• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi Terapeutik Dalam Pelayanan Kebidanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Komunikasi Terapeutik Dalam Pelayanan Kebidanan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Komunikasi Terapeutik dalam pelayanan

Komunikasi Terapeutik dalam pelayanan

kebidanan

kebidanan

DISUSUN OLEH :

DISUSUN OLEH :

 

Nuraeni

Nuraeni

Sri Nurisma

Sri Nurisma

Veni Widia Wati

Veni Widia Wati

Sekola Tin!!i Ilmu Keseatan"bdi Nusantara #akarta

Sekola Tin!!i Ilmu Keseatan"bdi Nusantara #akarta

Taun "$aran %&'()%&'*

Taun "$aran %&'()%&'*

1 1

(2)

K"T" +EN,"NT"- 

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan tugas ini. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kamialami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.  Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah memberi tugas ini, oleh karena beliau kami dapat mengerti akan disiplin waktu, dan kami ucapkan terimakasih kepada rekan rekan yang elah berpartisipasi dalam tugas ini.

Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orangorang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.!emoga tugas ini menjadi acuhan kedepannya agar lebih giat lagi dalam mengerjakan tugas.

Penulis,

(3)

.". I

+END"HULU"N

Komunikasi adalah proses berbagi makna melalui perilaku verbal dan nonverbal. Segala perilaku dapat disebut komunikasi jika melibatkan dua orang atau lebih.frase dua atau lebih perlu ditekankan ,karena sebagian literatur menyebut istilah komunikasi intrapersonal,yakni komunikasi diri sendiri. Komunikasi terjadi jika setidaknya suatu sumber  membangkitkan respons pada penerima melalui penyampaian suatu pesan dalam bentuk  tanda atau symbol,baik bentuk verbal atau bentuk nonverbal,tanpa harus memastikan terlebih dulu bahwa kedua pihak yang berkomunikasi punya suatu sistemsimbol yang sama.Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator  dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan,sehingga tidak terjadi salah persepsi.

Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi, baik seara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi seara langsung salah satunya adalah dengan ara bertemu dan bertatap muka seara langsung sedangkan komunikasi seara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang menyampaikan pesan nantinya. !al ini pasti selalu ada di dalam kehidupan bermasyarakat. "palagi sifat manusia itu sendiri adalah makhluk soial yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi tersebut. #amun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalh mengenai komunikasi dalam konteks manajemen dan pemerintahan. $leh karena itu untuk memenuhi pembelajaran mata kuliah a%as-a%as manajemen ini, penulis mengambil judul &Komunikasi 'erapeutik dalam Pelayanan Kebidanan di dalam makalah yang penulis kerjakan ini.

(4)

.". II

ISI

"/ +en!ertian komunikasi

Pengertian komunikasi diambil dari bahasa latin ommuniatio, yang bersumber dari istilah ommunis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. alam kehidupan sehari-hari selain menjadi makhluk individu, manusia  juga sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan interaksi dengan orang lain. ari interaksi itulah terjadi komunikasi untuk menyampaikan pesan, saling bertukar informasi dengan orang lain untuk tujuan tertentu. Pengertian Komunikasi Pengertian komunikasi menurut para

ahli mengau pada aktivitas interaksi manusia yang bisa terjadi seara langsung atau tidak  langsung. *eberapa definisi komunikasi menurut

 para ahli berikut ini +

verett . ogers , mengemukakan pendapatnya yaitu &Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Kemudian pendapat lain dari ogers / $. 0awrene Kinaid &Komunikasi adalah suatu  proses dimana dua orang

atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada gilirannya akan

tiba pada saling pengertian yang mendalam. 'heodore . #ewomb , &Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima

ari pendapat di atas, bisa di tarik kesimpulan bahwa komunikasi bias karena adanya  beberapa unsure yang ada untuk membangun sebuah komunikasi. *erikut ini unsure  pembangun komunikasi +

Sumber 1 2aitu pembuat informasi atau pengirim informasi. Pada komunikasi antar manusia, sumber komunikasi bias dari satu orang atau dari beberapa orang (kelompok) misalnya sebuah organisasi atau lembaga. Sumber komunikasi disebut juga komunikator. Penerima 1   pihak yang menjadi tujuan untuk dikirimi pesan oleh sumber(komunikator).

Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima disebut juga komunikan.

Pesan 1 adalah informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan kepada penerima (komunikan). Pesan tersebut bisa disampaikan dengan bertatap muka (langsung) atau melalui media komunikasi (tidak langsung).

(5)

edia 1 alat yang digunakan dalam berkomunikasi untuk memindahkan pesan (informasi) dari sumber kepada

 penerima

fek 1 Pengaruh yang dipikirkan dan dirasakan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. 2ang kemudian akan mempengaruhi sikap seseorang dalam menelaah  pesan.

3mpan *alik 1 sebuah bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang diterima.

4ungsi Komunikasi

Pada unsur komunikasi yang telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada khalayak disebut komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator  memegang peranan yang sangat penting

terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Sehingga pesan tersebut diterima oleh  penerima (komunikan) seara baik.

*erikut ini beberapa fungsi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari tersebut menurut para ahli +

enurut 'homas . Sheidel, & Kita

 berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas- diri, untuk membangun kontak soial dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa,  berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan

udolf 4. 5erderber, & Komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi soial, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk  melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu.

(6)

./ +en!ertian komunikasi terapeutik dalam pelayanan kebidanan

Komunikasi, meniptakan hubungan antara  bidan dengan pasien untuk mengenal kebutuhan dan menentukan renana tindakan.

Kemampuan komunikasi  tidak terlepas dari tingkah laku yang melibatkan aktifitas fisik, mental dan dipengaruhi oleh latar belakang sosial, pengalaman, usia, pendidikan dan tujuan.

a/ +en!ertian Komunikasi Terapeutik 

• Komunikasi terapeutik   adalah komunikasi  yg direnanakan seara sadar, bertujuan

dan dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Komunikasi terapeutik  mengarah pada  bentuk komunikasi interpersonal.

•  #orthouse (6778+ 69), komunikasi terapeutik  adalah kemampuan atau keterampilan

 bidan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan  psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain.

• Stuart :.;. (6778), komunikasi terapeutik  merupakan hubungan interpesonal antara

 bidan dengan pasien, dalam hubungan ini bidan dan pasien memperoleh pengalaman  belajar bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosional pasien.

'ujuan Komunikasi 'erapeutik 

6. embantu pasien memperjelas dan mengurangi beban perasaan serta pikiran. 9. embantu mengambil tindakan yang efektif untuk pasien.

<. embantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri. enurut Stuart, tujuan terapeutik  diarahkan pada pertumbuhan klien +

6. ealisasi diri, penerimaan diri dan rasa hormat pada diri sendiri. 9. =dentitas diri yang jelas dan integritas diri yang tinggi.

<. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang intim, saling tergantung dan menintai.

>. Peningkatan fungsi dan kemampuan yang memuaskan kebutuhan serta menapai tujuan personal yang realistis.

anfaat Komunikasi 'erapeutik 

6. endorong dan menganjurkan kerjasama antara bidan-pasien.

9. engidentifikasi, mengungkap perasaan dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan bidan.

<. emberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi.

>. enegah tindakan yang negatif terhadap pertahanan diri pasien. &

(7)

Komunikasi terapeutik  mempunyai iri-iri sebagai berikut + 6. 'erjadi antara bidan dengan pasien.

9. empunyai hubungan akrab dan mempunyai tujuan. <. *erfokus pada pasien yang membutuhkan bantuan.

>. *idan dengan aktif, mendengarkan dan memberikan respon pada pasien. b/ Unsur Komunikasi Terapeutik 

"dapun komunikasi terapeutik  mempunyai unsur sebagai berikut + 6. "da sumber proses komunikasi.

9. Pesan disampaikan dengan penyandian balik (verbal / non verbal). <. "da penerima

>. 0ingkungan saat komunikasi berlangsung.

0/ +rinsip Komunikasi Terapeutik 12enurut 3arl -o!ers4 6. *idan sebagai tenaga kesehatan harus mengenal dirinya sendiri,

9. Komunikasi ditandai dengan sikap menerima, peraya dan menghargai,

<. *idan sebagai tenaga kesehatan harus paham, menghayati nilai yang dianut pasien, >. *idan sebagai tenaga kesehatan harus sadar pentingnya kebutuhan pasien,

?. *idan sebagai tenaga kesehatan harus meniptakan suasana agar pasien berkembang tanpa rasa takut,

@. *idan  sebagai tenaga kesehatan meniptakan suasana agar pasien punya motivasi mengubah diri,

A. *idan sebagai tenaga kesehatan harus menguasai perasaannya sendiri, 8. ampu menentukan batas waktu yang sesuai dan konsisten,

7. *idan harus paham akan arti empati,

6B. *idan harus jujur dan berkomunikasi seara terbuka, 66. *idan harus dapat berperan sebagai role model, 69. ampu mengekspresikan perasaan,

6<. "ltruisme (panggilan jiwa) untuk mendapatkan kepuasan dengan menolong orang lain,

(8)

6>. *erpegang pada etika, 6?. 'anggung jawab

d/ Teknik 2en$alin Hubun!an den!an +asien

Syarat dasar komunikasi menjadi efektif (Stuart, 6778) adalah +

6. Komunikasi ditujukan untuk menjaga harga diri pemberi dan penerima pesan.

9. Komunikasi dilakukan dengan saling pengertian sebelum memberi saran, informasi dan masukan.

3/ +-OSES KO2UNIK"SI

Contoh model komunikasi yang sederhana digambarkan dibawah ini +

6. Pengirim DE*erita DEPenerima

Fika salah satu elemen komunikasi tidak ada maka komunikasi tidak akan berjalan. "da komponen-komponen

dalam komunikasi antara lain +

9. Pengirim(SenderGSumber) adalah seseorang yang mempunyai kebutuhan atau informasi serta mempunyai Kepentingan mengkomunikasikan kepada orang lain. Pengkodean (noding) adalah pengirim mengkodean informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat.

<. Pesan (assage) , pesan dapat dalam segala bentuk biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima.

>. Saluran (Chanel) adalah ara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk surat, udara untuk kata-kata yang diuapkan.

(9)

?. Penerima (eaiver) adalah orang yang menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak  disampaikan kepada penerima maka komunikasi tidak akan terjadi.

@. Penafsiran kode (eoding) adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Fika semakin tepat  penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, aka semakin

efektif komunikasi yang terjadi.

A. 3mpan balik (4eedbak) adalah pembalikan dari proses komunikasi dimana reaksi kominikasi pengirim dinyatakan

D/ #enis Komunikasi Terapeutik 

'/ 2enden!ar den!an penu peratian

3saha bidan mengerti pasien dengan ara mendengarkan masalah yang disampaikan pasien. Sikap  bidan + pandangan ke pasien, tidak menyilangkan kaki dan tangan, menghindari gerakan yang tidak perlu, tubuh ondong ke arah pasien.

%/ 2enun$ukkan penerimaan

endukung dan menerima informasi dengan tingkah laku yang menunjukkan ketertarikan dan tidak menilai. Sikap bidan + mendengarkan tanpa memutuskan pembiaraan, memberikan umpan balik verbal.

5/ 2enanyakan pertanyaan y! berkaitan

'ujuan + mendapatkan informasi yang spesifik mengenai masalah yang disampaikan pasien. (/ 2en!ulan! u0apan pasien den!an kata)kata

Pemberian feedbak dilakukan setelah  bidan melakukan pengulangan kembali kata kata  pasien.

*/ 2en!klari6ikasi

'ujuan + untuk menyamakan pengertian. 7/ 2em6okuskan

3ntuk membatasi bahan pembiaraan sehingga perakapan lebih spesifik dan dimengerti. 8/ 2enyatakan asil obser9asi

(10)

*idan memberikan umpan balik pada pasien dengan menyatakan hasil pengamatannya sehingga pasien dapat menguraikan apakah pesannya diterima atau tidak.

/ 2ena;arkan in6ormasi

emberi tambahan informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk pasien. </ Diam

emberikan kesempatan pada  bidan untuk mengorganisasikan pikiran dan memproses informasi.

'&/ 2erin!kas

Pengulangan ide utama yang telah dikomunikasikan seara singkat. anfaat + membantu, mengingat topik yang telah dibahas sebelum melanjutkan pembiaraan.

''/ 2emberikan pen!ar!aan

'eknik ini tidak digunakan untuk menyatakan hal yang baik dan buruk. '%/ 2ena;arkan diri

enyediakan diri "nda tanpa respon bersyarat atau respon yang diharapkanH emberi kesempatan kepada pasien untuk memulai pembiaraanH emberi kesempatan kepada pasien untuk berinisiatif dalam memilih topik pembiaraan.

'5/ 2en!an$urkan untuk meneruskan pembi0araan !al ini mempunyai tujuan+

6. emberi kesempatan pasien untuk mengarahkan seluruh pembiaraan, menafsirkan diskusi, bidan mengikuti apa yg sedang dibiarakan selanjutnya.

9. enempatkan kejadian dan waktu seara berurutan.

<. enguraikan kejadian seara teratur akan membantu bidan dan pasien untuk melihat dalam suatu perspektif.

>. enemukan pola kesukaran interpersonal klien. '(/ 2en!an$urkan klien untuk men!uraikan persepsi *idan harus dapat melihat segala sesuatu dari perpektif pasien.

'*/ +erenun!an

emberikan kesempatan untuk mengemukakan dan menerima ide serta perasaannya sebagai  bagian dari dirinya sendiri.

(11)

E/ Taap Interaksi den!an +asien

'/' +re interaksi

'ahap Pre interaksi adalah masa persiapan sebelum mengevaluasi dan berkomunikasi dengan  pasien. Pada masa ini  bidan perlu membuat renana interaksi dengan pasien yaitu +

melakukan evaluasi diri, menetapkan tahapan hubunganI interaksi, merenanakan interaksi.

'/% +erkenalan

'ahap Perkenalan adalah kegiatan yang dilakukan saat pertama kali bertemu. !al yang perlu dilakukan  bidan adalah + memberi salamH memperkenalkan diriH menanyakan nama pasienH menyepakati pertemuan (kontrak)H melengkapi kontrakH menyepakati masalah pasienH mengakhiri perkenalan.

'/5 Orientasi

4ase ini dilakukan pada awal setiap pertemuan kedua dst. 'ujuan + memvalidasi keakuratan data, renana yang telah dibuat dengan keadaan pasien dan mengevaluasi hasil tindakan yg lalu. !al yang harus diperhatikan + memberi salamH memvalidasi keadaan psienH mengingatkan kontrak.

'/( =ase ker$a

erupakan inti hubungan bidan-klien yang terkait erat dengan pelaksanaan renana tindakan kebidanan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang akan diapai.

'ujuan tindakan kebidanan +

6. eningkatkan pengertian dan pengenalan pasien tentang diri, perasaan, pikiran dan  perilakunya (tujuan kognitif).

9. engembangkan, mempertahankan,dan meningkatkan kemampuan pasien seara mandiri menyelesaikan masalah yang dihadapi (tujuan afektif / psikologi).

<. elaksanakan terapiI klinis kebidanan. >. elaksanakan pendidikan kesehatan. ?. elaksanakan kolaborasi.

@. elaksanakan observasi dan pemantauan. '/* =ase terminasi

erupakan akhir dari setiap pertemuan bidan dengan pasien. Klasifikasi terminasi + 11

(12)

6. 'erminasi sementara + akhir dari tiap pertemuan  bidan  dengan pasienH terdiri dari tahap evaluasi hasil, tahap tindak lanjut dan tahap untuk kontrak yang akan datang. 9. 'erminasi akhir + terjadi jika pasien akan pulang dari rumah sakit atau  bidan  selesai

 praktik. =si perakapan antara  bidan dengan pasien meliputi tahap evaluasi hasil, isi  perakapan tindak lanjut dan tahap eksplorasi perasaan.

'/7 =aktor +en!ambat Komunikasi Terapeutik 

Komunikasi terapeutik  dapat mengalami hambatan diantaranya + 6. Pemahaman berbeda.

9. Penafsiran berbeda.

<. Komunikasi yang terjadi satu arah. >. Kepentingan berbeda.

?. Pemberian jaminan yang tidak mungkin. @. *iara hal-hal yang pribadi.

A. enuntut bukti, penjelasan dan tantangan. 8. engalihkan topik pembiaran.

7. emberikan kritik mengenai perasaan pasien. 6B. 'erlalu banyak biara.

66. emperlihatkan sifat jemu dan pesimis.

=/ Komunikasi Terapeutik dalam Kebidanan Komunikasi terapeutik  dalam kebidanan meliputi + '/'/' +en!ka$ian

enentukan kemampuan dalam proses informasiH mengevaluasi data tentang status mental  pasienH mengevaluasi kemampuan pasien dalam berkomunikasiH mengobservasi kejadian

yang terjadiH mengidentifikasi perkembangan pasienH menentukan sikap pasienH mengkaji tingkat keemasan pasien.

