BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Fenomena bonus demografi sedang memasuki Kota Surakarta dimana angka usia produktif penduduk dengan rentang usia 15-64 tahun memiliki proporsi lebih tinggi daripada angka usia non produktif yaitu usia antara 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas (Bappenas, 2017). Berdasarkan data BPS Kota Surakarta (2020) populasi penduduk Kota Surakarta mencapai 522.364 jiwa dan didominasi oleh usia produktif yakni sebanyak 70,62% dari jumlah populasi penduduk pada tahun 2020. Komposisi demografi penduduk Kota Surakarta diantaranya: usia belum produktif (<14 tahun) berjumlah 110.365 jiwa, usia produktif (antara 15-64 tahun) berjumlah 368.939 jiwa, dan usia tidak produktif (>65 tahun) sebanyak 43.060 jiwa. Ketersediaan SDM usia produktif di Kota Surakarta dapat dijadikan peluang untuk memperbaiki pendidikan terutama terkait keterampilan menjadi lebih berkualitas sehingga mampu menyesuaikan diri sekaligus bersaing di industri 4.0.
Lase (2016) mengemukakan bahwa industri 4.0 dapat mengubah kehidupan masyarakat yaitu dengan mengombinasikan dunia secara fisik dan dunia digital untuk mendapatkan pengalaman hidup yang lebih luas.
Masyarakat memerlukan keterampilan di bidang teknologi dan peningkatan kualitas SDM agar nantinya siap menghadapi perubahan dunia yang cepat di masa mendatang. Pendidikan merupakan sebuah respons untuk menghadapi fenomena industri 4.0 yaitu dengan menyelaraskan SDM dan keterampilan digital untuk memecahkan suatu masalah melalui solusi yang kreatif serta mampu berinovasi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat modern (Wagiran et al., 2020). Industri 4.0 dalam sistem pendidikan harus dihadapi oleh siswa maka siswa harus mempunyai keterampilan baru yaitu Keterampilan Hidup dan Karir, Keterampilan Belajar dan Inovasi, dan Keterampilan Digital (Trilling & Fadel, 2009).
SMK merupakan jenjang pendidikan yang berfokus untuk menghasilkan tenaga kerja terampil sesuai dengan bidang keahliannya. Adanya pembelajaran produktif di SMK menandakan bahwa tujuan utama SMK adalah menghasilkan lulusan yang produktif di bidang keahliannya. Output yang dihasilkan oleh SMK dipersiapkan agar dapat bekerja sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimilikinya. Tercapainya tujuan SMK dilihat dari hasil Asesmen Nasional dan presentase lulusan yang bekerja atau tracker study (Kemdikbud, 2020).
Menurut Husnita & Suparno (2020) masa tunggu siswa dalam memperoleh suatu pekerjaan memengaruhi tingkat kesiapan kerja siswa. Masa tunggu bekerja dan kemampuan bekerja di dunia usaha atau industri dapat menentukan tinggi rendahnya kesiapan kerja siswa. Selain itu, kemampuan dan keterampilan yang relevan terhadap bidang keahlian yang dimiliki siswa dapat memenuhi tuntutan kerja yang dihadapinya. SMKN 3 Surakarta pada tahun pelajaran 2020/2021 masih terdapat lulusan yang sedang menunggu untuk mendapatkan pekerjaan.
Menurut Afriani et al. (2015) ketidaksiapan siswa SMK dipicu oleh kualitas kompetensi yang dimiliki siswa dan tingkat kompetensi lulusan SMK kurang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau perusahaan. Kesiapan kerja perlu dimiliki oleh siswa SMK dikarenakan lulusan SMK merupakan SDM yang diharapkan oleh masyarakat dapat menguasai kompetensi dan keterampilan sesuai bidangnya (Aprianti & Sugandi, 2015). Selain itu, Edy et al. (2019) mengungkapkan faktor individu yang memainkan peran kesiapan kerja siswa antara lain penguasaan kompetensi keahlian, keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi dan soft skill.
Peneliti menyebarkan angket pra penelitian kepada siswa SMK Negeri di Surakarta untuk mengetahui kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja industri 4.0. Angket tersebut berisi empat butir pertanyaan mengenai Keterampilan Abad 21 dan menghasilkan 51 responden. Berdasarkan Gambar 1.2 menunjukkan bahwa 27 siswa tidak optimis jika setelah lulus akan langsung bekerja, artinya mereka belum memiliki kesiapan kerja. Terdapat 26
siswa yang tidak mampu mengembangkan ide baru, artinya mereka belum memiliki Keterampilan Belajar dan Inovasi yang berguna untuk mengoptimalkan kemampuan personal di industri 4.0. Sebanyak 28 siswa tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang merupakan salah satu aspek Keterampilan Hidup dan Karir sehingga berakibat siswa tidak memiliki manajemen diri sendiri dalam berkarir. Selain itu, 30 siswa tidak memanfaatkan keterampilan digital untuk kegiatan produktif sehingga mereka belum menguasai aspek Keterampilan Digital dalam konteks karir dan akademik.
