Kina ka/S nn
MINHAJUS
S
PUSTAKA
AR RAYYAN
/}uiutAsli:
QUh: Asy-SyaikliAl-Allamah ‘AbdurrahmanbinHasan binMuhammadbin‘AbdilWahbab(1193-1285H) 'Berikut Falwa-fabiaAsy-Syaikh 'AbdurrahmanbinHasan
^utufi^: ‘Abdulllahbin‘UtsmanAsy-Syayi’
'Penerbit: MaktabahAr-Rusyd—Riyadh Cetakan: Pertama -2002
M
/1423Hr-
z*
%
&W
£<*•*•** ..ringkasan minhajus SUNNAH IBNU TAIMIYYAH
/lLih 'Bahasa Witter
<?etting & T>esain Cetakan'Pertama penerbit
Fuad.Lc Syu'bah IhsanAbu Nada Januari2007
PUSTAKA AR-RAYYAN
Jl.ParangKusuma24A Sidodadi-Pajang
SOLO 57146
Telp : (0271)7060174
Mobile
:
081567950 795 188hal -15x23cm ISBN979- J309-04~2
Email:[email protected]
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
KATA PENGANTAR PENERBIT
4
^S)esungguhnya
segala puji hanya bagi Allah. Kita memuji- (PJjNya,meminta
pertolongan-Nya dan ampunan-Nya. Kitaberlindung kepadaAllah
M
dari kejahatan-kejahatan jiwa kitadan kejelekan-kejelekan amal kita. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah
maka
dia adalah orang yangmendapatkan
petunjuk.
Dan
barangsiapa yang Allah sesatkanmaka
tidak ada yang dapatmemberinya
hidayah.Aku
bersaksibahwa
tiada iiah yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Dan
aku bersaksibahwa Muhammad
adalahhamba
dan rasul-Nya.Adapun
selanjutnya :Sesungguhnya kitab “ Minhajus
Sunnah An-Nabawiyyah
“merupakan
kitabyang paling terpenting karya Syaikhul Islam fbnu Taimiyyah pfeb yangmana
fdtabtersebuttermasuk kitabyang
membantu
seorangmuslim untukmenentukan
manhajyang
benar didalam perkara ushuluddin,menurut
Ahlus SunnahwalJama’ah, sebagaimana bahwasanyakitabMinhajusSunnah
ini berisi bantahan terhadap bid’ah-bid’ah danfirqah- firqahyang
sesat,dan
kitab “Minhajus Sunnah
An- Nabawiyyah “ ini termasuk kitabyangmenyeru
kepadakaum
muslimin yang berpegang teguhdengan
kitab Allah dan sunnah Rasul-NyaM
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah telahmemberikan
bantahan Ilmiyyahpenuh
dengan kesungguhan dan sikapamanah
terhadap firqah-firqahyangtelahmenjauh
dari sunnah yang shahih.
iai
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu TaimiyyahDiantara firqah-firqah sesat yang beliau bantah didalam kitab ini adalah firqah Rafidlah/Syi’ah yangjuga
berpahaman
Qadariyyah beliau didalambantahannya
tidaklahmenyisakan
sedikitpun syubhat-syubhatkaum
Rafidlah kecuali beliau telahmematahkannya
syubhat-syubhat tersebutdengan
hujjah-hujjah yang tidak terbantahkan lagi,dan kitab ini banyak diringkas oleh para ulama diantaranya Asy-Syaikh
Abdurrahman
bin Hasan yangmerupakan
cucu dari Asy-SyaikhMuhammad
bin AbdulWahhab
ringkasan ini benar-benarringkas tidak seperti ringkasanyang disusun oleh Asy-Syaikh Abdullah Al-Ghunaiman dalam jilid yang agak lebih tebal dari ringkasan yang disusun oleh Asy- Syaikh
Abdurrahman
yang ada pada kita saat iniNamun
demikian
semoga buku
Ringkasan MinhajusSunnah
An- Nabawiyyah yang disusun oleh Asy-SyaikhAbdurrahman
binHasan bermanfaat
bagiorang-orang yang
senantiasa merindukan kebenaran terutama didalam masalah-masalah yang bersifat prinsip dan mendasar seperti masalah tauhidnama-nama
dan sifat-sifatAllahM
dan lainnya.Disampingitu pentahqiq kitab Ringkasan Minhajus Sunnah
ini diakhir kitab
menyertakan
fatwa-fatwa Asy-SyaikhAbdurrahman
bin Hasan seputarmasalah aqidah ataumakna
kalimatlaailaaha illallaah dan lainnya.
Dan
Allah-lahDzatyang memberi
taufiq kepadahambaNya.
Selamat membaca...!
Solo,
24
Januari2007
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
KATA PENGANTAR
Fadhilatusy Syaikh Isma'il bin Sa'd bin 'Atiq
^^lhamdulillah,
para pemilik fadhilahar*
(keutamaan) dan para reformis senantiasa berusahadengan
gigih untukmemperbaiki
apayang
telah rusak.Merekalah ghuraba
‘
(orang-orang asing) yang memperbaiki apa yangdirusak oleh manusia.
Maka
keberuntunganlah bagi mereka.Awal dari fitnah sepeninggal Nabi $$ adalah perselisihan seputar khilafah
dan
tentang siapayang
palingutama menduduki
jabatanimamah
(pemimpin), sekalipun khilafah telah berakhir setelah lewat tigapuluh tahun sesuaidengan
sabda Rasulullah |g:« ' >" •-
.'iSlv 'jJyZl
jf>\ j*
“Khilafah setelahku pada umatku tigapuluh tahun.”|11
Dan
sekalipunAl-Hasan
bin ‘Ali telahmengambil
sikap
mengalah pada tahun 40
H,yang
disebutdengan tahun
persatuan. Beliaumengambil
sikapmengalah terhadap musuhnya agar
fitnahtidak menjalar
panjang. Inilah salah satu buktikenabian
RasulullahMuhammad
it.Akan
tetapi benih kemunafikan telahmenyerap
air yang berbau busuk, sehinggatumbuh
di dada banyak manusia.[11 HR. Ahmad dalam Al-Musnad dan At-Tirmidzi,serta dishahihkanoleh Al-'Allamah Al-Albani dalamShahih Al-Jami
’
no. 3341.
