Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi Dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan di PT XYZ JURNAL

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan Organisasi dengan

Komitmen Organisasi pada Karyawan PT XYZ

The Relationship Between Job Satisfaction And Percieved Organizational Support With Organizational Commitment In The Employees Of

PT XYZ

Dika Anggiani, Bagus Wicaksono, Selly Astriana

Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret

ABSTRAK

Komitmen Organisasi adalah suatu kejadian dimana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya serja berniat memelihara keanggotaannya dalam organisasi tersebut. Komitmen Organisasi pada individu dipengaruhi oleh berbagai variabel diantaranya yaitu kepuasan kerja dan persepsi dukungan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi, hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi, dan hubungan antara persepi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi pada karyawan PT XYZ.

Populasi dalam penelitian ini merupakan 95 karyawan yang bekerja dibawah pimpinan Director of Human Capital, General Affairs dan Information Technology di PT XYZ Tangerang. Penelitian ini menggunakan studi populasi, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan adalah skala komitmen organisasi, skala kepuasan kerja dan skala persepi dukungan organisasi. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung 12,873 ( > Ftabel 3,130) dengan sig. 0,000 (p < 0,05) dan nilai R = 0,527. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,278 atau 27,8%, dimana sumbangan efektif kepuasan kerja sebesar 15,1% dan sumbangan efektif persepsi dukungan organisasi sebesar 14,7%. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi (sig. 0,001 < 0,05), rx1y = 0,406, serta terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi (sig. 0,001 < 0,05) rx2y = 0,387.

Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kepuasan kerja dan persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi, antara kepuasan kerja dan persepsi dukungan organisasi dan persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi.

Kata kunci: kepuasan kerja, persepsi dukungan organisasi, komitmen organisasi

PENDAHULUAN

Kelangsungan hidup suatu organisasi

atau perusahaan saat ini dipengaruhi oleh

lingkungan disekitarnya. Perkembangan dunia

bisnis menuntut perusahaan untuk

mempekerjakan karyawan yang berkualitas

tinggi, memiliki potensi yang baik,

berkompeten, berdedikasi tinggi terhadap

organisasi, serta dapat memberikan

keuntungan bagi perusahaan. Hal ini berarti,

kunci utama dari suatu organisasi atau

perusahaan adalah sumber daya manusianya.

Seperti yang diungkapkan oleh Dipang (2013)

sumber daya manusia merupakan roda

penggerak organisasi dalam mencapai dan

(2)

tidak adanya sumber daya manusia yang

berkualitas didalam organisasi mengakibatkan

suatu organisasi tidak dapat maju dan

berkembang.

Selain berkompeten, organisasi juga

membutuhkan karyawan yang memiliki

komitmen terhadap organisasi yang tinggi.

Blau and Boal (dalam Sopiah, 2008)

menyebutkan bahwa komitmen karyawan

terhadap organisasi sebagai keberpihakan dan

loyalitas karyawan terhadap tujuan dari

organisasi ditempat mereka bekerja. Mowday,

dkk (1982) menyatakan bahwa komitmen

organisasi berkorelasi positif dengan

rendahnya turnover, limited hardinnes, dan

rendahnya absenteeism serta meningkatnya .

Komitmen organisasi yang rendah dapat

ditunjukkan dengan tingkat pemogokan kerja,

absensi (ketidak hadiran) dan tingginya

tingkat perpindahan kerja.

Menurut penelitian yang dilakukan

Experience.com, 70 persen pekerja di seluruh

dunia meninggalkan pekerjaan pertamanya

dalam kurun waktu dua tahun semenjak

mereka bergabung dengan perusahaan pertama

tersebut. Di Indonesia sendiri, berdasarkan

penelitian yang dilakukan AON Hewitt, pada

tahun 2011, sebanyak 16,11 persen dari

seluruh karyawan di Indonesia beralih profesi.

Riggio (dalam Sopiah, 2008) menjelaskan

bahwa karyawan yang memiliki komitmen

organisasi yang tinggi akan menurunkan

intensi mereka untuk berpindah-pindah tempat

kerja, sehingga karyawan tersebut dapat

mengabdi dan mengembangkan diri pada satu

organisasi saja.

Komitmen karyawan terhadap

organisasi sangat dipengaruhi oleh tingkat

kepuasan kerja yang dimiliki oleh karyawan.

Kepuasan kerja seseorang juga dapat

dipengaruhi oleh beberapa hal, menurut Mathis

dan Jackson (2000) terdiri dari komponen gaji,

pekerjaan itu sendiri, pengakuan dari

organisasi, penilaian atasan, kerja sama yang

baik dengan rekan kerja, dan kesempatan

untuk berkembang. As’ad (2002), kepuasan

kerja merupakan sikap umum yang merupakan

hasil dari beberapa sikap khusus terhadap

faktor- faktor pekerjaan, penyesuian diri dan

hubungan sosial individu di luar kerja.

Kepuasan kerja sangat penting bagi

perusahaan karena berperan untuk mengetahui

bagaimana tanggapan positif karyawan

terhadap pekerjaannya, sehingga dapat

dijadikan pedoman bagi organisasi untuk

meningkatkan komitmen karyawan terhadap

organisasi ditempat karyawan berada.

Kepuasan kerja merupakan perasaan pegawai

yang dihubungkan dengan pekerjaannya, yaitu

perasaan senang maupun tidak senang dalam

memandang dan menjalankan pekerjaannya

(Davis dan Yoder,1992). Selain kepuasan kerja

karyawan, adanya persepsi dukungan

(P erceived Support) di tempat kerja

mempunyai implikasi penting bagi berbagai

aspek dalam perilaku organisasional seperti

(3)

Gunduz (2014) menyatakan selain

kepuasan kerja diungkapkan bahwa dukungan

organisasional berpengaruh terhadap

komitmen organisasi. Karyawan membutuhkan

dukungan dari organisasi, dengan cara

memperhatikan keberadaan karyawan dan

peduli pada kesejahteraan. Penelitian yang

dilakukan oleh Saad, dan kawan-kawan.

(2008) mengemukakan bahwa dukungan

organisasi merupakan salah satu faktor yang

juga mempengaruhi komitmen karyawan

terhadap organisasi sama seperti kepuasan

kerja terhadap komitmen organisasi.

Timbulnya persepsi karyawan terhadap

dukungan organisasi dipengaruhi oleh

beberapa aspek perlakuan dari organisasi itu

sendiri kepada karyawannya, dan aspek-aspek

tersebutlah yang akan mempengaruhi

interpretasi karyawan pada motif perlakuan

organisasi. Karyawan merasakan dukungan

tersebut dalam bentuk bentuk promosi,

pemberian penghargaan, tanggapan organisasi,

kecukupan informasi, dan berbagai bentuk

dukungan lainnya (Rhoades & Eisenberger,

2002).

PT XYZ merupakan salah satu badan usaha

milik negara yang bergerak dalam bidang

kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait

dengan bandar udara di wilayah Indonesia,

khususnya Indonesia bagian barat.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan

oleh peneliti melalui wawancara kepada

karyawan yang bekerja disalah satu divisi

disana, mereka menyatakan bahwa para

karyawan merasakan kurangnya komitmen

mereka terhadap organisasi dikarenakan oleh

berbagai macam faktor, salah satunya adalah

para karyawan merasa kurang sesuai dalam

penempatan posisi kerja atau unit kerja mereka

saat ini dan kurangnya perhatian atau

penghargaan yang diberikan oleh perusahan

terhadap hasil kerja mereka.

Berdasarkan fenomena dan uraian

tersebut peneliti tertaik untuk melakukan

penelitian mengenai Hubungan antara

Kepuasan Kerja dan Persepsi Dukungan

Organisasi dengan Komitmen Organisasi pada

Karyawan PT XYZ, Tangerang.

DASAR TEORI

Steers (1977) mendefinisikan komitmen

organisasi sebagai rasa identifikasi

(kepercayaan terhadap nilai-nilai organsasi),

keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik

mungkin demi kepentingan organisasi) dan

loyalitas yang dinyatakan oleh seorang

pegawai tergadap organisasinya.

Mathis dan Jackson (2002) menyebutkan

bahwa kepuasan kerja merupakan hasil

evaluasi dari pengalaman kerja. Kepuasan erat

kaitanya dengan apa yang diharapkan pegawai

dari pekerjaan sesuai dengan kebutuhan yang

dirasakan oleh pegawai itu sendiri.

Eisenberger, dan kawan-kawan (2002), teori

dukungan organisasional menyatakan bahwa,

persepsi dukungan organisasi dapat

menimbulkan perasaan bertanggung jawab

dan membantu organisasi dalam mencpai

(4)

organisasional afektif, dan mendorong

harapan bahwa kinerja penyelia akan dicatat

dan dihargai.

METODE PENELITIAN

Populasi penelitian ini adalah seluruh

karyawan PT XYZ, Tangerang, yang bekerja

dibawah pimpinan Director of Human Capital,

General Affairs dan IT. Karyawan berjumlah

95 orang. Sehubungan dengan jumlah populasi

yang terbatas, maka teknik penenentuan

sampel menggunakan semua anggota populasi

sebagai sampel. Istilah ini disebut juga sensus

atau studi populasi, di mana semua anggota

populasi dijadikan sampel (Sugiyono, 2010).

Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh

populasi karyawan PT XYZ, Tangerang, yang

bekerja dibawah pimpinan Director of Human

Capital, General Affairs dan IT. Karyawan

berjumlah 95 orang.

Pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah metode skala dan skala

yang digunakan adalah skala model Likert.

Skala terdiri dari aitem-aitem yang disusun

berdasarkan aspek-aspek konstruk yang akan

diukur. Aitem-aitem disajikan dalam skala

yang terdiri dari pernyataan-pernyataan yang

bersifat favourable dan unfavourable. Skala

yang digunakan dalam penelitian berupa 3

skala likert yaitu skala komitmen organisasi,

skala kepuasan kerja, dan skala persepsi

dukungan organisasi.

Dalam penelitian ini, uji validitas yang

digunakan adalah validitas isi dilakukan

dengan analisis rasional melalui professional

judgment oleh dosen pembimbing penelitian,

serta validitas internal dilakukan dengan

mencari korelasi masing-masing aitem dengan

skor total menggunakan teknik korelasi

Product Moment dari Pearson. Sedangkan

reliabilitas pada skala diuji menggunakan

metode Alpha Cronbach dengan bantuan

program Statistical Product and Service

Solution (SPSS) versi 20.

Metode analisis data yang digunakan dalam

penelitian ini untuk menguji hipotesis pertama

adalah analisis regresi berganda. Analisis

regresi berganda berguna untuk menganalisis

hubungan linier antara dua variabel

independen atau lebih dengan satu variabel

dependen (Priyatno, 2012). Sementara untuk

menguji hipotesis kedua dan ketiga dalam

penelitian ini digunakan metode analisis

korelasi parsial, yaitu analisis untuk melihat

hubungan antara dua variabel yang dalam hal

ini variabel lain yang dianggap memengaruhi

(sebagai variabel kontrol) akan dikeluarkan

(Priyatno, 2012). Peneliti menghitung analisis

data dengan menggunakan bantuan program

Statistical Product and Service Solution

(SPSS) versi 20.

HASIL PENELITIAN

Data yang diperoleh dalam penelitian ini

merupakan data yang menunjukkan hubungan

antara 1 variabel tergantung dengan 2 variabel

bebas. Hasil dari uji hipotesis dengan

menggunakan regresi linier berganda

(5)

0,05) dan hasil perhitungan F yaitu 11,459 >

Ftabel (3,130), sehingga dapat ditarik

kesimpulan bahwa hipotesis pertama yang

dikemukakan dalam penelitian ini yaitu

terdapat hubungan yang positif dan signifikan

antara kepuasan kerja dan persepsi dukungan

organisasi dengan komitmen organisasi

diterima. Nilai koefisien determinasi (R2)

yang memperlihatkan besarnya pengaruh

hardiness dan kecerdasan adversitas dengan

stres kerja adalah sebesar 0,255. Hal ini

menunjukan bahwa pengaruh kepuasan kerja

dan persepsi dukungan organisasi terhadap

komitmen organisasi memiliki presentasi

sebesar 25,5%, sisanya sebesar 74,5%

dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.

Hasil uji korelasi parsial antara kepuasan kerja

dengan komitmen organisasi menunjukkan

nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dengan nilai

korelasi 0,391. Hasil ini menunjukkan bahwa

hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima,

yaitu terdapat hubungan antara kepuasan kerja

dengan komitmen organisasi, arah hubungan

yang terjadi adalah positif, dengan demikian

semakin tinggi tingkat kepuasan kerja, maka

semakin tinggi tingkat komitmen organisasi.

Hasil uji korelasi parsial antara persepsi

dukungan organisasi dengan komitmen

organisasi menunjukkan nilai signifikansi

0,003 (p < 0,05) dengan nilai korelasi 0,358.

Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga

dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat

hubungan antara persepsi dukungan organisasi

dengan komitmen organisasi, arah hubungan

yang terjadi adalah positif, dengan demikian

semakin tinggi tingkat persepsi dukungan

organisasi, maka semakin tinggi tingkat

komitmen organisasi.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa

secara umum responden sebanyak 7%

memiliki tingkat komitmen organisasi sedang,

84% memiliki tingkat komitmen organisasi

yang tinggi dan 9% lainnya memiliki tingkat

komitmen terhadap organisasi sangat tinggi.

Pada aspek kepuasan kerja, responden

sebanyak 24% memiliki tingkat kepuasan

kerja sedang, 73% responden memiliki tingkat

kepuasan kerja yang tinggi dan 3% responden

lainnya memiliki tingkat kepuasan kerja yang

sangat tinggi. Pada aspek persepsi dukungan

organisasi, sebanyak 1% responden memiliki

tingkat persepsi dukungan organisasi yang

rendah, 24% responden memiliki persepsi

dukungan organisasi dengan tingkat sedang,

dan 70% responden memiliki persepsi

dukungan organisasi yang tinggi, sedangkan

5% responden lainnya, memiliki persepsi

dukungan organisasi dengan tingkatan sangat

tinggi.

PEMBAHASAN

Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa

hipotesis pertama dalam penelitian ini

terpenuhi, yaitu terdapat hubungan antara

kepuasan kerja dan persepsi dukungan

organisasi dengan komitmen organisasi pada

karyawan PT XYZ. Hal tersebut ditunjukkan

(6)

demikian, kepuasan kerja dan persepsi

dukungan organisasi secara bersama-sama

berhubungan signifikan dengan komitmen

organisasi. Semakin tinggi tingkat kepuasan

kerja dan persepsi dukungan organisasi, maka

semakin tinggi komitmen organisasi.

Demikian pula sebaliknya, semakin rendah

tingkat kepuasan kerja dan persepsi dukungan

organisasi maka semakin rendah komitmen

organisasi.

Hasil penelitian ini mendukung salah satu

pernyataan yang kemukakan oleh Stum (1998)

bahwa kepuasan kerja dan dukungan

organisasi mempengaruhi komitmen

organisasi. Berdasarkan penelitian terdahulu

yang dilakukan oleh Mathiew & Jones (1991),

bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan

komitmen organisasional karyawan, karena

apabila seseorang merasa seluruh kebutuhan

dan keinginannya oleh organisasi telah

terpenuhi, maka secara otomatis dengan

penuh kesadaran, komitmen organisasional

mereka (karyawan) akan meningkat.

Hipotesis kedua dalam penelitian ini dapat

diterima, yaitu terdapat hubungan antara

kepuasan kerja dengan komitmen organisasi.

Hubungan yang ditunjukkan kedua variabel

tersebut memiliki arah hubungan positif.

Semakin tinggi kepuasan kerja karyawan

maka semakin tinggi komitmen karyawan

terhadap organisasi. Hasil penelitian ini juga

memperkuat teori yang dikemukakan oleh

Luthans (1995) bahwa jika variabel yang

positif terhadap kepuasan kerja (tipe pekerjaan

itu sendiri, gaji, kesempatan promosi,

supervisi dan rekan kerja) dapat terpenuhi,

maka komitmen terhadap organisasi akan

timbul dengan baik. Lawer & Muller (dalam

Currivan, 2000) mengatakan bahwa kepuasan

kerja memainkan peran penting terhadap

komitmen organisasional. Tingginya tingkat

kepuasan kerja pada karyaawan PT XYZ

dapat dimungkinkan terjadi karena beberapa

aspek, seperti yang diungkapkan oleh Luthans

(dalam Sopiah, 2008) ada 6 aspek yaitu gaji,

pekerjaan itu sendiri, promosi, supervisi,

rekan kerja dan lingkungan kerja.

Aspek-aspek tersebut sudah dirasakan terpenuhi oleh

karyawan. Hal tersebut dimungkinkan

mempengaruhi besaran sumbangan relatif

kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi.

Hasil hipotesis ketiga dalam penelitian ini

dapat diterima, yaitu terdapat hubungan antara

persepsi dukungan organisasi dengan

komitmen organisasi pada karyawan,

Hubungan yang ditunjukkan kedua variabel

tersebut memiliki arah hubungan positif.

Semakin tinggi persepsi karyawan terhadap

dukugan organisasi maka semakin tinggi

komitmen organisasi yang dimiliki karyawan.

Hasil penelitian Wahyu (2011) menunjukkan

bahwa persepsi dukungan organisasi

berhubungan dan mempengaruhi komitmen

organisasi. Hubungan positif antar keduanya

diprediksi dengan teori dukungan

organisasional dan teori pertukaran sosial.

Hasil penelitian ini juga mendukung

penelitian yang dilakukan oleh Soekiman

(2007), dalam penelitiannya didapatkan hasil

(7)

eksternal dan internal berpengaruh positif dan

signifikan terhadap komitmen organisasi

dengan nilai koefisien 0,419 dan 0,480, dan

dinyatakan juga dapat mempengaruhi

keberhasilan perusahaan.

Adapun hasil sumbangan relatif variabel

persepsi dukungan organisasi sebesar 44,1%.

Sumbangan relatif pada variabel persepsi

dukungan organisasi lebih rendah dari

variabel kepuasan kerja terhadap komitmen

organisasi. Hal tersebut dapat dimungkinkan

terjadi karena belum tercukupinya atau

terpenuhinya kebutuhan yang muncul dari

aspek yang dikemukakan oleh Eisenberger,

dan kawan-kawan (1986) yaitu peduli dengan

kesejahteraan karyawan, respon terhadap

kesulitan karyawan, peduli dengan performa

kerja karyawan dan respon terhadap ide-ide

atau gagasan yang diberikan karyawan.

Sumbangan pengaruh yang diberikan

kepuasan kerja dan persepsi dukungan

organisasi secara bersama-sama terhadap

komitmen organisasi yaitu sebesar 27,2%,

sisanya 72,8% dipengaruhi faktor-faktor lain

yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Menurut Stum (dalam Sopiah, 2008) ada

beberapa faktor yang menyebabkan komitmen

seseorang terhadap organisasi tinggi,

diantaranya sudah terpenuhinya kepuasan

kerja karyawan oleh organisasi atau

perusahaan tempat mereka bekerja, adanya

budaya keterbukaan dalam organisasi, adanya

dukungan dari organisasi terhadap

karyawannya dan membuat mereka

merasakan ikatan yang cukup kuat dengan

organisasi. Hasil dari data tersebut dapat

disimpulkan bahwa secara umum karyawan

PT XYZ yang bekerja dibawah pimpinan

Director of Human Capital, General Affair

dan Information Technology memiliki

komitmen terhadap organisasi yang tinggi.

Berdasarkan hasil uraian dan pembahasan

diatas, hasil penelitian ini telah mampu

menjawab hipotesis mengenai hubungan antara

kepuasan kerja dan persepsi dukungan

organisasi dengan komitmen organisasi pada

karyawan PT XYZ baik secara bersama-sama

maupun secara parsial.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif

yang diperoleh melalui peneliyian ini maka

dapat diperoleh kesimpulan bahwa 1)

Terdapat hubungan positif yang signifikan

antara kepuasan kerja dan persepsi dukungan

organisasi dengan komitmen organisasi pada

karyawan PT XYZ yang bekerja dibawah

pimpinan Director of Human Capital,

General Affairs dan Information Technology.

2) Terdapat hubungan positif dan signifikan

antara kepuasan kerja dengan komitmen

organisasi pada karyawan PT XYZ yang

bekerja dibawah pimpinan Director of Human

Capital, General Affairs dan Information

Technology. 3) Terdapat hubungan positif dan

signifikan antara persepsi dukungan

organisasi dengan komitmen organisasi pada

karyawan PT XYZ yang bekerja dibawah

pimpinan Director of Human Capital,

(8)

