PRE PLENNING PENYULUHAN KESEHATAN DIET P

10 

Teks penuh

(1)

PRE PLENNING PENYULUHAN KESEHATAN DIET POST OP DI RUANG LONTARA 2 ATAS BELAKANG

A. Pendahuluan

Berdasarkan hasil analisa data pada priorias masalah yang cukup menonjol pada saat pengkajian pada tanggal 02 April 2018 adalah masalah edukasi mobilisasi dan nutrisi sehat post op.

Jadi intervensi yang dianggap penting adalah penyuluhan kesehatan yaitu Mobilisasi dan nutrisi sehat agar luka anda segera sembuh

B. Tujuan umum

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, di ruang perawatan Lontara 2 Atas Belakang, klien atau keluarga dapat memahami tentang bagaimana cara mobilisasi dan pemenuhan nutrisi sehat post operasi.

C. Tujuan khusus

Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan peserta penyuluhan dapat : 1. Mengetahui pengertian mobilisasi dan nutrisi

2. Mengetahui tujuan mobilisasi dan pemenuhan nutrisi 3. Mengetahui bagaimana pengaturan makanan post op

4. Mengetahui apa saja nutrisi yang perlu diperhatikan untuk penyembuhan luka

5. Mengetahui tips perawatan post op

D. Sasaran target Klien atau keluarga E. Strategi target

1. Metode

a. Memberikan penjelasan materi melalui ceramah, dan tanya jawab 2. Kriteria evaluasi

a. Terlaksananya penyuluhan dengan baik

(2)

3. Waktu dan tempat

Kegiatan penyuluhan tentang edukasi diet post operasi di lakukan di ruangan lontara 2 atas belakang jam 10.00 Wita sampai selesai.

4. Media

(3)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MOBILISASI DAN NUTRISI SEHAT AGAR LUKA ANDA SEGERA SEMBUH

Topik : Mobilisasi Dan Nutrisi Sehat Agar Luka Anda Segera Sembuh. Sasaran : Keluarga atau pasien

Waktu : 30 Menit

Hari / Tanggal : Kamis, 05 April 2018

Tempat : Ruang Bedah Tumor (Lontara 2 Atas Belakang)

A. Tujuan umum

Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, di ruang Lontara 2 Atas Belakang, klien atau keluarga dapat memahami tentang bagaimana cara mobilisasi dan nutrisi sehat agar luka post op segera sembuh

B. Tujuan khusus

Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan peserta penyuluhan dapat : 1. Mengetahui pengertian mobilisasi dan nutrisi

2. Mengetahui tujuan mobilisasi dan pemenuhan nutrisi 3. Mengetahui rentang gerak dalam mobilisasi

4. Mengetahui bagaimana tahap-tahap mobilisasi dini 5. Mengetahui dampak tidak mobilisasi (Imobilisasi) 6. Mengetahui bagaimana tahapan nutrisi/diet post op

7. Mengetahui apa saja nutrisi yang perlu diperhatikan untuk penyembuhan luka

8. Mengetahui tips perawatan post op C. Materi penyuluhan

1. Pengertian nutrisi

2. Tujuan pemenuhan nutrisi

3. Bagaimana pengaturan makanan post op

(4)

D. Metode : Ceramah, dan tanya jwab E. Media : Banner dan leaftlet F. Strategi pelaksanaan

Langkah – langkah kegiatan 1. Kegiatan pembuka

a. Pra kegiatan pembelajaran

1. Menyiapkan ruangan/tempat dan media 2. Membari salam dan perkenalan

3. Kontrak waktu 2. Kegiatan pembukaan

a. Menjelaskan pokok bahasan b. Menjelaskan tujuan

3. Kegiatan inti

a. Sasaran menyimak penyuluhan

b. Penyuluhan memberikan ceramah sesuai dengan materi penyuluhan c. Memberi kesempatan pada sasaran untuk bertanya

4. Kegiatan penutup

a. Sasaran menjawab pertanyaan dari penyuluhan sebagai evaluasi b. Penyuluh menyimpulkan materi dari proses tanya jawab

c. Mengucapkan salam G. Pengorganisasian dan uraian tugas

Penyaji : Ika sasmita ramadani,S.Kep Moderator : Dian Anugrawati,S.Kep Fasilitator : Grace Pattiserlihun,S.Kep

Arsyad,S.Kep

(5)

Lampiran :

MATERI PENYULUHAN A. Pengertian mobilisasi dan nutrisi

1. Mobilisasi

Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar.

Mobilisasi dini adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi fisiologis.

2. Nutrisi

Nutrisi adalah makanan yang mengandung cukup nilai gizi dan tenaga untuk perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan secara optimal.

Diet Pasca-operasi adalah makanan yang diberikan kepada pasien setelah menjalani pembedahan. Pengaturan makanan sesudah pembedahan/operasi (Hadrianus Herman,2016).

B. Tujuan

1. Tujuan Mobilisasi

a. Mempertahankan fungsi tubuh b. Memperlancar peredaran darah

c. Membantu pernafasan menjadi lebih baik d. Mempertahankan tonus otot

e. Memperlancar eliminasi alvi dan urine

f. Mengembalikan aktivitas tertentu, sehingga pasien dapat kembali normal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.

g. Memberikan kesempatan perawat dan pasien berinteraksi atau berkomunikasi.

(6)

Karena tujuan diet pasca-operasi adalah untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera kembali normal untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien, dengan cara sebagai berikut :

a. Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein)

b. Mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain c. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan

d. Mencegah dan menghentikan perdarahan C. Rentang Gerak Dalam Mobilisasi

Menurut Carpenito dalam mobilisasi terdapat tiga rentang gerak yaitu : 1. Rentang gerak pasif

Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien

2. Rentang gerak aktif

Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan otot-ototnya secara aktif misalnya berbaring pasien menggerakkan kakinya.

3. Rentang gerak fungsional

Berguna untuk memperkuat otot-otot dan sendi dengan melakukan aktifitas yang diperlukan.

D. Tahap-tahap Mobilisasi Dini

Mobilisasi dini dilakukan secara bertahap berikut ini akan dijelaskan tahap mobilisasi dini pada post operasi :

1. Tahap I : mobilisasi atau gerakan awal : nafas dalam dan batuk, mengerakkan ekstermitas

2. Tahap II : mobilisasi atau gerak berputar 3. Tahap III : mobilisasi atau gerakan duduk tegak

4. Tahap IV : mobilisasi atau gerakan turun dari tempat tidur (3x/hr) 5. Tahap V : mobilisasi atau gerakan berjalan dengan bantuan (2x/hr) 6. Tahap VI : mobilisasi atau gerakan naik ke tempat tidur

(7)

E. Dampak tidak mobilisasi (Imobilisasi) 1. Penyembuhan luka menjadi lama 2. Menambah rasa sakit

3. Badan menjadi pegal dan kaku 4. Kulit menjadi lecet dan luka

5. Memperlama perawatan dirumah sakit 6. Sulit buang air (BAB dan BAK) 7. DIstensi lambung

F. Tahapan nutrisi/diet pasca bedah Operasi Kecil

Pasca-bedah kecil : setelah sadar dan rasa mual hilang

1. Selama 6 jam sesudah operasi, makanan yang diberikan berupa air putih, the manis, atau cairan lain seperti pada makanan cair jernih.

2. Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi dalam 3 kali makanan lengkap dan 1 kali makanan selingan.

Operasi Besar

1. Diet Pasca-Bedah I (DPB I)

Diet ini diberikan kepada semua pasien pasca bedah :

a. Pasca-bedah besar : setelah sadar dan rasa mual hilang serta ada tanda-tanda usus mulai bekerja

Cara Memberikan Makanan

Selama 6 jam sesudah operasi, makanan yang diberikan berupa air putih, teh manis, atau cairan lain seperti pada makanan cair jernih. Makanan ini diberikan dalam waktu sesingkat mungkin, karena kurang dalam semua zat gizi. Selain itu diberikan makanan parenteral sesuai kebutuhan.