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
Merekapun
terusmenuntut
agarimamah dan
khilafah diberikan kepada ahlul ba’it, sehinggamereka membentuk
negara-negara kecil di Maghrib, Mesir, dan Persia.
Dari sinilah awal berakarnya aqidah-aqidah tersebut dan meluasnya
madzhab-madzhab
itu yangmerupakan
salah satusebab kebanyakan manusia menganutnya. Tersesatlah orang
yang
tersesat, semakin jauh dansemakin
meninggalkan manhaj AhlusSunnah
wal Jama’ah dalam perkara sumber-sumber hukum.
Lalu dikaranglah kitab-kitab, dan bangkitlah parapembela
masing-masingkelompok
untuk menjelaskan ajaranmereka dan membantah
dalil-dalilorang yang
menyelisihinya.
Pada abadke-7 H, tampillahSyaikhul Islam
Ahmad
bin Abdil Halim Al-Harranikm
menjelaskan aqidahmereka
tentang qadha' dan qadar, asma' dan sifat AllahH.
Beliau jugamembantah
syubhat yang pertamamuncul
yaitu syubhat khilafah dan imamah. Hal initampak
pada kitab beliau yang masyhur Minhajus Sunnah. Kitab ini senantiasa terpeliharadan
beredar sertamendapatkan
bantuan dari AllahH,
sehingga senantiasa diterbitkan, disebarkan, dan ditahqiq
(diteliti). Sebab, kitab ini termasuk rujukan
yang
paling penting dan paling luas dalamtema
ini.Al-Imam Abdurrahman
binHasan
bin Syaikhul IslamMuhammad
binAbdul Wahhab
telahmengumpulkan
sebagian faedah dan beberapa intisari istimewa dari kitab
Minhajus Sunnah.
Beliaukumpulkan dalam sekumpulan
lembaranyang
tidak banyak jumlahnya. Barangkali beliauvU
memilihnya untukmembantah
syubhatyang terjadi padajaman
beliau, atau syubhatyang hampir serupadengan
itu.Ringkasan ini sampai ke tanganku sebagai hadiah dari sebagian orangyangcintadan dekatdenganAsy-SyaikhAbdul
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
‘Aziz bin ‘Abdurrahman bin Nashir Alu Bisyr Sayapun segera menerbitkannya dan
menyebarkannya, meskipun
telah didahului oleh saudara-saudara di
Maktabah
Darul Hidayah beberapa tahun lalu, dan buku tersebut telah habis.Saya telah
menunjuk
saudara yang mulia Abdul llah bin‘Utsman Asy-Syayi’ untuk melakukan pemeriksaan terhadap kitabini, mentahqiq,
membandingkan
naskah cetakan dengan naskah tulisan tangan, dan merujuk kepadasumber
kitab inisebisanya. Diapun bersegera merealisasikan tawaran ini dan
mengharapkan
pahala dari Allah H-. Setelah terkonsep, saya mengoreksinya. Saya melihatbahwa
dia benar-benar telahmemberikan
bantuanyang
berarti untuk kitab ini, danmenampakkan dengan
jelaskandungan
kitab inidengan memberikan
judul masing-masing tema, serta benar-benarmengerahkan
tenaga dalam mengerjakannya.Semoga
AllahS-
memberinya
taufiq dan meluruskan jalannyamenuju
kebajikan. Shalawat dan salam bagi Nabi kita
Muhammad
ft,keluarga dan para shahabatnya.
Ditulis oleh :
Isma’il bin Sa’d bin ‘Atiq
Senin, 5 Rabi’ul
Awwal
1422H
FOR PUBLIC RELEASE
jjjgP | Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
MUQADDIMAH
PENTAHQIQ
/^egala
puji bagi AllahRabb
sekalian alam. Tidak ada (permusuhan selain terhadap orang-orang yang zhalim,s'eperti Rafidhah yang
menyimpang
dari kebenaran, Khawarij yang melesat melewati kebenaran, dan Murji'ah yang lalaidari kebenaran.
Shalawat dan salam
semoga
selalu terlimpah kepada Nabilagi Rasul termulia, keluarga, para shahabatnyayang baikdan
suci, sertakepada orang-orangyangmengikuti mereka hingga
hari Kiamat.
Adapun
kemudian:Sesungguhnya
AllahM
telahmenyempurnakan
Diendengan
Rasul-NyaMuhammad M
sebagai penutup para nabi.Allah
H
berfirman:^ ^ t-*' t*0'' * ^ ' r> 'a \
’r**?
©...
ilofa
‘‘Pada hariinitelah Kusempurnakan untukkalian
agama
kalian,dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku- ridhai Islam itujadi
agama
bagikalian.” (Al-Maa’idah : 3) AllahH
telahmenjamin
sendiri penjagaan kitab-Nya danSunnah Nabi-Nya H. Allah lf berfirman:
ijj.jis1T- jaJ Ljlj
^
bjl j>- bl“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur‘an, dan sesungguhnya Kamibenar-benarmemeliharanya.” (Al-Hijr : 9)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
Agama
Islam inisempurna,
tidakmempunyai
kekurangan, dan terbebas dari perubahan. Sangat pantaslah bagi Ahlus
Sunnah
untuk bersyukur kepada Allah i$£. akan nikmat ini, dan merasa mulia lagi banggadengan
aqidah mereka,memegangnya dengan
teguh, danmendakwahi
manusia kepadanya.Dahulu, para ulama rabbcini berhasil mencapai prestasi
yang
tinggi dankedudukan
yang mulia, karenamereka membela
aqidah yang benar, yangmemancar
dari Al-Qur‘an dan As-Sunnah atas dasarpemahaman
Salafush Shalih.Di antara
ulama
besar tersebut adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-semoga
Allah fg menyucikan ruhnya danmemberikan
cahaya bagi kuburnya-^ (wafat tahun 728 H).Berbagai karangan imam, tokoh, dan ulama ini
mempunyai
pengaruh yang sangat jelas terhadapumat
Islam, dimana
beliau iyk; telah
menerangkan
aqidah AhlusSunnah
wal Jama’ah danmembantah
firqah-firqah bid’ah. Di antaranya bantahan beliau terhadap Rafidhah di dalam kitab beliauMinhajus
Sunnah
An-Nabawiyyahfi Naqdi KalamiAsy-Syi’ah wal Qadariyyah.Semoga
AllahH merahmati
beliau danmenjadikan Surga sebagai tempat kembalinya.
