• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Arens and Loebbecke Auditing Pendekatan Terpadu, Salemba Empat,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Arens and Loebbecke Auditing Pendekatan Terpadu, Salemba Empat,"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Arens and Loebbecke. 2006. Auditing Pendekatan Terpadu, Salemba Empat, Jakarta.

Champion, Dean J. 1981. Basic Statistic For Social Research. 2th edition. New York: Mac Millan Publishing Co.

Dewirai Citra Yunia, 2006. Pengaruh Pemeriksaan Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakan PPh Pasal 21. Skripsi FE Universitas Padjajaran.

Mardiasmo. 2006. Perpajakan, Edisi Revisi, Andi, Yogyakarta.

Moh. Nasir, 1999. Metode Penelitian. Cetakan Ke-4: Ghalia Indonesia.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesi No.123/PMK.03/2006 tentang Perubahan Atas Menteri Keuangan No.545/KMK.04/2000 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak

Resmi Siti. 2007. Perpajakan Teori dan Kasus, Edisi Satu, Salemba Empat, Jakarta.

(2)

Soemitro, Rochmat dan Wirawan B. 2005. Perpajakan Indonesia, Salemba Empat, Jakarata.

Sugiyono 1999. Metode Penelitian Bisnis: Alfabeta. Bandung.

Suharsimi Arikunto. 1998. Manajemen Penelitian, Edisi baru: Rineka Citra.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Waluyo. 2005. Perpajakan Indonesia, Edisi Lima, Salemba Empat, Jakarta.

www.klik pajak.com.

(3)

STRUKTUR ORGANISASI KPP PRATAMA

KEPALA KANTOR

Seksi Ekstensifikasi

Perpajakan

Seksi Pelayanan Seksi Pengawasan *) Dan Konsultasi

Seksi Penagihan Seksi Pemeriksaan

Kelompok Jabatan Fungsional

Subbagian Umum

*) Ada 4 (empat) Seksi Pengawasan Dan Konsultasi

Kantor Pelayanan Pajak

Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak

Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan KPP PRATAMA

Seksi Pengolahan Data dan Informasi

(4)

KUESIONER

PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM RANGKA

PEMENUHAN KEWAJIBAN PPH PASAL 21

A. Pertanyaan Umum

Keterangan : Diisi dengan memberikan tanda (x) sesuai dengan jawaban yang Bapak/Ibu anggap benar.

Data Pribadi

1. Nama :

2. Jabatan :

3. Pendidikan terakhhir : a) S3 b) S2 c) S1

d) D3 e) Lain-lain

4. Lama Bekerja :

B. Pertanyaan Khusus

Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan tanggapan yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengalaman, pengamatan dan pengetahuan Bapak/Ibu selama bekerja di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega.

Berikan tanda (x) pada jawaban yang dianggap benar. Jawaban untuk pertanyaan di bawah ini adalah sebagai berikut:

Y : Ya T : Tidak

Beri tanda ( X ) pada jawaban yang paling sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu

(5)

DAFTAR PERTANYAAN

Tujuan Pemeriksaan

1. Apakah pemeriksaan pajak dapat dilakukan apabila SPT Masa dan atau SPT Tahunan PPh pasal 21 tidak disampaikan atau disampaikan dengan waktu yang telah ditetapkan.

a. Ya

b. Tidak

2. Apakah pemeriksaan pajak dilakukan apabila indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi oleh wajib pajak.

a. Ya b. Tidak

3. Apakah pemeriksaan pajak dapat mempengaruhi jumlah wajib pajak baru, dengan pemberian NPWP secara jabatan.

a. Ya b. Tidak

4. Apakah pemeriksaan pajak dapat dilakukan untuk pencocokan data dan/ atau alat keterangan.

a. Ya b. Tidak

Ruang Lingkup Pemeriksaan

5. Apakah pemeriksaan lapangan yang dilakukan dengan menggunakan teknik- teknik pemeriksaan pajak dengan kedalaman dan bobot yang sederhana sesuai dengan ruang lingkup pemeriksaan sederhana.

a. Ya b. Tidak

6. Apakah pemeriksaan Sederhana Kantor dapat dilakukan terhadap wajib pajak atas pemotongan PPh Pasal 21 untuk tahun berjalan.

