PEMBONGKARAN MESIN 4D56 PT. TIDAR KERINCI AGUNG
TRACTION & CIVIL ENGINEERING (T&CE)
Diajukan Sebagai Persyaratan Menyelesaikan Praktek Lapangan Industri (PLI) Di Jurusan Teknik Otomotif
Oleh:
Gunawan Sidiq FY NIM:1105024/2011
Jurusan Teknik Otomotif Program Studi Teknik Otomotif
FAKULTAS TEKNIK
HALAMAN PENGESAHAN INDUSTRI
Laporan ini Disampaikan Untuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan Penyelesaian Pengalaman Lapangan Industri FT-UNP Padang
Semester Januari-Juni 2014
Oleh
Gunawan Sidiq FY NIM: 1105024/2011
Jurusan Teknik Otomotif Program Studi Teknik Otomotif
Diperiksa dan Disyahkan Oleh: Pembimbing Dari Perusahaan/Industri
(Syaiful. R) KADIV
Laporan ini Disampaikan Untuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan Penyelesaian Pengalaman Lapangan Industri FT-UNP Padang
Semester Januari-Juni 2014
Oleh
Gunawan Sidiq FY NIM: 1105024/2011
Jurusan Teknik Otomotif Program Studi Teknik Otomotif
Diperiksa dan Disyahkan Oleh: Dosen Pembimbing
Drs. Andrizal,M.Pd NIP. 19650725 199203 1 003
A.n. Dekan FT-UNP Kepala Unit Hubungan Industri
Syukur Alhamdulillah, penulis ucapkan kepada Allah SWT yang mana atas berkah dan karunia-Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan praktek lapangan industri di Traction & Civil Engineering PT. TIDAR KERINCI AGUNG Solok Selatan yang dilaksanakan 2 Januari – 2 Maret 2014, penyusunan dan penulisan laporan ini dalam rangka memenuhi persyaratan penyelesaian program praktek lapangan industri yang dilaksanakan.
Laporan ini disusun berdasarkan bahan dan data yang penulis peroleh selama mengikuti Praktek Lapangan Industri serta referensi yang penulis peroleh dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
Selesainya PLI dan laporan ini, berkat dorongan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Ganefri, M.Pd, Ph.D selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Negeri Padang.
2. Bapak Drs.Bahrul Amin,M.Pd. selaku Kepala Unit Hubungan Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
3. Bapak Drs.Martias M.Pd selaku Ketua Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
4. Bapak Drs.Andrizal,M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Praktek Lapangan Industri
5. Bapak Syaiful. R selaku Kadiv T&CE.
6. Seluruh staf karyawan di T&CE PT. TIDAR KERINCI AGUNG Solok Selatan.
7. Kepada kedua orang tua, abang, dan teman-teman yang telah memberikan dorongan, semangat dan bantuan kepada penulis.
Semoga dorongan, bimbingan, dan bantuan yang diberikan pada penulis agar mendapat balasan dan pahala yang setimpal disisi Allah SWT. Dalam hal ini
2
Padang, September 2014
A. Latar Belakang...1
B. Tujuan Praktik Industri...1
C. Tempat pelaksanaan PLI...2
D. Metode Pelaksanaan PLI...3
E. Manfaat PLI...4
F. Deskripsi Tentang Perusahaan...4
G. Management Perusahaan...5
H. Pengelolaan dan Pelayanan Bengkel...6
I. Struktur Organisasi Perusahaan...6
J. Perencanaan Kegiatan PLI di Perusahaan...9
K. Pelaksanaan Praktek Industri dan Hambatan...9
BAB II LANDASAN TEORI……….11
1. Sistem Bahan Bakar Diesel...11
2. Pengertian Mesin Diesel...11
3. Prinsip Kerja Mesin Diesel...11
4. Penyebab Pembongkaran Mesin...12
BAB III PEMBAHASAN………....13
A. Pembongkaran Mesin 4D56...13
B. Memeriksa Komponen Engine 4D56...34
C. Memasang Komponen Engine 4D56...43
BAB IV PENUTUP……….57
B. KESIMPULAN...57
A. Latar Belakang
Dalam menghadapi era globalisasi ini sangat menjadi isu sentral untuk menghadapinya, jadi sangat dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas agar dapat mengisi semua sektor pembangunan.
Sumber daya manusia tersebut hendaknya berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), memiliki keterampilan yang berbekal iman dan taqwa kepada Allah SWT. Untuk mencapai SDM calon yang dimaksud, diperlukan program pelatihan dan pendidikan secara berkesinambungan pada suatu lembaga kependidikan yang terkait dengan industri. Sehubungan hal tersebut Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berupaya mencetak calon tenaga kerja dan tenaga pendidik yang berkualitas dan mengacu kepada dunia industri.
Salah satu yang ditempuh adalah dengan mengirim mahasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu ke dunia industri. Dengan demikian manusia memadukan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari bangku perkuliahan dengan pengalaman langsung di dunia industri, serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dalam aplikasi lain serta untuk kerja mahasiswa pada industri. Secara tidak langsung juga menunjukkan kepada dunia industri bahwa mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang juga mampu bekerja disektor industri.
B. Tujuan Praktik Industri 1. Tujuan Umum
Adapun tujuan praktik lapangan industri ialah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan manusia dan bidang teknologi dan kejuruan melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan perusahaan atau industri.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari praktik lapangan industri ini adalah:
Praktek Lapangan Industri yang tidak didapat selama dibangku kuliah. b. Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan
yang diperoleh selama Praktek Lapangan Industri tentang pembongkaran mesin 4D5.
c. Dapat menyerap pengetahuan dan keterampilan baru di dunia industri. Proses pelaksanaan PLI dimulai dari pendekatan pribadi terhadap industri yang bersangkutan atau juga dapat mengenali data-data industri, kemudian membuat surat permohonan. Setelah surat permohonan diterima oleh perusahaan, perusahaan akan memberikan jawaban secara tertulis atau tidak tertulis. Apabila jawaban menerima, maka mahasiswa yang bersangkutan dapat mengikuti praktek di intansi tersebut melalui surat pengantar dari coordinator PLI Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang yang ditulis atas nama dekan fakultas. Mahasiswa yang bersangkutan diberi buku panduan, daftar nilai. Sebelum berangkat mahasiswa juga dapat bimbingan coordinator PLI Fakultas Teknik dari dosen pembimbing.
C. Tempat pelaksanaan PLI
Tempat pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri ditentukan dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Perusahaan harus memiliki badan hukum yang bergerak dalam bidang produksi atau jasa.
2. Perusahaan atau industri dalam melaksanakan kegiatan atau operasinya mempunyai tenaga kerja dan tenaga ahli dibidang teknik atau kejuruan. 3. Perusahaan atau industri sedapat mungkin memiliki pusdiklat atau memiliki
tenaga ahli yang bisa memberikan bimbingan atau informasi kepada mahasiswa selama mengadakan Pengalaman Lapangan Industri.
Berdasarkan syarat tempat pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri tersebut, maka PT. TIDAR KERINCI AGUNG Solok Selatan layak sebagai tempat melaksanakan Pengalaman Lapangan Industri bagi mahasiswa.
D. Metode Pelaksanaan PLI
Pelaksanaan praktek lapangan industri harus melalui beberapa rangkai seperti:
1. Masa Orientasi
Orientasi adalah pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan tempat baru, seperti mengetahui peraturan dan tata tertip di tempat pelaksanaan Praktek Lapangan Industri tersebut.
2. Pelaksanaan PLI
Pelaksanaan Praktek Lapangan Industri merupakan saat dimana mahasiswa terjun langsung kelapangan setelah mahasiswa melaksanakan orientasi pengenalan sebelumnya dan juga merupakan saat mahasiswa menerapkan ilmu yang di pelajarinya di bangku perkuliahan dan mengaplikasikannya di lapangan.
Kepala bengkel/pembimbing berperan penting tentang apa-apa saja yang mesti diketahui dan dilakukan oleh mahasiswa dan bagaimana solusi terhadap permasalahan yang ditemui.
3. Pengumpulan dan Pengolahan data
Pengumpulan data dapat dilakukan oleh mahasiswa ketika pelaksanaan PLI berlangsung baik melalui wawancara dengan pembimbing di industri maupun melalui analisa yang didapatkan oleh mahasiswa saat melaksanan PLI. Sehingga permasalahan yang didapatkan oleh mahasiswa dapat dicari solusinya bersama-sama dengan dibantu oleh pembimbing di dunia industri.
laporan yang nantinya digunakan sebagai pertanggung jawaban mahasiswa praktek kepada dosen pembimbing.
E. Manfaat PLI 1. Bagi Mahasiswa
Kegiatan PLI yang dilaksanakan pada perusahaan/industri sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena mahasiswa dapat melihat langsung keterkaitan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan di lapangan, dan juga memberi pengalaman bagi mahasiswa tentang aktifitas di industri sehingga dengan PLI dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja.
2. Bagi Universitas
Manfaat PLI bagi Universitas adalah terjalinnya kerjasama antara pihak Universitas dengan perusahaan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa yang akan menjadi lulusan dari FT UNP.
3. Bagi Perusahaan
Perusahaan dapat mengetahui kemampuan dari calon tenaga kerja untuk masa yang akan datang khususnya bagi mahasiswa yang menamatkan studinya di FT UNP.
F. Deskripsi Tentang Perusahaan
Tidar Kerinci Agung (TKA) adalah perusahaan investasi dalam negeri yang didirikan pasa bulan juli 1984 oleh Prof. Dr. soemitro Djojohadikusumo. TKA berlokasi di dua propinsi dan tiga kawasan, yakni Sawah Lunto-Sijunjung, Solok, Sumatra Barat dan Tebo di Propinsi Jambi.
Sebagai pemegang hak pengolahan dan pengoperasian era sebesar 28.000 hektar dalam kurun waktu 35 tahun, TKA telah mengembangkan sebuah perkebunan kelapa sawit seluas 16.048 hektar dan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit serta fasilitas penunjangnya di area selebihnya.
sekolah, klinik, rumah ibadah, fasilitas rekreasi dan olah raga serta koperasi bagi karyawan.
Perkebunan TKA meliputi 5 bagian, mencakup area 28.064 hektar, setiap bagian seluas kira-kira 5000 hektar. Ini untuk memastikan bahwa manajemen perkebunan dan paska masa panen aktif dapat dilakukan dengan lebih terorganisasi dan efektif.
Pabrik penyulingan minyak kelapa sawit dibangun pada tahun 1991 dengan kapasitas awal dapat memproses 30 ton tandan buah kelapa sawit per jam, meningkat menjadi 60 ton per jam. Hasil yang diperoleh berupa minyak sawit mentah, kornel, dan serbuk kelapa sawit.
Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tetap memelihara keberlangsungan lingkungan alam, analisa dampak lignkungan serta manajemen sampah dan sisa pabrik dilakukan dengan teknologi tinggi untuk mengurangi efek negatir polusi terhadap sumber daya alam sekitar.
G. Management Perusahaan
Jadwal pelaksanaan Praktek Lapangan Industri di PT. TIDAR
KERINCI AGUNG Solok Selatan mengikuti aturan kerja yang berlaku untuk karyawan,jam kerja bengkel Safari Service adalah hari senin sampai kamis jam 07.00 – 14.30 WIB. Sedangkan untuk istirahat dari hari senin sampai jum’at dari jam 12.00 – 14.00 WIB atau tergantung kondisi kerja hari jum’at bekerja sampai jam 15.00 WIB kemudian hari sabtu sbekarja sampai jam 12.00 atau tergantung kondisi kerja (mengambil lembur). Dan pada hari nasional
perusahaan meliburkan semua karyawan (kecuali yg mengambil lembur/piket)
H. Pengelolaan dan Pelayanan Bengkel
Pada workshop T&CE pelayanan bengkel yang dilakukan adalah sebagai berikut:
berat tersebut. Kemudian mekanik langsung mengambil urutan kendaraan/alat berat yang di servis.
3. Selanjutnya kendaraan/alat berat di masukan ke area bengkel dan kemudian di tes oleh salah satu mekanik apakah bagian yang di keluhkan oleh operator itu harus diganti atau bisa diperbaiki.
4. Kemudian setelah mekanik bisa merasakan kerusakan atau kendala dari kendaraan/alat berat tersebut, mekanik segera memperbaiki, dan menservicenya. Sementara operator menunggu di kursi yang sudah disediakan sambil menunggu kendaraan/alat berat selesai diservice.
5. Setelah kendraan/alat berat selesai di perbaiki oleh mekanik, mekanik lalu melakukan pengetesan pada kendaraan/alat berat tersebut, Setelah kendaraan/alat berat selesai di tes oleh mekanik kemudian kendaraan/alat berat dibawa keluar bengkel.
6. Kemudian mekanik mencatat apa saja yang di servis berdasarkan work order dan apa saja yang diganti.
I. Struktur Organisasi Perusahaan
Gambar 1. Struktur workshop central PT. TIDAR KERINCI AGUNG J. Perencanaan Kegiatan PLI di Perusahaan
Sesuai dengan surat permohonan yang tertera bahwa pelaksanaan PLI mulai pada tanggal 2 Januari – 2 Maret 2014. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan praktik lapangan industri yaitu:
N
O Materi Kegiatan Waktu
1. Pembahasan mengenai keadaan perusahaan dan
mengetahui nama-nama karyawan. 1 Hari
2. Pengenalan komponen dan cara kerja serta sistem
penggunaan alat servis 2 Hari
3. Praktek lapangan sesuai petunjuk dari perusahaan 49 Hari
K. Pelaksanaan Praktek Industri dan Hambatan
Sudah biasa pelaksanaan PLI selalu tidak sesuai dengan yang telah direncanakan, begitu pula halnya pelaksanaan PLI ini penulis terlebih dahulu mengenali lokasi di T&CE PT. TIDAR KERINCI AGUNG Solok Selatan. Kemudian selama dua hari penulis diajari hal-hal apa saja yang harus dibersihkan di area bengkel dan juga penulis berusaha mengenal karyawan T&CE.
Di Industri tersebut penulis mengerjakan berbagai macam kerusakan tidak terpokus pada satu pekerjaan saja, disana penulis mengerjakan Service Mesin, Service rem, Tidar Kerinci Agung (TKA) adalah perusahaan investasi dalam negeri yang didirikan pasa bulan juli 1984 oleh Prof. Dr. soemitro Djojohadikusumo. TKA berlokasi di dua propinsi dan tiga kawasan, yakni Sawah Lunto-Sijunjung, Solok, Sumatra Barat dan Tebo di Propinsi Jambi.
TKA memperkerjakan 547 staf permanen, termasuk staf senior, dan 4.923 pekerja harian, yang juga memiliki hak atas pembayaran tambahan sebagai insentif atas peningkatan produksi. Sebagai tambahan, perusahaan juga menyediakan perumahan kepada para pekerja di dalam area perkebunan, sekolah, klinik, rumah ibadah, fasilitas rekreasi dan olah raga serta koperasi bagi karyawan.
Perkebunan TKA meliputi 5 bagian, mencakup area 28.064 hektar, setiap bagian seluas kira-kira 5000 hektar. Ini untuk memastikan bahwa manajemen perkebunan dan paska masa panen aktif dapat dilakukan dengan lebih terorganisasi dan efektif.
Pabrik penyulingan minyak kelapa sawit dibangun pada tahun 1991 dengan kapasitas awal dapat memproses 30 ton tandan buah kelapa sawit per jam, meningkat menjadi 60 ton per jam. Hasil yang diperoleh berupa minyak sawit mentah, kornel, dan serbuk kelapa sawit.
Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tetap memelihara keberlangsungan lingkungan alam, analisa dampak lingkungan serta manajemen sampah dan sisa pabrik dilakukan dengan teknologi tinggi untuk mengurangi efek negatir polusi terhadap sumber daya alam sekitar. Tetapi yang paling penulis kuasai yaitu Servis mesin terutama servis sistem bahan bakar, makanya penulis mengambil judul laporan yang berjudul ‘’Sistim Bahan Bakar Common Rail Mitsubishi”.
Dalam pelaksanaan PLI ini hambatan lain yang penulis temui antara lain: 1. Waktu pelaksanaan PLI yang cukup singkat sehingga penulis sulit untuk
memahami topik yang penulis ambil.
2. Pengertian Mesin Diesel
Definisi mesin diesel menurut (Judiyuk, 2009), adalah sejenis mesin pembakaran dalam, lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi). Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Diesel mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
3. Prinsip Kerja Mesin Diesel
Prinsip kerja mesin diesel menurut (Judiyuk, 2009), adalah ketika gas dikompresi, suhunya meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles) mesin diesel menggunakan sifat ini untuk menyalakan bahan bakar. Udara dihisap ke dalam silinder mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin menggunakan busi. Pada saat piston memukul bagian paling atas, bahan bakar diesel dipompa ke ruang pembakaran dalam tekanan tinggi, melalui nozzle atomising, dicampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi, hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Dengan proses inilah mesin diesel dapat menghasilkan sebuah pembakaran.
4. Penyebab Pembongkaran Mesin
2. Engine overhaul adalah suatu prosedur (pekerjaan / program) terorganisir yang dilakukan untuk mengembalikan performa engine ke nilai spesifikasi standar pabrik dan memberikan usia kedua dengan merekondisi komponen yang aus atau rusak mengacu pada petunjuk pemakai ulang (Reusable Parts) komponen menurut standar pabrik.
3. Adapun penyabab-penyabab mobil turun mesin (overhaul) adalah:
a. Kipas radiator
yang tidak berfungsi. Kipas radiator baik yang manual digerakkan oleh mesin melalui V-belt ataupun yang electric bisa saja mengalami gangguan sehingga tidak berfungsi maksimal.
b. Radiator.
Radiator adalah komponen utama pendingin air yang digunakan untuk menjaga temperatur mesin. Berkurang atau hilangnya fungsi radiator bisa disebabkan antara lain karena umur radiator, addanya deposit kotoran dalam radiator, adanya kebocoran pada radiator, dan lain sebagainya.
c. Selang
Radiator. Bagian yang mengalirkan air dari radiator kemesin ini bisa saja rusak atau pecah.
d. Cylinder Head
dan Paking Cylinder Head. Bagian ini bisa menjadi penyebab dan juga bisa merupakan dampak dari mesin Overheat. Mesin yang sudah tua dapat mengalami korosi pada bagian ini, sehingga kompresi mesin dapat bocor kedalam sistem pendingin. Kenali gejala kerusakan Paking dan cylinder head dengan cara menstater mesin dengan posisi tutup radiator dibuka. Jika terjadi semburan air saat mesin di start, dapat dipastikan terjadi kerusakan pada salah satu bagian tersebut.
e. Oli mesin
sering berkurang padahal tidak terdapat kebocoran sama sekali. 4.
12.
A. Pembongkaran Mesin 4D56 13.
1. Melepas Altenator dan Drive Belt
15. Gambar 2. Melepas Altenator dan Drive belt 16.
17.
20. Tabel 1. Urutan melepas Altenator dan Drive Belt 21.
N o
22. Urutan melepas Altenator dan Drive Belt
23. 1
24. Drive belt
25. 2
26. Cooling fan
27. 3
28. Fan clutch
29. 4
30. Water pump pulley
31. 5
32. Vaccum pipe
33. 6
34. Eye bolt
35. 7
36. Gasket
37. 8
38. Eye bolt
39. 9
40. Gasket
41. 10
42. Oil tube
43. 11
44. Oil hohe
45. 12
46. Altenator brace
47. 13
48. Altenator
49. 14
50. Crankshaff pulley (for a/c)
51. 15
52. Crankshaff bolt
53. 16
17 57.
18
58. Oil level gauge
59. 19
60. O-ring
61. 20
62. Oil level gauge guide
63. 21
64. O-ring
65. 22
66. Glow plug plate
67. 23
68. Glow plug
69. 70. 71.
74. 75. Gambar 3.
Melepas Timing belt
76. 77. Tabel 2. Urutan melepas Timing belt
C
121. C
123. S
125. C
127. T
138. Gamba r 4. Melepas injection pump 139.
140. Tabel 3. Urutan melepas Injektion pump
193.
194. Gamba
r 5. Melepas Intake dan
Exhaust manifold 195.
196. Tabel 4.Urutan melapas Intake dan Exhaust manifold
314.
315. Gamba
r 6. Melepas water hose dan
pipe 316.
317. Table 5. Urutan melepas water hose dan pipe
371. Gamba r 7. Melepas Rocker Arm 378. Table 6. Urutan melepas Rocker Arm dan Camshaft
427.
428. Gamba
r 7. Melepas Case dan Oil
pump 429. 430. Table 6.Urutan melepas Case dan Oil pump
484. Gambar 8. Melepas front case dan oil pump 485.
558. C
560. C
562. C
564. U
566. C
568. O
570.
571. Gamba
r 9. Melepas piston dan connecting rod 572.
573. 574. Table urutan melepas piston dan connecting rod
620. Gamba r 10. Melepas
crank shaft dan cylinder
block 621. 622. Table 9. Urutan melepas crank shaft dan cylinder block
664. B. Memeriksa Komponen Engine 4D56
679.
1. Memeriksa glow plug
680. Memer
jika terdapat
685. 686. 687.
688. 689.
690. 691.
692. 2. Memeriksa Timing Belt
693. Memer
694.
695. Gambar 12. Memeriksa belakang karet 696.
697. 698. 699. Table 11. Hasil pemeriksaan
700. Spesifikasi 701. Hasil 702. kesi
mpulan 703. - belakang karen tidak
keras
704. - belakang karet tidak mengkilat
705. - tidak elastis 706. - tidak sangat keras
(apabila digores dengan kuku tidak ada bekas)
707. - permukaan belakang karet tidak retak
708. - tidak ada kamvas yang terpisah atau retak
709. - tidak ada dasar gigi yang retak
710. - tidak ada bagian sisi yang retak
711. - memeilik sisi yg jelas/bagus
712. -tidak ada gigi yang hilang
713. Rusak 714. Gan ti
716. Ketika melakukan pengujian injection nozzle, jangan mendekatkan tangan anda
atau part
720.
723. 724. 725.
726. 4. Memeriksa camshaft
Hasil pemeriksaan
736. 737. 738.
739. 740. 741.
742. 5. Memeriksa rocker shaft
743.
744. Gamba
r 15. Memeriksa rocker shaft 745.
746. 747.
Table 14. Hasil pemeriksaan
748. 749. 750.
751. 752. 753.
iksa kerataan permukaan cylinder had gasket dengan menggunakan straightedge dalam arah yang ditujukan pada gambar 756.
757. Gambar 16. Memeriksa Cylinder Head 758.
759. Table 15. Hasil pemeriksaan
760. 761. 762.
763. 764. 765.
767.
768. Gamba
r 17. Memeriksa
Valve 769. 770. 771. Table 16. hasil pemeriksaan
772. 773. 774.
775. 776. 777.
778. 8. Memeriksa panjang Valve
r 18. Memeriksa panjang Valve 781.
782. Tabel 17. Hasil pemeriksaan
783. 784. 785.
786.
9. Memeriksa Valve spring
Hasil pemeriksaan
801. 802. 803.
804. 10. Memeriksaan oil pump
815.
819. 820. 821.
822. 823. 824.
826.
827. Gamba
r 21. Meriksa side clereance 828.
829.
Tabel 20. Hasil pemeriksaan
830. 831. 832.
833. 834. 835.
836. 12. Memeriksa body clearance
838. Gamba
841. 842. 843.
844. 845.
846. 847.
848. 13. Memeriksa piston ring
Tabel 22. Hasil
pemeriksaan piston ring
856. 857. 858.
859. 14. Memeriksa end gap
874.
875. Gamba
r 24. Memeriksa
end gap 876. Table hasil pemeriksaan
880. 15. Memeriksa cylinder block
892. Denga
n
menggunakan straightedge dan fillrr gauge
896. Tabel 23. Hasil pemeriksaan cylinder block
897. 898. 899.
900. 901.
16. Memeriksa goresan pada didinng cylinder 909. Table 24. Hasil pemeriksaaan dinding cylinder
910. 911. 912.
913. C. Memasang Komponen Engine 4D56
1. Memasang crankshaft bearing
921.
922. Gamba
r 27. Crankshaft
bearing 2. Memasang crankshaft thrust bearing
923. Thrust bearing harus dipasang dengan alur menghadap jalur crankshaft
924.
926.
927. Gambar 29. Bearing cap
b. Setelah melakukan pemasangan bearing cap, pastikan bahwa crankshaft berputar pelan dan end play sesuai standar. Jika end play melewati limit, ganti crankshaft bearing
928. Nilai standar : 0,005-0,18 mm 929. Limit : 0,25 mm
930.
932.
933. Gamba
r 31. Memasang oil
seal 5. Memasang oil separator
934.
935. Gamba
r 32. Memasang oil
separator 6. Memasang ring piston no. 1/ ring piston no. 2/ ring oli
Pasang ring tersebut dengan sisi yang memiliki tanda identifikasi dan tanda ukuran menghadap ke atas (ujung kepala piston)
936. Tanda identifikasi
937. Ring no. 1 “T1”,”1T” atau “1R” 938. Ring no. 2 “2T”,”T2” atau “2R” 7. Memasang piston dan connecting rod assy
a. Lapisi oli mesin seluruh permukaan piston, ring piston dan ring oli. b. Atur ring piston dan gap ring oli (side rail dan space).
c. Putar crankshaft sampai crank pin terletak di tengah lubang cylinder. d. Gunakan cairan pelindung ulir yang cocok pada connecting rod bolt
sebelum memasukkan piston dan connecting rod assy ke dalam cylinder block
e. Gunakan alat piston ring compressor yang cocok, pasang piston dan connecting rod assy ke dalam cylinder block.
939.
940. Gamba
r 33. Memasang
a. Verifikasi tanda saat pemasangan ulang, pasang bearing cap ke connecting rod. Jika connecting rod baru tanpa tanda nomor index pastikan bahwa bearing locking botches bertemu sisi yang sama seperti gambar
941.
942. Gamba
r 34. Memasang connecting rod
cap b. Pastikan clearance connecting rod big end sesuai dengan spesifikasi
943. Nilai standar : 0,10-0,25 mm 944. Limit : 0,40 mm
r 35. Mengukur
clearance 9. Memasang oil jet
947.
948. Gamba
r 36. Memasang oil
jet 10. Memasang couter balance shaft bearing
949. Denga
menggunakan special tool, tekan dan pasang (press-fit) bearing ke dalam cylinder pada cylinder block.
950.
951. Gamba
counter balance shaft
bearing 11. Memasang oil pump drive gear
a. Bersihkan kemudian keringkan oil pump gear drive shaft crankshaft 952.
953. Gamba
r 38. Memasang oil
954.
955. Gamba
r 39. Pump drive gear
shaft 12. Memasang couter balance shaft drive gear/ conter balance shaft driven
gear
a. Pasang counter balance shaft drive dan driven gear ke front lower case. Pastikan bahwa aligment mark segaris
956.
957. Gamba
r 40. Conter balance shaft
Berikan engine oil ke permukaan luar special tool dan drive gear shaft, kemudian pasang drive gear seperti yang terlihat pada gambar.
958.
959. Gamba
r 41. Memasang special tool balancer 14. Memasang inner rotor/outer rotor
960. Memas
ang outer rotor dalam arah yang sama seperti
sebelumnya, sambil
mencatat tanda yang
diletakkan
pada saat
Berikan
engine oil pasa seluruh
permukaan rotor. 961.
962. Gamba
r 42. Inner rotor dan outer
rotor 15. Memasang oli seal
a. Berikan engine oil ke permukaan luar oil seal
964. Gamba r 43. Memasang oil
seal 16. Memasang crankshaft front oil seal
965.
966. Gamba
r 44. Memasang
a. Masukkan Philips screwdrive ke dalam lubang plug untuk menahan conter baance shaft
b. Pasang flange bolt dan kencangkan sesuai spesifikasi torquenya 967.
968. Gamba
r 45. Memasang
flang bolt 18. Memasang oil seal
969.
970. Gamba
r 46. Memasang oil
971.
972. Gamba
r 47. Memasang oil
pan / oil gasket 20. Memasang oil pressure switch
973. Berika n selanat ke areal ulir switch
975. Gamba r 48. Oil pressure switch 21. Memasang oil filter
a. Bersihkan permukaan pemasangan pada oil filter bracket. b. Berikan engine oil ke O-ring pada oil filter
976.
977. Gamba
r 49. Oil filter 22. Memasang valve stem seal
978.
979. Gamba
valve stem seal 23. Memasang valve spring
980.
981. Gambar 50. Memasang valve spring 24. Memasang valve spring retainer lock
982.
983. Gamba
r 51. Memasang valve spring retainer lock 25. Memasang cylinder head gasket
984.
985. Gamba
r 51. Cylinder head gasket 26. Memasang camshaft bearing cap
r 52. Camshaft baring cap 27. Memasang camshaft oil seal
989.
990. Gamba
r 52. Memasang camshaft oil
seal 28. Memasang rocker arm
991.
992. Gamba
Memasang rocker arm 29. Memasang water hose dan pipe.
30. Memasang intake dan exhaust manifold. 31. Memasang glow plug
32. Memasang injection nozzle
993. Kenca
ngkan injektor sesuai dengan spesifikasi 55 N-m.
994.
995. Gamba
r 54. Memasang
997. Gamba r 55. Memasang
fuel return pipe nut 34. Memasang injection pump.
998.
999. Gamba
r 56. Memasang timing belt a. Luruskan timung mark pada tiga spocket dengan timing mark
masing-masing. Jika injection pump spokect bebas, maka timing mark tersebut tidak akan bergerak berlawanan arah jarum jam sekitar satu gigi, oleh karena itu, luruskan mark sambil menarik timing belt.
sprocket agar tidak berputar, kemudian pasang timing belt. Pastikan bahwa timing belt tidak menjadi kendur tegangannya.
d. Pasang timing belt melebihi tensioner pulley
e. Sambil mengencangkan tegangann timing belt, pasang tinming belt melebihi camshaft sprocket
f. Periksa jika semua timing mark diluruskan dengan benar.
g. Mundurkan tensioner bolt “A” kea rah water pump, satu hingga dua putaran untuk memberikan tegangan pada belt menggunakan tegangan tensioner spring.
h. Pastikan bahwa timing belt dipasang dengan benar dengan tiga sprocket.
i. Putar crankshaft searah jarum jam hingga dua gigi camshaft. j. Kencangkan tensioner bolt “A”
k. Kencangkan tensioner bolt “B”
1000.
1001. Gambar 57. Mengencangkan bolt tensioner
1002.
1003. Gamba
r 58. Defleksi belt 36. Penyetelan valve clearance
a. Putar clearance searah jarum jam dan luruskan timing mark pada camshaft spocket dengan mating mark.
1004.
1005. Gamba
r 59. Camshaft spocket b. Stel valve clereance pada titik seperti yang ditijukan dengan tanda
1007. Gamba r 60. Menentukan katup In dan
Ex c. Kendurkan adjusting screw lock nut.
d. Dengan menggunakan thickness gauge, setel valve clearance dengan memutar adjusting screw. Nilai standar pada posisi engine dingin 0,15 mm.
1008.
1009. Gamba
Penyetelan katup 37. Memasang rocket cover.
38. Memasang flange.
39. Memasang belt lower cover. 40. Memasang belt upper cover. 41. Memasang drive belt.
1010.
dengan
perbaikan dan penggantian spare part juga melakukan servis berkala ataupun diperhatikan dalam pemeriksaan komponen, setiap komponen mempunyai spesifikasi dan limit yang telah di atur oleh pihak industri. Bila komponen tersebut melebihi spesifikasi maka hendaknya komponen tersebut harus diganti. Tujuan dari pemeriksaan komponen adalah sebagai untuk mengetahui bagus atau tidaknya komponen tersebut digunakan kembali, dan tujuan dari melaksanakan overhaul ini untuk mengembalikan performa engine ke nilai spesifikasi standar pabrik dan memberikan usia kedua dengan merekondisi komponen yang aus atau rusak.
1021.
Selain itu mahasiswa diajarkan bagaimana disiplin dalam melakukan
dengan beberapa kendaraan operasional perusahaan diantaranya kendaraan truck, mobil kecil dan juga alat berat seperti
excavator, compactor, wheel loader. 1022.
C. SARAN
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada bagian diatas maka penulis menyarankan bahwa:
1. Sebaiknya mahasiswa juga mempelajari organisasi perusahaan PT. TIDAR KERINCI AGUNG dengan baik, sehingga mahasiswa dapat mengetahui struktur organisasi dalam sebuah perusahaan.
2. Seharusnya mahasiswa mengetahui manajemen perbengkelan yang ada pada workshop PT. TIDAR KERINCI AGUNG, sehingga mahasiswa dapat mengetahui cara mengelola perusahaan atau perbengkelan dengan baik.
3. Mahasiswa sebaiknya diberi kebebasan untuk melakukan perbaikan tanpa melibat instruktur dalam perbaikan, instruktur hanya mengawasi pekerjaan supaya mahasiswa yang bersangkutan dapat mengeluarkan ide dan inisiatifnya dalam bekerja.
4. Dalam kegiatan Praktek Lapangan Industri ini tidak banyak hambatan yang ditemui, hambatan yang ditemui mahasiswa berupa untuk menganalisa permasalahan yang akan dihadapi karna perkembangan teknologi yang ditemui di lapangan jauh berbeda dangan yang ditemui saat masih diperkuliahan.
5. Hendaknya hubungan baik antara pihak Universitas dengan pihak industri agar tetap dijaga, sehingga pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri (PLI) dapat berkelanjutan dan mengarah kepada hubungan yang lebih baik. Upaya yang ditempuh salah satunya yang bisa dilakukan adalah menjalankan sistem koordinasi dan pengawasan praktek yang lebih baik lagi, sehingga mampu memacu mahasiswa untuk melaksanakan praktek dengan sebenar-benarnya..
1032. 2005. Servis Manual Mitsubishi hop Manual Engine & Chassis Suplement 4D56
Turbocharger: PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor.
1034. Ekanat a, Ardly. 2006. Service Bulletin. PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor.
1035.