TUGAS MAKALAH ETIKA PROFESI
BUDAYA PERUSAHAAN & KODE ETIK BANK BCA
Disusun Oleh : Ghifar Wahdan Hanifan
(19101010)
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI FAKULTAS TEKNIK TELEKOMUNIKASI DAN ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO 2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 : “Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“
Bisnis perbankan adalah bisnis yang terikat dalam suatu system moneter dalam Negara tertentu dan tinggi tingkat keterikatannya dengan lembaga perbankan atau lembaga keuangan secara keseluruhan maupun dengan kehidupan perekonomian Negara tersebut. Dengan demikian, bila salah satu bisnis perbankan tidak patuh terhadap standar etika perbankan, maka seluruh lembaga perbankan atau lembaga keuangan lainnya juga terkena dampaknya.
Etika dalam bisnis dan perbankan ini terkait dengan moralitas, perbuatan moral yang diartikan sebagai perbuatan baik dan perbuatan buruk dalam kegiatan bisnis/perbankan. Dalam hubungan itu etika menyentuh aspek individu dan peraturan social.
Dengan etika, orang akan mampu untuk bersikap kritis dan rasional dalam membentuk pendapatnya sendiri dan bertindak sesuai dengan apa yang dapat dipertanggungj wabkan sendiri. Etika juga dapat membantu manusia membedakan antara tingkah laku atau tindakan yang baik dan yagng buruk. Tujuan pokok mengenai etika adalah mempengaruhi dan mendorong kehendak kita supaya mengarah kepada yang berfaedah dan berguna bagi sesame manusia.
Etika bisnis juga di butuhkan karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yangdilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut, yaitu:
1. Apakah PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk menggunakan etika dalam menjalankan bisnisnya?
2. Jika PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk menggunakan etika bisnis, apakah bentuk pengaplikasiannya dalam berbisnis ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan untuk memenuhi tugas besar mata kuliah Etika Profesi dalam membuat blog atau tulisan tentang Etika Perusahaan.
Maksud dari penulisan ini adalah :
Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut, yaitu:
1. Apakah PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk menggunakan etika dalam menjalankan bisnisnya?
2. Jika PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk menggunakan etika bisnis, apakah bentuk pengaplikasiannya dalam berbisnis ?
BAB II
KAJIAN DAN EVALUASI ETIKA PROFESI
2.1 Etika Bisnis
Dalam dunia bisnis, etika sangat diperlukan untuk mengelola dan menjalankan sebuah bisnis. Dengan etika yang baik, secara otomatis bisnis akan lebih mudah berkembang. Lalu apa itu etika bisnis? Etika bisnis merupakan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat.
Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang sudah lama terjun di dunia bisnis. Tujuan etika bisnis bagi pengusaha adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business. Di mana, hal itu dapat merugikan banyak pihak yang terkait.
Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, sehingga dapat diikuti oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang baik. Memiliki etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya, dan memiliki izin usaha yang sah.
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang bertujuan memberikan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya.
2.2 Pokok-Pokok Kode Etik Di Bank BCA
Kode Etik Bank BCA terdiri dari 10 butir yang pada prinsipnya mewajibkan segenap Pegawai Bank BCA untuk:
1. Patuh dan taat pada Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.
2. Menjaga nama baik dan mengamankan harta kekayaan Bank.
3. Menjaga kerahasiaan data nasabah dan Bank.
4. Menjaga agar kepentingan pribadi tidak bertentangan dengan kepentingan Bank ataupun nasabah.
5. Mencatat secara benar semua transaksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menjaga dan membina keharmonisan lingkungan kerja dan persaingan yang sehat.
7. Tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya.
8. Tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merugikan citra profesinya maupun citra Bank pada umumnya.
9. Menjauhkan diri dari segala bentuk perjudian atau tindakan spekulatif.
10. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan wawasannya, dengan mengikuti perkembangan industri perbankan khususnya dan dunia usaha pada umumnya.
2.3 Cara Penyebarluasan Kode Etik
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 778/SK/DIR/95, Kode Etik BCA berlaku bagi anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan karyawan BCA.
Adapun Kode Etik BCA tersebut dibuat dalam bentuk Buku Saku yang telah dibagikan kepada setiap karyawan BCA. Karyawan menandatangani pernyataan bahwa yang bersangkutan telah memahami, dan
berjanji untuk menaati serta menjalankan Kode Etik Bankir BCA tersebut sebagai pedoman
berperilaku, baik di dalam maupun di luar pekerjaan. Pelanggaran terhadap Kode Etik Bankir BCA dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kode Etik Bankir BCA tersebut dimuat dalam website BCA Good Corporate Governance. Selain Kode Etik, Direksi BCA juga mengeluarkan ketentuan mengenai pedoman untuk karyawan BCA dalam berhubungan dengan nasabah, rekanan, maupun dengan sesama karyawan dalam SK No. 219/SK/DIR/2003 tanggal 10 November 2003. SK tersebut berlaku bagi
seluruh jajaran BCA termasuk anggota Dewan Komisaris, Direksi sampai seluruh karyawan.
Ketentuan dan Kode Etik tersebut juga telah dituangkan dalam Manual GCG BCA.
2.4 Upaya Penegakan Dan Sanksi Pelanggaran Kode etik
Ketentuan dan kode etik bersifat mengikat dan harus dipahami serta dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran BCA dalam rangka mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.
Apabila terjadi pelanggaran atau ketidak patuhan terhadap kebijakan ketentuan dan kode etik maka pelanggarnya dapat dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Keputusan yang akan diambil oleh BCA sehubungan dengan hal ini, akan disesuaikan dengan jenis dan keseriusan pelanggaran yang terjadi serta evaluasi menyeluruh atas individu yang melakukan pelanggaran.
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Profil Perusahaan
PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia.
Bank ini didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah menjadi bagian penting dari Salim Group. Sekarang bank ini dimiliki oleh salah satu grup perusahaan rokok terbesar di dunia, Djarum.
Di tahun 1990-an BCA mengembangkan alternatif jaringan layanan melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine). Pada tahun 1991, BCA mulai menempatkan 50 unit ATM di berbagai tempat di Jakarta. Pengembangan jaringan dan fitur ATM dilakukan secara intensif. BCA bekerja sama dengan institusi terkemuka, antara lain PT Telkom untuk pembayaran tagihan telepon melalui ATM BCA. BCA juga bekerja sama dengan Citibank agar nasabah BCA pemegang kartu kredit Citibank dapat melakukan pembayaran tagihan melalui ATM BCA.
Pada periode 2000-an BCA memperkuat dan mengembangkan produk dan layanan, terutama perbankan elektronik dengan memperkenalkan Debit BCA, Tunai BCA, internet banking KlikBCA, mobile banking m-BCA, EDCBIZZ, dan lain-lain.
BCA mendirikan fasilitas Disaster Recovery Center di Singapura. BCA meningkatkan kompetensi di bidang penyaluran kredit, termasuk melalui ekspansi ke bidang pembiayaan mobil melalui anak perusahaannya, BCA Finance. Tahun 2007, BCA menjadi pelopor dalam menawarkan produk kredit kepemilikan rumah dengan suku bunga tetap. BCA meluncurkan kartu prabayar, Flazz Card serta mulai menawarkan layanan Weekend Banking untuk terus membangun keunggulan di bidang perbankan transaksi. BCA secara proaktif mengelola penyaluran kredit dan posisi likuiditas di tengah gejolak krisis global, sekaligus tetap memperkuat kompetensi utama sebagai bank transaksi. Tahun 2008 & 2009, BCA telah menyelesaikan pembangunan mirroring IT system guna memperkuat kelangsungan usaha dan meminimalisasi risiko operasional. BCA membuka layanan Solitaire bagi nasabah high net-worth individual.
3. 2 Permasalahan Dalam PT Bank Central Asia, Tbk (BCA)
Setiap manusia merupakan mahluk pembelajar, karena pada hakikatnya manusia diciptakan tuhan dilengkapi dengan akal yang dapat membedakan antara hal – hal baik dan buruk. Dengan akal tersebutlah maka permasalahan – permasalahan yang muncul dalam hidup dan kehidupannya dapat diselesaikan dan akan selalu berkembang sesuai dengan kebutuhannya.
Dalam kehidupan sehari – hari kita sebagai manusia selalu dihadapkan pada permasalahan – permasalahan yang ada dan selalu datang setiap waktu. Dari permaslahan – permasalahan yang ada tersebut, maka kita sebagai manusia melakukan suatu proses belajar dan pembelajaran dalam menangani setiap permasalahan yang datang dengan berbagai cara, mulai dari cara yang kurang berpendidikan dan arogansi hingga cara yang terorganisir dengan baik.