6.6.9 -en0ana tu$uan

embantu pasien untuk memenuhi kebutuhan sendiriH membantu pasien menerima  pengalamanH meningkatkan harga diri pasienH memberi supportH tenaga kesehatan dan pasien

sepakat untuk berkomunikasi seara terbuka. '/'/5 Implementasi

(13)

emperkenalkan diri pada pasienH memulai interaksi dengan pasienH membantu pasien mendapatkan gambaran pengalamannyaH menganjurkan pasien untuk mengungkapkan  perasaanH menggunakan komunikasi untuk meningkatkan harga diri pasien.

'/'/( E9aluasi

Pasien dapat mengembangkan kemampuan dalam mengkaji dan memenuhi kebutuhan komunikasi menjadi lebih jelas, terbuka, dan terfokus pada masalahH membantu meniptakan lingkungan yang dapat mengurangi keemasan.

(14)

.". III

+ENUTU+

"/ KESI2+UL"N

Komunikasi merupakan landasan bagi profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan karena tugas bidan adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Proses komunikasi merupakan suatu penyampaian pesan, ide, atau lambing kepada orang lain agar dapat menapai persepsi yang sama sesuai dengan yang dikehendaki oleh komunikator. 'ujuan berkomunikasi adalah memudahakan dan melanarkan penapaian tujuan. 3nsure dasar komunikasi terdiri atas komunikator, pesan, saluran komunikasi, metode komunikasi, komunikan,lingkungan, dan umpan balik.

Kemampuan menerapkan teknik komunikasi terapeutik dalam asuhan kebidanan memerlukan latihan dan kepekaan serta ketajaman perasaan, karena komunikasi terjadi tidak dalam kehampaan, tetapi dalam dimensi nilai,waktu,dan ruang yang turut memengaruhi keberhasilan komunikasi yang terlihat melalui dampak terapeutik bagi klien dan juga berpusat bagi bidan sebagai komunikator.

./ S"-"N

Sebagai seorang bidan, komunikasi adalah hal yang sangat penting dan merupakan kuni utama keberhasilan seorang bidan.Sebaiknya dalam berkomunikasi dengan klien, seorang bidan harusnya menjaga etika dan penampilannya dalam menghadapi kliennya.enjaga hak-hak priabdi dan hak-hak orang lain.enghormati,menjaga perasaan klien, dengan melihat kondisi ekonominya.enjaga rahasia klien.

(15)

Da6tar +ustaka

3ripni, 0. 9BB<. Komunikasi Kebidanan. Fakarta + :C. Suparyanti, . 9BB8. Handout Komunikasi Terapeutik .

Suryani. 9BB?. Komunikasi Terapeutik  Teori Dan Praktik . Fakarta + :C.

Christina, dkk., 9BB<. Komunikasi Kebidanan . Fakarta+ :C.

'yastuti, dkk., 9BB8. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan .2ogyakarta+ 4itramaya. 5ardiyansah, 9BB>. Pengantar Ilmu Komunikasi . *ogor+ :halia =ndonesia.

;iryanto, ., 9BB@. Pengantar Ilmu Komunikasi . Cetakan Ketiga. Fakarta+ P' :rasindo.

Referensi

Dokumen terkait

Definisi lain mengatakan bahwa aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dimana bahan aditif

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas madu yang banyak beredar di kota Bengkulu dilihat dari pH, kadar air, warna, rasa, bau, tingkat kesukaaan

10 ml Fehling A dan 10 ml Fehling B dicampurkan dalam tabung reaksi, kemudian ke dalam 4 tabung reaksi yang berbeda, masing-masing dimasukkan reagen fehling yang

Pembicara yang tidak jelas dapat memberikan redudansi atau suara yang tidak berarti ke dalam informasi dengan cara mengulang kata- katanya, berhenti atau menggunakan

Ke atas, faring berhubungan dengan rongga hidung melalui koana,ke depan berhubungan dengan rongga mulut melalui isthmus orofaring, sedangkan dengan

Kenaikan berat badan yang berlebih selama kehamilan merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan, karena dengan kadar lemak yang tinggi dalam tubuh akan meningkatkan