PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN TINGKAT KEPERCAYAAN SISWA SMA DALAM MENJAWAB PERTANYAAN KONSEP JARINGAN TUMBUHAN.

42 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN TINGKAT KEPERCAYAAN SISWA SMA DALAM MENJAWAB PERTANYAAN KONSEP JARINGAN

TUMBUHAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan Biologi

Oleh

SYIFAA HUSNIYAH

0800227

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS PENDIDIKAN METEMATIKA DAN ILMU PENETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

(2)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN TINGKAT KEPERCAYAAN SISWA SMA DALAM MENJAWAB PERTANYAAN KONSEP JARINGAN

TUMBUHAN

Oleh

Syifaa Husniyah

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam

© Syifaa Husniyah 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

Februari 2013

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT

TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN TINGKAT KEPERCAYAAN

SISWA SMA DALAM MENJAWAB PERTANYAAN KONSEP JARINGAN

TUMBUHAN

Oleh:

Syifaa Husniyah 0800227

Disetujui dan disahkan oleh:

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Biologi

Dr. H. Riandi, M.Si

NIP. 196305011988031002 Pembimbing II

Dra.Soesy Asiah Soesilawaty, MS.

NIP. 195904011983032002 Pembimbing I

Dr. H. Riandi, M.Si

(4)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN TINGKAT KEPERCAYAAN SISWA SMA DALAM MENJAWAB PERTANYAAN KONSEP JARINGAN

TUMBUHAN

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang penguasaan konsep siswa, tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan serta respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament . Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan menerapkan Pretest-posttest

control group design. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI SMAN 2

Sumedang, pada kelas eksperimen jumlah sampel yang digunakan sebanyak 21 orang siswa sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 24 siswa, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal sebelum pembelajaran (pretest), dan setelah pembelajaran selesai (posttest) serta angket untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran TGT. Untuk mengetahui pengaruh terhadap penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan dalam menjawab pertanyaan digunakan uji t. Dari uji hipotesis diperoleh nilai uji t penguasaan konsep sebesar 0,175 dan nilai uji t tingkat kepercayaan menjawab pertanyaan sebesar 0,224. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran koopertaif tipe TGT. Data hasil angket menunjukkan bahwa pada umumnya siswa merasa senang pada pembelajaran jaringan tumbuhan dengan menggunakan Team Game Tournament.

(5)

DAFTAR ISI GAME TOURNAMENT (TGT), PENGUASAAN KONSEP, TINGKAT KEPERCAYAAN MENJAWAB PERTANYAAN DAN JARINGAN TUMBUHAN A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) .. 8

B. Penguasaan Konsep ... 16

C. Tingkat Kepercayaan Menjawab Pertanyaan ... 18

D. Jaringan Tumbuhan ... 20

F. Analisis Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian ... 34

G. Teknik Pengolahan Data ... 39

H. Prosedur Penelitian ... 46

(6)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ... 50

B. Pembahasan ... 66

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 77

B. Saran ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 79

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 82

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel

2.1. Poin Untuk Permainan Dengan Empat Pemain ... 14

2.2. Poin Untuk Permainan Dengan Tiga Pemain ... 15

2.3. Poin Untuk Permainan Dengan Dua Pemain ... 15

2.4. Jenis Hasil Belajar, Indikator, dan Cara Pengukuran Menurut Bloom ... 20

3.1. Bagan Desain Penelitian ... 29

3.8. Kategorisasi Persentase Pengolahan Angket... 45

4.1. Rekapitulasi Hasil Pretes dan Postes Penguasaan Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 50

4.2. Hasil Uji Normalitas Pretes Penguasaan Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 52

4.3. Hasil Uji T Sampel Bebas Pretes Penguasaan Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 53

4.4. Hasil Uji Normalitas Postes Penguasaan Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 54

4.5. Hasil Uji T Sampel Bebas Pretes Penguasaan Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 55

4.6. Rekapitulasi Hasil Pretes dan Postes Tingkat Kepercayaan Menjawab Pertanyaan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 56

4.7. Hasil Uji Normalitas Pretes Tingkat Kepercayaan Menjawab Pertanyaan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 58

4.8. Hasil Uji T sampel Bebas Pretes Tingkat Kepercayaan Menjawab Pertanyaan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 59

4.9. Hasil Uji Normalitas Postes Tingkat Kepercayaan Menjawab Pertanyaan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 60

4.10. Hasil Uji T sampel Bebas Postes Tingkat Kepercayaan Menjawab Pertanyaan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 61

4.11. Data Hasil Angket Kelas Eksperimen ... 62

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar

2.1. Penempatan Siswa Pada Meja Turnamen Akademik... 12

2.2. Skema Pergeseran Siswa Antar Meja Turnamen ... 13

2.3. Pengelompokkan Jaringan Meristem Berdasarkan Letak ... 22

2.4. Sayatan Melintang Jaringan Epidermis Daun Jagung ... 23

2.5. Sayatan Melintang Jaringan Parenkim ... 24

2.6. Sayatan Melintang Jaringan Kolenkim Sambucus ... 26

2.7. Sayatan Melintang Jaringan Sklerenkim ... 26

(9)

DAFTAR GRAFIK

Grafik

4.1. Rerata Nilai Pretes dan Postes Penguasaan Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ... 51 4.2. Rerata Nilai Pretes dan Postes Tingkat Kepercayaan Menjawab

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

A.PERANGKAT PEMBELAJARAN

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 84

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ... 99

3. Lembar Kerja Siswa (LKS) I ... 114

4. Lembar Kerja Siswa (LKS) II ... 118

5. Soal Turnamen I ... 121

6. Soal Turnamen II ... 125

7. Pembagian Meja Turnamen... 131

8. Lembar Rangkuman Tim ... 132

9. Lembar Skor Game ... 135

B.INSTRUMEN PENELITIAN 1. Soal Penguasaan Konsep ... ... 140

2. Angket Respon Siswa Kelas Eksperimen... 150

3. Angket Respon Siswa Kelas Kontrol... ... 151

C.DATA UJICOBA INSTRUMEN 1. Analisis Ujicoba Instrumen ... ... 153

2. Kesusaian Soal dengan TPK ... 160

D.DATA HASIL PENELITIAN 1. Rekapitulasi Skor Pretest dan Posttest ... 176

E. DOKUMENTASI... 180

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proses belajar-mengajar atau proses pembelajaran merupakan suatu

kegiatan mengaplikasikan kurikulum suatu program pendidikan agar mencapai

tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan

para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral

maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial

(Nana dan Ahmad, 2007:1). Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi

dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pengajaran.

Guru sangat berperan dalam menyiapkan tujuan, bahan ajar, metodologi

dan penilaian pembelajaran. Komponen-komponen tersebut akan berpengaruh

dalam menentukan model pembelajaran.

Biologi merupakan salah satu mata pelajaran sains yang memiliki cukup

banyak konsep, begitupun dengan materi jaringan tumbuhan yang di dalamnya

terdapat konsep-konsep yang cukup rumit dan cukup sulit dikuasai siswa.

Konsep-konsep tersebut harus dapat dikuasai oleh siswa karena salah satu tujuan

dari pembelajaran sains adalah siswa mampu menguasai suatu konsep, aplikasi

konsep, mampu mengaitkan satu konsep dengan konsep yang lainnya dan mampu

memecahkan masalah yang dihadapinya. Hal ini berarti bahwa pembelajaran

menekankan bagaimana caranya siswa agar dapat menguasai konsep, bukan hanya

sekedar menghapal konsep-konsep tersebut. Berg (Hernawan, 2008)

(12)

2

konsep merupakan abstraksi dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah komunikasi

antara manusia dan memungkinkan manusia untuk berpikir.

Buchori (Withrington, 1982:187) berpendapat bahwa hasil belajar yang

merupakan perubahan sungguh-sungguh dalam perilaku dan pribadi seseorang

dapat bersifat permanen. Di dalam kenyataannya, memang banyak hal yang telah

dipelajari sukar sekali bahkan tidak dapat lagi diproduksikan dari daya ingatan

siswa. Withrington (1982:187-190) melaporkan secara singkat beberapa hasil

studi yang menunjukkan bahwa hal-hal yang bersifat hapalan

(substansial-material) mudah cepat dilupakan dibandingkan hasil proses mental

(fungsional-struktural) yang lebih tinggi, atau hasil-hasil pengalaman praktik yang berarti

(meaningful). Sedangkan hal-hal yang kurang berarti (nama-nama, fakta) atau less

meaningful mudah cepat dilupakan.

Dengan penguasaan konsep yang matang, bukan saja konsep tersebut

dapat dipahami tapi akan terus diingat sehingga menimbulkan kepercayaan dari

siswa dalam memecahkan masalah mengenai konsep atau materi yang telah

dipelajarinya. Pemahaman konsep tidak hanya dapat diuji dengan suatu tes

mengenai konsep tersebut tapi juga bagaimana siswa mampu menjawab

pertanyaan dengan benar dan dengan rasa percaya diri bahwa ia memang

menjawab dengan benar, bukan karena suatu kebetulan ketika siswa menjawab

benar. Hal tersebut dapat membuktikan bagaimana keberhasilan seorang siswa

dalam peroses belajar. Untuk menguasai suatu konsep agar lebih berarti

(13)

dipelajarinya, maka dalam proses pembelajaran harus menggunakan model dan

metode yang tepat.

Namun fenomena di lapangan selama ini menunjukkan bahwa dalam

proses pembelajaran masih banyak permasalahan. Dari hasil wawancara dengan

siswa, dalam proses belajar biologi di kelas XII IPA-4 SMAN 2 Sumedang,

terdapat beberapa kelemahan yang mempengaruhi hasil belajar siswa dan

berdasarkan hasil diagnosa, maka ditemukan beberapa kelemahan diantaranya: 1)

mata pelajaran biologi dianggap sukar untuk dipelajari; 2) siswa kurang tertarik

dengan cara guru menyampaikan materi (metode tidak bervariasi); 3) sebagian

siswa kurang termotivasi untuk belajar.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti berusaha meminimalisir

permasalahan dengan menerapkan suatu model pembelajaran yang baru bagi

siswa. Model pembelajaran berfungsi untuk memberikan situasi pembelajaran

yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas kepada siswa guna mencapai

tujuan pembelajaran.

Salah satu model pembelajaran yang dapat memacu keaktifan dari siswa

dan memacu motivasi belajar siswa adalah model kooperatif tipe Team Game

Tournament (TGT) (Suarjana, 2000:10). Peneliti beranggapan bahwa dengan

meningkatnya keaktifan dan motivasi siswa maka pencapaian hasil belajar pun

akan meningkat begitu pula dengan penguasaan konsepnya. Hal tersebut sejalan

dengan yang disampaikan oleh Bodnes (1986) bahwa pengetahuan itu dibangun

dalam pikiran siswa, bila motivasi siswa meningkat maka akan memacu siswa

(14)

4

TGT merupakan model pembelajaran yang memiliki tahapan-tahapan,

antara lain presentasi kelas, diskusi tim, turnamen dan rekognisi tim. Pada saat

turnamen siswa dihadapkan pada pertanyaan pertanyaan yang harus langsung

dijawab, benar atau salahnya jawaban dari siswa akan langsung mendapatkan

penegasan dengan cara pemberian jawaban yang benar dari guru. Dengan adanya

tahapan turnamen peneliti memiliki anggapan bahwa kepercayaan diri siswa akan

meningkat karena adanya timbal balik berupa jawaban yang benar dari pertanyaan

yang dilontarkan kepada siswa.

Berdasarkan pemaparan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran TGT Terhadap

Penguasaan Konsep dan Tingkat Kepercayaan Siswa SMA Dalam Menjawab

Pertanyaan Konsep Jaringan Tumbuhan”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah untuk

penelitian ini adalah “Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran kooperatif

tipe Team Game Tournament (TGT) terhadap penguasaan konsep dan tingkat

kepercayaan siswa SMA kelas XI dalam menjawab pertanyaan konsep jaringan

tumbuhan?”

Untuk lebih mengarahkan penelitian yang akan dilakukan, dari rumusan

(15)

a. Bagaimanakah penguasaan konsep siswa sebelum dan setelah diterapkan

model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran dengan

menggunakan metode diskusi?

b. Bagaimanakah tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan

konsep jaringan tumbuhan sebelum dan setelah diterapkan model

pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran dengan menggunakan

metode diskusi?

c. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap model pembelajaran TGT?

C. Batasan Masalah

Batasan masalah penelitian ini antara lain:

a. Penguasaan konsep yang diukur meliputi aspek mengingat (C1), memahami

(C2) dan mengaplikasikan (C3). Pemilihan aspek ini didasarkan kepada

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) materi jaringan

tumbuhan di kelas XI SMA semester I

b. Konsep jaringan tumbuhan yang dipelajari siswa dalam penelitian ini

mencakup jaringan meristem tumbuhan dan jaringan non meristem atau

jaringan dewasa tumbuhan yang terdiri dari jaringan epidermis, jaringan

parenkim, jaringan sklerenkim, jaringan kolenkim, jaringan gabus dan

(16)

6

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan

model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) terhadap

penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan siswa SMA kelas XI dalam

menjawab pertanyaan konsep jaringan tumbuhan. Tujuan penelitian di atas dapat

dijabarkan dalam tujuan khusus sebagai berikut

a. Untuk memperoleh gambaran tentang penguasaan konsep siswa sebelum dan

setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran

dengan menggunakan metode diskusi

b. Untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepercayaan siswa dalam

menjawab pertanyaan konsep jaringan tumbuhan sebelum dan setelah

diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran

dengan menggunakan metode diskusi

c. Untuk memperoleh gambaran tentang tanggapan siswa terhadap model

pembelajaran TGT

E. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai

salah satu alternatif dalam upaya perbaikan pembelajaran. Manfaat hasil

penelitian dapat dijadikan pertimbangan alternatif model pembelajaran dan

memberikan sumber informasi mengenai model pembelajaran kooperatif tipe

(17)

Tournament (TGT), agar dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan

penelitian yang sama.

F. Asumsi

1. “Pembelajaran TGT menciptakan sebuah situasi di mana satu-satunya cara

anggota kelompok bisa meraih tujuan pribadi mereka adalah jika kelompok

mereka bisa sukses” (Johnson dkk., 1981, dan Slavin, 1983)

2. “Interaksi di antara siswa berkaitan dengan tugas-tugas pembelajaran seperti

pada saat kerja tim dalam TGT akan terjadi dengan sendirinya untuk

mengembangkan pencapaian prestasi siswa” (Damon, 1984 dan Murray,

1982)

3. Turnamen dalam TGT merupakan salah satu cara elaborasi, “Informasi dapat

dipertahankan di dalam memori bila siswa terlibat dalam semacam

pengaturan kembali kognitif, atau elaborasi dari materi” (Wittock, 1987)

4. “Model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dapat

mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain, proses belajar

mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa dan mengedepankan

penerimaan terhadap perbedaan individu” (Suarjana, 2000:10)

G. Hipotesis

Model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT)

berpengaruh terhadap penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan siswa dalam

(18)

29

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Subyek Penelitian

Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16-19 November 2012 di SMA

Negeri 2 Sumedang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karakter

penguasaan konsep dan kepercayaan siswa kelas XI SMAN 2 Sumedang dalam

menjawab pertanyaan. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

adalah karakter penguasaan konsep dan kepercayaan siswa kelas XI IPA

eksperimen dan XI IPA kontrol di SMAN 2 Sumedang dalam menjawab

pertanyaan yang terjaring melalui instrumen penelitian.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cara memilih

secara acak kelas yang terlibat dalam penelitian. Hal ini dilakukan berdasarkan

pertimbangan yaitu, seluruh populasi dianggap memiliki kemampuan akademis

yang sama.

B. Desain Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan adalah “Pretest-posttest control

group design” (Campbell and Stanley, 1966).

Tabel 3.1. Bagan desain penelitian

Pretest-posttest control group design

(19)

Keterangan

X : Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

Team Game Tournament (TGT)

T1 : Pretest

T2 : Posttest

Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design

karena penulis menginginkan adanya pembanding dari kelas eksperimen yang

memperoleh perlakuan tertentu sehingga pengaruhya terlihat dengan jelas,

pembanding tersebut berupa kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan tertentu

dalam artian proses pembelajaran berlangsung secara normal atau seperti biasa

dilakukan.

C. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental

semu karena tidak dimungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang dapat

mempengaruhi variabel bebas dan terikat secara ketat. McMillan dan Schumacher

(2001 : 590) menjelaskan bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian

dimana variabel bebasnya dimanipulasi untuk menginvestigasi hubungan sebab

akibat antara variabel bebas dan variabel terikat.

Eksperimen semu adalah jenis komparasi yang membandingkan pengaruh

pemberian suatu perlakuan (treatment) pada suatu objek (kelompok eksperimen)

serta melihat besar pengaruh perlakuannya, namun dalam proses penelitiannya

tidak dapat dilakukan pengacakan siswa (random) dalam rangka penempatan

(20)

31

D. Definisi Operasional

a. Penguasaan Konsep

Penguasaan konsep dalam penelitian ini adalah skor nilai penguasaan

konsep atau aspek kognitif siswa yang dijaring melalui tes penguasaan konsep

mengenai jaringan tumbuhan dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal.

b. Tingkat Kepercayaan dalam Menjawab Pertanyaan

Tingkat kepercayaan dalam menjawab pertanyaan dalam penelitian ini

adalah skor dari tingkat keyakinan siswa ketika menjawab pertanyaan yang

dijaring melalui tes keyakinan. Pada setiap pertanyaan di sisipkan pertanyaan

tambahan mengenai yakin atau tidaknya siswa dalam menjawab pertanyaan

tersebut. Siswa akan dihadapkan pada 4 option yaitu, 100% yakin saya benar, saya

pikir saya benar, saya pikir saya salah dan 100% yakin saya salah. Penelitian

mengenai pengukuran tingkat kepercayaan ini pernah dilakukan sebelumnya oleh

Ismail dan Yong (2006).

c. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT)

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model yang mengutamakan

siswa untuk saling bekerjasama satu dengan lainnya, dalam memahami dan

mengerjakan segala tugas belajar siswa. Sedangkan model pembelajaran

kooperatif yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah model

pembelajaran koperatif tipe Team Game Tournament, yakni suatu bentuk

pembelajaran kooperatif yang terdiri dari 4 tahapan yaitu, presentasi kelas oleh

(21)

a. Presentasi kelas

Presentasi dilakukan oleh guru, yaitu dalam bentuk pemberian materi

mengenai materi jaringan tumbuhan dengan dibantu media Power Point.

b. Tim

Siswa dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok terdiri dari siswa-siwa

yang heterogen, namun pada penelitian ini lebih difokuskan kepada perbedaan

kemampuan akademik. Dalam tahapan ini siswa diberi LKS yang harus

didiskusikan dengan teman sekelompoknya.

c. Turnamen

Turnamen berlangsung setelah diskusi kelompok, setiap individu dari

masing-masing kelompok dipisahkan untuk melakukan turnamen dengan siswa dari

kelompok lain, turnamen tersebut dilaksanakan di meja turnamen yang

sebelumnya telah di atur oleh guru.

Pengelompokkan di meja turnamen didasarkan pada kesamaan

tingkatan/kemampuan akademik siswa, maksudnya adalah siswa yang memiliki

kemampuan akademik tinggi berada dalam meja turnamen yang sama, begitu pula

siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang akan melangsungkan

turnamen dengan siswa yang kemampuan akademiknya sedang.

d. Rekognisi Tim

Langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung skor dari keseluruhan

putaran turnamen, kemudian memberikan penghargaan kepada tiap-tiap kelompok

(22)

33

E. Instrumen Penelitian

Untuk mendapatkan data yang diinginkan dalam penelitian ini, digunakan

instrumen penelitian berupa soal objektif (PG) dan angket.

a. Soal Objektif

Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis objektif berupa

pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan empat pilihan jawaban, yang digunakan

untuk menjaring data pretes dan postes. Soal ini digunakan untuk melihat

penguasaan konsep siswa terhadap materi jaringan tumbuhan sebelum dan setelah

diberikan perlakuan. Pemberian skor nilai untuk penguasaan konsep yaitu, setiap

jawaban benar pada setiap soal akan diberi nilai 1 dan setiap jawaban salah pada

setiap soal akan diberi nilai 0 dengan mengabaikan tingkat kepercayaan mereka.