a. Ya b. Tidak

(6)

Norma Pemeriksaan

7. Apakah dengan Tanda Pengenal dan Surat Perintah Pemeriksaan akan membantu pemeriksa pajak dalam melaksanakan pemeriksaan lapangan.

a. Ya b. Tidak

8. Apakah pemeriksa pajak yang telah mendapat pendidikan teknis yang cukup dan memiliki keterampilan sebagai pemeriksa pajak akan mendukung tercapainya tujuan pemeriksaan.

a. Ya b. Tidak

9. Apakah pemeriksa pajak wajib memberi petunjuk kepada wajib pajak mengenai penyelenggaraan pembukuan/ pencatatan dan petunjuk lainnya mengenai pemenuhan kewajiban perpajakan.

a. Ya b. Tidak

10. Apakah surat panggilan yang ditandatangani Kepala Kantor mempunyai pengaruh terhadap kesediaan wajib pajak untuk hadir di Kantor Pelayanan Pajak dalam rangka pemeriksaan Sederhana Kantor.

a. Ya b. Tidak

11. Apakah laporan pemeriksaan pajak harus dibuat secara rinci, ringkas, dan jelas.

a. Ya b. Tidak

Pelaksanaan Pemeriksaan

12. Apakah laporan pemeriksaan pajak dapat digunakan sebagai dasar penerbitan Surat Ketetapan Pajak dan atau Surat Tagihan Pajak.

a. Ya b. Tidak

(7)

13. Apakah kerahasiaan wajib pajak tentang segala sesuatu dalam rangka pemeriksaan harus dijaga.

a. Ya b. Tidak

14. Apakah benar Pemeriksaan Sederhana Kantor (PSK) dilaksanakan dalam jangka waktu 4 (empat) minggu, dan dapat diperpanjang paling lama 6 (enam) minggu.

a. Ya b. Tidak

15. Apakah Pemeriksaan Sederhana Lapangan (PSK) dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) bulan, dan dapat diperpanjang paling lama 2 (dua) bulan.

a. Ya b. Tidak

16. Apakah dengan adanya pemeriksaan pajak dapat memberi gambaran yang sesuai dengan keadaan sebenarnya tentang wajib pajak.

a. Ya a. Tidak

17. Apakah keterangan lisan dan atau tertulis dari wajib pajak dan pihak ketiga yang mempunyai hubungan dengan wajib pajak yang diperiksa dapat diandalkan

tingkat kepercayaannya.

a. Ya b. Tidak

18. Apakah dengan buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen lainnya milik wajib pajak, akan membantu pemeriksa pajak untuk mencapai tujuan pemeriksaan.

a. Ya b. Tidak

(8)

Produk dari Hasil Pemeriksaan Pajak

19. Apakah Surat Ketetapan Pajak dan atau tambahan pajak dapat timbul sebagai akibat pemeriksaan.

a. Ya b. Tidak

20. Apakah produk pemeriksaan pajak banyak tergantung dari temuan sampai di mana kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dilaksanakan wajib pajak.

a. Ya b. Tidak

Kepatuhan Wajib Pajak dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Material 21. Apakah setelah pemeriksaan terhadap wajib pajak dilaksanakan, maka wajib

pajak akan memenuhi kewajiban perpajakan material, yaitu menghitung secara baik dan benar besarnya PPh Pasal 21 terutang.

a. Ya b. Tidak

22. Apakah dengan pemeriksaan pajak PPh Pasal 21, wajib pajak akan lebih memahami mengenai tata cara pemotongan maupun penghitungan PPh Pasal 21.

a. Ya b. Tidak

Kepatuhan Wajib Pajak dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Formal 23. Apakah dengan adanya pemeriksaan maka wajib pajak akan menyampaikan

SPT Masa dan SPT Tahunan PPH Pasal 21 yang isinya benar, lengkap, serta memberikan keterangan yang benar.

