• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MASYARAKAT DALAM MENGATASI BENCANA BANJIR BANDANG DI KELURAHAN LAMBUNG BUKIT KECAMATAN PAUH KOTA PADANG JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UPAYA MASYARAKAT DALAM MENGATASI BENCANA BANJIR BANDANG DI KELURAHAN LAMBUNG BUKIT KECAMATAN PAUH KOTA PADANG JURNAL"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MASYARAKAT DALAM MENGATASI BENCANA BANJIR BANDANG DI KELURAHAN LAMBUNG BUKIT

KECAMATAN PAUH KOTA PADANG

JURNAL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan SI (Strata I)

AFRILLA RENY NIM. 08030073

Pembimbing I Pembimbing II

Erna Juita, S.Pd, M.Si Elvi Zuriyani, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( STKIP ) PGRI PADANG SUMATERA BARAT

(2)

THE WAY OF SOCIETY SOLVE FLOOD AT LAMBUNG BUKIT VILLAGE PAUH DISTRICT PADANG CITY

Oleh :

Afrilla Reny *Erna Juita**Elvi Zuriyani** *Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat ** Staf pengajar Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Watershed management, especially in Pauh seem less good. This can be seen by the occurrence of flood disasters in the Bukit Pauh subdistrict. Kuranji upstream watershed damage caused by human activities, such as indiscriminate logging, land conversion along the watershed and land use change upstream. This shows that people do not understand how to better manage watersheds, people prefer utilizing watershed areas as a source of economicThis study aimed to obtain information, analyze and discuss data on the community's efforts to overcome flash floods in Hull Village Bukit Padang Pauh subdistrict which includes: 1 ) conservation efforts in the watershed and 2 ) land use throughout the watershed . This research is descriptive . Population in this research is that there are people in flood -prone areas in the Village Gastric Bukit Padang Pauh subdistrict consists of 4 RT 13 RW and 814 families numbering . Samples were taken in 2 ways , first ; samples taken territory with purposive sampling techniques , namely the selection of areas affected by flash floods in Hull Village Bukit Padang Pauh subdistrict namely RW III on RT 1 and 4 and the second, the sample of respondents is taken with total sampling , so that the sample in this study amounted to 113 families ( KK ) . The research found that : 1 ) The efforts of the community , among others, is to understand the benefits that society Batang Kuranji periodically clean the area around the watershed , not cutting trees , do not engage in activities that goes contrary to the watershed , participate and perform watershed by utilizing land DAS 50-100 m from the edge of the river and 2 ) efforts to regulate land use throughout the watershed in the Village District Gastric Bukit Padang Pauh quite well with the level of achievement of respondents 61,1 %

Key Words: flash floods, effort

(3)

PENDAHULUAN

Bencana alam merupakan peristiwa alam yang diakibatkan oleh proses alam baik yang terjadi oleh alam itu sendiri maupun diawali oleh tindakan manusia yang menimbulkan resiko dan bahaya terhadap kehidupan manusia, manusia baik harta benda maupun jiwa. Karakteristik bencana alam ditentukan oleh keadaan lingkungan fisik seperti: iklim, topografi, geologi tanah dan tata air. Penggunaan lahan dan aktifitas manusia, secara geologis, geomorfologi dan kilimatologis Indonesia selalu menghadapi bencana alam yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu baik jenis maupun frekuensinya (Hermon, 2012).

Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia terutama wilayah yang berada pada daerah aliran sungai. Sebagian besar manusia memang lebih cendrung hidup di daerah sekitar sungai. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor pendorong, diantaranya kondisi tanah yang subur, pasokan air yang mudah, transportasi mudah, dan kemampuan daerah sekitar untuk menopang perekonomian (Asdak, 1995).

Bencana banjir merupakan interaksi antara menusia dengan alam yang diakibatkan oleh sistem penyesuaian manusia dalam memanfaatkan alam dan sistem alam itu sendiri. Dalam hal ini banjir merupakan aspek interaksi antara manusia dalam mencoba memanfaatkan alam yang berguna dan menghindari alam yang dapat merugikan manusia itu sendiri (Asdak, 1995).

