Bidang unggulan: Pendidikan
LAPORAN PENELITIAN
PERAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BACA ANAK SD
TIM PENELITI :
WAHYU NUNING BUDIARTI, M. Pd GIGIH WINANDIKA, M. Pd
NAELA KAMALIA KARISATUL MAULA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA AL GHAZALI CILACAP
2022
2
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PENELITIAN UNUGHA CILACAP
Judul Penelitian : Peran Orangtua Terhadap Minat Baca Anak Bidang Unggulan : Pendidikan
Ketua Penelitian :
a. Nama Lengkap : WAHYU NUNING BUDIARTI, M.Pd.
b. NIP/NIDN : 0628098303 c. Pangkat/Golongan :
d. Jabatan Fungsional : Lektor
e. Jurusan : Pendidikan Dasar f. Alamat Rumah : Jl. Kambing 30 Rt4/1 g. Telp Rumah/HP : 0857-2910-0841
h. E-mail :[email protected] Jumlah Anggota Peneliti : 4 Orang
Jumlah Mahasiswa : 2 Orang Lama Penelitian : 5 Bulan Jumlah Biaya : 1.370.000,00
Cilacap, 7 Maret 2022 Ketua Program Studi
( MAWAN AKHIR RIWANTO, M.Pd.) NIDN. 0628098501
Ketua Peneliti
( WAHYU NUNING BUDIARTI M.PD ) NIDN. 0628098303
Mengetahui, Kepala
LP2M
(Fahrur Rozi, M.Hum ) 951011074
3
1. Judul Usulan Penelitian : Peran Orang Tua Terhadap Minat Baca Anak SD
2. Bidang Unggulan : Pendidikan 3. Ketua Peneliti :
a. Nama Lengkap : Wahyu Nuning Budiarti b. NIP/NIDN : 0628098303
c. Pangkat/Golongan : Lektor d. Jabatan Fungsional : Lektor e. PS/Fakultas : PGSD/KIP
f. Alamat Rumah : Jl. Kambing 30 Rt4/1 g. Telp Rumah/HP : 0857-2910-0841
h. E-mail : [email protected]
4. Anggota peneliti
No Nama Bidang Keahlian Alokasi Waktu (Jam/ Minggu) 1 Wahyu Nuning B Pendidikan IPA 10 jam
2 Gigih Winandika Pendidikan Dasar 8 jam 3 Naela Kamalia Pendidikan Dasar 6 jam 4 Karisatul Maula Pendidikan Dasar 6 jam
5. Objek penelitian yang diteliti : Peran Orangtua Terhadap Minat Baca Siswa 6. Masa pelaksanaan penelitian : 6 bulan
7. Anggaran yang diusulkan : Rp 1.370.000,00
8. Lokasi penelitian : SDN 1 Pringtutul, Rowokele 9. Hasil yang ditargetkan : Meningkatkan peran orangtua
terhadap minat baca siswa 10. Institusi lain yang terlibat 1
6
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Wahyu Nuning Budiarti
NIDN : 0628098303
Judul Penelitian : Peran Orangtua Dalam Minat Baca
Dengan ini menyatakan bahwa hasil penelitian ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata di kemudian hari penelitian ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan atas karya orang lain, maka saya bersedia bertanggung jawab sekaligus menerima sanksi.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaaan sadar dan tidak dipaksakan.
Ketua Peneliti
( WAHYU N BUDIARTI, M.Pd ) NIDN. 0628098303
7 ABSTRAK
PeranOrangtuadalam Mengembangkan MinatBacaSiswa SD121Manado.
Pendahuluan:Perpustakaan Nasional menyatakan minat atau budaya membaca buku di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di daerah terpencil atau desa-desa hingga saat ini masih rendah atau kurang menggembirakan."Belum menggembirakan ini salah satunya bukan karena tidak minat, melainkan ketersediaan buku yang bisa merangsang mereka untuk membaca juga kurang," kata Kepala Pusdiklat Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Gardjito saat menjadi pembicara dalam talkshow di festival budaya pustaka yang digelar di Kebun Bibit Bratang Surabaya, Sabtu.Selain itu, lanjut dia, masyarakat Indonesia lebih kuat pada budaya lisan dari pada budaya membaca."Apalagi saat ini ada budaya mendengar," katanya.UNESCO pada 2012 mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Sedangkan UNDP merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen, sementara Malaysia sudah mencapai 86,4 persen. Menurut dia,harus ada upaya bersama yang harus dilakukan untuk meningkatkan minat baca, salah satunya harus dimunculkan dari lingkungan keluarga.Untuk itu, lanjut dia, Perpustakaan Nasional meminta dukungan agar rancangan UU sistem perbukuan bisa segera disahkan agar keinginan untuk meningkatkan minat baca tercapai."Kita juga sudah berupaya untuk memberikan bantuan perpustakaan di desa-desa dan mobil keliling.Maka kami minta semua ini didukung masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakanSOR(stimulus organism, responini) teori, dan metode penelitian deskriptif. Hasil:Ada 41responden dalam penelitian ini didasarkan pada data jumlah siswa yang diperoleh pada121 Negara, ketika subjek besar dantidak bisamenjangkau semua sampel yang diambil antara 10-15% atau lebih. Sementara itu, jika subjeknyakurang dari.1 00, lebih baik diambil semuanya, dan dalam hal inijumlahsampel yang diambildalam penelitian ini adalah30% dari140orang tuaperwakilanJadi ukuran sampel dianggap untuk penelitian ini adalah41.Saran:
diperkirakan akan lebih berupaya untuk mensosialisasikan siswa mereka untuk lebih memanfaatkan perpustakaan sekolah.
Kata Kunci: Peran orang tua, minat baca
8
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas berkas Rahmat dan KaruniaNya, Kami dapat menyelesaikan kegiatan Penelitian. Peran Orang Tua Terhadap Minat Baca Anak SD. Penelitian ini merupakan perwujudan salah satu Tri Dharma Pergururan tinggi yang dilaksanakan oleh civitas akademikauniversitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2021-7 Februari 2022.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan kebutuhan peserta didik, terutama dalam Pengembangan Peran Orang Tua Terhadap Minat Baca Anak SD. Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pengabdian.
2. LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap yang telah memberikan dukungan dan bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini.
3. Seluruh civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap yang telah membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan penelitian ini.
Akhir kata semoga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pringtutul.
Cilacap, 7 Maret 2022
Ketua Pelaksana
9 DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan ... ……….. ii
Daftar Isi ... ……….. iii
Pernyataan Keaslian Penelitian ... ……….. iv
Abstrak ... ……….. v
Kata pengantar ... ……….. vi
Daftar isi ... ……….. vii
BAB I PENDAHULUAN ... ……….. 1
BAB II STUDI PUSTAKA ... ……….. 3
BAB III METODE PENELITIAN ... ……….. 7
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN .. ……….. 10
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... ..……… 15
DAFTAR PUSTAKA ... ……….. 16
Lampiran-Lampiran ………. ……….. 17
10 BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bukan menjadi sebuah rahasia lagi bahwabuku adalah gudangnya ilmu. Bahkan, meski saat ini banyak informasi yang beredar di dunia maya, hampir bisa dipastikan semua informasi di sanaberasal atau minimal berawal dari sebuah buku. Sebab buku adalah catatan sejarah dan kisah yang ditulis dengan banyak referensi. Membaca adalah salah satu cara untuk membuka cakrawala dunia. Membaca buku juga merupakan kegiatan utama dalam pendidikan. Lewat membaca, kitamemperoleh pengetahuan baru, informasi, hiburan dan lain sebagainya. Membaca sangatlah penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalammenilai maupun dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, dengan membaca seseorang akan memiliki rasa kebahasaan yang tinggi. Dengan pengetahuan yang diperoleh melalui membaca, seseorang akan memiliki wawasan yang lebih luas, sehingga ia dapat memberikan berbagai perspektif bagiorang lain maupun dirinya sendiri.
Tumbuhnya minat dan kebiasaan membacakhususnya di kalangan anak-anak tidak bisa datang dengan sendirinya dari luar, minat bacaharus dipupuk dari dalam keluarga sendiri karenaitu ada baiknya orang tua mulai menumbuhkan kebiasaan membaca dari semenjak dini agar anak terbiasa untuk menyukai kegiatan membaca.Peran dari berbagai pihak diantara peran orang tua, guru sekolah, dan pihak-pihak terkait lainnyajuga sangat memperngaruhi kecintaan anak akankegiatan membaca. Anak yang gemar membaca tidak datang dari anak itu sendiri akan tetapi anak yang gemar membaca biasanya mempunyai orang tua dan guru yang mampu membimbing untuk membaca. Kebiasaan membaca ini terbentuk pada diri seseorang karena dipengaruhi oleh faktor eksternal yang meliputi faktor sosial dan faktor lingkungan. Faktor sosial meliputi pergaulansesama teman sewaktu di sekolah dan tempat lesmaupun di luar keduanya, sedangkan faktor sosialterbesar bagi perkembangan minat
11
baca anakdatang dari keluarga, yaitu melalui pola asuhorang tua, hubungan antara orang tua dan anak sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak.
Adapun faktor lingkungan yaitu faktor keadaanlingkungan di mana seseorang berada, misalnya ada tidaknya tempat membaca yang memadai, dana untuk pengadaan bahan bacaan, dan lain-lain. Namun sayangnya, kebiasaan membacabagi anak masih menempati prioritas terendahdibandingkan dengan kegiatan anak yang lainnya,seperti bermain di luar dengan teman-temannya, menonton TV, dan bermain video games. Karenaitu diperlukan peranan orang tua yang tepat gunamenumbuhkan minat baca anak. Peran orang tua seperti membacakan cerita kepada anak sebelum anak tidur, mengajak anak ke perpustakaan,memberikan hadiah buku kepada anak, mengajakanak ke toko buku/ pameran buku, merupakan beberapa bentuk peranan yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan membaca anak.
Kebiasaan masyarakat Indonesia dalammembaca dan menulis masih terbilang sangatrendah. Tak usah jauh menelisik pada masyarakatEropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, ataubahkan di Amerika, di kawasan Asia Tenggara(ASEAN) saja, Indonesia menempati urutanketiga terbawah di kawasan ASEAN.
Orang tua merupakan bagian dari keluarga dan keluarga adalah lingkungan yang pertama kali ditemui oleh seorang anak. Dalam keluarga, anak belajar bertingkah laku, tumbuh dan berkembang. Pola asuh yang diterima seorang anak bersifat subjektif sehingga motivasi belajarnya tergantungbagaimana anak menerima pola asuh yangdiberikan orang tuanya.
Dengan pola asuh yang diberikan orang tua akan membuat anak termotivasi dalam melakukan berbagai hal, salah satunya kegiatan membaca. Ketika kegiatan membaca telah ditanamkan sejak dini dan kemudian menjadi kebiasaan dari seorang anak, hal itu tidak hanya bermanfaat terhadap kondisi anak pada saat itu saja, namun jugabermanfaat bagi kehidupan anak di masa depan. Oleh karena itu, anak harus diajarkan bagaimana agar mencintai buku sejak dini.
Minat baca perlu ditanamkan dan dipupuk pada diri setiap manusia (siswa) baik oleh diri sendiri atau oleh orang lain, untuk dapat
12
diharapkan prestasinya terus meningkat di masa yang akan datang. Guna meningkatkan minat baca ada banyak cara yang perlu dilakukan, termasuk diantaranya seperti yang dikemukakan Dr. Tarigan adalah:Pertama, berusaha untuk selalu menyediakan waktu untuk membaca secara rutin.Haruslah kita sadari bahwa orang yang dapat membaca dengan baik adalah orang yang biasa berpikir dengan baik pula.Kedua, biasakanlah untuk dapat memilih bacaan yang baik dan kita butuhkan.Masalah yang sering kita hadapi adalah kita dapat belum dapat memilih buku bacaan yang baik, juga karena terbentur oleh sempitnya waktu hingga kita tidak dapat membaca buku dalam jumlah yangbanyak.olehkarena itu diperlukan keterampilan dalam memilih bahan bacaan. (Tarigan, 1987 : 108).Peningkatan minat baca dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya : Menyediakan bahan bacaan;
Pemilihan bahan yang baik; Memiliki kesadaran dan minat yang tinggi terhadap membaca; Penyediaan waktu untuk membaca. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa cara yang paling efektif untuk meningkatkan minat baca adalah menciptakan kondisi cinta baca.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah;
Bagaimanakah peran orangtua terhadap minat baca siswa?
a. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah ;
1. Meningkatkan peran orangtua terhadap minat baca siswa.
b. Urgensi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan meningkatkan peran orangtua terhadap minat baca siswa.
13 BAB II STUDI PUSTAKA
A. Minat Baca Siswa
Cara menumbuhkan minat baca anak ditengah berbagai kendala. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat adalah salah satu faktor penentu yang dapat mendorong anak untuk mencintai bacaan. Keluarga dapat memupuk kecintaan anak sejak dini untuk membaca dengan berbagai kegiatan yang sifatnya dapat meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya membaca.dapat menikmati buku lebih lama. Dalam kegiatan ini orang tua dapat bermain dengan buku atau bacaan lain sambil menerangkan gambar yang ada didalamnya. Anak dapat ikut serta secara aktif seperti mengulangi kata-kata, menunjuk serta menyebutkan benda-benda yang ada didalam buku-buku.
1. Mendongeng atau membacakan cerita kepada anak. Mendongeng sudah mulai jarang dilakukan oleh orang tua, padahal kegiatan ini sangat disukai oleh anak. Biasanya anak sangat antusias mendengar cerita dongeng baik dari segi ide, imaginsi dan peristiwa - peristiwanya - bahkan mereka tidak pernah bosan mendengar cerita yang sama. Seorang anak pada usia tiga tahun sudah mulai memahami apa yang terjadi disekelilingnya dan mampu mengingat apa yang disampaikan kepadanya. Mendongeng biasanya dilakukan orang tua tanpa disertai buku bacaan, untuk mengugah anak menyukai bacaan orang tua dapat
14
menyertai buku bacaan dengan membacakan cerita dengan suara yang hidup. Tema cerita dan panjang cerita perlu disesuaikan dengan usia anak. Pilihlah waktu yang santai, membaca cerita dapat mendorong anak untuk dapat membaca cerita tersebut sendiri. Pada anak yang sudah dapat membaca, orang tua dapat mengajak anak untuk bergantian bercerita.Berkunjung ke Toko Buku. Membawa anak ke toko buku dapat mempunyai pengaruh yang positif pada minat anak terhadap buku dan bacaan. Di toko buku anak dapat melihat-lihat berbagai buku yang ada disana dan memperhatikan pengunjung lainnya. Berikan kesempatan kepada anak untuk membuka-buka buku yang ada dan memilih buku yang disukainya. Orang tua dapat menyarankan kepada anak buku yang sesuai untuk usianya. Orang tua perlu memberitahukan kepada anak bahwa jika ingin membaca buku yang ada di toko buku, buku tersebut harus dibeli terlebih dahulu.
2. Berkunjung keperpustakaan. Mengajak anak berkunjung ke perpustakaan dapat mendorong kesadaran dan minat baca anak. Orang tua hendaknya menunjukkan kepada mereka letak buku-buku yang dapat dipinjam dimana mereka dapat memilih buku sesuai dengan seleranya.
Mengusahakan perpustakaan keluarga. Untuk mengembangkan minat baca anak sebaiknya dibuat perpustakaan keluarga dirumah. Koleksinya dapat berupa komik, majalah, dan buku-buku yang ada dirumah.
Walaupun kecil dan sederhana, tempat ini akan mendorong anak untuk mencintai bacaan. Orang tua juga dapat membimbing anak untuk
15
menabung, apabila sianak sudah mencapai tingkat kematanganAkce untuk mengerti uang, untuk membeli buku yang akan memperkaya ec koleksi perpustakaan keluarga.
3. Memberikan hadiah buku. Orang tua biasanya suka membelikan mainan sebagai hadiah untuk anaknya. Orang tua hendaknya membiasakan memberikan hadiah buku yang berguna kepada anak, misalnya pada saat anak merayakan hari ulang tahunnya atau saat mendapat prestasi yang baik disekolah. Anak yang suka membaca buku akan merasa senang jika dihadiahkan buku yang disukainya.
Trik-trik dalam menumbuhkan minat baca anak. Bagi anak-anak yang minat bacanya rendah atau lemah, terutama anak-anak yang sudah mulai menginjak usia sekolah, Mary Leonardt dalam bukunya " Parents who love reading, kids who don't
"memberikan solusi dengan beberapa trik-triknya yang dapat membantu anak untuk menjadi gemar membaca.
1. Membolak balikkan buku dan Majalah.
Rangsanglah anak yang minat bacanya rendah dengan memberikan buku atau majalah yang menarik minatnya. Menurut pengamatannya ada anak- anak yang hanya membolak balikan majalah selama berminggu-minggu dan lainnya mencoba membaca sedikit setelah beberapa hari. Membolak- balikkan buku merupakan satu cara untuk membuat mereka menjadi akrab dengan buku.
2. Membaca komik, majalah dan koran.
Jika anak sudah memasuki tahap ini, ia mulai membaca majalah atau komik
16
yang anda berikan. Menurutnya jika anak sudah menyenangi komik, majalah dan koran, mereka akan menjadi pembaca sepanjang hidupnya, karena majalah dan koran adalah bacaan dasar. Ada beberapa keuntungan mengapa komik, majalah dan koran dipilih sebagai bacaan untuk memotivasi pembaca yang lemah (pemula). Komik, majalah dan koran memiliki artikel dan cerita pendek yang dapat dibaca dalam waktu yang singkat, ada gambar yang bisa membantunya menerka arti kata yang mereka mengerti. Komik biasanya mempunyai karakter dan garis cerita yang sama. Jenis bahasa dan nadanya juga sama. Anak biasanya menyukai komik karena ia memasuki kedalam dunia yang ia senangi. Jika anak sudah menyukai jenis bacaan tersebut, jangan berhenti sampai disitu saja. Orang tua harus terus memberi dukungan kepada anak untuk membaca bahan bacaan lain seperti buku. Karena bahan bacaan mengembangkan kemampuan dan membahas tokoh-tokoh lebih mendalam.
3. Buku pertama yang patut diberikan.
Pada tahapan ini anak dapat diberikan buku serial atau kategori fiksi.
Pilihlah tema buku sesuai dengan minat anak. Buku serial yang dipilih adalah untuk memudahkan dalam memberikan buku bacaan, sehingga tidak ada rasa terbebani. Jika sianak menyenangi, akan menjadi mudah menemukan buku bacaan berikutnya. Mary Leonhardt mengingatkan bahwa anak mungkin saja sudah diberi tugas mambaca buku disekolah. Jika ini terjadi orang tua disarankan tidak berdiam diri karena beberapa alasan : a. Kemungkinan besar anak anda tidak menikmati buku yang harus
17 dibaca,ia tidak senang membaca.
b. Jika anak tidak suka dengan buku yang ditugaskan, ada kemungkinan ia tidak membacanya sama sekali.
c. Buku yang ditugaskan disekolah biasanya tidak memungkinkan anak membaca lebih banyak.
4. Bacaan tertentu.
Pada tahapan ini anak sudah mulai keranjingan membaca, si anak cenderung membaca buku yang dikarang oleh pengarang yang digandrunginya. Orang tua dapat membelikan buku-buku yang disukai anaknya. Hal ini masih jarang dilakukan orang tua, mereka kebanyakan mau membelanjakan uang untuk mainan, ketimbang membeli buku untuk anaknya. Pada tahap ini anak sudah mempunyai kepercayaan diri akan kemampuannya membaca buku sampai habis dan mereka melakukannya dengan senang hati. Orang tua disini dapat berperan untuk mengembangkannya lebih lanjut lagi.
5. Pengembangan.
Anak masih membutuhkan bimbingan orang tua untuk menemukan buku.