a. Ya b. Tidak

24. Apakah setelah didakannya pemeriksaan, wajib pajak memotong PPh dari setiap penghasilan yang melebihi PTKP.

a. Ya

(9)

b. Tidak

25. Apakah Wajib Pajak telah melaporkan SPT Masa dan SPT Tahunan PPh Pasal 21 secara tepat waktu.

a. Ya b. Tidak

26. Apakah dengan adanya pemeriksaan wajib pajak akan bersedia meminjamkan pembukuan, catatan, atau dokumen lainnya.

a. Ya b. Tidak

27. Bila jumlah PPh Pasal 21 yang terutang lebih besar dari jumlah PPh Pasal 21 yang telah disetor, apakah wajib pajak akan memenuhi kewajibannya sesuai dengan SKPKB yang diterbitkan hasil dari pemeriksaan.

a. Ya b. Tidak

28. Apakah Wajib Pajak membayar/ menyetor sendiri pajak yang telah dipotong PPh Pasal 21.

a. Ya b. Tidak

Terima Kasih atas Kesediaan Bapak/ Ibu mengisi Kuesioner ini.

(10)

Frekuensi Jawaban Responden Variabel Pemeriksaan Pajak

Responden

Jumlah Jawaban Kuesioner

No.

1 2 3 4 5 Y T 1. Y Y Y Y Y 5 0 2. Y Y Y Y Y 5 0 3. Y T Y T T 2 3 4. Y Y Y Y Y 5 0 5. Y Y Y Y Y 5 0 6. Y Y T Y T 3 2 7. Y T Y Y Y 4 1 8. Y Y Y Y Y 5 0 9. Y Y Y Y Y 5 0 10. Y T T Y Y 3 2 11. Y Y Y Y Y 5 0 12. Y T Y T T 2 3 13. Y Y Y Y Y 5 0 14. Y Y Y Y Y 5 0 15. Y T Y T Y 3 2 16. Y T Y T T 2 3 17. Y Y Y Y Y 5 0 18. Y Y Y Y Y 5 0 19. Y Y Y Y T 4 1 20. Y Y Y Y Y 5 0

Total 83 17

(11)

Frekuensi Jawaban Responden

Variabel Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dalam Rangka Pemenuhan Kewajiban PPh Pasal 21

Responden

Jumlah Jawaban Kuesioner

No.

1 2 3 4 5 Y T 1. Y Y Y Y Y 5 0 2. Y Y Y Y Y 5 0 3. Y Y Y T T 3 2 4. Y Y Y Y Y 5 0 5. Y T Y Y T 3 2 6. Y Y Y T Y 4 1 7. Y T Y Y Y 4 1 8. Y Y Y Y Y 5 0

Total 34 6

(12)

Rekapitulasi Frekuensi Jawaban Responden

Variabel Pemeriksaan Pajak dan Variabel Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dalam Rangka Pemenuhan Kewajiban PPh Pasal 21

Jawaban Responden Responden No.

Y T Total

1. 28 0 28 2. 20 8 28 3. 26 2 28 4. 22 6 28 5. 21 7 28 Total 117 23 140

Referensi

Dokumen terkait

Okamoto (2008) menyatakan bahwa “diperlukan kemampuan untuk memahami esensi dari pengetahuan, bahwa pengetahuan tidak boleh tertutup hanya pada pemahaman manusia

 Faktorisasi prima adalah pecahan bilangan komposit yang terdiri dari bilangan-bilangan pembagi yang lebih kecil, dan hasil perkalian dari bilangan-bilangan tersebut sama

Demikian kami sampaikan, atas perhatiaannya kami ucapkan

Keaslian penelitian ini adalah usulan model pengelolaan RL yang meliputi jalur formal (aliran closed loop) dan jalur informal (aliran open loop),

Bauran Promosi (promotion mix) juga disebut bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix) perusahaan merupakan paduan spesifik hubungan masyarakat, iklan,

Seorang dokter muda bekerja magang di rumah sakit untuk menangani pasien di bawah pengawasan dokter-dokter lain yang sudah senior, sehingga tidak benar apabila dikatakan pasien

Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini diantaranya: 1) pengembangan perangkat pembelajaran bermuatan integrasi Islam-sains untuk menanamkan

Hasil pada Tabel 4 menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pegagan dan perlakuan perbandingan CMC dengan maizena berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna