• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spirit of Old Life Values.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Spirit of Old Life Values."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Life values, morality, and faith is the most important thing in one’s life. It completes us as a perfect-being, but nowadays those life values seems to be fading, because of mind alter, poor judgment, and critical thinking.

With anthropomorphic art I can give message to appreciator without offending their feeling and preception and with visual display like leather it will complete the creation into a fine work of art in this contemporary era.

This creation has been made by repesentating conventional artwork in visual shape of a animal skin stretched like leatherworking, this though I use to expose the ‘surface’ of fading values in humanity nowadays. With anthropomorphic art as shape of expression, and using digital print as sign of imitation that humanity nowadays use to hide their bad attitudes.

Human fell into bad alignment from ‘Oblivion’ of the basic values of the living, and forth to ‘Delirium’, confusing state of mind, and to evaluate themself to four basic aspects of the living, which are Nature, Life, War, and Love. These will help to achieve ‘Harmony’, and when one has achieved it, then the last thing is to have faith, with ‘Redemption’ the understanding why we live in this world will be preserve.

Though life values are hard to understand if one’s mind blurring, with patience and courage of the spirit of these old life valuse, I can say that a good life, harmony, and peace can be achieve.

(2)

ABSTRAK

Nilai kehidupan, moralitas, dan iman adalah hal – hal yang peting dalam satu kehidupan. Hal ini menyempurnakan kita manusia sebagai makhluk hidup yang sempurna. Tapi dalam kehidupan sosial saat ini, nilai – nilai itu tampak pudar karena melencennya presepsi, pengambilan keputusan pendek, dan pola pikir yang terlampau kritis.

Dengan anthropomorphic art sebagai personifikasi diri saya dalam menyampaikan pesan yang tidak frontal terhadap publik dan disertai bahasa visual yang dibentang seperti kulit, karya ini akan membawa kebaikan dalam dunia seni rupa kontemporer.

Penciptaan ini dibuat dengan merepresentasikan karya konvensional kedalam bentuk visual kulit hewan yang dibentang, saya menggunakan kulit sebagai bentuk ‘permukaan’ dari nilai keburukan manusia. Dengan anthropomorphic art sebagai bentuk ungkapan, dan menggunakan metode digital print sebagai penanda atas kepalsuan yang digunakan manusia untuk menutupi sisi buruk mereka dewasa ini.

Seseorang melupakan nilai – nilai kehidupan yang baik yang berakhir pada disorientasi. Untuk memperbaiki hal ini seseorang harus menevaluasi diri mereka ke nilai – nilai dasar sebuah kehidupan, yakni evaluasi terhadap alam, hidup, konflik, dan kasih. Hanya dengan mengerti keempat aspek ini seseorang dapat mencapai keharmonisan, dan dengan diakhiri sebuah iman, maka kehidupan akan lebih dapat dimengerti dengan baik.

Walaupun nilai – nilai kehidupan susah untuk dimengerti dengan pikiran yang tidak jernih, kesabaran dan semangat akan jiwa dari nilai – nilai kehidupan ini jikalau diterapkan, maka saya bisa mengatakan bahwa kehidupan yang baik, harmonis, dan tenang dapat diraih.

(3)

DAFTAR ISI

JUDUL...i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

LEMBAR PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI...iii

ABSTRAK...iv

KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH. ... vi

DAFTAR ISI...vii

DAFTAR GAMBAR... ix

BAB I : PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Kerangka Penciptaan... 4

1.3 Tujuan Penciptaan...5

1.4 Manfaat Penciptaan...5

1.5 Sistematika Penulisan... 5

1.6 Metode Penciptaan... 6

BAB II : LANDASAN TEORI... 7

2.1 Tema dan Judul Tugas Akhir...7

2.1.1 Tema Tugas Akhir... 7

2.1.2 Judul Tugas Akhir... 8

2.2 Acuan Karya... 8

2.2.1 Christy Grandjean... 9

2.2.2 Blotch...10

2.2.3 Claudya S. ... 11

2.2.4 Wookie...12

2.3 Acuan Teori... 13

2.3.1 Anthropomorphic Art...13

2.3.2 Moral...16

2.3.3 Digital Art... 17

BAB III : KONSEP PENCIPTAAN...18

3.1 Ide/Gagasan...18

3.2 Proses Berkarya... 20

BAB IV : TINJAUAN KARYA... 21

4.1 Oblivion...21

(4)

4.3 Aspect Of Life... 27

4.4 Aspect Of War... 29

4.5 Aspect Of Nature... 31

4.6 Aspect Of Love... 33

4.7 Harmony...35

4.8 Redemption... 38

BAB V : SIMPULAN...40

5.1 Kesimpulan...40

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

KOMENTAR DOSEN PENGUJI

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Calling The Storm...9

Gambar 2.2 Sacred Fire... 9

Gambar 2.3 Gold Bush... 10

Gambar 2.4 Salmon Run...10

Gambar 2.5 When The Leaves Whisper... 11

Gambar 2.6 Green...11

Gambar 2.7 Lion Oil Painting...12

Gambar 2.8 Fox Oil Painting... 12

Gambar 2.9 Lion Man Of The Hohlenstein Stadel... 13

Gambar 4.1 Oblivion... 22

Gambar 4.2 Delirium... 25

Gambar 4.3 Aspect Of Life... 27

Gambar 4.4 Aspect Of War... 29

Gambar 4.5 Aspect Of Nature... 31

Gambar 4.6 Aspect Of Love... 33

Gambar 4.7 Harmony...35

(6)

Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Norma kesusilaan dalam kehidupan sosial saat ini, ada banyak hal yang tidak

dapat dituangkan secara langsung melalui tindakan maupun perkataan jika

dihadapkan dengan hal – hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Penyampaian pesan yang baik agar tidak menyinggung hal – hal yang tidak sesuai

dengan yang diinginkan ini misalnya disampaikan melalui cara kesenian khususnya

seni rupa. Cara ini digunakan supaya manusia tidak menyinggung kelompok –

kelompok tertentu secara langsung karena disampaikan secara santun melalui bahasa

visual. Manusia adalah makhluk sosial yang dianugerahi akal untuk mengatasi

tekanan kehidupan. Nilai – nilai moral menjadi hal yang penting untuk manusia

sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan yang baik.

(7)

Tekanan kehidupan bukanlah hal yang baru dikalangan masyarakat yang

modern. Misalnya : 1.) Isu seorang ibu yang membuang anaknya, 2.) Kasus korupsi

oleh pejabat – pejabat negara, 3.) Kurangnya pendidikan yang menyebabkan tindakan

– tindakan tidak terpuji. Perbuatan – perbuatan ini seakan membuat nilai – nilai moral

seakan tidak dibenahi secara baik. Manusia sebagai makhluk sosial seharusnya saling

menghargai dan menghormati sesama serta lingkungan disekitarnya, ketidakpedulian

akibat dari tekanan hidup, pengambilan keputusan pendek, dan ketamakan menjadi

dasar kehancuran citra manusia.

Perkembangan teknologi serta pesatnya kemajuan peradaban saat ini

menyebabkan manusia lebih memprioritaskan kebutuhan individual ketimbang

kebutuhan bersama, manusia lebih mementingkan materi dan profesi ketimbang

kehidupan sosial seperti keluarga, teman, dan kerabat. Permukaan seorang manusia

seakan menjadi prioritas utama, seperti lebih pentingnya jabatan dalam suatu

organisasi dan hanya memberikan janji palsu atau hanya mengincar keuntungan

sehingga mengakibatkan kurangnya pengertian tentang nilai moral sebagai dasar

untuk menjalani kehidupan yang baik.

Tuntutan kehidupan saat ini pun menjadi alasan mengapa banyak orang

kurang paham betapa pentingnya membagi waktu dengan sesuatu yang lebih penting

ketimbang profesi dan karir, contohnya membagi waktu dengan keluarga. Pelajaran

tentang nilai moral dan etika itu penting untuk diterapkan dalam citra manusia, di lain

sisi ketika berbicara tentang kehidupan sosial di dalam hewan anjing, serigala, dan

rubah, walaupun hewan tidak dianugerahi akal dan budi seperti manusia, secara

naluriah mereka dapat menjalani kehidupan yang baik. Contohnya : 1.) Seekor induk

anjing yang sangat menjaga anak – anaknya dari bahaya hingga mereka tumbuh dan

bisa hidup secara mandiri pada waktunya. 2.) Sekelompok serigala yang berkerja

sama dalam suatu pemburuan untuk mendapatkan mangsa dan bisa menghidupi

keluarganya. 3.) Seekor rubah yang cepat tanggap terhadap sekitar sehingga dapat

luput dari serangan predator. Hal - hal ini merupakan prinsip yang paling dasar dari

bagaimana cara makhluk hidup menjalani kehidupan.

Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna yang diberi akal dan

budi, tentu hal yang mudah untuk menjaga nilai – nilai moral ini dan menerapkannya

dalam kehidupan mereka.

(8)

Universitas Kristen Maranatha Untuk itu munculah sebuah pemikiran untuk menegaskan sekaligus menyindir

kehidupan sosial saat ini lewat bahasa visual anthropomorphic dengan menggunakan

hewan anjing, serigala, dan rubah sebagai personifikasi dan bentuk representasi dari

kehidupan sosial kesusilaan saat ini yang mengalami degradasi moral.

Definisi anthropomorphic adalah pengatribusian karakteristik atau perilaku

manusia ke benda mati, hewan, atau fenomena alam. (Dictionary of the English

Language, edisi ke-4 tahun 2000). Penegasan dan sindiran dalam kehidupan sosial saat ini penting untuk diangkat sebagai penyadaran terhadap nilai – nilai moral. Moral

perlu diterapkan oleh setiap manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki akal dan

budi. Pada akhirnya melalui penciptaan karya Tugas Akhir ini, bahasa visual

anthropomorphic dijadikan sebagai bentuk ungkapan untuk menyampaikan pesan dan merespon kehidupan sosial saat ini kepada masyarakat.

(9)

1.2 Kerangka Penciptaan

Morale Degradation

Respon

Canines : Dogs, Wolves, Foxes

Personifikasi

Anthropomorphic

Karya Sebelumnya Referensi

Mayor 2 : “The Teachings” Literatur : Vincente M.

Mayor 3 : “The Sacred Three” Fred Patten

Mayor 4 : “The Self Reflection” Karya Seniman Lain :

Mayor 5 : “The Spirit Within” • Christy Grandjean

• Blotch

• Claudya S.

Ide

Bahan : Media

Canvas • Konvensional

Found Object • Digital Print

• Multimedia

Artwork

(10)

Universitas Kristen Maranatha 1.3 Tujuan Penciptaan Karya

Tujuan dari penciptaan ini adalah:

1.) Menyampaikan kritik terhadap norma kesusilaan yang kurang

diperhatikan dalam kehidupan sosial saat ini lewat bahasa visual.

2.) Merespon kehidupan sosial melalui bahasa visual anthropomorphic

sebagai bentuk ungkapan dan penyampaian pesan.

3.) Mengangkat isu - isu dewasa ini melalui karya visual dengan gaya

anthropomorphic yang menggunakan hewan anjing, serigala, dan rubah sebagai bentuk representasi dan personifikasi diri penulis dalam

merespon kehidupan sosial saat ini.

1.4 Manfaat Penciptaan Karya

Berikut ini adalah manfaat dari tulisan ini:

1.) Sebagai pesan kepada masyarakat mengenai nilai – nilai moral.

2.) Sebagai pedoman, inspirasi, dan landasan kekaryaan penulis di waktu

mendatang.

3.) Sebagai acuan dan landasan Penciptaan bagi mahasiswa selanjutnya.

1.5 Sistematika Penulisan

Dalam sub bab ini, dijelaskan mengenai sistematika penulisan laporan

penciptaan.

BAB I : Pendahuluan

Berisikan latar belakang, tujuan penciptaan, manfaat

penciptaan, dan sistematika penyajian, dan metode penciptaan.

BAB II : Landasan Penciptaan

Berisikan tema dan judul tugas akhir, landasan – landasan

teori, serta acuan karya.

BAB III : Konsep Penciptaan

Berisikan ide/gagasan dan proses berkarya.

BAB IV : Tinjauan Karya

Berisikan tinjauan dari karya, konsep karya, dan intisari karya.

BAB V : Penutup

Berisikan kesimpulan dari tugas akhir.

(11)

1.6 Metode Penciptaan

Dalam sub bab ini akan dijelaskan metode penciptaan.

1.) Eksplorasi karya – karya sebelumnya dari karya Mayor 2, 3, 4, dan 5.

2.) Eksperimentasi karya dengan menggunakan berbagai macam medium.

3.) Deskriptif-Analitis sebagai metode untuk memaparkan karya Tugas Akhir.

4.) Studi Literatur : Membahas tentang teori – teori sebagai acuan penciptaan.

5.) Studi Visual : Mempelajari karya – karya dari seniman serupa.

(12)

Universitas Kristen Maranatha BAB V

SIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Dalam bab ini akan dijelaskan kesimpulan dari penciptaan Tugas Akhir yang

penulis angkat. Kesimpulan akan dijelaskan mulai dari inti dari karya – karya yang

telah dibuat hingga kesan – kesan yang muncul ketika penciptaan ini selesai

diciptakan.

(13)

Karya – karya yang telah diciptakan mulai dari karya pertama hingga akhir

sebenarnya saling berhubungan, penjelasannya adalah bagaimana pelupaan (Oblivion)

yang berlanjut ke disorientasi (Delirium) terhadap nilai – nilai kehidupan, kemudian

intropeksi terjadi ketika aspek – aspek keharmonisan itu dipecah menjadi aspek yang

berdiri sendiri untuk dijelaskan secara detail dan menyeluruh, dengan harapan ketika

aspek – aspek ini ditangkap dan dimengerti (tidak asal tahu), maka keharmonisan

akan tercapai, dalam hal ini diangkat lewat karya berjudul (Harmony), jika seseorang

sudah mengerti tentang aspek – aspek ini, maka jika diterapkan dalam kehidupan,

keharmonisan akan tercipta. Tetapi keharmonisan ini belum lengkap ketika seseorang

berpegang pada kekuatan manusia saja, iman menjadi salah satu hal yang penting. Hal

yang menjadi pelengkap dalam menjaga keharmonisan ini, iman disini disinggung

dalam karya terakhir yang berjudul penebusan (Redemption).

Konsep yang diangkat adalah bagaimana menggunakan bentuk visual yang

dibentang seperti kulit hewan sebagai ‘permukaan’ yang digunakan oleh saya untuk

mengekspos nilai – nilai keburukan manusia dalam bentuk representasi yang baru.

Penciptaan ini dianggap sebagai suatu loncatan besar dalam kekaryaan saya, dengan

menggunakan bentuk visual kulit seperti ini, pesan – pesan yang ingin disampaikan

kepada masyarakat lebih terasa, karena beberapa subject matter dari karya – karya

yang telah diperlihatkan sebelumnya memang sedikit berani dan menyinggung.

