ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA. anak M

25 

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Tn.S DENGAN SALAH SATU ANGGOTA KELUARGA An. M DENGAN MASALAH NUTRISI PENDERITA PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

1. PENGKAJIAN

Dilakukan tanggal 26 Maret 2015 A. Data Umum

1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn.S 2. Alamat dan telepon : Madiun 3. Pekerjaan kepala keluarga : Buruh 4. Pendidikan kepala keluarga : SLTA

(2)

6. Genogram

Keterangan :

: perempuan : tinggal serumah

: laki-laki : hubungan pernikahan

: perempuan meninggal : klien

(3)

7. Tipe keluarga : keluarga Tn. S merupakan tipe keluarga (Nuclear family) yang terdiri Ayah, ibu, dan anak. Dimana ayah sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai ibu rumah tangga.

8. Suku bangsa : Keluarga Tn.S bersuku Jawa, dalam keluarga terdapat kebiasaan yang merusak kesehatan yaitu ayah suka merokok.

9. Agama : KeluargaTn.S penganut agama Islam

B. Tahap Perkembangan Keluarga 1) Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga Tn. S saat ini adalah tahap 6, dimana keluarga dengan anak dewasa.

2) Tahap perkembangan keluarga

Tugas keluarga dilaksanakan sesuai tugas, ayah sebagai pencari nafkah ibu sebagai ibu rumah tangga, anak belum bekerja.

C. Data Lingkungan 1) Karakteristik Rumah

Rumah Tn. S merupakan rumah permanen dengan ukuran panjang 16 meter dan lebar 8 meter. Rumah tersebut memiliki 2 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang tamu, dapur, serta 1 kamar mandi dan 1 WC.

(4)

rumah dan lingkungan sekitar baik. Keluarga mengatakan pengelolaan sampah dengan cara di ambil tukang sampah.

Sumber air yang digunakan keluarga berasal dari air PDAM, kualitas air yang digunakan keluarga Tn. S bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jenis jamban yang digunakan adalah leher angsa, jarak septiktank dengan sumber air > 2 meter. Untuk sarana penerangan dalam rumah sehari-hari keluarga Tn. S menggunakan listrik.

Gambar denah rumah H

U A

B T B C

S D

E

F G

(5)

A :ruang tamu E : dapur

B : ruang keluarga F : kamar mandi

C : kamar tidur 1 G : wc

D : kamar tidur 2 H : teras

2) Karakteristik tetangga dan komunitas

Rumah di sekitar rumah Ny. K berdekatan, halaman tidak ada. Antar anggota saling toleransi dan mengenal satu sama lain. Kebanyakan di sekitar Tn. S bekerja sebagai petani dan pegawai swasta.

3) Mobilitas geografis keluarga

Keluarga Tn. S jarang berpergian jauh. Kegiatan rutin sehari hari adalah Tn. S bekerja sebagai buruh, istri Tn. S tidak bekerja, anak Tn. S yang pertama sekolah TK, anak yang ke 2 hanya bermain di rumah. Keluarga Tn. S tinggal didaerah tersebut sejak 10 tahun yag lalu, rumah milik sendiri.

4) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Tn. S jarang ikut kegiatan masyarakat,karena apabila tidak ada panggilan buat buruh, beliau bekerja serabutan.

5) Sistem pendukung keluarga

Tn. S, istri dan anak-anak nya selalu mensuport An. M agar tetap kuat menghadapi penyakitnya. Apabila salah satu ada anggota keluarga yang sakit keluarga membawa ke puskemas , yang berjarak ± 5 km dari rumah Tn. S . Kelurga Tn. S menggunakan kartu jamkesmasta untuk berobat.

(6)

1) Pola komunikasi keluarga

Komunikasi keluarga Tn. S menggunakan bahasa jawa dan secara verbal. Komunikasi berlangsung setiap hari karena mereka selalu ada di rumah.

2) Struktur peran

Keluarga tidak mempunyai peran formal dalam masyarakat, hanya sebagai masyarakat biasa. Tn. S bekerja sebagai buurh. Sedangkan istrinya Ny. D sekarang tidak bekerja sehingga berperan sebagai ibu rumah tangga, dan mengurus Anak yang selalu bergantung padanya. Struktur kekuatan keluarga.

Tn. S mengatakan dalam memecahkan masalah yang dihadapi pengambilan keputusan dilakukan oleh Tn. S sebagai kepala keluarga, setelah didiskusikan bersama. 3) Struktur nilai atau norma keluarga

Tn. S mengatakan bahwa dalam keluarganya terbiasa menanamkan sikap saling menghormati, saling menghargai, dan saling menyayangi antar anggota keluarga maupun dengan orang lain. Tn.S juga menerapkan sikap sopan terhadap setiap tamu yang datang berkunjung ke rumah. Keluarga Tn. S juga menerapkan norma atau adat yang ada di lingkungan sekitar misalnya takziah, menjenguk tetangga yang sakit, kerja bakti dan membantu tentangga yang memiliki hajat.

E. Fungsi Keluarga 1) Fungsi afektif

Keluarga mengatakan berusaha memelihara hubungan baik antar anggota keluarga, saling menyayangi, menghormati dan bila ada anggota keluarga yang membutuhkan maka anggota keluarga yang lain akan berusaha membantunya.

(7)

Tn. S mengatakan interaksi antar anggota keluarga dapat berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena setiap anggota keluarga berusaha untuk memenuhi aturan yang ada misalnya, saling menghormati dan menghargai. Keluarga berusaha untuk mengikuti aturan atau norma yang ada di masyarakat sehingga dapat menyesuaikan dengan masyarakat di sekitarnya.

3) Fungsi reproduksi

Tn.S mengatakan bahwa saat ini istrinya menggunakan KB suntik mulai kelahiran anak keduanya. Tn. S dikaruniai 2 orang anak, dan semuanya belum menikah. selama ini Tn. S dan Ny. D tidak pernah ada keluhan pada alat seksualnya. 4) Fungsi ekonomi

Keluarga Tn. S berpendapatan cukup. Tn. S bekerja sebagai buruh setiap bulannya pendapatannya <1.000.000 Pendapatan keluarganya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

5) Fungsi perawatan kesehatan

Kemampuan keluarga dalam melaksanakan tugas perawatan kesehatan, meliputi: a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

(8)

Keluarga tahu banyak tentang PJB keluarga hanya tahu bahwa jantung An. M bocor. Ibu juga mengerti apa yang tidak boleh dikonsumsi maupun dilakukan oleh An.M dengan keadaan yang dialami.

b. Kemampuan keluarga mengambil tindakan yang tepat

Keluarga mengatakan penyakit yang dialami An. M adalah suatu hal yang harus diobati karena bila berlanjut bisa mengganggu aktivitas keseharian, dan keluarga memutuskan untuk membawa An. A ke rumah sakit dokter menyarankan membawa An. M ke surabaya untuk melakukan Kontrol rutin dan keluarga menuruti saran dokter karena untuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya 3 bln sekali untuk kontrol. c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

(1) Pola pemberian nutrisi

Kebiasaan makan keluarga Tn.s tiga kali sehari, dengan menu nasi, sayur, lauk (tahu, tempe).

(2) Pola aktivitas/ latihan

An. M jarang melakukan aktivitas, karena jika digunakan untuk aktivitas yang berlebih terasa sesak dan nyeri dada, untuk beermain pun An. M harus diawasioleh ibunya.

(3) Pola tidur dan istirahat

An. M Sering tidur, pagi pkl 09.00 – 10.30, siang 13.00 -13.30, sedangkan malam hari tidur mulai jam 20.00 – 05.00. Namun apabila cuaca dingin sering trbangun karena mengalami sesak dan nyeri dada.

(9)

Ny. D memgatakan bahwa An. M rutin minum obat dari rumh sakit.

(5) Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit

Keluarga mengatakan bahwa An. M akan kambuh jika Bermain terlalu berlebihan dan saat udara dingin, dan An. A jarang jajan diluar karena keluarga mengetahui kalau An . A tidak bolek makan jajanan yang mengandung micin, dan juga dari aktivitas An. M harus dipantau karena kelelahan sedikit saja penyakitnya kambuh terkadang kemana-mana digendong. Untuk minum obat An. M tidak pernah lupa, karena orang tua selalu memberi obat secara teratur, yaitu 1X sehari.

d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang menunjang kesehatan dan mencegah terjadinya sakit

Dalam keluarga Tn. S adalah seorang perokok. Pencahayaan dan ventilasi dalam rumah Tn. S tidak cukup baik. Keluarga Tn. S mengetahui betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Untuk pencegahan penyakit, rumah rutin disapu dua kali dalam sehari pagi dan sore. Selalu membuka pintu dan jendela agar udara dalam rumah tetap masuk. Menguras bak kamar mandi dua kali dalam seminggu.

e. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan

(10)

F. Riwayat Kesehatan Keluarga 1) Riwayat kesehatan keluarga

Dalam keluarga Tn. S, ibu dari Ny. D terkena penyakit jantung. An. A menderita sakit PJB sejak lahir. Kelahiran An. M dan kakaknya terlahir secara prematur. Penyakit itu diketahui keluarga saat An.M baru lahir dan sejak itu An. M sering opname. Dan sekarang An. M harus minum obat dan kontrol saat obat habis. Dan sampai sekarang keluarga selalu mengontrolkan An. M sesudah obat habis.

2) Riwayat penyakit keluarga sebelumnya

Di dalam keluarga hanya Ibu dari Ny, D yang terkena sakit jantung.Keluarga An. M juga tidak memiliki riwayat alergi obat maupun makanan.

3) Pemeriksaan fisik 4) Keadaan umum

An. M

Penampilan : rapi

Tinggi badan : 87 cm

BB : 8 kg

4) Sistem Respirasi

An. M Inspeksi

(11)

Palpasi

Tidak ada benjolan abnormal, focal fremitus teraba simetris kanan dan kiri

Perkusi : sonor

Auskultasi

Lobus kanan atas : Normal Lobus Kiri atas : Normal Lobus kanan bawah : Normal Lobus kanan bawah : Normal

5) Sistem cardiovaskuler

An. M

Tidak ada distensi vena jugularis

Bunyi jantung :Frekuensi 80x per menit,irama teratur,kualitas kuat,tidak ada suara nafas tambah.

Palpasi Jantung:Ictus cordis teraba di ICS ke V

Nadi : Frekuensi 78x per menit,irama reguler,kualitase kuat

6) System Neurosensori :

(12)

Kepala : Tidak ada keluhan

Kesadaran : composmentris,GCS (4,5,6)

Reflek abnormal :tidak ada kelainan reflek

Pendengaran : normal

Penglihatan : Normal

Mata : jernih, sclera : putih, konjungtiva : tak anemis

Penghidung : normal

Tanda nyeri : tidak ada tanda nyeri

Kejang : tidak kejang

7) System Pencernaan :

An. M

mukosa mulut : lembab, Gigi atas : belum lengkap tidak ada karies, Gigi bawah : belum lengkap tidak ada karies , Lidah : bersih, Gusi : sehat,tidak terjadi perdarahan.

Abdomen : tidak ada distensi abdomen, tidak kembung,tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa,lingkar abdomen: 40cm, bising usus: 10 x/menit.

8) System musculoskeletal:

(13)

Rentang gerak : baik,tidak terjadi paraestesi, genggaman tangan sama kuat kanan dan kiri, otot kaki sama kuat.

