DESIGN .INSTRUCTIONAL (Perancangan dan Pengembangan Sistem Pembelajaran )

115 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

DESIGN .INSTRUCTI

DESIGN .INSTRUCTI

ONAL

ONAL

(Perancangan dan

(Perancangan dan

Pengembangan Sistem

Pengembangan Sistem

Pembelajaran )

Pembelajaran )

(2)

BAB 1

BAB 1

A.

A.

Pengantar

Pengantar

1. Pada masa lampau, perancangan dan

1. Pada masa lampau, perancangan dan

pengembangan sistem pembelajaran

pengembangan sistem pembelajaran

berdasarkan:

berdasarkan:

a. Pengalaman

a. Pengalaman

b. Intuisi

(3)

2. Sekarang ada:

2. Sekarang ada:

a. Informasi kebutuhan siswa dan masyarakat

a. Informasi kebutuhan siswa dan masyarakat

b. Kemajuan IPTEK

b. Kemajuan IPTEK

Perancangan dan pengembangan sistem

Perancangan dan pengembangan sistem

pembelajaran yang sederhana mulai

pembelajaran yang sederhana mulai

ditinggalkan

ditinggalkan

Perlu perancangan/design yang sistematis dan

Perlu perancangan/design yang sistematis dan

(4)

Pokok bahasan untuk menuju

Pokok bahasan untuk menuju

Design Instructional yang profesional

Design Instructional yang profesional

perlu memahami:

perlu memahami:

a. Model-model design

a. Model-model design

b. Belajar teori belajar

b. Belajar teori belajar

c. Belajar media instructional

c. Belajar media instructional

d. Memiliki kriteria media sesuai

d. Memiliki kriteria media sesuai

kebutuhan

kebutuhan

e. Berpikir rasional

(5)

B. Kondisi Dunia Pendidikan Kita

B. Kondisi Dunia Pendidikan Kita

1.

1.

Keluhan yang ada:

Keluhan yang ada:

Hasil pendidikan tidak sesuai harapan

Hasil pendidikan tidak sesuai harapan

Program pembelajaran yang ada masih belum

Program pembelajaran yang ada masih belum

memadai

memadai

Kualitas pendidikan turun

Kualitas pendidikan turun

2

. Langkah Awal:

Perlu ada perhatian dari penentu kebijakan

Menyadari perkembangan IPTEK sangat pesat Muncul tantangan baru di masyarakat

(6)

3. Hal yang perlu dilakukan

3. Hal yang perlu dilakukan

a.

a.

Guru sekarang perlu tahu hakikat perancangan dan

Guru sekarang perlu tahu hakikat perancangan dan

pengembangan sistem pembelajaran

pengembangan sistem pembelajaran

b.

b.

Merupakan kebutuhan intelektual

Merupakan kebutuhan intelektual

c.

c.

Siswa tersebut pentingnya pendidikan

Siswa tersebut pentingnya pendidikan

d.

d.

Guru lebih efektif dalam pembelajaran

Guru lebih efektif dalam pembelajaran

e.

e.

Membantu siswa menyesuaikan perkembangan sosial,

Membantu siswa menyesuaikan perkembangan sosial,

psikologikal, dan emosional

psikologikal, dan emosional

f.

f.

Guru memperhatikan perkembangan siswa sebagai

Guru memperhatikan perkembangan siswa sebagai

individu yang utuh

individu yang utuh

g.

g.

Guru perlu dibekali perancangan dan pengembangan

Guru perlu dibekali perancangan dan pengembangan

sistem pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik

(7)

4. Pengertian

4. Pengertian

Design Instructional

Design Instructional

,

,

menurut AECT (The Association for

menurut AECT (The Association for

Education Communication and

Education Communication and

Technology)

Technology)

Dr. Kenneth Gilbert - 1981

(8)

5. Design Instructional

5. Design Instructional

A systematic approach to design production, evaluation,

A systematic approach to design production, evaluation,

and utilization of complete system of instruction

and utilization of complete system of instruction

Complete system

Complete system

including all appropiate components

including all appropiate components

and a management pattern

and a management pattern

Instructional development is target than instructional

Instructional development is target than instructional

product and development

product and development

Instructional development is concerned with only isolate

Instructional development is concerned with only isolate

product

product

Instructional development is forget than instructional

Instructional development is forget than instructional

design, which is only one phase of instructional

design, which is only one phase of instructional

development (Gustafson, 1981)

(9)

6. Jadi pengembangan pembelajaran

6. Jadi pengembangan pembelajaran

(instructional) kawasannya lebih luas daripada

(instructional) kawasannya lebih luas daripada

perancangan yang merupakan bagian dari

perancangan yang merupakan bagian dari

pengembangan (Rickey, 1986)

pengembangan (Rickey, 1986)

7. Lebih lanjut Rickey mengatakan bahwa

7. Lebih lanjut Rickey mengatakan bahwa

perancangan instructional adalah:

perancangan instructional adalah:

The science of creating detailed specifications for the

development, evaluation, and maintenance of

(10)

Jadi:

Jadi:

1). Perancangan Instructional:

1). Perancangan Instructional:

a.

a.

Aktifitas profesional

Aktifitas profesional

b.

b.

Dilakukan guru, pengembangan instructional

Dilakukan guru, pengembangan instructional

c.

c.

Perancangan instructional

Perancangan instructional

d.

d.

Proses menentukan metode

Proses menentukan metode

e.

(11)

Perancangan

Perancangan

Instructional

Instructional

Membahas:

Membahas:

a.

a.

Pengetahuan pola instruksional yang

Pengetahuan pola instruksional yang

optimal

optimal

b.

b.

Metode

Metode

c.

c.

Kombinasi metode atau model

Kombinasi metode atau model

d.

(12)

2. Pengembangan

2. Pengembangan

Instruksional

Instruksional

Mencakup:

Mencakup:

a.

a.

Peningkatan metode

Peningkatan metode

b.

b.

Menciptakan sistem/program

Menciptakan sistem/program

c.

c.

Proses pre skripsi (memaknai prosedur)

Proses pre skripsi (memaknai prosedur)

d.

(13)

Pengembangan

Pengembangan

instruksional sebagai ilmu

instruksional sebagai ilmu

meliputi:

meliputi:

a.

a.

Bermacam prosedur

Bermacam prosedur

b.

b.

Kombinasi prosedur

Kombinasi prosedur

c.

c.

Situasi prosedur

Situasi prosedur

berfungsi

(14)

8. Tegasnya:

8. Tegasnya:

Perancangan mencakup peningkatan

Perancangan mencakup peningkatan

proses pengajaran seoptimal mungkin

proses pengajaran seoptimal mungkin

Pengembangan meningkatkan proses

Pengembangan meningkatkan proses

instruksional secara optimal

(15)

9. Hubungan perancangan dan

9. Hubungan perancangan dan

pengembangan instruksional

pengembangan instruksional

a.

a.

Hubungannya sangat erat, sebab perancangan

Hubungannya sangat erat, sebab perancangan

adalah bagian dari proses pengembangan

adalah bagian dari proses pengembangan

b.

b.

Perancangan merupakan salah satu input

Perancangan merupakan salah satu input

(masukan) yang berharga dalam proses

(masukan) yang berharga dalam proses

implementasi karena dalam implementasi

implementasi karena dalam implementasi

program instruksional, bermacam-macam

program instruksional, bermacam-macam

rancangan ada dan prosedurnya berbeda-beda

rancangan ada dan prosedurnya berbeda-beda

c.

c.

Rancangan juga merupakan masukan untuk

Rancangan juga merupakan masukan untuk

evaluasi bagi kegiatan uji empirik rancangan itu,

evaluasi bagi kegiatan uji empirik rancangan itu,

ada dapat dijadikan landasan kuat untuk

ada dapat dijadikan landasan kuat untuk

(16)

Contoh Kegiatan Rancangan

Contoh Kegiatan Rancangan

Instruksional

Instruksional

Memberikan pre skripsi tentang

Memberikan pre skripsi tentang

metode sebagai bagian dari:

metode sebagai bagian dari:

Mendiskripsikan

Mendiskripsikan

prosedur-prosedur untuk:

prosedur untuk:

Mendiskripsikan pre skripsi

Mendiskripsikan pre skripsi

prosedur untuk:

(17)

10. Implementasi sistem instruksional

10. Implementasi sistem instruksional

selalu mempunyai dampak penting dalam

selalu mempunyai dampak penting dalam

rancangan instruksional. Oleh sebab itu,

rancangan instruksional. Oleh sebab itu,

rancangan harus selalu memperhatikan

rancangan harus selalu memperhatikan

kelebihan implementasi karena

kelebihan implementasi karena

programnya bersifat inovatif tidak

programnya bersifat inovatif tidak

diimplementasikan dengan baik dalam

diimplementasikan dengan baik dalam

institusi.

(18)

11. Rancangan juga tergantung pada

11. Rancangan juga tergantung pada

pengembangan instruksional sebagai

pengembangan instruksional sebagai

sumber informasi tentang

sumber informasi tentang

biaya

biaya

dan

dan

efektivitasnya.

efektivitasnya.

Banyak rancangan membutuhkan biaya

Banyak rancangan membutuhkan biaya

mahal pada tahap pengembangan,

mahal pada tahap pengembangan,

sehingga seringkali

sehingga seringkali

ditiadakan.

ditiadakan.

Pengembangan dan pengelolaan dapat

Pengembangan dan pengelolaan dapat

memberi informasi yang berguna dalam

memberi informasi yang berguna dalam

menentukan biaya.

(19)

Skema:

Skema:

Pengembangan:

Pengembangan:

Implementasi:

Implementasi:

Pengelolaan:

Pengelolaan:

Memberi informasi efektivitas biaya:

Memberi informasi efektivitas biaya:

Memberi informasi kendala efektivitas biaya:

Rancangan Instruksional

(20)

BAB 2

BAB 2

Curriculum

Curriculum

and

and

Instructiona

Instructiona

l

(21)

1. Pengantar

1. Pengantar

Marcus Tullius Cicero dan teman-temannya tidak

Marcus Tullius Cicero dan teman-temannya tidak

menduga bahwa karyanya tentang penyelidikan

menduga bahwa karyanya tentang penyelidikan

perjalanan sejarah Romawi pada abad pertama

perjalanan sejarah Romawi pada abad pertama

Masehi mewariskan sesuatu yang selalu

Masehi mewariskan sesuatu yang selalu

digunakan oleh pendidik pada saat ini. Warisan

digunakan oleh pendidik pada saat ini. Warisan

itu adalah kata CURRICULUM yang menjadi

itu adalah kata CURRICULUM yang menjadi

salah satu kesepakatan kunci di sekolah pada

salah satu kesepakatan kunci di sekolah pada

saat ini yang berarti telah berkembang dari

saat ini yang berarti telah berkembang dari

(22)

Di dunia ahli-ahli pendidikan, kata CURRICULUM telah

Di dunia ahli-ahli pendidikan, kata CURRICULUM telah

diambil dalam pemahaman lonjong dan selalu terbatas

diambil dalam pemahaman lonjong dan selalu terbatas

pengertiannya. Dalam bahasa puisinya seperti

pengertiannya. Dalam bahasa puisinya seperti

memandang sinar dalam misterinya. Dengan perbedaan

memandang sinar dalam misterinya. Dengan perbedaan

pandangan para ahli pendidikan itu, sering membuat

pandangan para ahli pendidikan itu, sering membuat

rancu pemahaman arti administrasi, pembelajaran,

rancu pemahaman arti administrasi, pembelajaran,

evaluasi, dan supervisi karena fokus orientasi kegiatan

evaluasi, dan supervisi karena fokus orientasi kegiatan

kata-kata itu.

kata-kata itu.

Padahal administrasi adalah seni mengatur

Padahal administrasi adalah seni mengatur

keadministrasian, pembelajaran adalah seni memberikan

keadministrasian, pembelajaran adalah seni memberikan

pelajaran, evaluasi adalah seni memberikan evaluasi,

pelajaran, evaluasi adalah seni memberikan evaluasi,

dan supervisi

dan supervisi

adalah seni

adalah seni

melakukan supervisi. Tiap

melakukan supervisi. Tiap

pendidik

pendidik

seharusnya

seharusnya

memahami keduanya dari luar dan

memahami keduanya dari luar dan

dari dalam,

dari dalam,

apakah itu administrasi, pembelajaran

(23)

Banyak para ahli yang memahami dan mengartikan

Banyak para ahli yang memahami dan mengartikan

kurikulum berbeda, maka tidak heran kalau

kurikulum berbeda, maka tidak heran kalau

Dwayne Huebner

Dwayne Huebner

mengatakan seperti orang buta

mengatakan seperti orang buta

menjawab pertanyaan “apakah gajah itu ?”

menjawab pertanyaan “apakah gajah itu ?”

Dari jawabannya jelas bahwa tiap orang buta

Dari jawabannya jelas bahwa tiap orang buta

berbeda, ada yang menjawab gajah seperti

berbeda, ada yang menjawab gajah seperti

kakinya, seperti belalainya, seperti badannya,

kakinya, seperti belalainya, seperti badannya,

dsb. Tegasnya tidak ada orang yang dapat

dsb. Tegasnya tidak ada orang yang dapat

menjawab denga tepat kurikulum dengan

menjawab denga tepat kurikulum dengan

pemahaman yang lengkap. Akibatnya banyak

pemahaman yang lengkap. Akibatnya banyak

peneliti pendidikan yang mengartikan

peneliti pendidikan yang mengartikan

berbeda-beda tentang apa yang dimaksud dengan

beda tentang apa yang dimaksud dengan

(24)

Interpretasi Kurikulum

Interpretasi Kurikulum

Oleh karena banyaknya para ahli

Oleh karena banyaknya para ahli

pendidik mengartikan

pendidik mengartikan

kurikulum, sementara

kurikulum, sementara

pemahaman itu bukan membuat

pemahaman itu bukan membuat

kejelasan melainkan malah

kejelasan melainkan malah

membuat kebingungan, maka

membuat kebingungan, maka

para ahli akhirnya hanya

para ahli akhirnya hanya

memberikan interpretasi

memberikan interpretasi

sebagai berikut:

(25)

a.

a. Kurikulum adalah apa yang diajarkan di sekolahKurikulum adalah apa yang diajarkan di sekolah b.

b. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaranKurikulum adalah sejumlah mata pelajaran c.

c. Kurikulum adalah isi pelajaranKurikulum adalah isi pelajaran d.

d. Kurikulum adalah program studiKurikulum adalah program studi e.

e. Kurikulum adalah urutan kursusKurikulum adalah urutan kursus f.

f. Kurikulum adalah serangkaian penampilan tujuanKurikulum adalah serangkaian penampilan tujuan g.

g. Kurikulum adalah bahan studiKurikulum adalah bahan studi h.

h. Kurikulum adalah segala sesuatu yang digunakan di sekolah Kurikulum adalah segala sesuatu yang digunakan di sekolah

(bimbingan, aktivitas kelas, hubungan antar komponen sekolah)

(bimbingan, aktivitas kelas, hubungan antar komponen sekolah) i.

i. Kurikulum adalah pembicaraan dua hal di dalam dan di luar Kurikulum adalah pembicaraan dua hal di dalam dan di luar

sekolah yang langsung dengan sekolah

sekolah yang langsung dengan sekolah j.

j. Kurikulum adalah segala hal yang direncanakan sekolahKurikulum adalah segala hal yang direncanakan sekolah k.

k. Kurikulum adalah belajar pengalaman yang dihasilkan oleh Kurikulum adalah belajar pengalaman yang dihasilkan oleh

sekolah

(26)

2. Beberapa Definisi

2. Beberapa Definisi

Dari batasan itu, maka pada dasarnya kurikulum itu adalah: Dari batasan itu, maka pada dasarnya kurikulum itu adalah:

a. Sebuah garis (arah) subjek yang akan dibicarakan. a. Sebuah garis (arah) subjek yang akan dibicarakan.

b. Sebuah jalan sebagai usaha mewujudkan pengalaman. b. Sebuah jalan sebagai usaha mewujudkan pengalaman.

c. Sebagai proses belajar dari dalam dan dari luar sekolah secara c. Sebagai proses belajar dari dalam dan dari luar sekolah secara langsung.

langsung.

Konsep-konsep dasar di atas, menunjukkan bahwa

Konsep-konsep dasar di atas, menunjukkan bahwa

kurikulum adalah wujud tanggungjawab dari pengalaman

kurikulum adalah wujud tanggungjawab dari pengalaman

belajar yang ada di dalam dan di luar sekolah secara

belajar yang ada di dalam dan di luar sekolah secara

langsung.

(27)

Adapun beberapa defnisi

Adapun beberapa defnisi

tentang kurikulum, antara

tentang kurikulum, antara

lain:

lain:

a.

a.

Carter V. Good’s Dictionary of Education:

Carter V. Good’s Dictionary of Education:

Kurikulum adalah sekelompok kegiatan belajar

Kurikulum adalah sekelompok kegiatan belajar

atau lingkungan subjek belajar yang diukur dari

atau lingkungan subjek belajar yang diukur dari

tingkatan atau sertifikasi di dalam lapangan

tingkatan atau sertifikasi di dalam lapangan

umumnya dari suatu hasil studi.

umumnya dari suatu hasil studi.

b.

b.

Hollis L. Caswell and Doak S. Campbell:

Hollis L. Caswell and Doak S. Campbell:

Kebanyakan kurikulum itu bukan saja sebuah

Kebanyakan kurikulum itu bukan saja sebuah

kelompok pembelajaran, tetapi semua

kelompok pembelajaran, tetapi semua

(28)

c.

c.

Saylor and Alexander:

Saylor and Alexander:

Kurikulum adalah sebuah rencana untuk memahami

Kurikulum adalah sebuah rencana untuk memahami

sekelompok penekanan pembelajaran untuk mencapai

sekelompok penekanan pembelajaran untuk mencapai

tujuan. Tujuan dan hubungannya dengan tujuan khusus

tujuan. Tujuan dan hubungannya dengan tujuan khusus

adalah guna mengidentifikasikan pelayanan populasi

adalah guna mengidentifikasikan pelayanan populasi

dengan sekolah sebagai pusatnya.

dengan sekolah sebagai pusatnya.

d. Ronald C. Doll:

d. Ronald C. Doll:

Lebih lanjut mengatakan, bahwa kurikulum berisi

Lebih lanjut mengatakan, bahwa kurikulum berisi

bahan-bahan formal dan non formal yang prosesnya dilakukan

bahan formal dan non formal yang prosesnya dilakukan

dalam pembelajaran untuk memahami pengetahuan,

dalam pembelajaran untuk memahami pengetahuan,

pengembangan, ketrampilan, dan perubahan sikap serta

pengembangan, ketrampilan, dan perubahan sikap serta

apresiasi dan nilai di bawah wibawa sekolah.

(29)

e. Daniel Tanner and Laurel N. Tanner:

e. Daniel Tanner and Laurel N. Tanner:

Menegaskan bahwa kurikulum adalah rekonstruksi

Menegaskan bahwa kurikulum adalah rekonstruksi

pengetahuan dan pengalaman pengembangan yang

pengetahuan dan pengalaman pengembangan yang

sistematik di bawah wibawa sekolah (universitas) untuk

sistematik di bawah wibawa sekolah (universitas) untuk

menjadi anak yang mampu meningkatkan pengendalian

menjadi anak yang mampu meningkatkan pengendalian

pengetahuan dan pengalamannya.

pengetahuan dan pengalamannya.

f. Albert I. Oliver (tokoh pendidikan):

f. Albert I. Oliver (tokoh pendidikan):

Memandang bahwa kurikulum sebagai program pendidikan.

Memandang bahwa kurikulum sebagai program pendidikan.

Oleh sebab itu ia membagi kurikulum dalam 4 (empat) elemen

Oleh sebab itu ia membagi kurikulum dalam 4 (empat) elemen

dasar, yaitu:

dasar, yaitu:

1. Program Studi

1. Program Studi

2. Program Pengalaman

2. Program Pengalaman

3. Program Pelayanan

3. Program Pelayanan

4. Apa yang tersembunyi dalam kurikulum

(30)

Tiga hal di atas adalah hal-hal yang terbukti sehari-hari.

Tiga hal di atas adalah hal-hal yang terbukti sehari-hari.

Sementara hal yang keempat, Oliver mencoba

Sementara hal yang keempat, Oliver mencoba

membuka konsep yang tersembunyi pada kurikulum

membuka konsep yang tersembunyi pada kurikulum

yang dapat mengantar nilai guna meningkatkan sekolah.

yang dapat mengantar nilai guna meningkatkan sekolah.

Ahli pendidikan lain, misalnya

Ahli pendidikan lain, misalnya

Arthur W. Foshay

Arthur W. Foshay

, dalam

, dalam

mengidentifikasikan kurikulum, bukan satu tetapi tiga

mengidentifikasikan kurikulum, bukan satu tetapi tiga

sisi, yaitu:

sisi, yaitu:

1. Mata Pelajaran (Academic Discipline);

1. Mata Pelajaran (Academic Discipline);

2. Kegiatan ekstra kelas untuk mengenal perhatian pada

2. Kegiatan ekstra kelas untuk mengenal perhatian pada

problem-problem partisipasinya dan keputusan

problem-problem partisipasinya dan keputusan

masyarakat;

masyarakat;

3. Adalah hubungan antar aktivitas itu sendiri.

(31)

Robert M. Gagne

Robert M. Gagne

yang memandang dengan

yang memandang dengan

pendekatan

yang

berbeda,

memandang

pendekatan

yang

berbeda,

memandang

kurikulum adalah gerakan bersama antara

kurikulum adalah gerakan bersama antara

subject matter (content), the statement of ends

subject matter (content), the statement of ends

(terminal

objectives),

lingkaran

isi,

dan

(terminal

objectives),

lingkaran

isi,

dan

penekanan kemampuan ketrampilan sebagai

penekanan kemampuan ketrampilan sebagai

ukuran bagi pelajaran ketika mengawali belajar isi

ukuran bagi pelajaran ketika mengawali belajar isi

kurikulum.

kurikulum.

Sementara itu

Sementara itu

Mauritz Johnson

Mauritz Johnson

Jr

Jr

., sependapat

., sependapat

dengan pemikiran Gagne, ia menegaskan bahwa

dengan pemikiran Gagne, ia menegaskan bahwa

(32)

3. Purpose, Context and Strategy

3. Purpose, Context and Strategy

Dari pemahaman di atas, maka sebenarnya perbedaan yang

Dari pemahaman di atas, maka sebenarnya perbedaan yang

substansial dalam memandang kurikulum, adalah tidak

substansial dalam memandang kurikulum, adalah tidak

begitu besar dan bersifat umum. Perbedaan umum

begitu besar dan bersifat umum. Perbedaan umum

terjadi, karena secara teoretis ada perbedaan yang nyata.

terjadi, karena secara teoretis ada perbedaan yang nyata.

Cara elaborasi teori satu dengan yang lain banyak yang

Cara elaborasi teori satu dengan yang lain banyak yang

mengkompibasikan antara keduanya, yaitu curriculum

mengkompibasikan antara keduanya, yaitu curriculum

dan instructional.

dan instructional.

