan

dan Zhit > Ztabel dibaris Kecepatan sesaat tetap dinyatakan belum berkeselamatan. Setelah

diketahui status dari masing data primer, dapat dilihat bahwa ada beberapa bagian yang masih belum berkeselamatan dan Zona Selamat Sekolah dapat di realisasikan.

Dari hasil analisa volume kendaraan/ kapasitas (tingkat layan) jalan tersebut dapat dikategorikan dengan tingkat layan D yaitu arus mendekati tidak stabil kecepatan masih dapat dikendalikan V/C masih dapat ditolerir.

Pemilihan Tipe Zona Selamat Sekolah

Hasil dari ke empat kategori tersebut masing-masing menyatakan belum berkeselamatan oleh karena perencanaan dan pengadaan zona selamat sekolah terpenuhi. Dan peneliti memilih menggunakan 2 tipe zona selamat sekolah.

1. Zoss tipe 4D 20 – 150 meter (4lajur terbagi kecepatan maks. 20km/jam dan panjang 150 meter). Dengan 2 sekolah digabungkan karena memenuhi persyaratan jarak minumum <80 meter antar sekolah. Tipe tersebut diterapkan pada sekolah SDN 1 Cisalak dan SDN 3 Cisalak dan menggunakan karpet merah 10 meter.

2. Zoss tipe 4 UD 20-100 meter (4 lajur tidak terbagi kecepatan maksimum 20 km/jam dan panjang zona 100 meter). Tipe tersebut di terapkan di sekolah Permata Bunda.

(13)

1. Zona Selamat Sekolah Pada SDN 1 Dan SDN 3 Cisalak.

Karena lokasi tersebut padat terdapat pasar baru cisalak maka pertimbangan dalam menentukan lokasi rambu- rambu harus benar di perhatikan, agar lebih efektif dalam perencanaan.

Gambar. 4.1 Desain Zoss 4D-20 Panjang 150 Meter

TENGOKKANAN - KIRI

TENGOK KANAN - KIRI SD N 1 CI SA LA K SD N 3 CI SA LA K ZO NA SELAM ATOLA SEK H ZONA SELAMAT SEKOLAH

TENGOKKANAN - KIRI

TENGOK KANAN - KIRI ZO NA SELAM ATOLA SEK H ZONA SELAMAT SEKOLAH SDN 3 Cisalak SDN 1 Cisalak Batas awal/akhir ZOSS Batas awal/akhir ZOSS

(14)

Gambar 4.2 Detail Dan Keterangan Zoss SDN 1 Dan SDN 3 Cisalak

Rambu peringatan di pasang ± 30 m sebelum masuk ZoSS, bersama rambu kerangi kecepatan untuk memberikan waktu pengurangan kecepatan kepada kendaraan, rambu pembatas kecepatan di pasang tepat di awal masuk area ZoSS.

Jl. Raya Bogor

TENGOKKANAN - KIRI

TENGOK KANAN - KIRI SD N 1 CI SA LA K SD N 3 CI SA LA K ZO NA SELAM ATOLA SEK H ZONA SELAMAT SEKOLAH

TENGOKKANAN - KIRI

TENGOK KANAN - KIRI ZO NA SELAM ATOLA SEK H ZONA SELAMAT SEKOLAH

(15)

2. Zona selamat sekolah di sekolah Permata Bunda Cimanggis

Karena lokasi tersebut sudah melewati jarak minimum jadi sekolah tersebut dibuat terpisah dengan tipe zoss yang berbeda, untuk tipe yang telah di pertimbangkan dan dipilih adalah zoss tipe 4UD-20 panjang 100 metr (4 lajur tidak terbagi dengan kecepatan maksimum 20 km/jam dan panjang lintasan 100 meter). Berikut adalah gambar desain zoss di sekolah permata bunda.

Gambar. 4.4 Desain Zoss 4UD-20 Panjang 100 Meter

TEN

GOKKANAN - KIRI

TENGOK KANAN - KI RI ZONA SELAMAT SEKOLAH S EK O LAH P ER M AT A BU N DA C IMA N G G IS ZO NA SELA MAT SEK OLA H Batas awal/akhir ZOSS Batas awal/akhir ZOSS

(16)

Gambar4.5 Detail Dan Keterangan Zoss Sekolah Permata Bunda Cimanggis

Rambu peringatan di pasang ± 30 m sebelum masuk ZoSS, bersama rambu kerangi kecepatan untuk memberikan waktu pengurangan kecepatan kepada kendaraan, rambu pembatas kecepatan di pasang tepat di awal masuk area ZoSS.

TEN

GOKKANAN - KIRI

TENGOK KANAN - KI RI ZONA SELAMAT SEKOLAH S EK O LAH P ER M AT A BU N D A C IM A N G GIS ZO NA SELA MAT SEK OLA H

(17)

9. Saran

Penulis menyarankan agar zona selamat sekolah dapat segera di terapkan dan dibangun, dan berharap para dewan guru serta humas sekolah membuat proposal ke dinas perhubungan kota Depok. agar segera terealisasi.

Kemudian penulis menyarankan agar pasar Cisalak lebih di tertibkan lagi karena melihat kondisi Jl. Raya Bogor di tingkat layan D yang mampu membuat kemacetan karena hambatan-hambatan yang dibuat oleh para pedagang.

Penulis mengharapkan pihak sekolah lebih aktiv dalam mendidik murid terkait keselamatan jalan raya, dari mulai memberi pengetahuan dan kedisiplinan.

Dalam mengamati survei data harus memperhatikan kondisi murid seperti usia karena berpengaruh pada analisa perilaku penyeberang.

Daftar Pustaka

- Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat, SK 3236/AJ 403/DRJD/2006, Uji Coba Penerapan Zona Selamat Sekolah Di Pulau Jawa..

- Departement Pekerjaan Umum, Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan.

- Suweda, I Wayan. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil. Pentingnya Pengembangan Zona Selamat Sekolah demi Keselamatan Bersama Di Jalan Raya. Universitas Udayana, Denpasar 2009.

- Federal Highway Administration, FHWA-HRT-98-107, February 1998. Capacity Analysis Of Pedestrian And Bicycle Facilities.

- Departemen Perhubungan darat. Penyusunan Evaluasi Kinerja Zoss Dan Review Desain. Tugas Akhir 2009

- Setiawan Rudy, Usulan Standar Dan Evaluasi Tingkat Pelayanan Selasar Di Maspion Square Surabaya, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Kristen Petra.

- Edward K. Morlock, 1995, Pengantar Teknik & Perencanaan Transportasi, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :