• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU TRIWULAN I TAHUN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU TRIWULAN I TAHUN 2019"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU

TRIWULAN I TAHUN 2019

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU

2019

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah

Subhanahu Wa Ta’ala, karena atas karunia-Nya Laporan Kinerja (LKj) Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu Triwulan 1 Tahun 2019 dapat diselesaikan.

Laporan Kinerja Triwulan 1 Tahun 2019 Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu merupakan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan tahunan

yang telah ditargetkan dalam Perjanjian Kinerja antara Kepala Pelabuhan dengan Direktur

Jenderal Perikanan Tangkap menggunakan metode Balanced Score Card (BSC).

Pada akhir tahun 2019, PPN Palabuhanratu telah menetapkan

8 (delapan) Sasaran

Strategis dan 16 (Enam Belas) Indikator Kinerja Utama, dimana pengolahan data terhadap

realisasi IKU diakomodir dalam aplikasi KINERJAKU sementara monitoring dan evaluasi

terhadap target dan realisasi dari IKU dilaporkan secara berkala setiap triwulan.

Menyadari bahwa Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dan harapan, untuk itu

kritik dan saran dalam upaya penyempurnaan sangat kami harapkan agar laporan ini

bermanfaat khususnya dalam pelaksanaan kegiatan berbasis kinerja untuk mencapai

sasaran yang telah ditetapkan. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada seluruh

rekan yang telah membantu dan turut serta dalam penyelesaian laporan ini semoga menjadi

amal ibadah bagi kita semua, amin.

Mengetahui,

Kepala Subbagian Tata Usaha

Asep Pardiansyah, S.St.Pi

Palabuhanratu, Maret 2019

Kepala Pelabuhan

(3)
(4)

Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban dari

instansi pemerintah untuk memberikan pertanggungjawaban secara periodik atas

keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan dari misi organisasi dalam mencapai tujuan dan

sasaran yang telah ditetapkan. Dalam memberikan pertanggungjawaban akuntabilitas

kinerja instansi pemerintah, digunakan pengukuran kinerja yang dituangkan dalam bentuk

satuan yang terukur dan terdiri dari pengukuran kinerja kegiatan, pencapaian sasaran

tahunan dan analisis akuntabilitas kinerja. Seiring dengan proses transformasi pengelolaan

kinerja di KKP, yang dimulai dengan implementasi manajemen kinerja berbasis Balanced

Scorecard (BSC), dengan mengacu pada IKU Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap,

Pengukuran kinerja berbasis Balanced Score Card (BSC) adalah hasil suatu penilaian

yang didasarkan pada capaian indikator kinerja utama yang telah ditentukan untuk

tercapainya sasaran strategis. Terdapat empat perspektif dalam penentuan sasaran

strategias dengan menggunakan metode tersebut, yaitu:

1.

Stakeholder perspektif

2.

Customer perspektif

3.

Internal process perspektif

4.

Learning and growth perspektif

Sebagai salah satu unit pelaksana Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu telah menetapkan sasaran strategis yang berorientasi

pada hasil. Dalam setiap sasaran strategis tersebut, terdapat Indikator Kinerja Utama

dengan target capaian yang akan dipenuhi dalam satu tahun. Sesuai dengan Perjanjian

Kinerja Tahun

2019, untuk Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu mempunyai 8

sasaran strategis dan 16 indikator kinerja utama.

Adapun Ikhtisar pencapaian pada

masing-masing Capaian Indikator Kinerja Utama pada Triwulan 1 tahun 2019 Sebagai berikut:

(5)

Adapun Ikhtisar pencapaian pada masing-masing Capaian Indikator Kinerja Utama

pada triwulan 1 Tahun 2019 Sebagai berikut:

SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET TAHUN 2019

REALISASI Bulan Maret

STAKEHOLDER PERSPECTIVE

1. Terwujudnya Kesejahteraan

Masyarakat Nelayan 1. Nilai Tukar Nelayan (Indeks) 113 113.63

COSTUMER PERSPECTIVE

2.

Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan

2. Jumlah produksi perikanan tangkap

(ton) 4,047 580

3. Nilai produksi perikanan tangkap (Rp.

Miliar) 76,586 13.046

4. Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu (Rp. Juta) 661,123 109.755 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

3. Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif

5.

Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

1 -

4.

Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

6.

Tingkat operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (persen)

80 71.00

7.

Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (unit)

480 87

8.

Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

(6)

5.

pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang profesional dan partisipatif

Perikanan Nusantara Palabuhanratu

(WPP) -

10.

Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (orang)

150

-

LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

6.

Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang kompeten, profesional dan berintegritas

11.

Indeks Profesionalitas ASN lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Indeks)

71 -

7.

Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

12.

Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100 -

13.

Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu (%)

100 -

14.

Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%) 100 - 8. Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu secara efisien dan akuntabel

15.

Nilai kinerja anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (nilai)

Baik (87)

96.81

16.

Batas tertinggi persentase nilai temuan LHP BPK atas LK Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu dibandingkan realisasi anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu TA.2018 (persen)

1

(7)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……… i

Ikhtisar Eksekutif..………. ii

Daftar Isi………. vi

Daftar Tabel……….. viii

Daftar Gambar………. x

BAB. I PENDAHULUAN……….……….. 1

A. Latar Belakang……… 1

B. Tugas dan Fungsi………. 1

C. Sistematika Penyajian……… 3

BAB. II PERENCANAAN DAN KINERJA……… 4

A Rencana Strategis Kementerian kelautan dan Perikanan...……….. 4

1. Visi……… 4

2. Misi……… 4

3. Tujan……… 4

4. Sasaran Strategis………. 5

B Permasalahan………. 5

C. Rencana Kerja Tahunan……… 5

D. Perjanjian Kerja………. 5

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA……….………. 8

A.Capaian Kinerja……….. 8

BAB IV PENUTUP……….………. 23

A. Kesimpulan……… 23

B. Saran……… 23

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perjanjian Kinerja PPN Palabuhanratu Tahun 2019………. 7

Tabel 2 Nilai Pencapaian Sasaran Strategis PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019………. 8

Tabel 3 Realisasi IKU PPN Palabuhanratu Bulan Maret Tahun 2019….……….. 9

Tabel 4 IKU dari Sasaran Strategis Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan... 10

Tabel 5 Target dan Realisasi IKU Nilai Tukar Nelayan Maret tahun 2019... 10

Tabel 6 IKU pada Sasaran Strategis Terwujudnya Pengelolaan Perikanan Tangkap yang Partisipasif, Bertanggungjawab dan Berkelanjutan... 11

Tabel 7 Target dan Realisasi IKU Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 11

Tabel 8 Perbandingan Realisasi IKU Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 12

Tabel 9 Target dan Realisasi IKU Nilai Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 12

Tabel 10 Perbandingan Realisasi Nilai Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 12 Tabel 11 Target dan Realisasi IKU Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara 12

(8)

Palabuhanratu Maret Tahun 2019... Tabel 12 Perbandingan Realisasi IKU Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 13 Tabel 13 IKU pada Sasaran Strategis Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan

tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif... 14 Tabel 14 Target dan Realisasi IKU Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan

yang terkelola sumber daya ikannya di PPN Palabuhanratu (WPP)... 14 Tabel 15 IKU Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan

perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan... 15 Tabel 16 Target dan Realisasi IKU Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di

PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 15 Tabel 17 Perbandingan Realisasi Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN

Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 15 Tabel 18 Target dan Realisasi IKU Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal

perikanan di PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 16 Tabel 19 Perbandingan Realisasi IKU Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal

perikanan di PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa

Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 16 Tabel 20 Target dan Realisasi IKU Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 16 Tabel 21 IKU pada Sasaran Strategis .Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan

Perikanan Tangkap yang Profesional dan Partisipatif... 17 Tabel 22 Target dan Realisasi IKU Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 17 Tabel 23 Target dan Realisasi IKU Jumlah awak kapal perikanan yang

tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret

Tahun 2019... 17 Tabel 24 Sasaran strategis dan uraian IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu... 18 Tabel 25 Target dan Realisasi IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 19 Tabel 26 Perbandingan Realisasi IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 19 Tabel 27 IKU pada sasaran strategis Terwujudnya Birokrasi Lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu yang Efektif, Efisien dan Berorientasi pada Layanan

Prima... 20 Tabel 28 Target dan Realisasi Persentase pemenuhan Dokumen RB lingkup Lingkup PPN

Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 20 Tabel 29 Perbandingan Realisasi IKU Persentase pemenuhan Dokumen RB lingkup Lingkup

PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya... 20 Tabel 30 Target dan Realisasi Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN

Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 21 Tabel 31 IKU pada Sasaran Strategis Terkelolanya Anggaran Pengelolaan Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara Efisien dan Akuntabel... 21 Tabel 32 Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019... 22 Tabel 33 Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu Tahun 2019... 22 Tabel 34 Target dan Realisasi IKU Batas tertinggi Persentase temuan LHP BPK atas LK PPN

Palabuhanratu dibandingkan realisasi anggaran PPN Palabuhanratu Tahun

(9)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur organisasi PPN Palabuhanratu………. 2 Gambar 2 Peta strategi PPN Palabuhanratu……….. 6

(10)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu termasuk salah satu Pelabuhan Perikanan yang menjadi kawasan industrialisasi perikanan. PPN Palabuhanratu merupakan kawasan terpilih sebagai basis atau sentra pengelolaan perikanan untuk pengembangan ekonomi usaha perikanan yang dikembangkan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, pelaku usaha dan masyarakat dengan menciptakan iklim usaha yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi wilayah, penciptaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat, melalui penataan pusat pelayanan bisnis perikanan yang berfungsi melayani, mendorong, dan memacu pembangunan kawasan perikanan di wilayah Jawa Barat.

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu berada di Teluk Palabuhanratu yang merupakan bagian dari perairan Samudera Hindia (WPP-RI 573). Dilatar belakangi adanya potensi perikanan di sekitar Palabuhanratu, maka dibangunlah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu pada tahun 1991 – 1993 dengan dana pembangunan pada tahap awal bersumber dari Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Developmnet Bank (IDB) dan pada tanggal 18 Februari 1993 diresmikan operasionalnya oleh Presiden RI.

Pembangunan kelautan dan perikanan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan empat pilar pembangunan nasional, yaitu pro-poor (pengentasan kemiskinan), pro-job (penyerapan tenaga kerja), pro-growth (pertumbuhan) dan pro-environtment (pemulihan dan pelestarian lingkungan) sebagai mainstream dari pembangunan kelautan dan perikanan mengingat wilayah laut/pantai dimana kegiatan perikanan berada merupakan sumberdaya anugrah potensial (potential endowed resources) yang khas memiliki keterkaitan (intervedency) yang komplek dengan bidang sosial-perekonomian-budaya masyarakat disekitarnya. Kesiapan komponen infrastruktur/fasilitas/sarana penangkapan akan sangat diperlukan dalam rangka mengoptimalkan kegiatan eksploitasi sumberdaya tersebut.

B. Tugas dan Fungsi

Mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan, pelabuhan perikanan mempunyai fungsi pemerintahan dan fungsi pengusahaan, sebagai unit kerja, Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu mempunyai fungsi pemerintahan :

a. Pelayanan pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan; b. Pengumpulan data tangkapan dan hasil perikanan;

c. Tempat Pelaksanaan penyuluhan dan hasil perikanan; d. Pelaksanaan kegiatan operasional kapal perikanan;

e. Tempat pelaksanaan pengawasan dan pengendalian sumberdaya ikan; f. Pelaksanaan Kesyahbandaran;

g. Tempat Pelaksanaan fungsi karantina ikan;

h. Publikasi hasil pelayanan sandar dan labuh kapal perikanan dan kapal pengawas kapal perikanan;

i. Tempat publikasi hasil penelitian kelautan dan perikanan; j. Pemantauan wilayah pesisir;

k. Pengendalian lingkungan;

l. Kepabeanan dan/atau Keimigrasian Fungsi Pengusahaan:

a. Pelayanan tambat dan labuh kapal perikanan; b. Pelayanan bongkar muat ikan;

(11)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

2

c. Pelayanan pengolahan hasil perikanan; d. Pemasaran dan distribusi ikan;

e. Pemanfaatan fasilitas dan lahan di pelabuhan perikanan; f. Pelayanan perbaikan dan pemeliharaan kapal perikanan; g. Pelayanan logistik dan perbekalan kapal perikanan;

h. Wisata bahari; dan/atau Penyediaan dan/atau pelayanan jasa lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 20/PERMEN-KP/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksan Teknis Pelabuhan Perikanan, susunan organisasi Pelabuhan Perikanan Nusantara, sebagai berikut:

Gambar 1. Struktur Organisasi PPN Palabuhanratu Tahun 2019

1. Seksi Operasional Pelabuhan

Seksi Operasional Pelabuhan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pengumpulan data, informasi, publikasi, inspeksi pembongkaran ikan, bimbingan teknis, dan penerbitan Sertifikat CPIB.

2. Seksi Kesyahbandaran

Seksi Kesyahbandaran mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan, dan keberadaan kapal perikanan, pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor, pemeriksaan Log Book, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan, pengawasan pengisian bahan bakar, bimbingan teknis, serta kegiatan kesyahbandaran lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.

3. Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha

Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pendayagunaan sarana dan prasarana; bimbingan teknis; fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu, serta pengolahan, pemasaran dan distribusi; pelayanan pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha; pelayanan jasa, dan bimbingan teknis tata kelola dan pelayanan usaha.

(12)

4. Subbagian Tata Usaha

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana dan pelaksanaan program dan anggaran, hukum, organisasi, ketatalaksanaan, administrasi kepegawaian, keuangan dan umum, pelaksanaan pengendalian lingkungan (kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, dan keselamatan kerja), rumah tangga dan Barang Milik Negara, pelayanan masyarakat perikanan, pemantauan, dan evaluasi, serta pelaporan.

5. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional kepelabuhanan serta kegiatan lain sesuai dengan tugas masing-masing jabatan fungsional dan peraturan perundang-undangan.

C. Sistematika Penyajian

Penyusunan Laporan Kinerja (LKJ) PPN Palabuhanratu Bulan Maret tahun 2019 merupakan wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi suatu unit organisasi yang transparan, dan sebagai alat kendali serta pemacu peningkatan kinerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu selama Bulan Maret tahun 2019. Sistematika pelaporan yaitu:

BAB I. Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tugas dan Fungsi C. Sistematika Penyajian BAB II. Perencanaan Kinerja

A. Rencana Strategis B. Permasalahan

C. Rencana Kinerja Tahunan D. Perjanjian Kinerja BAB III. Akuntabilitas Kinerja

A. Capaian Kinerja

B. Akuntabilitas Keuangan BAB IV. Penutup

A. Kesimpulan B. Saran

(13)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

4

BAB II

PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan

Berdasarkan Peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 25/PERMEN-KP/2016 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 45/PERMEN-KP/2016 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2015 – 2019. telah ditetapkan arahan dan kebijakan dalam pelaksanaan tugas.

Dalam rangka mencapai visi yang tertuang dalam Renstra, Kementerian kelautan dan Perikanan menetapkan misi, rencana strategis, tujuan dan sasasan strategis yang terukur dan dilaksanakan setiap tahun. Adapun Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang Ingin dicapai yaitu:

1. Visi

Kementerian kelautan dan Perikanan telah menetapkan Visi untuk periode tahun 2016-2019 sebagaimana tercantum dalam dokumen Rencana Strategis adalah “Mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional

2. Misi

Mengacu pada tugas, fungsi dan wewenang yang telah dimandatkan oleh peraturan perundang undangan kepada KKP dan penjabaran dari misi pembangunan nasional, maka terdapat 3 pilar yang menjadi misi KKP yakni :

1. Kedaulatan (Sovereignty), yakni mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaulat, guna menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya kelautan dan perikanan, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

2. Keberlanjutan (Sustainability), yakni mewujudkan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

3. Kesejahteraan (Prosperity), yakni mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera, maju, mandiri, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

3. Tujuan

Menjabarkan misi pembangunan kelautan dan perikanan, maka tujuan pembangunan kelautan dan perikanan adalah :

a. Kedaulatan (Sovereignty), yakni :

1. Meningkatkan pengawasan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan;

2. Mengembangkan sistem perkarantinaan ikan, pengendalian mutu, keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.

b. Keberlanjutan (Sustainability), yakni :

1. Mengoptimalkan pengelolaan ruang laut, konservasi dan keanekaragaman hayati laut; 2. Meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan budidaya;

3. Meningkatkan daya saing dan sistem logistik hasil kelautan dan perikanan.

c. Kesejahteraan (Prosperity), yakni :

(14)

2. Mengembangkan inovasi iptek kelautan dan perikanan.

4. Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

a. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat nelayan;

b. Terwujudnya pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan;

c. Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan;

d. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara profesional dan partisipatif;

e. Terwujudnya aparatur sipil negara UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang kompeten, profesional dan berkepribadian;

f. Tersedianya manajemen pengetahuan DJPT yang handal dan mudah diakses;

g. Terwujudnya pranata dan kelembagaan birokrasi UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima;

h. Terkelolanya anggaran pembangunan UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara efisien dan akuntabel;

B. Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi oleh PPN Palabuhanratu dalam rangka mendukung Program Pengelolan Perikanan Tangkap antara lain masalah sarana prasarana dan kepatuhan nelayan. Sarana dan prasana yang memadai sangat berpengaruh pada pengembangan usaha perikanan tangkap. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut antara lain :

1. Luas lahan pelabuhan yang terbatas, mengakibatkan terhambatnya investasi di PPN palabuhanratu;

2. Kepatuhan nelayan terhadap pengisian logbook kapal penangkap ikan masih kurang; 3. Masih terdapat kapal yang belum memiliki dokumen yang lengkap;

4. Pintu akses masuk pelabuhan lebih dari satu, sehingga berpengaruh terhadap aktifitas pelabuhan dan realisasi PNBP;

5. Dengan diberlakukannya moratorium perizinan kapal perikanan tahun 2015 dimana setiap kapal harus mendaratkan hasil tangkapan sesuai dengan pangkalan yang tercantum dalam SIPI, sehingga berpengaruh terhadap frekuensi kunjungan kapal di PPN Palabuhanratu dikarenakan sebagian besar kapal-kapal yang berukuran ≥ 20GT berpangkalan di luar PPN Palabuhanratu.

C. Rencana Kinerja Tahunan

Dalam rangka mengukur realisasi dan rencana strategis, Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu telah menetapkan target-target beserta anggaran di tahun 2018 untuk masing-masing indikator kinerja yang harus dicapai. Target - target ini dituangkan dalam dokumen rencana kinerja tahunan 2019. Hal ini ditetapkan pada setiap kegiatan baik untuk indikator kinerja tingkat sasaran maupun indikator kinerja tingkat kegiatan. Rencana kinerja tahunan 2019, mencakup pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang merupakan penjabaran dari program/kegiatan pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu.

D. Perjanjian Kinerja

Penyusunan peta strategis berdasarkan Balanced Score Card (BSC) menyebabkan perubahan pada Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU). Dengan menggunakan metodologi Balanced Score Card, setiap Sasaran Strategi (SS) dikelompokan kedalam empat perspektif, yaitu stakeholders

(15)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

6

perspective, customers perpective, internal process perspective, dan learning and growth perspective. Sasaran Strategis (SS) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berdasarkan Balanced Score Card (BSC), Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu pada tahun 2019 berjumlah 8 SS dan 16 IKU. Sasaran strategis ini merupakan suatu panel instrumen yang memetakan sasaran strategis ke dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu. Sasaran strategis ini berfungsi untuk memudahkan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu untuk mengkomunikasikan keseluruhan strateginya dalam rangka menyukseskan pencapaian Indikator Kinerja Utama Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu.

(16)

Perjanjian Kinerja PPN Palabuhanratu tahun 2019 dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1. Perjanjian Kinerja PPN Palabuhanratu Tahun 2019

SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET TAHUN 2019 STAKEHOLDER PERSPECTIVE

1. Terwujudnya Kesejahteraan

Masyarakat Nelayan 1. Nilai Tukar Nelayan (Indeks) 113

COSTUMER PERSPECTIVE

2. Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan

2. Jumlah produksi perikanan tangkap (ton) 4,047

3. Nilai produksi perikanan tangkap (Rp. Miliar) 76,586

4. Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Rp.

Juta) 661,123

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

3. Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif

5.

Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

1

4.

Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

6. Tingkat operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (persen) 80 7. Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (unit) 480 8. Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%) 100

5.

Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang profesional dan partisipatif

9. Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP) 1

10.

Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (orang) 150

6.

Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang kompeten, profesional dan berintegritas

11. Indeks Profesionalitas ASN lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu (Indeks) 71

7.

Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

12. Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%) 100

13. Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%) 100

14. Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%) 100

8.

Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara efisien dan akuntabel

15.

Nilai kinerja anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu (nilai) Baik (87)

16.

Batas tertinggi persentase nilai temuan LHP BPK atas LK Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu dibandingkan realisasi anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu TA.2018 (persen)

(17)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

8

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

Pengukuran kinerja berbasis Balanced Score Card (BSC) adalah hasil suatu penilaian yang didasarkan pada capaian indikator kinerja utama yang telah ditentukan untuk tercapainya sasaran strategis

Sebagai salah satu unit pelaksana Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu telah menetapkan sasaran strategis yang berorientasi pada hasil untuk tahun 2019. Dalam setiap sasaran strategis tersebut, terdapat Indikator Kinerja Utama dengan target capaian yang akan dipenuhi dalam satu tahun.

Rata rata Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu adalah 106.58% atau dalam kategori “Baik” dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 2. Nilai Pencapaian Sasaran Strategis PPN Palabuhanratu Bulan Maret Tahun 2019

No. Sasaran Strategis NPSS %

1. Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan 100.56 2. Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung

jawab dan berkelanjutan

103.31 3. Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan

Perikanan yang efektif

4. Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

111.18 5. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di

pelabuhan perikanan yang profesional dan partisipatif

6. Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang kompeten, profesional dan berintegritas

7. Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

8. Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara efisien dan akuntabel

111.28

(18)

Tabel 3. Realisasi IKU PPN Palabuhanratu Bulan Maret Tahun 2019

SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET TAHUN 2019 REALISASI BULAN MARET STAKEHOLDER PERSPECTIVE 1. Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan

1. Nilai Tukar Nelayan (Indeks) 113

113.63

COSTUMER PERSPECTIVE

2. Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan

2. Jumlah produksi perikanan tangkap (ton) 4,047 580

3. Nilai produksi perikanan tangkap (Rp. Miliar) 76,586 13.046

4. Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu (Rp. Juta) 661,123 109.755

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

3.

Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif

5. Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

1 -

4. Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

6. Tingkat operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (persen)

80 71.00

7. Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (unit)

480 87

8. Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100 -

5. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang profesional dan partisipatif

9. Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu (WPP) 1

- 10. Jumlah awak kapal perikanan yang

tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (orang) 150 -

LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

6. Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu yang kompeten, profesional dan berintegritas

11. Indeks Profesionalitas ASN lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Indeks)

71 -

7. Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

12. Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi

Birokrasi Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100 -

13. Persentase pemenuhan dokumen AKIP

lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100 -

14. Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100 -

8. Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara efisien dan akuntabel

15. Nilai kinerja anggaran lingkup Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (nilai) Baik (87) 96.81

16. Batas tertinggi persentase nilai temuan LHP BPK atas LK PPN Palabuhanratu

dibandingkan realisasi anggaran PPN Palabuhanratu TA.2018 (persen)

1

(19)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

10

STAKEHOLDERS PERSPEKTIF

SS 1. Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan

Tabel 4: IKU dari Sasaran Strategis Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan

No

SS SASARAN STRATEGIS No. IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

1 Terwujudnya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan 1 Nilai Tukar Nelayan NTN 113 113.63 100.56

Tabel 5. Target dan Realisasi IKU Nilai Tukar Nelayan Maret tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Nilai Tukar Nelayan (NTN) 113 113.63 100.56

Dari data tabel di atas, capaian angka NTN sangat dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima nelayan (lt) dengan indeks harga yang dibayar nelayan (lb), dimana fluktusi kedua indeks ini akan menyebabkan fluktiasi angka NTN. Standar kesejahteraan nelayan adalah angka NTN sebesar 100, apabila NTN di bawah 100 maka nelayan dikategorikan belum sejahtera dan apabila NTN di atas 100 maka nelayan sejahtera. Selama tahun 2019, realisasi NTN rata-rata di atas 100, maka dapat dikatakan sampai dengan Tahun 2019 nelayan sejahtera.

NTN adalah rasio antara indeks harga yang diterima nelayan (It) dengan indeks harga yang dibayar nelayan (Ib), yang dinyatakan dalam persentase. It NTN adalah indeks harga komoditas ikan yang dihasilkan nelayan. It NTN terdiri dari penangkapan ikan di laut, dan penangkapan ikan di perairan umum. Perubahan It dari waktu ke waktu menunjukkan perubahan harga dari sekelompok jenis ikan hasil tangkapan nelayan baik di laut maupun perairan umum, sehingga perubahan It dapat dipandang sebagai inflasi harga ikan di tingkat produsen.

Sedangkan, Ib NTN merupakan indeks harga barang yang dibelanjakan oleh nelayan baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan produksi dan penambahan barang modal. Ib NTN terdiri dari Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dan Indeks Barang Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM). Perubahan IKRT dari waktu ke waktu menggambarkan perubahan harga dari sekelompok barang/jasa yang dikonsumsi oleh nelayan di desa pesisir.

Keberhasilan pencapaian target NTN merupakan dampak dari kenaikan pendapatan nelayan yang disebabkan oleh peningkatan jumlah dan nilai produksi perikanan tangkap pada tahun 2019. Disaat yang bersamaan, biaya yang harus dibayarkan oleh nelayan cenderung stabil sepanjang tahun, dimana untuk komponen barang produksi dan penambahan barang modal dapat ditekan dengan adanya pembangunan infrastruktur yang mendukung kemudahan akses nelayan terhadap BBM, air/es dan pasar.

(20)

CUSTOMER PERSPECTIVE

SS 2. Terwujudnya Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang Bertanggungjawab dan Berkelanjutan

Tabel 6. IKU pada Sasaran Strategis Terwujudnya Pengelolaan Perikanan Tangkap yang Partisipasif, Bertanggungjawab dan Berkelanjutan

No SS

SASARAN STRATEGIS

No.

IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

2 Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan 2 Jumlah produksi perikanan tangkap di PPN Palabuhanratu Ton 4.047 580 105.54 3

Nilai produksi perikanan tangkap di PPN Palabuhanratu

Rp. Miliar 76.586 13.046 104.37

4 Nilai PNBP di PPN

Palabuhanratu Rp. Juta 661.123 109.755 100.10

IKU 2. Jumlah Produksi Perikanan Tangkap UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Ton) Produksi Perikanan Tangkap merupakan hasil perhitungan gabungan dari volume produksi yang didaratkan perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan dan hasil estimasi di desa sampel yakni desa perikanan yang terpilih sebagai desa untuk dilakukan kegiatan pengumpulan/pendataan statistik perikanan tangkap, dipilih secara metodologi melalui kerangka survei. Realisasi produksi perikanan tangkap diukur dan dilaporkan secara berkala setiap bulan.

Produksi Ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu berasal dari hasil tangkapan kapal-kapal ikan domisili (Palabuhanratu) dan kapal-kapal ikan pendatang diantaranya berasal dari Cilacap, Jakarta dan Binuangeun. Adapun daerah penangkapan ikan bagi nelayan yang menggunakan fishing base port-nya Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu antara lain perairan Teluk Palabuhanratu, Cisolok, Ujung Genteng, perairan sebelah Selatan Pulau Jawa dan sebelah Barat Pulau Sumatera.

Produksi Ikan hasil tangkapan yang ada didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, selain hasil tangkapan kapal-kapal perikanan yang mendarat di kolam pelabuhan juga berasal dari beberapa pendaratan ikan sebagai kawasan pendukung dan daerah lain yang melalui jalan darat seperti PPI Cisolok, PPI Loji, PPI Ujung Genteng, dan daerah lainnya seperti Binuangeun dan Jakarta. Jenis ikan tersebut antara lain ikan Cakalang, Tembang, Eteman, Layur, Layaran, Setuhuk, Tongkol dan Tembang. Target dan realisasi IKU Jumlah Produksi Perikanan Tangkap pada Maret tahun 2019 ini adalah sebagai berikut:

Tabel 7. Target dan Realisasi IKU Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di

(21)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

12

Tabel 8: Perbandingan Realisasi IKU Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di

PPN Palabuhanratu (Ton) - 3.471 3.968 3.752 4.047

IKU 3. Nilai Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Rp. Miliar) Nilai produksi perikanan tangkap merupakan perhitungan gabungan dari nilai produksi yang didaratkan perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan dan hasil estimasi di desa sampel yakni desa perikanan yang terpilih sebagai desa untuk dilakukan kegiatan pengumpulan/pendataan statistik perikanan tangkap, dipilih secara metodologi melalui kerangka survei. Nilai produksi perikanan tangkap sangat tergantung pada besarnya volume produksi yang dihasilkan dan rata – rata harga ikan di pasaran. Realisasi produksi perikanan tangkap diukur dan dilaporkan secara berkala setiap bulan.

Tabel 9. Target dan Realisasi IKU Nilai Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Nilai Produksi Perikanan Tangkap di PPN Palabuhanratu (Rp.

Miliar) 76.586 13.046 104.37

Tabel 10 : Perbandingan Realisasi Nilai Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Nilai Produksi Perikanan Tangkap UPT PPN

Palabuhanratu (Rp. Miliar) 79.824 75.083 103.00 76.586

IKU 4. Nilai PNBP di PPN Palabuhanratu (Rp.Juta)

Indikator ini terkait dengan pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan pelayanan jasa pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dilaporkan setiap bulan. Berikut adalah realisasi PNBP PPN Palabuhanratu Tahun 2018 per bulan:

Tabel 11. Target dan Realisasi IKU Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan

(22)

Tabel 12: Perbandingan Realisasi IKU Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun

Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Nilai PNBP Pelabuhan Perikanan Nusantara

(23)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

14

SS 3.

Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang

efektif

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

Tabel 13. IKU pada Sasaran Strategis Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif

No

SS SASARAN STRATEGIS

No.

IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

3 Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif 5

Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di PPN Palabuhanratu

WPP 1

KU 5. Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di PPN Palabuhanratu (WPP)

Indikator ini merupakan indikator yang menunjukkan Jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga perbankan dan non perbankan serta bantuan pemerintah. Penyaluran permodalan dari Perbankan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) dan skim kredit komersil lainya, dan Non perbankan berupa pegadaian dan LBPD. Capaian IKU ini ditargetkan untuk dilaporkan secara tahunan pada akhir tahun 2018 dikarenakan periode penyampaian laporan penyaluran modal di bidang perikanan tangkap oleh pihak perbankan relatif dilakukan setiap semester sehingga kompilasi data yang masuk juga akan dilakukan pada setiap semester pada tahun 2019. Adapun teknik penghitung capaian indikator ini adalah dengan menjumlahkan seluruh penyaluran usaha baik dengan skema perbankan maupun non perbankan.

Tabel 14. Target dan Realisasi IKU Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di PPN Palabuhanratu (WPP)

Uraian IKU

Target Tahun

2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di PPN Palabuhanratu (WPP)

1

Indikator ini ditetapkan pada tahun 2019, sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

(24)

SS 4.Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

Tabel 15. IKU Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

No SS

SASARAN STRATEGIS

No.

IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

4 Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan 6 Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN Palabuhanratu Persen 80 71.00 120 7

Jumlah Kapal Perikanan Yang Terdaftar sebagai kapal perikanan di PPN Palabuhanratu

Unit 480 87 102.35

8

Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

Persen 100

IKU 6. Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN Palabuhanratu ( % )

Perhitungan dari indikator ini diperoleh dari kegiatan-kegiatan operasinal Pelabuhan perikanan yang dilakukan penginputan setiap harinya kedalam aplikasi PIPP, yang kemudian dinilai sesuai indicator-indikator yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan nilai tingkat operasional Pelabuhan Perikanan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pelabuhan Perikanan setiap Bulannya.

Tabel 16. Target dan Realisasi IKU Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di

PPN Palabuhanratu ( % ) 80 71 120

Tabel 17: Perbandingan Realisasi Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun

Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan

(25)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

16

IKU 7. Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal perikanan di PPN Palabuhanratu (Unit) Indikator ini merupakan indikator yang menunjukkan jumlah kapal perikanan yang terdaftar di Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap yang ditandai dengan diterbitkannya buku kapal perikanan. Indikator ini ditargetkan dilaporkan setiap bulan pada tahun 2019. Dari target yang telah ditetapkan sebesar 480 tahun 2019 ini sampai dengan Maret Tahun 2019 sudah terealisasi sebanyak 87 unit kapal atau 102.35 %.

Tabel 18. Target dan Realisasi IKU Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal perikanan di PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal

perikanan di PPN Palabuhanratu (Unit) 480 87 102.35

Tabel 19: Perbandingan Realisasi IKU Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal perikanan di PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun

Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Jumlah Kapal Perikanan yang Terdaftar sebagai kapal

perikanan di PPN Palabuhanratu (Unit) - 511 503 480 480

IKU 8. Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

Tabel 20. Target dan Realisasi IKU Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100

Indikator ini ditetapkan pada tahun 2019, sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

(26)

SS 5.Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan Perikanan Tangkap yang Profesional dan Partisipatif

Tabel 21. IKU pada Sasaran Strategis .Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan Perikanan Tangkap yang Profesional dan Partisipatif

No

SS SASARAN STRATEGIS

No.

IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

5

Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan Perikanan Tangkap yang Profesional dan Partisipatif

9

Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

WPP 1

10

Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

Orang 150

IKU 9. Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

Tabel 22. Target dan Realisasi IKU Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase Jumlah WPP yang dihitung alokasi

sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

1

IKU 10. Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (orang)

Tabel 23. Target dan Realisasi IKU Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase Jumlah awak kapal perikanan yang

tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Orang)

150

Indikator ini ditetapkan pada tahun 2019, sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

(27)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

18

INTERNAL PROCESS PERSPEKTIF

SS 6. Terwujudnya Aparatur Sipil Negara Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang Kompeten, Profesional dan Berintegritas.

IKU 11. Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Indeks) Tabel 24: Sasaran strategis dan uraian IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

No

SS SASARAN STRATEGIS No. IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET

REALISA

SI %

6

Terwujudnya Aparatur Sipil Negara Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang Kompeten, Profesional dan Berintegritas 11 Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu

Indeks 71

Indeks Kompetensi Struktural dan Fungsional lingkup PPN Palabuhanratu yang merupakan perbandingan antara kompetensi yang dibutuhkan untuk satu jabatan struktural dan fungsional tertentu dengan kompetensi yang dimiliki oleh pejabat yang saat ini sedang menjabat pada jabatan tersebut. Kompetensi merupakan kemampuan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan dan pengetahuanDalam penilaian kompetensi pejabat struktural lingkup PPN Palabuhanratu, terdapat 12 komponen standar kompetensi yakni sebagai berikut :

Integritas dengan kriteria : (a) Konsisten dan berpegang pada etika dan tata nilai organisasi yang berlaku, (b) Secara terbuka menyatakan pandangan tentang ketidak etisan meskipun hal itu akan merusak hubungan kerjanya, (c) Mengajak orang lain untuk membangun kepercayaan dan berkerja sesuai dengan etika organisasi yang berlaku, (d) Membangun pola cata kerja atau iklim kerja yang kondusif dengan memberikan suasana yang dapat menumbuhkembangkan saling percaya dan (e) Menjadi contoh bagi orang lain dalam bertindak/bekerja sesuai dengan nilai-nilai dan etika kerja.

Kepemimpinan dengan kriteria : (a) Memberikan Penjelasan Kepada Tim Kerja, (b) Melakukan bimbingan kepada tim kerja, (c) Pendelegasian tugas dan wewenang, (d) Pengorganisasian sumber daya yang ada dan (e) Membangun situasi yang kondusif.

Perencanaan pengorganisasian dengan kriteria : (a) Mengetahui jenis kegiatan berdasarkan kebutuhan organisasi, (b) Menentukan skala prioritas kegiatan kemudian menentukan sumber daya yang

diperlukan, (c) Memprediksi permasalahan dan menyusun tahapan penyelesaian masalah yang timbul, (d) Menggunakan penyelesaian secara sistimatis dalam menghadapi masalah dan membuat alternatif-alternatif untuk meningkatkan kinerja dan (e) Merumuskan tindakan jangka panjang sesuai dengan tujuan organisasi.

Kerjasama, dengan kriteria : (a) Bersikap pasif dalam kelompok. Mendukung tujuan dan keputusan kelompok dengan cara menyelesaikan tugas secara bersama. Berpartisipasi dengan cara memberikan kontribusi. Membantu rekan kerja/anggota tim yang mengalami kesulitan. Aktif memberikan semangat rekan/anggota tim untuk meningkatkan produktivitas kelompok.

(28)

Fleksibilitas berpikir, dengan kriteria : (a) Tidak mampu menerima pandangan dari orang lain. Mengikuti alur pemikiran pandangan dari orang lain Berupaya mendapatkan pandangan dari berbagai pihak dalam menghadapi perubahan situasi. Membantu rekan kerja/anggota tim yang mengalami kesulitan. Aktif memberikan semangat rekan/anggota tim untuk meningkatkan produktivitas kelompok.

Berorientasi pada kualitas, dengan kriteria : (a) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditentukan Memperhatikan jalannya pelaksanaan tugas didukung dengan bahan yang benar Mengamati prosedur kerja dengan cermat untuk mengantisipasi masalah yang timbul dan menetapkan standar kerja Membuat standar kerja baru untuk memperbaiki proses kerja agar efektif dan efisien. Mengawasi jalanya pekerjaan untuk menghindari kesalahan dengan membuat sistem pengawasan yang lebh efektif.

Berorientasi pada pelayanan, dengan kriteria : (a) Memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku Memberikan pelayanan secara tepat dan tepat sesuai kebutuhan pelanggan Mengevaluasi kebutuhan pelanggan untuk meningkatkan pelayanan Mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memprediksi perubahan kebutuhan pelanggan. Mengembangkan metode baru dalam meningkatkan pelayanan. Manajemen Waktu dengan kriteria : (a) Melaksanakan pekerjaan yang sudah ada tanpa

mempertimbangkan waktu yang disediakan, (b) Menyusun beberapa kegiatan yang akan dilakukan dengan menentukan batas waktu yang telah ditetapkan, (c) Memperkirakan jangka waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas dengan penuh tangggung jawab, (d) Menyelesaikan tugas pekerjaan sesuai dengan batasan waktu yang diperlukan dan (e) Menentukan prioritas pekerjaan disesuaikan dengan target waktu yang ada.

Pengambilan keputusan dengan kriteria : (a) Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, (b)

Mengumpulkan informasi dan dukungan dari lingkungan dalam pengambilan keputusan, (c) Membuat keputusan penyelesaian masalah dengan telah mempertimbangkan konsekuensinya, (d) Menetapkan keputusan yang dapat mengakomodir kepentingan semua pihak dan (e) Memastikan pelaksanaan keputusan dengan memantau hasil-hasil dan membuat penyesuaian-penyesuaian yang diperlikan. Pengaturan kerja dengan kriteria : (a) Mengenali tugas/pekerjaan yang lebih penting dan kurang penting, (b) Memastikan perlengkapan yang terkait dengan pekerjaan telah tersedia sesuai kebutuhan, (c) Menyusun alokasi dan penggunaan waktu yang efektif untuk penyelesaian pekerjaan, (d)

Mengkoordinasi antara perencanaan kerja orang lain dan diri sendiri untuk menghindari masalah dan (e) Memanfaatkan berbagai sumber yang daya yang ada secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah.

Tabel 25. Target dan Realisasi IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Indeks) 71

Tabel 26: Perbandingan Realisasi IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun

Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Indeks Profesionalitas ASN Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Indeks)

(29)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

20

SS 7. Terwujudnya Birokrasi Lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang Efektif, Efisien dan Berorientasi pada Layanan Prima

Tabel 27. IKU pada sasaran strategis Terwujudnya Birokrasi Lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang Efektif, Efisien dan Berorientasi pada Layanan Prima

No SS

SASARAN STRATEGIS

No.

IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

7 Terwujudnya Birokrasi Lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu yang Efektif, Efisien dan Berorientasi pada Layanan Prima 12 Presentase pemenuhan Dokumen RB Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu % 100 13 Presentase pemenuhan Dokumen AKIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu % 100 14 Presentase pemenuhan Dokumen Maturitas SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu % 100

IKU 12. Persentase Pemenuhan Dokumen RB Lingkup PPN Palabuhanratu (%)

Presentase pemenuhan Dokumen Reformasi dan Birokrasi Lingkup PPN Palabuhanratu merupakan indikator yang dihitung dari perbandingan jumlah Dokumen Reformasi Birokrasi yang dipenuhi UPT PPN Pekalongan terhadap dokumen pendukung Reformasi Birokrasi yang dipersyaratkan.

Tabel 28. Target dan Realisasi Persentase pemenuhan Dokumen RB lingkup Lingkup PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Tahun 2019 Persentase

Persentase pemenuhan Dokumen RB lingkup Lingkup PPN

Palabuhanratu (%) 100

Tabel 29: Perbandingan Realisasi IKU Persentase pemenuhan Dokumen RB lingkup Lingkup PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019 terhadap Realisasi Beberapa Tahun Sebelum dan Sesudahnya

Uraian IKU Realisasi Tahun

Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Persentase pemenuhan Dokumen RB lingkup Lingkup PPN Palabuhanratu (%)

(30)

IKU 13. Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN Palabuhanratu (%)

Indikator nilai AKIP Ditjen Perikanan Tangkap melurpakan penilaian Kementerian PAN & RB atas akuntabilitas kinerja KKP. Akuntabilias kinerja yaitu perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah di amanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang disusun secara periodik.

Tabel 30. Target dan Realisasi Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Tahun 2019 Persentase

Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN

Palabuhanratu (%) 100

SS 8. Terkelolanya Anggaran Pengelolaan PPN Palabuhanratu Secara Efisien dan Akuntabel

Pencapaian sasaran strategis ini diukur melalui Nilai Kinerja Anggaran lingkup UPT PPN Palabuhanratu. Target dan realisasi indikator tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 31. IKU pada Sasaran Strategis Terkelolanya Anggaran Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara Efisien dan Akuntabel

No SS

SASARAN STRATEGIS

No.

IKU URAIAN IKU SATUAN TARGET REALISASI %

8 Terkelolanya Anggaran Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu secara Efisien dan Akuntabel

15

Nilai Kinerja Anggaran Lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

Nilai 87 96.81

16

Batas tertinggi persentase nilai temuan LHP BPK atas Lk PPN Palabuhanratu dibandingkan realisasi Anggaran PPN Palabuhanratu TA 2018 (%) % 1

IKU 15. Nilai Kinerja Anggaran lingkup UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

Nilai Kinerja Anggaran lingkup Ditjen Perikanan Tangkap merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 249 Tahun 2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Nilai Kinerja Anggaran lingkup Ditjen Perikanan Tangkap yang merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 249 Tahun 2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Adapun aspek yang dinilai adalah aspek implementasi yang terdiri atas 4 (empat) komponen yakni (1) Penyerapan Anggaran (P) dengan bobot 9,7 persen, (2) Konsistensi antara

(31)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

22

perencanaan dan implementasi (K) dengan bobot 18,2 persen, (3) Pencapaian keluaran (PK) dengan bobot 43,5 persen dan Efisiensi (E) dengan bobot 28,6 persen. Adapun pengelompokkan hasil penilaian adalah sebagai berikut :

Nilai Kinerja Anggaran > 90 persen sampai dengan 100 persen dikategorikan Sangat Baik; Nilai Kinerja Anggaran > 80 persen sampai dengan 90 persen dikategorikan Baik;

Nilai Kinerja Anggaran > 60 persen sampai dengan 80 persen dikategorikan Cukup atau Normal; Nilai Kinerja Anggaran > 50 persen sampai dengan 60 persen dikategorikan Kurang;

Nilai Kinerja Anggaran sampai dengan 50 persen dikategorikan Sangat Kurang;

Tabel 32. Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Maret Tahun 2019

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu (Nilai) 87 (Baik) 96.81

Tabel 33: Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Tahun 2019

Uraian IKU Realisasi Tahun

Target Tahun

2016 2017 2018 2018 2019

Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu (Nilai) 89.30 87,16 80,46 86 87

Tabel 34. Target dan Realisasi IKU Batas tertinggi Persentase temuan LHP BPK atas LK PPN Palabuhanratu dibandingkan realisasi anggaran PPN Palabuhanratu Tahun Anggaran 2018

Uraian IKU Target Tahun 2019 Realisasi Maret 2019 Persentase

Batas tertinggi Persentase temuan LHP

BPK atas LK PPN Palabuhanratu

dibandingkan realisasi anggaran PPN Palabuhanratu Tahun Anggaran 2018 (%)

(32)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Secara umum PPN Palabuhanratu dapat melaksanakan program pengembangan dan pengelolaan perikanan tangkap yang terdiri dari beberapa kegiatan yang diimplementasikan di PPN Palabuhanratu pada tahun 2019.

Realisasi Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja antara Kepala Pelabuhan dengan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, dapat dilihat dari Dashboard Aplikasi Kinerjaku. Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) PPN Palabuhnaratu, sebagaimana tercantum dalam dashboard aplikasi Kinerjaku Bulan Maret tahun 2019 yaitu 106.58 %.

A. Saran

Untuk meningkatkan pencapaian IKU yang belum tercapai secara optimal pada Maret tahun 2019, upaya-upaya yang perlu dilakukan di masa mendatang yaitu antara lain :

1. Mengoptimalkan sarana pelabuhan yang tersedia dan membangun sarana atau fasilitas pelabuhan untuk menunjang operasional dan pelayanan pelabuhan kepada masyarakat perikanan;

2. Mengoptimalkan kegiatan-kegiatan operasional, kegiatan rutin kantor dan kegiatan pengadaan dan kegiatan lain dalam dokumen perencanaan untuk mencapai output yang telah ditetapkan dan untuk meningkatkan nilai kinerja anggaran;

3. Mengoptimalkan sarana pendukung untuk operasional aplikasi-aplikasi pelabuhan yang berbasis IT;

4. Mengoptimalkan pengelolaan manajemen mutu bidang-bidang pelayanan pelabuhan, terutama pelayanan yang sudah tersertifikasi ISO 9001:2008.

(33)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

24

(34)

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU

Jl. Siliwangi PO. BOX. 22 Palabuhanratu 43364 Jawa Barat

Telp. (0266) 431307 Fax. (0266) 431355

Pos Elektronik :

ppn_ratu@yahoo.com

,

ppn.ratu@gmail.com

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2019

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan,

akuntabel dan berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama

:

Alie Abdoel Cholieq Syahid

Jabatan

: Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

Selanjutnya disebut pihak pertama

Nama

:

M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc

Jabatan

: Direktur Jenderal Perikanan Tangkap

Selaku atasan pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai

lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti

yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan

pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.

Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi

terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan

dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

Pihak Kedua

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap

M. Zulficar Mochtar

Jakarta, 2019

Pihak Pertama

Kepala Pelabuhan PPN Palabuhanratu

(35)

Laporan Kinerja PPN Palabuhanratu

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2019

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA

TARGET TAHUN

2019

STAKEHOLDER PERSPECTIVE

1. Terwujudnya Kesejahteraan

Masyarakat Nelayan 1. Nilai Tukar Nelayan (Indeks) 113

COSTUMER PERSPECTIVE

2.

Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan

2. Jumlah produksi perikanan tangkap (ton) 4,047

3. Nilai produksi perikanan tangkap (Rp. Miliar) 76,586

4. Nilai PNBP di Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu (Rp. Juta) 661,123

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

3. Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif

5.

Jumlah laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

1

4.

Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan

6.

Tingkat operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (persen)

80

7.

Jumlah kapal perikanan yang terdaftar sebagai kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (unit)

480

8.

Tingkat Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu (%)

100

5.

Terselenggaranya

pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di

pelabuhan perikanan yang profesional dan partisipatif

9.

Jumlah WPP yang dihitung alokasi sumber daya ikannya di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (WPP)

1

10.

Jumlah awak kapal perikanan yang

tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (orang)

150

6.

Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu yang kompeten, profesional dan berintegritas

11. Indeks Profesionalitas ASN lingkup Pelabuhan

Perikanan Nusantara Palabuhanratu (Indeks) 71

7.

Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

12.

Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%)

100

13. Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (%) 100 14. Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP

(36)

Program : Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu

Jumlah Anggaran Tahun 2018 : Rp12.000.023.000,-

Pihak Kedua

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap

M. Zulficar Mochtar

Jakarta, 2019

Pihak Pertama

Kepala PPN Palabuhanratu

Alie Abdoel Cholieq Syahid

8.

Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara

Palabuhanratu secara efisien dan akuntabel

15.

Nilai kinerja anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan

Nusantara Palabuhanratu (nilai) Baik (87)

16.

Batas tertinggi persentase nilai temuan LHP BPK atas LK Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu dibandingkan realisasi anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu TA.2018 (persen)

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi PPN Palabuhanratu Tahun 2019
Gambar 2. Peta Strategi PPN Palabuhanratu Tahun 2019
Tabel 1. Perjanjian Kinerja PPN Palabuhanratu Tahun 2019
Tabel  2. Nilai Pencapaian Sasaran Strategis PPN  Palabuhanratu Bulan Maret Tahun 2019
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Skripsi ini berjudul “ Kajian Fasilitas dan Produksi Hasil Tangkapan dalam Menunjang Industri Pengolahan Ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Sukabumi Jawa Barat”

2 Pelabuhan Perikanan Nusantara Kriteria yang digunakan agar suatu pelabuhan perikanan ditetapkan sebagai Pelabuhan Perikanan Nusantara adalah: a Terutama melayani kapal ikan

SASARAN KEGIATAN Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara

Realisasi Sasaran Strategis (SS) Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKKS) Sasaran Program/Indikator Indikator Kinerja Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

Perjanjian Kinerja SUPM Waiheru Ambon Tahun 2020 mengalami beberapa perubahan berupa penambahan Indikator Kinerja Utama pada Sasaran Strategis Tata Kelola

Pada penggunaan anggaran dalam rangka pencapaian indikator kinerja nilai IKPA Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta sampai dengan triwulan III tahun

Perbandingan Target Tahunan, Target Triwulan I dan Realisasi NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET TAHUN 2020 TRIWULAN I TARGET REALISASI 1 Kapasitas dan

Perjanjian Kinerja SUPM Waiheru Ambon Tahun 2020 mengalami beberapa perubahan berupa penambahan Indikator Kinerja Utama pada Sasaran Strategis Tata Kelola