Permukiman di daerah sekitar sungai seperti pada tanggul alam,

dataran aluvial, dataran banjir, dan dataran aluvial pantai terutama disaat air sungai meluap yang diiringi oleh curah hujan yang tinggi dan pasang naik maka akan terjadi banjir. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya malapetaka yang merugikan penduduk seperti hancurnya tanaman pertanian, harta benda, bahkan merenggut nyawa penduduk yang bermukim di daerah tersebut (Yuyun, 2008).

Pembangunan permukiman dan sarana prasarana permukiman yang tidak mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dan kemampuan lahan merupakan faktor yang mendorong terjadinya erosi dan banjir. Pada waktu hujan, hasil dari kikisan tanah (erosi) akan terbawa masuk kedalam daerah aliran sungai atau aliran drainase. Disaat hujan reda, maka hasil erosi akan mengendap pada dasar sungai, sehingga bila musim hujan datang sungai akan mudah meluap menyebabkan daerah aliran sungai menjadi banjir (Afrita, 2010).

Banjir bandang merupakan salah satu bencana alam yang sangat merisaukan penduduk, seperti terjadi pada tanggal 24 Juli dan 12 September 2012. Banjir bandang ini menghancurkan daerah sekitar Batu Busuk Kelurahah Lambung Bukit, mengakibatkan kerugian berupa korban jiwa, harta benda dan sarana prasarana masyarakat. banjir membawa material lumpur, material batu, pasir dan kerikil dari hulu. Material ini telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada sawah, ladang dan menutup jalan raya di daerah hilir. Banjir bandang ini juga memicu longsor di daerah perbukitan Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang.

(4)

Daerah aliran sungai (DAS) Batang Kuranji adalah salah satu kawasan potensial sebagai daerah tangkapan air. Namun perkembangan penduduk yang relatif tinggi menyebabkan sebagian areal pertanian di DAS Kuranji telah beralih fungsi menjadi daerah permukiman dan bangunan sarana prasarana lainnya. Hal ini terjadi di sepanjang aliran DAS Kuranji, baik di hulu, bagian tengah maupun bagian hilir. Salah satu daerah yang berada di hulu Batang Kuranji adalah Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang. Hasil pengamatan penulis, pembangunan permukiman masyarakat di Kelurahan Lambung Bukit saat ini sudah tidak mempertimbangkan keadaan DAS Kuranji, karena banyak masyarakat membangun di daerah yang termasuk rawan bencana longsor dan banjir bandang.

Pengelolaan DAS, terutama di Kecamatan Pauh terkesan kurang baik. Hal ini dapat dilihat dengan terjadinya bencana banjir bandang di daerah Lambung Bukit Kecamatan Pauh. Daerah hulu DAS Kuranji mengalami kerusakan akibat ulah manusia, seperti penebangan kayu secara sembarangan, alih fungsi lahan di sepanjang DAS serta alih fungsi lahan di bagian hulu. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami cara mengelola DAS yang baik, masyarakat lebih mengutamakan memanfaatkan kawasan DAS sebagai sumber ekonomi.

Bagian hulu DAS Kuranji, tepatnya di Kecamatan Pauh mempunyai topografi yang agak curam sehingga daerah tersebut rawan longsor. Masyarakat masih ada yang membangun rumah di daerah yang curam tersebut, padahal

daerah tersebut merupakan daerah rawan longsor. Hal ini terbukti ketika terjadi banjir bandang yang diikuti dengan longsor, terdapat korban jiwa karena banyak masyarakat yang membangun rumah di daerah rawan longsor tersebut. Hal lain yang terlihat ketika terjadi banjir bandang adalah kurangnya pengetahuan masyarakat untuk menyelamatkan diri ketika terjadi bencana sehingga jatuh korban.

METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperlihatkan keadaan sebagaimana adanya sesuai dengan penampakan yang didasarkan atas perhitungan rata-rata, persentase dan perhitungan statistik lainya

Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang ada di daerah rawan banjir bandang di Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang yang terdiri dari 4 RW dan 13 RT

Sampel wilayah diambil secara

purposive sampling, yaitu pemilihan

daerah yang terkena bencana banjir bandang di Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang

Sampel penelitian diambil secara

total sampling, sehingga sampel

dalam penelitian ini berjumlah 113 Kepala Keluarga (KK).

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah angket (quisioner) yang dilengkapi dengan wawancara

Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis persentase yang dikemukakan Sudjana dan Ibrahim, (2007) yaitu

(5)

% 100   n f P

HASIL DAN PEMBAHASAN Pertama, Upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengatasi bencana bajir dilihat dari memahami fungsi DAS sebagai daerah tangkapan air dan sumber air bersih (92,9%), pemanfaatan DAS sebagai sumber mata air (43,4%), kegiatan yang dilakukan sebelum banjir adalah untuk lahan pertanian (49,6%) dan sesudah banjir bandang tidak memanfaatkan untuk pertanian lagi (46,0%), pemahaman tentang kegiatan yang berlawanan dengan fungsi DAS adalah pertanian di daerah hulu (35,4%), pengelolaan Das yang baik adalah menjaga vegetasi sepanjang DAS (59,3%), pengelolaan DAS yang baik di bidang pertanian adalah mengelola tata iar/irigasi (49,6%), jarak minimal yang boleh dimanfaatkan di sepanjang DAS adalah > 200 m (47,8%), vegetasi yang baik sepanjang DAS adala pohon pelindung (59,3%), pihak yang bertanggungjawab terhadap fungsi DAS adalah masyarakat, pemerintah dan swasta (62,8%) dan upaya pemerintah mengurangi resiko banjir terhadap permukiman adalah dengan membangun tanggul (61,1%).

Hal ini sesuai dengan pendapat Muchlis (2006) terdapat beberapa cara pandang yang menjelaskan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Cara pandang tersebut sangat mempengaruhi tindakan seseorang terhadap lingkungan. Menurut cara pandang lingkungan, manusia adalah subordinat dan seluas-luasnya diatur oleh lingkungan. Cara pandang

teologi, menekankan bahwa manusia adalah superior terhadap lingkungan dan manusia mempunyai hak untuk mengatur semua aspek lingkungan. Kedua cara pandang ini adalah cara pandang yang ekstrim sehingga seolah-olah manusia dan lingkungan (alam sekitar) diposisikan sebagai pihak yang bertentangan.

Kedua, upaya masyarakat dalam mengatasi bencana banjir bandang dengan mengatur tata guna lahan sepanjang DAS di Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang cukup baik dengan tingkat capaian responden 66,1%. Upaya dalam mengatur tata guna lahan terlihat dari kebiasaan masyarakat dalam menafaatkan DAS dengan jarak 25 – 50 dari sungai yang dijadikan untuk lahan pertanian. Lahan pertanian yang digarap umumnya kebun dan ladang dan jarang menggunakan lahan di sekitar DAS untuk dijadikan lahan permukiman.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri P.U. No. 63/PRT/1993. yang disebut bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam. Menurut peraturan menteri P.U nomer 63 tahun 1993 pasal 6 mengenai garis sempadan sungai bertanggul dikawasan perkotaan ditetapkan sekurang-kurangnya 3 meter disebelah luar sepanjang kaki tanggul, sedangkan menurut pasal 8 mengenai penetapan Garis Sempadan Sungai tak bertanggul di dalam kawasan perkotaan didasarkan pada kriteria sungai yang mempunyai kedalaman 3m - 20m, garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 15 meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan

(6)