Menurut Mary Leonhardt, pada tahap ini kemampuan itu belum ada. Orang tua dapat melibatkan anak dalam memilih buku dengan mengjak mereka ketoko buku dan tunjukkan dibagian mana buku kesukaan anak diletakkan.
Orang tua juga dapat memanfaatkan perpustakaan dengan mengajak anak untuk memilih buku atau kalau anak masih enggan, orang tua dapat meminjamkan anak dan membawanya pulang untuk mereka. Tahap ini juga dapat menimbulkan frustasi bagi orang tua, karena anak menurutnya hanya
18
membaca buku fiksi roman atau misteri, hal ini sepatutnya tidak perlu dikhawatirkan karena memang semua kutu buku menyenangi jenis buku tertentu yang tampaknya menjadi bagian dari sifat mereka.
6. Bacaan yang lebih luas.
Pada tahap ini anak sudah mulai membaca buku selain dari pengarang favoritnya. Keterampilan membacanya semakin bertambah dan anak tidak butuh waktu yang lama untuk membaca. Orang tua dapat menyarankan anak terhadap bacaan klasik atau buku sastra yang biasanya beralur cerita agak lambat. Buku jenis ini membantunya mengembangkan bacaannya.
7. Mencari buku sendiri.
Ini adalah tahap yang didambakan dimana anak sudah mandiri dalam menemukan bacaan untuk dirinya sendiri, menemukan pengarang baru, mencoba jenis-jenis fiksi baru, mambaca buku-buku non fiksi yang bukan PR di sekolah. Membaca telah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.
8. Kutu buku abadi.
Ketika anak terus mencari pengarang-pengarang baru dan koleksi bukunya semakin penuh. la tidak segan-segan membelanjakan uangnya untuk membeli buku, maka anak telah menjadi kutu buku abadi.
19
B. Peran Orangtua Terhadap Minat Baca Siswa
Saat ini minat baca di kalangan anak-anak masih rendah. Berbagai hasil kajian dan data statistic menunjukkan bahwa minat membaca anak belum menggembirakan. Hal ini tentunya menjadi perhatian semua baik pemerintah, orangtua anak, maupun pihak swasta serta tokoh-tokoh semua elemen menyatukan persepsi dan langkah yang aplikatif agar minat baca di kalangan anak-anak dapat tumbuh dengan baik. Hal ini mengingat bahwa anak-anak adalah calon generasi penerus yang akan mengisi dan melanjutkan pembangunan bangsa di masa yang akan datang. Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Orangtua mempunyai peranan kunci dan penting bagi anak. Pendidikan dalam keluarga adalah untuk mengantarkan anak agar kelak dapat hidup mandiri sebagai pribadi dan warga masyarakat. Pendidikan dalam keluarga juga sangat menentukan dalam mengembangkan watak, kepribadian, nilai-nilai budaya, nilainilai keagamaan dan moral; serta keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Tanggung jawab keluarga dalam pendidikan anak sangat besar. Hal ini mengingat sebagian besar waktu yang dimiliki oleh anak, sebelum mereka dapat berdiri sendiri berada di rumah bersama-sama orangtuanya. Keberhasilan anak belajar di sekolah pun, akan ditentukan oleh peranan orangtua. Karena itu, pendidikan anak di sekolah harus selalu saling melengkapi dan saling mengisi pendidikan di rumah.
20 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. METODE
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif,yaitu prosedur pemecahan yang diselidiki dengan menggambarkan dan melukiskan keadaan objek pada saat yang sama berdasarkan fakta-fakta.Penelitian ini juga tidak menggunakan hipotesa atau tidak menguji hipotesa melainkan bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan dan melihat kaitan antara variable-variabel yang diteliti dengan cara mendeskripsikan peranan orang tua dalam mengembangkanminat baca siswa sekolah dasar
B. TEKNIK PENGUMPULAN DATA SERTA ANALISIS DATA
Metode non tes ini dilakukan dengan mengambil dokumen atau data-data yang mendukung penelitian. Metode ini terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan sebagainya. Analisis data yang dilakukan adalah menganalisis hasil wawancara dan kuisieoner dari orangtua maupaun dari siswa.
