• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTER MORFOLOGI STOMATA PAKU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KARAKTER MORFOLOGI STOMATA PAKU"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 KARAKTER MORFOLOGI STOMATA PAKU Nephrolepis hirsutula (G. Forst.)

C. Presl DI PT PANCA SURYA GARDEN KAMPAR RIAU Rozi Kinul Mutrofin, Nery Sofiyanti

Mahasiswa Program Studi S1 Biologi Dosen Bidang Botani Jurusan Biologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia

[email protected]

ABSTRACK

Nephrolepis hirsutula is one of epiphytic ferns belonging to Nephrolepidaceae family. The purpose of this study was to characterize the stomatal morphology of Nephrolepis hirsutula collected fom Panca Surya Garden Ltd. Kampar Riau. The sampling was carried out using the exploration method. The stomata preparation were made using replication method. The results showed that Nephrolepis hirsutula had a hypostomatic type with kidney-shaped, 42,93 ± 3,02 µm long and 25,91 ± 3,05 µm wide. The stomata were uniformly distributed on the abaxial surface. The combined stomata types were the polocytic and pseudopolocytic with 2 and 3 irregular neighbor cells.

Keywords: Fern,Nephrolepis hirsutula, replica, stomata ABSTRAK

Nephrolepis hirsutula adalah salah satu jenis paku dari famili nephrolpidaceae yang banyak ditemukan secara epifit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik morfologi stomata paku epifit Nephrolepis hirsutula yang dijumpai di PT Panca Surya Garden Kampar Riau. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode eksplorasi. Preparat stomata dibuat dengan menggunakan metode replikasi. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa stomata pada paku Nephrolepis hirsutula merupakan stomata hipostomatik dengan bentuk ginjal, panjang 42,93 ±3,02 µm dan lebar 25,91

±3,05 µm, jumlah stomata 5 yang terdistribusi secara merata. Tipe stomata gabungan yaitu tipe polositik dan pseudopolositik dengan 2 dan 3 sel tetangga berbentuk tidak beraturan.

Kata kunci : Nephrolepis hirsutula, paku, replika, stomata

(2)

2 PENDAHULUAN

Stomata merupakan lubang / celah yang diapit oleh 2 sel penutup dan di kelilingi oleh sel tetangga (Haryanti 2010). Keberadaan stomata memiliki peranan yang sangat penting bagi tumbuhan salah satunya sebagai adaptasi lingkungan (Lestari 2011).

Stomata memiliki struktur yang sangat bervariasi antar tumbuhan, terutama pada tumbuhan yang lingkungan hidupnya cukup kontras dengan tumbuhan lain. Melalui stomata tumbuhan dapat menunjukkan adaptasinya terhadap lingkungan (Suyitno 2006). Begitu halnya dengan paku epifit, keberadaan stomata sangat berpengaruh penting mengingat paku epifit merupakan tumbuhan yang ternaungi.

Tipe stomata tiap tumbuhan pada dasarnya itu berbeda-beda, bahkan pada famili yang sama pun biasanya tipe stomata tetap berbeda antar satu spesies tumbuhan dengan spesies tumbuhan yang lainnya. Tidak jarang juga ditemukan perbedaan tipe stomata pada spesies yang sama (Sarjani et al. 2017).

Nephrolepis Schott adalah salah satu genus paku pakuan yang memiliki

jumlah sekitar 12.000 jenis dan banyak ditemukan di derah tropis (Carrington 2003). Salah satu jenis paku dari genus Nephrolepis yang banyak ditemukan di Riau adalah Nephrolepis hirsutula.

Nephrolepis hirsutula memiliki daun majemuk, dengan bentuk lamina linear, dan memiliki panjang mencapai 1 m lebih. Sori pada tumbuhan ini berada di bawah pemukaan daun dengan indusium berbentu bulat (Sofiyanti et al.

2020).