Pendapat lain juga ditemukan bahwa definisi curriculum

Pendapat lain juga ditemukan bahwa definisi curriculum

adalah:

adalah:

a.

a.

Goal (maksud dan tujuan) kurikulum

Goal (maksud dan tujuan) kurikulum

b.

b.

Konteksnya dengan kurikulum yang ditemukan

Konteksnya dengan kurikulum yang ditemukan

c.

(33)

a.

a.

Purpose

Purpose

,

,

menekankan pada respons teoretical,

menekankan pada respons teoretical,

yaitu “what is does atau should do”

yaitu “what is does atau should do”

Konteks: definisi kurikulum seringkali dimulai dari

Konteks: definisi kurikulum seringkali dimulai dari

serangkaian dengan mengambil bentuk. Ketika

serangkaian dengan mengambil bentuk. Ketika

bicara esensi teori kurikulum, sentral

bicara esensi teori kurikulum, sentral

pengembangan anak, rekonstruksi kurikulum,

pengembangan anak, rekonstruksi kurikulum,

kedua memberi signal dua karateristik kurikulum

kedua memberi signal dua karateristik kurikulum

yang sama waktunya, yaitu purpose and context.

yang sama waktunya, yaitu purpose and context.

Contoh:

Contoh:

Esensi kurikulum mengajarkan peninggalan

Esensi kurikulum mengajarkan peninggalan

sejarah, anak-anak dipersiapkan pada disiplin dan

sejarah, anak-anak dipersiapkan pada disiplin dan

dipersiapkan untuk melihat

(34)

b. Strategies

b. Strategies

,

,

purpose dan context seringkali

purpose dan context seringkali

melampaui pemahaman terhadap kurikulum itu sendiri.

melampaui pemahaman terhadap kurikulum itu sendiri.

Tambah lagi terjadi kompleksitas lahir karena

Tambah lagi terjadi kompleksitas lahir karena

penyusunan teori dan strategi pembelajaran. Hal ini

penyusunan teori dan strategi pembelajaran. Hal ini

terjadi, sebab pemecahan masalah dan proses ilustrasi

terjadi, sebab pemecahan masalah dan proses ilustrasi

berusaha menetapkan term proses pembelajarannya,

berusaha menetapkan term proses pembelajarannya,

yaitu teknik pemecahan masalah, metode ilmiahnya, atau

yaitu teknik pemecahan masalah, metode ilmiahnya, atau

refleksi pemikirannya.

refleksi pemikirannya.

Kurikulum sebagai

Kurikulum sebagai

group living

group living

diusahakan dibangun

diusahakan dibangun

untuk melingkari

untuk melingkari

instructional technique

instructional technique

yang harus

yang harus

digunakan untuk

digunakan untuk

opportunities for group living

opportunities for group living

.

.

Kurikulum sebagai

Kurikulum sebagai

individual learning

individual learning

dan kurikulum

dan kurikulum

sebagai

sebagai

programmed instruction

programmed instruction

, dalam kenyataannya

, dalam kenyataannya

spesifikasi sistem harus menghadapi bahaya isi kurikuler

spesifikasi sistem harus menghadapi bahaya isi kurikuler

melalui proses pembelajaran.

(35)

Kurikulum Sebagai Rencana Menanamkan Pengalaman

Kurikulum Sebagai Rencana Menanamkan Pengalaman

Pada awalnya dicoba didefinisikan kurikulum untuk sekolah dasar dan Pada awalnya dicoba didefinisikan kurikulum untuk sekolah dasar dan sekolah menengah sebagai kurikulum untuk menanamkan

sekolah menengah sebagai kurikulum untuk menanamkan

pengalaman anak muda untuk menjawab semua perintah langsung pengalaman anak muda untuk menjawab semua perintah langsung dari sekolah.

dari sekolah.

Untuk mengangkat konsep kurikulum sebagai rencana dan termasuk Untuk mengangkat konsep kurikulum sebagai rencana dan termasuk untuk pembelajaran anak-anak dewasa, definisi ini akan dimodifikasi untuk pembelajaran anak-anak dewasa, definisi ini akan dimodifikasi untuk memandang kurikulum

untuk memandang kurikulum sebagai rencanasebagai rencana atau atau sebagai sebuah sebagai sebuah program

program, untuk semua pengalaman yang harus dipelajari menghadapi , untuk semua pengalaman yang harus dipelajari menghadapi perintah di bawah sekolah.

perintah di bawah sekolah.

Modifikasi ini dimasukkan dalam pengertian kurikulum sebagai

Modifikasi ini dimasukkan dalam pengertian kurikulum sebagai a plana plan

dan banyak realitas perencanaan yang menunjukkan berapa dan banyak realitas perencanaan yang menunjukkan berapa

tentativenya dalam menulis bentuk dan tidak sesederhana pikiran para tentativenya dalam menulis bentuk dan tidak sesederhana pikiran para

planner

planner.. Walaupun kurikulum menghadapi sejumlah perencanaan Walaupun kurikulum menghadapi sejumlah perencanaan seringkali skopenya menekankan pada pencapaian tujuan.

(36)

a. Hubungan antara Kurikulum dan

a. Hubungan antara Kurikulum dan

Pembelajaran

Pembelajaran

Dalam penelitian untuk mengklasifikasikan pengertian

Dalam penelitian untuk mengklasifikasikan pengertian

kurikulum telah didapatkan ketidakpastian tentang perbedaan

kurikulum telah didapatkan ketidakpastian tentang perbedaan

antara kurikulum dan pembelajaran.

antara kurikulum dan pembelajaran.

Disimpulkan pandangan para ahli, bahwa kurikulum

Disimpulkan pandangan para ahli, bahwa kurikulum

“as that

“as that

which is tought”,

which is tought”,

sementara

sementara

“instruction as the means

“instruction as the means

used to teach

used to teach

”.

”.

Jadi kurikulum adalah

Jadi kurikulum adalah

“What”,

“What”,

dan

dan

pembelajaran adalah

pembelajaran adalah

“How”.

“How”.

Juga para ahli memahami bahwa kurikulum sebagai program,

Juga para ahli memahami bahwa kurikulum sebagai program,

rencana, isi, dan pengalaman belajar, sedangkan

rencana, isi, dan pengalaman belajar, sedangkan

“instruction”

“instruction”

sebagai metodologi, seni mengajar, pelaksanaan, dan

sebagai metodologi, seni mengajar, pelaksanaan, dan

presentasinya.

(37)

Johson

Johson

lebih menegaskan bahwa hubungan kurikulum

lebih menegaskan bahwa hubungan kurikulum

dengan pembelajaran adalah sebagai interaksi

dengan pembelajaran adalah sebagai interaksi

antara pengajaran sebagai

antara pengajaran sebagai

“agen”

“agen”

dan seorang

dan seorang

atau banyak individu memperhatikan untuk belajar.

atau banyak individu memperhatikan untuk belajar.

James B. Mac Donald

James B. Mac Donald

memandang kurikulum sebagai

memandang kurikulum sebagai

aktivitas produk rencana untuk kegiatan lebih lanjut

aktivitas produk rencana untuk kegiatan lebih lanjut

dan “instruction” sebagai pengambil produk untuk

dan “instruction” sebagai pengambil produk untuk

dioperasionalkan. Menyimpulkan pendapat itu, maka

dioperasionalkan. Menyimpulkan pendapat itu, maka

sarjana ini menegaskan bahwa rencana kurikulum

sarjana ini menegaskan bahwa rencana kurikulum

(38)

b. Model Hubungan Kurikulum dan

b. Model Hubungan Kurikulum dan

Pembelajaran

Pembelajaran

Pemahaman terdapat kurikulum dan pembelajaran sebagai

Pemahaman terdapat kurikulum dan pembelajaran sebagai

dua

dua

term

term

seringkali mengkaburkan hubungannya pada dua

seringkali mengkaburkan hubungannya pada dua

sistem itu sendiri. Para ahli memang mengenali keduanya

sistem itu sendiri. Para ahli memang mengenali keduanya

sama, salah satu mungkin tidak berfungsi pada satu dengan

sama, salah satu mungkin tidak berfungsi pada satu dengan

yang lain.

yang lain.

Hubungan antara

Hubungan antara

“What”

“What”

dan

dan

“How

“How

” pada pendidikan

” pada pendidikan

tidaklah semudah dipahami sehingga dapat terlihat

tidaklah semudah dipahami sehingga dapat terlihat

beberapa perbedaan modelnya dan hubungannya. Untuk

beberapa perbedaan modelnya dan hubungannya. Untuk

mencari terminologi yang hilang itu, di bawah ini:

mencari terminologi yang hilang itu, di bawah ini:

1. dualisme model;

1. dualisme model;

2. interlocking model;

2. interlocking model;

3. concentric theses model;

3. concentric theses model;

4. cyclical model.

(39)

1. Dualistic Model

1. Dualistic Model

Model ini menunjukkan bahwa antara kurikulum dan

Model ini menunjukkan bahwa antara kurikulum dan

pembelajaran terpisah satu dengan yang lain.

pembelajaran terpisah satu dengan yang lain.

Lihat gambar:

Lihat gambar:

Kurikulum

Kurikulum

Pembelajaran

Pembelajaran

Kedua entitas itu terletak pada kesalahan yang besar.

Kedua entitas itu terletak pada kesalahan yang besar.

What mengambil tempat di kelas di bawah perintah guru,

What mengambil tempat di kelas di bawah perintah guru,

sama mempunyai hubungan yang kecil untuk what master

sama mempunyai hubungan yang kecil untuk what master

plan mengatakan akan pergi ke dalam kelas. Perencanaan

plan mengatakan akan pergi ke dalam kelas. Perencanaan

mengabaikan instruktur dan dalam kendali diabaikan oleh

mengabaikan instruktur dan dalam kendali diabaikan oleh

mereka.

(40)

2. Interlocking Model

2. Interlocking Model

Jika kurikulum dan pembelajaran menunjukkan sebagai

Jika kurikulum dan pembelajaran menunjukkan sebagai

sistem hubungannya saling keterkaitan dan saling

sistem hubungannya saling keterkaitan dan saling

mendekat.

mendekat.

Lihat gambar:

Lihat gambar:

Cur

Cur

Inst

Inst

Inst

Inst

Cur

Cur

Kita dapat menggambarkan model ini dengan dua jalan

Kita dapat menggambarkan model ini dengan dua jalan

sebagai yang diindikasikan dengan sketsa A dan B.

sebagai yang diindikasikan dengan sketsa A dan B.

Visi

dari

model

ini

hanya

menunjukkan

dan

Visi

dari

model

ini

hanya

menunjukkan

dan

mendemonstrasikan hubungan integral antara dua

mendemonstrasikan hubungan integral antara dua

entitas. Keterpisahan keduanya satu dengan yang lain,

entitas. Keterpisahan keduanya satu dengan yang lain,

secara serius dicoba untuk didekatkan.

(41)

3. Concentric Model

3. Concentric Model

Model ini menunjukkan bahwa hubungan

Model ini menunjukkan bahwa hubungan

kurikulum dan pembelajaran

kurikulum dan pembelajaran

memperlihatkan telah mengubah

memperlihatkan telah mengubah

kebebasannya dan pemisahannya, dan

kebebasannya dan pemisahannya, dan

terjadi hubungan yang saling mengkait

terjadi hubungan yang saling mengkait

saling tergantung. Ini merupakan kunci

saling tergantung. Ini merupakan kunci

dari model concentric.

dari model concentric.

Lihat gambar:

Lihat gambar:

Inst

Cur

Cur

(42)

4. Cyclical Model

4. Cyclical Model

Rangkaian konsep dari kurikulm dan

Rangkaian konsep dari kurikulm dan

pembelajaran hubungannya disederhanakan

pembelajaran hubungannya disederhanakan

dalam suatu sistem model yang

dalam suatu sistem model yang

penekanannya serta esensialnya pada

penekanannya serta esensialnya pada

elemen feedback. Artinya kurikulum dan

elemen feedback. Artinya kurikulum dan

pembelajaran yang semua terpisah sebagai

pembelajaran yang semua terpisah sebagai

entitas dicoba dihubungkan dalam rangkaian

entitas dicoba dihubungkan dalam rangkaian

yang saling mengkait.

yang saling mengkait.

(43)

Dari pemahaman di atas, maka para ahli percaya

Dari pemahaman di atas, maka para ahli percaya

secara umum bahwa hubungan kurikulum

secara umum bahwa hubungan kurikulum

dengan

pembelajaran

secara

teoretikal

dengan

pembelajaran

secara

teoretikal

dipercaya sebagai:

dipercaya sebagai:

Kurikulum dan pembelajaran berhubungan

Kurikulum dan pembelajaran berhubungan

tetapi berbeda

tetapi berbeda

Kurikulum dan pembelajaran mengkait dan

Kurikulum dan pembelajaran mengkait dan

saling berhubungan

saling berhubungan

Kurikulum dan pembelajaran mungkin dipelajari

Kurikulum dan pembelajaran mungkin dipelajari

dan dianalisis secara terpisah tetapi fungsinya

dan dianalisis secara terpisah tetapi fungsinya

(44)

c. Kurikulum sebagai sebuah disiplin

c. Kurikulum sebagai sebuah disiplin

Meskipun kurikulum sulit dimengerti, kurikulum

Meskipun kurikulum sulit dimengerti, kurikulum

dipandang sebagai sebuah disiplin. Subjek studi,

dipandang sebagai sebuah disiplin. Subjek studi,

peristiwa pada tingkatan pendidikan, dan guru di

peristiwa pada tingkatan pendidikan, dan guru di

lapangan, merupakan suatu disiplin.

lapangan, merupakan suatu disiplin.

Kurikulum dan keduanya di lapangan, seperti

Kurikulum dan keduanya di lapangan, seperti

orang yang bekerja dan apa yang dibicarakan,

orang yang bekerja dan apa yang dibicarakan,

(45)

Banyak ahli pendidikan mendiskusikan bahwa kurikulum

Banyak ahli pendidikan mendiskusikan bahwa kurikulum

sebagai disiplin karena mengandung tiga hal:

sebagai disiplin karena mengandung tiga hal:

1.

1.

Prinsiples:

Prinsiples:

Sebagai

disiplin,

kurikulum

diorganisasikan

sebagai

Sebagai

disiplin,

kurikulum

diorganisasikan

sebagai

rangkaian teoritical yang dibentuk atau prinsip-prinsip yang

rangkaian teoritical yang dibentuk atau prinsip-prinsip yang

diperintahkan.

diperintahkan.

2.

2.

Knowledge and skill:

Knowledge and skill:

Kurikulum secara langsung merupakan a body of knowledge

Kurikulum secara langsung merupakan a body of knowledge

and skill, yang terpusat pada disiplinnya.

and skill, yang terpusat pada disiplinnya.

3. Teoretic dan Praktik:

3. Teoretic dan Praktik:

Sebagai disiplin, kurikulum mempunyai teori dan praktik yang

Sebagai disiplin, kurikulum mempunyai teori dan praktik yang

(46)

5. Menuju Desain Instruksional

5. Menuju Desain Instruksional

a.

a.

Untuk menyusun desain instruksional yang baik, maka

Untuk menyusun desain instruksional yang baik, maka

langkah awal yang harus dilakukan selain memahami

langkah awal yang harus dilakukan selain memahami

visi, misi, dan tujuan pendidikan, kita tidak bisa

visi, misi, dan tujuan pendidikan, kita tidak bisa

melupakan kurikulum.

melupakan kurikulum.

b.

b.

Kurikulum memang seringkali menjadi polemik, dan

Kurikulum memang seringkali menjadi polemik, dan

dalam suatu periode, kurikulum seringkali ditinjau

dalam suatu periode, kurikulum seringkali ditinjau

kembali. Di Indonesia telah terjadi beberapa kali

kembali. Di Indonesia telah terjadi beberapa kali

peninjauan kurikulum, dari kurikulum 1968, 1975, 1986,

peninjauan kurikulum, dari kurikulum 1968, 1975, 1986,

1994, dsb.

1994, dsb.

c.

c.

Akibat kebijakan perubahan kurikulum, maka lahir pola

Akibat kebijakan perubahan kurikulum, maka lahir pola

kebijakan prodi atau jurusan

(47)

d. Dengan kebijakan perubahan kurikulum, maka perubahan

d. Dengan kebijakan perubahan kurikulum, maka perubahan

berikutnya adalah perubahan silabi, yang berarti juga akan

berikutnya adalah perubahan silabi, yang berarti juga akan

mengubah desain pembelajaran yang harus dilaksanakan

mengubah desain pembelajaran yang harus dilaksanakan

oleh guru. Perubahan kurikulum biasanya bertalian dengan

oleh guru. Perubahan kurikulum biasanya bertalian dengan

perubahan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.

perubahan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.

e. Persoalan kurikulum menyangkut apa yang seharusnya

e. Persoalan kurikulum menyangkut apa yang seharusnya

dilakukan termasuk pemilihan tujuan instruksional yang

dilakukan termasuk pemilihan tujuan instruksional yang

bersifat subjektif. Di sini keputusan guru harus

bersifat subjektif. Di sini keputusan guru harus

dipertanggungjawabkan, sebab sebagai ujung tombak, guru

dipertanggungjawabkan, sebab sebagai ujung tombak, guru

adalah menjabar dan pelaksana kurikulum yang dalam

adalah menjabar dan pelaksana kurikulum yang dalam

penyampaiannya berbentuk desain pembelajaran.

penyampaiannya berbentuk desain pembelajaran.

f. Untuk mampu mendesain yang baik, guru dituntut untuk

f. Untuk mampu mendesain yang baik, guru dituntut untuk

(48)

DEVELOPMENTDEVELOPMENT

Communication

Gb. 1 Instructional Technology Relationship Among Selected

Gb. 1 Instructional Technology Relationship Among Selected

Instructional Technology Theory Bases and the Domains of the Field

Instructional Technology Theory Bases and the Domains of the Field

EVALUATIONEVALUATION Behavioral Leraning

(49)

Gb. 2 The Domains of Instructional Technology

Gb. 2 The Domains of Instructional Technology

DEVELOPMENT

Computer – based Technology

Computer – based Technology

Integrated Technology

EVALUATIONEVALUATION

Problem Analysis

MANAGEMENTMANAGEMENT

(50)

Gb. 3 Instructional Technology Relationship Among Selected

Gb. 3 Instructional Technology Relationship Among Selected

Instructional Technology Research and the Domains of the Field

Instructional Technology Research and the Domains of the Field

DEVELOPMENTDEVELOPMENT

Media

EVALUATIONEVALUATION

Cost/Benefit Analysis

UTILIZATIONUTILIZATION

Adoption of Innovation

MANAGEMENTMANAGEMENT

(51)

1.

1.

Ciri dari rancangan pembelajaran ada dugaan bahwa prinsip

Ciri dari rancangan pembelajaran ada dugaan bahwa prinsip

dan prosedurnya didorong oleh riset. Berbagai riset alami,

dan prosedurnya didorong oleh riset. Berbagai riset alami,

dari

kontrol

eksperimen

tradisional

sampai

ke

dari

kontrol

eksperimen

tradisional

sampai

ke

pengembangan riset itu sendiri analisisnya sebagai studi

pengembangan riset itu sendiri analisisnya sebagai studi

kasus.

kasus.

2. Sistem teori umum adalah yang diaplikasikan pada lapangan

2. Sistem teori umum adalah yang diaplikasikan pada lapangan

dengan menggunakan model itu begitu luas, bahwa

dengan menggunakan model itu begitu luas, bahwa

pendekatan pelayanan adalah paradigma yang harus terjadi

pendekatan pelayanan adalah paradigma yang harus terjadi

pada desain pembelajaran.

pada desain pembelajaran.

3. Desain pembelajaran adalah jalan utama di dalam teori

3. Desain pembelajaran adalah jalan utama di dalam teori

belajar. Pada umumnya, penekanan tingkah laku adalah

belajar. Pada umumnya, penekanan tingkah laku adalah

domain aplikasi desain pembelajaran. Sekarang penekanan

domain aplikasi desain pembelajaran. Sekarang penekanan

pada pelaksanaan di lapangan dari kognitif psikologis, dan

pada pelaksanaan di lapangan dari kognitif psikologis, dan

masih banyak lagi, adalah bentuk-bentuk prinsip untuk

masih banyak lagi, adalah bentuk-bentuk prinsip untuk

(52)

4. Tingkah laku adalah konsern (sepaham) dengan

4. Tingkah laku adalah konsern (sepaham) dengan

penampilan sebagai fakta bahwa belajar adalah

penampilan sebagai fakta bahwa belajar adalah

mengambil tempatnya untuk mengukur apakah

mengambil tempatnya untuk mengukur apakah

tujuan sudah tercapai. Artinya pada masa lampau

tujuan sudah tercapai. Artinya pada masa lampau

atau sesudah memperoleh pembelajaran. Misal

atau sesudah memperoleh pembelajaran. Misal

anak baru dapat membaca dengan baik, kalau ia

anak baru dapat membaca dengan baik, kalau ia

menguasasi kosakata yang cukup.

menguasasi kosakata yang cukup.

5. Gagne berpendapat, bahwa perilaku kognitif sangat

5. Gagne berpendapat, bahwa perilaku kognitif sangat

kompleks. Oleh sebab itu dalam memberikan tugas

kompleks. Oleh sebab itu dalam memberikan tugas

dari yang sederhana ke yang makin kompleks.

dari yang sederhana ke yang makin kompleks.

Hipotesisnya menurut Gagne, seorang dalam

Hipotesisnya menurut Gagne, seorang dalam

mempelajari suatu tugas harus ada strukturnya,

mempelajari suatu tugas harus ada strukturnya,

yaitu dari tugas-tugas yang sederhana, makin

yaitu dari tugas-tugas yang sederhana, makin

penting, untuk mencapai prestasi (artinya mencapai

penting, untuk mencapai prestasi (artinya mencapai

tujuan instruksional), agar kegagalan dapat

tujuan instruksional), agar kegagalan dapat

dihindari. Jadi tahapnya disusun makin tinggi dan

dihindari. Jadi tahapnya disusun makin tinggi dan

(53)

6. Untuk menguasai tahap-tahapan, seseorang harus

6. Untuk menguasai tahap-tahapan, seseorang harus

berurutan, sbb:

berurutan, sbb:

a. Diferensiasi respons, artinya seorang atau siswa

a. Diferensiasi respons, artinya seorang atau siswa

dihadapkan pada stimulus. Siswa akan merespons

dihadapkan pada stimulus. Siswa akan merespons

berupa salinan stimulus tersebut, dan biasanya

berupa salinan stimulus tersebut, dan biasanya

siswa mengulangi apa yang diucapkan guru.

siswa mengulangi apa yang diucapkan guru.

b. Asosiasi, artinya siswa dihadapkan stimulus

b. Asosiasi, artinya siswa dihadapkan stimulus

tertentu dan tidak diserta stimulus lainnya.

tertentu dan tidak diserta stimulus lainnya.

Responsnya siswa akan mengenal, menyebutkan,

Responsnya siswa akan mengenal, menyebutkan,

dan menandai terhadap stimulus.

dan menandai terhadap stimulus.

c. Diskriminasi ganda, artinya siswa dihadapkan

c. Diskriminasi ganda, artinya siswa dihadapkan

pada dua atau lebih stimulus yang dapat

pada dua atau lebih stimulus yang dapat

membingungkan. Responsnya ternyata sesuai

membingungkan. Responsnya ternyata sesuai

jenis stimulus, misalnya: siswa mengerjakan apa

jenis stimulus, misalnya: siswa mengerjakan apa

(54)

6. Perubahan Dunia Pendidikan

6. Perubahan Dunia Pendidikan

a. Akibat lahir kurikulum 2004, maka kurikulum

a. Akibat lahir kurikulum 2004, maka kurikulum

1994 tidak dipakai. Pada kenyataannya ketika

1994 tidak dipakai. Pada kenyataannya ketika

saat uji coba, 2001 – 2003, di lapangan

saat uji coba, 2001 – 2003, di lapangan

terjadi pemakaian kurikulum ganda, yaitu

terjadi pemakaian kurikulum ganda, yaitu

kurikulum 1994 dan kurikulum 2004, bahkan

kurikulum 1994 dan kurikulum 2004, bahkan

sampai 2005 kondisi itu masih berlaku dan

sampai 2005 kondisi itu masih berlaku dan

berlangsung, baru tahun 2006 digunakan

berlangsung, baru tahun 2006 digunakan

KBK hasil revisi kurikulum 2004, yang

KBK hasil revisi kurikulum 2004, yang

(55)

b.Perbedaan antara kurikulum 1994 dengan

b.Perbedaan antara kurikulum 1994 dengan

2004, terletak pada penugasan, yang

2004, terletak pada penugasan, yang

berupa penugasan gabungan, yaitu:

berupa penugasan gabungan, yaitu:

Pengetahuan Ketrampilan Sikap

Nilai

Yang diwujudkan dalam kebiasaan (apabila telah lulus),

(56)

Sementara itu pada kurikulum 1994 penggabungan :

Sementara itu pada kurikulum 1994 penggabungan :

Pengetahuan Ketrampilan Sikap

Nilai

Dianggap belum tampak

(57)

Perbedaan dan Kesamaan Antara Kurikulum

Perbedaan dan Kesamaan Antara Kurikulum

Tahun 1994 dan 2004

Tahun 1994 dan 2004

A. Yang Sama

A. Yang Sama

KBK (Kurikulum 2004)

KBK (Kurikulum 2004) KBK (Kurikulum 1994)KBK (Kurikulum 1994)

1.

1. Pendidikan dasar 9 tahun.Pendidikan dasar 9 tahun. 2.

2. Penekanan pada kemampuan Penekanan pada kemampuan

membaca, menulis, dan membaca, menulis, dan berhitung.

berhitung.

3.

3. Konsep-konsep dan materi Konsep-konsep dan materi

pokok (esensial) pada mata pokok (esensial) pada mata pelajaran untuk mencapai pelajaran untuk mencapai kompetensi.

kompetensi.

4.

4. Ada muatan lokal.Ada muatan lokal. 5.

5. Alokasi waktu setiap jam Alokasi waktu setiap jam

(58)

B. Yang Tidak Sama

B. Yang Tidak Sama

KBK (Kurikulum 2004)

KBK (Kurikulum 2004) KBK (Kurikulum 1994)KBK (Kurikulum 1994)

1.

1. Pembelajaran bertitik sekolah Pembelajaran bertitik sekolah

dan daerah.

dan daerah.

2.

2. Memuat standar kompetensi.Memuat standar kompetensi.

3.

3. Kegiatan pembiasaan Kegiatan pembiasaan

perilaku terintegrasi dan

perilaku terintegrasi dan

terprogram.

terprogram.

4.

4. Pengenalan mata pelajaran Pengenalan mata pelajaran

teknologi dan informasi.

teknologi dan informasi.

5.

5. Penilaian berbasis kelas.Penilaian berbasis kelas.

6.

6. Pendekatan tematik kelas I, II Pendekatan tematik kelas I, II

SD (kelompok usia).

SD (kelompok usia).

7.

7. Kesinambungan peningkatan Kesinambungan peningkatan

kompetensi kelas I – XII.

kompetensi kelas I – XII.

8.

8. Diversitas kurikulum.Diversitas kurikulum.

9.

9. Silabus disusun daerah atau Silabus disusun daerah atau

sekolah (KTSP).

sekolah (KTSP).

1.

1. Bersifat sentralistik.Bersifat sentralistik.

2.

2. Tidak memuat.Tidak memuat.

3.

3. Tidak ada kegiatan Tidak ada kegiatan

pembiasaan perilaku.

pembiasaan perilaku.

4.

4. Belum ada mata pelajaran Belum ada mata pelajaran

teknologi dan informasi.

teknologi dan informasi.

5.

5. Tidak berbasis kelas.Tidak berbasis kelas.

6.

6. Pendekatan tematik tidak Pendekatan tematik tidak

disarankan.

disarankan.

7.

7. Tidak berkesinambungan.Tidak berkesinambungan.

8.

8. Tidak diversitas sebab Tidak diversitas sebab

sentralistik.

sentralistik.

9.

9. Memberi peluang pada guru Memberi peluang pada guru

mengembangkan program.

(59)

7. Dampak Perubahan Kurikulum

7. Dampak Perubahan Kurikulum

Setiap perubahan tentu berdampak, demikian

Setiap perubahan tentu berdampak, demikian

juga dunia pendidikan dengan perubahan atau

juga dunia pendidikan dengan perubahan atau

pergantian kurikulum maka yang lahir adalah

pergantian kurikulum maka yang lahir adalah

perubahan, antara lain:

siswa mendapat hak sama, fokus KBM agar siswa

siswa mendapat hak sama, fokus KBM agar siswa

aktif, bersama

menghendaki perubahan kegiatan KBM di kelas,

menghendaki perubahan kegiatan KBM di kelas,

disesuaikan dengan ciri (kekhasan) yang dimiliki

disesuaikan dengan ciri (kekhasan) yang dimiliki

kelas, bahan belajar beragam, dan ada

kelas, bahan belajar beragam, dan ada

pengenalan media cetak serta elektronik,

pengenalan media cetak serta elektronik,

(60)

c. Penilaian sesuai kekhasan kompetensi. Adapun yang dinilai adalah: c. Penilaian sesuai kekhasan kompetensi. Adapun yang dinilai adalah:

proses dan hasil

proses dan hasil. Kemudian guru melakukan diagnosa, apabila . Kemudian guru melakukan diagnosa, apabila output-nya tidak sesuai kompetnsi yang ditetapkan.

output-nya tidak sesuai kompetnsi yang ditetapkan.

d. Kurikulum bersifat diversitas (tidak sama) karena adanya KTSP, jadi d. Kurikulum bersifat diversitas (tidak sama) karena adanya KTSP, jadi

roh kekhasan

roh kekhasan harus diutamakan karena melayani pendidikan sesuai harus diutamakan karena melayani pendidikan sesuai kondisi dan situasi yang ada (daerah terpencil, adanya gempa, kondisi dan situasi yang ada (daerah terpencil, adanya gempa, adanya bencana alam, dsb).

adanya bencana alam, dsb).

Dari pemikiran di atas, jelas bahwa sebenarnya kewenangan menyusun Dari pemikiran di atas, jelas bahwa sebenarnya kewenangan menyusun silabus apa pada sekolah secara mutlak, bukan pada kelompok silabus apa pada sekolah secara mutlak, bukan pada kelompok sekolah, atau satu daerah kabupaten/kota. Sayang kebijakan sekolah, atau satu daerah kabupaten/kota. Sayang kebijakan kurikulum diversitas ini masih diganggu adanya Ujian Negara, yang kurikulum diversitas ini masih diganggu adanya Ujian Negara, yang memaksa guru pendidikan non-formal. Inilah fenomena pendidikan kita sekarang, pendidikan non-formal. Inilah fenomena pendidikan kita sekarang, akibat kebijakan yang tidak jelas dan tidak konsisten, dan akibat kebijakan yang tidak jelas dan tidak konsisten, dan tanggungjawab, jangan

(61)

8. Apakah Penilaian Berbasis Kelas itu?

8. Apakah Penilaian Berbasis Kelas itu?

Sebenarnya kurikulum 1994 juga menetapkan

Sebenarnya kurikulum 1994 juga menetapkan

penilaian individu berdasarkan kelas, bahkan ada

penilaian individu berdasarkan kelas, bahkan ada

yang berdasarkan sekolah. Oleh sebab itu sering ada

yang berdasarkan sekolah. Oleh sebab itu sering ada

istilah rangking I kelas, atau juara kelas, atau juara

istilah rangking I kelas, atau juara kelas, atau juara

sekolah, dsb.

sekolah, dsb.

Pada kurikulum 2004, ada petunjuk penilaian

Pada kurikulum 2004, ada petunjuk penilaian

berbasis kelas, hal ini terjadi karena:

berbasis kelas, hal ini terjadi karena:

1.

1.

Pelaksanaan KBK, memaksa guru melakukan

Pelaksanaan KBK, memaksa guru melakukan

perubahan kegiatan KBK di kelas dalam bentuk

perubahan kegiatan KBK di kelas dalam bentuk

pembelajaran baik dalam:

pembelajaran baik dalam:

a). Cara mengajar guru;

a). Cara mengajar guru;

b). Cara proses penilaian; dan

b). Cara proses penilaian; dan

(62)

2.Penekanannya: a). Siswa harus menunjukkan penguasaan

2.Penekanannya: a). Siswa harus menunjukkan penguasaan

kompetensi yang dicapai; b). Jenis penilaian ada test, ada

kompetensi yang dicapai; b). Jenis penilaian ada test, ada

lisan, ada tugas, dll; c). Penilaiannya harus disesuaikan

lisan, ada tugas, dll; c). Penilaiannya harus disesuaikan

dengan kekhasan kompetensi, bukan seluruh kompetensi;

dengan kekhasan kompetensi, bukan seluruh kompetensi;

d) bentuk tes pilihan ganda untuk penilaian KBM yang KBK

d) bentuk tes pilihan ganda untuk penilaian KBM yang KBK

tidak dapat digunakan, sebab kompetensinya beragam

tidak dapat digunakan, sebab kompetensinya beragam

(baik individu maupun kelas).

(baik individu maupun kelas).

3. Tujuan penilaian untuk mengetahui berbagai hal antara lain

3. Tujuan penilaian untuk mengetahui berbagai hal antara lain

untuk mengetahui:

untuk mengetahui:

a. Grading (membedakan kedudukan hasil kerja) siswa

a. Grading (membedakan kedudukan hasil kerja) siswa

dengan siswa lain dalam satu kelas.

dengan siswa lain dalam satu kelas.

b. Menggunakan alat seleksi, artinya untuk memisahkan

b. Menggunakan alat seleksi, artinya untuk memisahkan

dan menentukan kategori seseorang siswa yang

dan menentukan kategori seseorang siswa yang

dipertimbangkan akan masuk sekolah tertentu atau

dipertimbangkan akan masuk sekolah tertentu atau

diarahkan ke lain sekolah.

(63)

c. Menguasai kompetensi, artinya apakah siswa telah

c. Menguasai kompetensi, artinya apakah siswa telah

menguasai kompetensi atau belum.

menguasai kompetensi atau belum.

d. Bimbingan (lakukan evaluasi hasil belajar) siswa dalam

d. Bimbingan (lakukan evaluasi hasil belajar) siswa dalam

rangka membantu siswa memahami dirinya untuk

rangka membantu siswa memahami dirinya untuk

menentukan pilihannya.

menentukan pilihannya.

e. Alat prediksi, artinya mendapat informasi tentang kondisi

e. Alat prediksi, artinya mendapat informasi tentang kondisi

siswa yang akan digunakan untuk memprediksi kinerja

siswa yang akan digunakan untuk memprediksi kinerja

siswa itu pada pendidikan berikutnya.

siswa itu pada pendidikan berikutnya.

f. Alat diagnosis, artinya untuk melihat seberapa jauh

f. Alat diagnosis, artinya untuk melihat seberapa jauh

kesulitan siswa dalam belajar, seberapa jauh siswa

kesulitan siswa dalam belajar, seberapa jauh siswa

memiliki prestasi untuk menentukan perlu tidaknya mediasi

memiliki prestasi untuk menentukan perlu tidaknya mediasi

untuk pengayaan.

(64)

4. Suatu catatan bagi guru, bahwa kaitannya

4. Suatu catatan bagi guru, bahwa kaitannya

penilaian berbasis kelas yang terdiri dari

penilaian berbasis kelas yang terdiri dari

penilaian, diagnosis, bimbingan, dan

penilaian, diagnosis, bimbingan, dan

pencapaian penguasaan kompetensi, harus

pencapaian penguasaan kompetensi, harus

menjadi perhatian utama sang guru pada setiap

menjadi perhatian utama sang guru pada setiap

ia memberikan pengajaran dalam proses KBM.

ia memberikan pengajaran dalam proses KBM.

Sang guru dituntut untuk mampu melaksanakan

Sang guru dituntut untuk mampu melaksanakan

penilaian sejak awal sampai akhir proses, yang

penilaian sejak awal sampai akhir proses, yang

(65)

Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai bahan

Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai bahan

dan beragam kompetensi, penilaiannya mencakup:

dan beragam kompetensi, penilaiannya mencakup:

Unjuk kerja (performance)

Penugasan (proyek)

Hasil kerja (produk)

Kumpulan kerja siswa (portofolio)

(66)

5. Agar persiapan penilaian objektif, maka sang

5. Agar persiapan penilaian objektif, maka sang

guru wajib:

guru wajib:

a. Menyusun rencana melalui langkah-langkah

a. Menyusun rencana melalui langkah-langkah

di atas.

di atas.

b. Melakukan pengumpulan bukti hasil siswa.

b. Melakukan pengumpulan bukti hasil siswa.

c. Pelaporan yang berhasil dihimpun oleh guru.

c. Pelaporan yang berhasil dihimpun oleh guru.

d. Sumbernya dapat melalui informasi.

d. Sumbernya dapat melalui informasi.

Peran penilaian: memberi masukan/informasi

Peran penilaian: memberi masukan/informasi

(67)

6. Diversitas Kurikulum

6. Diversitas Kurikulum

a.

a.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan

mengenai tujuan isi, dan bahan pelajaran serta cara yang

mengenai tujuan isi, dan bahan pelajaran serta cara yang

digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan

digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan

pembelajaran (KBM) untuk mencapai tujuan pendidikan.

pembelajaran (KBM) untuk mencapai tujuan pendidikan.

b.

b.

Kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan

Kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan

pengaturan yang dibakukan untuk mencapai tujuan

pengaturan yang dibakukan untuk mencapai tujuan

pendidikan nasional dan cara-cara mencapainya.

pendidikan nasional dan cara-cara mencapainya.

c.

c.

Diversitas (keragaman) diperlukan mengingat adanya

Diversitas (keragaman) diperlukan mengingat adanya

keragaman kemampuan siswa, kondisi daerah dan

keragaman kemampuan siswa, kondisi daerah dan

kondisi sekolah, sehingga cara penyampaiannya

kondisi sekolah, sehingga cara penyampaiannya

disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan daerah

disesuaikan dengan kemampuan dan keadaan daerah

serta sekolah.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...