• Tidak ada hasil yang ditemukan

GOOD GOVERNANCE TATA PEMERINTAHAN YANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "GOOD GOVERNANCE TATA PEMERINTAHAN YANG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

GOOD GOVERNANCE (TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK)

Good governance yaitu tindakan atau tingkah laku yang didasarkan pada nilai-nilai yang bersifat mengarahkan,

mengendalikan atau mempengaruhi masalah publik untuk mewujudkan nilai-nilai itu dalam tindakan dan kehidupan keseharian. Indikator pemerintahan yang baik

adalah jika produktif dan memperlihatkan hasil dengan indikator kemampuan ekonomi rakyat meningkat dalam

aspek produktifitas maupun dalam daya belinya,

kesejahteraan spiritualitasnya terus meningkat dengan indikator rasa aman, tenang dan bahagia serta sense of

(2)

Prinsip-prinsip Good governance.

Partisipasi (Participation) : Semua warga berhak terlibat dalam

pengambilan keputusan, baik langsung maupun melalui lembaga perwakilan yang sah untuk mewakili kepentingan

mereka. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat serta

kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif.

Penegakan Hukum (Rule of Law) :Partisipasi masyarakat dalam

proses politik dan perumusan-perumusan kebijakan publik

(3)

Karakter dalam menegakkan

rule of law

Supremasi hukum (the supremacy of law)Kepastian hukum (legal certainty)

Hukum yang responsif

Penegakkan hukum yang konsisten dan

non-diskriminasi

(4)

Transparasi

Transparansi adalah keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Salah satu yang dapat menimbulkan dan memberi ruang gerak kegiatan korupsi adalah manajemen pemerintahan yang tidak transparan.

Aspek mekanisme pengelolaan negara yang harus dilakukan secara transparan. Setidaknya ada 8 aspek yaitu:

Penetapan posisi, jabatan atau kedudukanKekayaan pejabat publik

Pemberian penghargaan

Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupanKesehatan

Moralitas para pejabat dan aparatur pelayanan publikKeamanan dan ketertiban

(5)

Responsif (

Responsiveness

)

Pemerintah harus peka dan cepat tanggap terhadap persoalan-persoalan masyarakat.

Orientasi Kesepakatan (Consencus Orientation)

pengambilan keputusan secara konsensus yakni pengambilan keputusan melalui proses musyawarah dan semaksimal mungkin berdasarkan kesepakatan bersama. pengambilan keputusan selain memuaskan semua pihak juga dapat menarik komitmen komponen masyarakat sehingga memiliki legitimasi untuk melahirkan kekuatan memaksa dalam upaya mewujudkan

(6)

Keadilan (

Equity

)

Kesamaan dalam perlakuan dan pelayanan

Efektifitas (Effectiveness) dan Efisiensi (Efficiency)

Agar pemerintahan efektif dan efisisen, maka para pejabat perancang dan pelaksana tugas-tugas pemerintahan harus mampu menyusun perencanaan-perencanaan yang sesuai dengan

(7)

Akuntabilitas (

Accountability

)

Pertanggungjawaban pejabat publik terhadap masyarakat yang memberinya delegasi dan

kewenangan untuk mengurusi berbagai urusan dan kepentingan mereka, setiap

pejabat publik dituntut untuk

mempertanggungjawabkan semua kebijakan, perbuatan, moral, maupun netralitas sikapnya

(8)

Visi Strategis (

Syrategic

Vision

)

Pandangan-pandangan strategis untuk menghadapi masa yang akan datang.

Kualifikasi ini menjadi penting dalam kerangka perwujudan good governance, karena

(9)

Langkah-langkah perwujudan Good

Governance

Penguatan Fungsi dan Peran Lembaga

Perwakilan

Kemandirian Lembaga Peradilan

Aparatur Pemerintahan yang Profesional dan

Penuh Integritas

Masyarakat Madani (Civil Society) yang Kuat

dan Partisipatif

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengelolaan APBDes untuk mewujudkan pemerintahan yang good governance, mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam

Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengelolaan APBDes untuk mewujudkan pemerintahan yang good governance,

Persepsi Masyarakat tentang Kinerja Pemerintahan Desa dalam Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik ( Good Governance ) di Tingkat Desa (Studi Kasus Di Desa

Proses pembuatan keputusan utk formulasi kebijakan Proses pembuatan keputusan utk formulasi kebijakan publik, yang dilakukan oleh birokrasi & bersama dengan publik,

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga yang sah untuk memenuhi kebutuhan

Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan nilai-nilai good governance pada seluruh Pemerintah Kecamatan yang ada

Corporate governance adalah serangkaian mekanisme yang mengarahkan dan mengendalikan suatu perusahaan agar operasional perusahaan berjalan sesuai dengan harapan para

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peranan Camat Dalam Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance ) di Kantor Kecamatan Buru.. Teknik pengumpulan data