Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Akta Mengajar IV
Akta Mengajar IV
Disusun oleh Disusun oleh
Hj. Syofiani, M.Pd.
Hj. Syofiani, M.Pd.
FKIP UNIVERSITAS BUNG HATTA FKIP UNIVERSITAS BUNG HATTA
Jalan Sumatera, Ulakkarang, Padang 25133 Telf.0751 447267 Jalan Sumatera, Ulakkarang, Padang 25133 Telf.0751 447267
Pengembangan Kurikulum Pengembangan Kurikulum
1.
1.Kurikulum ’94Kurikulum ’94 2.
2.Kurikulum Suplemen ’99Kurikulum Suplemen ’99 3.
3.KBKKBK 4.
4.KTSPKTSP
Latar belakang terjadinya perubahan kurikulum, Latar belakang terjadinya perubahan kurikulum,
karena adanya inovasi kurikulum (reformasi karena adanya inovasi kurikulum (reformasi
pendidikan) yaitu dengan dikeluarkannya kebijakan pendidikan) yaitu dengan dikeluarkannya kebijakan
pemerintah berupa undang-undang kependidikan: pemerintah berupa undang-undang kependidikan:
1. UU No. 22 Th. 1999 tentang Pemerintahan daerah 1. UU No. 22 Th. 1999 tentang Pemerintahan daerah
2. UU No. 25 Th. 2000 tentang kewenangan 2. UU No. 25 Th. 2000 tentang kewenangan
pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai
Lanjutan
Lanjutan
3. TAP MPR No. V/MPR/1999 tentang Arah 3. TAP MPR No. V/MPR/1999 tentang Arah
Kebijakan Pendidikan di Masa Depan Kebijakan Pendidikan di Masa Depan
Pemberlakukan undang-undang tersebut Pemberlakukan undang-undang tersebut
menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan
wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan
pendidikan berupa: pendidikan berupa: 1.
1.Perubahan pengelolaan pendidikan dari Perubahan pengelolaan pendidikan dari sentralistik menjadi desentralistik.
sentralistik menjadi desentralistik. 2.
2.Arus globalisasi yaitu karena perkembangan Arus globalisasi yaitu karena perkembangan iptekni dan perkembangan ekonomi berbasis iptekni dan perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan tentu dibutuhkan individu yang pengetahuan tentu dibutuhkan individu yang
Lanjutan Lanjutan
3. Rendahnya kualitas pendidikan.
3. Rendahnya kualitas pendidikan.
Laporan Bank Dunia (1992) berupa Studi IAEA
Laporan Bank Dunia (1992) berupa Studi IAEA
(Internasional Association for the Evaluation of
(Internasional Association for the Evaluation of
Educational Achievement) di beberapa negara
Educational Achievement) di beberapa negara
Asia ditemukan bahwa:
Asia ditemukan bahwa:
a. Siswa kelas IV SD di Indonesia menduduki
a. Siswa kelas IV SD di Indonesia menduduki
peringkat terendah dalam bidang membaca
peringkat terendah dalam bidang membaca
yaitu dengan nilai rata-rata (51,7), Hongkong
yaitu dengan nilai rata-rata (51,7), Hongkong
(75,5), Singapura (74,0), Thailand (65,1),
(75,5), Singapura (74,0), Thailand (65,1),
Filipina (52,6)
Filipina (52,6)
b.Untuk matematika urutan 34 dan IPA urutan
b.Untuk matematika urutan 34 dan IPA urutan
32 dari 38 negara peserta.
Lanjutan Lanjutan
4. Isi kurikulum yang lebih mengedepankan sisi 4. Isi kurikulum yang lebih mengedepankan sisi
akademik dan kurang memperhatikan sikap dan akademik dan kurang memperhatikan sikap dan moral siswa. Semua pelajaran menekankan pada moral siswa. Semua pelajaran menekankan pada
penguasaan materi tanpa membedakan hakikat penguasaan materi tanpa membedakan hakikat
mata pelajaran tersebut. Contoh: Agama dan mata pelajaran tersebut. Contoh: Agama dan
PMP seharusnya lebih menekankan pada aspek PMP seharusnya lebih menekankan pada aspek
nilai dan sikap tapi kenyataannya tidak. nilai dan sikap tapi kenyataannya tidak.
Oleh sebab itu, munculnya perubahan kurikulum Oleh sebab itu, munculnya perubahan kurikulum
yaitu kurikulum yang diarahkan kepada yaitu kurikulum yang diarahkan kepada
pendidikan yang demokratis yang mampu pendidikan yang demokratis yang mampu
melayani setiap perbedaan dan kebutuhan melayani setiap perbedaan dan kebutuhan
individu serta membekali siswa dengan sejumlah individu serta membekali siswa dengan sejumlah
Lanjutan
Lanjutan
Tentu dalam rangka bahwa pendidikan
Tentu dalam rangka bahwa pendidikan
diharapkan mampu melahirkan generasi yang
diharapkan mampu melahirkan generasi yang
mandiri, kritis, rasional, cerdas, kreatif, dan
mandiri, kritis, rasional, cerdas, kreatif, dan
memiliki kesabaran dan mampu bersaing dan
memiliki kesabaran dan mampu bersaing dan
siap menghadapi berbagai tantangan.
siap menghadapi berbagai tantangan.
Untuk kepentingan itu diperlukan perubahan
Untuk kepentingan itu diperlukan perubahan
yang mendasar salah satu adalah perubahan
yang mendasar salah satu adalah perubahan
kurikulum sebagai alat pencapaian tujuan
kurikulum sebagai alat pencapaian tujuan
pendidikan.
Sekilas tentang KTSP
Sekilas tentang KTSP
KTSP: “Kurikulum Tidak Siap Pakai”,
KTSP: “Kurikulum Tidak Siap Pakai”,
“Kurikulum Kate Siape?” dan banyak lagi
“Kurikulum Kate Siape?” dan banyak lagi
anekdot yang dimunculkan oleh guru.
anekdot yang dimunculkan oleh guru.
KTSP: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
adalah kurikulum operasional yang disusun
adalah kurikulum operasional yang disusun
dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan
dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan
pendidikan yang sudah siap dan mampu
pendidikan yang sudah siap dan mampu
mengembangkan dan memperhatikan UU No.
mengembangkan dan memperhatikan UU No.
20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan
20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 36:
Lanjutan Lanjutan
1. Pengembangan kurikulum mengacu pada
1. Pengembangan kurikulum mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan untuk
Standar Nasional Pendidikan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional,
mewujudkan tujuan pendidikan nasional,
2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis
2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis
pendidikan dikembangkan dengan prinsip
pendidikan dikembangkan dengan prinsip
diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan,
diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan,
potensi daerah dan peserta didik.
potensi daerah dan peserta didik.
3. KTSP dasar dan menengah dikembangkan
3. KTSP dasar dan menengah dikembangkan
oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman
oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman
pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan
pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan
Standar Isi serta panduan penyusunan
Standar Isi serta panduan penyusunan
kurikulum yang dibuat BSNP.
Pengertian Perencanaan
Pengertian Perencanaan
(Tatap Muka II)
(Tatap Muka II)
Perencanaan pembelajaran adalah
Perencanaan pembelajaran adalah
proses penyusunan satuan acara
proses penyusunan satuan acara
pembelajaran atau rencana program
pembelajaran atau rencana program
pembelajaran atau proses
pembelajaran atau proses
penyusunan/penyempurnaan materi
penyusunan/penyempurnaan materi
pembelajaran untuk masing-masing
pembelajaran untuk masing-masing
kegiatan pembelajaran selama satu
kegiatan pembelajaran selama satu
semester.
Lanjutan
Lanjutan
Perencanaan pembelajaran dilakukan untuk
Perencanaan pembelajaran dilakukan untuk
tiap kegiatan pembelajaran yang terbagi atas
tiap kegiatan pembelajaran yang terbagi atas
beberapa satuan kegiatan sesuai dengan
beberapa satuan kegiatan sesuai dengan
kurikulum, peta kurikulum dan silabus.
kurikulum, peta kurikulum dan silabus.
Gagne
Gagne mengatakan bahwa sistem mengatakan bahwa sistem
instruksional adalah suatu set peristiwa yang
instruksional adalah suatu set peristiwa yang
mempengaruhi peserta didik sehingga
mempengaruhi peserta didik sehingga
terjadi proses pembelajaran. Suatu set
terjadi proses pembelajaran. Suatu set
peristiwa ini mungkin digerakkan oleh
peristiwa ini mungkin digerakkan oleh
pengajar sehingga disebut pengajaran,
pengajar sehingga disebut pengajaran,
mungkin digerakkan oleh siswa sendiri
mungkin digerakkan oleh siswa sendiri
dengan menggunakan buku, gambar atau
dengan menggunakan buku, gambar atau
media.
Lanjutan
Lanjutan
Baik digerakan oleh guru maupun digerakkan Baik digerakan oleh guru maupun digerakkan
oleh siswa itu sendiri, kegiatan itu harus oleh siswa itu sendiri, kegiatan itu harus terencana secara sistemetis untuk dapat terencana secara sistemetis untuk dapat
disebut kegiatan instruksional. disebut kegiatan instruksional.
Jadi, Pengajaran atau pembelajaran adalah
Jadi, Pengajaran atau pembelajaran adalah
suatu bentuk kegiatan instruksional.
suatu bentuk kegiatan instruksional.
Kegiatan yang dilakukan siswa dalam Kegiatan yang dilakukan siswa dalam
kehidupan sehari-hari tanpa perencanaan kehidupan sehari-hari tanpa perencanaan
sebelumnya disebut pengalaman bukan sebelumnya disebut pengalaman bukan
kegiatan instruksional walaupun kegiatan ini kegiatan instruksional walaupun kegiatan ini
Kegiatan
Kegiatan
Instruksional
Instruksional
Merupakan komposisi bagian-bagian dan fungsi
Merupakan komposisi bagian-bagian dan fungsi
masing-masing untuk mencapai tujuan instruksional
masing-masing untuk mencapai tujuan instruksional
yang telah dirumuskan sebelumnya. Apabila salah satu
yang telah dirumuskan sebelumnya. Apabila salah satu
bagian tidak berfungsi dengan baik, tujuan
bagian tidak berfungsi dengan baik, tujuan
instruksional yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai
instruksional yang telah ditetapkan tidak dapat dicapai
dengan baik, karena itu kegiatan instruksional disebut
dengan baik, karena itu kegiatan instruksional disebut
sistem.
sistem.
Kegiatan instruksional dianalisis menjadi
Kegiatan instruksional dianalisis menjadi
subsistem-subsistem sebagai berikut; Tujuan instruksional, tes,
subsistem sebagai berikut; Tujuan instruksional, tes,
strategi instruksional, bahan instruksional dan
strategi instruksional, bahan instruksional dan
evaluasi, di samping komponen pengajar, siswa dan
evaluasi, di samping komponen pengajar, siswa dan
fasilitas.
Lanjutan
Lanjutan
Karena itu Memecahkan Masalah
Karena itu Memecahkan Masalah
Instruksional perlu menguji fungsi setiap
Instruksional perlu menguji fungsi setiap
subsistem tersebut. Untuk menguji subsistem
subsistem tersebut. Untuk menguji subsistem
dipergunakan analisis sistem. Hasil pengujian
dipergunakan analisis sistem. Hasil pengujian
memberikan petunjuk subsistem yang perlu
memberikan petunjuk subsistem yang perlu
diganti atau diperbaiki. Langkah selanjutnya
diganti atau diperbaiki. Langkah selanjutnya
adalah mensintesis sistem baru dengan cara
adalah mensintesis sistem baru dengan cara
mengintekrasikan subsistem baru tersebut
mengintekrasikan subsistem baru tersebut
dengan subsistem lain untuk mewujudkan
dengan subsistem lain untuk mewujudkan
sistem yang lebih baik.
Pendekatan & Model
Pendekatan & Model
Pengembangan Kurikulum
Pengembangan Kurikulum
(Modul 1)(Modul 1)Ada dua model pendekatan Ada dua model pendekatan 1.
1. Pendekatan Administratif Pendekatan Administratif (Administrative Approach) (Administrative Approach)
sistem komando
sistem komando (top-down) (top-down) atau atau line staff model, line staff model, pengembangan kurikulum menetes ke bawah dari
pengembangan kurikulum menetes ke bawah dari
pemegang kebijakan (Mentri, Dirjen Dikdasmen,
pemegang kebijakan (Mentri, Dirjen Dikdasmen,
Ka.Dinas Pend.)
Ka.Dinas Pend.)
2.
2. Pendekatan Akar Rumput (Pendekatan Akar Rumput (Grassroots Approach) Grassroots Approach)
Sistem
Sistem (bottom - Up) (bottom - Up) biasanya diawali dari keresahan biasanya diawali dari keresahan guru terhadap kurikulum yang berlaku, guru memiliki guru terhadap kurikulum yang berlaku, guru memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menyempurnakan kur. kebutuhan dan keinginan untuk menyempurnakan kur.
(negara-negara berkembang sudah menerapkan (negara-negara berkembang sudah menerapkan
pend.ini karena kebijakan pendidikan sudah bersifat pend.ini karena kebijakan pendidikan sudah bersifat
Pendekatan
Pendekatan
lain
lain
1. Pendekatan mata pelajaran
1. Pendekatan mata pelajaran
2. Pendekatan interdisipliner
2. Pendekatan interdisipliner
a. Pendekatan struktural
a. Pendekatan struktural
b. Pendekatan fungsional
b. Pendekatan fungsional
c. pendekatan daerah
c. pendekatan daerah (interfild)(interfild)
3
3. . Pendekatan integratifPendekatan integratif
4. Pendekatan berdasarkan sistem pengelolaan
4. Pendekatan berdasarkan sistem pengelolaan
5. Pendekatan pengembangan kurikulum
5. Pendekatan pengembangan kurikulum
berdasarkan
berdasarkan
lanjutan
lanjutan
(1)
(1) Pendekatan mata pelajaran bertolak dari mata Pendekatan mata pelajaran bertolak dari mata
pelajaran oleh masing-masing guru mata pelajaran.
pelajaran oleh masing-masing guru mata pelajaran.
Model ini biasanya hanya berdasarkan kebutuhan
Model ini biasanya hanya berdasarkan kebutuhan
guru mata pelajaran tsb. Pola ini lebih berbentuk
guru mata pelajaran tsb. Pola ini lebih berbentuk
terpisah-pisah karena antara mata pelajaran tidak
terpisah-pisah karena antara mata pelajaran tidak
saling berkaitan. Guru hanya bertanggung jawab
saling berkaitan. Guru hanya bertanggung jawab
dengan mata pelajaran yang diampunya.
dengan mata pelajaran yang diampunya.
(2) Bertolak belakang dengan pendekatan (1) bahwa
(2) Bertolak belakang dengan pendekatan (1) bahwa
antara satu mata pelajaran itu seharusnya saling
antara satu mata pelajaran itu seharusnya saling
berhubungan, artinya mata pelajaran yang memiliki
berhubungan, artinya mata pelajaran yang memiliki
ciri yang sama dipadukan menjadi satu bidang studi,
ciri yang sama dipadukan menjadi satu bidang studi,
mis: agama dengan PPKn.
mis: agama dengan PPKn.
(3) Pendekatan ini beertolak dari suatu keseluruhan
(3) Pendekatan ini beertolak dari suatu keseluruhan
atau suatu kesatuan yang bermakna dan berstruktur.
atau suatu kesatuan yang bermakna dan berstruktur.
Pendidikan anak adalah pendidikan yang menyeluruh
Pendidikan anak adalah pendidikan yang menyeluruh
dalam rangka pembentukan pribadi siswa yang
dalam rangka pembentukan pribadi siswa yang
terintegrasi, karena itu kurikulum juga disusun untuk
terintegrasi, karena itu kurikulum juga disusun untuk
mengembangkan pribadi yang utuh.