Dari berbagai pembelajaran tersebutlah diperoleh sepenggal pengalaman sehingga didapatkan suatu cara yang cerdas dan dengan bijak pula penyelesaiannya.
Solusi yang cerdas adalah suatu solusi yang dapat menyelesaikan masalah dengan efektif dan efisien serta tepat sasaran sehingga dari penyelesaian masalah tersebut tidak akan menimbulkan masalah baru kelak.
Disinilah dibutuhkannya suatu proses pendewasaan dimana kedewasaan yang dimiliki oleh setiap individu berbeda – beda yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ;
1. Latar belakang sosial
Latar belakang sosial yang dimaksudkan disini adalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga. Dimana pada proses pembentukan suatu karakter manusia pertama kali terbentuk dalam keluarga dan keluarga memiliki posisi paling penting dalam proses terjadinya pendewasaan. Selain keluarga, Lingkungan Sekitarpun memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan pendewasaan manusianya. Dan pada realitanya banyak karakter terbentuk dari faktor ini.
2. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor terjadinya suatu proses pendewasaan dan pembentukan karakter manusia seutuhnya. Karena dalam pendidikan dikenal istilah belajar dan pembelajaran sehingga manusia menjadi lebih tau dari sebelumnya. Dimana pendidikan itu sendiri merupakan akumulasi dari pembelajaran yang dilakukan didalamnya.
3. Belajar dan pembelajaran
Yang dikatakan dengan belajar adalah proses pendewasaan manusia atau dengan bahasa lain adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang kearah positif atau lebih baik. Jika perubahan yang terjadi tidak baik atau arahnya negatif maka tidak dapat dikatakan belajar. Dari proses inilah terjadi suatu transformasi sejumlah ilmu pengetahuan atau informasi dari pendidik kepada si pembelajar.
4. Pengalaman
Dari faktor – faktor yang telah disebutkan diatas maka akan tercipta suatu pengalaman dalam diri setiap individu yang dapat mempengaruhi cara individu tersebut dalam menyelesaikan masalah.
Dari keempat faktor tersebut maka kita dapat menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang mundul dalam hidup dan kehidupan kita. Dalam proses penanganan masalah yang ada maka tentunya kita terlebih dahulu harus mampu melihat permasalahan yang ada sehingga diperlukan suatu analisis masalah yang didalamnya melingkupi identifikasi masalah, perumusan masalah hingga pembatasan masalah.
Tujuan dari analisis permasalahan disini agar kita dapat mencari cara yang tepat dan cerdas dalam menangani dan menyelesaikan masalah tersebut tanpa menimbulkan masalah baru dikemudian sehingga masalah tersebut benar – benar selesai dengan baik dan bijak.
Lakukan pencegahan dan antisipasi masalah yang akan muncul dari permasalahan yang ada dan sedang dihadapi dengan memikirkan dan mencari jalan keluar atau solusi cadangan jika solusi dan jalan keluar yang pertama dilakukan tidak dapat menanggulangi permasalahan yang tersebut.
3. 3 Penyelesaian Masalah Dalam PT Bank Central Asia, Tbk (BCA)
Smart solution merupakan istilah yang ada dalam konsep pelayanan prima PT.
Bank Central Asia. Tbk atau BCA kepada para nasabahnya yang merupakan bagian terpenting dalam roda perusahaan. Nasabah BCA memiliki posisi penting, dalam hal ini nasabah merupakan bagian dari kepemilikan saham BCA secara tidak langsung, karena tanpa adanya nasabah maka BCA tidak dapat melakukan aktivitas perbankan dengan sempurna. Sehingga kepercayaan nasabah sekaligus pemegang saham personal inilah yang sangat dijaga oleh perusahaan (BCA).
Smart Solution berasal dari istilah Smart dan Solution, yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu ; Smart yang artinya pandai, cerdas atau pintar dan Solution yang artinya adalah solusi, jalan keluar atau cara penyelesaian masalah. Sehingga smart solution dapat didefinisikan sebagai suatu cara atau metode penyelesaian masalah dengan cerdasdan bijaksana namun tepat sasaran.
Dalam menumbuh kembangkan budaya pelayan prima yang bertumpu dan terfokus pada nasabah, BCA memiliki suatu konsep dan gagasan pemecahan masalah yang terangkum dalam etos kerja yang kini dikenal dengan istilah smart solution, yang terdiri darikata Solution, yaitu :
1. Simak
Kata simak berasal dari huruf S yang pertama. Dimana simak disini adalah peka terhadap segala permasalahan yang ada yang berkaitan dengan nasabah dan kebutuhannya akan informasi perbankan.
Simak dapat dilakukan denan cara mendengarkan keluh – kesah dan kebutuhan nasabah akan sejumlah informasi yang dibutuhkannya. Jika memang ada informasi yang disampaikan kepada nasabah dirasa kurang dimengerti maka tanyalah kepada nasabah tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dengan jelas permasalahannya sehingga dapat dengan segera dicarikan solusinya.
2. Open Mind
Open Mind dilakukan dengan membuka diri, karena dengan membuka diri maka kita dapat melakukan suatu interaksi dan bersosialisasi kepada orang lain dalam hal ini nasabah sehingga nasabah dapat dengan nyaman menceritakan pengalaman dan permasalahan yang sedang dihadapi. Setelah diketahui pokok dari permasalahannya maka langkah selanjutnya mencari sejumlah informasi tentang permasalahan – permasalahan tersebut dengan berbagai cara baik dengan cara bertanya, melihat sejumlah referensi atau bahkan searching diinternet.
Hal ini dilakukan semata – mata agar kita dapat memahami permasalahan tersebut dengan baik. Karena jika permasalahan tidak diketahui dengan baik, yang dikhawatirkan adalah timbulnya masalah – masalah baru di kemudian hari.
Memahami permasalahan yang ada dan memikirkan permasalah yang dapat ditimbulkan dari permasalahan tersebut sanagt baik, karena mencegah permasalahan baru yang dapat ditimbulkan merupakan bagian dari pemecahan masalah yang ada dan sedang dihadapi.
3. Lengkap
Lengkapi data dan informasi dari permasalahan yang ada dan sedang dihadapi atau dikeluhkan pada nasabah guna menemukan sebuah solusi tepat bagi nasabah dengan langkah menyimak dan membuka diri serta pikiran guna memperoleh solusi utama dari permasalahan yang ada seperti pada point satu dan dua.
Jika memang diperlukan jalan keluar alternatif dari masalah yang ada maka tidak ada salahnya jika kita memberi lebih dari satu solusi (solusi tambahan) sehingga kita dapat membandingkannya mana solusi yang lebih baik, tepat dan efektif pada permasalahan yang sedang dihadapi.
4. Utamakan Kebutuhan Nasabah
Nasabah merupakan aset penting dalam roda perbankan. Sehingga pelayanan yang mengutamakan nasabah sangat dijunjung tinggi oleh BCA dengan mengutamakan pelayanan prima terhadap mitranya (nasabah) yang telah memberi kepercayaannya kepada BCA.
Mengutamakan nasabah akan kebutuhan perbankan baik dari sisi informasi perbankan hingga melakukan sejumlah transaksi perbankan. Kebutuhan emosional yang dijalin pada nasabah tentunya tidaklah menyalahi aturan main dan profesionalitas perbankan sehingga terjalin suatu mitra dan kerja sama yang baik antara BCA dengan nasabah.
5. Telling
Mendeskripsikan program dan produk – produk BCA kepada nasabah agar nasabah berminat dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan penggunaan produk BCA. Biarkan nasabah menentukan pilihan apakah nantinya ia berminat dan berpartisipasi terhadap penawaran produk yang telah ditawarkan.
Jika ada yang tidak atau belum dipahami oleh nasabah berilah celah kepada nasabah untuk bertanya sehingga nasabah tersebut antusias dan tertarik sehingga mereka para nasabah dapat berperan serta dalam upaya pengembangan dan penggunaan produk BCA.
6. Inisiatif
Berfikir kritis dan kreatif sangatlah dibutuhkan CSO yang baik dan profesional hingga menjadi kebanggaan BCA terhadap nasabahnya. Karena ditangan para profesionallah kepercayaan secara penuh dapat diselesaikan dengan baik lengkap dengan permasalahan yang ada dan solusinya.
Tidak hanya berfikir saja tetapi lakukan tindakan – tindakan kreatif dalam upaya peningkatan profesionalitas dan loyalitas kepada perusahaan dan nasabah sebagai pemegang saham secara tidak langsung atau kepada para konsumen yang ingin melakukan sejumlah transakasi perbankan sehingga mereka berminat menggunakan produk – produk yang ada dan ditawarkan oleh BCA.
7. On Time Follow Up
On time dalam hal ini tidak hanya tepat waktu saja, tetapi on time dalam hal ini selalu berusaha menepati segala janji kepada nasabah dan konsumen dan jangan pernah melakukan tindakan yang menyebabkan hilangnya kepercayaan nasabah sebagai mitra penting BCA.
Dari sinilah akan terjalin suatu hubungan yang harmonis antara nasabah dengan pihak bank khususnya dalam hal ini BCA sehingga akan terjalin suatu keterikatan yang baik.
3. 4 Etika Bisnis dalam PT Bank Central Asia, Tbk (BCA)
Menurut saya, dari permasalah dan penyelesaian masalah diatas PT. Bank Central Asia, Tbk sudah menjalakan prinsip Etika Bisnis dalam bisnis perbankannya.
Hal ini dibutikkan dengan adanya pelaksanaan dan pengaplikasian prinsip Etika Bisnis, yaitu dengan prinsip mengenal nasabah yang mana bank memiliki keleluasaan atau hak untuk mengetahui lebih jauh serta mengenal identitas nasabah, memantau setiap transaksi keuangan nasabah serta melaporkan bila ada transaksi yang mencurigakan.
Dalam menerapkan prinsip mengenal nasabah ini, baik nasabah peminjanm atau penyimpan akan sama-sama dilihat dan dipantau oleh pihak bank. Hal ini dikarenakan bank perlu untuk melihat identitas kedua golongan nasabah secara jelas untuk memberikan perlindungan pada pihak bank itu sendiri dan juga menjaga nama baik bank. Pengaplikasian yang dilakukan oleh PT. Bank Central Asia,Tbk dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabahnya dengan moto SMART Solution.
Selain prinsip mengenal nasabah, prinsip perbankan sendiri ada empat. Berikut adalah 4 prinsip dari perbankan :
1. Prinsip Kepercayaan
Prinsip yang paling utama dalam menjalankan kegiatan perbankan adalah prinsip kepercayaan atau fiduciary principle. Prinsip kepercayaan ini yang menjadi dasar hubungan antara bank dengan nasabah. Yaitu menyatakan bahwa kegiatan perbankan dilandasi oleh kepercayaan antara nasabah dengan bank. Hanya berdasarkan
kepercayaan, nasabar bersedia menyimpan uang mereka untuk dikelola oleh pihak bank secara ama dan jujur. Sehingga sewaktu-waktu nasabah meminta kembali uang mereka yang disimpan, bank tersebut mampu menyediakannya.
• Tujuan prinsip kepercayaan
Tujuan utama dari prinsip kepercayaan adalah agar bank tetap menjaga dan memelihara kepercayaan yang diberikan nasabah. Hal ini dikarenakan kemauan nasabah untuk menyimpan uang mereka di bank semata-mata karena rasa percaya.
Nasabah percaya bila bank sanggup memberikan uang mereka sewaktu-waktu dibutuhkan atau sesuai dengan perjanjian. Apabila kepercayaan pada bank berkurang, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kericuhan dengan uang yang disimpan nasabah di bank.
• Dasar Hukum Prinsip Kepercayaan
Prinsip kepercayaan atau fiduciary principle ini telah dijelaskan secara rinci dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 pasal 29 ayat 4 yang berisikan perubahan dari UU Perbankan No. 7 tahun 1992 yang kemudian disebut sebagai UU Perbankan.
Dalam UU Perbankan tersebut dengan tegas menyatakan bahwa bank terutama yang bekerja menghimpun dan menyimpan dana masyarakat dilandasi dengan asas kepercayaan. Sehingga setiap bank perlu menjaga kesehatan serta kepercayaan masyarakat.
Dalam pelaksanaan untuk menjamin prinsip kepercayaan, bank diharuskan memberikan saran kepada nasabah terkait resiko yang mungkin saja terjadi selama nasabah tersebut menyimpan uang di bank. Di lain pihak, bank dalam melaksanakan transaksi keuangan untuk kepentingan nasabah juga harus melakukannya secara hati- hati. Mengenai hal ini diatur dalam Undang-Undang Perbankan pasal 29 ayat 4 tentang bank wajib memberitahukan informasi tentang kemungkinan adanya resiko kerugian sehubungan transaksi yang dilakukan nasabah melalui bank.
