• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kina ka/snn MINHAJUS PUSTAKA AR RAYYAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kina ka/snn MINHAJUS PUSTAKA AR RAYYAN"

Copied!
177
0
0

Teks penuh

(1)

Kina ka/S nn

MINHAJUS

S

PUSTAKA

AR RAYYAN

(2)

/}uiutAsli:

QUh: Asy-SyaikliAl-Allamah ‘AbdurrahmanbinHasan binMuhammadbin‘AbdilWahbab(1193-1285H) 'Berikut Falwa-fabiaAsy-Syaikh 'AbdurrahmanbinHasan

^utufi^: ‘Abdulllahbin‘UtsmanAsy-Syayi’

'Penerbit: MaktabahAr-RusydRiyadh Cetakan: Pertama -2002

M

/1423H

r-

z*

%

&W

£<*•*•** ..

ringkasan minhajus SUNNAH IBNU TAIMIYYAH

/lLih 'Bahasa Witter

<?etting & T>esain Cetakan'Pertama penerbit

Fuad.Lc Syu'bah IhsanAbu Nada Januari2007

PUSTAKA AR-RAYYAN

Jl.ParangKusuma24A Sidodadi-Pajang

SOLO 57146

Telp : (0271)7060174

Mobile

:

081567950 795 188hal -15x23cm ISBN979- J309-04~2

Email:[email protected]

(3)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

KATA PENGANTAR PENERBIT

4

^S)esungguhnya

segala puji hanya bagi Allah. Kita memuji- (PJjNya,

meminta

pertolongan-Nya dan ampunan-Nya. Kita

berlindung kepadaAllah

M

dari kejahatan-kejahatan jiwa kita

dan kejelekan-kejelekan amal kita. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah

maka

dia adalah orang yang

mendapatkan

petunjuk.

Dan

barangsiapa yang Allah sesatkan

maka

tidak ada yang dapat

memberinya

hidayah.

Aku

bersaksi

bahwa

tiada iiah yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Dan

aku bersaksi

bahwa Muhammad

adalah

hamba

dan rasul-Nya.

Adapun

selanjutnya :

Sesungguhnya kitab Minhajus

Sunnah An-Nabawiyyah

merupakan

kitabyang paling terpenting karya Syaikhul Islam fbnu Taimiyyah pfeb yang

mana

fdtabtersebuttermasuk kitab

yang

membantu

seorangmuslim untuk

menentukan

manhaj

yang

benar didalam perkara ushuluddin,

menurut

Ahlus SunnahwalJama’ah, sebagaimana bahwasanyakitabMinhajus

Sunnah

ini berisi bantahan terhadap bid’ah-bid’ah danfirqah- firqah

yang

sesat,

dan

kitab

Minhajus Sunnah

An- Nabawiyyah ini termasuk kitabyang

menyeru

kepada

kaum

muslimin yang berpegang teguh

dengan

kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya

M

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah

memberikan

bantahan Ilmiyyah

penuh

dengan kesungguhan dan sikap

amanah

terhadap firqah-firqahyangtelah

menjauh

dari sunnah yang shahih.

(4)

iai

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Diantara firqah-firqah sesat yang beliau bantah didalam kitab ini adalah firqah Rafidlah/Syi’ah yangjuga

berpahaman

Qadariyyah beliau didalam

bantahannya

tidaklah

menyisakan

sedikitpun syubhat-syubhat

kaum

Rafidlah kecuali beliau telah

mematahkannya

syubhat-syubhat tersebut

dengan

hujjah-hujjah yang tidak terbantahkan lagi,

dan kitab ini banyak diringkas oleh para ulama diantaranya Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin Hasan yang

merupakan

cucu dari Asy-Syaikh

Muhammad

bin Abdul

Wahhab

ringkasan ini benar-benarringkas tidak seperti ringkasanyang disusun oleh Asy-Syaikh Abdullah Al-Ghunaiman dalam jilid yang agak lebih tebal dari ringkasan yang disusun oleh Asy- Syaikh

Abdurrahman

yang ada pada kita saat ini

Namun

demikian

semoga buku

Ringkasan Minhajus

Sunnah

An- Nabawiyyah yang disusun oleh Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin

Hasan bermanfaat

bagi

orang-orang yang

senantiasa merindukan kebenaran terutama didalam masalah-masalah yang bersifat prinsip dan mendasar seperti masalah tauhid

nama-nama

dan sifat-sifatAllah

M

dan lainnya.

Disampingitu pentahqiq kitab Ringkasan Minhajus Sunnah

ini diakhir kitab

menyertakan

fatwa-fatwa Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin Hasan seputarmasalah aqidah atau

makna

kalimatlaailaaha illallaah dan lainnya.

Dan

Allah-lah

Dzatyang memberi

taufiq kepada

hambaNya.

Selamat membaca...!

Solo,

24

Januari

2007

(5)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

KATA PENGANTAR

Fadhilatusy Syaikh Isma'il bin Sa'd bin 'Atiq

^^lhamdulillah,

para pemilik fadhilah

ar*

(keutamaan) dan para reformis senantiasa berusaha

dengan

gigih untuk

memperbaiki

apa

yang

telah rusak.

Merekalah ghuraba

(orang-orang asing) yang memperbaiki apa yangdirusak oleh manusia.

Maka

keberuntunganlah bagi mereka.

Awal dari fitnah sepeninggal Nabi $$ adalah perselisihan seputar khilafah

dan

tentang siapa

yang

paling

utama menduduki

jabatan

imamah

(pemimpin), sekalipun khilafah telah berakhir setelah lewat tigapuluh tahun sesuai

dengan

sabda Rasulullah |g:

« ' >" •-

.'iSlv 'jJyZl

jf>\ j*

“Khilafah setelahku pada umatku tigapuluh tahun.|11

Dan

sekalipun

Al-Hasan

bin ‘Ali telah

mengambil

sikap

mengalah pada tahun 40

H,

yang

disebut

dengan tahun

persatuan. Beliau

mengambil

sikap

mengalah terhadap musuhnya agar

fitnah

tidak menjalar

panjang. Inilah salah satu bukti

kenabian

Rasulullah

Muhammad

it.

Akan

tetapi benih kemunafikan telah

menyerap

air yang berbau busuk, sehingga

tumbuh

di dada banyak manusia.

[11 HR. Ahmad dalam Al-Musnad dan At-Tirmidzi,serta dishahihkanoleh Al-'Allamah Al-Albani dalamShahih Al-Jami

no. 3341.

(6)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Merekapun

terus

menuntut

agar

imamah dan

khilafah diberikan kepada ahlul ba’it, sehingga

mereka membentuk

negara-negara kecil di Maghrib, Mesir, dan Persia.

Dari sinilah awal berakarnya aqidah-aqidah tersebut dan meluasnya

madzhab-madzhab

itu yang

merupakan

salah satu

sebab kebanyakan manusia menganutnya. Tersesatlah orang

yang

tersesat, semakin jauh dan

semakin

meninggalkan manhaj Ahlus

Sunnah

wal Jama’ah dalam perkara sumber-

sumber hukum.

Lalu dikaranglah kitab-kitab, dan bangkitlah para

pembela

masing-masing

kelompok

untuk menjelaskan ajaran

mereka dan membantah

dalil-dalil

orang yang

menyelisihinya.

Pada abadke-7 H, tampillahSyaikhul Islam

Ahmad

bin Abdil Halim Al-Harrani

km

menjelaskan aqidah

mereka

tentang qadha' dan qadar, asma' dan sifat Allah

H.

Beliau juga

membantah

syubhat yang pertama

muncul

yaitu syubhat khilafah dan imamah. Hal ini

tampak

pada kitab beliau yang masyhur Minhajus Sunnah. Kitab ini senantiasa terpelihara

dan

beredar serta

mendapatkan

bantuan dari Allah

H,

sehingga senantiasa diterbitkan, disebarkan, dan ditahqiq

(diteliti). Sebab, kitab ini termasuk rujukan

yang

paling penting dan paling luas dalam

tema

ini.

Al-Imam Abdurrahman

bin

Hasan

bin Syaikhul Islam

Muhammad

bin

Abdul Wahhab

telah

mengumpulkan

sebagian faedah dan beberapa intisari istimewa dari kitab

Minhajus Sunnah.

Beliau

kumpulkan dalam sekumpulan

lembaran

yang

tidak banyak jumlahnya. Barangkali beliau

vU

memilihnya untuk

membantah

syubhatyang terjadi pada

jaman

beliau, atau syubhatyang hampir serupa

dengan

itu.

Ringkasan ini sampai ke tanganku sebagai hadiah dari sebagian orangyangcintadan dekatdenganAsy-SyaikhAbdul

(7)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

‘Aziz bin ‘Abdurrahman bin Nashir Alu Bisyr Sayapun segera menerbitkannya dan

menyebarkannya, meskipun

telah didahului oleh saudara-saudara di

Maktabah

Darul Hidayah beberapa tahun lalu, dan buku tersebut telah habis.

Saya telah

menunjuk

saudara yang mulia Abdul llah bin

‘Utsman Asy-Syayi’ untuk melakukan pemeriksaan terhadap kitabini, mentahqiq,

membandingkan

naskah cetakan dengan naskah tulisan tangan, dan merujuk kepada

sumber

kitab ini

sebisanya. Diapun bersegera merealisasikan tawaran ini dan

mengharapkan

pahala dari Allah H-. Setelah terkonsep, saya mengoreksinya. Saya melihat

bahwa

dia benar-benar telah

memberikan

bantuan

yang

berarti untuk kitab ini, dan

menampakkan dengan

jelas

kandungan

kitab ini

dengan memberikan

judul masing-masing tema, serta benar-benar

mengerahkan

tenaga dalam mengerjakannya.

Semoga

Allah

S-

memberinya

taufiq dan meluruskan jalannya

menuju

kebajikan. Shalawat dan salam bagi Nabi kita

Muhammad

ft,

keluarga dan para shahabatnya.

Ditulis oleh :

Isma’il bin Sa’d bin ‘Atiq

Senin, 5 Rabi’ul

Awwal

1422

H

FOR PUBLIC RELEASE

(8)

jjjgP | Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

MUQADDIMAH

PENTAHQIQ

/^egala

puji bagi Allah

Rabb

sekalian alam. Tidak ada (permusuhan selain terhadap orang-orang yang zhalim,

s'eperti Rafidhah yang

menyimpang

dari kebenaran, Khawarij yang melesat melewati kebenaran, dan Murji'ah yang lalai

dari kebenaran.

Shalawat dan salam

semoga

selalu terlimpah kepada Nabi

lagi Rasul termulia, keluarga, para shahabatnyayang baikdan

suci, sertakepada orang-orangyangmengikuti mereka hingga

hari Kiamat.

Adapun

kemudian:

Sesungguhnya

Allah

M

telah

menyempurnakan

Dien

dengan

Rasul-Nya

Muhammad M

sebagai penutup para nabi.

Allah

H

berfirman:

^ ^ t-*' t*0'' * ^ ' r> 'a \

’r**?

©...

ilo

fa

‘‘Pada hariinitelah Kusempurnakan untukkalian

agama

kalian,

dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku- ridhai Islam itujadi

agama

bagikalian.” (Al-Maa’idah : 3) Allah

H

telah

menjamin

sendiri penjagaan kitab-Nya dan

Sunnah Nabi-Nya H. Allah lf berfirman:

ijj.jis1T- jaJ Ljlj

^

bjl j>- bl

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur‘an, dan sesungguhnya Kamibenar-benarmemeliharanya.” (Al-Hijr : 9)

(9)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

Agama

Islam ini

sempurna,

tidak

mempunyai

kekurangan, dan terbebas dari perubahan. Sangat pantaslah bagi Ahlus

Sunnah

untuk bersyukur kepada Allah i$£. akan nikmat ini, dan merasa mulia lagi bangga

dengan

aqidah mereka,

memegangnya dengan

teguh, dan

mendakwahi

manusia kepadanya.

Dahulu, para ulama rabbcini berhasil mencapai prestasi

yang

tinggi dan

kedudukan

yang mulia, karena

mereka membela

aqidah yang benar, yang

memancar

dari Al-Qur‘an dan As-Sunnah atas dasar

pemahaman

Salafush Shalih.

Di antara

ulama

besar tersebut adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

-semoga

Allah fg menyucikan ruhnya dan

memberikan

cahaya bagi kuburnya-^ (wafat tahun 728 H).

Berbagai karangan imam, tokoh, dan ulama ini

mempunyai

pengaruh yang sangat jelas terhadap

umat

Islam, di

mana

beliau iyk; telah

menerangkan

aqidah Ahlus

Sunnah

wal Jama’ah dan

membantah

firqah-firqah bid’ah. Di antaranya bantahan beliau terhadap Rafidhah di dalam kitab beliau

Minhajus

Sunnah

An-Nabawiyyahfi Naqdi KalamiAsy-Syi’ah wal Qadariyyah.

Semoga

Allah

H merahmati

beliau dan

menjadikan Surga sebagai tempat kembalinya.