Informasi mengenai karakter morfologi stomata paku Nephrolepis hirsutula di Riau belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakter morrfologi stomata tumbuhan paku Nephrolepis hirsutula di PT Panca Surya Garden Kampar Riau yang merupakan daerah distribusi paku epifit.

METODE PENELITIAN a. Waktu dan Tempat

Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2019-Maret2020.Pengambilan sampel dilakukan di PT Panca Surya Garden Kampar Riau dengan metode eksplorasi. Tumbuhan paku yang diambil di lapangan adalah tumbuhan paku epifit. Untuk sampel yang akan

(3)

3 dibuat preparat diambil daun yang sudah

dewasa.

Tumbuhan paku yang diperoleh dijadikan herbarium dan dilakukan di Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau. Identifikasi dilakukan dengan mencocokan pada buku “ Morfologi Tumbuhn Paku di Tahura Sultan Syarif Hasyim Riau”

Sofiyanti et al. (2014), dan juga beberapa web identifikasi seperti Phytoimages.siu.edu dan The Plant Observatory, kemudian untuk memastikan nama yang benar menggunakan www.theplantlist.org

b. Pembuatan preparat

Tahapan pembuatan preparat dilakukan dengan metode replika/cetakan dari (Haryanti, 2010) yang sudah dimodifikasi. Helaian daun dicuci dan dibersihkan dengan menggunakan tisu.

Pada permukaan daun bagian atas dioleskan kutek bening, begitu juga pada daun bagiaan bawah. Kemudian dibiarkan sampai kering. Permukaan daun yang sudah diolesi kutek bening ditempeli dengan selotip transparan.

Selotip diratakan dan dilepas secara perlahan lalu ditempelkan pada kaca objek. Setiap preparat di berikan kertas

label dan juga disertai keterangan Pengamatan dilakukan untuk mengetahui karakter stomata dibawah mikroskop binokuler dengan perbesaran 400x.

kemudian okumentasi dilakukan dengan menggunakan Optilab microscope camera

c. Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan cara tabulasi dalam bentuk tabel, deskripsi dan gambar

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengamatan karakter morfologi stomata dilakukan pada keberadaan, bentuk ukuran, jumlah, distribusi, dan tipe stomata serta karakter sel tetangga seperti yang disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil pengamatan karakteristik morfologi stomata paku epifit Nephrolepis hirsutula di PT. Panca Surya Garden

Karakter stomata

Paku Nephrolepis hirsutula Keberadaan Hipostomatik Bentuk Ginjal

Ukuran P=42,93 ±3,02 µm dan L= 25,91 ±3,05 µm Jumlah 5

Kategori jumlah stomata

Sedikit

Distribusi Merata dibawah permukaan daun Tipe Polostitik dan

(4)

4 pseudopolositik

Bentuk sel tetangga

Tidak beraturan Jumlah sel

tetangga

2 dan 3

a. Keberadaan stomata

Pengamatan karakter stomata dilakukan pada permukaan atas daun (adaksial) dan bawah daun (abaksial).

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa stomata hanya dijumpai pada permukaaan bawah daun saja (hipostomatik). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Fajuke et al. (2018).

Menurut Rudall (2007) keberadaan stomata dipermukaan daun terbagi menjadi tiga yaitu Hipostomatik (stomata hanya berada di permukaan bawah daun), epistomatik (stomata hanya berada di permukaan atas daun) dan amphistomatik (stomata berada di kedua permikaan daun).

a. bentuk dan ukuran stomata

Rudall (2007) membagi stomata menjadi 2 bentuk yaitu ginjal dan halter.

Pada penelitian ini bentuk stomata yang ditemukan adalah bentuk ginja. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Fajuke et al. (2018) yang menemukan bentuk stomata ginjal pada paku genus Nephrolepis. Gambar 1 menunjukkan

bentuk stomata ginjal pada paku Nephrolepis hirsutula

Gambar 1 Bentuk stomata ginjal pada paku Nephrolepis hirsutula.(panjang skala 50 µm).

Ukuran stomata paku dapat beragam dari setiap jenis tumbuhan dimana variasi ukuran ini dapt disebabkan karean faktor genetik dan juga faktor lingkungan (Sun et al. 2018).

Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1, paku Nephrolepis hirsutula memiliki ukuran panjang 42,93 ±3,02 µm (sangat panjang) dan lebar 25,91

±3,05µm (lebar).

b. Jumlah dan distribusi stomata Jumlah merupakan salah satu karakter penting dalam pengamatan karakterstik morfologi stomata karena dalam satu bidang pandang jumlah stomata setiap spesies tidak selalu sama.

Dari tabel 1 terlihat bahwa stomata paku Nephrolepis hirsuluta bejumlah 5 buah pada 0.05 mm2 dengan perbesaran 400x.

(5)

5 jumlah ini tergolong sedikit (Apridza

2019).

Pengamatan distribusi didasarkan pada pada Papuangan (2014) dengan mengkategorikan dua distribusi stomata pada tumbuhan paku yaitu tersebar di permukaan daun dan sejajar dengan pertulangan daun. Berdasarkan tabel 1, paku Nephrolepis hirsutula memiliki ditribusi stomata tersebar di bawah permukaan daun.

c. Tipe stomata

Tipe stomata ditentukan dengan mengacu pada Sen & De (1992) dengan mengamati 3 stomata secara mikroskopis yang dipilih secara acak dengan perbesaran 400x. Dari hasil pengamatan didapatkan tipe stomata gabungan pada nephrolepis hisutula yaitu tipe polositi dan tipe pseudopolositik (Gambar 2).

Gambar 2 Tipe gabungan polositik dan pesudopolositik pada Nephrolepis hirsuluta. a:polositik , b:pesudopolositik (Panjang skala 35 µm).Keterangan: S:sel

penjaga, ST:sel tetangga, SE:sel epidermis

Polositik adalah stomata dengan sel tetangga berbentuk U dan mengelilingi hampir seluruh sel tetangga, sedangkan pesudopolositik merupakan turunan dari tipe polositik(Sen & De 1992). Menurut Fajuke (2018), tipe stomata yang umum ditemukan pada paku Nephrolepis adalah anisositik, namun beberapa spesies Nephrolepis juga menunjukkan tipe diasitik.

d. Bentuk dan jumlah sel tetangga Bentuk sel tetangga yang ditemukan pada pengamatan paku nephrolepis hisrsutula dipenelitian ini adalah tidak beraturan. Hal ini sesuai dengan hasil yang ditemukan oleh Fajuke et al.

(2018). Pengamatan karakter sel tetangga juga dilakukan pada jumlah nya, diaman dari hasilmpengamatan, paku Nephrolepis hisrsutula memiliki jumlah sel tetangga sebanyak 2 dan 3.

Jumlah sel tetangga ini berhubungan dengan tipe stomata yang ditemukan.

KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan Nephrolepis hisrsutula memiliki stomata yang hanya berada di bawah permukaan daun (hipostomtik) berbetuk ginjal dengan

(6)

6 panjang 42,93 ±3,02 µm dan lebar 25,91

±3,05 µm. Stomata berjumlah 5 (sedikit) yang terdistribusi secara merata di bawah permukaan daun. Nephrolepis hirsutula memiliki tipe stomata gabungan yaitu polositik dan pseudopolositik dengan jumlah sel tetangga 2 dan 3 berbentuk tidak beraturan.

DAFTAR PUSTAKA

Apridza AS. 2019. Karakter Morfologi Stomata Daun Waru (Talipariti tiliaceum L.) di Berbagai Habitat yang Berbeda dan Pemanfaatannya Sebagai Flip Chart. [Skripsi].

Jember. FKIP.Universitas Jember.