Diharapkan sebelum para apresiator menyelam lebih jauh kedalam karya dengan

display yang dibentang seperti kulit ini, subject matter itu akan tampak pudar karena

merupakan hasil digital print (bukan karya yang asli/konvensional) sebagai respon

terhadap kepalsuan dan subject matter tidak lagi menjadi yang utama untuk di

apresiasi dalam Tugas Akhir ini.

Sebenarnya dalam penciptaan ini, saya sebagai penulis mencoba menegaskan

nilai – nilai yang paling mendasar dalam diri manusia lewat bentuk visual yang

dibentang seperti kulit sebagai ‘permukaan’ dalam mengekpos nilai – nilai kehidupan

itu. Namun dikehidupan sosial saat ini, nilai – nilai itu tampak sudah luntur dan tidak

lagi dijadikan sebagai acuan. Maka dari itu bahasa visual yang menyindir ini menjadi

sebuah respon untuk menyadarkan kehidupan sosial saat ini yang mengalami

degradasi moral.

(14)

Universitas Kristen Maranatha Daftar Pustaka

Koen, Willie. 1983. Dunia Binatang - Khazanah pengetahuan bagi anak – anak.

Jakarta:Tira Pustaka.

Magnis-Suseno, Franz. 1989. Etika Dasar : Masalah – masalah pokok Filsafat Moral.

Bandung:Kanisius.

W, Poespoprodjo. 1976. Filsafat Moral : Kesusilaan dalam Teori dan Praktek.

Bandung:Kanisius.

M. Vincente. 1966. Retrospective : An Illustrated Chronology of Furry Fandom. San

Francisco:Chronicle Books.

Patten, Fred. 2005. The Best Anthropomorphic Fiction Fever. San Francisco:Chronicle

Books

Fontana, David. 1993. The Secret Language of Symbols. San Francisco:Chronicle Books

Wikipedia. Furry Fandom. (URL:http://en.wikifur.com/furry_fandom)

Grandjean, Christy. Animal Spirit Within. (URL:http://www.goldenwolf.com/)

Gavet, Teagan. Anthropomorphic Illustration. (URL:http://www.screwbald.com/)

S. Claudya. Anthropomorphic Digital Art. (URL:http://alectorfencer.deviantart.com/)

Wookie. Anthropomorphic Erotica. (URL:http://www.furaffinity.net/gallery/wookiee/)

Wikipedia. History of Anthropomorphic in Shape and Culture. (URL:http://en.wikipedia.org/wiki/Lion_man_of_the_Hohlenstein_Stadel)

Wikipedia. Moralitas. (URL:http://id.wikipedia.org/wiki/Moral)

Vam. Digital Art History.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat dijelaskan bahwa kadar nitrat 1,17 M merupakan batas kritis pertumbuhan vegetatif, karena pada kadar nitrat yang lebih tinggi, yaitu 1,47 M, laju

harveyi Dengan Masa Inkubasi 24 Jam Pada Suhu 30 0 C Gambar 3 terbentuk daerah bening yang menandakan bahwa terjadi penghambatan. pertumbuhan dari Lactobacillus sp

Hasil analisis varians menunjukan tidak ada interaksi antar perlakuan macam pupuk kandang dengan kerapatan tanarn Perlakuan pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap

Bagi menentukan kualiti hidup penghuni di dalam sesebuah bangunan dalam aspek keselesaan termal, tahap kepuasan penghuni terhadap persekitaran kerja mereka akan diperoleh..

Suatu penelitian membutuhkan sebuah landasan untuk mendasari berjalannya suatu penelitian, termasuk penelitian kualitatif. Penelitian dimulai dengan memetakan bahan-bahan

Efek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Metanolik atau Dekokta Daun Salam ( Syzygium polyanthum ) dengan Amoksisilin pada Staphylococcus aureus atau Escherichia coli secara

pasien pada pelayanan kesehatan rawat inap di puskesmas dapat dilihat dari delapan domain generik yaitu waktu tunggu pasien, keramahan pasien, ketidakjelasan informasi

[r]