21 BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. HASIL ANALISIS
Berikut ini akan diuraikan mengenai analisis data hasil penelitian dan pembahasan tentang Peranan orang tua siswa dalam pengembangan minat baca siswa Identifikasi terhadap 41responden sebagai sampel penelitian, secara keseluruhan diperoleh melalui penyebaran kuesioner penelitian dengan Teknik accidental yang telah dilakukan pada bulan Agustus 2014 sudah memenuhi target karena kuesioner penelitian yangdibagikan telah dikembalikan kepada peneliti (instrumen kuesioner terlampir).Kuesioner tersebutseluruhnya telah diberi jawaban oleh responden sesuai dengan jawabanyang menurut mereka adalah tepat. Analisa Data Tentang Identitas Responden1)Responden wanita adalah jumlah terbanyak yaitu 23 orang atau sekitar 56,10 %.2)Responden pada penelitian ini lebih banyak ibu rumah tangga yaitu (58,54%) danhampir setengah (31.71%) wiraswasta, sedangkan PNS hanya sebagian kecil yaitu (7,32%).3)Ada 6 orang atau (14,63%) responden yang bertempat tinggal jauh dari lingkungan Sekolah.
B. PEMBAHASAN
Untuk membahas hasil penelitian dilakukan analisis tabulasi silang untuk memberikan gambaran:
1. Bagaimana peran orang tua dalam mengembangkan sikapsiswa untuk membaca (Tabel 1)
2. Bagaimana peran orang tua dalam mengembangkan minat baca siswasekolah dasar (Tabel 2)
3. Bagaimana sikap siswa sekolah dasar terhadap pengembangan minat baca (Tabel 3)
22
Tabel 1. Keterkaitan antara peran sosialisasi orang tua kepada anak mengenai manfaat membaca dengan sikap anak saat di ajarkan membaca
Hasil penelitian sebagaimana digambarkan pada table 1 membuktikan bahwa isteri selaku orang tua memberikan sebagian besar (69.45%) peran sosialisasi mengenai manfaat membaca kepada anak,sehingga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sikap mental anak yang penurut orang tua khususnya dalam kegiatan baca-membaca.
Tabel 2. Keterkaitan antara penyediaan sumber bacaan oleh orang tua di rumah dengankemandirian siswa dalam membaca
Hasil penelitian sebagaimana digambarkan pada Tabel 2 membuktikan bahwa paling banyak siswa mandiri dalam melakukan kegiatan membaca di rumah. Hal ini ditunjang juga olehperan dari orang tua dengan menyediakan buku-buku seperti buku pelajaran di sekolah sebagai sumber bacaan di rumah.Bahkan banyak pula siswa merasa mandiri dalam membaca karena ditunjang dengan peran orang tua yang
23
menyediakan sumber bacaan untuk kemampuan berbahasa asing dalam bentuk buku, dan kamus.
Tabel 3. Keterkaitan antara sikap anak untuk menerima ajaran membaca dari orang tuadengan penggunaan perpustakaan sekolah
Hasil penelitian sebagaimana digambarkan pada tabel 3 membuktikan bahwa pada umumnya (86.96%) siswa yang sering menggunakan perpustakaan sekolah adalah siswa yang memiliki sikap selalu menerima ajaran untuk membaca dari orang tuanya.
24 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Peran keluarga dalam menumbuhkan minat baca anak sangat penting, karena keterampilan membaca merupakan hal yang harus dipupuk sejak dini.
Beberapa kegiatan dapat dilakukan orang tua bersama anak seperti bermain dengan bacaan bersama anak, berkunjung ke perpustakaan, mengusahakan perpustakaan keluarga dan memberikan hadiah buku. Kegiatan-kegiatan ini mempunyai pengaruh yang positif dalam usaha menumbuhkan minat baca anak Berkaitan dengan itu Mary Leonhardt, penulis buku berjudul Parents who love reading and kids who don't, yang banyak direkomendasikan oleh para pakar untuk dibaca, menyarankan para orang tua agar berperan aktif dalam menumbuhkan minat baca anak melalui 8 tahapan dari mulai hanya sekedar membolak balik buku bacaan hingga menjadi seorang kutu buku abadi.