Hasil analisis deskriptif yang dilakukan

menunjukan bahwa tingkat komitmen

organisasi, kepuasan kerja dan persepsi

dukungan organisasi pada karyawan PT

Angkasa Pura II yang bekerja dibawah

pimpinan Director of Human Capital,

General Affairs dan Information Technology.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh

maka dapat dikemukakan beberapa saran

sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan

Melihat tingkat kepuasan kerja dan

persepsi karyawan terhadap dukungan dari

organisasi yang tinggi, maka diharapkan

perusahaan dapat mempertahankan atau

bahkan meningkatkan kepuasan kerja

yang dimiliki oleh karyawan, serta

meningkatkan dukungan organisasi

kepada karyawan. Hal tersebut dapat

dilakukan dengan cara meningkatkan

kepedulian terhadap kesejahteraan

karyawan, menerima pendapat serta

ide-ide atau gagasan yang disampaikan oleh

karyawan dan memberikan kesempatan

kepada karyawan untuk mendapatkan

promosi jabatan bagi karyawan yang

memberikan kinerja yang baik dan positif

kepada perusahaan. Dengan meningkatkan

hal-hal tersebut diharapkan karyawan

dapat meningkatkan kepuasan kerja

mereka dan memberikan nilai positif

terhadap dukungan organisasi pada diri

karyawan.

2. Bagi Karyawan

Karyawan diharapkan dapat

mempertahankan atau bahkan

meningkatkan komitmen yang karyawan

miliki terhadap organisasi serta dapat

memperlihatkan keaktifan dan kepedulian

terhadap perusahaan, serta menjaga

hubungan yang baik antar rekan kerja atau

dengan atasan sehingga dapat terciptanya

lingkungan kerja yang kondusif dan

mampu mendukung kepuasan kerja yang

dimiliki. Karyawan juga diharapkan dapat

terus memberikan penilaian positif

terhadap dukungan yang diberikan oleh

organisasi.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya yang memiliki

keinginan untuk meneliti dengan tema

yang sama diharapkan dapat

mengembangkan variabel- variabel lain

dalam penelitian ini yaitu komitmen

organisasi, kepuasan kerja dan persepsi

dukungan organisasi dengan kemungkinan

faktor-faktor yang dapat

mempengaruhinya baik internal maupun

eksternal, sehingga hasil yang didapatkan

juga lebih baik dan komprehensif. Peneliti

selanjutnya juga diharapkan untuk

memperluas responden yang akan

dijadikan sebagai obyek penelitian,

sehingga hasilnya mampu untuk

digeneralisasikan secara luas. Kemudian

peneliti selanjutnya juga diharapkan

mencari lokasi dan subyek penelitian lain

(9)

penelitian, sehingga mampu menguji alat

ukur terlebih dahulu, juga dapat

mengontrol secara langsung proses

pengambilan data sehingga dapat

mengawasi responden saat pengisian

skala.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina. H. (2012). Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi (Perceived Organizational Support) Terhadap Kinerja Dosen Melalui Motivasi Kerja (Studi Pada STIE Palang Karaya). Jurnal Sains Manajemen. Vol.1. (1).

Allen, N. J. & J.P. Meyer. (1991). The Measurement and Antecedents of Affective, Continuance and Normative Commitment to the Organizational. Journal of Occupational Psychology. 63 (1): 1-18.

Amalia, dan Rosita Dewi. (2008). Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Akuntan Publik dengan Role Stress Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia. Vol.12. (1).

Danim, S., (2012). Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Jakarta : Rinek Cipta.

Davis dan Yoder. (1992). Perilaku dalam Organisasi (Terjemahan). Jakarta: PT Airlangga

Dipang. L. (2013). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Peningkatan Kinerja Karyawan Pada PT Hasjrat Abadi Manado. Jurnal EMBA. Vol. 1. (3).

Eisenberger, R., Armeli, S., Fasolo & Lynch., Rhoades, L. (2002). Reciprocation of Perceived Organizational Support. Journal of Applied Psychology, Vol.86, 42-5.7

Koeshartono, D. (2014). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasional (Studi Pada PT Sinar Sosro Yogyakarta). Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Luthans, Fred. S. (1995). Organizational Behavior, Seventh Edition. Singapore: Mc. Graw Hill

Mowday, R.T. Porter, L.W. & Steers, R.M. (1982). Employee Organization Linkage : The Psychology of Commitment, Absenteeism & Turnover. New York: Academy Pass

Sopiah. (2008). Perilaku Organisasi.,Yogyakarta : CV. Andi Offset.

Stum, David. (1998). Five Ingredients for Employee Retention Formula. Journal of Human Resources Focus. Vol.75

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...