KANDUNGAN UNSUR NITROGEN DAN KARBON PADA KOMPOS DARI BAHAN BAKU SAMPAH ORGANIK YANG DICACAH DENGAN MESIN PENCACAH.

Teks penuh

(1)
(2)

UDAYANA UNIVERSITY PRESS

2015

SEMINAR NASIONAL

DAN TEKNOLOGI

Kuta, 29 - 30 Oktober 2015

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

KEPADA MASYARAKAT

(3)

Kuta, 29-30 Oktober 2015 | xxxi PENGARUH KETINGGIAN PANEL SURYA TERHADAP DAYA LISTRIK

UNTUK MENEKAN PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK

Cokorde Gede Indra Partha, I Wayan Arta Wijaya ... 1417

KONTROL OMATIS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH

I Made Mataram, I Ketut Wijaya ...1425

METODE EFISIENSI TENAGA LISTRIK UNTUK MEMPERBESAR INTENSITAS PENERANGAN

I Ketut Wijaya ...1433

PENGEMBANGAN AOE DAN LVMPADA OWNCLOUD SEBAGAI MEDIA PENYIMPANAN BERBASIS AWAN PADA SISTEM VALIDASI KARYA ILMIAH

Agus Muliantara, Ngurah Agus Sanjaya ER, I Made Widiartha, I Made Agus Setiawan ... 1438

PEMBENTUKANSPRAY ANGLE MINYAK KELAPA PADA VARIASI TEKANAN DAN

TEMPERATUR PEMANASAN AWAL

I Ketut Gede Wirawan, I Gusti Ketut Sukadana ... 1447

TRANSPORTASI DAN MANUFAKTUR

STUDI TINGKAT POLUTAN NO2, SO2, DAN CO PADA UDARA AMBIEN

DI JALAN ARTERI KOTA MAKASSAR

Sumarni Hamid Aly, Muralia Hustim Ahmad Zubair ... 1455

PENGUKURAN KOEFISIEN ABSORPSI KOMPOSIT LIMBAH KERTAS DENGAN METODE TABUNG IMPEDANSI DUA MIKROFON

Cok Istri Putri Kusuma K., I Ketut Gede Sugita ...1463

KETAHANAN AUS GESEK KAMPAS REM BERBASIS KOMPOSIT EPOXY DENGAN PENGUAT BUBUK BASALT

I.D.G Ary Subagia, IKT Adi Atmika, MD Parwata ...1469

REDAMAN SUARA KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA

I Made Astika dan I Gusti Komang Dwijana ...1475

KINERJA TRAKSI KENDARAAN MIKRO HIBRIDA BERBASIS KONTROL TORSI DENGAN CVT

I Ketut Adi Atmika, I DG. Ary Subagia ...1483

PERANCANGAN DAN PENERAPAN SISTEM KONTROL PADA FLEXBOT ROBOT MINDTROMS NXT

I Wayan Widhiada, Cok. Gede Indra Partha ...1491

SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO GENTA DENGAN BAHAN CETAKAN TANAH LIAT DAN GYPSUM

(4)

SIFAT MEKANIS BAJA KARBON RENDAH YANG DIKARBURIZING DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN

Dewa Ngakan Ketut Putra Negara, I Dewa Made Krishna Muku ...1506

EVALUASI KINERJA FASILITAS LAPANGAN PENUMPUKAN PETI KEMAS DI PELABUHAN JAYAPURA

Richardo E. V. Tabisu,, Sumarni H. Aly, M. Hustim ...1513

KANDUNGAN UNSUR NITROGEN DAN KARBON PADA KOMPOS DARI BAHAN BAKU SAMPAH ORGANIK YANG DICACAH DENGAN MESIN PENCACAH

I Gede Putu Agus Suryawan, I Gst. A. K. Diafari D. Hartawan,

Cok. Istri P. Kusuma Kencanawati ...1517

PERGERAKANBARANG BERBASIS MODA UDARADI WILAYAH PEGUNUNGAN TENGAH PROVINSI PAPUA

Franky E. P. Lapian, M. Hustim, S. A. Adisasmita, M. I. Ramli ...1522

APLIKASI PROGRESI GEOMETRI TERBATAS

PADA PERANCANGAN SISTEM RASIO TRANSMISI KENDARAAN PENGGERAK RODA BELAKANG

I.G.A.K. Suriadi,I Ketut Adi Atmika, AAIA. Sri Komaladewi ...1527

PEMAKAIAN VARIAN MATERIAL PAD EVAPORATIVE COOLING S EBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KENYAMANAN

UDARA LINGKUNGAN

Ir. Hendra Wijaksana, MSc , Dr. Ir. I Wayan Bandem Adnyana, MErg ...1535

STRATEGI KOMUNIKASI KRISIS AIRASIA Ni Nyoman Dewi Pascarani, Dewi Yuri Cahyani 1540

ANALISIS KONFLIK KELEMBAGAAN DALAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG KAWASAN SARBAGITA

Nyoman Martha Jaya dan Ngakan Made Anom Wiryasa ...1555

RANCANGAN CAMPURANULTRA HIGH PERFORMANCE CONCRETE DENGAN

MEMANFAATKAN MATERIAL LOKAL

I Wayan Dana ...1564

KETAHANAN AUS GESEK KAMPAS REM BERBASIS KOMPOSIT EPOXY DENGAN PENGUAT BUBUK BASALT

(5)

Kuta, 29-30 Oktober 2015 | 1517

KANDUNGAN UNSUR NITROGEN DAN KARBON PADA KOMPOS

DARI BAHAN BAKU SAMPAH ORGANIK YANG DICACAH DENGAN

MESIN PENCACAH

I Gede Putu Agus Suryawan1), I Gst. A. K. Diafari D. Hartawan2),

Cok. Istri P. Kusuma Kencanawati3)

1,3)Jurusan Teknik Mesin, Universitas Udayana

Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362

Email:aguss_88@yahoo.co.id atausuryaagus77@gmail.com

2)Jurusan Teknik Elektro, Universitas Udayana

Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362

ABSTRAK

Alat pencacah sampah organik untuk bahan kompos telah di buat dalam perancangan elemen mesin, dengan

/2/2?.=. 8.96 :<16N8.@6 =6@.B =<A<;4 !.@F.?.8.A 6;44.@.;. F.;4 128.A 12;4.; ($ (2:=.A $2;4<9.5.;

Akhir) Karangasem telah melakukan kegiatan pembuatan kompos, tetapi proses pembusukannya masih lama, hal ini disebabkan tidak ditambahkan aktuator dan belum dicacahnya bahan mentah kompos untuk mempercepat proses pembusukan. Begitu pula Kelompok Denbantas mempunyai permasalahan yang sama. Begitu banyak potensi yang dimiliki namun masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan bidang-bidang tersebut. Tujuan pengabdian di Linggasana Desa Buana Giri dan Desa Denbantas adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang perekonomian melalui pengembangan pengolahan sampah sisa rumah tangga dan pertanian untuk kompos. Proses pembuatan kompos berlangsung selama 5-6 minggu, hasilnya di uji di labotatorium Teknik Mesin dan di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Tanah kompos dengan sampel K (diambil di Linggasan Karangasem) kandungan nitrogen adalah 0,78 dan C/N ratio adalah 21,7 sedangkan sampel T (diambil di Denbantas Tabanan) kandungan unsur nitrogen adalah 0,19 dan C/N ratio adalah 58,6. Hal ini terjadi karena bahan kompos di Linggasan lebih banyak dicampur dengan kotoran ternak sehingga memberikan unsur nitrogen sesuai kebutuhan tanaman, dan kualitas komposnya masuk standar SNI.

Kata kunci: Sampah organik, mesin pencacah dan kompos

ABSTRACT

Separator of organic waste for raw material of compost have been made in the design of machine elements, with a knife

0BA@2C2?.9A6:2@:<16N0.A6<;@5.C2/22;0.??621<BA 6;44.@.;.0<::B;6A62@09<@2A<A52D.@A2A?2.A:2;A3.0696AF

(TPA) Karangasem municipal solid waste has been conducting composting, but the process is still a long decay, this is due small size raw materials and it is not added yet accelerate the decomposition actuators. Denbantas community has similar problems. So many potentials, but still can not properly utilized due to lack of knowledge related to these

N291@(52=B?=<@212C<A6<; 6;44.@.;.B.;.6?6.;12;/.;A.@C699.426@A<2:=<D2?.;16;0?2.@20<::B;6AF

participation in building regional potential and improve people’s welfare in the economy through the development of household waste and agriculture for compost. Composting process lasts for 5-6 weeks, the results in the test in laboratory of Mechanical Engineering and in the laboratory of Soil Science Faculty of Agriculture, University of Udayana. Compost soil with K samples (taken at Linggasana Karangasem) nitrogen content is 0.78 and C / N ratio is 21.7, while the sample T (taken in Denbantas Tabanan) content of nitrogen is 0.19 and C / N ratio is 58, 6. This happens because the materials in Linggasana more compost mixed with manure to provide the nitrogen element needed by plants, and compost quality incoming SNI standard.

Keywords: Organic waste, separator and compost

1. PENDAHULUAN

1.1. Kelompok Asri Lingasana

(6)

Kabupaten Karangasem. Penduduknya sebagian besar bekerja sebagai petani, perkebunan, tukang bangunan, pedagang, pengerajin dan peternak. Disamping itu desa Buana Giri merupakan salah satu desa yang kaya akan hasil tambang dan memiliki galian C serta hasil perkebunan berupa buah salak, singkong, buah manggis, kacang-kacangan dan lainnya. Di Banjar Linggasana terdapat Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPA).

Kecamatan bebandem terletak pada ketinggian 500-700 meter dari permukaan laut. Sedangkan jumlah penduduk laki-laki 2.333 jiwa, perempuan 3.278 jiwa, jumlah seluruhnya 6.611 jiwa, atau 1.839 KK dengan kepadatan penduduk 152,3/km. Desa Buana Giri berjarak 68,5 km dari Denpasar dan dapat ditempuh selama kurang lebih 2 jam. Untuk akses jalan dan jarak tempuh menuju pusat kota sendiri relatif mudah dijangkau oleh masyarakat desa Buana Giri. Selain itu didukung juga dengan meningkatnya kepemilikan sarana transportasi oleh masyarakat desa sangat membantu perkembangan perekonomian serta ketersediaan sarana dan prasarana di desa Buana Giri.

Potensi pembuatan kompos di TPA Linggasana sangat besar, dimana 70% sampah adalah sampah organik. Pembuatan kompos menggunakan bahan sampah organik seperti sisa tumbuh-tumbuhan dan makanan di biarkan membusuk dengan bantuan decomposer (terutama bakteri dan jamur) serta dimakan oleh binatang-binatang kecil lainnya. Digunakan proses dekomposisi aerobik, penguraian terjadi karena adanya aksi dari mikroorganisme yang membutuhkan oksigen, proses ini relatif berlangsung cepat. Belum optimalnya proses pembuatan kompos, dimana pembuatan kompos tidak dicacah terlebih dahulu, sehingga waktu pembusukan berlangsung lama ± 8 minggu, jika dicacah pembusukan berlangsung dalam 5 s/d 6 minggu.

1.2. Kelompok Green Denbantas

)420A0C>?>6A0Q34B04=10=C0B<4AD?0:0=304A07;0=30834=60=:4C8=6680=J <4C4A380C0B permukaan laut, curah hujan relative 3000 mm/tahun. Luas wilayah 238 Ha terbagi atas daerah pemukiman 45 Ha , tanah sawah 106 Ha, pertanian lahan kering 135 Ha, perkebunan/tegalan 86 Ha, hutan, perikanan dan peternakan 10 Ha dan yang lain-lain 6 Ha. Desa Denbantas secara administratif terbagi atas 6 banjar dinas, memiliki jalan sepanjang 6.6 km, dan 75 % mata pencaharian penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Di desa Denbantas telah dibentuk kelompok Green Denbantas, dimana sudah ada lahan dan bangunan untuk produksi kompos. Untuk bahan baku bisa didapat dari sisa pertanian dan perkebunan, untuk daerah pertanian pemasarannya akan lebih mudah. Desa Denbantas terletak di Kabupaten Tabanan yang memiliki luas sawah terbesar di Bali. Tabanan dijuliki lumbung beras untuk Bali. Karakter budaya dan masyarakat yang agraris menjadikan pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama, tentu sisa hasil pertanian ini banyak yang bisa dijadikan kompos.

2. METODE PEMECAHAN MASALAH

Permasalahan yang dihadapi masyarakat lamanya proses pembuatan kompos memakan waktu sampai 8 minggu. Tim telah merancang dan membuat alat pencacah sampah organik sederhana seperti gambar di bawah. Sasaran strategis dari pengabdian ini adalah mereka yang bergerak dibidang pertanian dan perkebunan agar bisa meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan. Sasaran lain adalah mereka yang bertugas di TPA Linggasana. Memperoleh bantuan pikiran dan teknologi untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan membentuk kader-kader pertanian di masyarakat sehingga dapat meyebarluaskan infomasi dan teknologi ini kepada petani yang lain.

(7)

Kuta, 29-30 Oktober 2015 | 1519

Gambar 1. Tempat Komposting Gambar 2. Mesin Pencacah Sampah

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Pelaksanaan Kegiatan

Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pengenalan alat, telah dilakukan dengan ikutan pada kegiatan yang sudah ada seperti kegiatan gotong royong dan kegiatan rapat banjar dinas dan kunjungan ke rumah-rumah masyarakat.

Manajemen produksi untuk menunjang keterampilan produksi yang dimiliki oleh pekerja TPA dianggap cukup menunjang terhadap proses pembuatan pupuk organik (kompos). Untuk mengembangkan ketrampilan pada pembuatan pupuk organik telah dilakukan penyuluhan atau diskusi tentang metode dan langkah-langkah produksi kompos di buat dari sisa pertanian dan rumah tangga. Selama ini telah dilakukan beberapa kegiatan seperti lomba tanaman hias untuk menumbuhkan kreaktivitas masyarakat desa.

Gambar 3. Perbaikan mesin pencacah Gambar 4. Tim peserta kegiatan pelatihan

Gambar 5. Penyuluhan Gambar 6. Daun hasil cacahan

Gambar 7. Cacahan sampah Gambar 8. Kotoran hewan untuk kompos

(8)

Pada gambar-gambar diatas memperlihatkan beberapa kegiatan yaitu; perbaikan mesin pencacah oleh mahasiswa teknik mesin, tim peserta pelatihan foto bersama sebelum kegiatan, pemaparan tentang penting menjaga lingkungan, kebersihan dan cara pembuatan kompos, gambar selanjutnya adalah hasil cacahan sampah daun-daunan sampai menjadi kompos, dan gambar terakhir adalah proses pengepakan kompos.

3.2 Standar Kualitas Kompos

)?4B8Q:0B8:D0;8C0B:><?>BH0=614A0B0;30A8B0<?07>A60=8:3><4BC8:<4=DADC)% adalah CN-ratio mempunyai nilai (10-20) : 1. Kandungan nitrogen minimum 0,40%. Kandungan karbon minimum 9,80% s/d maksimum 32%. Hasil pengujian di laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana memberikan hasil sebagai berikut:

Gambar 11. Kandungan unsur nitrogen dan karbon pada kompos

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengomposan adalah perbandingan C:N bahan. Untuk proses pengomposan yang optimum, maka kisaran rasio C:N yang ideal untuk bahan kompos (unsur sampah organik) 20:1 dan 40:1 dimana rasio yang terbaik adalah 30:1. Sedangkan setelah menjadi kompos menurut standar SNI, kandungan unsur makro untuk menentukan kualitas kompos adalah Nitrogen (N) adalah >0,4 dan C/N Ratio adalah 10-20.

Setelah diuji di labotatorium Jurusan Teknik Mesin sampel K (diambil di Lingasana Karangasem) kandungan Nitrogen adalah 0,78 dan C/N Ratio adalah 21,7 sedangkan sampel T (diambil di Denbantas Tabanan) kandungan unsur Nitrogen adalah 0,19 dan C/N Ratio adalah 58,6. Hal ini terjadi karena bahan kompos di Karangasem lebih banyak dicampur dengan kotoran ternak sehingga memberikan unsur Nitrogen sesuai kebutuhan tanaman, dan kualitas komposnya masuk standar SNI.

(9)

Kuta, 29-30 Oktober 2015 | 1521 Tabel 1. Hasil Analisis Tanah

No Kode Sampel pH (1 : 2,5) DHL C Organik N Total P Tersedia K Tersedia Kadar Air

H20 KCL (mmhos/cm) (%) (%) (ppm) (ppm) KU(%)

1 ME15 6,300 6,300 6,550 18,550 0,440 937,870 1530,000 19,040

AM AM ST ST S ST ST

2 ME16 6,900 6,900 1,980 14,350 0,180 715,990 2210,000 22,740

N N R ST R ST ST

Sumber : Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana

1. KESIMPULAN

Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama anggota pelaksana, seluruh aparat desa, jajaran pengurus desa serta warga desa. Begitu banyak potensi yang dimiliki namun masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan bidang pembuatan kompos. Kandungan Nitrogen dan C/N Rratio kompos yang diambil di Karangasem kelompok Asri Linggasana kualitasnya masuk standar yang ditetapkan SNI.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih disampaikan kepada LPPM Universitas Udayana atas dukungan dananya melalui Surat Perjanjian Penugasan Dalam Rangka Pelaksanaan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Mono Tahun. Tahun Anggaran 2015 Nomor : 312.17/UN14.2/PKM.08.00/2015.

DAFTAR PUSTAKA

Antun Hidayat (2006), Pedoman Teknis Pengelolaan Persampahan, Pusat Penelitian Sains dan Teknlogi Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, Jakarta.

030=)C0=30A38B0B8%0B8>=0; )?4B8Q:0B8"><?>B30A8)0<?07&A60=8:><4BC8:)%!0:0AC0 Djuarnani, Nan. (2005), Cara Cepat Membuat Kompos, PT. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Edi Hartono (2006), Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Sampah di Kota Brebes Melalui Peningkatan Kemampuan Pembiayaan, Tesis, Universitas Diponogoro, Semarang.

Made Gunamantha, dkk. (2010), Life Cycle Assesment pada Sistem Pengolahan Sampah di Wilayah )0A1068C00;8!DA=0;'DA8Q:0B8,>;%>!D;8

Kementrian Pendidikan Nasional (2010), Manajemen Usaha Kecil, Modul 3, Buku 4, Direktorat Pembinaan Khursus dan Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan non Formal dan Informal

Sri Wahyono & Tri Bangun L. Sony. (2005), Pedoman Umum Pembuatan Kompos Untuk Skala Kecil, Menengah, dan Besar, Kementerian Lingkungan Hidup

Figur

Gambar 3. Perbaikan mesin pencacah       Gambar 4. Tim peserta kegiatan pelatihan

Gambar 3.

Perbaikan mesin pencacah Gambar 4. Tim peserta kegiatan pelatihan p.7
Gambar 1. Tempat Komposting                Gambar 2. Mesin Pencacah Sampah

Gambar 1.

Tempat Komposting Gambar 2. Mesin Pencacah Sampah p.7
Gambar 11. Kandungan unsur nitrogen dan karbon pada kompos

Gambar 11.

Kandungan unsur nitrogen dan karbon pada kompos p.8

Referensi

Memperbarui...