Para
Ulama
betul-betulmemberikan
perhatian terhadap kitab inidengan
meringkas, mengajarkan, serta memotivasi para thalibul ‘ilmi(penuntut ilmu)untuk memperhatikan kitab ini121. Di antaramereka
adalahAsy-Syaikh Al-lmam Abdurrahman
bin Hasan binMuhammad
bin AbdulWahhab
vte (wafat tahun 1285 H) . Beliau telah meringkas sebagian permasalahan penting dari kitab tersebut.
pl Sisi iniakankita bicarakandalambagian studi,Insya Allah.
f®
| Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu TaimiyyahKemudian, karena pertimbangan
bahwa
kitab ringkasanini
belum mendapatkan
perhatianyangsepantasnya, sayapun berusaha untukmemberikan
khidmat bagi kitab ini sesuai dengankemudahan
yangAllah§g berikan di dalam mentahqiq naskah tulisan tangannya.Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
METODOLOGI PENTAHQIQ
^ptudara
pembaca, berikut saya jelaskan metodologi yang(O
sayagunakan
dalammemberikan
khidmat untuk kitabini:
•
Bagian Pertama:STUDI
Saya menjadikannya dua pasal:
*
Pasal Pertama: Biografi Asy-SyaikhAbdurrahman
binHasan
binMuhammad
binAbdul Wahhab.
Pasal inimencakup
pembahasan:1.
Namanya.
2.
Tempat
lahir dan pertumbuhannya.3. Guru-gurunya.
4. Pujian ulama terhadapnya.
5. Kitab-kitab karangannya.
6. Murid-muridnya.
7. Anak-anaknya.
8. Wafatnya.
9.
Sumber
biografinya.>
Pasal Kedua:Memperkenalkan
kitab ini, yaitu kitabMulakhkhash
MinjahusSunnah
(Ringkasan Minhajus Sunnah).Pasal inimencakup
pembahasan:1 . Kitab asli Minhajus
Sunnah
An-Nabawiyyah.2. Pembuktian kebenaran penisbatan kitab ini kepada pengarang.
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
3.
Nama
kitab.4.
Pembahasan-pembahasan
terpenting kitab ini.5. Naskah tulisan tangan dan naskah cetakan.
6.
Metode
tahqiq.• Bagian Kedua: TAHQIQ MULAKHKHASH MINJAHUS SUNNAH
Yaitu mentahqiq kitab
Mulakhkhash
Minjahus Sunnah.Sayatelah
mengerahkan
segalakemampuan
yangmenurut
saya pantas untuk kitab ini. Kalau saya benar,
maka
ituberasal dari Allah 'H-, Dia-lah sebaik-baikyang
mencukupi
dan sebaik-baik Pelindung. Sedangkan kalau saya salah,maka
kesalahan itu dariku dan dari syaitan.Saya -setelah bersyukur
kepada
Allah i§&- mesti berterima kasih kepada Syaikh kamiyang mulia,Asy-Syaikh Isma’il bin Sa’d bin Atiq|31 yang telahdengan
senang hatimemberiku naskah
tulisantangan
kitab ini,dan memotivasiku untuk mentahqiq, mengedit,
serta[3J BeliauadalahAsy-SyaikhAr-RahhalahIsma'ilbinSa'd binIsma'ilbinAsy- Syaikh Hanid bin 'Atiq. Beliau dilahirkan tahun 1357
H
di Wadi Ad-Dawasir.BeliaululusdariFakultasIlmu-IlmuSyari'ahdiUniversitas Islam
Al-Imam
Muhammad
binSu'ud pada tahun 1384 H.Beliau meraih gelar magisterdalambidang ilmu-ilmuIslamdiUniversitasPunjabdi Pakistan.Kemudian beliau menjadi hakim. Setelah itu menjadi Pengawas
Penerbitan,lalumenjadiDirektur
Umum
musa'idanlidda'ivah,lalumenjadi DirekturUmum
lil mutaba'ah, kemudian menjadi Peneliti Ilmiah pada BadanRisetIlmiahdan FatwaKerajaanSaudiArabia. Beliaumengunjungi lebih dari 56 negara di dunia untuk berdakwah di jalan Allah Beliau pensiunpada tahun 1417H.Beliau memiliki banyak karangan, di antaranya Hiwar ma'a Al- QadiyaniyyahWajhanIiWajhin,... NurminalGharb,Al-MawaridAsy- Syar'iyyah fil Makasib An-Naqdiyyah, Arba'un Yauman fi Albania,
Moskow Al-Lati Syahadtuha, dan karangan lainnya, baik yang sudah dicetak maupunyang masih dalambentuk manuskrip.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
menyajikannya dalam bentuk
siap terbit. Akhir dariucapan kita: Segala puji bagi Allah
M Rabb
sekalian alam.Ditulis oleh :
Abu
Mu’adz Abdul llah bin’Utsman bin Abdillah Asy-Syayi’
Sabtu, 18/2/1422
H
PO.BOX
23091RIYADH
11426[email protected]
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
Bagian Pertama
STUDI
PASAL PERTAMA
BIOGRAFI ASY-SYAIKH ‘ABDURRAHMAN
BINHASAN
BINMUHAMMAD
BIN‘ABDUL WAHHAB
1.
Namanya
2.
Tempat
lahir danberkembangnya
3. Guru-gurunya
4. Pujian ulama terhadapnya
5. Kitab-kitab karangannya
6. Murid-muridnya
7. Anak-anaknya
8. Wafatnya
9.
Sumber
biografinyaPasal ini
mencakup
sembilan hal:[1]
Namanya
:
Nama
beliau adalahAl-Imam
Asy-Syaikh Al-‘Allamah‘Abdurrahman bin Hasan bin Syaikhil Islam
Muhammad
bin‘Abdil
Wahhab.
[2]
Tempat
lahirdan pertumbuhannya
:Asy-Syaikh ‘Abdurrahman dilahirkan di
kampung
Dir’iyyahpada tahun 1193 H. Beliau
tumbuh
di sana dan dididik oleh kakeknya,Al-lmamAsy-SyaikhMuhammad
bin‘AbdulWahhab
tifc, setelah terbunuhnya ayah beliau di perang Gharabah.