Tonus otot : baik, postur tubuh : tegap, tidak ada kelainan tulang,

Keseimbangan : baik, gaya berjalan : Baik

9) System metabolisme – Integumen :

An. M

Suhu tubuh : 36,8‘C

Pembesaran kelenjar tiroid : tidak ada

Kulit : turgor baik,warna ; sawo matang, kesemutan : Tidak, rasa ada keringat berlebih : tidak, kelembaban : baik, pengisian kapiler :cepat, edema : tidak ada, varises : tidak ada,gatal : Tidak ada, memar: tidak ada, penyebaran rambut ; baik.

Warna bibir : merah muda, kelembaban : lembab,kuku warna : merah muda, bentuk ; normal.

An. M

Perabaan kandung kemih : tidak ada distensi kandung kemih, frekuensi 3-4x/hari. Warna kuning jernih, bau khas urin, tidak ada keluhan.

(14)

b. Sistem respirasi

1) Batuk : Tidak.

2) Pernafasan :Frekuensi 18 kali/menit, dangkal, tidak ditemukan pernafasan cuping hidung, pergerakan nafas kanan/kiri simetris, cyanosis tidak ada.

3) Auskultasi

 Lobus kanan atas : Normal  Lobus kiri atas : Normal  Lobus kanan bawah : Normal  Lobus kiri bawah : Normal c. Sistem kardiovasculer

1) Bunyi jantung : bj 1 dan bj 2 tunggal

2) Palpasi jantung : Ictus cordis teraba di ics ke- V midclavicula sinistra 3) Nadi : 80x/ menit, irama teratur.

d. Sistem neurosensori

1) Kepala : Tidak ada keluhan

2) Kesadaran ; Composmentis, GCS 4-5-6 3) Reflek abnormal : (-)

4) Pendengaran : Normal, 5) Pengelihatan : Normal

6) Mata : Conjungtiva tak anemis , sclera tak ikterus 7) Penghidu : Normal

8) Tanda nyeri : Ekspresi grimace . e. Kejang : (-),

f. Sistem pencernaan

1) Mukosa mulut lembab , gigi atas belum tumbuh lengkap tidak ada caries, gigi bawah belum lengkap tak ada caries , lidah tak sianosis, gusi.merah ,

(15)

g. Sistem muskuloskeletal

1) Rentang gerak normal, parastesia (-), genggaman tangan (sama kuat, paralysis kanan/kiri), otot kaki (sama kuat, paralysis kanan/kiri)

2) Massa/tonus otot sama kuat, postur tubuh kurus, tremor (-), kekuatan sama kuat, deformitas (-)

3) Keseimbangan dan gaya berjalan : Baik h. Sistem metabolisme-integumen

1) Suhu tubuh 36,8°C, pembesaran kelenjar tyroid tidak ada

2) Kulit : turgor elastis, suhu 36,8 c., warna sawo matang , kesemutan (-), rasa kebal (-), keringat berlebih (-), kelembaban (+),edema(-), varises(-), gatal(-), memar (-), lesi (-), penyebaran rambut merata,

3) Warna bibir tidak sianosis, mukosa bibir: lembab , warna kuku Merah muda, bentuk clubing finger,

i. Sistem genitourinary

1) Perabaan kandung kemih tidak ada distensi, inspeksi genetalia eksternal bersih.

Klasifikasi Nilai IMT anak usia 0-60 bulan

Nilai z-skor Klasifikasi

z-skor ≥ 2 Gemuk

-2 ≤ z- skor < +2 Normal -3 ≤ z-skor < -2 Kurus

z-skor < -3 Sangat Kurus

PENGHITUNGAN BB IDEAL ANAK USIA 1-5 TAHUN.

2n+8

(16)

2,4+8 : 12,4kg

BB Z SCORE :

BB Z SCORE = NILAI REAL – NILAI MEDIAN

SD LOWER

= 8-13

1,4

= -3,57( BB SANGAT RENDAH )

BB % MED = NILAI REAL X 100%

NILAI MEDIAN

= 8 X 100%

13

= 61,54

KAL = 1000 + ( 100 X USIA DALAM TAHUN )

1000 + (100 X 2,2)

1220 KALORI/HARI

(17)

( 10 % X 1220KAL ) : 4

30, 5 gr.

LEMAK = 20 % DARI TOTAL KAL

( 20 % X 1220 KAL ) : 9

27 gr.

KARBOHIDRAT = SISA DARI TOTAL KALORI –PROSENTASE PROTEIN

DAN LEMAK.

70 %

1220 – 30,5 – 27 = 1162,5

70 % X 1162,5 = 81375

G. Stress dan Koping Keluarga

1) Stress jangka panjang (> 6 bulan) dan jangka pendek (< 6 bulan) yang terjadi pada keluarga

a. Stress jangka pendek

(18)

minum obat. Tn S mau dan dia harus bekerja lebih keras untuk mendapat uang untuk kontrol ke SBY.

b. Stress jangka panjang

Keluarga Tn. S tidak pernah mengalami stress jangka panjang.

2) Strategi koping yang digunakan baik fungsional maupun disfungsional

Keluarga memberikan dorongan dan semangat pada anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan. Keluarga juga ikut membantu memecahkan masalah yang ada di keluarga dengan cara bermusyawarah. Selain itu, keluarga berusaha untuk membawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat, serta diiringi dengan do’a memohon kesembuhan bagi anggota keluarga yang sakit.

Analisa data keperawatan keluarga pada keluarga Tn. S

NO DATA DIAGNOSAKEP.

1 Data subyektif :

- Keluarga mengatakan anak M sampai saat ini masih sangat bergantung terhadap orang tua terutama ibunya, Saat udara dingin anak M mengalami kambuh dengan gejala sesak. Saat kambuh BB anak M, menurun.

Data obyektif :

- An.M tidak kuat beraktivitas berat seperti jalan yang lama dan menguras tenaga.

(19)

2

- Extremitas dapat bergerak bebas, tidak ada deformitas.

Data subyektif :

-Ny D mengatakan jika anaknya sakit / kambuh segera di bawa ke RSUD Sogaten dan dilanjutkan rujuk ke RSUP Soetomo.

Data obyektif :

-Keluarga mau dan rutin untuk mengantar An. M berangkat kontrol ke Sby

- An.M rutin kontrol ke Sby dan selalu rutin minum obat dari SBY.

Potensial perilaku mencari kesehatan

b/d adanya

(20)

. Gangguan tumbuh kembang pada keluarga Tn.S terutama An.M b/d Penyakit Bawaan yang di deritanya menimbulkan kegagalan pencapaian tumbuh kembang di usia tersebut. latar belakang pendidikan orang tua anak M cukup memadai dan dari social ekonomi dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk untuk dicegah tetapi bisa diatasi dengan saran dari dokter dan tetap melaksanakan terapi. 4. Menonjoln

Keluarga sangat ingin masalah yang di alami anak M segera teratasi karena keluarga takut dapat menganggu kesehatan anak M

(21)

DIAGNOSA 2

KRITERIA PERHIT. PEMBENARAN

1.Sifat Masalah - Sejahtera

1/1 x 1 = 1 Ny. D mengatakan selalu mengantar An. M untuk kontrol dengan rutin.

2.Kemungkinan untuk di ubah

-sebagian

2/2 x 2 = 2 Ny. D mengatakan selalu mendampingi anaknya

3.Potensial di cegah

- cukup

2/3 x 1 = 1/3 Ny. D mengatakan klien setiap sakit langsung diberi obat.

5. Menonjoln ya masalah

- Tidak

perlu segera ditangani

1 x 1 = 1 Keluarga selalu menganjurkan ibu klienuntuk pemeliharaan kesehatan klien

(22)

Tujuan umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 minggu kunjungan rumah, keluarga dan klien mampu mengenali penyebab gangguan tumbuh kembang pada An,M dan BB sesuai umur bayi.

Tujuan khusus :

1) Setelah dilakukan kunjungan rumah selama 4 hari, Keluarga mampu mengenal masalah yang muncul apabila terjadi kekambuhan

2) Setelah dilakukan kunjungan rumah Keluarga selama 6 hari, keluarga mampu merawat dan mengambil keputusan yang tepat bagi anggota keluarga.

3) Setelah dilakukan kunjungan rumah selama 6 hari, Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi anggota keluarga.

4) Setelah dilakukan kunjungan rumah selama 3 hari, Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk berobat.

Kriteria hasil :

1) Mengidentifikasi kebutuhan terhadap informasi tambahan mengenai gangguan tumbuh kembang pada anak.

2) Memperlihatkan kemampuan (ketrampilan atau perilaku). 3) Kelelahan pada klien berkurang.

Intervensi keperawatan : 1) Monitor BB anak

(23)

2) Mengembangkan dan memberikan bimbingan dan pengalaman belajar untuk kesehatan individu dan keluarga.

R/ Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan pada individu dan keluarga.

3) Sarankan untuk memanfaatkan fasilitas pengobatan pasien dan penggunaan layanan kesehatan yang sesuai.

R/ Meningkatkan kesehatan pada anggota keluarga.

4) Meningkatkan kemampuan untuk memproses dalam memahami informasi.

R/ Membantu dalam pemahaman informasi yang benar.

5) Memperbaiki kemampuan dalam menerima informasi kesehatan.

R/ Membenarkan pengetahuan keluarga yang masih salah.

6) Bantu pasien dan keluarga untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menangani masalah kesehatan..

R/ Membantu mencapai kesehatan yang optimal. 7) Gunakan berbagai strategi penyuluhan.

R/ Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan.

8) Ukur kemampuan dan pengetahuan dalam bentuk psikomotor.

R/ Mengetahui tingkat kemampuan klien dalam perawatan pada penyakit hipertensi. 9) Hubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya

tentang kesehatan.

(24)

10) Berikan waktu pada pasien dan keluarga untuk mengajukan pertanyaan.

R/ Membantu keluarga untuk mengungkapkan pengetahuan yang belum dimengerti. 11) Kolaborasi dengan dalam mendeteksi diri tumbuh kembang anak.

R/ Untuk Zmengetahui sejak dini perkembangan anak. 12) Menghitung kebutuhan kalori pada An. M

(25)

No. TGL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI pengertian, tanda dan gejala, dan dampak buruk atau komplikasi serta perawatan untuk penyakit jantung bawaan.

a. Pengertian : penyakit jantung kongenital adalah suatu bentuk penyakit

kardiovaskuler yang ada sejak lahir dan terjadi karena kelainan perkembangan. b. Penyakit jantung kongenital

(CHD) adalah defek oleh struktural atau fungsional pada jantung atau pembuluh darah besar yang terjadi pada saat lahir.

c. Tanda dan Gejala :

perkembangan lambat, cepat lelah saat bermain, nafas terengah-engah, berkeringat banyak daripada anak yang lain, tampak kebiruan pada mulut, lidah, dan ujung-ujung jari. Serangan biru ditandai dengan nafas terengah-engah anak tampak lebih biru daripada biasanya, bila berat mengakibatkan anak kejang, pertumbuhan dan

perkembangan terlambat d. Dampak buruk atau

komplikasi : gagal jantung kongestif (CHF), renjatan kardiogenik atau henti

jantung, aritmia, endokarditis bakterialistis, hipertensi, hipertensi pulmonal, trombo emboli dan abses otak, obstruksi pembuluh darah

- Keluarga mulai tidak banyak bertanya lagi - Wajah mulai rilex,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...