Lanjutan
Lanjutan
(4) Pendekatan berdasarkan sistem pengelolaan, (4) Pendekatan berdasarkan sistem pengelolaan,
artinya proses pembelajaran merupakan suatu artinya proses pembelajaran merupakan suatu
sistem yang dimulai dari: penetapan tujuan sistem yang dimulai dari: penetapan tujuan
instruksional, strategi instruksional, instruksional, strategi instruksional,
bahan/materi, media, dan evaluasi. Di samping bahan/materi, media, dan evaluasi. Di samping
komponen yang lain yaitu pendidik, subjek didik, komponen yang lain yaitu pendidik, subjek didik,
dan fasilitas. dan fasilitas.
(5) Pendekatan yang berangkat dari apa sasaran (5) Pendekatan yang berangkat dari apa sasaran
yang mau dicapai dengan pemberian seperangkat yang mau dicapai dengan pemberian seperangkat
materi pembelajaran. Misalnya, jika fokusnya materi pembelajaran. Misalnya, jika fokusnya
adalah bagaimana agar dalam pembelajaran adalah bagaimana agar dalam pembelajaran
siswa yang lebih aktif tentu sasarannya adalah siswa yang lebih aktif tentu sasarannya adalah
Pengembangan
Pengembangan
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Pengembangan kurikulum merupakan
Pengembangan kurikulum merupakan
proses yang kompleks. Pengembangan
proses yang kompleks. Pengembangan
kurikulum berbasis kompetensi
kurikulum berbasis kompetensi
memfokuskan pada kompetensi
memfokuskan pada kompetensi
tertentu, berupa paduan pengetahuan,
tertentu, berupa paduan pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang dapat
keterampilan dan sikap yang dapat
didemostrasikan peserta didik sebagai
didemostrasikan peserta didik sebagai
ujud pemahaman terhadap konsep yang
ujud pemahaman terhadap konsep yang
dipelajari.
Pendekatan dalam
Pendekatan dalam
pengembangan Kurikulum
pengembangan Kurikulum
Berbasis Kompetensi
Berbasis Kompetensi
Pendekatan kompetensi merupakan Pendekatan kompetensi merupakan
pendekatan yang menfokuskan pada pendekatan yang menfokuskan pada
penguasaan kompetensi tertentu penguasaan kompetensi tertentu
berdasarkan tahapan perkembangan peserta berdasarkan tahapan perkembangan peserta
didik. Setiap tahapan perkembangan didik. Setiap tahapan perkembangan memiliki potensi bawaan yang dapat memiliki potensi bawaan yang dapat
dikembangkan tetapi pemekarannya sangat dikembangkan tetapi pemekarannya sangat
terantung pada kesempatan yang ada dan terantung pada kesempatan yang ada dan
• Guru SDLB/SMPLB/SMALB atau bentuk lain Guru SDLB/SMPLB/SMALB atau bentuk lain
yang sederajat harus memiliki: yang sederajat harus memiliki:
(1)
(1) kualifikasi akademik pendidikan kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma
minimum diploma empat (D-4) atau sarjana empat (D-4) atau sarjana (S-1),
(S-1), (2)
(2) latar belakang pendidikan tinggi dengan latar belakang pendidikan tinggi dengan program
program pendidikan yang sesuai dengan pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran
mata pelajaran yang diajarkan, dan yang diajarkan, dan (3)
(3) sertifikasertifikasisi profesi guru profesi guru SDLB/SMPLB/SMALB.
SDLB/SMPLB/SMALB.
• Guru SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat Guru SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat
harus memiliki: harus memiliki:
(1) kualifikasi akademik pendidikan minimum (1) kualifikasi akademik pendidikan minimum
diploma
diploma empat (D-4) atau sarjana (S-1), empat (D-4) atau sarjana (S-1), (2) latar belakang pendidikan tinggi dengan (2) latar belakang pendidikan tinggi dengan
program
program pendidikan yang sesuai dengan pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran
mata pelajaran yang diajarkan, dan yang diajarkan, dan (3) sertifi
Kompetensi
Kompetensi
• Kompetensi adalah seperangkat Kompetensi adalah seperangkat
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku
yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai
yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai
oleh
oleh siswa, atau siswa, atau guru dalam melaksanakan guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
tugas keprofesionalan. • Kompetensi meliputiKompetensi meliputi::
1.
1. kompetensi pedagogik, kompetensi pedagogik, 2.
2. kompetensi kepribadian, kompetensi kepribadian, 3.
3. kompetensi sosial, dan kompetensi sosial, dan 4.
Standar Isi
Standar Isi
•
Standar isi
Standar isi
mencakup lingkup materi
mencakup lingkup materi
dan tingkat kompetensi untuk mencapai
dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan
kompetensi lulusan pada jenjang dan
jenis pendidikan tertentu.
jenis pendidikan tertentu.
•
Isi
Isi
memuat
memuat
a.
a.
kerangka dasar dan struktur
kerangka dasar dan struktur
kurikulum,
kurikulum,
b.
b.
beban belajar,
beban belajar,
c.
c.
kurikulum tingkat satuan pendidikan,
kurikulum tingkat satuan pendidikan,
dan
dan
d.
Standar Proses
Standar Proses
•
Standar proses
Standar proses
memberikan
memberikan
pemahaman yang saintifik tentang
pemahaman yang saintifik tentang
aktivitas pembelajaran yang dapat
aktivitas pembelajaran yang dapat
menghasilkan pengalaman belajar
menghasilkan pengalaman belajar
yang mandiri pada diri siswa, bukan
yang mandiri pada diri siswa, bukan
hanya pengetahuan yang bersifat
hanya pengetahuan yang bersifat
hafalan turunan yang tidak terkristal
hafalan turunan yang tidak terkristal
dalam diri pembelajar.
Lanjutan
Lanjutan
Proses pembelajaran
Proses pembelajaran pada satuan pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa kreativitas, dan kemandirian prakarsa kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis perkembangan fisik serta psikologis
• GGuru dan satuan pendidikan hendaklah uru dan satuan pendidikan hendaklah
melakukan
melakukan:: -
- perencanaan proses pembelajaran, perencanaan proses pembelajaran, -
- pelaksanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, -
- penilaian hasil pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran, dan -
- pengawasan proses pembelajaran pengawasan proses pembelajaran
• Perencanaan proses pembelajaran minimal Perencanaan proses pembelajaran minimal
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang memuat
pembelajaran yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar,
kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar,
metode pembelajaran, sumber belajar, dan
metode pembelajaran, sumber belajar, dan
penilaian hasil belajar.
• Pelaksanaan proses pembelajaran Pelaksanaan proses pembelajaran
hendaklah memperhatikan jumlah maksimal hendaklah memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas, beban mengajar per peserta didik per kelas, beban mengajar per
pendidik , rasio maksimal buku teks pendidik , rasio maksimal buku teks
pelajaran setiap peserta didik dan rasio pelajaran setiap peserta didik dan rasio
maksimal peserta didik per pendidik. maksimal peserta didik per pendidik.
• Sejalan dengan itu, penilaian hasil Sejalan dengan itu, penilaian hasil
pembelajaran hendaklah menggunakan pembelajaran hendaklah menggunakan
berbagai teknik penilaian sesuai dengan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor
dsb.) dasar yang harus dikuasai peserta dsb.) dasar yang harus dikuasai peserta
Standar Kompetensi
Standar Kompetensi
• Standar kompetensi (sikap, pengetahuan, dan Standar kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) lulusan digunakan sebagai
keterampilan) lulusan digunakan sebagai
pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan
peserta didik dan satuan pendidikan. peserta didik dan satuan pendidikan.
• Kompetensi lulusan meliputi kompetensi seluruh Kompetensi lulusan meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran
mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran • Standar komptensi lulusan untuk pendidikan Standar komptensi lulusan untuk pendidikan
dasar dan menengah
dasar dan menengah dimaksudkan untuk dimaksudkan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kep
kepeeribadian, akhlak, serta keterampilan untuk ribadian, akhlak, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih
lanjut. lanjut. .
Model Pengembangan Kurikulum
Model Pengembangan Kurikulum
(Lanjutan Modul 1)
(Lanjutan Modul 1)
• Model dari Ralply W. Tyler. Bagaimana merancang Model dari Ralply W. Tyler. Bagaimana merancang
suatu kurikulum disesuaikan dengan tujuan dan misi
suatu kurikulum disesuaikan dengan tujuan dan misi
suatu institusi pendidikan. (Ada 4 hal yang harus
suatu institusi pendidikan. (Ada 4 hal yang harus
diperhatikan: tujuan, pengalaman belajar untuk
diperhatikan: tujuan, pengalaman belajar untuk
mencapai tujuan, pengorganisasian pengalaman belajar
mencapai tujuan, pengorganisasian pengalaman belajar
dan pengembangan evaluasi)
dan pengembangan evaluasi)
• Model Hilda Taba lebih menitikberatkan pada Model Hilda Taba lebih menitikberatkan pada
bagaimana mengembangkan kurikulum sebagai suatu
bagaimana mengembangkan kurikulum sebagai suatu
proses perbaikan dan penyempurnaan kur. Langkah
proses perbaikan dan penyempurnaan kur. Langkah
1. Pilot unit (diagnosa kebutuhan, formulasi tujuan,
1. Pilot unit (diagnosa kebutuhan, formulasi tujuan,
memilih isi, mengorganisasi isi, memilih pengalaman
memilih isi, mengorganisasi isi, memilih pengalaman
belajar, mengorganisasi pengalaman belajar,
belajar, mengorganisasi pengalaman belajar,
menentukan alat evaluasi dan menguji keseimbangan
menentukan alat evaluasi dan menguji keseimbangan
kurikulum.
Lanjutan
Lanjutan
2. Menguji coba unit eksprimen untuk
2. Menguji coba unit eksprimen untuk
menentukan validitas dan kelayakan
menentukan validitas dan kelayakan
penggunaannya
penggunaannya
3. Merevisi dan mengkonsolidasi
3. Merevisi dan mengkonsolidasi
unit-unit eksprimen.
unit eksprimen.
4. Mengembangkan seluruh kerangka
4. Mengembangkan seluruh kerangka
kurikulum.
kurikulum.
5. Implementasi dan desiminasi
5. Implementasi dan desiminasi
kurikulum
Model Pengembangan Kurikulum dari Olivia, Model Pengembangan Kurikulum dari Olivia,
Kurikulum harus bersifat sederhana, Kurikulum harus bersifat sederhana, komprehensif, dan sistematik.
komprehensif, dan sistematik. 1.
1. Menetapkan dasar filsafatMenetapkan dasar filsafat 2.
2. Menganalisis kebutuhan masyarakatMenganalisis kebutuhan masyarakat 3.
3. Merumuskan tujuan umum kurikulumMerumuskan tujuan umum kurikulum 4.
4. Merumuskan tujuan khusus kurikulumMerumuskan tujuan khusus kurikulum 5.
5. Mengorganisasi rancangan implementasi Mengorganisasi rancangan implementasi kurikulum
kurikulum 6.
6. Menjabarkan kurikulum dalam tujuan umum Menjabarkan kurikulum dalam tujuan umum pembelajaran
pembelajaran 7.
8. Menetapkan dan menyeleksi
8. Menetapkan dan menyeleksi
strategi pembelajaaran
strategi pembelajaaran
9. Menyeleksi dan menyempurnakan
9. Menyeleksi dan menyempurnakan
teknik penilaian
teknik penilaian
10. Mengimplementasikan strategi
10. Mengimplementasikan strategi
pembelajaran
pembelajaran
11. Mengevaluasi pembelajaran
11. Mengevaluasi pembelajaran
12. Mengevaluasi kurikulum
•
Model yang dikembangkan Beauchamp
Model yang dikembangkan Beauchamp
a. Menetapkan wilayah atau area yang a. Menetapkan wilayah atau area yang
melakukan perubahan suatu kurikulum. melakukan perubahan suatu kurikulum.
b. Menetapkan pihak-pihak yang akan terlibat b. Menetapkan pihak-pihak yang akan terlibat
dalam proses kurikulum. dalam proses kurikulum. c.
c. Menetapkan prosedur yang akan ditempuh, Menetapkan prosedur yang akan ditempuh, yaitu dalam hal merumuskan tujuan umum yaitu dalam hal merumuskan tujuan umum
dan tujuan khusus, memilih isi dan dan tujuan khusus, memilih isi dan
pengalaman belajar serta menetapkan pengalaman belajar serta menetapkan
evaluasi evaluasi
d. Implementasi kurikulum. d. Implementasi kurikulum.
Langkah-langkah
Langkah-langkah
Pengembangan
Pengembangan
Kurikulum (Modul 2)
Kurikulum (Modul 2)
a.
a.
Analisis dan diagnosis kebutuhan
Analisis dan diagnosis kebutuhan
(kebutuhan siswa, stakeholders, dan
(kebutuhan siswa, stakeholders, dan
harapan pemerintah)
harapan pemerintah)
b.
b.
Perumusan tujuan yang berhierarki
Perumusan tujuan yang berhierarki
(kompleks-khusus dan opersional)
(kompleks-khusus dan opersional)
c.
c.
Pemilihan dan pengorganisasian materi
Pemilihan dan pengorganisasian materi
d.
d.
Pemilihan dan pengorganisasian
Pemilihan dan pengorganisasian
pengalaman belajar.
pengalaman belajar.
e.
Lanjutan
Lanjutan
Perumusan Tujuan (langkah 2)
Perumusan Tujuan (langkah 2)
Tujuan
Tujuan DokumeDokume n
n LembagaLembaga Penjab.Penjab.
Tujuan
Tujuan
Nasional
Nasional UUD 45UUD 45 MPR, DPR, PresidenMPR, DPR, Presiden PresidenPresiden Tujuan
Tujuan
Pen.Nas.
Pen.Nas. GBHN, UUSPNGBHN, UUSPN DepdiknasDepdiknas MendiknasMendiknas Tujuan
Tujuan
Instruksional
Instruksional Kur/GBPPKur/GBPP TK,SD,SMTP,SMU/SMK dan TK,SD,SMTP,SMU/SMK dan PT
Kurikuler Kur./GBPPKur./GBPP Bidang StudiBidang Studi GuruGuru
Tujuan
Tujuan
Instruksional
Lanjutan
Lanjutan
Domain Kognitif
Domain Kognitif
(Bloom)
(Bloom) Domain AfektifDomain Afektif PsikomotorPsikomotorDomain Domain
Lanjutan Pemilihan dan Lanjutan Pemilihan dan Pengorganisasian Materi Pengorganisasian Materi
•Materi kurikulum harus dipilih berdasarkan Materi kurikulum harus dipilih berdasarkan tujuan
tujuan
•Materi dipilih karena memang berhargaMateri dipilih karena memang berharga •Materi dipilih karena bergunaMateri dipilih karena berguna
•Materi dipilih karena bermanfaatMateri dipilih karena bermanfaat
•Materi sesuai dengan kebutuhan dan minat Materi sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.
siswa.
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar
materi tersebut sesuai dengan minat dan materi tersebut sesuai dengan minat dan
Lanjutan Pemilihan dan Lanjutan Pemilihan dan
Pengorganisasian Pengalaman Belajar Pengorganisasian Pengalaman Belajar
Pemilihan pengalaman belajar dapat dilakukan Pemilihan pengalaman belajar dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, strategi, metode, dengan berbagai pendekatan, strategi, metode,
dan teknik pembelajaran. Pengalaman yang dan teknik pembelajaran. Pengalaman yang
dipilih harus: sesuai dengan tujuan dipilih harus: sesuai dengan tujuan
pembelajaran, memuaskan siswa, melibatkan pembelajaran, memuaskan siswa, melibatkan
semua siswa, dan satu pengalaman belajar dapat semua siswa, dan satu pengalaman belajar dapat
mencapai tujuan yang berbeda. mencapai tujuan yang berbeda.
Evaluasi Kurikulum dilakukan untuk: (1) apakah Evaluasi Kurikulum dilakukan untuk: (1) apakah
sudah mencapai tujuan pembelajaran dan (2) sudah mencapai tujuan pembelajaran dan (2) apakah kurikulum yang dikembangkan dapat apakah kurikulum yang dikembangkan dapat
Prinsip-Prinsip Pengembangan
Prinsip-Prinsip Pengembangan
Kurikulum (Modul 3)
Kurikulum (Modul 3)
a.a. Prinsip berorientasi pada tujuan, artinya Prinsip berorientasi pada tujuan, artinya tujuan merupakan arah bagi pengembg. tujuan merupakan arah bagi pengembg.
komponen lainnya (materi, metode, komponen lainnya (materi, metode,
evaluasi) utk mencapai tiga ranah. evaluasi) utk mencapai tiga ranah. b.
b. Prinsip kontinuitas, perlu ada Prinsip kontinuitas, perlu ada
kesinambungan antara materi dgn. jenjang kesinambungan antara materi dgn. jenjang
dan jenis prog.pendidikan dan jenis prog.pendidikan c.
c. Prinsip fleksibilitas, baik untuk guru/siswa.Prinsip fleksibilitas, baik untuk guru/siswa. d.
d. Prinsip integritas, adanya keterpaduan Prinsip integritas, adanya keterpaduan shg.dapat mengembangkan
Analisis Kebutuhan dan Tujuan
Analisis Kebutuhan dan Tujuan
Pembelajaran
Pembelajaran
Modul 2
Modul 2
Analisis kebutuhan pembelajaran.
Analisis kebutuhan pembelajaran.
a.
a.
Pengertian analisis kebutuhan.
Pengertian analisis kebutuhan.
Kebutuhan adalah kesenjangan yang
Kebutuhan adalah kesenjangan yang
diperoleh dari membandingkan
diperoleh dari membandingkan
keadaan saat ini dengan keadaan
keadaan saat ini dengan keadaan
yang seharusnya. Dengan perkataan
yang seharusnya. Dengan perkataan
lain, setiap keadaan yang kurang
lain, setiap keadaan yang kurang
dari yang seharusnya menunjukkan
dari yang seharusnya menunjukkan
adanya kebutuhan.
b. Langkah-langkah mengidentifikasi
b. Langkah-langkah mengidentifikasi
kebutuhan pembelajaran.
kebutuhan pembelajaran.
1.
1.
Menentukan kesenjangan penampilan
Menentukan kesenjangan penampilan
siswa.
siswa.
2.
2.
Mengidentifikasi bentuk kegiatan
Mengidentifikasi bentuk kegiatan
pembelajaran yang paling tepat.
pembelajaran yang paling tepat.
3.
3.
Menentukan populasi sasaran yang
Menentukan populasi sasaran yang
dapat mengikuti kegiatan
dapat mengikuti kegiatan
pembelajaran tersebut.
pembelajaran tersebut.
TAMBAHANNYA DALAM SLIDE LAIN!!!
Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Umum
Modul 2
Modul 2
Bloom membagi tujuan pembelajaran menjadi
Bloom membagi tujuan pembelajaran menjadi
tiga kawasan ;
tiga kawasan ;
1.
1.Kognitif, mengingat, memahami, menerapkan, Kognitif, mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi
menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi
sesuatu.
sesuatu.
2.
2.Afektif, sikap: penerimaan, memberikan respon, Afektif, sikap: penerimaan, memberikan respon,
penilaian, pengorganisasian, karakteristik
penilaian, pengorganisasian, karakteristik
3.
3.Psikomotor, keterampilan: melakukan gerak.Psikomotor, keterampilan: melakukan gerak.
Kalimat dengan kata kerja yang operasional untuk
Kalimat dengan kata kerja yang operasional untuk
memudahkan mengukur ketercapaian dan
memudahkan mengukur ketercapaian dan
perubahan tingkah laku siswa dapat diamati.
perubahan tingkah laku siswa dapat diamati.
Ctt. Siswa dapat menjelaskan atau menguraikan
Ctt. Siswa dapat menjelaskan atau menguraikan
lebih tepat digunakan daripada siswa dapat
lebih tepat digunakan daripada siswa dapat
mengerti atau mengetahui.
Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam
Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam
kalimat dengan kata kerja yang operasional;
kalimat dengan kata kerja yang operasional;
dapat dikur ketercapaiannya, perubahan
dapat dikur ketercapaiannya, perubahan
tingkah laku dapat diamati melalui tindakan.
tingkah laku dapat diamati melalui tindakan.
Contoh TPU:
Contoh TPU:
1. Siswa dapat
1. Siswa dapat menjelaskanmenjelaskan fungsi oksigen fungsi oksigen bagi makhluk hidup
bagi makhluk hidup
2. Siswa akan dapat
2. Siswa akan dapat menerapkanmenerapkan….…. 3. Siswa akan dapat
3. Siswa akan dapat mendemonstrasikanmendemonstrasikan …. …. Bandingkan kata kerja berikut ini:
Bandingkan kata kerja berikut ini: menyusun, menyusun, menggunakan, mendemonstrasikan
menggunakan, mendemonstrasikan
Memahami, mengetahui, merasakan
Analisis Pembelajaran,
Analisis Pembelajaran,
Perilaku dan Karakteristik
Perilaku dan Karakteristik
Awal
Awal
Siswa (Modul 3)
Siswa (Modul 3)
A. Analisis Pembelajaran
A. Analisis Pembelajaran
Proses penjabaran perilaku umum
Proses penjabaran perilaku umum
menjadi perilaku khusus yang
menjadi perilaku khusus yang
tersusun secara logis dan sistimatis.
tersusun secara logis dan sistimatis.
Dengan melakukan analisis
Dengan melakukan analisis
pembelajaran, akan tergambar
pembelajaran, akan tergambar
susunan perilaku khusus dari yang
susunan perilaku khusus dari yang
paling awal sampai yang paling akhir.
Lanjutan
Lanjutan
• B. Jenis-jenis Tujuan pembelajaran dan PerumusannyaB. Jenis-jenis Tujuan pembelajaran dan Perumusannya 1. Domain Kognitif
1. Domain Kognitif 1.
1. Pengetahuan: pada akhir pembelajaran IPS siswa dapat Pengetahuan: pada akhir pembelajaran IPS siswa dapat menyebutkan nama ibukota propinsi di Indonesia
menyebutkan nama ibukota propinsi di Indonesia 2.
2. Pemahaman: pada akhir pembelajaran siswa dapat Pemahaman: pada akhir pembelajaran siswa dapat menjelaskan tujuan kehidupan berdemokrasi di
menjelaskan tujuan kehidupan berdemokrasi di Indonesia
Indonesia 3.
3. Penerapan: pada akhir pembelajaran ekonomi siswa Penerapan: pada akhir pembelajaran ekonomi siswa
dapat menggunakan berbagai model pembukuan dalam dapat menggunakan berbagai model pembukuan dalam pencatatan biaya
pencatatan biaya 4.
4. Analisis: pada kahir pembelajaran IPA siswa dapat Analisis: pada kahir pembelajaran IPA siswa dapat memilah mana sampah organik dan non-organik memilah mana sampah organik dan non-organik 5.
5. Sintesis: pada akhir pembelajaran IPA siswa dapat Sintesis: pada akhir pembelajaran IPA siswa dapat menyimpulkan akibat yang ditimbulkan karena
menyimpulkan akibat yang ditimbulkan karena pencemaran tanah
pencemaran tanah 6.
6. Evaluasi: pada akhir pembelajaran Ekonomi siswa Evaluasi: pada akhir pembelajaran Ekonomi siswa dapat menyusun perencanaan organisasi suatu
dapat menyusun perencanaan organisasi suatu perusahaan
Lanjutan 2. Domain Afektif Lanjutan 2. Domain Afektif
Jenis
internal OperasionalOperasionalKt. Kerja Kt. Kerja
Penerim
Penerim
aan
aan Menunjukkan…….Mis: kesadaran, Menunjukkan…….Mis: kesadaran,
kemauan
n Menerima suatu nilai, menyukai, Menerima suatu nilai, menyukai, menghargai
Membentuk sistem
Membentuk sistem
nilai, bertanggung
nilai, bertanggung
jawab
Kepercayaan diri dll.
Kepercayaan diri dll.
Lanjutan Lanjutan
3. Domain Psikomotor
3. Domain Psikomotor
Peniruan
Peniruan Menafsirkan Menafsirkan ransangan,
Memilih, membedakan,
Memilih, membedakan,
mempersiapkan,
mempersiapkan,
penggun
penggun
aan
aan Menyiapkan diri sec. fisikMenyiapkan diri sec. fisik Memulai, mengawali, bereaksi, …..Memulai, mengawali, bereaksi, ….. ketepata
ketepata
n
n Berkonsentrasi utk. Berkonsentrasi utk. menghasil
ian Merangkaikan ….Merangkaikan …. Memasang, membongkar, Memasang, membongkar, mempolakan
mempolakan
naturalis
naturalis
asi
asi Menghasilkan karya Menghasilkan karya cipta
cipta
Membangun, membuat,
Membangun, membuat,
mencipta,
mencipta,
menghasilkan karya.
Analisis Pembelajaran Analisis Pembelajaran
A.
A.Konsep Analisis PembelajaranKonsep Analisis Pembelajaran
Proses menjabarkan perilaku umum menjadi Proses menjabarkan perilaku umum menjadi
perilaku khusus yang tersusun secara logis dan perilaku khusus yang tersusun secara logis dan
sistematis. Keg. tersebut dimaksudkan untuk sistematis. Keg. tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku khusus yang dapat mengidentifikasi perilaku khusus yang dapat
menggambarkan perilaku umum secara lebih rinci. menggambarkan perilaku umum secara lebih rinci. Perilaku khusus yang dilakukan lebih dahulu dari
Perilaku khusus yang dilakukan lebih dahulu dari perilaku yang lain karena sebab sbb.:
perilaku yang lain karena sebab sbb.:
a.
a.Kedudukannya sebagai perilaku prasyaratKedudukannya sebagai perilaku prasyarat
b.
b.Perilaku yang menurut gerakan fisik berlangsung Perilaku yang menurut gerakan fisik berlangsung lebih dahulu
lebih dahulu
c.
c.Perilaku yang menurut proses psikologis muncul Perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu.
Empat Macam Struktur Perilaku
Empat Macam Struktur Perilaku
1.1. Struktur hierarkikal, kedudukan dan Struktur hierarkikal, kedudukan dan
perilaku yang menunjukkan bahwa satu perilaku yang menunjukkan bahwa satu
perilaku hanya dapat diberikan bila perilaku hanya dapat diberikan bila
perilaku yang lain telah dikuasi siswa perilaku yang lain telah dikuasi siswa
(mata pelajaran pra syarat) (mata pelajaran pra syarat) 2.
2. Struktur prosedural, kedudukan perilaku Struktur prosedural, kedudukan perilaku yang menujukkan satu seri urutan
yang menujukkan satu seri urutan
penampilan dan tidak ada yang menjadi penampilan dan tidak ada yang menjadi
pra syarat. pra syarat. 3.
3. Struktur pengelompokan, perilaku yang Struktur pengelompokan, perilaku yang tidak memp.ketergantungan antara satu tidak memp.ketergantungan antara satu
dgn.lain. dgn.lain. 4.
4. Struktur kombinasi, gabungan antara Struktur kombinasi, gabungan antara ketiga struktur di atas.
Perilaku
Perilaku
•
Kognitif adalah perilaku yang
Kognitif adalah perilaku yang
merupakan hasil proses berfikir
merupakan hasil proses berfikir
(pengetahuan, pemahaman,
(pengetahuan, pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis dan
penerapan, analisis, sintesis dan
evaluasi.(Bloom)
evaluasi.(Bloom)
Gagne, kawasan kognitif terdiri dari
Gagne, kawasan kognitif terdiri dari
keterampilan intelektual, strategi
keterampilan intelektual, strategi
kognitif, informasi verbal.
Perilaku psikomotor
Perilaku psikomotor
• Perilaku yang muncul oleh hasil kerja tubuh Perilaku yang muncul oleh hasil kerja tubuh
manusia. Berupa gerakan tubuh, berlari, melompat,
manusia. Berupa gerakan tubuh, berlari, melompat,
melempar, berputar, memukul, dan menendang.
melempar, berputar, memukul, dan menendang.
• Dave membagi perilaku psikomotor (Peniruan, Dave membagi perilaku psikomotor (Peniruan,
penggunaan, ketepatan, perangkaian dan
penggunaan, ketepatan, perangkaian dan
naturalisasi).
Perilaku Afektif
Perilaku Afektif
• Perilaku yang dimunculkan seseorang Perilaku yang dimunculkan seseorang
sebagai pertanda kecenderungan untuk
sebagai pertanda kecenderungan untuk
membuat pilihan atau keputusanuntuk
membuat pilihan atau keputusanuntuk
bereaksi di dalam lingkungan tertentu.
bereaksi di dalam lingkungan tertentu.
Misalnya, mengangguk kepala tanda
Misalnya, mengangguk kepala tanda
setuju, meloncat kegirangan tanda
setuju, meloncat kegirangan tanda
senang. Perilaku ini terdiri dari lima
senang. Perilaku ini terdiri dari lima
tingkatan yaitu; penerimaan, pemberian
tingkatan yaitu; penerimaan, pemberian
respon, penilaian, pengorganisasian dan
respon, penilaian, pengorganisasian dan
karakterisasi/pengalaman
Langkah-langkah Melakukan
Langkah-langkah Melakukan
Analisis Pembelajaran
Analisis Pembelajaran
1.
1. Menuliskan perilaku umum yang ada dalam TPUMenuliskan perilaku umum yang ada dalam TPU
2.
2. Mengidentifikasi setiap perilaku khusus (TPK)Mengidentifikasi setiap perilaku khusus (TPK)
3.
3. Menyusun atau menguraikan prilaku khusus TPKMenyusun atau menguraikan prilaku khusus TPK
4.
4. Menambah perilaku khusus atau mengurangi jika perluMenambah perilaku khusus atau mengurangi jika perlu
5.
5. Menuliskan setiap perilaku khusus dalam suatu lembar Menuliskan setiap perilaku khusus dalam suatu lembar kartu.
kartu.
6.
6. Menyusun kartu dan menempatkan dalam strutur Menyusun kartu dan menempatkan dalam strutur hirarkhi, prosedural atau pengelompokan.
hirarkhi, prosedural atau pengelompokan.
7.
7. Jika perlu tambahkan dengan perilaku khusus lainJika perlu tambahkan dengan perilaku khusus lain
8.
8. Menempelkan kartu di atas kertas lebar sesuai dengan Menempelkan kartu di atas kertas lebar sesuai dengan letak kartu yang telah anda susun.
letak kartu yang telah anda susun.
9.
9. Meneliti kemungkinan hubungan perilaku umum yang Meneliti kemungkinan hubungan perilaku umum yang satu dengan yang lain,
satu dengan yang lain,
10.
10. Memberi nomor urut, dimulai dati yang terjauh samapai Memberi nomor urut, dimulai dati yang terjauh samapai yang terdekat dengan perilaku umum
yang terdekat dengan perilaku umum
11.
11. Mendiskusikan peta atau bagan yang anda buat dengan Mendiskusikan peta atau bagan yang anda buat dengan teman sejawat.
Penerapan Analisis Pembelajaran
Penerapan Analisis Pembelajaran
Manfaat, Manfaat,
1.Memberikan informasi peta atau struktur
1.Memberikan informasi peta atau struktur
mata pelajaran secara lengkap. Ini akan
mata pelajaran secara lengkap. Ini akan
memudahkan guru untuk mengontrol materi
memudahkan guru untuk mengontrol materi
pembelajaran
pembelajaran
2.Menginformasikan sistimatika pembelajaran
2.Menginformasikan sistimatika pembelajaran
sesuai kebutuhan siswa
sesuai kebutuhan siswa
3.Mengetahui secara pasti keterkaitan setiap
3.Mengetahui secara pasti keterkaitan setiap
perilaku
perilaku
4.Memudahkan guru untuk mengontrol tes yang
4.Memudahkan guru untuk mengontrol tes yang
akan dikembangkan.
akan dikembangkan.
TUGAS HALAMAN 3.14
TUGAS HALAMAN 3.14
ANALISIS PEMBELAJARAN ATAU PETA
ANALISIS PEMBELAJARAN ATAU PETA
KOMPETENSI
Mengidentifikasi Perilaku dan
Mengidentifikasi Perilaku dan
Karakteristik Awal Siswa
Karakteristik Awal Siswa
•1. Konsep1. Konsep
•Suatu kemampuan yang telah dimiliki siswa Suatu kemampuan yang telah dimiliki siswa
sebelum mempelajari suatu materi yang baru.
sebelum mempelajari suatu materi yang baru.
Kemampuan dapat berupa pengetahuan,
Kemampuan dapat berupa pengetahuan,
keterampilan atau sikap yang berkaitan dengan
keterampilan atau sikap yang berkaitan dengan
materi yang akan dipelajari.
materi yang akan dipelajari.
•2. Teknik dalam Melakukan Analisis Perilaku 2. Teknik dalam Melakukan Analisis Perilaku
Siswa: kuesioner, interview, observasi.
Siswa: kuesioner, interview, observasi.
Sumber untuk memperoleh informasi
Sumber untuk memperoleh informasi
ttng.perilaku awal siswa: (1) siswa, (2) guru, (3)
ttng.perilaku awal siswa: (1) siswa, (2) guru, (3)
pengelola pendidikan
3. Pengertian karakteristik Awal
3. Pengertian karakteristik Awal
Siswa
Siswa
Potret atau gambaran kemampuan siswa yang Potret atau gambaran kemampuan siswa yang
berkenaan dengan latar belakang siswa. Artinya, berkenaan dengan latar belakang siswa. Artinya,
guru harus mempertimbangkan materi dan strategi guru harus mempertimbangkan materi dan strategi
yang cocok dengan apa yang dibutuhkan siswa. yang cocok dengan apa yang dibutuhkan siswa.
4. Komponen dalam Menganalisis Karakteristik 4. Komponen dalam Menganalisis Karakteristik
Awal Siswa Awal Siswa
a.
a.Pengalaman siswaPengalaman siswa b.
b.Pengetahuan siswaPengetahuan siswa c.
c.Kegemaran siswaKegemaran siswa d.
d.Kondisi fisik siswaKondisi fisik siswa e.
e.Lingkungan keluarga siswaLingkungan keluarga siswa f.
f.Lingkungan sosialLingkungan sosial g.
5. Teknik Menganalisis
5. Teknik Menganalisis
Karakteristik Awal Siswa
Karakteristik Awal Siswa
•Kuesioner: bisa berupa tes yang berisi Kuesioner: bisa berupa tes yang berisi
pertanyaan
pertanyaan
•Interview: wawancara secara terstrukturInterview: wawancara secara terstruktur •Observasi: pengamatan terhadap proses Observasi: pengamatan terhadap proses
pembelajaran
pembelajaran
•Tes: secara lisan atau tulisan (objektif dan Tes: secara lisan atau tulisan (objektif dan
essay)
Perumusan Tujuan Pembelajaran
Perumusan Tujuan Pembelajaran
Khusus
Khusus
Modul 4
Modul 4
• TPK: tujuan pembelajaran yang dibuat guru untuk TPK: tujuan pembelajaran yang dibuat guru untuk
keperluan mengajar dalam satu kali proses pembelajaran
keperluan mengajar dalam satu kali proses pembelajaran
dan
dan harus dicapai siswa.harus dicapai siswa.
• TPK merupakan rincian kompetensi yang lebih spesifik TPK merupakan rincian kompetensi yang lebih spesifik
dari TPU (untuk mencapai kompetensi yang ada dalam
dari TPU (untuk mencapai kompetensi yang ada dalam
TPU, siswa harus menguasai seluruh kompetensi yang
TPU, siswa harus menguasai seluruh kompetensi yang
ada dalam TPK
ada dalam TPK
• Rumusan TPK harus jelas, pasti, dan dapat diukur. Rumusan TPK harus jelas, pasti, dan dapat diukur. • TPK adalah dasar, dan pedoman bagi seluruh TPK adalah dasar, dan pedoman bagi seluruh
pengembangan pembelajaran selanjutnya.Perumusan TPK
pengembangan pembelajaran selanjutnya.Perumusan TPK
adalah titik awal yang sesungguhnya dari proses
adalah titik awal yang sesungguhnya dari proses
pengembangan pembelajaran
pengembangan pembelajaran
• TPK hanya mengandung satu kompetensiTPK hanya mengandung satu kompetensi
Prinsip Merumuskan
Prinsip Merumuskan
TPK
TPK
1.
1. Rumusan TPK harus mengandung satu Rumusan TPK harus mengandung satu pengertian (menggunakan kata kerja
pengertian (menggunakan kata kerja
aktif/operasional dan hasilnya dapat
aktif/operasional dan hasilnya dapat
diamati/dilihat oleh mata)
diamati/dilihat oleh mata)
2.
2. Berorentasi pada hasil belajar yang dapat diukur Berorentasi pada hasil belajar yang dapat diukur dan bukan proses belajar, artinya rumusan TPK
dan bukan proses belajar, artinya rumusan TPK
harus menggambarkan kemampuan yang
harus menggambarkan kemampuan yang
diperoleh siswa (tiga domain) dan dapat diukur
diperoleh siswa (tiga domain) dan dapat diukur
tingkat pencapaian melalui tes.
Lanjutan Lanjutan
Contoh Kata Kerja dalam Merumuskan Contoh Kata Kerja dalam Merumuskan
TPK TPK
Operasional
Operasional Non-operasionalNon-operasional Menjelaskan
Menjelaskan MengetahuiMengetahui
Menerapkan
Merumuskan Tujuan Pembelajaran Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Khusus Khusus
K
Kegiatan Belajar 2 halaman 4.11egiatan Belajar 2 halaman 4.11
•Rumusan TPK dengan format ABCDRumusan TPK dengan format ABCD
Audience,
Audience, siswa yang akan belajar harus siswa yang akan belajar harus dirumuskan secara jelas.
dirumuskan secara jelas.
Behavior,
Behavior, perilaku spesifik yang dimunculkan perilaku spesifik yang dimunculkan
siswa setelah selesai proses pembelajaran terdiri siswa setelah selesai proses pembelajaran terdiri
dari 2 bagian yaitu kata kerja dan objek dari 2 bagian yaitu kata kerja dan objek
(menyanyikan … lagu, menggambarkan… peta (menyanyikan … lagu, menggambarkan… peta
propinsi) propinsi)
Condisi,
Condisi, alat yang digunakan siswa pada waktu alat yang digunakan siswa pada waktu diberikan tes (dengan aba-aba pimpinan paduan diberikan tes (dengan aba-aba pimpinan paduan
suara, dengan diberi peta Indonesia) suara, dengan diberi peta Indonesia)
Degree,
Degree, tingkat keberhasilan siswa dalam tingkat keberhasilan siswa dalam
mencapai perilaku berupa angka atau dengan mencapai perilaku berupa angka atau dengan
kalimat (dengan sempurna, tanpa salah, minimal kalimat (dengan sempurna, tanpa salah, minimal
Hubungan TPK dengan Hasil
Hubungan TPK dengan Hasil
Belajar
Belajar
• Rumusan TPK yang baik dapat Rumusan TPK yang baik dapat
mengidentifikasi isi pelajaran yang akan
mengidentifikasi isi pelajaran yang akan
diberikan guru.
diberikan guru.
• Rumusan TPK mengandung unsur B yaitu Rumusan TPK mengandung unsur B yaitu
perilaku yang diharapkan dicapai siswa
perilaku yang diharapkan dicapai siswa
pada akhir pelajaran.
pada akhir pelajaran.
• Rumusan perilaku terdiri dari dua hal Rumusan perilaku terdiri dari dua hal
yaitu kata kerja dan objek
yaitu kata kerja dan objek
• Objek menunjukkan topik atau pokok Objek menunjukkan topik atau pokok
bahasan dari isi pelajaran.
bahasan dari isi pelajaran.
