• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA TESIS Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Oleh: Kristina VikaNatalia NIM: 182222203. PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2020. i.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA Tesis Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Oleh: Kristina VikaNatalia NIM: 182222203. PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2020. ii.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iv.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Motto: “Real success is determined by two factors. First is faith, and second is action”. “Don’t ever give up, the biggest achievements are waiting for you, run and reach and then win.” (Penulis) “Keep Going always do the best” (Penulis). Tesis ini dipersembahkan untuk: Kedua Orang tuaku Yohanes Joko Purnomo & Susana Tuminten Untuk kasih sayang dan dukungannya. v.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Tesis dengan judul: ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA Dan diajukan untuk diuji pada tanggal 22 Desember 2020 adalah hasil kerja saya. Saya juga menyatakan bahwa dalam Tesis ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat ataupun simbol yang menunjukkan gagasan, pendapat, ataupun pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulisan saya. Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu Tesis ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (M.M) dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 27). Yogyakarta, 22 Januari 2021 Yang membuat pernyataan,. Kristina VikaNatalia. vi.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA IKMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Kristina Vika Natalia Nomor Induk Siswa : 182222203 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya tulis ilmiah saya yang berjudul. ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian surat ini saya buat dengan sebenar-benarnya.. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal, 22 Januari 2021 Yang Menyatakan,. Kristina VikaNatalia. vii.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas karunia dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Analisis Sikap Dan Perilaku Konsumen Indonesia Dalam Berbelanja Secara Daring Di Toko Daring Lintas Batas Negara, dapat selesai sesuai yang diharapkan. Pada kesempatan ini penulis penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1.. Dr Titus Odong Kusumajati, M.A. selaku ketua prodi Program Studi Magister Mangemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, dan sebagai dosen penguji yang telah memberikan masukan dan motivasi selama penulis berproses diperkuliahan.. 2.. Ike Janita Dewi, MBA., Ph.D. selaku dosen pembimbing, terimakasih untuk waktu, pikiran, tenaga dan masukan yang sangat berharga bagi penulis dalam proses penyelesaian tesis.. 3.. Dr. Herry Maridjo, M.Si. selaku dosen penguji, terimakasih untuk masukan yang diberikan sehingga tesis ini makin lengkap.. 4.. Segenap dosen dan karyawan Program Study Magister Management Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.. 5.. Bapak Yohanes Joko Purnomo, dan Ibu Susana Tuminten yang tidak pernah berhenti berkorban, memberikan kasih sayang, dan dukungan hingga saya bisa menyelesaikan pendidikan S2 ini.. 6.. Saudara kembar saya tercinta Kristina Deta Natasya, Kakak dan adik. viii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. saya tersayang Hieronymus Purwanto dan FX. Edo Pratama, Terima kasih telah mendukung saya, dan menjadi tempat ternyaman untuk bertukar pikiran. 7.. Tri Harto Satrioyedo, terimakasih untuk cinta, perhatian dan dukungan selama proses penyelesain tesis ini.. 8.. Teman-teman Princes Ulala, Hesty, Natasya, Tita, Ping, dan Vili, Terimakasih telah menjadi keluarga saya selama saya di Kota Yogyakarta saling membimbing, menyemangati, membantu dalam proses tesis.. 9.. Teman-teman. RERIVIU,. Reva,. Rika,. Suci,. Terimakasih. atas. dukungannya, doa dan cinta kalian. 10.. Teman-teman Batch II Berta, Doni, Apri, Qorin, Jessie, Deta, dan Eri. Terimakasih atas bantuan selama proses perkuliahan dan bias saling bertukar pikir dalam menyusun tesis.. 11.. Keluarga besar Magister Managemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas kebersamaannya.. Yogyakarta, 22 Januari 2021 Penulis. Kristina VikaNatalia. ix.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................iii. LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. iii Motto:...................................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii KATA PENGANTAR ........................................................................................ viii DAFTAR ISI .......................................................................................................... x DAFTAR TABEL ............................................................................................... xii DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiii ABSTRAK .......................................................................................................... xiv ABSTRACT ......................................................................................................... xv BAB I ...................................................................................................................... 1 A.. Latar Belakang .............................................................................................. 1. B.. Rumusan Masalah .........................................................................................7. C.. Pertanyaan Penelitian ................................................................................... 8. D.. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 9. E.. Manfaat Penelitian .......................................................................................10. F.. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian ....................................................... 11. BAB II .................................................................................................................. 12 Landasan Teori ............................................................................................ 12. A. 1.. Belanja Daring Lintas-Batas (Cross-border) ............................................. 12. 2.. E- commerce ............................................................................................. 12. 3.. Theory of Planned Behavior (TPB) .......................................................... 13. x.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4.. E-Service Quality (Kualitas Layanan Elektronik) ..................................... 18. 5.. Customer Need for Uniqueness (Kebutuhan Konsumen akan Keunikan) .. 21. 6.. Self- Efficacy (Efikasi Diri) ...................................................................... 22. B.. Penelitian Terdahulu .................................................................................. 25. C.. Perumusan Hipotesis .................................................................................. 26. D.. Kerangka Konseptual ................................................................................. 34. BAB III ................................................................................................................. 35 A.. Desain Penelitian......................................................................................... 35. B.. Unit Analisis ............................................................................................... 35. C.. Populasi dan Sampel ................................................................................... 36. D.. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................37. E.. Definisi Operasional Variabel ..................................................................... 39. F.. Teknik Pengujian Instrumen .......................................................................47. G.. Teknik Analisis Data ............................................................................... 50. BAB IV ................................................................................................................. 58 HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................... 58 A.. Deskripsi Responden................................................................................... 58. B.. Analisis Data ............................................................................................... 65 1.. Uji Normalitas ......................................................................................... 65. 2. Uji Measurement Model ..............................................................................67. C.. 3.. Uji Structural Equation Modelling (SEM) .................................................74. 4.. Uji Hipotesis ............................................................................................ 78 Diskusi dan Pembahasan Hasil Penelitian .................................................... 81. BAB V................................................................................................................... 86 KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN IMPLIKASI ............................... 86 A.. Kesimpulan ................................................................................................. 86. B.. Keterbatasan............................................................................................... 87. C.. Implikasi ..................................................................................................... 88. D.. Rekomendasi............................................................................................... 89. DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 90 LAMPIRAN ......................................................................................................... 97. xi.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL. Tabel III. 1 ............................................................................................................. 