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Upaya yang dilakukan masyarakat

dalam mengatasi bencana banjir terlihat dari memahami fungsi DAS sebagai daerah tangkapan aor dan sumber air bersih (92,9%), DAS sebagai sumber mata air (43,4%), kegiatan sebelum banjir adalah pertanian (49,6%) dan sesudah banjir bandang tidak memanfaatkan untuk pertanian (46,0%), kegiatan yang berlawanan dengan fungsi DAS adalah pertanian di daerah hulu (35,4%), pengelolaan DAS yang baik adalah menjaga vegetasi sepanjang DAS (59,3%), pengelolaan DAS yang baik di bidang pertanian adalah mengelola tata air/irigasi (49,6%), jarak minimal yang boleh dimanfaatkan di sepanjang DAS adalah > 200 m (47,8%), vegetasi yang baik sepanjang DAS adalah pohon pelindung (59,3%), pihak yang bertanggungjawab terhadap fungsi DAS adalah masyarakat, pemerintah dan swasta (62,8%) dan upaya pemerintah mengurangi resiko banjir terhadap permukiman adalah dengan membangun tanggul (61,1%). 2. Upaya masyarakat dalam

mengatasi bencana banjir bandang dengan mengatur tata guna lahan sepanjang DAS di Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang cukup baik dengan tingkat capaian responden 66,1%, hal ini berarti tata guna lahan sepanjang DAS Batang Kuranji di Kelurahan Lambung Bukit termasuk cukup baik.

Sedangkan saran yang dapat penulis kemukakan:

1. Disarankan kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang DAS Batang Kuranji untuk memperhatikan cara pelestarian DAS yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Diharapkan pihak yang berwenang seperti Dinas PU untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya pelestarian DAS kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menjaga DAS dengan baik.

3. Untuk peneliti selanjutnya untuk dapat menindaklanjuti penelitian ini dengan variabel yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Afrita, Yeni. 2010. Analisa

Permasalahan Banjir di

Nagari Pasar Muara Labuh

Kecamatan Sungai Pagu

Kabupaten Solok Selatan.

(Skripsi) FIS. UNP. Padang. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur

Penelittian. Edisi Revisi.

Jakarta. Rineka Cipta.

Asdak, Chay, 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran

Sungai. Yogyakarta: UGM

Press.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air. 2005. Seminar Sehari Fenomena Banjir dan Longsor

di Kota Padang, Padang: Dinas

Pengelolaan Sumber Daya Air. Hermon, Dedi. 2012. Mitigas

Bencana Hidrometeorologi.

Padang: UNP Press

Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 32 Tahun 1990

(7)

tentang Pengelolaan Kawasan Lindung

Notoatmodjo, Soekijo. 2003. Ilmu

Kesehatan Masyarakat.

Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana, Nana. 2001. Dasar-dasar

Proses Belajar Mengajar.

Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2007.

Penelitian dan Penilaian

Pendidikan. Bandung: PT.

Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Syamsuri, SA. 1989. Pengantar

Teori Pengetahuan. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

Tarigan, Robinson. 2005.

Perencanaan Pembangunan

Wilayah, Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara

Yuyun, (2008). Pemetaan Daerah

Rawan Banjir di Daerah

Aliran Sungai (DAS) Bengkulu

Bagian Hilir (Skripsi) FIS.

UNP. Padang.

Yommy, (2000). Analisa Data Curah Hujan Untuk Perkiraan

Debit Banjir di Daerah

Padang (Skripsi) FPIPS. IKIP. Padang.

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga terdapat sebanyak individu yang terinfeksi yang mengakibatkan individu suspectible mempunyai kemungkinan terinfeksi sebesar proporsi individu infected yaitu dengan laju

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur, konsentrasi zona hambat dan menentukan konsentrasi efektif ekstrak etanol daun kelor dalam

Setelah anda mengetahui masa subur anda mempersiapkan tubuh dan fikiran anda untuk meiliki anak, hal yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah berhubungan 2

Pengetahuan guru-guru ini didapati berada pada tahap tinggi kerana mereka menyedari akan kepentingan mempunyai informasi yang baik dan terkini kerana di dalam sukatan Biologi

Kegiatan PPM dengan judul Pemberdayaan Guru-guru Sejarah MGMP Bantul dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian benda-benda peninggalan sejarah

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Lewa dan Subowo (2005) yang.. menunjukan bahwa kepemimpinan, lingkungan kerja fisik, dan kompensasi