• Setiap topik bahasan diuraikan menjadi Setiap topik bahasan diuraikan menjadi
subpokok bahasan.
Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi Hasil Belajar
Modul 5
Modul 5
•1. Pengertian Evaluasi1. Pengertian Evaluasi
•Kegiatan mengetahui apakah suatu program Kegiatan mengetahui apakah suatu program telah berhasil dan efisien atau tidak.
telah berhasil dan efisien atau tidak.
•Berapa skor yang diperoleh siswa, Berapa skor yang diperoleh siswa,
mengkajinya dan menyimpulkan hasil kajian mengkajinya dan menyimpulkan hasil kajian
apakah memuaskan/tidak, lulus/tidak. apakah memuaskan/tidak, lulus/tidak.
•Evaluasi (Bloom) pengumpulan kenyataan Evaluasi (Bloom) pengumpulan kenyataan
secara sistematis untuk menetapkan apakah secara sistematis untuk menetapkan apakah
dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam kenyataannya terjadi perubahan
dalam diri siswa dan menetapkan dalam diri siswa dan menetapkan
Perbedaan antara
Perbedaan antara
Evaluasi, Pengukuran, dan Tes
Evaluasi, Pengukuran, dan Tes
•PengukuranPengukuran adalah suatu kegiatan untuk adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasiberupa data
mendapatkan informasiberupa data
kuantitatif. Salah satu alat ukurnya tes dan
kuantitatif. Salah satu alat ukurnya tes dan
hasilnya dinamakan skor.
hasilnya dinamakan skor.
•TesTes merupakan alat ukur instrumen atau merupakan alat ukur instrumen atau
prosedur pengukuran yang dipergunakan
prosedur pengukuran yang dipergunakan
untuk mengetahui kemajuan dan
untuk mengetahui kemajuan dan
perubahan yang terjadi pada siswa setelah
perubahan yang terjadi pada siswa setelah
mengikuti pembelajaran
Makna Evaluasi
Makna Evaluasi
•Bagi siswa, mengetahui kemampuannya Bagi siswa, mengetahui kemampuannya
sehingga dapat mengambil langkah-langkah sehingga dapat mengambil langkah-langkah
yang sesuai dengan penguasaan bahan yang sesuai dengan penguasaan bahan
pembelajaran pembelajaran
•Bagi guru, memberi petunjuk bagi guru Bagi guru, memberi petunjuk bagi guru
mengenai keadaan siswa, materi, strategi, dan mengenai keadaan siswa, materi, strategi, dan
metode pembelajaran metode pembelajaran
•Bagi pembimbing, agar dapat memberikan Bagi pembimbing, agar dapat memberikan proses bimbingan yang lebih terarah sesuai proses bimbingan yang lebih terarah sesuai
hasil evaluasi hasil evaluasi
•Bagi orang tua, untuk melihat sejauhmana Bagi orang tua, untuk melihat sejauhmana kemajuan yang diperoleh anak mereka.
Tujuan dan Fungsi Evaluasi Tujuan dan Fungsi Evaluasi
•Untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai Untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai
tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa
tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa
sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya.
sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya.
•Fungsi adalah untuk penempatan siswa, pemberian Fungsi adalah untuk penempatan siswa, pemberian
umpan balik, mendiagnosis kesulitan belajar,
umpan balik, mendiagnosis kesulitan belajar,
menentukan kelulusan siswa
menentukan kelulusan siswa
•Bentuk tes adalah:Bentuk tes adalah:
•1. Tes penempatan, menempatkan siswa sesuai 1. Tes penempatan, menempatkan siswa sesuai
dengan kemampuannya
dengan kemampuannya
•2. Tes formatif, disajikan di tengah pembelajaran 2. Tes formatif, disajikan di tengah pembelajaran
untuk memonitgor kemajuan belajar siswa
untuk memonitgor kemajuan belajar siswa
•3. Tes Diagnostik, mendiagnosa kesulitan belajar 3. Tes Diagnostik, mendiagnosa kesulitan belajar
siswa untuk dicarikan solusinya
siswa untuk dicarikan solusinya
•4. Tes sumatif, diberikan pada akhir proses 4. Tes sumatif, diberikan pada akhir proses
pembelajaran
Lanjutan Lanjutan
Teknik dan Alat Evaluasi
Teknik dan Alat Evaluasi
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan.
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan.
Teknik dan alat yang digunakan harus
Teknik dan alat yang digunakan harus
disesuaikan dengan tujuan melakukan
disesuaikan dengan tujuan melakukan
evaluasi, waktu yang tersedia, sifat tugas
evaluasi, waktu yang tersedia, sifat tugas
yang dilakukan, banyaknya materi.
yang dilakukan, banyaknya materi.
Teknik evaluasi yang dapat digunakan:
Teknik evaluasi yang dapat digunakan:
1. Tes, terdiri dari tes tertulis, lisan dan
1. Tes, terdiri dari tes tertulis, lisan dan
perbuatan.
perbuatan.
2. Observasi atau pengamatan
2. Observasi atau pengamatan
3. Wawaancara hampir sama dengan tes lisan.
Menyusun Tes Acuan Patokan
Menyusun Tes Acuan Patokan
(TAP)
(TAP)
1.
1.Konsep TAP Konsep TAP
Butir tes yang mengacu pada tujuan
Butir tes yang mengacu pada tujuan
pembelajaran atau untuk mengukur tingkat
pembelajaran atau untuk mengukur tingkat
penguasaan siswa terhadap perilaku yang
penguasaan siswa terhadap perilaku yang
terdapat dalam TPK. Skor yang dicapai
terdapat dalam TPK. Skor yang dicapai
siswa ditafsirkan sebagai tingkat
siswa ditafsirkan sebagai tingkat
penguasaan siswa terhadap perilaku yang
penguasaan siswa terhadap perilaku yang
diukurnya. Hasil tes ditafsirkan dengan
diukurnya. Hasil tes ditafsirkan dengan
membandingkan persentase skor yang
membandingkan persentase skor yang
dicapai siswa dengan skor maksimum.
Tes Acuan Norma (TAN)
Tes Acuan Norma (TAN)
Tes ini disusun untuk menentukan kedudukan Tes ini disusun untuk menentukan kedudukan
atau posisi peserta tes terhadap kelompok atau posisi peserta tes terhadap kelompok
perilaku yang ada dalam TPK. Perilaku di sini perilaku yang ada dalam TPK. Perilaku di sini
adalah kedlompok siswa dalam kelas, sekolah, adalah kedlompok siswa dalam kelas, sekolah,
propinsi atau nasional. propinsi atau nasional.
Untuk menyusun tes ini harus dilihat daya Untuk menyusun tes ini harus dilihat daya
pembeda tertentu, tingkat kesulitan, dan pembeda tertentu, tingkat kesulitan, dan
perlu dilakukan uji-coba terhadap tes., perlu dilakukan uji-coba terhadap tes.,
maksudnya butir tes hanya dapat dijawab maksudnya butir tes hanya dapat dijawab dengan benar oleh seluruh atau sebagian dengan benar oleh seluruh atau sebagian
siswa yang lebih pandai dan tidak ada atau siswa yang lebih pandai dan tidak ada atau
hanya sebagian kecil oleh siswa yang kurang hanya sebagian kecil oleh siswa yang kurang
Perbedaan dan Persamaan TAN dan Perbedaan dan Persamaan TAN dan
TAP TAP
Persamaannya: Persamaannya:
1.
1. Keduanya mempersyaratkan rumusan Keduanya mempersyaratkan rumusan perilaku secara spesifik
perilaku secara spesifik 2.
2. Keduanya disusun dari sampel butir tes Keduanya disusun dari sampel butir tes yang relevan
yang relevan 3.
3. Keduanya menggunakan bentuk tes yang Keduanya menggunakan bentuk tes yang sama
sama 4.
4. Keduanya memiliki ketentuan tes yang samaKeduanya memiliki ketentuan tes yang sama 5.
5. Keduanya dinilai validtas dan reliabelitasnyaKeduanya dinilai validtas dan reliabelitasnya 6.
6. Keduanya digunakan dalam bidang Keduanya digunakan dalam bidang pendidikan