Data kemudian di konversi dan di olah.

Pada tiap soal terdapat empat pernyataan yang harus dipilih siswa sesuai

dengan keyakinan mereka dalam menjawab soal, hal tersebut dipakai untuk

mengukur tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan (Ismail dan

Yong, 2006), pernyataan tersebut ialah:

1. Saya 100% yakin bahwa jawaban saya benar.

2. Saya pikir saya benar.

3. Saya pikir saya salah.

4. Saya 100% yakin bahwa jawaban saya salah.

Pemberian skor nilai untuk tingkat kepercayaan dalam menjawab soal

(23)

Tabel 3.2. Kode Untuk Nilai Tingkat Kepercayaan

Seluruh skor yang diperoleh dijumlahkan kemudian diolah

(Sumber : Ismail dan Yong, 2006)

b. Angket

Angket digunakan untuk mengetahui tanggapan atau respon siswa

terhadap model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang telah dilakukan. Angket

diberikan kepada siswa setelah proses pembelajaran mengenai jaringan tumbuhan

selesai.

F. Analisis Hasil Ujicoba Instrumen Penelitian

Data hasil ujicoba instrumen dianalisis untuk mengetahui layak atau

tidaknya instrumen tes tersebut dipakai dalam penelitian. Analisis yang dilakukan

(24)

35

a. Analisis Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk dapat

membedakan antara siswa yang memiliki kemampuan tinggi dengan siswa yang

berkemampuan rendah. Rumus menghitung daya pembeda setiap butir soal,

sebagai berikut :

(Sumber : Arikunto, 2007: 213)

Keterangan :

DP : Daya pembeda

BA : Banyak peserta kelompok atas yang menjawab benar

JA : Banyak peserta kelompok atas

BB : Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab benar

JB : Banyak peserta kelompok bawah

Adapun Kriteria koefisien daya pembeda adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3. Interpretasi Daya Pembeda

Klasifikasi Daya Pembeda Kriteria Daya Pembeda

0.00 ≤ D < 0.20 Jelek

0.20 ≤ D < 0.40 Cukup

0.40 ≤ D < 0.70 Baik

0.70 ≤ D < 1.00 Baik Sekali

(Sumber : Arikunto, 2007: 218)

Dari hasil analisis daya pembeda ujicoba instrumen, dari 20 soal yang

(25)

b. Analisis Taraf Kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu

susah. Taraf kesukaran suatu butir soal adalah bilangan yang menunjukkan sukar

dan mudahnya suatu soal (Arikunto, 2007: 209). Untuk menghitung taraf

kesukaran dipergunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan :

P : Indeks kesukaran

B : Banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul

JS : Jumlah siswa yang mengikuti tes

(Sumber : Arikunto, 2007: 208).

Sukar dan mudahnya suatu soal akan ditunjukkan dengan besarnya indeks

kesukaran antara 0.00 hingga 1.00. Adapun indeks kesukaran diklasifikasikan

sebagai berikut:

Tabel 3.4. Interpretasi Indeks Kesukaran

Indeks Kesukaran Kriteria Soal

0.00 – 0.30 Sukar

0.30 – 0.70 Sedang

0.70 – 1.00 Mudah

(26)

37

Dari hasil analisis taraf kesukaran ujicoba instrumen, dari 20 soal yang

diujicobakan sebesar 35% berkategori mudah, 60% berkategori sedang dan 5%

berkategori sukar.

c. Analisis Validitas

Validitas tes adalah tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Tes

dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur

(Arikunto, 2007:65). Nilai validitas dapat diukur dengan menggunakan teknik

korelasi product moment. Teknik ini digunakan untuk mengetahui kesejajaran

sebuah tes. Rumus korelasi product moment sebagai berikut:

(Sumber : Arikunto, 2007: 72)

Keterangan:

rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

N : Jumlah siswa

X : Skor tiap butir soal untuk setiap siswa uji coba

Y : Skor total tiap siswa ujicoba

Tabel 3.5. Kriteria Validitas

Koefisien Korelasi Kriteria Validitas

0.800 – 1.00 Sangat tinggi

0.600 – 0.800 Tinggi

0.400 – 0.600 Cukup

0.200 – 0.400 Rendah

(27)

Dari hasil analisis validitas ujicoba instrumen, dari 20 soal yang

diujicobakan sebesar 50% berkategori cukup dan 50 % berkategori rendah.

d. Analisis Reliabilitas

Reliabilitas menurut Arikunto (2007:86) adalah ketetapan hasil tes apabila

diuji kepada subjek atau orang dan soal yang sama namun waktu yang berbeda.

Nilai reliabilitas ditentukan dengan menggunakan rumus K-R. 20,

perumusannya sebagai berikut.

(Sumber : Arikunto, 2007: 102)

Tabel 3.6. Interpretasi Reliabilitas

Koefisien Korelasi Kriteria Reliabilitas

0.80 - 1.00 Sangat Tinggi

0.60 - 0.79 Tinggi

0.40 - 0.59 Cukup

0.20 - 0.39 Rendah

0.00 - 0.19 Sangat Rendah

(Sumber : Arikunto, 2007: 112)

Nilai reliabilitas yang diperoleh dari hasil ujicoba instrumen adalah 0,68

dengan kategori tinggi. Rekapitulasi hasil uji coba instrumen dapat dilihat pada

Tabel 3.7

Tabel 3.7. Rekapitulasi Hasil Ujicoba Instrumen

No

Soal

Daya Pembeda Reliabilitas Taraf Kesukaran Validitas

Ket Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori

(28)

39

Tabel 3.7. Rekapitulasi Hasil Ujicoba Instrumen

No Soal

Daya Pembeda Reliabilitas Taraf Kesukaran Validitas

Ket

Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori Nilai Kategori

4 0,625 Baik

Untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan pembelajaran khusus (TPK)

dengan soal yang dipakai dalam penelitian dapat dilihat pada lampiran C1.

G. Teknik Pengolahan Data

Data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan berjumlah 10 data,

yaitu :

(29)

4. Skor postes tingkat kepercayaan menjawab pertanyaan kelas eksperimen

5. Skor pretes tingkat penguasaan konsep kelas kontrol

6. Skor postes tingkat penguasaan konsep kelas kontrol

7. Skor pretes tingkat kepercayaan menjawab pertanyaan kelas kontrol

8. Skor postes tingkat kepercayaan menjawab pertanyaan kelas kontrol

9. Data hasil angket siswa mengenai respon model pembelajaran kooperatif tipe

TGT pada kelas eksperimen

10. Data hasil angket siswa mengenai respon model pembelajaran konvensional

(diskusi) pada kelas kontrol

Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji statistik

terhadap hasil data tes awal dan tes akhir dari kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Tes awal bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa dan tingkat

kepercayaan dalam menjawab pertanyaan sebelum diberikan perlakuan,

sedangkan tes akhir bertujuan mengetahui pengetahuan akhir dan tingkat

kepercayaan dalam menjawab pertanyaan setelah diberikan perlakuan.

Langkah-langkah yang ditempuh untuk menganalisis data pretest dan postest adalah sebagai

berikut :

1. Data tes penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan dalam menjawab

pertanyaan

a. Menghitung hasil pretest dan postest penguasaan konsep.

Penskoran penguasaan konsep merupakan penskoran pilihan ganda yang

kemudian dikonversi menjadi bentuk nilai. Adapun rumus yang digunakan

(30)

41

Keterangan :

N : Nilai

S : Skor yang diperoleh dari jumlah jawaban benar

S max : Skor maksimum

b. Menghitung hasil pretest dan postest tingkat kepercayaan menjawab

pertanyaan.

Menghitung perolehan nilai tiap nomor soal berdasarkan kode yang

tercantum pada Tabel 3.2 untuk tingkat kepercayaan menjawab pertanyaan.

Penghitungan ini sesuai penelitian yang pernah dilakukan oleh Mohd Zamri Haji

Ismail dan Bob Chui-Seng Yong pada tahun 2006. Setelah skor nilai yang

diperoleh masing-masing siswa dihitung kemudian dijumlahkan.

2. Analisis uji statistik

Uji statistik dilakukan pada masing-masing pengukuran data, yaitu

penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan.

Data pretest dan postest dari kelas kontrol dan eksperimen diuji statistik dengan

langkah-langkah sebagai berikut:

a. Melakukan uji prasyarat

Melakukan uji statistik untuk mengetahui pengaruh pembelajaran

kooperatif tipe TGT terhadap penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan dalam

menjawab pertanyaan dan untuk menguji ada tidaknya perbedaan penguasaan

(31)

dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu. Dalam melakukan uji prasyarat ini penulis

menggunakan bantuan software SPSS versi 20.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data kedua kelas

berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Pasangan hipotesis nol

dan hipotesis alternatifnya adalah :

H0 : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal

H1 : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal

Uji normalitas dilakukan dengan 1-Samples Kolmogorov Smirnov – SPSS 20

Dasar pengambilan keputusan data berasal dari populasi yang berdistribusi

normal atau tidak, dapat ditentukan dengan cara melihat angka probabilitas ,

dengan aturan :

a) Probabilitas Signifikasi > 0,05 , maka H0 diterima.

Berarti berdistribusi normal

b) Probabilitas Signifikasi < 0,05 , maka H0 ditolak.

Berarti tidak berdistribusi normal

2) Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh

memiliki varians homogen atau tidak. Pasangan hipotesis nol dan hipotesis

alternatifnya adalah :

H0 : variansi pada tiap kelompok sama (homogen)

H1 : variansi pada tiap kelompok tidak sama (tidak homogen)

(32)

43

Dasar pengambilan keputusan data bervariansi homogen atau tidak dapat

ditentukan dengan cara melihat angka probabilitas , dengan aturan :

a) Probabilitas Signifikasi > 0,05 , maka H0 diterima.

Berarti tidak terdapat perbedaan variansi pada tiap kelompok (homogen)

b) Probabilitas Signifikasi < 0,05 , maka H0 ditolak.

Berarti terdapat perbedaan variansi pada tiap kelompok (tidak homogen)

b. Melakukan uji hipotesis

1) Uji Perbandingan Parametrik

Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, ternyata diperoleh

data yang homogen dan berdistribusi normal, maka pada penelitian ini pengolahan

data dilanjutkan dengan menggunakan uji statistik parametrik.

Uji perbandingan dua rata-rata bertujuan untuk membandingkan dua

perlakuan sehingga dapat diketahui perlakuan yang lebih baik diantara keduanya

dengan menggunakan uji t. Uji t dilakukan apabila data yang diperoleh homogen

dan berdistribusi normal serta sampel berjumlah ≤ 30 (Boediono dan Koster,

2004:451).

Untuk mengetahui perbedaan antara penguasaan konsep jaringan

tumbuhan pada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe TGT dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran

diskusi, data yang diolah adalah skor pretes penguasaan konsep kelas eksperimen

dan skor postes penguasaan konsep kelas kontrol. Kedua data tersebut diolah

(33)

Untuk mengetahui perbedaan antara tingkat kepercayaan dalam menjawab

pertanyaan jaringan tumbuhan pada siswa yang diajar dengan menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang menggunakan

metode pembelajaran diskusi, data yang diolah adalah skor total pretes tingkat

kepercayaan menjawab pertanyaan kelas kontrol dan skor total postes tingkat

kepercayaan menjawab pertanyaan kelas kontrol. Kedua data tersebut diolah

dengan menggunakan uji t sampel bebas – SPSS 20.

Pasangan hipotesis nol dan hipotesis alternatifnya adalah :

H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan

kelas kontrol

H1 : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas

kontrol

Dasar pengambilan keputusan data kelas eksperimen dan kelas kontrol

berbeda secara signifikan atau tidak, dapat ditentukan dengan melihat angka

probabilitas , dengan aturan :

a) Jika probabilitas Signifikansi > 0,05 , maka H0 diterima.

Berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok

b) Jika probabilitas Signifikansi < 0,05 , maka H0 ditolak.

Berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok

Berdasarkan uji statistik tersebut, pengambilan keputusan untuk uji

hipotesis pun ditentukan, bila terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas

ekperimen dengan kelas kontrol menandakan model pembelajaran TGT

(34)

45

menjawab pertanyaan. Sebaliknya, apabila tidak terdapat perbedaan yang

signifikan antara kelas ekperimen dengan kelas kontrol menandakan model

pembelajaran TGT tidak memiliki pengaruh terhadap penguasaan konsep dan

tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan.

3. Pengolahan Angket

Untuk pengolahan data melalui angket, digunakan rumus sebagai berikut

(Sudjana, 2008:131) :

Keterangan :

P = Persentase setiap jawaban

F = Frekuensi atau jumlah siswa pada item tersebut N = Jumlah keseluruhan siswa

Selanjutnya data hasil pengolahan angket diinterpretasikan dengan

menggunakan persentase berdasarkan Koentjoroningrat pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8 Kategorisasi Persentase Pengolahan Angket

Persentase Kategori

0% Tidak ada

1%-25% Sebagian kecil

26%-49% Hampir setengahnya

50 % Setengahnya

51%-75% Sebagaian besar

76%-99% Pada umumnya

(35)

H. Prosedur Penelitian

a. Tahap Persiapan

Pada tahap ini dilakukan survey pendahuluan, studi literatur, pembuatan

dan pengajuan proposal penelitian dan penentuan populasi penelitian.

b. Pra Penelitian

Pada tahap ini dilakukan persiapan instrumen dan pengujian instrumen,

pengeluaran surat izin dan survey terhadap tempat penelitian.

c. Tahap Pelaksanaan

a) Menentukan kelas yang akan dijadikan subjek penelitian

b) Pemberian pretest kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu

berupa soal dalam bentuk pilihan ganda untuk menguji penguasaan

konsep yang disisipi dengan pertanyaan untuk menguji tingkat

kepercayaan. Soal yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas

kontrol sama.

c) Melakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) pada

kelas eksperimen dan melakukan proses belajar mengajar dengan

menggunakan metode pembelajaran konvensional (diskusi) pada kelas

kontrol

d) Pemberian postest kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu

berupa soal dalam bentuk pilihan ganda yang disisipi dengan

(36)

47

kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol sama dan merupakan soal

yang sama seperti soal yang diberikan ketika pretest.

e) Memberikan angket untuk menjaring respon siswa terhadap

pembelajaran TGT

(37)

I. Alur Penelitian

Pelaksanaan penelitian

Pengumpulan data

Pengolahan dan analisis data

Pembahasan dan kesimpulan

Penyusunan laporan Pembuatan RPP dan penyusunan

Pembuatan instrumen penelitian

Judgement instrumen

Uji coba instrumen

Revisi instrumen

Perizinan penelitian

Perizinan penelitian ke

Penentuan sampel penelitian Studi kepustakaan

Merumuskan Masalah

Penyusunan proposal penelitian

Seminar proposal

(38)

77

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Pembelajaran kooperatif tipe TGT merupakan salah satu model

pembelajaran kooperatif yang mengandung unsur model pembelajaran kompetisi

karena terdapat turnamen akademik di setiap akhir pembelajaran. Tetapi

kompetisi yang terdapat dalam TGT tidak merugikan siswa, karena setiap siswa

secara bersama-sama berusaha mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya dari

pelaksanaan turnamen akademik.