Botanical Community. 2013 The Plant List.http://www.theplantlist.org/.

(diakses pada 15 januari 2020) Carrington CM. 2003. Families of

vascular plants. Botany 307F.

University of Toronto.

Fajuke AA, AM Makinde, FA Oloyede dan JA Akinloye. 2018.

Comparative epidermal anatomical studies in six taxa of genus Nephrolepis Swart in Nigeria.

Tropical Plant Reseearh 5(1):19 ̶ 26.

Haryanti S. 2010. Jumlah dan Distribusi Stomata pada Daun Beberapa Spesies Tanaman Dikotil Dan Monokotil. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 12 (2) : 21-28

Kwan. 2007. The Plant Observatory.

http://www.natureloveyou.sg/

(diakses pada 15 januari 2020) Lestari EG. 2011. Hubungan antara

kerapatan stomata dengan ketahanan kekeringan pada somaklon Padi Gajahmungkur, Towuti, dan IR 64.

Biodiversitas 7(1) 44– 48.

Papuangan N, Nurhasanah dan M Djurumudi2. 2014. Jumlah Dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan di Kota Ternate. Jurnal Bioedukasi. 3(1) :287- 292

Phyto. 2004. Neotropical Fern Genera.

http://phytoimeges.siu.edu/ (diakses pada 15 januari 2020)

Rudall PJ. 2007. Anatomy of Flowering Plants. New York: Cambridge University Press.

Sarjani TM, Mawardi, ES Pandia dan D Wulandari,. 2017. Identifikasi Morfologi dan Anatomi Tipe Stomata Famili Piperaceae Di Kota Langsa. Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA (JIPI). 1(2): 182- 191

Sen U dan B De. 1992. Structure and ontogeny stomata in ferns. Blumea 37(1) : 239 261.

Sofiyanti N , AA Marpaung, R Suriatno, S Pranata. 2020. Jenis-Jenis Tumbuhan Paku di Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau dan Karakteristik Morfologi-Palinologi.

Jurnal Biologi Tropis. 20 (1): 102 – 110

Sun YF, Yan, X Cui dan F Liu. 2018.

Plasticity in stomatal size and density of potato leaves under different irrigation and phosphorus

(7)

7 regimes. Journal of Plant

Physiology 171(2014): 1248 1255 Suyitno AM. 2006. Pertukaran Zat Dan

Proses Hilangnya Air. Yogyakarta : Biologi FMIPA UNY

Gambar

Gambar  1  Bentuk  stomata  ginjal  pada  paku  Nephrolepis  hirsutula.(panjang  skala 50 µm)

Referensi

Dokumen terkait

Pada setiap kondisi tersebut, tanpa mengabaikan dasar hak Anda untuk mengklaim kerugian dari ASUS, maka tanggung jawab ASUS tidak lebih dari kerugian untuk cedera diri (termasuk

Teknologi pemupukan nitrogen (N) yang digunakan di Indonesia sampai hari ini adalah mengikuti dosis anjuran (Metode dosis) yang dikeluarkan oleh pabrik gula (PG). Teknologi ini

Jleh karena itu #ada paritas T  keadaan rahim ibu sudah tidak seperti rahim yang pertama kali melahirkan sehingga ketika ibu hamil dengan paritas T , tidak seperti rahim yang

Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan ( field research ) yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengambil lokasi penelitian di TPQ

Irzal Ilyas juga menegaskan, seluruh kader Partai Demokrat di Kota Solok, Sumbar dan Indonesia telah berkomitmen mendukung dan siap melaksanakan arahan dari DPP Partai Demokrat di

Dengan dernikian adanya konsep manajemen qalbu di MTs Nahdlatul Ulama Durungbedug Candi Sidoarjo sangat berperan pada guru dalam meningkatkan leadership sebagai seorang guru

The result of the statistical data analysis showed the mean score of the experiment group which was taught using guessing games was 2,83 and for the control group which