IMPLEMENTASI DIREKTORI PENELITIAN DOSEN PADA LPPM UPN “VETERAN” JAWA TIMUR.

102 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PADA LPPM UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

SKRIPSI

Oleh :

PANCAWATI ISFIROYANI

NPM. 0734010312

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAWA TIMUR

(2)

PADA LPPM UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan

Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Jurusan Teknik Informatika

Oleh :

PANCAWATI ISFIROYANI

NPM. 0734010312

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAWA TIMUR

(3)

IMPLEMENTASI DIREKTORI PENELITIAN DOSEN

PADA LPPM UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

Disusun Oleh :

PANCAWATI ISFIROYANI

NPM. 0734010312

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Negara Lisan

Gelombang III Tahun Akademik 2010/2011

Dosen Pembimbing I

Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.Kom NPT. 37302 060 2131

Dosen Pembimbing II

Wahyu S J Saputra, S.Kom NPT. 38608 100 2951

Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UPN ”Veteran” Jawa Timur

(4)

IMPLEMENTASI DIREKTORI PENELITIAN DOSEN

PADA LPPM UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

Disusun Oleh :

PANCAWATI ISFIROYANI

NPM. 0734010312

Telah dipertahankan di hadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada Tanggal 25 Februari 2011

Pembimbing :

1.

Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.Kom NPT. 37302 060 2131

Tim Penguji :

1.

Basuki Rahmat, S.Si, MT NPT. 36907 060 2091

2.

Wahyu S J Saputra, S.Kom NPT. 38608 100 2951

2.

Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.Kom NPT. 37302 060 2131

3.

Delta Ardy Prima, S.ST, MT NPT. 38608 100 2971

Mengetahui,

Dekan Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

(5)

Alhamdulillah, Penulis bersyukur kepada Allah SWT atas semua Rahmat,

Berkah, dan Ridho-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat

menyelesaikan Skripsi ini dengan baik.

Dalam menyelesaikan Skripsi ini, penulis berpegang pada teori serta

bimbingan dari para dosen pembimbing Skripsi, dan berbagai pihak yang banyak

membantu hingga terselesaikannya Skripsi ini. Skripsi merupakan salah satu

syarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan program studi Sarjana Strata Satu

(S1) di Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Terwujudnya Skripsi ini adalah berkat usaha, kerja keras serta dukungan

dari berbagai pihak. Dan tanpa menghilangkan rasa hormat, penulis mengucapkan

banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis antara lain:

1. Bapak Ir. Sutiyono, MT selaku Dekan FTI, Universitas Pembangunan

Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Basuki Rahmat, S.Si, MT selaku Ketua Program Studi Teknik

Informatika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur juga

selaku Dosen Penguji I pada saat Ujian Lisan.

3. Ibu Hj. Asti Dwi Irfianti, S.Kom, M.kom selaku Dosen Pembimbing I Skripsi

atas segala do’a restu, arahan, ilmu, dan bimbingan-bimbingan yang telah

diberikan selama penyelesaian Skripsi serta selaku Dosen Penguji Seminar TA

(6)

diberikan selama penyelesaian Skripsi.

5. Bapak Budi Nugroho, S.Kom selaku Dosen Penguji Seminar TA yang banyak

memberi masukan yang berguna kepada penulis selama revisi.

6. Bapak Delta Ardy Prima, S.ST, MT selaku Dosen Penguji III pada saat Ujian

Lisan yang telah memberi banyak masukan yang dapat membantu penulis

dalam menyelesaikan Skripsi ini.

7. Bapak dan Ibu dosen Teknik Informatika yang telah memberikan ilmunya

kepada penulis selama kuliah.

8. Umi’ku, Ibu Hj. Sumiati merupakan wanita terhebat yang mendampingiku

dan saya sangat berterima kasih atas do’a serta dukungannya ya mi yang

selalu tertuju untukku, iloveu mi.

9. Abahku, Bapak H. Poniman merupakan pria terhebat yang mendampingiku

dan saya sangat berterima kasih atas do’a serta dukungannya ya bah, iloveu.

10.Kakak-kakakku mbak ut, mbak chotim, mas tatak, mas agus, mbak ima, dan

kakak iparku mas has, mbak yuli, mbak yuni, mas amar, serta keponakanku

baroya, putri, jasmine, si twins (rafi & rofi), zahra, funky, novel, risky, terima

kasih atas do’a serta dukungannya selama proses mengerjakan Skripsi ini dan

aku sayang kalian semua.

11.Teman-teman kuliah khususnya mbak fenti TF’05, makasih ya karena sudah

membantuku ngeprint laporan seminar TA pada saat darurat banget pagi-pagi

(7)

Teman-teman seangkatan TF’07 yaitu sandroe, ubay, mas fariz, dhana, pak

dhe, hayu, munir, lisa, iis, suep, novita, bro, toni, april, rhina, adit, dkk. SI’07

yaitu dany, bayu, dwi. IKOM’07 firda, nurul, raisa. Terima kasih untuk kalian

semua atas pertemanannya.

12.Teman- teman diluar kampus yaitu suci, hafidz, otniel, martha, candra, jaka,

aviv, mahaputra, ringgo, dan andi, terimakasih atas do’a dan dukungannya

selama ini serta terimakasih atas pertemanannya.

Penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, karena

tiada gading yang tak retak. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan

saran yang bersifat membangun guna terciptanya kesempurnaan penulisan ini

selanjutnya. Semoga penulisan ini dapat menambah wawasan serta ilmu

pengetahuan bagi siapa saja yang membacanya.

Surabaya, Maret 2011

(8)

ABSTRAK ... i

1.6.Metode Penelitian ... 3

1.7.Sistematika Penulisan ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1.LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur ... 6

2.2.PHP ... 9

2.3.Framework ... 9

2.3.1.CodeIgniter ... 10

2.3.2.Kelebihan CodeIgniter ... 11

2.3.3.Fitur-Fitur CodeIgniter ... 12

2.3.4. Model View Controller ... 13

2.4.MySQL ... 15

2.4.1.KelemahanMySQL ... 16

2.4.2.Kelebihan MySQL ... 16

2.5.UML (Unified Modelling Language) ... 18

2.5.1. Tool Yang Mendukung UML ... 18

2.5.2.Konsepsi Dasar UML ... 19

(9)

2.5.6. Sequence Diagram ... 23

2.6.Ajax jQuery ... 24

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 25

3.1.Analisis Sistem ... 25

3.2.Analisis Kebutuhan ... 25

3.2.1.Spesifikasi Kebutuhan Sistem ... 25

3.2.2.Level Pengguna dan Hak Akses ... 25

3.4. Implementasi Basis Data ... 41

3.4.1. Class Diagram ... 41

3.4.2. Basis Data ... 42

3.5. Implementasi Antar Muka ... 48

3.5.1. Desain Halaman Utama ... 49

3.5.2. Desain Halaman Register ... 49

3.5.3. Desain Halaman Login User ... 50

3.5.4. Desain Halaman Utama Administrator ... 50

3.5.5. Desain Halaman Utama Dosen ... 50

BAB IV IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK ... …….. 51

4.1. Lingkungan Pemrograman ... 51

4.2. Implementasi Program ... 51

4.2.1. Implementasi Koneksi Database ... 51

4.2.2. Implementasi Proses Login Admin ... 52

4.2.3. Implementasi Proses Login Dosen ... 53

(10)

4.3.1. Form Halaman Utama ... 56

4.3.2. Form Halaman Login ... 56

4.3.3. Form Halaman Pengumuman ... 57

4.3.4. Form Halaman Register ... 57

4.3.5. Form Halaman Menu Administrator ... 57

4.3.6. Form Halaman Ketua LPPM ... 58

4.3.7. Form Halaman Tambah Propinsi ... 58

4.3.8. Form Halaman Tambah Kota ... 59

4.3.9. Form Halaman Tambah Fakultas ... 59

4.3.10.Form Halaman Tambah Jurusan ... 59

4.3.11.Form Halaman Tambah Universitas ... 60

4.3.12.Form Halaman Tambah Sumber Dana ... 60

4.3.13.Form Halaman Tambah Jenis Penelitian ... 60

4.3.14.Form Halaman Tambah File ... 61

4.3.15.Form Halaman Tambah Pengumuman ... 61

4.3.16.Form Halaman Report Penelitian ... 61

4.3.17.Form Halaman Report Dosen ... 62

4.3.18.Form Halaman Menu Dosen ... 62

4.3.19.Form Halaman Profil Pendidikan ... 63

4.3.20.Form HalamanProfil Dosen ... 63

4.3.21.Form HalamanProfil Dosen Tetap ... 64

4.3.22.Form HalamanProfil Instansi ... 64

4.3.23.Form Halaman Profil Bimbingan Mahasiswa ... 64

4.3.24.Form Halaman Profil Foto ... 65

4.3.25.Form Halaman Data Penelitian ... 65

4.3.26.Form Halaman Report Data Penelitian ... 66

4.3.27.Form Halaman ReportDownload File ... 66

(11)
(12)

Gambar 2.1. Struktur Organisasi LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur ... 8

Gambar 3.1. Business Use Case Diagram ... 26

Gambar 3.2. Use Case Diagram ... 27

Gambar 3.3. Activity DiagramProses Login... 28

Gambar 3.4. Activity DiagramMerawat Sistem ... 29

Gambar 3.5. Activity DiagramTambah Pengumuman ... 29

Gambar 3.6. Activity DiagramRekap Laporan ... 30

Gambar 3.7. Activity DiagramLogin Dosen ... 31

Gambar 3.8. Activity DiagramUbah Profil ... 31

Gambar 3.9. Activity Diagram Tambah Profil ... 32

Gambar 3.10. Activity DiagramTambah Data Penelitian ... 33

Gambar 3.11. Activity Diagram Laporan Penelitian ... 34

Gambar 3.12. Activity Diagram Download Berkas ... 34

Gambar 3.13. Sequence Diagram Proses Login ... 35

Gambar 3.14. Sequence Diagram Merawat Sistem... 36

Gambar 3.15. Sequence Diagram Tambah Pengumuman ... 36

Gambar 3.16. Sequence Diagram Rekap Laporan ... 37

Gambar 3.17. Sequence Diagram Login Dosen ... 37

Gambar 3.18. Sequence Diagram Tambah Profil ... 38

Gambar 3.19. Sequence Diagram Ubah Profil ... 38

Gambar 3.20. Sequence Diagram Tambah Data Penelitian ... 39

Gambar 3.21. Sequence Diagram Laporan Penelitian ... 40

Gambar 3.22. Sequence Diagram Download Berkas ... 40

Gambar 3.23. Class Diagram ... 41

Gambar 3.24. Desain Halaman Utama ... 49

Gambar 3.25. Desain Halaman Register ... 49

Gambar 3.26. Desain Halaman Login User ... 50

Gambar 3.27. Desain Halaman Utama Administrator ... 50

Gambar 3.28. Desain Halaman Utama Dosen ... 50

(13)

Gambar 4.4. Script Proses Login Dosen ... 54

Gambar 4.11. Form Halaman Menu Administrator ... 58

Gambar 4.12. Form Halaman Tambah Ketua LPPM ... 58

Gambar 4.13. Form Halaman Tambah Propinsi ... 58

Gambar 4.14. Form Halaman Tambah Kota ... 59

Gambar 4.15. Form Halaman Tambah Fakultas ... 59

Gambar 4.16. Form Halaman Tambah Jurusan ... 59

Gambar 4.17. Form Halaman Tambah Universitas ... 60

Gambar 4.18. Form Halaman Tambah Sumber Dana... 60

Gambar 4.19. Form Halaman Tambah Jenis Penelitian ... 60

Gambar 4.20. Form Halaman Tambah File ... 61

Gambar 4.21. Form Halaman Pengumuman ... 61

Gambar 4.22. Form Halaman Report Penelitian ... 62

Gambar 4.23. Form Halaman Report Dosen ... 62

Gambar 4.29. Form Halaman Profil Bimbingan Mahasiswa ... 64

Gambar 4.30. Form Halaman Profil Foto ... 65

Gambar 4.31. Form Halaman Data Penelitian ... 65

Gambar 4.32. Form Halaman Report Data Penelitian ... 66

(14)

Gambar 5.2. Uji Coba Form Register ... 68

Gambar 5.3. Uji Coba Form Login Dosen ... 68

Gambar 5.4. Uji Coba Menu Utama Dosen ... 69

Gambar 5.5. Uji Coba Form Menu Edit Dosen ... 69

Gambar 5.6. Uji Coba Form Tambah Pendidikan Dosen ... 70

Gambar 5.7. Uji Coba Form Hasil Tambah Pendidikan Dosen... 70

Gambar 5.8. Uji Coba Form Tambah Dosen Tetap ... 70

Gambar 5.9. Uji Coba Form Hasil Tambah Dosen Tetap ... 71

Gambar 5.10. Uji Coba Form Tambah Instansi ... 71

Gambar 5.11. Uji Coba Form Hasil Tambah Instansi ... 71

Gambar 5.12. Uji Coba Form Tambah Bimbingan Mahasiswa ... 72

Gambar 5.13. Uji Coba Form Hasil Tambah Bimbingan Mahasiswa ... 72

Gambar 5.14. Uji Coba Form Upload Foto ... 72

Gambar 5.20. Uji Coba Cetak Informasi Penelitian ... 75

(15)

Gambar 5.34. Uji Coba Form Hasil Tambah Sumber Dana ... 80

Gambar 5.35. Uji Coba Form Tambah Sumber Dana ... 80

Gambar 5.36. Uji Coba Form Hasil Tambah Jenis Penelitian ... 80

Gambar 5.37. Uji Coba Form Tambah File ... 81

Gambar 5.38. Uji Coba Form Hasil Tambah File... 81

Gambar 5.39. Uji Coba Form Tambah Pengumuman ... 81

Gambar 5.40. Uji Coba Form Hasil Tambah Pengumuman ... 82

Gambar 5.41. Uji Coba Form Report Informasi Penelitian ... 82

Gambar 5.42. Uji Coba Form Hasil Report Informasi Penelitian ... 82

Gambar 5.43. Uji Coba Cetak Report Informasi Penelitian ... 83

(16)

Tabel 3.1. Basis Data mr_user ... 42

Tabel 3.2. Basis Data mr_pt ... 42

Tabel 3.3. Basis Data mr_file ... 43

Tabel 3.4. Basis Data mr_dosen ... 43

Tabel 3.5. Basis Data dosen_bimbingan ... 43

Tabel 3.6. Basis Data mr_penelitian ... 44

Tabel 3.7. Basis Data mr_penelitian ... 44

Tabel 3.8. Basis Data mr_ketua ... 45

Tabel 3.9. Basis Data anggota_penelitian ... 45

Tabel 3.10. Basis Data mr_jurusan ... 45

Tabel 3.11. Basis Data mr_province ... 45

Tabel 3.12. Basis Data dosen_instansi ... 46

Tabel 3.13. Basis Data jenis_penelitian ... 46

Tabel 3.14. Basis Data mr_city ... 46

Tabel 3.15. Basis Data mr_dana ... 46

Tabel 3.16. Basis Data mr_fakultas ... 47

Tabel 3.17. Basis Data dosen_pt ... 47

Tabel 3.18. Basis Data view dosen_penelitian... 47

Tabel 3.19. Basis Data mr_pengumuman ... 48

(17)

Penyusun : Pancawati Isfiroyani

ABSTRAK

Perkembangan informasi teknologi saat ini berkembang dengan pesat.

Penggunaan website dalam menyampaikan informasi sangatlah membantu dan

bermanfaat bagi sebuah lembaga. Penyampaian informasi dengan website tidak

membutuhkan waktu yang lama dan dapat dilakukan darimana saja. Pada kegiatan di LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur proses sistem administasi lembaga tersebut masih mengunakan sistem manual terutama pada pelayanan pendaftaran penelitian dosen.

Dengan aplikasi ini sebuah lembaga dapat melakukan proses–proses yang biasa dilakukan dengan komputerisasi. Di dalam sistem ini terdapat beberapa menu

aplikasi yaitu pendaftaran dosen secara online dan management pengajuan data

penelitian dosen, sehingga untuk pendaftaran dosen dapat mendaftarkan data pribadi terlebih dahulu dengan mengakses sistem ini. Sistem ini dibuat dengan mengunakan beberapa komponen. Aplikasi berupa “Implementasi Direktori Penelitian Dosen Pada

LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur”. Aplikasi ini berbasis Framework CodeIgneter

dengan menggunakan metode (mvc) model view controller. PHP adalah merupakan

salah satu bahasa pemrograman berbasis web yang banyak digunakan saat ini yang

berguna untuk membuat web dinamis. Mysql merupakan software yang tergolong

sebagai DBMS (Database Management System) yang bersifat open source sebagai

tools untuk membuat halaman web.

Aplikasi ini merupakan sarana untuk memproses administrasi pada LPPM

UPN “Veteran” Jawa Timur yang bertujuan untuk menunjang efisiensi tempat, dan

waktu dalam menangani proses implementasi direktori penelitian dosen.

(18)

1.1 Latar Belakang

LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur merupakan sebuah Lembaga

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang menangani tentang karya

penelitian dosen dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan profesional.

Dimana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang menaungi,

mengharuskan LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur untuk dapat melengkapi karya

penelitian yang dilakukan oleh para dosen UPN “Veteran” Jawa Timur.

Dalam perjalanannya penyerahan laporan data penelitian dosen masih

menggunakan metode manual yaitu dalam bentuk print-out lembaran kertas yang

tebal sehingga tidak efektif dan efisien dalam hal waktu dan biaya. Masalah inilah

yang sering dihadapi oleh para dosen dalam proses pengumpulan laporan data

penelitian kepada LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur selaku lembaga yang

menaungi hasil karya penelitian dosen.

Melihat kasus tersebut diperlukan sebuah solusi untuk mengatasi masalah

yang sedang dihadapi oleh LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur yaitu dengan

memberikan sebuah program sederhana yang dapat membantu dalam hal

pengelolaan data lembaga tersebut (ex. pencarian data, download dan upload file,

menampilkan data dosen beserta penelitiannya, serta laporan).

Sehingga nantinya diharapkan perkembangan LPPM UPN “Veteran” Jawa

Timur ini dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. Selain itu diharapkan juga

(19)

dengan meninggalkan metode lama sehingga lebih menghemat waktu, tenaga, dan

biaya.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan diatas dapat

dirumuskan beberapa permasalahan antara lain :

1. Bagaimana membangun aplikasi untuk penelitian dosen UPN ”Veteran” Jatim.

2. Bagaimana membuat sebuah aplikasi yang dapat dilakukan secara

komputerisasi dan juga dapat diakses secara online.

3. Bagaimana menampilkan interface yang mudah dimengerti oleh user (user

friendly).

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dari pembuatan aplikasi ini adalah sebagai

berikut:

1. Aplikasi ini dapat melakukan proses upload dan download file yang berupa file

adobe acrobat (pdf) berkaitan dengan laporan data penelitian dosen.

2. Proses yang ditangani menampilkan data dosen, data penelitian, dan laporan

data penelitian.

3. Aplikasi ini digunakan oleh para dosen dan LPPM UPN “Veteran” Jatim.

1.4 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dari aplikasi ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk membangun suatu sistem yang berkaitan dengan pengarsipan data

penelitian dosen sehingga menghasilkan data yang reliability dan proses data

(20)

2. Untuk meningkatkan dan memperbaiki mutu standar pelayanan administrasi

penyerahan laporan di LPPM UPN “Veteran” Jatim

1.5 Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan aplikasi ni adalah :

1. Mempermudah para dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam menyerahkan

laporan data penelitiannya.

2. Mempermudah LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mengelola karya

penelitian para dosen UPN “Veteran” Jawa Timur.

1.6 Metode Penelitian

Langkah-langkah pengumpulan data sebagai dasar penyusunan skripsi ini

antara lain :

1. Studi Literatur

Dilakukan dengan cara mencari segala macam informasi secara riset ke

perpustakaan dan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan masalah

yang dihadapi.

2. Pengumpulan dan Analisa Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara : observasi, identifikasi dan

klasifikasi melalui studi literatur.

3. Perancangan Sistem

Melakukan analisa awal tentang sistem yang akan dibuat yaitu suatu

pemecahan masalah yang dilakukan melalui sistem terkomputerisasi dengan cara

menganalisa dan menggunakan Rational Rose dalam membuat UML sebagai

(21)

4. Pembuatan Program

Melakukan implementasi terhadap sistem berdasarkan hasil dari perancangan

sistem yang sesuai dengan kebutuhan.

5. Uji Coba dan Evaluasi

Uji coba program dapat dilakukan pada akhir dari tahap-tahap analisa sistem,

desain sistem dan tahap penerapan sistem atau implementasi sistem.

6. Pembuatan Kesimpulan dan Saran

Pada tahap ini program telah melakukannya dengan baik, sehingga program

dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

1.7 Sistematika Penulisan

Dalam laporan skripsi ini, pembahasan disajikan dalam enam bab dengan

sistematika pembahasan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan

masalah, tujuan, manfaat dan sistematika penulisan pembuatan

skripsi ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Berisi tentang landasan teori yang akan digunakan sebagai

penyelesaian permasalahan dan disertakan juga informasi tentang

(22)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Berisi tentang cara menganalisa suatu masalah dan bagaimana cara

merancang suatu aplikasi dengan benar dan tepat sasaran di LPPM

UPN “Veteran” Jawa Timur.

BAB IV IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK

Berisi tentang hasil dan pembahasan mengenai analisa pengolahan

laporan skripsi. Yang diusulkan, penyusunan tabel dengan relasi

yang saling berhubungan dan desain dari program aplikasi.

BAB V UJI COBADAN EVALUASI PROGRAM

Berisi tentang pelaksanaan uji coba dan evaluasi dari pelaksanaan

uji coba dari program yang dibuat. Sasaran dari uji coba program

adalah untuk menemukan kesalahan-kesalahan dari program yang

mungkin terjadi sehingga dapat segera diperbaiki.

BAB VI PENUTUP

Berisi tentang kesimpulan dan saran dari penulis dan merupakan

bab terakhir dari skripsi.

DAFTAR PUSTAKA

(23)

2.1 LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur

LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur adalah lembaga hasil penggabungan

Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP), Lembaga Pengabdian kepada

Masyarakat (LPM) dan Pusat Pendidikan, Pelatihan & Konsultansi (Pusdiklatsi)

yang berlaku efektif sejak tanggal 10 Februari 2003. Untuk mendukung UPN

“Veteran” Jawa Timur dalam mewujudkan salah satu visinya yaitu terwujudnya

lembaga yang menghasilkan karya penelitian dan kegiatan pengabdian kepada

masyarakat yang berkualitas, profesional, diakui dan bertanggungjawab pada era

globalisasi, maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

(LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur selalu berupaya mengkristalisasikan

penelitian yang berdaya guna bagi masyarakat luar.

Kegiatan penelitian dan pengabdian atau pelayanan masyarakat

dikoordinasi oleh LPPM melalui bidang-bidang ahli yang diarahkan untuk

menjadi bidang-bidang ahli unggulan dalam penguasaan, pengembangan dan

penerapan IPTEKS untuk memberdayakan masyarakat dengan segala

sumberdayanya. Adapun bidang-bidang ahli unggulan yang dikembangkan

adalah:

1. Bidang Lingkungan Hidup,

a. Sub Bidang Penelitian Lingkungan Hidup dan AMDAL

b. Sub Bidang Konsevasi Tanah dan Pengelolaan Lahan

(24)

a. Sub Bidang Rekayasa dan Manajemen Industri

b. Sub Bidang Pertanian dan Bioteknologi

c. Sub Bidang Teknik Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

3. Bidang Studi Ekonomi,

a. Sub Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

b. Sub Bidang Pengembangan Agribisnis

4. Bidang Studi Wanita dan Kependudukan,

a. Sub Bidang Pemberdayaan Masyarakat

5. Bidang Teknologi Tepat Guna,

a. Sub Bidang Teknik Pengolahan Pangan

b. Sub Bidang Pengolahan Hasil Pertanian

Disamping itu LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur juga menyelenggarakan

pengurusan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) serta promosi IPTEKS.

Pembuatan Sistem Manajemen Basis Data LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur

merupakan salah satu media produk LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur yang

berisikan potensi dan kegiatan LPPM dan sebagian karya dosen UPN “Veteran”

Jawa Timur tentang penelitian dan pengabdian masyarakat yang bermanfaat bagi

Lembaga Pemerintah, Industri, Organisasi Profesi, para peneliti, dan masyarakat

pengguna dalam usaha membentuk jejaring, rantai sains dan bisnis, rantai

kegiatan riset, produksi dan pembangunan seperti yang diharapkan.

(25)

Struktur Organisasi LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur setiap bidang

memiliki sub bidang, seperti dapat kita lihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur

Kepala Pusat

Penelitian Dan Pengembangan Dr.Ir. Machfud Effendy, SU.

KEPALA LPPM

Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, MMT

Kepala Pusat

Pengabdian Kepada Masyarakat Ir. Setyo Budi Santoso, MP.

Bidang Lingkungan Hidup

Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Studi Ekonomi

Bidang Studi Wanita dan Kependudukan Bidang Studi Manajemen Bencana Alam Bidang Studi Wilayah Perbatasan Negara

Bidang Teknologi Tepat Guna Bidang Kewirausahaan

Bidang Pendidikan, Pelatihan, Konsultansi Bidang Kuliah Kerja Nyata dan Bina Desa

Staf Dosen Jurusan / Kelompok Tenaga Ahli Fakultas Ekonomi

Fakultas Pertanian

Fakultas Teknologi Industri

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmi Politik Fakultas Hukum

SEKRETARIS LPPM

Dr. Ir. Eko Nurhadi, MS.

(26)

2.2 PHP

PHP Singkatan dari Hypertext Preprocessor, merupakan bahasa scripting

server-side didesain khusus untuk aplikasi web, seperti ASP. Script PHP

dieksekusi di server, dan yang dikirim ke browser adalah hasil jadi dalam bentuk

HTML, sehingga kode PHP tidak terlihat oleh user. Berbeda dengan bahasa

scripting clientside seperti JavaScript, skrip JavaScript dieksekusi langsung oleh

browser, sehingga kodenya bisa terlihat user.

Kode-kode PHP dapat disisipkan diantara bahasa HTML. PHP juga

didukung oleh banyak database seperti : MySQL, Informix, Oracle, Sybase, Solid,

PostgreSQL, Generic ODBC, dsb.

PHP merupakan bahasa pemprograman berbasis web yang paling banyak

digunakan, dikarenakan kemudahan penggunaannya dan PHP termasuk Software

Open Source. Jadi dengan bebas mengambil di internet, merubah source code-nya

dan mendistribusikan kembali dengan lisesi GPL versi 2. PHP juga bisa

dijalankan diberbagai web server, seperti Apache, IIS, PWS, dan lain sebagainya.

(Sumber : Komunitaskita. 2010. Diakses online pada 28 Oktober 2010, pukul 08.15 WIB dari http://komunitaskita.net/apa-itu-php/)

2.3 Framework

Sebenarnya apa sih yang disebut dengan framework itu? Framework bisa

diartikan sebagai alat yang digunakan untuk membantu pekerjaan. Karena untuk

pembuatan website maka framework disini dapat diartikan sebagai alat yang dapat

digunakan untuk mempermudah pembuatan website.

Jika dengan CMS maka kita tinggal menjalankan saja tidak perlu lagi

(27)

framework. Menggunakan framework kita masih harus menulis kode, bedanya

kode-kode yang kita tulis harus menyesuaikan dengan lingkungan framework

yang kita gunakan. Memang konsekuensinya kita harus belajar lagi lingkungan

pengembangan berdasarkan framework yang kita gunakan, tetapi hal itu akan

terbayar setelah kita menguasai dan bisa menggunakan framework tersebut.

Sebuah framework selain menyediakan lingkungan pengembangan sendiri

juga menyediakan berbagai macam fungsi siap pakai yang bisa kita gunakan

dalam pembuatan website. Sehingga tidak perlu kaget jika akan banyak kode atau

fungsi yang terlihat tidak seperti biasanya, karena fungsi-fungsi tersebut

merupakan fungsi bawaan framework dan bukan fungsi asli dari PHP. Fungsi

tersebut terkadang merupakan pengembangan atau penyesuaian fungsi asli PHP

agar lebih mudah digunakan atau agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2.3.1 CodeIgniter

CodeIgniter merupakan salah satu dari sekian banyak framework PHP

yang ada. CodeIgniter dikembangkan oleh Rick Ellis (http://www.ellislab.com).

Tujuan dari pembuatan framework CodeIgniter ini menurut user manualnya

adalah untuk menghasilkan framework yang akan dapat digunakan untuk

pengembangan proyek pembuatan website secara lebih cepat dibandingkan

dengan pembuatan website dengan cara koding secara manual, dengan

menyediakan banyak sekali pustaka yang dibutuhkan dalam pembuatan website,

dengan antarmuka yang sederhana dan struktur logika untuk mengakses pustaka

yang dibutuhkan. CodeIgniter membiarkan kita untuk memfokuskan diri pada

pembuatan website dengan meminimalkan pembuatan kode untuk berbagai tujuan

(28)

2.3.2 Kelebihan CodeIgniter

Ada banyak sekali framework PHP yang beredar di internet. Lantas kenapa

kita memilih CodeIgniter bukan yang lain? Berikut alasan-alasannya:

1. Gratis

CodeIgniter dilisensikan dibawah lisensi Apache/BSD style open source

license, ini berarti kita dapat menggunakannya sesuai dengan keinginan kita.

2. Berjalan di PHP versi 4 dan 5

Sekarang ini PHP sudah mencapai versi ke 5, meskipun begitu masih

banyak orang yang tetap menggunakan PHP versi 4, oleh sebab itu CodeIgniter

dikembangkan agar tetap kompatibel dengan PHP versi 4 dan dapat dijalankan

pada PGP versi 5.

3. Ringan dan cepat

Secara default CodeIgniter hanya berjalan dengan me-load beberapa

pustaka saja, dengan demikian hanya membutuhkan resource yang sedikit

sehingga ringan dan cepat dijalankan. Pustaka-pustaka lain yang nantinya akan

digunakan bisa di-load sesuai dengan kebutuhan.

4. Menggunakan MVC

CodeIgniter menggunakan lingkungan pengembangan dengan metode

Model View Controller (MVC) yang membedakan antara logika dan

presentasi/tampilan, sehingga tugas bisa lebih mudah dipecah-pecah. Ada bagian

yang khusus membuat tampilan dan bagian yang membuat core programnya.

5. Dokumentasi

Salah satu hal yang bisa dijadikan barometer apakah sebuah aplikasi

(29)

ini CodeIgniter sangat luar biasa, terdapat dokumentasi yang sangat lengkap

tentang semua hal yang ada dalam CodeIgniter. Mulai dari langkah instalasi

sampai dokumentasi fungsi-fungsi nya tersedia. Adanya dokumentasi sangat

memudahkan bagi pemula dalam mempelajari lingkungan pengembangan website

dengan CodeIgniter.

6. Pustaka yang lengkap

CodeIgniter dilengkapi dengan berbagai pustaka siap pakai untuk berbagai

kebutuhan, misalnya saja koneksi database, email, session dan cookies,

keamanan, manipulasi gambar dan banyak lagi.

2.3.3 Fitur-Fitur CodeIgniter

Berikut fitur-fitur yang didukung oleh CodeIgniter :

1. Sistem berbasis Model View Controller

2. Kompatibel dengan PHP versi 4.

3. Ringan dan Cepat.

4. Terdapat dukungan untuk berbagai basis data.

5. Mendukung Active Record Database.

6. Mendukung form dan validasi data masukan.

7. Keamanan dan XSS filtering.

8. Tersedia pengaturan session.

9. Tersedia class untuk mengirim email.

10. Tersedia class untuk manipulasi gambar (cropping, resizing, rotate, dsb).

11. Tersedia class untuk upload file.

12. Tersedia class yang mendukung transfer via FTP.

(30)

14. Tersedia class untuk melakukan pagination (membuat tampilan perhalaman).

15. Mendukung enkripsi data.

16. Mendukung benchmarking.

17. Mendukung caching.

18. Pencatatan error yang terjadi.

19. Tersedia class untuk membuat calendar.

20. Tersedia class untuk mengetahui user agent, misalnya tipe browser dan sistem

operasi yang digunakan pengunjung.

21. Tersedia class untuk pembuatan template website.

22. Tersedia class untuk membuat trackback.

23. Tersedia pustaka untuk bekerja dengan XMP-RPC.

24. Menghasilkan clean URL.

25. URI routing yang fleksibel.

26. Mendukung hooks, ekstensi class dan plugin.

27. Memiliki helper yang banyak jumlahnya.

2.3.4 Model View Controller

Seperti sudah disebutkan di muka bahwa CodeIgniter menerapkan

lingkunganpengembangan dengan metode MVC (Model View Controller). MVC

memisahkan antara logika pembuatan kode dengan pembuatan template atau

tampilan website. Penggunaan MVC membuat pembuatan sebuah proyek website

menjadi lebih terstruktur dan lebih sederhana.

Secara sederhana konsep MVC terdiri dari tiga bagian yaitu bagian Model,

bagian View dan bagian Controller. Didalam website dinamis setidaknya terdiri

(31)

menampilkan halaman wesite. 3 hal tersebut direpresentasikan dengan MVC yaitu

model untuk basis data, view untuk cara menampilkan halaman website dan

controller untuk logika aplikasi.

1. Model

Merepresantiskan struktur data dari website yang bisa berupa basis data

maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file xml. Biasanya didalam

model akan berisi class dan fungsi untuk mengambil, melakukan update dan

menghapus data website. Karena sebuah website biasanya menggunakan basis

data dalam menyimpan data maka bagian Model biasanya akan berhubungan

dengan perintah-perintah query SQL.

Model bisa dibilang khusus digunakan untuk melakukan koneksi ke basis

data oleh karena itu logika-logika pemrograman yang berada didalam model juga

harus yang berhubungan dengan basis data. Misalnya saja pemilihan kondisi

tetapi untuk memilih melakukan query yang mana.

2. View

Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengunjung website.

Sebisa mungkin didalam View tidak berisi logika-logika kode tetapi hanya berisi

variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan. View bisa dibilang

adalah halaman website yang dibuat menggunakan HTML dengan bantuan CSS

atau JavaScript.

Didalam view jangan pernah ada kode untuk melakukan koneksi ke basis

data. View hanya dikhususkan untuk menampilkan data-data hasil dari model dan

(32)

3. Controller

Controller merupakan penghubung antara Model dan View. Didalam

Controller inilah terdapat class dan fungsi-fungsi yang memproses permintaan

dari View kedalam struktur data didalam Model. Controller juga tidak boleh berisi

kode untuk mengakses basis data. Tugas controller adalah menyediakan berbagai

variabel yang akan ditampilkan di view, memanggil model untuk melakukan akses

ke basis data, menyediakan penanganan error, mengerjakan proses logika dari

aplikasi serta melakukan validasi atau cek terhadap input.

Jadi secara singkat urutan dari sebuah request adalah sebagai berikut : user

berhubungan dengan view, dimana didalam view inilah semua informasi

ditampilkan. Saat user melakukan permintaan atau request, misal klik tombol

maka request tersebut akan diproses oleh Controller. Apa yang harus dilakukan,

data apa yang diinginkan, apakah ingin melihat data, atau memasukan data atau

mungkin melakukan validasi data terlebih dahulu, semua diproses oleh

Controller. Kemudian Controller akan meminta Model untuk menyelesaikan

request, entah itu melakukan query atau apapun. Dari Model, data akan dikirim

kembali untuk di proses lebih lanjut di dalam Controller dan baru dari Controller

data akan ditampilkan di View.

(Sumber : Wahono. 2010. Diakses online pada 28 Oktober 2010, pukul 08.15

WIB dari

http://ilmukomputer.org/wahono-content/uploads/2010/05/belajar-php-dengan-framework-codeigniter.pdf.)

2.4 MySQL

MySQL adalah sebuah database server. Cocok untuk digunakan aplikasi

(33)

SQL, dan banyak digunakan di berbagai platform. MySQL termasuk jenis

RDBMS (Relational Database Management System), sehingga istilah table, baris,

dan kolom tetap digunakan dalam MySQL. Pada MySQL sebuah database

mengandung beberapa table, dan sebuah table bisa terdiri dari beberapa kolom

(field) dan baris (record).

Lisensi yang digunakan adalah GPL (Gnu Public Licence), tapi tidak

sepenuhnya menggunakan GPL, karena ditentukan kondisi bagaimana server

database ini dipakai. Tapi secara umum, anda dapat mendownload dan

menggunakannya secara bebas tanpa perlu biaya jika tidak ingin. Database sangat

dibutuhkan jika pembuatan aplikasi web membutuhkan penyimpanan data yang

banyak, terutama untuk aplikasi-aplikasi web serius. PHP dan MySQL merupakan

suatu yang tak terpisahkan, kombinasi keduanya adalah cross-platform, artinya

anda bisa mendevelop menggunakan Windows, tetapi dijalankan si server UNIX.

2.4.1 KelemahanMySQL

Adapun beberapa kelemahan MySQL dibandingkan dengan database lain,

diantaranya :

1. Tidak cocok untuk menangani data dengan jumlah yang besar, baik untuk

menyimpan data maupun untuk memproses data.

2. Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja pada server ketika data yang

disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan daya tampung server karena

tidak menerapkan konsep Technology Cluster Server.

2.4.2 Kelebihan MySQL

Adapun beberapa kelebihan MySQL dibandingkan dengan database lain,

(34)

1. Merupakan DBMS yang gratis/open source berlisensi GPL (generic public

license).

2. Cocok untuk perusahaan dengan skala yang kecil.

3. Tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk bisa menjalankan

MWSQL ini bahkan dengan spesifikasi hardware yang minimal sekalipun.

4. Bisa berjalan pada lebih dari satu platform system operasi, misalnya windows,

linux, FreeBSD, Solaris, dan masih banyak lagi.

5. Cepat dalam menjalankan perintah SQL / Structured Query Language misalnya

ketika akan menyeleksi suatu data atau memasukkan suatu data karena MYSQL

merupakan turunan dari konsep SQL. Multi user, artinya database dapat

digunakan oleh beberapa user dalam waktu bersamaan tanpa mengalami masalah

atau konflik.

6. MYSQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned

integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.

7. MYSQL memiliki beberapa lapisan keamanan, seperti subnetmask, nama host,

dan izin akses user dengan system perijinan yang mendetail serta sandi/password

terenkripsi.

8. MYSQL dapat melakukan koneksi dengan computer client menggunakan

Protokol TCP/IP, Unix Socket (UNIX), atau Named Pipes (windows NT).

9. MYSQL memiliki antar muka / interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa

pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming

Interface), dan masih banyak lain.

(Sumber : F4bregaz. 2009. Diakses online pada 28 Oktober 2010, pukul 11.35

(35)

2.5 UML (Unified Modelling Language)

Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah

menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan

mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar

untuk merancang model sebuah sistem. Dengan menggunakan UML kita dapat

membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut

dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis

dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class

dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti

lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau

VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling

aplikasi procedural dalam VB atau C. Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML

mendefinisikan notasi dan syntax/semantik.

Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk

menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna

tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut

dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah

ada sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh

OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented

Software Engineering).

2.5.1 Tool Yang Mendukung UML

Saat ini banyak sekali tool pendesainan yang mendukung UML, baik itu

tool komersial maupun opensource. Beberapa diantaranya adalah:

(36)

2. Together (www.togethersoft.com)

3. Object Domain (www.objectdomain.com)

4. Jvision (www.object-insight.com)

5. Objecteering (www.objecteering.com)

6. MagicDraw (www.nomagic.com/magicdrawuml)

7. Visual Object Modeller (www.visualobject.com)

Dalam hal ini, penulis menggunakan Rational Rose dalam membuat UML

dimana digunakan untuk menjelaskan tentang alur kerja sistem aplikasi yang akan

dibuat, sehingga dapat diimplementasikan dengan tepat. Dengan menggunakan

Rational Rose, orang awam pun yang bukan berasal dari jurusan informatika juga

dapat mengerti proses bekerjanya sebuah sistem karena penggambaran dijelaskan

secara terperinci dan detail, sehingga dapat dipahami dan dimengerti alur kerja

sistem yang dibuat oleh seorang programmer.

2.5.2 Konsepsi Dasar UML

Konsep dasar UML yang terdiri dari structural classification, dynamic

behavior, dan model management, bisa kita pahami dengan mudah apabila kita

melihat gambar diatas dari Diagrams. Main concepts bisa kita pandang sebagai

term yang akan muncul pada saat kita membuat diagram. Dan view adalah

kategori dari diagaram tersebut. Lalu darimana kita mulai ? Untuk menguasai

UML, sebenarnya cukup dua hal yang harus kita perhatikan:

1. Menguasai pembuatan diagram UML

2. Menguasai langkah-langkah dalam analisa dan pengembangan dengan UML

(37)

Seperti juga tercantum pada gambar diatas UML mendefinisikan

diagram-diagram sebagai berikut:

1. use case diagram

2. class diagram

3. statechart diagram

4. activity diagram

5. sequence diagram

6. collaboration diagram

7. component diagram

8. deployment diagram

2.5.3 Use Case Diagram

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari

sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan

“bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor

dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke

sistem, meng- create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor

adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk

melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Use case diagram dapat sangat

membantu bila kita sedang menyusun requirement sebuah sistem,

mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk

semua feature yang ada pada sistem. Sebuah use case dapat meng- include

fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara

umum diasumsikan bahwa use case yang di- include akan dipanggil setiap kali

(38)

include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat

dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common . Sebuah use

case juga dapat meng- extend use case lain dengan behaviour -nya sendiri.

Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case

yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.

2.5.4 Class Diagram

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan

sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi

objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus

menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek

beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan

lain-lain. Class memiliki tiga area pokok :

1. Nama (dan stereotype)

2. Atribut

3. Metoda

Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :

a. Private, tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan

b. Protected, hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak

yang mewarisinya

c. Public, dapat dipanggil oleh siapa saja

Class dapat merupakan implementasi dari sebuah interface, yaitu class

abstrak yang hanya memiliki metoda. Interface tidak dapat langsung

(39)

Dengan demikian interface mendukung resolusi metoda pada saat run-time.

Sesuai dengan perkembangan class model, class dapat dikelompokkan menjadi

package. Kita juga dapat membuat diagram yang terdiri atas package.

Hubungan Antar Class

1. Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class. Umumnya menggambarkan class

yang memiliki atribut berupa class lain, atau class yang harus mengetahui

eksistensi class lain. Panah navigability menunjukkan arah query antar class.

2. Agregasi, yaitu hubungan yang menyatakan bagian (“terdiri atas..”).

3. Pewarisan, yaitu hubungan hirarkis antar class . Class dapat diturunkan dari

class lain dan mewarisi semua atribut dan metoda class asalnya dan

menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang

diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah generalisasi.

4. Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan ( message ) yang di- passing dari

satu class kepada class lain. Hubungan dinamis dapat digambarkan dengan

menggunakan sequence diagram yang akan dijelaskan kemudian.

2.5.5 Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem

yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang

mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat

menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state

adalah action dan sebagian besar transisi di- trigger oleh selesainya state

sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak

(40)

secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas

dari level atas secara umum. Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu use

case atau lebih.

Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case

menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan

aktivitas. Sama seperti state , standar UML menggunakan segiempat dengan sudut

membulat untuk menggambarkan aktivitas. Decision digunakan untuk

menggambarkan behaviour pada kondisi tertentu. Untuk mengilustrasikan

proses-proses paralel (fork dan join) digunakan titik sinkronisasi yang dapat berupa titik,

garis horizontal atau vertikal. Activity diagram dapat dibagi menjadi beberapa

object swimlane untuk menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab

untuk aktivitas tertentu.

2.5.6 Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di

sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang

digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal

(waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram

biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah

yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output

tertentu. Diawali dari apa yang men- trigger aktivitas tersebut, proses dan

perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

Masing-masing objek, termasuk aktor, memiliki lifeline vertikal. Message

digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase

(41)

Activation bar menunjukkan lamanya eksekusi sebuah proses, biasanya diawali

dengan diterimanya sebuah message. Untuk objek-objek yang memiliki sifat

khusus, standar UML mendefinisikan icon khusus untuk objek boundary,

controller dan persistent entity.

(Sumber : Prasetyo, Harmi. 2006. Diakses online pada 28 Oktober 2010, pukul

13.20 WIB dari

http://harmiprasetyo.wordpress.com/2006/09/26/pengantar-uniifiied-modelliing-language-uml/)

2.6 Ajax jQuery

Ajax jQuery merupakan sebuah library javascript yang saat pertama kali

muncul langsung berimbas pada beralihnya para developer untuk segera

memanfaatkannya sebagai library yang powerfull untuk menyaingi ajax. Awal

munculnya sempat membuat ajax hanya mendapat hitungan jari kelingking dari

para developer. jQuery adalah yang cepat dan ringkas Library JavaScript bahwa

menyederhanakan dokumen HTML melintasi, penanganan acara, Animating, dan

interaksi Ajax untuk pengembangan web cepat. jQuery dirancang untuk mengubah

cara bahwa anda menulis JavaScript.

(Sumber : Erlingga, Nahwan. 2009. Diakses online pada28 Oktober 2010 pukul

17.40 WIB dari

(42)

3.1 Analisis Sistem

Pada bagian ini akan dirumuskan kebutuhan sistem yang akan menjadi

dasar dalam perancangan sistem aplikasi implementasi direktori penelitian dosen.

Perumusan kebutuhan sistem tersebut dilakukan dengan cara menentukan alur

yang terjadi dalam sistem. Alur tersebut kemudian akan digambarkan dengan

diagram use case.

Untuk memudahkan didalam menentukan alur yang mungkin terjadi dalam

sistem ini, ditentukan terlebih dahulu pengguna sistem ini. Pengguna sistem

kemudian akan digambarkan sebagai actor dalam diagram use case. Pada sub bab

berikut akan dibahas tentang pengguna sistem ini.

3.2 Analisis Kebutuhan

Pada bagian ini akan dirumuskan kebutuhan sistem yang akan menjadi

dasar dalam perancangan sistem aplikasi implementasi direktori penelitian dosen.

3.2.1 Spesifikasi Kebutuhan Sistem

Spesifikasi kebutuhan sistem aplikasi menjelaskan mengenai level

pengguna aplikasi dan hak aksesnya serta masukan dan keluaran sistem aplikasi.

3.2.2 Level Pengguna dan Hak Akses

Dalam pengguna aplikasi ini di bagi menjadi 2 level, yaitu : user (dosen),

dan admin (Ka.lppm).

(43)

memasukkan data pribadi, data pendidikan, data dosen tetap di universitas, data

instansi lain, data bimbingan mahasiswa, dan foto. Layanan ini bisa di akses jika

user telah melalui proses registrasi dan login.

2. Admin (Ka.lppm), dapat mengunakan sejumlah layanan tersedia melalui web

browser, admin dapat melakukan penambahan data user, melihat data penelitian,

laporan penelitian dan hapus user. Layanan ini bisa di akses jika admin telah

melalui proses registrasi dan login.

3.3 Perancangan Sistem

Perancangan sistem digunakan untuk menggambarkan sejumlah proses

terstruktur dalam sistem aplikasi, berorientasikan pada aliran sistem yang terjadi,

agar memperjelas sistem alur aplikasi yang dibuat. Penjelasan mengenai sistem

dimulai dari business use case diagram, use case diagram, activity diagram,

sequence diagram, dan class diagram.

3.3.1 Business Use Case Diagram

Pemodelan bisnis yang berfokus pada sebuah organisasi dimana

identifikasi masalah akan dilakukan untuk masing-masing pengguna sistem.

Berikut ini tampilan dari businessuse case diagram seperti pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 BusinessUse Case Diagram

(44)

Sebagai user akan mendapatkan fasilitas yang lengkap dalam hak

aksesnya. Dengan memasukkan username dan password sebagai user maka dapat

memasukkan data pribadi, memasukkan data penelitiannya dan melihat laporan

data penelitian yang didaftarkan oleh dirinya sendiri, dan dapat melakukan upload

dan downloadfile penelitian yang diinginkan.

Sedangkan pada petugas admin bertugas untuk me-maintenance sistem

dan memberi pengumuman serta bertanggung jawab untuk memanajemen

pengguna yang ada dan melihat laporan penelitian dosen.

3.3.2 Use Case Diagram

Ditujukan untuk menemukan kebutuhan sistem yang akan dibuat.

Identifikasi masalah akan dilakukan untuk masing-masing pengguna sistem.

Berikut ini tampilan dari use case diagram seperti pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Use Case Diagram

Sebagai dosen akan mendapatkan fasilitas yang lengkap dalam hak

aksesnya. Dengan memasukkan username dan password sebagai dosen maka

dapat menambah, merubah profil, menambah data penelitian, dan melihat laporan

(45)

data penelitian yang didaftarkan oleh dirinya sendiri, dan dapat melakukan upload

dan downloadfile penelitian yang diinginkan.

Sedangkan pada admin (Ka. LPPM) bertugas untuk menambah data menu

dan merubah data user serta bertanggung jawab untuk memanajemen pengguna

yang ada dan melihat laporan penelitian dosen.

3.3.3 Activity Diagram

Pada diagram aktivitas ini menjelaskan tentang alur use case yang terjadi

pada use case diagram.

1) Activity Diagram Proses Login

Pada diagram aktivitas proses login ini menjelaskan bagaimana proses

login yang terjadi pada aplikasi saat akan dijalankan oleh user. Berikut ini

(46)

Berikut ini tampilan dari activity diagram merawat sistem seperti pada gambar

3.4.

Gambar3.4 Activity DiagramMerawat Sistem

Proses merawat sistem hanya dapat dilakukan oleh seorang admin,

pertama kali admin akan menerima tampilan menu utama hak akses. Kemudian

memilih beberapa menu yang akan dipilih. Pada proses merawat sistem ini terjadi

proses penambahan, perubahan dan menghapus data pada sistem.

3) Activity Diagram Tambah Pengumuman

Proses tambah pengumuman juga dapat dilakukan oleh seorang admin,

pertama kali admin akan menerima tampilan menu utama hak akses. Berikut ini

tampilan dari activity diagramtambah pengumuman seperti pada gambar 3.5.

(47)

Setelah itu memilih menu pengumuman dan mengisi data form kemudian

data yang telah dimasukkan divalidasi jika benar maka sistem akan menyimpan

data tersebut dan jika tidak maka sistem akan kembali ke tampilan form

pengumuman.

4) Activity Diagram Rekap Laporan

Proses rekap laporan hanya dapat dilakukan oleh seorang admin, pertama

kali admin akan menerima tampilan menu utama hak akses. Berikut ini tampilan

dari activity diagramrekap laporan seperti pada gambar 3.6.

Gambar 3.6 Activity DiagramRekap Laporan

Setelah itu memilih memilih menu laporan penelitian kemudian system

menampilkan form laporan penelitian dimana harus diisi sesuai field yang ada di

form tersebut, kemudian data divalidasi untuk melihat data laporan dosen dan

penelitian jika benar maka sistem akan menampilkan seluruh laporan dan

mencetaknya dan jika tidak maka sistem akan kembali menampilkan form

laporan.

5) Activity Diagram Login Dosen

Pada diagram aktivitas proses login ini menjelaskan bagaimana proses

login yang terjadi pada aplikasi saat akan dijalankan oleh user. Berikut ini

(48)

Gambar 3.7 Activity DiagramLogin Dosen

Untuk dapat melakukan proses login dosen, dosen harus melakukan proses

login dengan cara memasukkan username dan password, sehingga nantinya dapat

menuju ke menu hak akses.

6) Activity Diagram Ubah Profil

Proses ubah profil dapat dilakukan oleh dosen, pertama kali dosen akan

menerima tampilan menu utama hak akses. Berikut ini tampilan dari activity

(49)

data tersebut dan menampilkannya serta jika tidak maka sistem akan

menampilkan pesan error.

7) Activity Diagram Tambah Profil

Proses tambah profil dapat dilakukan oleh dosen dimana langkah awal

untuk terdaftar menjadi anggota, yang kemudian melakukan verifikasi sebagai

dosen. Berikut ini tampilan dari activity diagram tambah profil seperti pada

(50)

Dalam melakukan proses daftar maka user memasukkan data pribadinya

agar dalam proses diketahui apakah data dosen tersebut telah sukses masuk ke

sistem. Dosen juga memasukkan data pendidikannya, data sebagai dosen di

perguruan tinggi mana, data instansi, data bimbingan mahasiswa beserta foto. Jika

data yang di masukkan ke sistem sudah benar, maka user dapat menyimpannya.

8) Activity Diagram Tambah Data Penelitian

Proses tambah data penelitian hanya dapat dilakukan oleh dosen melalui

pertama kali dosen akan menerima tampilan menu utama hak akses. Berikut ini

tampilan dari activity diagramtambah data penelitian seperti pada gambar 3.10.

Gambar 3.10 Activity DiagramTambah Data Penelitian

Setelah itu memilih menu data penelitian dan mengisi data form data

penelitian kemudian data yang telah dimasukkan divalidasi jika benar maka

sistem akan menyimpan data tersebut dan jika tidak maka sistem akan

menampilkan pesan error.

9) Activity Diagram Laporan Penelitian

Pertama kali dosen akan menerima tampilan menu utama hak akses.

Kemudian pada menu laporan penelitian dosen melihat laporannya. Berikut ini

(51)

Gambar 3.11 Activity DiagramLaporan Penelitian

Setelah itu memilih menu laporan penelitian dan mengisi data form

kemudian data yang dicari ditampilkan telah dimasukkan kemudian divalidasi

untuk mencetak data jika benar maka sistem akan menyimpan data tersebut dan

jika tidak maka sistem akan kembali ke menu utama.

10) Activity Diagram Download Berkas

Pertama kali dosen akan menerima tampilan menu utama hak akses.

Setelah itu memilih menu download file dan sistem menampilkan data yang akan

di-download. Berikut ini tampilan dari activity diagram download berkas seperti

pada gambar 3.12.

(52)

Kemudian dosen melihat beberapa berkas dan divalidasi untuk mengambil

datanya jika benar maka sistem akan menyimpan data tersebut dan jika tidak

maka sistem akan kembali ke tampilan data yang akan di-download.

3.3.4 Sequence Diagram

Setelah menjelaskan alur semua use case diagram ke dalam diagram

aktivitas, selanjutnya dari diagram aktivitas semua aktivitas dijelaskan ke diagram

sekuensial.

1) Sequence DiagramProses Login

Pada sequence diagram proses login ini, admin melakukan proses login

yaitu dengan cara memasukkan username dan password. Berikut ini tampilan dari

sequence diagramproses login seperti pada gambar 3.13.

Gambar 3.13 Sequence DiagramProses Login

Kemudian sistem melakukan verifikasi data login, kemudian jika data

benar maka data yang dimasukkan akan disimpan ke dalam sistem database.

2) Sequence DiagramMerawat Sistem

Pada sequence diagram merawat sistem data menu, admin memasukkan

data pada beberapa class yaitu class pt, sistem, fakultas, jurusan, propinsi, kota.

: admin : login : sistem

buka form( ) isikan kata sandi( )

validasi( )

(53)

Berikut ini tampilan dari sequence diagram merawat sistem seperti pada gambar

Gambar 3.14 Sequence Diagram Merawat Sistem

Diawali dengan admin memasukkan data perguruan tinggi kemudian oleh

sistem disimpan agar pada saat dosen login untuk menambah profil pendidikannya

maka akan muncul data perguruan tinggi yang sudah ter-record didalam sistem.

3) Sequence Diagram Tambah Pengumuman

Pada sequence diagram tambah pengumuman, admin mengambil data

yang akan diisi pada beberapa class yaitu class pengumuman, sistem dan dosen.

Berikut ini tampilan dari sequence diagram tambah pengumuman seperti pada

gambar 3.15. is ik an informas i

s impan dos en

(54)

Diawali dengan admin memasukkan data pada menu pengumuman

kemudian oleh sistem disimpan agar pada saat dosen login, dosen dapat

men-download file yang berkaitan dengan penelitiannya dimana data pengumuman

yang sudah ter-record didalam sistem.

4) Sequence Diagram Rekap Laporan

Pada sequence diagram rekap laporan, admin melihat beberapa data yang

berkaitan dengan user dan penelitiannya. Berikut ini tampilan dari sequence

diagram rekap laporan seperti pada gambar 3.16.

Gambar 3.16 Sequence Diagram Rekap Laporan

Setelah itu menganalisanya dengan melihat beberapa rekap laporan di

setiap class yaitu class penelitian, sistem dan jenis penelitian.

5) Sequence Diagram Login Dosen

Pada sequence diagram login dosen ini, dosen melakukan proses login

yaitu dengan cara memasukkan username dan password. Berikut ini tampilan dari

sequence diagram login dosen seperti pada gambar 3.17.

Gambar 3.17 Sequence Diagram Login Dosen

(55)

Kemudian sistem melakukan verifikasi data login, kemudian jika data

benar maka data yang dimasukkan akan disimpan ke dalam sistem database.

6) Sequence Diagram Tambah Profil

Pada sequence diagram memasukkan data pribadi, dosen memasukkan

beberapa data pribadinya pada class yaitu diantaranya dosen pendidikan, dosen pt,

dosen instansi dan dosen bimbingan. Berikut ini tampilan dari sequence diagram

tambah profil seperti pada gambar 3.18.

: dosen : profil dosen : sistem : fakultas : jurusan

Gambar 3.18 Sequence Diagram Tambah Profil

Pada proses ini dosen memasukkan data pribadinya pada menu profil

dosen kemudian disimpan pada database kemudian mengisi data fakultas dan

jurusan dimana tempat dosen mengajar.

7) Sequence Diagram Ubah Profil

Pada sequence diagram memasukkan data pribadi, dosen memasukkan

beberapa data pribadinya pada class yaitu diantaranya dosen pendidikan, dosen pt,

(56)

: dosen : profil dosen : sistem : fakultas : jurusan

Gambar 3.19 Sequence Diagram Ubah Profil

Diawali dengan dosen memasukkan data pribadinya pada menu profil

dosen kemudian disimpan pada database kemudian jika ingin mengubah data

fakultas dan jurusan dimana tempat dosen mengajar maka masuk ke menu edit.

8) Sequence Diagram Tambah Data Penelitian

Pada sequence diagram memasukkan data penelitian, dosen memasukkan

beberapa data penelitiannya pada class penelitian. Berikut ini tampilan dari

sequence diagram tambah data penelitian seperti pada gambar 3.20.

: dosen : penelitian : sistem : jenis penelitian : dana : file : anggota penelitian

Gambar 3.20 Sequence Diagram Tambah Data Penelitian

Pada proses ini dosen memasukkan data penelitianya pada menu data

(57)

9) Sequence Diagram Laporan Penelitian

Pada sequence diagram laporan penelitian, dosen melihat beberapa data

laporan yang berkaitan dengan penelitiannya setelah itu menganalisanya dengan

melihat beberapa laporan di setiap class menu laporan dan mencetaknya. Berikut

ini tampilan dari sequence diagram laporan penelitian seperti pada gambar 3.21.

Gambar 3.21 Sequence Diagram Laporan Penelitian

Pada proses ini dosen memasukkan data penelitianya pada menu data

penelitian kemudian disimpan pada database dan mengisi data-data yang

berkaitan dengan penelitian.

10) Sequence Diagram Download Berkas

Pada sequence diagram download berkas, dosen melihat beberapa data

yang berkaitan dengan penelitian setelah itu menganalisanya dengan melihat

beberapa berkas dan sistem akan mengambil datanya. Berikut ini tampilan dari

sequence diagram download berkas seperti pada gambar 3.22.

Gambar 3.22 Sequence Diagram Download Berkas

: dos en : penelitian : sis tem : jenis penelitian : fak ultas : jurus an mas uk k an informas i( )

s impan( )

t ampilk anjenis penelitan( ) is ijenis penelit ian( )

(58)

Pada proses ini dosen dapat melakukan proses upload dan download data

penelitianya pada menu data penelitian kemudian disimpan pada database dan

mengisi data-data yang berkaitan dengan penelitian.

3.4 Implementasi Basis Data

Pada bagian ini menerangkan tentang tabel-tabel yang ada pada database,

dimana tabel-tabel ini nantinya yang akan dibuat untuk menyimpan data-data user

pada aplikasi yang akan dijalankan.

3.4.1 Class Diagram

Terdapat beberapa class sebagai pembentuk sistem yaitu diantaranya kelas

pembatas, kelas control dan kelas entitas. Berikut ini tampilan dari class diagram

seperti pada gambar 3.23.

Gambar 3.23 Class Diagram

Disertai dengan relasi antar class yaitu realize, generalisasi, asosiasi, dan

Figur

Gambar 3.1 Business Use Case Diagram
Gambar 3 1 Business Use Case Diagram . View in document p.43
Gambar 3.2 Use Case Diagram
Gambar 3 2 Use Case Diagram . View in document p.44
Gambar 3.7 Activity Diagram Login Dosen
Gambar 3 7 Activity Diagram Login Dosen . View in document p.48
Gambar 3.10 Activity Diagram Tambah Data Penelitian
Gambar 3 10 Activity Diagram Tambah Data Penelitian . View in document p.50
Gambar 3.11 Activity Diagram Laporan Penelitian
Gambar 3 11 Activity Diagram Laporan Penelitian . View in document p.51
Gambar 3.13 Sequence Diagram Proses Login
Gambar 3 13 Sequence Diagram Proses Login . View in document p.52
Gambar 3.18 Sequence Diagram Tambah Profil
Gambar 3 18 Sequence Diagram Tambah Profil . View in document p.55
Tabel 3.7 Basis Data dosen_pendidikan
Tabel 3 7 Basis Data dosen pendidikan . View in document p.61
Tabel 3.9 Basis Data anggota_penelitian
Tabel 3 9 Basis Data anggota penelitian . View in document p.62
Tabel 3.13 Basis Data jenis_penelitian
Tabel 3 13 Basis Data jenis penelitian . View in document p.63
Tabel 3.16 Basis Data mr_fakultas
Tabel 3 16 Basis Data mr fakultas . View in document p.64
Tabel – tabel ini merupakan keterangan tabel hasil pemindahan dari class
Tabel tabel ini merupakan keterangan tabel hasil pemindahan dari class . View in document p.65
Gambar 3.25 Desain Halaman Register
Gambar 3 25 Desain Halaman Register . View in document p.66
Gambar 3.27 Desain Halaman Utama Administrator
Gambar 3 27 Desain Halaman Utama Administrator. View in document p.67
Gambar 4.1 Script Koneksi Database
Gambar 4 1 Script Koneksi Database . View in document p.69
Gambar 4.3 Script Ajax Login
Gambar 4 3 Script Ajax Login . View in document p.70
Gambar 4.4 Script Proses Login Dosen
Gambar 4 4 Script Proses Login Dosen . View in document p.71
Gambar 4.5 Script Proses Memasukkan Data User
Gambar 4 5 Script Proses Memasukkan Data User . View in document p.72
Gambar 4.25 Form Halaman Profil Pendidikan
Gambar 4 25 Form Halaman Profil Pendidikan . View in document p.80
Gambar 4.30 Form Halaman Profil Foto
Gambar 4 30 Form Halaman Profil Foto . View in document p.82
Gambar 5.1 Uji Coba Halaman Utama Sistem
Gambar 5 1 Uji Coba Halaman Utama Sistem . View in document p.84
Gambar 5.2 Uji Coba Form Register
Gambar 5 2 Uji Coba Form Register . View in document p.85
Gambar 5.4 Uji Coba Menu Utama Dosen
Gambar 5 4 Uji Coba Menu Utama Dosen . View in document p.86
Gambar 5.6 Uji Coba Form Tambah Pendidikan Dosen
Gambar 5 6 Uji Coba Form Tambah Pendidikan Dosen . View in document p.87
Gambar 5.10 Uji Coba Form Tambah Instansi
Gambar 5 10 Uji Coba Form Tambah Instansi . View in document p.88
Gambar 5.12 Uji Coba Form Tambah Bimbingan Mahasiswa
Gambar 5 12 Uji Coba Form Tambah Bimbingan Mahasiswa . View in document p.89
Gambar 5.15 Uji Coba Form Hasil Upload Foto
Gambar 5 15 Uji Coba Form Hasil Upload Foto . View in document p.90
Gambar 5.18 Uji Coba Form Upload File Penelitian
Gambar 5 18 Uji Coba Form Upload File Penelitian . View in document p.91
Gambar 5.21 Uji Coba Halaman Login Admin
Gambar 5 21 Uji Coba Halaman Login Admin . View in document p.92
Gambar 5.22 Uji Coba Menu Utama Admin
Gambar 5 22 Uji Coba Menu Utama Admin . View in document p.93

Referensi

Memperbarui...