• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARTIKEL ILMIAH CANDI SAWENTAR-KKN R19

N/A
N/A
Regita Ryzki

Academic year: 2023

Membagikan "ARTIKEL ILMIAH CANDI SAWENTAR-KKN R19"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA SEJARAH CANDI SAWENTAR DI DESA

SAWENTAR KABUPATEN BLITAR

Penulis Pertama

Nama Institusi (Program Studi, Universitas) Email: [email protected]

Penulis Kedua

Nama Institusi (Program Studi, Universitas) Email: [email protected]

Abstrak. Seiring berkembangnya zaman, destinasi wisata semakin banyak dan terus meningkat salah satunya yaitu wisata sejarah candi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui survei ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pengembangan yang dapat dilakukan untuk destinasi wisata Candi Sawentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dapat dilakukan sebagai bentuk pengembangan potensi wisata Candi Sawentar adalah dengan pemasangan petunjuk arah dan pemberian barcode yang dapat di scan sebagai bentuk digitalisasi agar wisatawan lebih mudah dalam mengakses sejarah Candi Sawentar.

Kata Kunci: Pengembangan; Candi Sawentar; Petunjuk Arah; Barcode.

PENDAHULUAN

Wisata sejarah merupakan perjalanan untuk merasakan tempat dan aktivitas yang dengan asli menggambarkan sejarah di masa lampau. Destinasi wisata sejarah sendiri memiliki berbagai macam jenis salah satunya adalah Candi. Candi sendiri merupakan bangunan peninggalan masa lampau yang terdapat relief di dalamnya.

Candi Sawentar merupakan salah satu bangunan sejarah yang berlokasi di Dusun Centong, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dan bangunannya digali sekitar tahun 1915-1920. Bangunan Candi Sawentar ini diperkirakan merupakan kompleks percandian, karena pada tahun 1999 ditemukan kembali bangunan candi berjarak sekitar 100meter dari Candi Sawentar pertama yang kemudian candi ini disebut dengan Candi Sawentar II. Kisah dibalik pembangunan kompleks Candi Sawentar ini masih belum terungkap secara keseluruhan.

Dalam hal ini, Candi tersebut merupakan salah satu asset berharga yang dimiliki oleh Desa Sawentar yang dapat dijadikan tempat wisata sejarah jika dikembangkan.

Kegiatan pengembangan potensi destinasi wisata ini bertujuan agar wisata Candi Sawentar dapat diketahui dengan mudah oleh masyarakat luas. Untuk itu pengembangan potensi destinasi wisata Candi Sawentar dapat dilakukan dengan cara memasang petunjuk arah pada setiap ruas jalan menuju ke dalam lokasi Candi Sawentar yang letaknya cukup dalam daripada jalan utama yaitu di tengah pemukiman warga.

Selanjutnya, dapat dilakukan pemasangan barcode agar wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai sejarah Candi Sawentar.

METODE PELAKSANAAN

Metode penelitian merupakan alat untuk menyelesaikan permasalahan pada penelitian. Pada penelitian ini menggunakan metode Kualitatif untuk menyelesaikan masalah. Penelitian kualitatif cocok dengan peneiliti ini dikarenakan penulis akan terjun

(2)

kelapangan dan observasi lebih dalam. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami gejala tanpa memerlukan data statistik untuk menyelesaikan masalah dan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kondisi yang nyata atau data yang sebenarnya dengan pendekatan fenomenologi.

Pendekatan fenomenologi ini bertujuan untuk melihat atau mendengarkan pengalaman dan pemahaman atau perspektif narasumber. Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkapkan peristiwa pengalaman yang terjadi secara realitas (Rahmat, 2009). Pendekatan fenomenologi sesuai dengan penelitian yang dikaji, karena dilakukan dengan situasi yang alami atau dilapangan.

Penelitian ini menggunakan metode survei untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Metode survei tersebut meliputi observasi dengan langsung turun ke lapangan, wawancara dengan narasumber dan etnografi atau mengetahui kehidupan sosial masyarakat. Melakukan survei merupakan kegiatan yang penting sebelum melakukan penelitian kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Sawentar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa dalam aktivitas pengembangan potensi destinasi wisata Candi Sawentar tidak berjalan dengan baik atau dapat dikatakan bahwa tidak ada upaya yang maksimal yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Maka dari itu, pelaksanaan pengembangan wisata Candi Sawentar dilakukan oleh peneliti. Berikut pemaparan hasil dan pembahasannya.

Pemasangan Plakat

Pembuatan Barcode Sejarah Candi Sawentar SIMPULAN

Pada pelaksanaannya, kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dengan pemasangan plakat atau petunjuk arah dan barcode berjalan dengan sangat lancar dan baik. Dengan adanya hal tersebut, pengunjung atau wisatawan dapat dengan mudah menemukan lokasi Candi Sawentar dan juga pemasangan barcode dapat memudahkan wisatawan maupun tour guide dalam pengetahuan mengenai sejarah Candi Sawentar.

UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya pelaksanaan kegiatan pengabdian terutama pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dosen Pembimbing Lapangan yang mendampingi hingga akhir dari kegiatan, dan rekan satu tim yang membantu penyusunan dan dukungannya. Atas kekurangan dan minimnya sumber yang dituliskan, Peneliti berharap untuk kedepannya dapat menjelaskan dengan berbagai sudut padang sumber penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Ir. Firmansyah Rahim. 2012. Pedoman Kelompok Sadar Wisata. Jakarta: Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Chandra, AA. 2016. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sawentar Sebagai Penghela Pelestarian Bahasa Dan Budaya Jawa, Vol.3, No.2: 133-142, Desember.

Referensi

Dokumen terkait

Namun, sebagai tahap awal, penelitian terhadap model penilaian yang tersusun atas beberapa komponen model yang bersifat skematik adalah sangat mendesak, sehingga studi ini

diperlukan. Tingkat kedetilan yang diperlukan tergantung pada bagaimana data permintaan yang tidak terdistorsi akan digunakan oleh perusahaan yang terlibat

Pendidikan profetik adalah proses pembelajaran yang dikorelasikan dengan nilai kenabian dengan usaha menanamkan sifat wajib bagi Rosul ke dalam pembelajaran, sifat

Selanjutnya ia menyebutkan dengan konsep perdagangan bebas ini, suatu negara dapat memproduksi produk-produk yang lebih efisien dengan biaya produksi yang lebih rendah

Faktor di dalam organisasi yang dapat menimbulkan stres kerja antara lain : tekanan untuk menghindari kekeliruan, menyelesaikan tugas dalam kurun waktu yang terbatas, beban kerja

dan inovasi.Kreativitas dapat dijabarkan sebagai suatu kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang unik, fresh dan dapat diterima umum.

Motivasi kerja adalah dorongan atau semangat yang timbul dalam diri seseorang atau pegawai untuk melakukan sesuatu atau bekerja, karena adanya rangsangan dari luar

Hanya saja kesadaran pekerja perlu ditingkatkan lagi, agar dapat meminimalkan kecelakaan kerja, sehingga alat perlindungan yang disediakan oleh perusahaan dapat