38 Tabel III. 2............................................................................................................. 54 Tabel IV. 1.............................................................................................................. 59 Tabel IV. 2 ............................................................................................................. 60 Tabel IV. 3 ............................................................................................................. 60 Tabel IV. 4 .............................................................................................................. 61 Tabel IV. 5 ............................................................................................................. 62 Tabel IV. 6 ............................................................................................................. 63 Tabel IV. 7 ............................................................................................................. 64 Tabel IV. 8 ............................................................................................................. 65 Tabel IV. 9 ..............................................................................................................67 Tabel IV. 10 ........................................................................................................... 69 Tabel IV. 11 ............................................................................................................ 70 Tabel IV. 12 ............................................................................................................73 Tabel IV. 13 ............................................................................................................ 75 Tabel IV. 14 ............................................................................................................ 77 Tabel IV. 15............................................................................................................ 78. xii.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar II. 1 Kerangka Konseptual ........................................................................ 14 Gambar II. 2 Model Penelitian ............................................................................. 34 Gambar IV. 1 ..........................................................................................................74 Gambar IV. 2 ..........................................................................................................76 Gambar IV. 3 ..........................................................................................................79. xiii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK. ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN INDONESIA DALAM BERBELANJA SECARA DARING DI TOKO DARING LINTAS BATAS NEGARA Kristina VikaNatalia Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. (2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap dan perilaku konsumen indonesia dalam belaja daring lintas batas negara. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota masyarakat yang penah melakukan belanja daring lintas batas negara minimal dua kali dalam kurung waktu empat bulan terkahir. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 200 orang. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada pengujian hipotesis diolah menggunakan teknik Structural Equation Modelling (SEM) dengan alat bantu analisis data yaitu AMOS versi 22. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikam memiliki efek postif yang signifikan terhadap niat perilaku belanja daring lintas batas negara pada konsumen Indonesia. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa konsep Thory of planned Behavior (TPB) dari Fishbein & ajzen 1975 dapat menjelaskan dengan baik bagaimana niat perilaku belanja daring lintas batas negara konsumen Indonesia terbentuk.. Kata kunci: Belanja daring lintas batas Negara, Theory of Planned Behavior (TPB), Kualitas layanan elektronik, Kebutuhan konsumen akan keunikan.. xiv.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT ANALYSIS OF ATTITUDE AND BEHAVIOR OF INDONESIAN CONSUMERS IN CROSS-BORDER ONLINE SHOPPING. Kristina Vika Natalia Master of Management Study Program, Faculty of Economics Sanata Dharma Unversity Yogyakarta. (2020). This study aims to analyze the attitudes and behavior of Indonesian consumers in cross-border online shopping. The population in this study are members of the public who have done online shopping across national borders at least twice in the last four months. Sampling using purposive sampling method with the number of respondents as many as 200 people. The study was conducted using a quantitative approach that focuses on testing hypotheses processed using Structural Equation Modeling (SEM) techniques with data analysis tools, namely AMOS version 22. From this study it can be concluded that attitudes towards behavior, subjective norms, and perceived behavior control have positive effects. which is significant towards the intention of cross-border online shopping behavior among Indonesian consumers. These findings confirm that the concept of Thory of planned Behavior (TPB) from Fishbein & Ajzen 1975 can explain well how the intentions of online shopping behavior across Indonesian consumer countries are formed.. Keywords: Cross-border online shopping, Theory of Planned Behavior (TPB), Quality of electronic services, Consumer needs for uniqueness. xv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pandemi virus Corona (COVID-19) terus memberikan pengaruh signifikan terhadap e-commerce dan perilaku konsumen online di seluruh dunia. Karena jutaan orang tinggal di rumah pada awal tahun 2020 untuk menahan penyebaran virus, saluran digital telah menjadi alternatif paling populer bagi toko agar terus dapat menjangkau konsumen nya dan konsumen dapat terus melakukan konsumsinya. Menurut Clement. J (2020), mengemukakan bahwa pada tahun 2019, penjualan e-commerce ritel di seluruh dunia mencapai 3,53 triliun dolar AS dan pendapatan e-ritel diproyeksikan tumbuh menjadi 6,54 triliun dolar AS pada tahun 2022. Perilaku berbelanja online sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama di tengah kondisi pandemi seperti saat ini. Apalagi Indonesia yang merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Kemp dan Moey (2019) mengatakan bahwa menurut Global Web Index, Indonesia memiliki tingkat penggunaan e-niaga tertinggi di antara negara mana pun di dunia, dengan 90 persen pengguna internet di negara tersebut yang berusia antara 16 dan 64 tahun melaporkan bahwa mereka telah membeli produk dan layanan secara online. Indonesia dianggap sebagai pasar paling potensial bagi ecommerce Internasional karena jumlah penduduk yang banyak dan di. 1.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. dorong oleh perkembangan teknologi internet, serta pertumbuhan kelas menengah cukup pesat, yakni sebesar 21% dari total populasi atau sebanyak 57,3 juta orang pada tahun 2019. Hal ini juga terlihat dengan meningkatnya jumlah pengeluaran masyarakat untuk belanja barang konsumen secara online sebesar 23% pada tahun 2018 dibanding dengan tahun 2017 (https://www.sirclo.com/, diakses pada tanggal 11 Oktober 2020). Data diatas juga di dukung selama event 12.12 Shoppe, anak perusahaan Sea, 5,4 juta dari total 12 juta pesanan yang diterima platform e-commerce tersebut berasal dari Indonesia. Pendapat ini juga sejalan dengan laporan untuk periode liburan yang dirilis Meltwater. Laporan tersebut menyatakan 57 persen percakapan daring. selama hari-hari. promosi di Asia Tenggara, seperti Single Day dan Black Friday, berasal dari Indonesia (https://id.techinasia.com diakses tanggal, 1 Maret 2020). Namun baru-baru ini, pada awal tahun 2020 Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) secara resmi menurunkan batasan (threshold) bea masuk dan pajak untuk barang impor kiriman, hal tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 199/PMK.04/2019 yang awalnya, barang bebas bea masuk maksimal US$ 75 atau Rp 1.050.000, kini diturunkan menjadi maksimal US$ 3 atau Rp 45.000. Jika harganya di atas US$ 3 maka akan kena bea masuk dan peraturan. ini. resmi. berlaku. mulai. 30. Januari. 2020.. (http://finance.detik.com diakses tanggal 2 Maret 2020). Kebijakan baru ini memicu pro-kontra banyak pihak, bagi pengusaha lokal terutama yang.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. menjual produk melalui e-commerce tentu akan sangat diuntungkan karena terhindar dari persaingan produk luar dan mendorong peningkatan nilai ekspor. Namun bagi sebagian pengusaha lokal yang membutuhkan impor bahan baku untuk produksi akan sangat kesulitan karena peningkatan biaya, akibatnya harga jual barang ke konsumen menjadi tinggi. Tidak hanya itu kebijakan baru tersebut memberi kekhawatiran bagi e-commerce internasional sebagai pengimpor barang ke Indonesia, kebijakan baru bisa saja mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen terhadap belanja daring lintas batas. Penulis tertarik melakukan penelitian tentang belanja daring litasbatas melalui situs web atau e-commerce. Sebagai dasar pedoman, penulis menggunakan jurnal penelitian “Exploring consumer attitudes and purchasing intentions of cross-border daring shopping in Korea” (Han, Kim dan Lee 2018). Penulis melakukan penelitian dengan judul yang sama dengan jurnal penelitian di atas, bedanya penelitian ini akan dilakukan di Indonesia. Seperti dijelaskan di atas, model penelitian ini perlu diuji dengan data Indonesia. Arus e-commerce lintas batas dan perilaku belanja daring masyarakat Indonesia yang semakin meningkat menunjukkan urgensi dan relevansi penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai teori utama. TPB merupakan pengembangan dari teori sebelumnya yaitu Theory of Reasoned Action (teori tindakan beralasan) yang dikemukakan oleh (Ajzen & Fishbein 1980 dan Fishbein & Ajzen, 1975)..

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. TPB adalah kerangka berpikir konseptual. yang. bertujuan. untuk. menjelaskan determinan perilaku tertentu (Ajzen 1991). Dalam konsep TPB, perilaku manusia didasarkan oleh intention (intensi atau niat). Niat merupakan kompetensi dari diri individu yang didasarkan pada keinginan individu untuk melakukan perilaku tertentu. Niat untuk berperilaku dapat di prediksi oleh tiga hal yaitu attitude toward the behavior (sikap terhadap perilaku), subjective norm (norma subyektif), dan perceived behavioural control (persepsi pengendalian diri). Konsep TPB dalam penelitian ini digunakan untuk melihat bagaimana peran attitude (sikap), subjective norm (norma subyektif), dan perceived behavioural control (kontrol perilaku yang dipersepsikan) dalam mempengaruhi behavior intention (niat perilaku) belanja daring lintas batas pada situs web atau e-commerce Internasional. Dalam model TPB yang luas, kepercayaan tentang sikap, SN, dan PBC harus diidentifikasi berdasarkan konteks dan populasi tertentu. Karena kepercayaan ini bersifat sementara untuk konteks tertentu, peneliti diizinkan untuk menentukan keyakinan yang menonjol untuk setiap perilaku tertentu dalam TPB Ajzen dan Fishbein (1980). Artinya, merupakan tanggung jawab penulis untuk menentukan keyakinan tertentu karena, sebagai teori umum, TPB tidak menentukan keyakinan tersebut terkait dengan perilaku tertentu. Fisbein dan Ajzen, (1975) mengemukakan bahwa “Attitude toward a behavior is defined as an individual’s positive or negative feelings about.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. performing the target behavior”. Artinya sikap terhadap perilaku didefinisikan sebagai perasaan positif atau negatif individu tentang melakukan perilaku target. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan (belief) dan perilaku (behavior). Sumarwan (2004; dalam Mirawati 2015:3). Premis yang digunakan dalam penelitian ini adalah belief (kepercayaan) terhadap kualitas layanan elektronik (E-S-QUAL) dan kebutuhan konsumen akan keunikan (CFNU). Oleh karena itu, faktor tambahan yang digunakan adalah kepercayaan (belief), yang meliputi: (a) kepercayaan terhadap kualitas layanan elektronik (E-S-QUAL), kepuasan konsumen dengan kualitas layanan elektronik adalah penentu utama pembelian belanja daring lintas batas (Lee dan Lin, 2005). (b) kebutuhan konsumen akan keunikan (CNFU), kecenderungan ke arah belanja daring lintas batas seringkali tergantung pada karakteristik konsumen, dan itu karena konsumen percaya bahwa mereka dapat mengekspresikan orisinalitas mereka melalui pembelian produk unik (Tian, Kelly and Bearden, William. 2001). Subjective norm (norma subjektif), adalah persepsi seseorang mengenai tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku (Ajzen,1988).. Norma. subjektif. memiliki. dasar. terhadap. belief. (kepercayaan) yang memiliki istilah normative belief (Ajzen, 2005). Normative belief adalah kepercayaan terhadap kesepahaman ataupun ketidaksepahaman seseorang ataupun kelompok yang mempengaruhi individu pada suatu perilaku. Seperti halnya masyarakat Indonesia, setiap.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. tindakan atau perilaku sehari-hari didasarkan oleh norma yang disepakati bersama dalam satu kelompok. Norma dianggap sebagai kaidah, pedoman, acuan, adat istiadat, aturan dan ketentuan berperilaku atau berinteraksi antar manusia dalam suatu kelompok masyarakat, norma sifatnya memaksa atau manusia wajib tunduk pada peraturan tersebut, mereka yang tidak mengikuti kaidah norma biasanya akan mendapat saksi sosial seperti pengucilan. Ajzen (2006) memaparkan perceived behavioural control (kontrol perilaku yang dipersepsikan) sebagai fungsi yang didasarkan pada belief yang disebut sebagai control beliefs, yaitu belief individu mengenai faktor pendukung dan atau penghambat untuk melakukan suatu perilaku. Belief tentang faktor pendukung dan penghambat untuk melakukan suatu perilaku didasarkan pada pengalaman terdahulu individu tentang suatu perilaku, informasi yang dimiliki individu tentang suatu perilaku yang diperoleh dengan melakukan observasi pada pengetahuan yang dimiliki diri maupun orang lain yang dikenal individu, dan juga oleh berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan ataupun menurunkan perasaan individu mengenai tingkat kesulitan dalam melakukan suatu perilaku. Perceived behavioural control dapat diartikan sebagai persepsi seseorang tentang kemampuannya untuk menampilkan suatu perilaku tertentu (Ajzen, 1991). Akibat Pandemi virus Corona (COVID-19) beberapa kota besar di Indonesia memberlakukan aturan ketat mengenai pembatas sosial.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. bersekala besar (PSBB). Tentu hal ini mendorong perilaku belanja online masyarakat Indonesia. Mengingat Indonesia memiliki potensi besar sebagai target pasar bagi e-commerce internasional dan melihat situasi saat ini penulis tertarik menyelidiki faktor belanja daring lintas batas yang dapat membantu e-commerce internasional mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sikap dan perilaku belanja daring lintas batas konsumen Indonesia apalagi terkait dengan adanya isu baru mengenai kebijakan pajak dan beacukai pemerintah Indonesia.. B. Rumusan Masalah Pandemi virus Corona (COVID-19) terus memberikan pengaruh signifikan terhadap e-commerce dan perilaku konsumen online di seluruh dunia terutama di Indonesia. Beberapa kota besar di Indonesia memberlakukan aturan ketat mengenai pembatas sosial bersekala besar (PSBB). Tentu hal ini mendorong perilaku belanja online masyarakat Indonesia. Mengingat Indonesia memiliki potensi besar sebagai target pasar bagi e-commerce internasional, namun baru-baru ini pemerintah Indonesia membuat peraturan dengan menurunkan threshold (batasan) bea masuk dan pajak untuk barang impor kiriman, hal ini tentu membuat kekhawatiran. bagi. e-commerce. Internasional. terhadap. penurunan. pembelian yang berasal dari Indonesia. Agar e-commerce Internasional dapat bertahan dan masuk ke pasar Indonesia maka sangat perlu.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. memahami sikap dan perilaku belanja daring lintas batas dalam rangka meningkatkan penjualan daring lintas batas.. C. Pertanyaan Penelitian 1. Apakah keyakinan terhadap kualitas layanan e-situs web (E-SQUAL) mempengaruhi sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara? 2. Apakah kebutuhan konsumen akan keunikan mempengaruhi sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara? 3. Apakah sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara mempengaruhi niat perilaku seseorang individu untuk belanja daring lintas batas negara? 4. Apakah keyakinan normatif yang dipikirkan orang lain tentang belanja daring lintas batas negara mempengaruhi norma subjektif individu? 5. Apakah norma subjektif mempengaruhi niat perilaku individu untuk belanja daring lintas batas negara? 6. Apakah efikasi diri mempengaruhi kontrol perilaku yang dipersepsikan saat belanja daring lintas batas negara? 7. Apakah kontrol kontrol perilaku yang dipersepsikan mempengaruhi niat perilaku individu untuk belanja daring lintas batas negara?.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan e-situs web (E-SQUAL) pada sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara. 2. Untuk mengetahui pengaruh kebutuhan konsumen akan keunikan pada sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara. 3. Untuk mengetahui pengaruh sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara pada niat perilaku seseorang individu untuk belanja daring lintas batas negara. 4. Untuk mengetahui pengaruh keyakinan normatif yang dipikirkan orang lain tentang belanja daring lintas batas negara pada norma subjektif individu. 5. Untuk mengetahui pengaruh norma subjektif pada niat perilaku individu untuk belanja daring lintas batas negara. 6. Untuk mengetahui pengaruh efikasi diri pada kontrol perilaku yang dipersepsikan saat belanja daring lintas batas negara. 7. Untuk mengetahui pengaruh kontrol perilaku yang dipersepsikan pada niat perilaku individu untuk belanja daring lintas batas negara..

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak, diantaranya: 1. Bagi toko daring Internasional Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu toko daring Internasional untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan konsumen mereka khususnya di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi toko daring Internasional dalam membentuk strategi baru untuk meningkatkan niat beli konsumen dalam belanja daring lintas batas negara. 2. Bagi Konsumen Penelitian ini diharapkan dapat membantu konsumen Indonesia untuk memiliki standar penilaian sebelum melakukan belanja daring lintas batas negara..

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. F. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian Batasan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Penelitian berfokus pada konsumen Indonesia yang pernah belanja daring lintas-batas negara. 2. Variabel-variabel yang diteliti adalah attitude. toward the behavior. (sikap terhadap peprilaku), subjective norm (norma subyektif), perceived behavioural control (kontrol perilaku yang dipersepsikan), behavior intention (niat perilaku), self-efficacy, normative belief (keyakinan normatif), kualitas layanan elektronik (E-S-QUAL) dan customer need for uniqueness (kebutuhan konsumen akan keunikan)..

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. A. Landasan Teori 1.. Belanja Daring Lintas-Batas (Cross-border) Belanja daring adalah kegiatan pembelian barang dan jasa melalui media Internet, (https://id.wikipedia.org/wiki/Belanja_daring, diakses tanggal 4 Maret 2020). Belanja daring memungkinkan kita melakukan pembelian barang atau jasa dimanapun dan kapan saja melalui situs web atau e-commerce. Bahkan saat ini kita dapat melakukan pembelian daring antar negara atau lintas-batas.. 2.. E- commerce Rosen (2000) mengemukakan “E-commerce referred to a wide range of daring. business activities for products and services “.. Artinya e-commerce mengacu pada berbagai kegiatan bisnis daring untuk produk dan layanan. “Electronic Commerce (e-commerce) is the process of buying, selling transferring, or exchanging products, services and /or information via computer networks (Turban, King, Lee, Liang, dan Turban. 2015). Artinya Perdagangan Elektronik (ecommerce) adalah proses pembelian, penjualan transfer, atau pertukaran produk, layanan, dan/atau informasi melalui jaringan komputer.. 58.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. 3. Theory of Planned Behavior (TPB) a. Pengertian Theory of Planned Behavior (TPB) Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen pada tahun 1975. Theory of Planned Behavior (TPB) dicetuskan oleh Icek Ajzen pada tahun 1985 melalui artikelnya "From intentions to actions: A Theory of planned behavior". Dalam psikologi, Theory of Planned Behavior (TPB) adalah teori yang menghubungkan keyakinan dengan perilaku seseorang. TPB mengasumsikan bahwa sebagian besar perilaku sosial manusia berada di bawah kendali kehendak dan, karenanya, dapat diprediksi dari niat semata Azjen (2002:666). Ajzen (1991:181) mengungkapkan bahwa faktor sentral perilaku manusia didasarkan oleh dari behavioural intention (niat perilaku). Niat dianggap sebagai anteseden langsung dari perilaku. Ajzen (2002:665). Niat diasumsikan untuk menangkap faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku mereka. Niat merupakan indikasi seberapa keras orang mau mencoba dan seberapa banyak upaya yang mereka rencanakan untuk melakukan perilaku tersebut. TPB menguraikan bahwa niat perilaku dari seorang individu dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: attitude (sikap), subjective norms (norma subyektif), dan perceived behavioural control.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. (kontrol perilaku yang dipersepsikan) (Ajzen, 1991:188). Berikut ini adalah kerangka konseptual mengenai kompleksitas dari perilaku manusia. Teori ini berhubungan dengan konsep-konsep utama dalam ilmu sosial ke perilaku (Ajzen, 1991:182).. Gambar II. 1 Kerangka Konseptual Sumber: Ajzen (1991:182). b. Attitude Toward the Behavior (Sikap Terhadap Perilaku) Penelitian oleh (Yayat, 2009; dalam Farista 2018:13), mengemukakan bahwa sikap pada dasarnya merupakan hasil dari proses sosialisasi dan interaksi seseorang dengan lingkungannya, yang merupakan perwujudan dari pemikiran, perasaan seseorang serta penilaian terhadap objek yang didasarkan pada pengetahuan, pemahaman, pendapatan dan keyakinan gagasan-gagasan terhadap.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. suatu objek sehingga menghasilkan suatu kecenderungan untuk bertindak pada suatu objek. Taylor and Todd (1995), mengemukakan “Attitude toward a behavior refers to the degree to which a person has a favorable or unfavorable evaluation or appraisal of the behavior to be acted upon”. Artinya sikap terhadap perilaku mengacu pada sejauh mana seseorang memiliki evaluasi atau penilaian yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dari perilaku yang harus ditindaklanjuti. Fisbein dan Ajzen (1975) mengemukakan bahwa “Attitude toward a behavior is defined as an individual’s positive or negative feelings about performing the target behavior”. Artinya sikap terhadap perilaku didefinisikan sebagai perasaan positif atau negatif individu tentang melakukan perilaku target. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan (belief) dan perilaku (behavior) Sumarwan 2004:135 (dalam Mirawati (2015:3). Ajzen (2005), mengungkapkan bahwa sikap terdiri dari dua komponen. yaitu outcome evaluation (evaluasi hasil) dan. behavioural beliefs (keyakinan keprilakukan). Outcome evaluation adalah kriteria keuntungan atau kerugian dari suatu perilaku yang telah dievaluasi. Sedangkan behavioural beliefs adalah evaluasi individu baik positif ataupun negatif terhadap keyakinan yang dimiliki seseorang berdasarkan kriteria yang telah dinilai dalam outcome evaluation..

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. c. Subjective Norm (Norma Subyektif) Fisbein dan Ajzen (1975), mengemukakan bahwa norma subjektif. didefinisikan. sebagai. persepsi. seseorang. tentang. bagaimana kebanyakan orang yang penting bagi orang itu berpikir dia harus atau tidak seharusnya melakukan perilaku yang dipertanyakan. Tung (2011: 79), mengemukakan bahwa norma subjektif mengacu pada tekanan sosial yang dirasakan oleh individu untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku. Hal ini terkait dengan keyakinan bahwa orang lain mendorong atau menghambat untuk melaksanakan perilaku). Mas’ud (2012:4) mengemukakan bahwa norma subjektif adalah pengaruh sosial yang mempengaruhi seseorang untuk berperilaku. Seseorang akan memiliki keinginan terhadap suatu objek atau perilaku seandainya ia terpengaruh oleh orang-orang di sekitarnya. untuk. melakukannya. atau. ia. meyakini. bahwa. lingkungan atau orang-orang di sekitarnya mendukung terhadap apa yang ia lakukan. Norma subjektif memiliki dasar terhadap kepercayaan (belief) yang memiliki istilah normative belief (Ajzen, 2005). Normative beliefs adalah keyakinan yang dimiliki individu bahwa ia melakukan suatu perilaku sesuai dengan harapan-harapan orang sekitarnya (significant others). Pengaruh sosial dari beberapa.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. perilaku berakar dari keluarga, pasangan hidup, kerabat, rekan dalam bekerja dan acuan lainnya yang berkaitan dengan suatu perilaku (Ajzen, 2006). d. Perceived behavioural control (Kontrol Perilaku yang di Persepsikan) Seperti TRA, TPB juga mengusulkan bahwa niat perilaku adalah fungsi dari attitude toward the behavior dan subjective norm (SN), tetapi menambahkan variabel perceived behavioural control (PBC). Ajzen, (1991) mengemukakan bahwa Perceived behavioural control dapat diartikan sebagai persepsi seseorang tentang kemampuannya untuk menampilkan suatu perilaku tertentu. Perceived behavioural control diasumsikan sebagai fungsi dari belief (Ajzen 2005:91). Belief dalam hal ini merupakan keyakinan akan hadir atau tidaknya faktor yang memfasilitasi atau malah menghalangi terjadinya suatu perilaku. PBC memiliki faktor internal dan eksternal. Faktor internal merujuk pada tingkat kepercayaan yang dimiliki seseorang dalam kemampuannya. untuk. melakukan. perilaku. tertentu,. yang. didasarkan pada self-efficacy (efikasi diri) (Bandura (1986). Faktor eksternal mengacu pada kendala sumber daya, yang memfasilitasi kondisi yang tersedia untuk individu seperti uang, waktu, atau teknologi yang diperlukan untuk melakukan suatu perilaku (Taylor dan Todd, 1995a)..

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. 4. E-Service Quality (Kualitas Layanan Elektronik) a. Pengertian Kualitas Layanan Elektronik Konsep kualitas layanan menjadi terkenal pada awal 1980an, ketika para praktisi menyadari bahwa kualitas produk saja tidak cukup untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Istilah "kualitas layanan" sangat rumit dan sulit untuk diukur. Banyak peneliti, praktisi, dan akademisi telah mengeksplorasi konsep tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Salah satu kontribusi utama terhadap konsep ini diusulkan dan dikembangkan oleh Parasuraman, Valarie, Zeithaml, dan Berry. (1985, 1988, 1991) dalam bentuk service. quality. (SERVQUAL),. model. komprehensif. yang. digunakan untuk mengukur kualitas layanan perusahaan. Instrumen SERVQUAL tradisional untuk mengukur layanan perusahaan didasarkan pada lima dimensi: bukti fisik, keandalan, jaminan, daya tanggap, dan empati. Kualitas layanan dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara harapan pelanggan dan kinerja aktual perusahaan (Parasuraman et al., 1988). Namun instrumen SERVQUAL tradisional tidak dapat diterapkan pada E- electronic service quality (e-SQ), dan bahwa skala baru diperlukan (Parasuraman, Zeithaml, & Malhotra. 2005). Setelah ulasan literatur yang luas, Parasuraman et al. (2005) mengembangkan instrumen SERVQUAL tradisional menjadi E-SQUAL dan E-RecS-QUAL untuk mengukur e-SQ dan pemulihan.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. layanan elektronik, masing-masing (Parasuraman et al., 2005). ESQ dapat dikatakan "luas untuk mencakup semua fase interaksi pelanggan dengan situs Web: sejauh mana situs web memfasilitasi belanja, pembelian, dan pengiriman yang efisien dan efektif" (Parasuraman et al., 2005:217). b. Dimensi Kualitas Pelayanan Elektronik Parasuraman et al.,2005 mengemukakan empat dimensi (E-SQ) diantaranya: (1) efficiency (efisiensi): kemudahan dan kecepatan mengakses dan menggunakan situs. (2) fulfilment (pemenuhan): sejauh mana janji situs dalam pengiriman pesanan dan ketersediaan barang terpenuhi. (3) system availability (ketersediaan sistem): fungsi teknis situs yang benar. (4) privacy (privasi): sejauh mana situs tersebut aman dan melindungi informasi pelanggan. Zeithaml (2002) telah mendefinisikan dimensi yang serupa dengan cara berikut. 1) Efisiensi mengacu pada kemampuan pelanggan untuk mendapatkan ke situs web, menemukan produk dan informasi yang diinginkan yang terkait dengannya dan memeriksa dengan upaya minimal. 2) Pemenuhan mencakup keakuratan janji-janji layanan, memiliki stok produk dan mengirimkan produk dalam waktu yang dijanjikan..

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. 3) Keandalan dikaitkan dengan fungsi teknis situs, terutama sejauh mana itu tersedia dan berfungsi dengan baik. 4) Dimensi privasi mencakup kepastian bahwa data perilaku belanja tidak dibagikan dan informasi kartu kredit itu. Antara dua penelitian, kami menerapkan dimensi yang diajukan oleh Parasuraman et al. (2005), karena banyak diterima oleh akademisi. Selain itu, kami menggunakan (E-Rec-S-Qual lagi yang dirancang oleh Parasuraman et al. (2005) terdiri dari 3 dimensi dan 11 item pada tiga dimensi ini mengukur kecanggihan yang dirasakan pengecer daring dalam menangani masalah dan berhubungan dengan pelanggan pada keadaan non-rutin dan keunggulan mereka dalam menjawab permintaan informasi pelanggan, tiga dimensi lainnya: 1) Responsiveness (daya tanggap): Penanganan masalah yang efektif dan pengembalian melalui situs. 2) Compensation. (kompensasi):. Sejauh. mana. situs. memberikan kompensasi kepada pelanggan untuk masalah. 3) contact (kontak): Ketersediaan bantuan melalui telepon atau perwakilan daring..

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. 5. Customer Need for Uniqueness (Kebutuhan Konsumen akan Keunikan) a. Teori Keunikan Konsep Customer Need for Uniqueness (CNFU) berasal dari teori keunikan Snyder dan Fromkin (1977). Menurut teori ini, kebutuhan untuk melihat diri sendiri berbeda dari orang lain dibangkitkan dan bersaing dengan motif lain dalam situasi yang mengancam persepsi diri tentang keunikan (yaitu, situasi di mana individu melihat dirinya sangat mirip dengan orang lain di lingkungan sosial mereka). Tian. K, William, Bearden (2001; 52) mengungkapkan bahwa kebutuhan konsumen akan keunikan didefinisikan sebagai sifat mengejar perbedaan relatif terhadap orang lain melalui akuisisi, pemanfaatan, dan disposisi barang konsumen untuk tujuan mengembangkan dan meningkatkan citra diri dan citra sosial seseorang.. b. Dimensi dari Customer Need for Uniqueness (CNFU) Tian et. al (2001; 52), mengatakan bahwa berdasarkan pada teori kebutuhan-ke-keunikan, ketidaksesuaian penelitian, dan literatur perilaku konsumen, kebutuhan konsumen akan keunikan di konseptualisasi kan dengan memasukkan tiga manifestasi atau dimensi perilaku sebagai berikut:.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. 1) Creative Choice Counter conformity. Pada tipe perilaku pertama, Creative Choice Counter conformity, konsumen membeli barang yang mengekspresikan keunikan mereka dan juga dapat diterima oleh orang lain. 2) Unpopular Choice Counter conformity. Konsumen mengambil risiko ketidaksetujuan sosial untuk membangun keunikan mereka dengan memilih produk yang menyimpang dari norma-norma kelompok dan meskipun pilihan tersebut tidak disukai konsumen. 3) Avoidance of Similarity. Untuk menghindari kesamaan dengan yang lain, konsumen dapat mengembangkan berbagai strategi. Misalnya, mereka dapat membeli gaya yang dihentikan, berbelanja di toko-toko vintage, atau menggabungkan pakaian dengan cara yang tidak biasa.. 6. Self- Efficacy (Efikasi Diri) a. Pengertian Self-Efficacy Dalam konsep Theory of Planned Behavior (TPB) terdapat konsep persepsi pengendalian prilaku (Perceived behavioural control) yang dikemukakan oleh Ajzen. Persepsi pengendalian prilaku berasal dari teori self-efficacy (efikasi diri) yang dicetuskan oleh Albert Bandura pada tahun 1977 dan rekan-rekan lainnya.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. (mis., Bandura, Adams, & Beyer, 1977; Bandura, Adams, Hardy, & Howells, 1980) yang berasal dari teori kognitif sosial. (TPB) menempatkan konstruk keyakinan self-efficacy (efikasi diri) atau perceived. behavioural. control. (kontrol. perilaku. yang. dipersepsikan), dalam kerangka kerja yang menjelaskan tentang hubungan antara keyakinan, sikap, niat, dan perilaku (Ajzen 1991:184). Self-efficacy (efikasi diri) mengacu pada "kepercayaan orang tentang kemampuan mereka untuk melakukan kontrol atas tingkat. fungsi. mereka. sendiri. dan. atas. peristiwa. yang. mempengaruhi kehidupan mereka" (Bandura, 1991:257). Menurut Ormrod (2008). bahwa self-efficacy (efikasi diri) adalah. suatu. keyakinan seseorang mampu menjalankan perilaku tertentu atau mencapai tujuan tertentu. Self -efficacy (efikasi diri) adalah penilaian diri untuk dapat melakukan tindakan baik atau buruk, benar atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuatu hal dengan apa yang dipersyaratkan (Alwisol, 2009). b. Dimensi Self-Efficacy Bandura (1999:42-50) mengemukakan bahwa self-efficacy (efikasi diri) mencakup tiga dimensi yaitu: 1) Level (tingkat) Mengacu pada persepsi individu dalam mengerjakan suatu tugas dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Persepsi ini.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. dipengaruhi oleh kompetensi yang dimiliki seorang individu. Individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi cenderung memilih tugas dengan tingkat kesukarannya sesuai dengan kemampuannya. Individu memilik self-efficacy yang tinggi pada tugas yang mudah dan sederhana, atau juga pada tugas yang rumit dan membutuhkan kompetensi yang tinggi. 2) Generality (keluasan) Dimensi ini berkaitan dengan keyakinan individu terhadap penguasaan pada suatu bidang atau tugas pekerjaan. Individu dengan self-efficacy yang tinggi akan mampu menguasai beberapa bidang sekaligus untuk menyelesaikan suatu tugas. individu yang memiliki self-efficacy yang rendah hanya menguasai. sedikit. bidang. yang. diperlukan. dalam. menyelesaikan suatu tugas. 3) Strength (kekuatan) Dimensi strength (kekuatan) lebih menekankan pada tingkat. kekuatan. atau. kemantapan. individu. terhadap. keyakinannya. Tingkat self-efficacy yang lebih rendah mudah digoyahkan oleh pengalaman-pengalaman yang memperlemah nya. Self-efficacy menjadi dasar dirinya melakukan usaha yang keras, bahkan ketika menemui hambatan sekalipun..

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. B. Penelitian Terdahulu 1. Penelitian dilakukan oleh Han, Kim dan Lee (2018) yang berjudul “Exploring consumer attitudes and purchasing intentions of crossborder daring shopping in Korea” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara keyakinan tentang kualitas layanan elektronik (E-SQUAL); kebutuhan konsumen akan keunikan (CNFU); dan keyakinan tentang kontrol perilaku yang dirasakan, harapan orang lain yang penting, dan niat perilaku pembelian daring lintas batas. Dari analisis data yang dilakukan, ditemukan bahwa kepercayaan tentang E-S-QUAL dan CNFU secara positif mempengaruhi sikap terhadap pembelian daring dari situs internasional, yang pada gilirannya mempengaruhi niat pembelian secara positif. Juga, keyakinan tentang self-efficacy dan struktur normatif mengenai pembelian daring lintas batas secara positif mempengaruhi niat perilaku..

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. C. Perumusan Hipotesis 1. Relasi antara Kualitas layanan e-situs web (E-SQ) dengan Sikap Terhadap Perilaku Parasuraman et al., (2005) mengungkapkan bahwa kualitas layanan elektronik mengacu pada sejauh mana belanja, pembelian, dan pengiriman yang efisien dan efektif difasilitasi, termasuk semua tahap interaksi pelanggan dengan situs web. Selain itu, kualitas layanan elektronik digambarkan sebagai penilaian pelanggan terhadap kualitas layanan di pasar virtual (Santos, 2003). Penilaian kualitas website tidak hanya saat pengalaman selama melakukan interaksi dengan website tetapi juga interaksi setelah mendapatkan layanan. Kualitas layanan elektronik menjadi salah satu pertimbangan konsumen sebelum melakukan belanja daring litas batas Han and Kim (2017). Sikap terhadap pengalaman belanja daring cenderung terbentuk berdasarkan kepuasan mereka dengan kualitas layanan website, Han and Kim (2017). Yayat (2009; dalam Farista, 2018:13), mengemukakan bahwa sikap pada dasarnya merupakan hasil dari proses sosialisasi dan interaksi. seseorang. dengan. lingkungannya,. yang. merupakan. perwujudan dari pemikiran, perasaan seseorang serta penilaian terhadap objek yang didasarkan pada pengetahuan, pemahaman, pendapatan dan keyakinan gagasan-gagasan terhadap suatu objek sehingga menghasilkan suatu kecenderungan untuk bertindak pada.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. suatu objek. Objek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah layanan e-situs web internasional atau biasa kita sebut e-commerce. E-situs web atau e-commerce berperan sebagai perantara daring antara pembeli dan penjual dan secara umum untuk seluruh cara yang dilakukan untuk bersaing merebut perhatian konsumen. Arum, (2013:27). Kualitas e-commerce yang bagus tidak hanya memberikan informasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh konsumen, tapi juga membantu konsumen dengan langkah-langkah yang mudah dalam proses konsumen annya (Arum 2013:27). Beberapa studi mengatakan bahwa semakin tinggi kualitas situs web atau e-commerce, akan berpengaruh positif pada sikap konsumen. (Zhou 2011; Arum 2013; Marsela 2017; Han et al., 2018). Maka hipotesis yang diajukan adalah: H1: Keyakinan tentang kualitas layanan e-situs web berpengaruh positif pada sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas negara. 2.. Relasi antara Kebutuhan Akan Keunikan dengan Sikap Terhadap Perilaku Customer Need for Uniqueness/CNFU (kebutuhan akan keunikan) didefinisikan sebagai sifat mengejar perbedaan relatif terhadap orang lain melalui akuisisi, pemanfaatan, dan disposisi barang konsumen untuk tujuan mengembangkan dan meningkatkan citra diri dan citra sosial seseorang (Tian et. al, 2001; Knight & Kim, 2007; Schiffman & Wisenblit, 2015). Need for uniqueness (kebutuhan akan keunikan).

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. merupakan salah satu trait (Tian et. al, 2001; Schiffman & Wisenblit, 2015). Trait merupakan pola perilaku, sikap, dan emosi yang dimiliki oleh individu dalam jangka panjang (Schiffman & Wisenblit, 2015). Untuk. memenuhi kebutuhan akan keunikan (need for uniqueness),. konsumen akan mencari dan membeli benda yang menurutnya mampu membedakan mereka dengan orang lain (Knight & Kim, 2007). Salah satu penyebab utama konsumen berpartisipasi dalam belanja daring lintas batas adalah untuk memuaskan keinginan mereka untuk menjadi unik. Akser dan Baybars-Hawks (2011) menunjukkan bahwa CNFU mempengaruhi sikap online positif dan perilaku pembelian aktual. Akser dan Baybars-Hawks (2011) memberikan contoh salah satu situs belanja daring pribadi Turki dikenal untuk menjual produk unik yang tidak ditemukan di tempat lain, dan pembeli daring menganggap situs web ini sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan keunikan Belanja daring lintas batas dapat menjadi pilihan menarik untuk menemukan benda atau barang-barang unik dan memungkinkan konsumen untuk memilih produk yang jauh lebih unik dari berbagai perusahaan multinasional yang tidak tersedia di pasar lokal. Secara umum, diasumsikan bahwa konsumen yang sangat unik lebih tertarik pada produk yang tidak biasa daripada konsumen yang tidak unik walaupun upaya yang diperlukan untuk mendapatkan produk yang.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. unik (Lynn, 1991; Snyder, 1992). Maka hipotesis yang diajukan adalah: H2 :. Kebutuhan. konsumen. akan. keunikan. secara. positif. mempengaruhi sikap terhadap perilaku belanja daring lintas batas negara.. 3.. Relasi antara Sikap Terhadap Perilaku dengan Niat Perilaku Fisbein dan Ajzen, (1975) mengemukakan bahwa “Attitude toward a behavior is defined as an individual’s positive or negative feelings about performing the target behavior”. Artinya sikap terhadap perilaku didefinisikan sebagai perasaan positif atau negatif individu tentang melakukan perilaku target. Berasal langsung dari Theory of Planned Behavior (TPB), sikap positif terhadap masalah yang diberikan akan membentuk niat perilaku positif. Ajzen, (1975; 1991; 2002; 2005).). Secara umum, semakin menguntungkan sikap terhadap perilaku, semakin kuat niat individu untuk melakukan perilaku tersebut. Berdasarkan struktur dasar Theory of Planned Behavior (TPB) dari hubungan antara sikap dan niat yang dipertimbangkan, sikap positif konsumen terhadap belanja daring lintas batas akan menghasilkan niat perilaku yang menguntungkan. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara sikap dengan intention terhadap objek..

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. (Arunkumar, 2013; Ega, 2017; Han et al., 2018; Dewi et.al, 2018; Wan et al. 2019). Maka hipotesis yang diajukan adalah: H3. :Sikap terhadap prilaku belanja daring lintas batas berpengaruh positif pada niat seseorang individu untuk belanja daring lintas batas negara.. 4.. Norma Subjektif (Subjective Norm) dan niat perilaku Tung (2011: 79), mengemukakan bahwa “subjective norm refers to the social pressures perceived by individuals to perform or not to perform the behavior. It relates to the beliefs that other people encourage or discourage to carry out a behavior. (norma subjektif mengacu pada tekanan sosial yang dirasakan oleh individu untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku. Hal ini terkait dengan keyakinan bahwa orang lain akan mendorong atau menghambat untuk melaksanakan perilaku). Norma subjektif memiliki dasar terhadap kepercayaan (belief) yang memiliki istilah normative belief (Ajzen, 2005). Normative beliefs (keyakinan normatif), yaitu keyakinan yang dimiliki individu bahwa ia melakukan suatu perilaku sesuai dengan apa yang dipikirkan orang lain yang berasal dari keluarga, pasangan hidup, kerabat, rekan dalam bekerja dan acuan lainnya yang berkaitan dengan suatu perilaku (Ajzen, 2006). Berdasarkan pengertian di atas, dalam hal ini, jika belanja daring lintas batas dipandang sebagai.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. perilaku yang diinginkan secara sosial, berdasarkan pengaruh yang diharapkan dari referensi yang relevan, maka individu tersebut lebih mungkin melakukan pembelian daring dari situs web internasional lintas batas negara dan begitu juga sebaliknya. Maka hipotesis yang diajukan adalah: H4: Keyakinan normatif berpengaruh positif pada norma subjektif individu. Theory of Planned Behavior (TPB) menguraikan bahwa niat perilaku (behavioural intention) dari seorang individu dipengaruhi oleh tiga faktor salah satunya adalah norma subjektif (subjective norm). (Ajzen, 1975; 1991; 2002; 2005). Beberapa studi juga menunjukkan bahwa sikap berpengaruh positif terhadap niat prilaku (Ega, 2017; Mihartinah & Corynata, 2018; Wan et al. 2019). Maka hipotesis yang diajukan adalah: H5: Norma subjektif berpengaruh positif pada niat perilaku individu untuk. belanja. daring. lintas. batas. negara..

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. 5. Kontrol Perilaku Yang Dipersepsikan, Efikasi Diri dan Niat Perilaku Ajzen (1991) mengemukakan bahwa Perceived behavioural control/PBC (kontrol perilaku yang dipersepsikan) dapat diartikan sebagai persepsi seseorang tentang kemampuannya untuk menampilkan suatu perilaku tertentu. Kontrol perilaku yang dipersepsikan berasal dari teori self-efficacy (efikasi diri) yang dicetuskan oleh Albert Bandura dan rekanrekannya (mis., Bandura, Adams, & Beyer, 1977; Bandura, Adams, Hardy, & Howells, 1980). Theory of planned behavior (TPB) menempatkan konstruk keyakinan efikasi diri atau kontrol perilaku yang dipersepsikan dalam kerangka kerja yang menjelaskan tentang hubungan antara keyakinan, sikap, niat, dan perilaku (Ajzen 1991:184). Self-efficacy/SE. (efikasi. diri). merupakan. kepercayaan. diri. seseorang pada kemampuannya untuk melakukan suatu perilaku, efikasi diri adalah salah satu anteseden penting untuk PBC dalam TPB (Davis, 1989; Venkates,h dan Davis, 2000). Bahkan menurut penelitian yag dilakukan (Ajzen, 1991) menujukkan bahwa keyakinan seseorang tentang SE secara positif mempengaruhi PBC. Berdasarkan pengertian di atas maka peneliti menerapkan nya untuk belanja daring lintas batas, ketika seseorang percaya diri maka akan terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembelian daring. Artinya, SE menggambarkan penilaian konsumen atas kemampuan mereka sendiri untuk membeli dari situs internasional. Maka hipotesis yang diajukan adalah:.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. H6: Efikasi diri berpengaruh positif pada kontol perilaku yang dipersepsikan saat belanja daring lintas batas negara.. Selain sikap dan SN, peran PBC adalah faktor penentu dari niat (Pavlou dan Fygenson, 2006). Hubungan antara PBC dan niat telah dibuktikan oleh sejumlah studi empiris (Ajzen, 1991; Ega, 2017; Mihartinah & Corynata, 2018; Wan et al. 2019). Dalam penelitian ini, maka semakin besar kontrol yang dirasakan seseorang atas belanja daring lintas batas, semakin besar kemungkinan dia memiliki niat untuk melakukan perilaku tersebut. Maka hipotesis yang diajukan adalah: H7: Keyakinan tentang kontol perilaku yang dipersepsikan berpengaruh positif terhadap niat perilaku individu untuk belanja daring lintas batas negara..

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. D. Kerangka Konseptual Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan landasan teori yang dikemukakan sebelumnya, dapat digunakan model penelitian sebagai berikut:. Gambar II. 2 Model Penelitian Sumber: diadaptasi dari Han et al., 2018..

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada pengujian hipotesis. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mengumpulkan variabel-variabel yang berasal dari teori yang sudah ada lalu ditetapkan sebagai indikator-indikator yang digunakan sebagai pertanyaan dalam kuesioner. Dengan data yang telah didapatkan melalui kuesioner, peneliti menginterpretasikan hasil penelitian melalui angka-angka yang diolah menggunakan teknik Structural Equation Modelling (SEM) dengan alat bantu analisis data yaitu AMOS versi 22. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yang merupakan metodologi penelitian sosial dengan melibatkan lebih dari satu kasus dalam sekali olah dan juga melibatkan beberapa variabel untuk melihat pola hubungannya.. B. Unit Analisis Unit analisis dalam penelitian ini adalah anggota masyarakat yang pernah melakukan belanja daring. lintas batas minimal dua kali, dalam. rentang waktu maksimal empat bulan terakhir. Kemudian variabel yang menjadi perhatian pokok dalam penelitian adalah attitude toward the behavior. 58.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. (sikap terhadap perilaku), subjective norm (norma subyektif), perceived behavioural control (kontrol perilaku yang dirasakan), behavior intention (niat perilaku), self-efficacy, normative belief (keyakinan normatif), kualitas layanan elektronik (E-S-QUAL) dan customer need for uniqueness (kebutuhan konsumen akan keunikan). C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Sugiyono (2015:135), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat umum yang sudah pernah melakukan belanja daring lintas batas negara. 2.. Sampel Menurut Sugiyono (2015:135), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2015: 144), purposive sampling adalah teknik pengambilan.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. sampel sumber data dengan kriteria tertentu. Kriteria yang ditetapkan oleh peneliti adalah: a). Berusia minimal atau sama dengan 18 tahun.. b) Sudah pernah melakukan belanja daring lintas batas minimal dua kali. c). Terakhir melakukan belanja daring litas batas maksimal dalam empat bulan terakhir.. Untuk menentukan ukuran sampel dalam analisis structural equation modeling (SEM), peneliti menggunakan pedoman Hair, at.al (2010), yaitu bergantung pada jumlah indikator yang digunakan dalam seluruh variabel bentukan. Jumlah sampel adalah lima kali dari jumlah item indikator variabel bentukan. Apabila, terdapat 8 variabel dengan 5 indikator pada masing-masing variabel maka besarnya sampel adalah 8x5x5= 200. Sehingga penelitian ini menggunakan 200 sampel. D. Teknik Pengumpulan Data 1.. Kuesioner (angket) Menurut Sugiyono (2014:230), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan. atau pernyataan tertulis. kepada. responden. untuk. dijawabnya. Penelitian ini akan menggunakan kuesioner online.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. sebagai sarana dalam mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan dan lima pilihan jawaban menggunakan Skala Likert. Menurut Sugiyono (2015:165) skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat seseorang atau sekelompok orang terhadap potensi dan permasalahan suatu objek, rancangan suatu produk, proses membuat produk dan produk yang telah dikembangkan atau diciptakan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yaitu: Tabel III. 1 Skala Likert No 1 2 3 4 5. Kategori Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Ragu-ragu/netral (N) Tidak setuju (TS) Sangat tidak setuju (STS). Nilai 5 4 3 2 1.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. E. Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu, variabel dependen dan dependent. 1.. Attitude toward the behavior (sikap terhadap perilaku) Fisbein dan Ajzen, (1975) mengemukakan bahwa “Attitude toward a behavior is defined as an individual’s positive or negative feelings about performing the target behavior”. Artinya sikap terhadap perilaku didefinisikan sebagai perasaan positif atau negatif individu tentang melakukan perilaku target. Indikator dari attitude toward the behavior diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Sultan & Uddin 2011; Teo 2002; Yang & Leaster 2004; Fazal & Rhee 2018; dan Gracia et al., 2020): a). Belanja daring dari toko online luar Indonesia sangat memudahkan saya untuk mengunjungi beberapa toko di beberapa negara dalam waktu bersamaan.. b). Belanja daring dari toko online luar Indonesia adalah ide yang bagus.. c). Saya bangga bisa belanja daring dari toko online luar Indonesia.. d). Saya senang melakukan belanja daring dari toko onlin luar Indonesia..

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. e). Saya suka melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. 2.. Subjective norm (norma subyektif) Tung (2011: 79), mengemukakan bahwa “subjective norm refers to the social pressures perceived by individuals to perform or not to perform the behavior. It relates to the beliefs that other people encourage or discourage to carry out a behavior. (norma subjektif mengacu pada tekanan sosial yang dirasakan oleh individu untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku. Hal ini terkait dengan keyakinan bahwa orang lain mendorong atau menghambat untuk melaksanakan perilaku). Indikator dari norma subyektif diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Hasbullaha et al., 2016; Lee & Ngoc 2010; George 2004; dan Gracia et al., 2020): a). Teman-teman saya menyarankan saya untuk melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. b) Keluarga saya setuju bila saya melakukan belanja dari toko online luar Indonesia. c). Teman-teman di sekitar saya banyak yang sudah melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. d) Saya sering melihat orang-orang terdekat saya melakukan belanja dari toko online luar Indonesia..

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. e). Belanja daring dari toko online luar Indonesia telah menjadi kebiasaan di lingkungan saya.. f). Saya peduli dengan apa yang dikatakan pengguna daring tentang pengalaman belanja daring dari toko online luar Indonesia.. 3.. Perceived behavioural control (kontrol perilaku yang dipersepsikan) Perceived behavioural control (kontrol perilaku yang dirasakan) dapat digambarkan sebagai persepsi individu tentang tingkat kesulitan dalam melakukan atau melakukan perilaku yang diinginkan (Ajzen, 1991). Indikator dari kontrol perilaku yang dipersepsikan diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Haricahyo 2015; Hasbullaha et al., 2016; Lee & Ngoc 2010, George 2004; dan Gracia et al., 2020): a). Belanja daring dari toko online luar Indonesia memerlukan sumber daya (finansial) yang banyak karena ada tambahan biaya pengiriman dan bea cukai.. b) Diperlukan pengetahuan dan kemampuan dalam mengakses toko daring saat belanja daring dari toko online luar Indonesia. c). Sangat mudah melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia, dengan fasilitas yang memadai (hp/computer dan internet).. d). Koneksi internet yang buruk menjadi salah satu faktor penghambat dalam melakukan belanja daring dari toko online luar indonesia..

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. 4.. Behavior intention (niat perilaku) TPB berpendapat bahwa perilaku individu didorong oleh niat (Ajzen, 2002). Dengan demikian, dalam penelitian ini, kami menggunakan niat perilaku sebagai variabel dependen akhir karena merupakan anteseden langsung dari perilaku aktual. Oleh karena itu, perilaku tidak muncul dalam model, dan jalur dari sikap menuju pembelian daring lintas batas mengarahkan niat perilaku. Menurut Ajzen (1985), niat perilaku adalah faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku individu. Indikator dari niat prilaku diadaptasi dari beberapa sumber yaitu: (Hasbullaha et al., 2016; Lee & Ngoc 2010; George 2004; dan Gracia et al., 2020): a). Saya berniat untuk melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. b) Saya berniat merekomendasi kepada orang lain agar melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia. c). Saya selalu mengikuti perkembangan informasi terbaru mengenai belanja daring dari toko online luar Indonesia.. d) Saya berniat untuk lebih sering melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia..

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. 5.. Kualitas layanan elektronik (E-SQ) Menurut Parasuraman et al. (2005) e-SQ dapat dikatakan "luas untuk mencakup semua fase interaksi pelanggan dengan situs Web: sejauh mana situs web memfasilitasi belanja, pembelian, dan pengiriman yang efisien dan efektif" (Parasuraman et al., 2005:217). Indikator dari kualitas layanan elektronik (E-SQ) diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Putra et al., 2016; Fadillah 2017; Permana & Djatmiko 2018; Lestari & Ellyawati 2019; dan Teofilus & Trisya 2016): a). Toko online terorganisir dengan baik. b) Tersedianya stok produk sesuai dengan yang diklaim perusahaan c). Refund dapat dilakukan jika barang rusak atau tidak sesuai pesanan.. d) Pengiriman produk sesuai dengan waktu yang dijanjikan. e). Toko online melindungi informasi pribadi saya. f). Tersedianya call center, e-mail, atau layanan komunikasi selama 24 jam..

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. 6.. Kebutuhan. konsumen. akan. keunikan. (Customer. Need. for. Uniqueness/CNFU) Tian et. al (2001; 52) mengungkapkan bahwa kebutuhan konsumen akan keunikan didefinisikan sebagai sifat mengejar perbedaan relatif terhadap orang lain melalui akuisisi, pemanfaatan, dan disposisi barang konsumen untuk tujuan mengembangkan dan meningkatkan citra diri dan citra sosial seseorang. Indikator dari kebutuhan konsumen akan keunikan (CNFU) diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Tian et.al, 2001; Abosag 2019; Zhu et.al, 2015; dan Rahman et.al 2018): a). Saya harus tampil berbeda dibandingkan teman sekeliling saya.. b) Saya tidak suka menggunakan barang yang umum dipakai orangorang. c). Saya harus menonjol di tengah kerumunan.. d) Saya tidak suka memiliki barang yang sama dengan orang lain. e). Saya tidak suka memakai barang yang sama di waktu yang bersamaan dengan orang lain..

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. 7.. Normative beliefs (keyakinan normatif) Normative beliefs (keyakinan normatif), yaitu keyakinan yang dimiliki individu bahwa ia melakukan suatu perilaku sesuai dengan apa yang dipikirkan orang lain yang berasal dari keluarga, pasangan hidup, kerabat, rekan dalam bekerja dan acuan lainnya yang berkaitan dengan suatu perilaku (Ajzen, 2006). Indikator dari keyakinan normatif diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Rahma 2011; George 2004; dan Anggelina & Japarianto 2014): a). Saya berfikir bahwa orang tua saya akan mendoromg saya melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. b) Saya berfikir bahwa kerabat/saudara saya akan mendorong saya melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia. c). Saya berfikir bahwa rekan kerja saya akan mendorong saya untuk melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. d) Saya berfikir bahwa teman-teman saya akan mendorong saya untuk melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia..

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. 8.. Self-Efficiency (Efikasi diri) Self-efficacy (efikasi diri) mengacu pada kepercayaan orang tentang kemampuan mereka untuk melakukan kontrol atas tingkat fungsi mereka sendiri dan atas peristiwa yang mempengaruhi kehidupan mereka" (Bandura, 1991:257). Indikator dari efikasi diri diadaptasi dari beberapa sumber yaitu (Haricahyo 2015; George 2004; Zha et al., 2013; Gracia et al., 2020 a). Saya memiliki sumber daya (finansial) untuk belanja daring dari toko online luar Indonesia.. b) Saya memiliki pengetahuan (informasi) sebelum melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia. c). Saya memiliki fasilitas (internet, laptop/hp) untuk melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia.. d) Saya memiliki waktu untuk melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia. e) Saya dapat melakukan belanja daring dari toko online luar Indonesia, tanpa bantuan orang lain di sekitar saya..

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47. F. Teknik Pengujian Instrumen Instrumen penelitian adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan menggunakan pola ukur yang sama. 1.. Uji Validitas Uji validitas merupakan instrumen penting yang harus dilakukan sebelum dilakukan analisis statistik, digunakan untuk mengetahui ketepatan dan kehandalan kuesioner. Menurut Siregar (2013:75), validitas bertujuan untuk mengukur valid tidaknya suatu item pertanyaan. Validitas yang diukur dalam penelitian merupakan construct validity. Validitas konstruk mencakup validitas konvergen dan diskriminan. a.. Validitas konvergen menunjukkan indikator-indikator dianggap dapat mengukur suatu variabel laten nya apabila memiliki korelasi yang cukup besar. Penilaian pada validitas konvergen berdasarkan factor loading dari masing-masing indikator terhadap variabel laten nya, dimana nilai factor loading: -. Jika factor loadings > 0,50 maka item pernyataan valid.. -. Jika factor loadings < 0,05 maka item pernyataan tidak valid..

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48. b.. Sedangkan untuk validitas diskriminan dapat dilihat dari nilai average variance extracted (AVE). Nilai AVE digunakan untuk menguji akar kuadrat dari setiap AVE apakah korelasi lebih besar dari setiap konstruk laten (Gefen dan Straub, 2005:94). Selain itu, nilai AVE digunakan sebagai syarat validitas diskriminan tercapai (Wijayanto, 2008:66). Nilai AVE minimum untuk menyatakan bahwa keandalan telah tercapai adalah sebesar 0,50 (Wijayanto, 2008:66). Nilai AVE dibawah 0,50 menunjukkan bahwa indikator memiliki rata-rata tingkat eror yang lebih tinggi. AVE dapat diukur dengan rumus sebagai berikut;. ∑. dimana. adalah standardized factor loading dan. adalah jumlah. variabel. Setelah nilai AVE didapatkan, kemudian dibandingkan dengan nilai Maximum Shared Variance (MSV). Nlai MSV didapat dari hasil output data di AMOS. Dikatakan terjadi validitas diskriminan apabila nilai MSV lebih kecil daripada nilai AVE (Hair et. al.,. 2006).. Pengujian. validitas. ini. dilakukan. menggunakan bantuan software AMOS dan Excel.. dengan.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49. 2. Uji reliabilitas Menurut Siregar (2013:87), reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala dengan menggunakan alat pengukuran yang sama pula. Reliabilitas dari suatu variabel dapat dilihat melalui nilai Cronbach Alpha Coefficient, nilai tersebut akan digunakan untuk mengukur konsistensi internal dalam suatu variabel. Menurut Hilton dan Brownlow (2004), data yang diperoleh akan dikatakan reliabel bila nilai Cronbach Alpha: -. Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna.. -. Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi.. -. Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat.. -. Jika alpha < 0,5 maka reliabilitas rendah..

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50. G. Teknik Analisis Data 1. Uji normalitas Menguji normalitas data bertujuan untuk mengidentifikasi apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dilakukan dengan menghitung distribusi data secara keseluruhan (multivariate).. Adapun. pengujian. dilakukan. dengan. menghitung critical ratio (C.R) multivariat. Program AMOS telah menyajikan hasil perhitungan normalitas data serta rincian sebaran data. Adapun untuk mencari nilai c.r dilakukan dengan 2 tahap, yaitu (Santoso, 2012:86): a. Menghitung standar error (s.e) multivariat. s.e := √ dimana: s.e = standar error;. b.. N. = jumlah sampel;. P. = jumlah indikator (variabel manifes).. Menghitung C.R multivariat. C.R =.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi yang berjudul “Analisis Pengaruh Bauran Promosi terhadap Sikap Konsumen (Study Pada Toko Online Baju Melalui Media Facebook)” disusun untuk memenuhi