Para

Ulama

betul-betul

memberikan

perhatian terhadap kitab ini

dengan

meringkas, mengajarkan, serta memotivasi para thalibul ‘ilmi(penuntut ilmu)untuk memperhatikan kitab ini121. Di antara

mereka

adalah

Asy-Syaikh Al-lmam Abdurrahman

bin Hasan bin

Muhammad

bin Abdul

Wahhab

vte (wafat tahun 1285 H) . Beliau telah meringkas sebagian permasalahan penting dari kitab tersebut.

pl Sisi iniakankita bicarakandalambagian studi,Insya Allah.

(10)

| Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Kemudian, karena pertimbangan

bahwa

kitab ringkasan

ini

belum mendapatkan

perhatianyangsepantasnya, sayapun berusaha untuk

memberikan

khidmat bagi kitab ini sesuai dengan

kemudahan

yangAllah§g berikan di dalam mentahqiq naskah tulisan tangannya.

(11)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

METODOLOGI PENTAHQIQ

^ptudara

pembaca, berikut saya jelaskan metodologi yang

(O

saya

gunakan

dalam

memberikan

khidmat untuk kitab

ini:

Bagian Pertama:

STUDI

Saya menjadikannya dua pasal:

*

Pasal Pertama: Biografi Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin

Hasan

bin

Muhammad

bin

Abdul Wahhab.

Pasal ini

mencakup

pembahasan:

1.

Namanya.

2.

Tempat

lahir dan pertumbuhannya.

3. Guru-gurunya.

4. Pujian ulama terhadapnya.

5. Kitab-kitab karangannya.

6. Murid-muridnya.

7. Anak-anaknya.

8. Wafatnya.

9.

Sumber

biografinya.

>

Pasal Kedua:

Memperkenalkan

kitab ini, yaitu kitab

Mulakhkhash

Minjahus

Sunnah

(Ringkasan Minhajus Sunnah).Pasal ini

mencakup

pembahasan:

1 . Kitab asli Minhajus

Sunnah

An-Nabawiyyah.

2. Pembuktian kebenaran penisbatan kitab ini kepada pengarang.

(12)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

3.

Nama

kitab.

4.

Pembahasan-pembahasan

terpenting kitab ini.

5. Naskah tulisan tangan dan naskah cetakan.

6.

Metode

tahqiq.

• Bagian Kedua: TAHQIQ MULAKHKHASH MINJAHUS SUNNAH

Yaitu mentahqiq kitab

Mulakhkhash

Minjahus Sunnah.

Sayatelah

mengerahkan

segala

kemampuan

yang

menurut

saya pantas untuk kitab ini. Kalau saya benar,

maka

itu

berasal dari Allah 'H-, Dia-lah sebaik-baikyang

mencukupi

dan sebaik-baik Pelindung. Sedangkan kalau saya salah,

maka

kesalahan itu dariku dan dari syaitan.

Saya -setelah bersyukur

kepada

Allah i§&- mesti berterima kasih kepada Syaikh kamiyang mulia,Asy-Syaikh Isma’il bin Sa’d bin Atiq|31 yang telah

dengan

senang hati

memberiku naskah

tulisan

tangan

kitab ini,

dan memotivasiku untuk mentahqiq, mengedit,

serta

[3J BeliauadalahAsy-SyaikhAr-RahhalahIsma'ilbinSa'd binIsma'ilbinAsy- Syaikh Hanid bin 'Atiq. Beliau dilahirkan tahun 1357

H

di Wadi Ad-

Dawasir.BeliaululusdariFakultasIlmu-IlmuSyari'ahdiUniversitas Islam

Al-Imam

Muhammad

binSu'ud pada tahun 1384 H.Beliau meraih gelar magisterdalambidang ilmu-ilmuIslamdiUniversitasPunjabdi Pakistan.

Kemudian beliau menjadi hakim. Setelah itu menjadi Pengawas

Penerbitan,lalumenjadiDirektur

Umum

musa'idanlidda'ivah,lalumenjadi Direktur

Umum

lil mutaba'ah, kemudian menjadi Peneliti Ilmiah pada BadanRisetIlmiahdan FatwaKerajaanSaudiArabia. Beliaumengunjungi lebih dari 56 negara di dunia untuk berdakwah di jalan Allah Beliau pensiunpada tahun 1417H.

Beliau memiliki banyak karangan, di antaranya Hiwar ma'a Al- QadiyaniyyahWajhanIiWajhin,... NurminalGharb,Al-MawaridAsy- Syar'iyyah fil Makasib An-Naqdiyyah, Arba'un Yauman fi Albania,

Moskow Al-Lati Syahadtuha, dan karangan lainnya, baik yang sudah dicetak maupunyang masih dalambentuk manuskrip.

(13)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

menyajikannya dalam bentuk

siap terbit. Akhir dari

ucapan kita: Segala puji bagi Allah

M Rabb

sekalian alam.

Ditulis oleh :

Abu

Mu’adz Abdul llah bin

’Utsman bin Abdillah Asy-Syayi’

Sabtu, 18/2/1422

H

PO.BOX

23091

RIYADH

11426

[email protected]

(14)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Bagian Pertama

STUDI

PASAL PERTAMA

BIOGRAFI ASY-SYAIKH ‘ABDURRAHMAN

BIN

HASAN

BIN

MUHAMMAD

BIN

‘ABDUL WAHHAB

1.

Namanya

2.

Tempat

lahir dan

berkembangnya

3. Guru-gurunya

4. Pujian ulama terhadapnya

5. Kitab-kitab karangannya

6. Murid-muridnya

7. Anak-anaknya

8. Wafatnya

9.

Sumber

biografinya

Pasal ini

mencakup

sembilan hal:

[1]

Namanya

:

Nama

beliau adalah

Al-Imam

Asy-Syaikh Al-‘Allamah

‘Abdurrahman bin Hasan bin Syaikhil Islam

Muhammad

bin

‘Abdil

Wahhab.

[2]

Tempat

lahir

dan pertumbuhannya

:

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman dilahirkan di

kampung

Dir’iyyah

pada tahun 1193 H. Beliau

tumbuh

di sana dan dididik oleh kakeknya,Al-lmamAsy-Syaikh

Muhammad

bin‘Abdul

Wahhab

tifc, setelah terbunuhnya ayah beliau di perang Gharabah.

Beliau

tumbuh

di keluarga ilmu yang berberkah lagi shalih,

sehingga beliau mencintai ilmu dan halaqah-halaqahnya,

(15)

Asy-SyaikhAbdurrahman bin Hasan

|jg||

ggf

menghafal Al-Qur'an setelah mencapai

umur

tamyiz, dan

selalu ikutdi dalam pelajaran kakeknya meskipun

umur

beliau

belum

mencapai baligh. Beliau belajar KitabutTauhid kepada kakeknya

walaupun

tidak selesai sempurna. Beliau mulai

membaca

fiqih dan sering

membaca

babAdab Berjalan Menuju Masjid. Beliau juga mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh para murid senior kakeknya yang menyajikan kitab- kitab induk dalam bidang tafsir, hadits, dan

hukum.

Kakeknya, Al-Imam

Muhammad

wafat ketika beliau

berumur

13 tahun. Setelah itu pengarang

bermulazamah

kepada para ulama yang berada di Dir’iyyah.

[3J Guru-gurunya :

a. Kakeknya, Al-Imam

Muhammad

bin Abdul

Wahhab.

b.

Pamannya, Al-AIlamah

‘Abdullah bin Asy-Syaikh

Muhammad.

c. Asy-Syaikh Al-Faqih

Hamd

bin Nashir bin Mu’ammar.

d. Asy-Syaikh Abdullah bin Fadhil.

e.

Ahmad

bin Hasan bin Rasyid bin AfaliqAl-Ahsa' i.

f.

Abdurrahman

bin Khumais.

g. Asy-Syaikh Husain bin

Ghannam.

[4] Pujian

ulama

terhadapnya :

Al-Allamah Ibnu Bisyr berkata

memuji

pengarang:

“la seorang alim

yang

utama, teladan bagi orang-orang

yang

mulia,

dan mata

bagi

orang-orang yang

semisalnya. Beliau

menghidupkan madrasah-madrasah ilmu setelah terputusnya

tinta

pena.

Beliau

mengembalikan masa mudanya

setelah berlalu.

Pelajaran beliau menghiasi masjid-masjid dan sekolah- sekolah.

Semua orang yang

belajar

butuh kepada

pemahaman

beliau. Beliau adalah orang mulia di antara para guru. Beliau

memberikan manfaat pada

para

(16)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

thalibul ‘ilmi. Beliau adalah kepala

hakim

bagi

kaum

muslimin,

ucapan dan perbuatan

beliau senantiasa lurus dan benar. Beliau adalah ‘Abdurrahman bin

Hasan

bin Asy-Syaikh

Muhammad

bin

Abdul Wahhab

....”141

Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin

Qasim

berkata: “Beliau adalah seorang imam, ‘alim, ‘allamah, lautan ilmu yang

memberikan

faedah kepada thalibul ‘ilmi, rujukan para fuqaha dan ahli aqidah. Beliau diliputi oleh perhatian Rabbul ‘Alamin. Beliau seorang‘alimrabbani (seorangyang

berilmu dan beramal dengan ilmunya

serta

mengajarkannya,

penerbit),

mujaddid yang kedua, mengumpulkan

segala

macam

ilmu syari’at...”151

Asy-Syaikh

Abdul

Lathif bin

Abdurrahman

berkata:

“Beliau

memposisikan

dirinya

-

alhamdulillaah

-

sebagai penjaga

agama

ini,

membelanya

dari para

musuh,

dan

menghadang

para ahli bid’ah. Allah

^

telah

memberinya

nikmat berupa

menyebarkan

ilmu. Manusia

memperoleh

manfaatdari ilmu tersebut setelah hampir saja hilang dari

negeri Najd disebabkan suatu musibah. Lalu Allah $&.

memperbaharui

jejak Salafush Shalih melalui beliau.

Mayoritas orang yang

mempunyai

ilmu tentang ajaran para rasulyangada di negeri Najd adalah hasil usahabeliau.

Mereka mendengarkan

ilmu dari beliau dan terdidik di

hadapan

beliau.

Orang umum maupun khusus

telah mengenal sikap beliau dalam

memberikan

nasehat kepada

pemerintah dan memotivasi mereka

agar

berhukum

dengan Kitabullahdan berjihad untukmeninggikankalimat Allah

H.

Beliau juga menasehati pemerintah agar tidak

cenderung kepada orang-orang yang menyimpang. Beliau

[41 'Unwanul Majd, 1/93-94.

[s| Ad-Durar As-Saniyyah,12/60.

(17)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

berkedudukan sebagai hakim di negeri Najd, dan Allah telah

menggerakkan

lisan

kaum

muslimin untuk

memuji

dan

mendo’akan

Asy-Syaikh ini.”161

Asy-Syaikh Ibrahim bin Shalih bin ‘Isa berkata: “Beliau selalu mengajar, selalu

memotivasi kepada

ilmu,

membantu,

dan sangat berbuat baik kepada thalibul ‘ilmi,

lembut, mulia,

murah

hati,tenang, berwibawa, dan banyak beribadah.”171

[5] Kitab-kitab karangannya

:

1. Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid, telah diterbitkan berulang kali.

2. Qurratu ‘UyunilMuwahhidin, diterbitkan berulang kali.

3. Al-Qaulul Fashl An-Nafisfir Raddi ‘ala Al-Muftari

Dawud

Ibni Jarjis, telah terbit.

4. MukhtasharA\-Aq\\

wan

Naqli,

belum

tercetak.

5. Mulakhkhash Minhaji As-Sunnah karya Syaikhul Islam Ibnu Thaimiyah, yaitu kitab ini.

6. Mukhtashar TafsirSuratAl-Ikhlas,

belum

dicetak.

7. Al-Iman war Raddu ‘ala AhlilBida’, tercetak.

8. Tahrim Shiyamisy Syakki, tercetak.

9. Sabilun Najah Wal Falah, tercetak.

10. Al-MahajjahfirRaddi ‘alad Duljah, tercetak.

1 1. Al-Maqamat, tercetak.

12. Irsyad Thalibil Huda lima Yuba’idu ‘anir Rada, tercetak.

13.

Dan

lain-lain.

[6] Murid-muridnya :

1 . Anaknya, Asy-Syaikh Abdul Lathif bin

Abdurrahman

bin Hasan.

6|

Ar-Rasa'ilwalWasa'il,3/234-236.

171 'AqdudDurar, hal. 55.

(18)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

2. Asy-Syaikh Hasan bin Husain Alu Asy-Syaikh.

3. Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin Husain Alu Asy-Syaikh.

4. Asy-Syaikh Husain bin

Hamd

Alu Asy-Syaikh.

5. Asy-Syaikh Abdul Malik bin Husain Alu Asy-Syaikh.

6. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin ‘Utsman bin AbdulJabbar.

7. Asy-Syaikh

Abdurrahman

Ats-Tsamiri.

8. Asy-Syaikh Abdullah binjibr.

9. Asy-Syaikh

Hamd

bin Atiq.

10. Asy-Syaikh Abdul Aziz Al-Fadhili.

1 1. Asy-Syaikh

Muhammad

bin ‘Ujian.

12. Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin ‘Udwan.

13. Asy-Syaikh

Muhammad

bin Ibrahim bin Saif.

14. Asy-Syaikh Abdullah bin Mardhan.

15. Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin Mani’.

16. Asy-Syaikh

Muhammad

bin Abdullah bin Salim.

17. Asy-Syaikh

Muhammad

bin ‘Umar bin Salim.

18. Asy-Syaikh

Ahmad

bin ‘Isa.

19. Asy-Syaikh Ibrahim bin ‘Isa.

20. Asy-Syaikh ‘Ali bin ‘Isa.

21. Asy-Syaikh Abdullah bin Nashir.

22. Asy-Syaikh Nashir bin ‘Ubaid.

23.

Dan

masih banyak lagi.

[7] Anak-anaknya

:

1 .

Muhammad,

terbunuh dalam perang Dir’iyyah tahun 1233 H.

2. Abdul Lathif, wafat tahun 1293 H.

3. lshaq, wafat tahun 1319 H.

4. Abdullah.

5. Isma’il, meninggal ketika bapaknya masih hidup.

(19)

Asy-SyaikhAbdurrahman bin Hasan

[8] Wafatnya :

Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin Hasan meninggal pada

hari Sabtu sore, tanggal 11 Dzul Qa’dah tahun 1285 H,

dimakamkan

di pekuburan Al-‘Ud, Riyadh.

[9|

Sumber

biografi beliau :

1. Al-A’lam,Az-Zarkali (111/304).

2. Mu’jamIMu'allifm, Ridha Kahalah (11/88).

3. IdhahulMaknun, Al-Baghdadi (11/172).

4. Majmu’aturRasa‘il walMasa'il (11/20-24).

5. ‘UnwanulMajdi (1/191), (11/41 ,46).

6. Hadiyyatul Arifm (1/558).

7. Ad-DurarAs-SaniyyahfiAl-AjwibahAn-Najdiyyah (hal.60).

8. ‘AqduAd-Durar (hal. 54-62).

9. Masyahiru ‘Ulama Najd (hal. 78).

10. Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid, tahqiq Dr. Al-Walid Al-Furayyan (Muqaddimah).

11. Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh

wa

ThariqatuhufiTaqririAl-‘Aqidah,penulis Khalid binAbdul Aziz Al-Ghanim.

12. Alu Su’ud, oleh

Ahmad

Ali (hal. 199-201).

13.

Mu’jam

Al-Mathbu’at Al-'Arabiyyah fi Al-Mamlakah Al-

‘Arabiyyah As-Su’udiyyah, Ali

Jawad

Ath-Thahir (11/714-

722).

14. Dr.

Ahmad

bin Hafizh

Al-Hakami

memiliki

pembahasan

tentang Asy-Syaikh

Abdur-rahman

bin

Hasan yang diterbitkan dalam majalah Ad-Darah.

15. Mausu’atu Tarikhi At-Ta’limifiAl-Mamlakah Al-‘Arabiyyah As-Su’udiyyah Khilala Mi'ati‘Am (IV/251).

(20)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

PASAL KEDUA

[MEMPERKENALKAN RINGKASAN MINHAJUS SUNNAH]

[1] Kitab asli Minhajus

Sunnah An-Nabawiyyah

Kitab Minhajus

Sunnah

An-Nabawiyyah fi Naqdi Kalami Asy-Syi’ahwal Qadariyyah

merupakan

salah satu karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H), Kitab ini

telah diterbitkan -cilhamdulillaah- dan telah

memperoleh

khidmatilmiahyangsangat menarik, di

mana

kitab initelah ditahqiq olehDr.

Muhammad

Rasyad Salimyangditerbitkan

oleh Universitas

Al-lmam Muhammad

bin Su’ud Al- Islamiyyah dalam sembilanjilid.

Kitab Minhajus

Sunnah

An-Nabawiyyah adalah sebuah

kitab yang telah

mendapatkan

pujian dari banyak ulama.

Mereka

menganjur-kan untuk

membaca

kitabtersebutdan memilikinya. Di antara mereka adalah:

1.Al-‘AllamahAl-lmam Ibnu

Qayyim

Al-Jauziyyah (wafat 751 H). Beliau mengatakantentangkitab inidalamkitab beliau AI-Kafiyah Asy-Syafiyah (hal. 268):

Demikianpula kitab Minhajnya di dalam

membantah

ucapan Rafidlah (syi’ah) sangpengikutsyaitan

juga

kaum

Mu’tazilah, sungguh Asy-Syaikh telah melemparkan mereka ke dalam lubangpara

pengecut

2. Al-Hafizh Ibnu Katsir (wafat

774

H) berkata

-

sebagaimana dalamkitab Kasyfu

Adz

Dzunun(2/1 870)- tentangkitab MinhajuAl-IstiqamahfiItsbathil Imainah

yang

ditulis oleh Ibnul Muthahhir, seorang

tokoh

Rafidhah: “Ibnul

Muthahhir

telah kacau di

dalam

argumen

akal

ataupun

naqlnya. Dia tidak tahu

(21)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

bagaimana akan berbuat, karena dia telah keluar dari keistiqamahan. Abui ‘Abbas

Ahmad

bin Taimiyyah tampil

membantahnya

dalam beberapa jilid kitab. Di sana beliau menjelaskan perkara yang begitu indah.

Kitab itu

merupakan

sebuah kitab yang sarat dengan faedah, dan beliau

namakan

Minhajus Sunnah.”

3.

Al-Imam Muhammad

Asy-Syaukani (wafat

1250

H),

dalam biografi yang beliau tuliskan tentang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Al-Badru Ath- Thali’ (hal. 587). Ketika

Al-lmam Asy-Syaukani membicarakan

kitab-kitab Syaikhul Islam, beliaupun

mengatakan

tentangkitabAI-Minhaj: “Sungguh sangat indah. Hanya saja beliau terlalu bersemangat di dalam

membantah

(Syi’ah dan Mu’tazilah), sehingga terdapat beberapa

ungkapan dan

lafazh

yang mengandung makna

yang berat.”

4. Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin Hasan (wafat 1285

H) berkatasebagaimana yangtercantumdi dalam fatwa beliau yang juga dibarengkan penerbitannya dalam kitab ini

(Ringkasan Minhajus Sunnah):

“Ibnul Muthahhir telah menulis satu kitab

yang membela kelompok

ini (Syi’ah). Dia

menyebutkan banyak

kesyirikan dan kesesatan kelompoknya. Lalu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

membantahnya

dalam kitab beliau yang berjudul Minhajus

Sunnah

dalam duajilid

besar. Sehingga, akhirnya kitab ini menjadi bendera bagi para ahli tauhid dan menjadi hujjahterhadap ahlul bid’ah yang

menyimpang. Semoga

Allah

M

merahmati

Syaikhul Islam. Beliau telah

menenangkan

Ahlus

Sunnah dengan

bantahan beliau terhadap para pelaku bid’ah.”

(22)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

5. Demikian pula Samahatusy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz

pm

(wafat 1420 H). Beliau memuji kitab inisebagaimana yang tercantum dalam

Majmu’

Fatawa beliau (1/150).

6.

Dan

Al-LajnahAd-Da‘imcihlilIfta

(Dewan

Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) juga

memuji

kitab ini.

Khidmat yang

Diberikan para

Ulama

terhadap Kitab Minhajus

Sunnah

Sebagian ulama -baik yang terdahulu

maupun

yang belakangan-

memberikan

perhatian yang besar terhadap kitab ini, baikdengan meringkasataupun

memisahkan

satu

tema

pada

buku

tersendiri. Di antara khidmat mereka yang

telah diterbitkan181:

1. Al-Muntciqa min MinhajiAl-I’tidal,Al-HafizhAdz-Dzahabi (wafat 748 H).

2.

Mulakhkhash

Minhaji As-Sunnah,

Asy-Syaikh Abdurrahman

bin Hasan bin

Muhammad

bin Abdul

Wahhab

(wafat 1285 H), yaitu kitab ini.

3. Tanzihu JanabiSyari’ah 'an Tamwih MadzahibiAsy-Syi’ah,

Asy-Syaikh

Hamd

bin Muthalliq bin IbrahimAl-Ghufaili vte (wafat 1397 H),yang

merupakan

saduran dari kitab

Minhajus Sunnah dengan jumlah

sekitar

120

halaman.191

4. MukhtasharMinhaji As-Sunnah, Asy-Syaikh ‘AbdullahAl-

Ghunaiman

jV)Jds.

5. Asy-Syaikh

Muhammad

Malullah mengeluarkan satu seri dari kitabAl-Minhajdalam

membela

para shahabat:

181 Lihat kitab At-Taqrib li Minhajis Sunnah An-Nabawiyyah (hal. 5-8), kitab Al-Qawa'id wal Fawa'id AI-Haditsiyyah min Minhajis Sunnah An-Nabawiyyah (hal. 17-21), dan kitabku Kutub Atsna 'alaiha Al- 'Ulama.

191 'Ulama NajdKhilalTsamaniyahQurun, 2/119.

(23)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

Abu

Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Aisyah, Mu’awiyah, dan Khalid bin Al-Walid 4>.

6. Abu Bakr Ash-Shiddiq,

pembahasan

yang diringkas dan disusun oleh Asy-Syaikh

Muhammad

bin Abdurrahman

bin Qasim

7. Alu Rasulullah

M wa

Auliya'uhu, Mauqifu AhliAs-Sunnah waAsy-Syi’ahmin Aqa‘idihim

wa

Fadha'ilihim,

wa

Fiqhihim,

wa

Fuqaha‘ihim, Ushulu FiqihAsy-Syi’ah

wa

Fiqhihim,Asy- Syaikh

Muhammad

bin

Qasim

8. At-Taqribu liMinhajiAs-SunnahAn-Nabawiyyah liSyaikhil Islam Ibnu Taimiyyah, dikumpulkan dan disusun oleh Dr.

Abdullah bin Shalih Al-Barrak.

9. Al-Qawa’idu

wa

Al-Fawa‘idu Al-HaditsiyyahminMinhajiAs-

Sunnah An-Nabawiyyah, Asy-Syaikh ’Ali bin

Muhammad

Al-‘Imran.

[2]

Pembuktian Kebenaran

Penisbatan Kitab Ini

kepada

Pengarang

Ada

beberapa bukti yang

menunjukkan

keautentikan kitab ini sebagai karangan Asy-Syaikh

Abdurrahman

bin

Hasan Di antaranya:

1.

Orang-orang yang

menuliskan biografi Asy-Syaikh

Abdurrahman

juga

mencantumkan

kitab

Mulakhkhash

Minhaji

As-Sunnah

di antara kitab-kitab karangan

beliau, sebagaimana dalam Ad-DurarAs-Saniyyah (12/

53), ‘Ulama Najd Khilal

Tsamaniyah Qurun

(1/60), dan

Raudhatun

Nazhirin (1/203).

Namun

banyak pula peneliti yang tidak

menyebutkan

ringkasan ini, di antaranya Dr.

Abdurrahman

Al-Furaiwa’i

dalam kitabnya Juhud Syaikhil Islam Ibnu Taimiyyah fil

Haditsi

wa

‘Ulumihi, Dr. Abdullah bin Shalih Al-Barrak

dalam muqaddimah

kitabnya At-Taqribu li Minhaji As-

(24)

go»

|

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Sunnah

An-Nabawiyyah, danAsy-Syaikh ‘Ali bin

Muhammad

Al-‘Imran dalam kitabnya Al-Qawa’idu wal Fawa'idu Al-

Haditsiyyah

min

Minhaji As-Sunnah An-Nabawiyyah.

2. Kitab ringkasan ini diterbitkan bersama

sekumpulan

kitab beliau, di antaranya Al-Qaulul Faslil An-Nafisyang menjadijudul bagi

kumpulan

kitab tersebut. Demikian juga kitab Al-Mauridu Al-Adzbu Az-Zulal

Kumpulan

kitab ini diterbitkan oleh

Maktabah

Darul Hidayah, Riyadh, yangdieditoleh Asy-Syaikh Isma’il bin Sa’d bin

‘Atiq

pada

tahun

1405

H.

Dalam kumpulan

kitab

tersebut, kitab

Mulakhkhash

tercantum pada halaman 279 sampai 312.

3. Pada naskah tulisan tangan kitab

Mulakhkhash

ini tertulis: Yang telah meringkasnya adalah Asy-Syaikh

‘Abdurrahman bin Hasan.

4. Kitab ini ditulis

dengan

tulisan tangan salah seorang murid pengarang, yakni Asy-Syaikh Ibrahim bin ‘Ujian.

[3]

Nama

Kitab

Tertulis pada halaman pertama naskah tulisan tangan:

Mulakhkhash MinhajAs-Sunnah, liAbiAl-AbbasIbnu Taimiyyah.

Wal Mulakhkhash li Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan - wajfaqahullah~."

Demikian

pula

dalam

naskah cetakan

menggunakan nama

ini.

Al-Ustadz Khalid bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Ghunaim berkata dalam kitabnya Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin

Hasan

Alu Asy-Syaikh

wa

Thariqatuhu fi Taqriri Al-‘Aqidah (Asy- Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan dan Metodologinya dalam

Menetapkan

Aqidah): “Saya berpan-dangan

bahwa

kitab

ini lebihtepatdinamakanMulakhkhash min MinhajAs-Sunnah (Ringkasan Sebagian Minhajus Sunnah).

Sebab

kitab Minhajus

Sunnah

adalah sebuah kitab yang besar dan

(25)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

mencakup

banyak pembahasan, yang sebagiannya tidak terdapat dalam ringkasan ini,”

[4]

Pembahasan-pembahasan

Terpenting

dalam

Kitab ini

Kitab ringkasan ini -walau jumlah halamannya tidak seberapa-

mengandung pembahasan-pembahasan

yang berkualitas tinggi dan penting. Di antaranya tentang:

1. Taqdir, hikmah, keadilan,danpenjelasantentangorang- orang yang menyelisihi dalam perkara ini.

2.

Madzhab

SalaftentangAsma' dan SifatAllah §1, serta bantahan terhadap para penyelisihnya.

3. Sikap Salafterhadap kata-kata yang global, seperti al-

jism (jasmani) dan lain-lain.

4.

Makhluk yang

pertama,

dan pembicaraan

tentang

bahwa

perbuatan

hamba

adalah makhluk.

5. Pembagian tauhid

menurut kaum

Sufi dan bantahan terhadap mereka.

6.

Macam-macam

ikhtilaf(perbedaan pendapat) tentang Kitabullah, dan penjelasan tentang apa

yang

harus dilakukan tatkala terjadi ikhtilaf.

7. Ikhtilaf

yang

tercela

dan contoh-contohnya;

perselisihan tentang pelaku dosa besar, qadar, dan

imamah.

Dan

tema-tema penting lainnya.

[5]

Keadaan Naskah

Tulisan Tangan

dan Naskah

Cetakan

1. Naskah tulisan tangan

Naskah

tulisan tangan yang berharga lagi langka ini berjumlah

44

lembar kertas,

jumlah

barisnya 23. Ini

merupakan

sebuah naskahyangsempurna,tulisannyajelas.

Koreksi dan komentar terhadapnya sangat sedikit.

(26)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Di akhir setiap halaman, orang yang menyalin kitab

ini

memberikan

catatan, sebagaimana kebiasaan banyak orang yang menyalin karya tulis.

Awal dari naskah tulisan tangan berbunyi:

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, segalapujibagiAllah Rabb alam semesta. Inilah intisariringkasankitabMinhajusSunnahkaryaAbui Abbas

Ahmad

bin Abdul Halim bin AbdusSalam bin Taimiyyah Al- Harrani, yang dipilih oleh Syaikh kita Abdurrahman bin Hasan.

Setelah ituSyaikhulIslam -mengatakan: ‘...Adapun orangyang meyakini adanya qadar adalah mayoritas umat Islam dan para imamnya, seperti para shahabat, tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik, ahlul bait, dan selainnya...’.’’

Di akhir naskah tulisan tangan, ada sekitar sepuluh lembar kertas yang berisi fatwa-fatwa, di

mana

Asy-Syaikh

‘Abdurrahman bin Hasan

memberikan jawaban

terhadap beberapa pertanyaan. Di antaranya pertanyaan tentang hadits:

Semua

bid’ah adalahsesat” dan pertanyaan tentang ziarah kubur bagi

kaum

wanita.

Kelebihan dan ketinggian nilai naskah tulisan tangan

ini adalah

bahwa

naskah ini ditulis tangan oleh murid pengarang sendiri, yaitu Asy-Syaikh Ibrahim bin ‘Ujian1'01.

I101 BeliauadalahAsy-Syaikh Ibrahimbin

Muhammad

bin'Ujian. Dilahirkan sekitar tahun 1237

H

di 'Ainul Jawa', propinsi Al-Qashim. Beliau melakukan perjalanan menuntut ilmu -setelah ayahnya wafat- ke kota Buraidah, lalu ber-mulazamah dengan Qadhi Buraidah, Asy-Syaikh Sulaiman bin Muqbil dan mengambil faedah darinya. Beliau lalu

melakukanperjalanan keBaghdad dan mengambililmu dariparaulama Baghdad.

Namun

gurunya yang paling masyhur ketika di sana adalah Asy-SyaikhNu'manbinMahmudAl-Alusi, penuliskitabJalaul'Ainain.

Beliaujugamengambililmudariulama Baghdadlainnya.Setelahitubeliau kembalikeBuraidahdanmembuathalaqahpengajiandisalah satu masjid.

Sedangkan orangyang paling masyhur mengambililmu darinya adalah IbrahimbinJasir.Asy-Syaikh Ibrahimbin'Ujian

k—

wafatsekitartahun 1316 H. (Ringkasan dari kitab 'Ulama Najd Khilal Tsamaniyah Qurun, 1/400-402).

(27)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

Beliau menyalinnya pada tahun 1283

H

ketika pengarang masih hidup.

Naskah

tulisan tangan ini

belum

pernah diterbitkan secara tersendiri dan

belum mendapatkan

tahqiq ilmiah, di

mana

sebelumnya naskah ini hanya diikutkan di akhir kitab Al-Qaulul Fashl An-Nafis karya

Asy-Syaikh Abdurrahman

bin Hasan.

Dan

di awal halaman naskah tulisan tangan tertulis:

“Wakaf

Asy-Syaikh Abdul ’Aziz bin Bisyr.”1

*

1

Nampak bahwa

naskahtulisantangan ini -wallahua’lcim-

adalah naskah tulisan tangan satu-satunya bagi kitab ini.

Saya tidak

mendapatkan naskah

lain di

banyak

perpustakaanyang telahsaya datangi untukmencari kitab

ini, seperti perpustakaan Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah, perpustakaan

Markaz

Al-Malik Faishal, perpustakaan

Universitas Al-Malik Su’ud, dan perpustakaan lainnya. Saya telah mengkopi naskah tulisan tangan ini dari perpustakaan Syaikh kami, Asy-Syaikh Isma’il bin Sa’d bin Atiq

-semoga

Allah

M memberinya

taufiq-.

2. Keadaan naskah cetakan. '

Kitab

Mulakhkhash

Minhaj As-Sunnah karyaAsy-Syaikh

Abdurrahman

bin Hasan dicetak di akhir kitab beliau Al-

Beliau Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Nashir bin Bisyr Al-Hasani Al-Alawi Al-Fathimi, lahir tahun 1275

H

dikota Riyadl,

memegangkepemimpinansebagai qadli dikotaBuraidah, dan mengajar, diantara para muridnya yang palingmenonjol dikota Buraidah adalah :

Asy-SyaikhUmarbin Salim, Asy-Syaikh NashirbinSulaimanbinYusuf, Asy-Syaikh Muhamad Ash-Shaleh Al-Muthawwi'....dan selain mereka.

Sedangkan dikota Al-Ihsa', Asy-Syaikh Abdullah Abu Yabis dan Asy- Syaikh Abdullah bin Duhaisy. Beliau ( Asy-Syaikh Abdul Aziz, pent) memilikicatatankakiyang bagusatas"MukhtasharAl-Muqni’ " dicetak bersama aslinya, beliau &SL wafat dikota Riyadl tahun 1359 H. lihat "

UlamaNajd " (3/421-427).

(28)

Ringkasan Minhajus Sunnah Ibnu Taimiyyah

Qaulul FashlAn-Nafis firRaddi ‘alaAl-Muftari

Dawud

Ibni

jarjis. Diterbitkan oleh Darul Hidayah pada tahun 1405

H, diedit

dan

diberi kata pengantar oleh Fadhilatusy Syaikh Isma’il bin Sa’d bin ‘Atiq Ini

merupakan

naskah cetakan satu-satunya bagi

Mulakhkhash

tersebut, terletak pada halaman 279 hingga halaman 323.

Keutamaan

cetakan ini adalah

bahwa

cetakan inilah

yang lebih dulu, sebagaimana Asy-Syaikh Isma’il bin ‘Atiq

-semoga

Allah fg

memberi

beliau

taufiq-mempunyai keutamaan

-setelah taufiq Allah

H-

dalam hal menjaga

naskah tulisantangan kitab ini,

kemudian

menerbitkannya dalam bentuk tercetak. Saya

memohon

kepada Allah 'H-

agar menjadikan amalannya ini

masuk

di dalam timbangan kebajikannya pada hari Kiamat.

Akan

tetapi naskah tercetak ini

belum mendapatkan

tahqiq ilmiah dan

belum mendapatkan

banyak perhatian.

Hal ini

nampak

pada beberapa point:

I. Banyaknya kata yang hilang. Seperti di halaman 288, ada yang hilang satu baris penuh. Juga di halaman 319 juga hilang satu baris penuh. Saya telah mengingatkan

hal ini di catatan kaki sebagaimana yang akan

Anda

lihat, InsyaAllah.

2.

Banyaknya

kesalahan. Saya telah

mengingatkan

kesalahan terpenting di catatan kaki, alhamdulillah, di

mana

sebagian kesalahantersebutterjadi padaayat- ayat Al-Qur‘an.

3.

Belum

dicantumkan

nama

surat dan

nomor

ayat pada ayat-ayat Al-Qur‘an yang ada.

4. Hadits-hadits nabi yang ada

belum

di-takhrij.

5. Teks kitab ini

belum mendapatkan

khidmat ilmiah.

(29)

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan

[6|

Metode

Tahqiq

Secara ringkas, metodologi yang saya pakai di dalam mentahqiq kitab ini adalah sebagai berikut:

1 . Saya menyalin dari naskahtulisantangan sesuai dengan kode etik penyalinan yang telah diketahui.

2. Saya

membandingkan

kembali apayangtelahsayasalin

dengan

naskah tulisan tangan tersebut.

3. Saya

membandingkan

antara naskahyangtelahdicetak dengan naskah tulisantangan, lalu saya memperhatikan perbedaan pentingnya saja.

4. Saya

membandingkan

antara apa yang telah saya salin

dengan

kitab aslinya Minhajus Sunnah.

5. Saya

memberikan

keterangan surat dan

nomor

ayat-

ayat Al-Qur‘an.

6. Saya mentakhrij hadits-hadits nabawi secara ringkas.

Saya juga

menukilkan ucapan

para

Ulama dalam memberikan

derajat shahih atau dha’if terkait

dengan

hadits-haditsyangtidakterdapatdalamAsh-Shahihain atau salah satunya. Karena sebagian hadits disebutkan secara

berulang dalam

kitab-kitab hadits

dan

disebutkan oleh penulisnya di beberapa tempat dalam kitabnya.

Maka

dalam hal ini saya merasa cukup untuk

menyebutkan sebagian tempatnya

saja

guna

meringkas, sebagaimana

yang

terjadi pada banyak hadits

yang

diriwayatkan oleh

Al-Imam

Al-Bukhari dalam Shahih-nya.

7. Saya

mengambil

faedah dari tahqiq Dr.

Muhammad

Rasyad Salim terhadap Minhajus Sunnah, dan dari

tahqiq Asy-Syaikh

Muhibbuddin A

1-Khathib

^

terhadap kitabAl-Muntaqa

min

MinhajiAl-I’tidal karya Al-Imam Adz-Dzahabi.

Referensi

Dokumen terkait

Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2011 di Indonesia Peace and Security Centre, Sentul, Ceutereup, Bogor Provinsi Jawa Barat, Presiden

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga skripsi dengan judul “Uji Toksisitas Akut Ekstrak

Keberhasilan BI terbukti berpengaruh positif secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas perusahaan perbankan dan didukung oleh data yang diperoleh sehingga

Ahlu Sunah adalah para shahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dari kalangan tabi’in, lalu para ulama hadits, lalu para ulama fikih dari satu generasi ke

Pertama, kitab ringkas akidah islam yang berdasarkan ajaran ahlus sunnah wal jama‟ah tanpa mengaitkan perselisihan sektarian. Kedua, kitab ringkas mengenai halal

o Maka sesungguhnya mengikuti yang mutasyabih khusus bagi.. orang yang berijtihad, bukan bagi selain mereka. o Maka jika tidak mendapatkan selain bid’ah yang telah

Selama menjadi mahasiswa di Universitas Sumatera Utara, penulis pernah menjadi asisten dosen untuk beberapa praktikum yaitu praktikum Silvikultur dan praktikum Hasil Hutan Non

Oleh karena itu, jikalau diandaikan bahwa seseorang bisa melepaskan diri dari segala macam aqidah dan hatinya menjadi kosong dari kebenaran dan kebatilan,