2. Prinsip Kehati-hatian
Prinsip kehati-hatian merupakan prinsip yang menjadi acuan bank untuk menjalankan usaha perbankan yaitu dengan mengedepankan sikap hati-hati guna melindungi dana nasabah yang telah dipercayakan di bank.
• Tujuan Prinsip Kehati-hatian
Menjaga bank tetap sehat adalah tujuan utama dari prinsip kehati-hatian, yaitu agar bank senatiasa dalam keadaan sehat. Selain itu, prinsip kehati-hatian juga menjaga agar tingkat kepercayaan nasabah dan masyarakat terhadap bank tetap tinggi. Sehingga nasabah dan masyarakat tidak tetap bersedia dan mau menyimpan dana mereka di bank.
Dalam hubungannya dengan 5C of credit, prinsip kehati-hatian juga meliputi beberapa poin berikut: capacity atau kemampuan, character atau watak, capital atau modal, collateral atau agunan, dan condition of economy atau prospek kegiatan usaha dari kreditur. Prinsip 5C ini juga saling berkaitan satu sama lain, sehingga kesemua poinnya tidak bisa dikesampingkan.
• Dasar Hukum Prinsip Kehati-hatian
Menurut Undang-Undang Perbankan pasal 16 hingga pasal 28, masalah yang mengatur tentang bentuk hukum, perizinan, dan kepemilikan bank telah diatur bahwa pendirian bank diatur secara jelas dan tegas tentang kepemilikan bank. Hal ini mengingat bisnis perbankan adalah sebuah bisnis yang berlandaskan kepercayaan.
Persyaratan pendirian bank juga diatur sedemikian rupa sehingga pihak yang memiliki daftar perbuatan tercela di bidang perbankan atau keuangan dilarang turut mendirikan ataupun mendirikan sebuah bank.
Selain itu, Undang-Undang perbankan pasal 2 juga menerangkan bahwa perbankan di Indonesia berasaskan demokrasi ekonomi dan menggunakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usahanya.
3. Prinsip Kerahasiaan
Hubungan yang terjalin antara bank dengan nasabah bukanlah hubungan kontraktual biasa. Namun, dalam hubungan tersebut, bank memiliki kewajiban untuk tidak membocorkan rahasia nasabahnya kepada pihak lain kecuali bila ditentukan oleh perundang-undangan lain yang berlaku. Dalam industri perbankan, prinsip kerahasiaan merupakan jiwa dari semua kegiatan usaha bank, sehingga sangat penting untuk selalu dijaga.
• Tujuan utama Prinsip Kerahasiaan
Tujuan utama dari prinsip kerahasiaan adalah nasabah mendapatkan perlindungan dan jaminan hukum yang setimpal dengan kepercayaan yang diberikan nasabah kepada bank untuk menyimpan dan mengelola dana yang mereka simpan.
Prinsip kerahasiaan atau secrecy principle ini hanya diberlakukan untuk simpanan nasabah. Pada pinjaman kredit, bank akan secara umum memberikan informasi mengenai debitur. Hal ini bertujuan agar semua pihak mengetahui bila usaha yang dijalankan debitur merupakan pinjaman dari kredit bank. Hal ini juga menjadi beban moral bagi debitur untuk selalu konsisten dalam mejalankan perjanjian kredit tersebut.
Selain itu, keterbukaan bank mengenai informasi debitur juga menjadi motivasi untuk pengusaha lain untuk lebih mengembangkan usahanya melalui kredit dari bank.
• Teori tentang Prinsip Kerahasiaan
Secara umum ada dua teori yang berlaku tentang kekuatan kerahasiaan bank yaitu teori mutlak dan teori relatif. Teori mutlak merupakan teori yang menyatakan bahwa informasi nasabah bank tidak bisa dibuka untuk hal apapun. Namun, sekarang ini sudah hampir tidak ada negara yang menganut teori ini. Sedang teori relatif adalah prinsip rahasia bank tetap diikuti, namun tetap masih bisa di buka untuk hal-hal tertentu yang luar biasa seperti penyelesaian hutang piutang, kepentingan pajak, peradilan pidana, perkara perdata, ataupun atas permintaan nasabah bank.
4. Prinsip Mengenal Nasabah
Prinsip yang keempat adalah prinsip mengenal nasabah yang mana bank memiliki keleluasaan atau hak untuk mengetahui lebih jauh serta mengenal identitas nasabah, memantau setiap transaksi keuangan nasabah serta melaporkan bila ada transaksi yang mencurigakan. Dalam menerapkan prinsip mengenal nasabah ini, baik nasabah peminjanm atau penyimpan akan sama-sama dilihat dan dipantau oleh pihak bank. Hal ini dikarenakan bank perlu untuk melihat identitas kedua golongan nasabah secara jelas untuk memberikan perlindungan pada pihak bank itu sendiri dan juga menjaga nama baik bank.
• Tujuan Prinsip Mengenal Nasabah
Tujuan dalam menerapkan prinsip mengenal nasabah ini ialah untuk menghindari adanya kemungkinan bank atau lembaga keuangan dijadikan sarana tindak kejahatan dan kegiatan illegal oleh nasabah, serta menjaga reputasi dan nama baik lembaga keuangan.
Dalam menjalankan kegiatannya bank berpegang teguh pada empat prinsip kegiatan usaha perbankan. Dengan adanya prinsip kegiatan usaha perbankan ini, baik bank maupun nasabah sama-sama mendapatkan keuntungan dan juga perlidungan atas hak-hak mereka.
BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN
Peran nasabah merupakan bagian terpenting dalam pergerakan roda perbankan.
Tidak hanya itu saja, nasabah adalah konsumen yang memiliki peran sebagai pemegang saham bank secara tidak langsung. Guna menjaga rasa dan kepercayaan nasabah akan bank maka perlu dijalin suatu hubungan serta menejemen yang baik dengan nasabah.
PT. Bank Central Asia, Tbk adalah salah satu bank raksasa di Indonesia yang mengedepankan dan mengutamakan kebutuhan nasabah dengan memperhatikan menejemen serta pelayanan prima pada nasabah yang disebut dengan smart solution.
Smart Solution berasal dari istilah Smart dan Solution, yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu ; Smart yang artinya pandai, cerdas atau pintar dan Solution yang artinya adalah solusi, jalan keluar atau cara penyelesaian masalah. Sehingga smart solution dapat didefinisikan sebagai suatu cara atau metode penyelesaian masalah dengan cerdasdan bijaksana namun tepat sasaran.
Atau dengan kata lain, Smart Solution dapat didefinisikan sebagai budaya service dan relationship atau pelayanan prima yang bertumpu, terfokus serta terpusat pada nasabah dengan mengedepankan kebutuhan nasabah akan informasi perbankan, transaksi perbankan hingga terjalin suatu hubungan harmonis serta dapat bermitra dengan nasabah.
3.2 SARAN
1. Bagi PT. Bank Central Asia, Tbk
• Karya tulis ini dapat dijadikan bahan bacaan yang dapat memberikan informasi tentang pelayanan prima terhadap nasabah serta permasalahan – permasalahannya.
• Karya tulis ini dapat dijadikan referensi atau acuan dalam pelayanan mutu dan pengembangan inovasi produk serta pelayanan prima sehingga nasabah semakin nyaman dan percaya terhadap bank, dalam hal ini khususnya Bank Central Asia, Tbk (BCA).
• BCA dapat meningkatkan mutu pelayanan dan produk – produk perbankan yang akan diluncurkan dengan berpusat pada kepuasan nasabah akan produk dan pelayanan tersebut.
2. Bagi Nasabah
• Karya tulis ini dapat dijadikan bahan bacaan yang dapat memberi informasi tentang solusi cerdas yang bertumpu pada nasabah.
• Karya tulis ini memberi sedikit gambaran tentang dunia perbankan khususnya Bank Central Asia, Tbk serta pelayanannya.
3. Bagi Karyawan ( CSO dan Teller)
• Karya tulis ini dapat memberikan gambaran tentang cara penyelesaian masalah dengan cerdas dan tepat sasaran.
• Karya tulis ini dapat memberikan informasi tentang pelayanan prima yang bertumpu pada nasabah yang dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan.
• Memberikan informasi yang dibutuhkan akan dunia perbankan pada nasabah hingga transaksi perbankan yang dibutuhkan hingga terjalin hubungan yang harmonis.