2. Diet Pasca-Bedah II (PDB II)

Diet pasca-bedah II diberikan kepada pasien pascabedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan dari Diet Pasca Bedah I

(8)

Makanan diberikan dalam bentuk cair kental, berupa kaldu jernih, sirup, sari buah, sup, susu, dan puding rata-rata 8-10 kali sehari selama pasien tidak tidur. Jumlah cairan yang diberikan tergantung keadaan dan kondisi pasien. Selain itu dapat diberikan makanan parenteral bila diperlukan. DPB II diberikan untuk waktu sesingkat mungkin karena zat gizinya kurang. Makanan yang tidak boleh diberikan pada diet pasca-bedah II adalah air jeruk dan minuman yang mengandung karbondioksida.

3. Diet Pasca-Bedah III

Diet Pasca-Bedah III diberikan kepada pasien pascabedah besar saluran cerna atau sebagai perpindahan dari diet pasca-bedah II. Cara Memberikan Makanan

Makanan yang diberikan berupa makanan saring ditambah susu dan biscuit. Cairan hendaknya tidak melebihi 2000 ml sehari. Selain itu dapat memberikan makanan parenteral bila diperlukan. Makanan yang tidak dianjurkan adalah makanan dengan bumbu tajam dan minuman yang mengandung karbondioksida.

4. Diet Pasca-Bedah IV

Diet Pasca-Bedah IV diberikan kepada :

a. Pasien pasca bedah kecil, setelah diet pasca-bedah b. Pasien pascabedah besar, setelah diet Pasca-Bedah III Cara Memberikan Makanan

Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi dalam 3 kali makanan lengkap dan 1 kali makanan selingan.

(Rahmawati Basri,2015).

G. Jenis makanan yang harus diperhatikan untuk penyembuhan luka

Diantara makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air yang cukup, maka yang paling penting untuk penyembuhan luka adalah protein dan vitamin C.

(9)

mencegah terjadinya infeksi dan perdarahan luka.

Contoh makanan yang perlu diperhatikan untuk penyembuhan luka

1. Protein; terbagi menjadi: nabati dan hewani. Contoh nabati yaitu tempe, tahu, kacang-kacangan dll. Contoh protein hewani, hati, telur, ayam, udang dll.

2. Vitamin C adalah kacang-kacangan, jeruk, jambu, daun papaya, bayam, tomat, daun singkong dll

Tata cara pelaksanaan untuk memenuhi nutrisi yang perlu diperhatikan untuk penyembuhan luka:

1. Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan vitamin C 2. Bila mual:

a. Makanlah dengan porsi sedikit tapi sering b. Sajikan ketika masih hangat

c. Sebelum makan, minum air hangat

d. Hindari makanan dengan berbumbu tajam H. Tips Perawatan Pascaoperasi

Secara umum, untuk mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan kondisi pasien pasca operasi, perlu kita perhatikan tips di bawah ini :

1. Makan makanan bergizi, misalnya: nasi, lauk pauk, sayur, susu, buah. 2. Konsumsi makanan (lauk-pauk) berprotein tinggi, seperti: daging, ayam,

ikan, telor dan sejenisnya.

3. Minum sedikitnya 8-10 gelas per hari. 4. Usahakan cukup istirahat.

5. Mobilisasi bertahap hingga dapat beraktivitas seperti biasa. Makin cepat makin bagus.

6. Mandi seperti biasa, yakni 2 kali dalam sehari.

7. Kontrol secara teratur untuk evaluasi luka operasi dan pemeriksaan kondisi tubuh.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Basri Rahmawati, 2015. Tata Laksana Gizi Pasien Operasi Trauma dan Luka Bakar,(Diakses tanggal 02 April 2018)

Said, Syahurul, dkk.2013. Gizi dan PenyembuhaN Luka. Makassar : Indonesia Academic Publishing

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...