Pada penelitian ini model pembelajaran kooperatif tipe Team Game

Tournament tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penguasaan konsep dan

tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan, hal tersebut di dapat dari

hasil uji hipotesis yaitu uji t dengan menggunakan software SPSS versi 20, tidak

adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol

menandakan keduanya memiliki pengaruh yang sama terhadap penguasaan

konsep dan tingkat kepercayaan siswa.

Jangka waktu diskusi dan kesukaan siswa terhadap mata pelajaran biologi

merupakan faktor penyebab tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan antara

penguasaan konsep dan tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan

pada kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Jangka waktu diskusi kelompok

(39)

dalam penelitian ini, sehingga tidak dapat menggambarkan keberhasilan TGT

secara menyeluruh.

B. Saran

Model pembelajaran TGT merupakan model pembelajaran yang

membutuhkan persiapan yang begitu matang, dimulai dari persiapan alat evaluasi,

perlengkapan turnamen, dan pengalokasian waktu yang harus diatur sedemikian

rupa sehingga model pembelajaran TGT dapat diterapkan sesuai rencana. Selain

itu, agar penelitian berjalan dengan baik, observer harus diberikan pengarahan

yang matang untuk menghindari kemungkinan kesalahan ketika pelaksanaan

penelitian.

Dalam penelitian ini aspek yang diukur adalah penguasaan konsep dan

tingkat kepercayaan siswa dalam menjawab pertanyaan, akan lebih baik apabila

diteliti juga mengenai korelasi antara penguasaan konsep dan tingkat

kepercayaannya sehingaa terlihat hubungan yang jelas antara kedua aspek

(40)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad dan Nana (2007). Pengantar Pendidikan. Bandung: Jemmars

Arikunto (2007). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Aziz, S. (2011). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning

Tipe Team Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi FPEB UPI

: Tidak Diterbitkan

Baharudin dan Wahyuni, E. N. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: AR-Ruz Media.

Buchori, M. (1982). Educational Psychology (Psikologi Pendidikan). Bandung: Jemmars

Campbell, N.A., et al. (2004). Biologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Dahar. R.W. (1989). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga

Isjoni. (2007). Cooperative Learning (Efektifitas Pembelajaran Kelompok). Bandung: Alfabeta

Koentjaraningrat, (1987). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Martha, at al. (2011). Analisis Variabel Antecedents Bagi Keyakinan Diri

(Selfefficacy) Yang Berpengaruh Pada Motivasi Pra Pelatihan (Studi Guru Di Sma Negeri Se-Kota Semarang). Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi

FPEB UPI: Tidak Diterbitkan

Purnomo, D. (2011). Metode Pembelajaran Team Games Tournament (TGT). [Online]. Tersedia:http://dony.blog.uns.ac.id/metode-pembelajaran-team-games-tournament-tgt [24 Maret 2012]

(41)

80

Tersedia:http://www.tuanguru.net/2012/03/pembelajaran-team-games-tournament-tgt.html [24 Maret 2012].

Riyanto, Y. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi bagi

Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas.

Jakarta: Prenada Media.

Rustaman, N. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang (UM PRESS).

Setjo, S. at al. (2003). Anatomi Tumbuhan. Malang: Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang

Slavin, Robert E. (2005). Cooperative Learning (Teori, Riset dan Praktik). Bandung: Nusa Media.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Soehendro, B. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah, Badan Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: DepDiknas.

Suarjana. (2000). Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Alfabeta

Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

Sudjana, N. (1989). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. dan Rivai, A. (2009). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Syamsuddin, Abin. (2007). Psikologi Kependidikan : Perangkat Sistem

(42)

Figur

Tabel
Tabel . View in document p.7
Gambar
Gambar . View in document p.8
Grafik
Grafik . View in document p.9
gambaran mengenai penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game
Team Game . View in document p.16
Tabel 3.1. Bagan desain penelitian
Tabel 3 1 Bagan desain penelitian . View in document p.18
Tabel 3.2. Kode Untuk Nilai Tingkat Kepercayaan
Tabel 3 2 Kode Untuk Nilai Tingkat Kepercayaan . View in document p.23
Tabel 3.3. Interpretasi Daya Pembeda
Tabel 3 3 Interpretasi Daya Pembeda . View in document p.24
Tabel 3.4. Interpretasi Indeks Kesukaran
Tabel 3 4 Interpretasi Indeks Kesukaran . View in document p.25
Tabel 3.5. Kriteria Validitas
Tabel 3 5 Kriteria Validitas . View in document p.26
Tabel 3.7. Rekapitulasi Hasil Ujicoba Instrumen
Tabel 3 7 Rekapitulasi Hasil Ujicoba Instrumen . View in document p.27
Tabel 3.7. Rekapitulasi Hasil Ujicoba Instrumen
Tabel 3 7 Rekapitulasi Hasil Ujicoba Instrumen . View in document p.28
Tabel 3.8 Kategorisasi Persentase Pengolahan Angket
Tabel 3 8 Kategorisasi Persentase Pengolahan Angket . View in document p.34

Referensi

Memperbarui...