• Tidak ada hasil yang ditemukan

perencanaan dan pengendalian produksi 5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "perencanaan dan pengendalian produksi 5"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Akuntansi Manajemen

Kelompok I

(2)

Kelompok 1

Rusni C 301 13 051

Rina Kadim C 301 13 064

Multi Ayu Ashuri C 301 13 086

Andi Ade Ramadana C 301 13 110

(3)

CONTOH KASUS

Anggaran Pembelian Bahan Baku

Langsung

Manning Company memproduksi beragam label, termasuk label nama yang melekat dengan

disetrika yang dijual kepada para orang tua yang anak – anaknya ikut di kamp perkemahan. ( kamp perkemahan tersebut meminta para peserta menaruh nama masing – masing di tiap baju ). Setiap rol berisi 25 yard pita kertas dengan 1000 salinan nama anak. Biaya satu yard pita kertas adalah $0,30. Manning telah menganggarkan produksi rol label untuk empat bulan kedepan sebagai berikut :

  Roll dalam unit

Maret  April 

Mei  Juni

20.000 60.000 100.000

(4)

Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung

Kebijakan persediaan mensyaratkan jumlah pita kertas yang cukup dalam persediaan akhir tiap bulan untuk memenuhi 20 persen kebutuhan produksi bulanan mendatang. Persediaan pita kertas pada awal maret persis sama dengan jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebijakan persediaan.

Diminta :

(5)

Penyelesaian :

Manning Company

Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung

Roll Label Maret April Mei  Jumlah 

o Unit yang diproduksi

o Bahan Baku Langsung per yard

o Kebutuhan Produksi

o Persediaan Akhir yang diinginkan ( 20%)

o Jumlah kebutuhan

o Dikurangi : Persediaan awal

o Bahan Baku Langsung yang dibeli

o Biaya per yard pita

o Jumlah Biaya Pembelian

(6)

Contoh Kasus

Penganggaran Berdasarkan Aktivitas

(7)

Diminta :

Asusmsikan Olsen menganggarkan 50.000 unit untuk produski

di tahun berikutnya. Berapakah anggaran untuk aktivitas

pengwasan ?

Kini, asumsikan anggarannya menjadi 60.000 unit. Buatlah

anggaran untuk pengawasan di tingkat aktivitas ini.

Buatlah rumus anggaran fleksibel dengan asumsi produk

(8)

Penyelesaian :

(9)

2. Jam Pemeriksaan diperlukan= ( 60.000 unit / 1.000 unit per batch) × 100 jam per batch = 6.000 diproyeksikan jam pengujian. Jam Pengawas yang dibutuhkan = 6.000 jam pengujian / 2.000 jam pengawasan = 3 jam

pengawas yang dibutuhkan. Peralatan yang dibutuhkan = 6.000 / 5.000 = 1,2 ( dibulatkan jadi 2 periode ). Dengan demikian, anggaran adalah

(10)

Pertama- tama tentukan kebutuhan kapasitas untuk :  (80.000 / 1.000) x 100 = 8.000 jam pemeriksaan.

 Pengawas diperlukan = 8.000 / 2.000 = 4.

Peralatan dibutuhkan = 8.000 / 5.000 = 1,6 (dibulatkan menjadi 2).

Y = total biaya, Formula fleksibel Biaya tetap

Biaya Gaji = 4 * $ 50.000 $ 200.000 Sewa Alat = $ 20.000

Total Biaya Tetap = $ 220.000 Biaya Variabel

Biaya Listrik $ 2,00/jam

Rumus Anggran Fleksibel Y = $ 220,000 + $ 2X.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam layout ini arus barang selalu berubah, tergantung pada kebutuhan mesin yang digunakan untuk membuat suatu produk. Contoh: berbagai produk

Jika jumlah persediaan bahan baku lebih besar daripada (>) jumlah kebutuhan bahan baku suatu komponen yang akan diproduksi, maka proses produksi tersebut dapat dilakukan,

Hasil perbandingan menunjukkan bahwa model kebijakan can-order lebih efisien dalam mengendalikan persediaan spare part mesin dengan memberikan penghematan sebesar 52% dari

Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah model kebijakan can-order dapat menghasilkan parameter tingkat persediaan (S,c,s) optimal pada 7

Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan dari hasil penelitian ini adalah model kebijakan can-order dapat menghasilkan parameter tingkat persediaan (S,c,s) optimal pada 7

Rencana produksi bulan Maret-Agustus 2013 untuk produk water based paint dan bulan Januari-Oktober 2013 untuk produk solvent based paint ditinjau dari kebutuhan

• Capacity Requirement Planning (CRP) adalah suatu metode yang bisa digunakan untuk merencanakan kebutuhan kapasitas produksi, yang merupakan fungsi untuk menentukan, mengukur,

1) Meminimalkan persediaan. Menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen diperlukan sesuai jadwal produksi induk. 2) Mengurangi resiko keterlambatan produksi