Beliau
tumbuh
di keluarga ilmu yang berberkah lagi shalih,sehingga beliau mencintai ilmu dan halaqah-halaqahnya,
Asy-SyaikhAbdurrahman bin Hasan
|jg||
ggf
menghafal Al-Qur'an setelah mencapai
umur
tamyiz, danselalu ikutdi dalam pelajaran kakeknya meskipun
umur
beliaubelum
mencapai baligh. Beliau belajar KitabutTauhid kepada kakeknyawalaupun
tidak selesai sempurna. Beliau mulaimembaca
fiqih dan seringmembaca
babAdab Berjalan Menuju Masjid. Beliau juga mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh para murid senior kakeknya yang menyajikan kitab- kitab induk dalam bidang tafsir, hadits, danhukum.
Kakeknya, Al-Imam
Muhammad
wafat ketika beliauberumur
13 tahun. Setelah itu pengarangbermulazamah
kepada para ulama yang berada di Dir’iyyah.[3J Guru-gurunya :
a. Kakeknya, Al-Imam
Muhammad
bin AbdulWahhab.
b.
Pamannya, Al-AIlamah
‘Abdullah bin Asy-SyaikhMuhammad.
c. Asy-Syaikh Al-Faqih
Hamd
bin Nashir bin Mu’ammar.d. Asy-Syaikh Abdullah bin Fadhil.
e.
Ahmad
bin Hasan bin Rasyid bin AfaliqAl-Ahsa' i.f.
Abdurrahman
bin Khumais.g. Asy-Syaikh Husain bin
Ghannam.
[4] Pujian
ulama
terhadapnya :Al-Allamah Ibnu Bisyr berkata
memuji
pengarang:“la seorang alim
yang
utama, teladan bagi orang-orangyang
mulia,dan mata
bagiorang-orang yang
semisalnya. Beliau
menghidupkan madrasah-madrasah ilmu setelah terputusnya
tintapena.
Beliaumengembalikan masa mudanya
setelah berlalu.Pelajaran beliau menghiasi masjid-masjid dan sekolah- sekolah.
Semua orang yang
belajarbutuh kepada
pemahaman
beliau. Beliau adalah orang mulia di antara para guru. Beliaumemberikan manfaat pada
paraRingkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
thalibul ‘ilmi. Beliau adalah kepala
hakim
bagikaum
muslimin,
ucapan dan perbuatan
beliau senantiasa lurus dan benar. Beliau adalah ‘Abdurrahman binHasan
bin Asy-Syaikh
Muhammad
binAbdul Wahhab
....”141Asy-Syaikh
Abdurrahman
binQasim
berkata: “Beliau adalah seorang imam, ‘alim, ‘allamah, lautan ilmu yangmemberikan
faedah kepada thalibul ‘ilmi, rujukan para fuqaha dan ahli aqidah. Beliau diliputi oleh perhatian Rabbul ‘Alamin. Beliau seorang‘alimrabbani (seorangyangberilmu dan beramal dengan ilmunya
sertamengajarkannya,
penerbit),mujaddid yang kedua, mengumpulkan
segalamacam
ilmu syari’at...”151Asy-Syaikh
Abdul
Lathif binAbdurrahman
berkata:“Beliau
memposisikan
dirinya-
alhamdulillaah-
sebagai penjagaagama
ini,membelanya
dari paramusuh,
danmenghadang
para ahli bid’ah. Allah^
telahmemberinya
nikmat berupa
menyebarkan
ilmu. Manusiamemperoleh
manfaatdari ilmu tersebut setelah hampir saja hilang darinegeri Najd disebabkan suatu musibah. Lalu Allah $&.
memperbaharui
jejak Salafush Shalih melalui beliau.Mayoritas orang yang
mempunyai
ilmu tentang ajaran para rasulyangada di negeri Najd adalah hasil usahabeliau.Mereka mendengarkan
ilmu dari beliau dan terdidik dihadapan
beliau.Orang umum maupun khusus
telah mengenal sikap beliau dalammemberikan
nasehat kepadapemerintah dan memotivasi mereka
agarberhukum
dengan Kitabullahdan berjihad untukmeninggikankalimat Allah
H.
Beliau juga menasehati pemerintah agar tidakcenderung kepada orang-orang yang menyimpang. Beliau
[41 'Unwanul Majd, 1/93-94.
[s| Ad-Durar As-Saniyyah,12/60.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
berkedudukan sebagai hakim di negeri Najd, dan Allah telah
menggerakkan
lisankaum
muslimin untukmemuji
danmendo’akan
Asy-Syaikh ini.”161Asy-Syaikh Ibrahim bin Shalih bin ‘Isa berkata: “Beliau selalu mengajar, selalu
memotivasi kepada
ilmu,membantu,
dan sangat berbuat baik kepada thalibul ‘ilmi,lembut, mulia,
murah
hati,tenang, berwibawa, dan banyak beribadah.”171[5] Kitab-kitab karangannya
:
1. Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid, telah diterbitkan berulang kali.
2. Qurratu ‘UyunilMuwahhidin, diterbitkan berulang kali.
3. Al-Qaulul Fashl An-Nafisfir Raddi ‘ala Al-Muftari
Dawud
Ibni Jarjis, telah terbit.
4. MukhtasharA\-Aq\\
wan
Naqli,belum
tercetak.5. Mulakhkhash Minhaji As-Sunnah karya Syaikhul Islam Ibnu Thaimiyah, yaitu kitab ini.
6. Mukhtashar TafsirSuratAl-Ikhlas,
belum
dicetak.7. Al-Iman war Raddu ‘ala AhlilBida’, tercetak.
8. Tahrim Shiyamisy Syakki, tercetak.
9. Sabilun Najah Wal Falah, tercetak.
10. Al-MahajjahfirRaddi ‘alad Duljah, tercetak.
1 1. Al-Maqamat, tercetak.
12. Irsyad Thalibil Huda lima Yuba’idu ‘anir Rada, tercetak.
13.
Dan
lain-lain.[6] Murid-muridnya :
1 . Anaknya, Asy-Syaikh Abdul Lathif bin
Abdurrahman
bin Hasan.
•6|
Ar-Rasa'ilwalWasa'il,3/234-236.
171 'AqdudDurar, hal. 55.
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
2. Asy-Syaikh Hasan bin Husain Alu Asy-Syaikh.
3. Asy-Syaikh
Abdurrahman
bin Husain Alu Asy-Syaikh.4. Asy-Syaikh Husain bin
Hamd
Alu Asy-Syaikh.5. Asy-Syaikh Abdul Malik bin Husain Alu Asy-Syaikh.
6. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin ‘Utsman bin AbdulJabbar.
7. Asy-Syaikh
Abdurrahman
Ats-Tsamiri.8. Asy-Syaikh Abdullah binjibr.
9. Asy-Syaikh
Hamd
bin Atiq.10. Asy-Syaikh Abdul Aziz Al-Fadhili.
1 1. Asy-Syaikh
Muhammad
bin ‘Ujian.12. Asy-Syaikh
Abdurrahman
bin ‘Udwan.13. Asy-Syaikh
Muhammad
bin Ibrahim bin Saif.14. Asy-Syaikh Abdullah bin Mardhan.
15. Asy-Syaikh
Abdurrahman
bin Mani’.16. Asy-Syaikh
Muhammad
bin Abdullah bin Salim.17. Asy-Syaikh
Muhammad
bin ‘Umar bin Salim.18. Asy-Syaikh
Ahmad
bin ‘Isa.19. Asy-Syaikh Ibrahim bin ‘Isa.
20. Asy-Syaikh ‘Ali bin ‘Isa.
21. Asy-Syaikh Abdullah bin Nashir.
22. Asy-Syaikh Nashir bin ‘Ubaid.
23.
Dan
masih banyak lagi.[7] Anak-anaknya
:
1 .
Muhammad,
terbunuh dalam perang Dir’iyyah tahun 1233 H.2. Abdul Lathif, wafat tahun 1293 H.
3. lshaq, wafat tahun 1319 H.
4. Abdullah.
5. Isma’il, meninggal ketika bapaknya masih hidup.
Asy-SyaikhAbdurrahman bin Hasan
[8] Wafatnya :
Asy-Syaikh
Abdurrahman
bin Hasan meninggal padahari Sabtu sore, tanggal 11 Dzul Qa’dah tahun 1285 H,
dimakamkan
di pekuburan Al-‘Ud, Riyadh.[9|
Sumber
biografi beliau :1. Al-A’lam,Az-Zarkali (111/304).
2. Mu’jamIMu'allifm, Ridha Kahalah (11/88).
3. IdhahulMaknun, Al-Baghdadi (11/172).
4. Majmu’aturRasa‘il walMasa'il (11/20-24).
5. ‘UnwanulMajdi (1/191), (11/41 ,46).
6. Hadiyyatul Arifm (1/558).
7. Ad-DurarAs-SaniyyahfiAl-AjwibahAn-Najdiyyah (hal.60).
8. ‘AqduAd-Durar (hal. 54-62).
9. Masyahiru ‘Ulama Najd (hal. 78).
10. Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid, tahqiq Dr. Al-Walid Al-Furayyan (Muqaddimah).
11. Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh
wa
ThariqatuhufiTaqririAl-‘Aqidah,penulis Khalid binAbdul Aziz Al-Ghanim.
12. Alu Su’ud, oleh
Ahmad
Ali (hal. 199-201).13.
Mu’jam
Al-Mathbu’at Al-'Arabiyyah fi Al-Mamlakah Al-‘Arabiyyah As-Su’udiyyah, Ali
Jawad
Ath-Thahir (11/714-722).
14. Dr.
Ahmad
bin HafizhAl-Hakami
memilikipembahasan
tentang Asy-SyaikhAbdur-rahman
binHasan yang diterbitkan dalam majalah Ad-Darah.
15. Mausu’atu Tarikhi At-Ta’limifiAl-Mamlakah Al-‘Arabiyyah As-Su’udiyyah Khilala Mi'ati‘Am (IV/251).
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
PASAL KEDUA
[MEMPERKENALKAN RINGKASAN MINHAJUS SUNNAH]
[1] Kitab asli Minhajus
Sunnah An-Nabawiyyah
Kitab Minhajus
Sunnah
An-Nabawiyyah fi Naqdi Kalami Asy-Syi’ahwal Qadariyyahmerupakan
salah satu karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H), Kitab initelah diterbitkan -cilhamdulillaah- dan telah
memperoleh
khidmatilmiahyangsangat menarik, dimana
kitab initelah ditahqiq olehDr.Muhammad
Rasyad Salimyangditerbitkanoleh Universitas
Al-lmam Muhammad
bin Su’ud Al- Islamiyyah dalam sembilanjilid.Kitab Minhajus
Sunnah
An-Nabawiyyah adalah sebuahkitab yang telah
mendapatkan
pujian dari banyak ulama.Mereka
menganjur-kan untukmembaca
kitabtersebutdan memilikinya. Di antara mereka adalah:1.Al-‘AllamahAl-lmam Ibnu
Qayyim
Al-Jauziyyah (wafat 751 H). Beliau mengatakantentangkitab inidalamkitab beliau AI-Kafiyah Asy-Syafiyah (hal. 268):Demikianpula kitab Minhajnya di dalam
membantah
ucapan Rafidlah (syi’ah) sangpengikutsyaitanjuga
kaum
Mu’tazilah, sungguh Asy-Syaikh telah melemparkan mereka ke dalam lubangparapengecut
2. Al-Hafizh Ibnu Katsir (wafat
774
H) berkata-
sebagaimana dalamkitab KasyfuAdz
Dzunun(2/1 870)- tentangkitab MinhajuAl-IstiqamahfiItsbathil Imainahyang
ditulis oleh Ibnul Muthahhir, seorangtokoh
Rafidhah: “IbnulMuthahhir
telah kacau didalam
argumen
akalataupun
naqlnya. Dia tidak tahuAsy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
bagaimana akan berbuat, karena dia telah keluar dari keistiqamahan. Abui ‘Abbas
Ahmad
bin Taimiyyah tampilmembantahnya
dalam beberapa jilid kitab. Di sana beliau menjelaskan perkara yang begitu indah.Kitab itu
merupakan
sebuah kitab yang sarat dengan faedah, dan beliaunamakan
Minhajus Sunnah.”3.
Al-Imam Muhammad
Asy-Syaukani (wafat1250
H),dalam biografi yang beliau tuliskan tentang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Al-Badru Ath- Thali’ (hal. 587). Ketika
Al-lmam Asy-Syaukani membicarakan
kitab-kitab Syaikhul Islam, beliaupunmengatakan
tentangkitabAI-Minhaj: “Sungguh sangat indah. Hanya saja beliau terlalu bersemangat di dalammembantah
(Syi’ah dan Mu’tazilah), sehingga terdapat beberapaungkapan dan
lafazhyang mengandung makna
yang berat.”4. Asy-Syaikh
Abdurrahman
bin Hasan (wafat 1285H) berkatasebagaimana yangtercantumdi dalam fatwa beliau yang juga dibarengkan penerbitannya dalam kitab ini
(Ringkasan Minhajus Sunnah):
“Ibnul Muthahhir telah menulis satu kitabyang membela kelompok
ini (Syi’ah). Diamenyebutkan banyak
kesyirikan dan kesesatan kelompoknya. Lalu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
membantahnya
dalam kitab beliau yang berjudul MinhajusSunnah
dalam duajilidbesar. Sehingga, akhirnya kitab ini menjadi bendera bagi para ahli tauhid dan menjadi hujjahterhadap ahlul bid’ah yang
menyimpang. Semoga
AllahM
merahmatiSyaikhul Islam. Beliau telah
menenangkan
AhlusSunnah dengan
bantahan beliau terhadap para pelaku bid’ah.”Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
5. Demikian pula Samahatusy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz
pm
(wafat 1420 H). Beliau memuji kitab inisebagaimana yang tercantum dalamMajmu’
Fatawa beliau (1/150).6.
Dan
Al-LajnahAd-Da‘imcihlilIfta‘
(Dewan
Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) jugamemuji
kitab ini.Khidmat yang
Diberikan paraUlama
terhadap Kitab MinhajusSunnah
Sebagian ulama -baik yang terdahulu
maupun
yang belakangan-memberikan
perhatian yang besar terhadap kitab ini, baikdengan meringkasataupunmemisahkan
satutema
padabuku
tersendiri. Di antara khidmat mereka yangtelah diterbitkan181:
1. Al-Muntciqa min MinhajiAl-I’tidal,Al-HafizhAdz-Dzahabi (wafat 748 H).
2.
Mulakhkhash
Minhaji As-Sunnah,Asy-Syaikh Abdurrahman
bin Hasan binMuhammad
bin AbdulWahhab
(wafat 1285 H), yaitu kitab ini.3. Tanzihu JanabiSyari’ah 'an Tamwih MadzahibiAsy-Syi’ah,
Asy-Syaikh
Hamd
bin Muthalliq bin IbrahimAl-Ghufaili vte (wafat 1397 H),yangmerupakan
saduran dari kitabMinhajus Sunnah dengan jumlah
sekitar120
halaman.1914. MukhtasharMinhaji As-Sunnah, Asy-Syaikh ‘AbdullahAl-
Ghunaiman
jV)Jds.5. Asy-Syaikh
Muhammad
Malullah mengeluarkan satu seri dari kitabAl-Minhajdalammembela
para shahabat:181 Lihat kitab At-Taqrib li Minhajis Sunnah An-Nabawiyyah (hal. 5-8), kitab Al-Qawa'id wal Fawa'id AI-Haditsiyyah min Minhajis Sunnah An-Nabawiyyah (hal. 17-21), dan kitabku Kutub Atsna 'alaiha Al- 'Ulama.
191 'Ulama NajdKhilalTsamaniyahQurun, 2/119.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
Abu
Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Aisyah, Mu’awiyah, dan Khalid bin Al-Walid 4>.6. Abu Bakr Ash-Shiddiq,
pembahasan
yang diringkas dan disusun oleh Asy-SyaikhMuhammad
bin Abdurrahmanbin Qasim
7. Alu Rasulullah
M wa
Auliya'uhu, Mauqifu AhliAs-Sunnah waAsy-Syi’ahmin Aqa‘idihimwa
Fadha'ilihim,wa
Fiqhihim,wa
Fuqaha‘ihim, Ushulu FiqihAsy-Syi’ahwa
Fiqhihim,Asy- SyaikhMuhammad
binQasim
8. At-Taqribu liMinhajiAs-SunnahAn-Nabawiyyah liSyaikhil Islam Ibnu Taimiyyah, dikumpulkan dan disusun oleh Dr.
Abdullah bin Shalih Al-Barrak.
9. Al-Qawa’idu
wa
Al-Fawa‘idu Al-HaditsiyyahminMinhajiAs-Sunnah An-Nabawiyyah, Asy-Syaikh ’Ali bin
Muhammad
Al-‘Imran.
[2]
Pembuktian Kebenaran
Penisbatan Kitab Inikepada
PengarangAda
beberapa bukti yangmenunjukkan
keautentikan kitab ini sebagai karangan Asy-SyaikhAbdurrahman
binHasan Di antaranya:
1.
Orang-orang yang
menuliskan biografi Asy-SyaikhAbdurrahman
jugamencantumkan
kitabMulakhkhash
MinhajiAs-Sunnah
di antara kitab-kitab karanganbeliau, sebagaimana dalam Ad-DurarAs-Saniyyah (12/
53), ‘Ulama Najd Khilal
Tsamaniyah Qurun
(1/60), danRaudhatun
Nazhirin (1/203).Namun
banyak pula peneliti yang tidakmenyebutkan
ringkasan ini, di antaranya Dr.
Abdurrahman
Al-Furaiwa’idalam kitabnya Juhud Syaikhil Islam Ibnu Taimiyyah fil
Haditsi
wa
‘Ulumihi, Dr. Abdullah bin Shalih Al-Barrakdalam muqaddimah
kitabnya At-Taqribu li Minhaji As-go»
|
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
Sunnah
An-Nabawiyyah, danAsy-Syaikh ‘Ali binMuhammad
Al-‘Imran dalam kitabnya Al-Qawa’idu wal Fawa'idu Al-
Haditsiyyah
min
Minhaji As-Sunnah An-Nabawiyyah.2. Kitab ringkasan ini diterbitkan bersama
sekumpulan
kitab beliau, di antaranya Al-Qaulul Faslil An-Nafisyang menjadijudul bagi
kumpulan
kitab tersebut. Demikian juga kitab Al-Mauridu Al-Adzbu Az-ZulalKumpulan
kitab ini diterbitkan oleh
Maktabah
Darul Hidayah, Riyadh, yangdieditoleh Asy-Syaikh Isma’il bin Sa’d bin‘Atiq
pada
tahun1405
H.Dalam kumpulan
kitabtersebut, kitab
Mulakhkhash
tercantum pada halaman 279 sampai 312.3. Pada naskah tulisan tangan kitab
Mulakhkhash
ini tertulis: Yang telah meringkasnya adalah Asy-Syaikh‘Abdurrahman bin Hasan.
4. Kitab ini ditulis
dengan
tulisan tangan salah seorang murid pengarang, yakni Asy-Syaikh Ibrahim bin ‘Ujian.[3]
Nama
KitabTertulis pada halaman pertama naskah tulisan tangan:
Mulakhkhash MinhajAs-Sunnah, liAbiAl-AbbasIbnu Taimiyyah.
Wal Mulakhkhash li Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan - wajfaqahullah~."
Demikian
puladalam
naskah cetakanmenggunakan nama
ini.Al-Ustadz Khalid bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Ghunaim berkata dalam kitabnya Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin
Hasan
Alu Asy-Syaikhwa
Thariqatuhu fi Taqriri Al-‘Aqidah (Asy- Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan dan Metodologinya dalamMenetapkan
Aqidah): “Saya berpan-danganbahwa
kitabini lebihtepatdinamakanMulakhkhash min MinhajAs-Sunnah (Ringkasan Sebagian Minhajus Sunnah).
Sebab
kitab MinhajusSunnah
adalah sebuah kitab yang besar danAsy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
mencakup
banyak pembahasan, yang sebagiannya tidak terdapat dalam ringkasan ini,”[4]
Pembahasan-pembahasan
Terpentingdalam
Kitab iniKitab ringkasan ini -walau jumlah halamannya tidak seberapa-
mengandung pembahasan-pembahasan
yang berkualitas tinggi dan penting. Di antaranya tentang:1. Taqdir, hikmah, keadilan,danpenjelasantentangorang- orang yang menyelisihi dalam perkara ini.
2.
Madzhab
SalaftentangAsma' dan SifatAllah §1, serta bantahan terhadap para penyelisihnya.3. Sikap Salafterhadap kata-kata yang global, seperti al-
jism (jasmani) dan lain-lain.
4.
Makhluk yang
pertama,dan pembicaraan
tentangbahwa
perbuatanhamba
adalah makhluk.5. Pembagian tauhid
menurut kaum
Sufi dan bantahan terhadap mereka.6.
Macam-macam
ikhtilaf(perbedaan pendapat) tentang Kitabullah, dan penjelasan tentang apayang
harus dilakukan tatkala terjadi ikhtilaf.7. Ikhtilaf
yang
terceladan contoh-contohnya;
perselisihan tentang pelaku dosa besar, qadar, dan
imamah.
Dan
tema-tema penting lainnya.[5]
Keadaan Naskah
Tulisan Tangandan Naskah
Cetakan1. Naskah tulisan tangan
Naskah
tulisan tangan yang berharga lagi langka ini berjumlah44
lembar kertas,jumlah
barisnya 23. Inimerupakan
sebuah naskahyangsempurna,tulisannyajelas.Koreksi dan komentar terhadapnya sangat sedikit.
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
Di akhir setiap halaman, orang yang menyalin kitab
ini
memberikan
catatan, sebagaimana kebiasaan banyak orang yang menyalin karya tulis.Awal dari naskah tulisan tangan berbunyi:
“Bismillaahirrahmaanirrahiim, segalapujibagiAllah Rabb alam semesta. Inilah intisariringkasankitabMinhajusSunnahkaryaAbui Abbas
Ahmad
bin Abdul Halim bin AbdusSalam bin Taimiyyah Al- Harrani, yang dipilih oleh Syaikh kita Abdurrahman bin Hasan.Setelah ituSyaikhulIslam -mengatakan: ‘...Adapun orangyang meyakini adanya qadar adalah mayoritas umat Islam dan para imamnya, seperti para shahabat, tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik, ahlul bait, dan selainnya...’.’’
Di akhir naskah tulisan tangan, ada sekitar sepuluh lembar kertas yang berisi fatwa-fatwa, di
mana
Asy-Syaikh‘Abdurrahman bin Hasan
memberikan jawaban
terhadap beberapa pertanyaan. Di antaranya pertanyaan tentang hadits: “Semua
bid’ah adalahsesat” dan pertanyaan tentang ziarah kubur bagikaum
wanita.Kelebihan dan ketinggian nilai naskah tulisan tangan
ini adalah
bahwa
naskah ini ditulis tangan oleh murid pengarang sendiri, yaitu Asy-Syaikh Ibrahim bin ‘Ujian1'01.I101 BeliauadalahAsy-Syaikh Ibrahimbin
Muhammad
bin'Ujian. Dilahirkan sekitar tahun 1237H
di 'Ainul Jawa', propinsi Al-Qashim. Beliau melakukan perjalanan menuntut ilmu -setelah ayahnya wafat- ke kota Buraidah, lalu ber-mulazamah dengan Qadhi Buraidah, Asy-Syaikh Sulaiman bin Muqbil dan mengambil faedah darinya. Beliau lalumelakukanperjalanan keBaghdad dan mengambililmu dariparaulama Baghdad.
Namun
gurunya yang paling masyhur ketika di sana adalah Asy-SyaikhNu'manbinMahmudAl-Alusi, penuliskitabJalaul'Ainain.Beliaujugamengambililmudariulama Baghdadlainnya.Setelahitubeliau kembalikeBuraidahdanmembuathalaqahpengajiandisalah satu masjid.
Sedangkan orangyang paling masyhur mengambililmu darinya adalah IbrahimbinJasir.Asy-Syaikh Ibrahimbin'Ujian
k—
wafatsekitartahun 1316 H. (Ringkasan dari kitab 'Ulama Najd Khilal Tsamaniyah Qurun, 1/400-402).Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
Beliau menyalinnya pada tahun 1283
H
ketika pengarang masih hidup.Naskah
tulisan tangan inibelum
pernah diterbitkan secara tersendiri danbelum mendapatkan
tahqiq ilmiah, dimana
sebelumnya naskah ini hanya diikutkan di akhir kitab Al-Qaulul Fashl An-Nafis karyaAsy-Syaikh Abdurrahman
bin Hasan.Dan
di awal halaman naskah tulisan tangan tertulis:“Wakaf
Asy-Syaikh Abdul ’Aziz bin Bisyr.”1*
1
Nampak bahwa
naskahtulisantangan ini -wallahua’lcim-adalah naskah tulisan tangan satu-satunya bagi kitab ini.
Saya tidak
mendapatkan naskah
lain dibanyak
perpustakaanyang telahsaya datangi untukmencari kitab
ini, seperti perpustakaan Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah, perpustakaan
Markaz
Al-Malik Faishal, perpustakaanUniversitas Al-Malik Su’ud, dan perpustakaan lainnya. Saya telah mengkopi naskah tulisan tangan ini dari perpustakaan Syaikh kami, Asy-Syaikh Isma’il bin Sa’d bin Atiq
-semoga
Allah
M memberinya
taufiq-.2. Keadaan naskah cetakan. '
Kitab
Mulakhkhash
Minhaj As-Sunnah karyaAsy-SyaikhAbdurrahman
bin Hasan dicetak di akhir kitab beliau Al-Beliau Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Nashir bin Bisyr Al-Hasani Al-Alawi Al-Fathimi, lahir tahun 1275
H
dikota Riyadl,memegangkepemimpinansebagai qadli dikotaBuraidah, dan mengajar, diantara para muridnya yang palingmenonjol dikota Buraidah adalah :
Asy-SyaikhUmarbin Salim, Asy-Syaikh NashirbinSulaimanbinYusuf, Asy-Syaikh Muhamad Ash-Shaleh Al-Muthawwi'....dan selain mereka.
Sedangkan dikota Al-Ihsa', Asy-Syaikh Abdullah Abu Yabis dan Asy- Syaikh Abdullah bin Duhaisy. Beliau ( Asy-Syaikh Abdul Aziz, pent) memilikicatatankakiyang bagusatas"MukhtasharAl-Muqni’ " dicetak bersama aslinya, beliau &SL wafat dikota Riyadl tahun 1359 H. lihat "
UlamaNajd " (3/421-427).
Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah
Qaulul FashlAn-Nafis firRaddi ‘alaAl-Muftari
Dawud
Ibnijarjis. Diterbitkan oleh Darul Hidayah pada tahun 1405
H, diedit
dan
diberi kata pengantar oleh Fadhilatusy Syaikh Isma’il bin Sa’d bin ‘Atiq Inimerupakan
naskah cetakan satu-satunya bagiMulakhkhash
tersebut, terletak pada halaman 279 hingga halaman 323.Keutamaan
cetakan ini adalahbahwa
cetakan inilahyang lebih dulu, sebagaimana Asy-Syaikh Isma’il bin ‘Atiq
-semoga
Allah fgmemberi
beliautaufiq-mempunyai keutamaan
-setelah taufiq AllahH-
dalam hal menjaganaskah tulisantangan kitab ini,
kemudian
menerbitkannya dalam bentuk tercetak. Sayamemohon
kepada Allah 'H-agar menjadikan amalannya ini
masuk
di dalam timbangan kebajikannya pada hari Kiamat.Akan
tetapi naskah tercetak inibelum mendapatkan
tahqiq ilmiah dan
belum mendapatkan
banyak perhatian.Hal ini
nampak
pada beberapa point:I. Banyaknya kata yang hilang. Seperti di halaman 288, ada yang hilang satu baris penuh. Juga di halaman 319 juga hilang satu baris penuh. Saya telah mengingatkan
hal ini di catatan kaki sebagaimana yang akan
Anda
lihat, InsyaAllah.
2.
Banyaknya
kesalahan. Saya telahmengingatkan
kesalahan terpenting di catatan kaki, alhamdulillah, di
mana
sebagian kesalahantersebutterjadi padaayat- ayat Al-Qur‘an.3.
Belum
dicantumkannama
surat dannomor
ayat pada ayat-ayat Al-Qur‘an yang ada.4. Hadits-hadits nabi yang ada
belum
di-takhrij.5. Teks kitab ini
belum mendapatkan
khidmat ilmiah.Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan
[6|
Metode
TahqiqSecara ringkas, metodologi yang saya pakai di dalam mentahqiq kitab ini adalah sebagai berikut:
1 . Saya menyalin dari naskahtulisantangan sesuai dengan kode etik penyalinan yang telah diketahui.
2. Saya
membandingkan
kembali apayangtelahsayasalindengan
naskah tulisan tangan tersebut.3. Saya
membandingkan
antara naskahyangtelahdicetak dengan naskah tulisantangan, lalu saya memperhatikan perbedaan pentingnya saja.4. Saya
membandingkan
antara apa yang telah saya salindengan
kitab aslinya Minhajus Sunnah.5. Saya
memberikan
keterangan surat dannomor
ayat-ayat Al-Qur‘an.
6. Saya mentakhrij hadits-hadits nabawi secara ringkas.
Saya juga
menukilkan ucapan
paraUlama dalam memberikan
derajat shahih atau dha’if terkaitdengan
hadits-haditsyangtidakterdapatdalamAsh-Shahihain atau salah satunya. Karena sebagian hadits disebutkan secara
berulang dalam
kitab-kitab haditsdan
disebutkan oleh penulisnya di beberapa tempat dalam kitabnya.Maka
dalam hal ini saya merasa cukup untukmenyebutkan sebagian tempatnya
sajaguna
meringkas, sebagaimana
yang
terjadi pada banyak haditsyang
diriwayatkan olehAl-Imam
Al-Bukhari dalam Shahih-nya.7. Saya
mengambil
faedah dari tahqiq Dr.Muhammad
Rasyad Salim terhadap Minhajus Sunnah, dan dari
tahqiq Asy-Syaikh
Muhibbuddin A
1-Khathib^
terhadap kitabAl-Muntaqa