(Sumber: Data Primer Diolah Peneliti, 2021)
Gambar 1.1 Diagram Pra Penelitian Kesiapan Kerja Siswa SMK di Surakarta
Berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan Wakil Kepala Kurikulum SMKN 3 Surakarta menyatakan bahwa pada tahun 2020 banyak perusahaan yang mengurangi jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk siswa SMK dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Perusahaan lebih mengutamakan calon tenaga kerja yang dapat multitasking, artinya bahwa seorang pekerja harus memiliki kemampuan mengambil keputusan,
0 5 10 15 20 25 30 35
Saya optimis setelah lulus saya
akan langsung bekerja
Saya mampu mengembangkan
ide baru
Saya memiliki jiwa kepemimpinan
yang dapat diterapkan dalam
dunia kerja
Saya menggunakan
keterampilan digital untuk kegiatan produktif
Ya Tidak
beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dan memiliki keterampilan teknologi dan digital. Proses perekrutan calon tenaga kerja memerlukan tahapan khusus untuk menemukan pekerja yang siap menghadapi tuntutan dan tantangan perusahaan. Terdapat sejumlah siswa yang gagal melalui tahapan khusus sehingga mereka tidak diterima untuk bekerja. Hal tersebut menyebabkan kurangnya angka serapan kerja lulusan SMK pada tahun pelajaran 2019/2021 sehingga pada hasil pendataan siswa oleh BKK menunjukkan bahwa terdapat lulusan SMKN 3 Surakarta yang masih berada pada masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, peneliti mengambil topik penelitian tentang Keterampilan Abad 21 terhadap Kesiapan Kerja Siswa dan SMKN 3 Surakarta sebagai tempat untuk melaksanakan penelitian.
Keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri 4.0 diimplementasikan melalui Gerakan Literasi Baru (Kemenperin, 2018). Hasil penelitian Lestari & Santoso (2019) menjelaskan bahwa Kecakapan Digital, Kecakapan Teknologi, dan Kecakapan Manusia dengan kesiapan kerja memiliki pengaruh korelasi yang signifikan sebesar 54,7%. Akan tetapi, hasil penelitian Ahmad et al. (2019) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara keterampilan teknis (digital skills) dan non teknis (problem solving skill, communication skill, dan leadership skill) terhadap kesiapan kerja.
Penelitian Wijaya et al. (2016) menunjukkan bahwa variabel (1) Kecakapan Hidup dan Berkarir sebagai X1, (2) Kecakapan Belajar dan Berinovasi sebagai X2, dan (3) Kecakapan Digital sebagai X3 memiliki hubungan korelasi sebesar 61,7% sebagai keterampilan angkatan kerja yang dibutuhkan di bidang teknisi jaringan. Sedangkan penelitian dari Rezasyah et al. (2018) menghasilkan temuan bahwa Kecakapan Hidup dan Kecakapan Digital tidak memengaruhi kesiapan kerja siswa SMK Global Mulia Cikarang Jawa Barat.
Penelitian tentang kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta ini mengkaji keterampilan abad 21 yang dipresentasikan dengan tiga variabel diantaranya yaitu, (1) Keterampilan Hidup dan Karir, (2) Keterampilan Belajar dan Inovasi, dan (3) Keterampilan Digital yang dihubungkan dengan Teori Hukum Kesiapan Thorndike dan Teori Pemilihan Karir. Berdasarkan kedua teori tersebut, seorang lulusan SMK dapat siap bekerja melalui faktor individu yaitu sebagai output SMK yang dapat menemukan pekerjaan sesuai keinginannya sendiri, faktor lingkungan merupakan keadaan aktual adanya peralihan industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi melalui Keterampilan Digital, faktor belajar melalui Keterampilan Belajar dan Inovasi dan faktor keterampilan dalam menghadapi tugas dan pekerjaan dapat diperoleh melalui Keterampilan Hidup dan Karir (Zunker, 2002).
Berdasarkan pernyataan di atas, maka peneliti ingin mengkaji tentang Keterampilan Hidup dan Karir, Keterampilan Belajar dan Inovasi, dan Keterampilan Digital memengaruhi Kesiapan Kerja Siswa SMKN 3 Surakarta. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan bagian dari keterampilan abad 21 sehingga peneliti mengambil judul “Pengaruh Keterampilan Abad 21 terhadap Kesiapan Kerja Siswa kelas XII SMKN 3 Surakarta tahun 2021”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan garis besar permasalahan yang telah penulis jabarkan melalui latar belakang di atas, diantaranya berisi tentang alasan penulis mengambil judul melalui dukungan data dan fakta yang ada maka dapat diidentifikasi permasalahan yang muncul yaitu:
1. Terdapat lulusan yang sedang mengalami masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan di SMKN 3 Surakarta dikarenakan keterampilan yang dimiliki oleh siswa kurang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
2. Data pra penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah siswa SMK yang tidak optimis mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus, artinya siswa belum memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.
3. Data pra penelitian menghasilkan informasi yaitu sebagian besar siswa belum memiliki Keterampilan Abad 21 sebagai bekal keterampilan mereka menghadapi tuntutan kerja di industri 4.0.
4. Data pra penelitian mengidentifikasi bahwa siswa belum beradaptasi dengan lingkungan digital.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan kondisi, permasalahan dan dasar dilakukannya penelitian maka diperlukan adanya batasan masalah. Pembatasan masalah disusun untuk membuat permasalahan menjadi lebih spesifik, sehingga penelitian dapat berjalan dengan terarah serta pengkajian data dapat dilakukan lebih mendalam. Untuk mendapatkan gambaran mengenai permasalahan maka peneliti fokus pada pengaruh Keterampilan Hidup dan Karir, Keterampilan Belajar dan Berinovasi, dan Keterampilan Digital terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta.
D. Rumusan Masalah
Melalui penjabaran, identifikasi, dan pembatasan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya maka diperoleh perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh Keterampilan Hidup dan Karir terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022?
2. Apakah terdapat pengaruh Keterampilan Belajar dan Inovasi terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022?
3. Apakah terdapat pengaruh Keterampilan Digital terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022?
4. Apakah terdapat pengaruh Keterampilan Abad 21 (Keterampilan Hidup dan Berkarir, Keterampilan Belajar dan Berinovasi, Keterampilan Digital) secara bersama-sama terhadap kesiapan kerja Siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022?
E. Tujuan Penelitian
Melalui perumusan masalah oleh penulis kemudian diidentifikasi tujuan penelitian yaitu:
1. Mengetahui pengaruh Keterampilan Hidup dan Berkarir terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022.
2. Mengetahui pengaruh Keterampilan Belajar dan Berinovasi terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022.
3. Mengetahui pengaruh Keterampilan Digital terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022.
4. Mengetahui pengaruh Keterampilan Abad 21 (Keterampilan Hidup dan Berkarir, Keterampilan Belajar dan Berinovasi, Keterampilan Digital) secara bersama-sama terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta Tahun Ajaran 2021/2022.
F. Manfaat Penelitian
Selain memiliki tujuan, penelitian ini juga menawarkan kebermanfaatan baik secara teori maupun praktiknya. Adapun manfaat penelitian ini yaitu:
1. Manfaat Teoritis
a. Penelitian bermanfaat karena dapat memperjelas pengaruh Keterampilan Abad 21 melalui variabel Keterampilan Hidup dan Karir, Keterampilan Belajar dan Inovasi, dan Keterampilan Digital terhadap kesiapan kerja siswa SMKN 3 Surakarta.
b. Memperdalam pengetahuan mengenai perkembangan ilmu digital yang memengaruhi kehidupan termasuk di bidang industri dan pendidikan.
c. Menekankan bahwa keterampilan abad 21 yang mencakup Keterampilan Hidup dan Berkarir, Keterampilan Belajar dan Berinovasi, dan Keterampilan Digital merupakan kecakapan yang harus dikuasai oleh siswa agar mampu bersaing dalam industri 4.0.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi SMK, hasil penelitian ini berperan dalam penyaluran informasi terkait peningkatan mutu pendidikan yang dimanifestasikan melalui faktor-faktor kesiapan kerja siswa SMK.
b. Penelitian ini menawarkan manfaat praktik kepada guru berupa kajian keterampilan abad 21 yang dapat menjadi saran, masukan dan referensi dalam membimbing siswanya agar lebih siap memasuki dunia kerja di industri 4.0.
c. Bagi siswa, penelitian ini berperan sebagai bahan masukan pentingnya membekali diri dengan Keterampilan Abad 21 melalui variabel Keterampilan Hidup dan Karir, Keterampilan Belajar dan Inovasi, dan Keterampilan Digital guna menunjang kesiapan kerja.
d. Bagi program studi Pendidikan Ekonomi, hasil kajian ini berguna sebagai sumber informasi dan referensi dalam pengembangan kurikulum khususnya untuk mata kuliah terkait strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan abad 21.
e. Bagi mahasiswa sebagai calon guru, hasil penelitian ini menjadi sebuah pengalaman baru untuk mengeksplorasi keterampilan abad 21 yang berguna sebagai bekal untuk memberikan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa agar siap menghadapi tantangan dunia kerja.