B. SARAN
1. Ibu selaku orang tua memberikan peran yang lebih besar dalam hal sosialisasi mengenai manfaat membaca kepada anak. Dengan kata lain seorang ibu lebih cenderung memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sikap mental anak yang penurut orang tua khususnya dalam kegiatan baca-membaca.
2. Peran orangtua dalam meningkatkan minat baca anak dapat dilakukan dnegan memberikan contoh
25
DAFTAR PUSTAKA
Aryandani, N. M. S., Mahadewi, L. P. P., & Wibawa, I. M. C. (2018). Minat Baca dan Peran Orang Tua di Masa Pandemi COVID-19 Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Indonesia. MIMBAR PGSD Undiksha, 9(3).
Ati, A. P., & Widiyarto, S. (2019). Literasi bahasa dalam meningkatkan minat baca dan menulis pada siswa smp kota bekasi. Basastra, 9(1), 105-113.
Azis, N., Juhannis, H., Wayong, M., & Rahman, U. (2018). Peranan Orang Tua Dalam Menumbuhkan Minat Membaca Alquran Anak di Kota Makassar. TARBAWI:
Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(01), 61-76.
Fadli, A. D., Maya, R., & Sarifudin, S. (2018). UPAYA ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QURAN ANAK DALAM KELUARGA (Studi di Masjid Umair bin Abi Waqosh Kampung Batu Gede RT 004 RW 007 Desa Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor). Prosa PAI: Prosiding Al Hidayah Pendidikan Agama Islam, 1(1), 88-100.
Lismayanti, M., Nurhayati, S., & Rosita, T. (2019). Peran Orang Tua dalam Memotivasi Anak untuk Mengikuti Pembelajaran E-Learning (Online) dalam Meningkatkan Minat Baca pada Program Kesetaraan Paket C di PKBM Srikandi. Comm-Edu (Community Education Journal), 4(2), 38-45.
Kasiyun, S. (2015). Upaya meningkatkan minat baca sebagai sarana untuk mencerdaskan bangsa. Jurnal Pena Indonesia, 1(1), 79-95.
Nurzuliani, R., Syukri, M., & Miranda, D. (2022). PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK USIA 5-6 TAHUN. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(11), 2804-2812.
Ikawati, E. (2018). Upaya meningkatkan minat membaca pada anak usia dini.
Logaritma: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan dan Sains, 1(02).
Purwandari, S., Triana, P. M., Husna, A. N., & Mayawati, A. I. (2020). Pengembangan Instrumen Keterlibatan Orangtua Dalam Menumbuhkan Minat Baca. Edukasi:
Jurnal Penelitian Dan Artikel Pendidikan, 12(2), 119-136.
Putri, S. (2019). Pemanfaatan internet untuk meningkatkan minat baca Mahasiswa PLS IKIP Siliwangi. Comm-Edu (Community Education Journal), 3(2), 91-96.
Witanto, J. (2018). Minat baca yang sangat rendah. Publikasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
26 LAMPIRAN
A. ANGGARAN PENELITIAN
No Kegiatan Biaya/ Sat (Rp) Jumlah Biaya (Rp)
1. Honorarium
Ketua Peneliti 250.000 250.000
Anggota Peneliti Dosen 200.000 200.000
2. Bahan dan Perawatan Penelitian
ATK 120.000 120.000
Kertas 100.000 100.000
Kuota Data 50.000 200.000
Toner refiil hp laserjet 200.000 200.000
3. Biaya Perjalanan
A. Survey pendahuluan 100.000 100.000
4. Lain-lain
Rapat, diskusi, FGD 200.000 200.000
JUMLAH 1.370.000
Terbilang : satu juta tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah
27 B. JADWAL KEGIATAN PENELITIAN
NO KEGIATAN
Waktu dalam Minggu
1-4 5-10 11-12 12-14 15 16 17-18 19-20
1 Studi pustaka
2 Olah data penelitian awal dan penyusunan latar belakang
3 Pengambilan data
4 FGD seluruh tim penelitian 5 Pembuatan laporan penilitian