PENGARUH DISIPLIN TERHADAP PRESTASI SISWA
Siswa adalah sumber daya yang berharga dalam sekolah, sebab melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia ini, sekolah dapat mencapai tujuannya. Seiring dengan itu pula siswa sebagai anggota sekolah mengupayakan agar pendidikan tetap berlangsung kehidupannya serta mengembangkannya untuk mencapai kemajuan yang diinginkan, karena sebagai salah satu bentuk kehidupan. Sekolah ini pun terikat dalam proses keberadaan pertumbuhan dan perkembangan.
Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dimana secara mendasar pendidikan mempunyai peranan meningkatkan kemampuan dasar manusia untuk mendapatkan memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. SDM berkualitas sangat penting,dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Oleh karenanya, perluasan dan pemerataan kesempatan belajar merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan, baik sarana maupun prasarana pendidikan tingkat dasar, menengah dan atas. Pada awalnya dimulai dengan program wajib belajar 6 tahun, kemudian diperluas 9 tahun, sehingga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pendidikan. Dengan demikian, setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sampai ke tingkat SLTA.
Pada dasarnya keberadaan “disiplin” dan “sukses” itu berbanding lurus.Semakin pribadi seseorang terlatih untuk menjadi disiplin, semakin dekat dirinya menuju kesuksesan. Jika berkaca pada keadaan Indonesia sekarang,budaya disiplin masih belum begitu melekat pada sebagian masyarakat, meskipun pada sebagian yang lain mereka terhentak untuk menyikapi kemalasan diri dengan budaya disiplin. Jepang, Amerika dan Inggris adalah beberapa dari negara-negara maju yang menerapkan kedisiplinan dalam setiap nafas kehidupan.
Sebenarnya menjadikan kedisiplinan sebagai suatu karakter yang melekat pada bangsa adalah mudah. Ini bisa dimulai dengan memberi pendidikan kedisiplinan pada pelajar. Sebagai penerus bangsa, mereka memiliki kewajiban mengembangkan budaya disiplin untuk mencapai tujuan bangsa. Jaman sekarang, melatih kedisiplinan dengan menerapkan hukuman kekerasan tidak begitu efektif. Keberadaan undang-undang yang melarang kekerasan terhadap anak, tak peduli untuk tujuan kebaikan membuat para guru takut mengambil resiko terjerat hukum di kemudian hari.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar budaya disiplin bisa mudah diterapkan dikalangan para siswa. Usaha ini memang membutuhkan kerjasama para guru agar bersedia terbuka pada perubahan yang telah diusulkan dalam rangka membentuk kedisiplinan.
Hubungan baik antara guru dan murid
Jika guru berhasil menjalin hubungan baik dengan anak didik, mereka akan berhasil untuk membentuk budaya disiplin pada siswa. Siswa yang merasa nyaman terhadap seorang guru akan cenderung lebih terbuka dan mudah untuk dibentuk ke arah yang lebih baik
Penggunaan kalimat positif
Hal ini sangat perlu apabila seorang guru ingin berhasil dalam mendisiplinkan para siswanya. Dengan komunikasi yang bagus, seorang guru bisa dengan mudah memberikan pandangan pada siswa tentang sesuatu yang harus dilakukan. Ini jauh lebih baik daripada terjebak pada kalimat-kalimat yang melarang siswa (Larangan terhadap sesuatu memang terkadang mutlak dilakukan namun harus bisa digunakan sesuai dengan keadaan yang tepat)
Menjadi inspiratif
Guru yang menjadi sumber inspirasi siswa akan mudah menerapkanbudaya disiplin pada siswa sebab mereka dengan sukarela mengikuti apa yang telah mereka teladani dari guru inspiratif tersebut
Seorang guru yang berhasil menerapkan budaya disiplin pada siswa akan memberitahukan apa alasan dari setiap kedisplinan yang mereka terapkan. Dengan cara tersebut, siswa bisa dengan sukarela mematuhi peraturan dan menerapkan kedisiplinan.
A. Pengertian Disiplin
Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata initimbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang katadisiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama,disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuanmengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.Dalam kehidupan sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalahorang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang kurang disiplin.Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yangselalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturandan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu(organisasional-formal).
B. Manfaat disiplin belajar - Berprestasi
- Mendapatkan perhatian baik dari guru maupun dari orang tua - Kepuasan yang dicapai siswa
- Hidup jadi tertata c. Akibat tidak disiplin Dimarahi
Tidak disenangi Dikucilkan Nilai menurun
Dikeluarkan
d. Cara meningkatkan disiplin Membiasakan hidup teratur Membagi waktu
Adanya motivasi yang tinggi Datang lebih awal
Disiplin di Sekolah
Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja padaakhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawarirkan, seperti: kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, gang motor dan berbagai tindakan yang menjuruske arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi jugamerugikan masyarakat umum. Di lingkungan internal sekolah pun pelanggaranterhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan yangmerentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi,seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.Tentu saja, semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangganya, dan di sinilah arti penting disiplin sekolah.
Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lainfaktor lingkungan, keluarga dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolahmerupakan salah satu faktor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilakusiswa. Di sekolah seorang siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik danmengajarnya. Sikap, teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dandidengar serta dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalamhati sanubarinya dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orangtuanya di rumah. Sikap dan perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnyamerupakan bagian dari upaya pendisiplinan siswa di sekolah.Brown dan Brown mengelompokkan beberapa penyebab perilaku siswa yangtidak disiplin, sebagai berikut
Apa penyebab seorang murid tidak disiplin disekolah?
disiplin adalah pangkal pandai, tetapi ironisnya banyak murid( anak) ga disiplin
faktor pembentuk sifat anak pada dasarnya ada 2: keluarga dan lingkungan hidupnya. kalo anak dididik dengan baik oleh orangtuanya dan memiliki saudara yg disiplin sbg teladan maka akan membentuk sifat anak menjadi disiplin juga. lingkungan pergaulannya juga berpengaruh, karena itu penting agar orang tua utk mengawasi pergaulannya agar jangan sampa mengarah ke jalan salah. Sebenarnya terdapat beberapa pihak yang perlu bertanggungjawab tentang masalah disiplin ini termasuk para pelajar sendiri, para guru, orangtua, masyarakat serta pemerintah.
Ketika masalah disiplin siswa mengemuka dengan mudahnya semua orang akan menunding jari ke arah guru. Sepatutnya setiap masalah diteliti supaya masalah itu dapat diketahui jelas.
Selepas itu satu kajian yang lebih menyeluruh harus dibuat bagai mencari ke akar faktor yang menjadi berbagai masalah disiplin pelajar masa kini.
Para pelajar sekarang sudah ter"cekoki" disekeliling mereka. Bahan bacaan, TV, sinetron, internet, teman, keluarga dan lingkungan adalah yang banyak memainkan peranan dalam pembentukan peribadi seseorang itu.
Ini termasuk keadaan dunia yang tanpa sempadan kini menyaksikan pelbagai pengaruh dari luar menjajah pikiran para pelajar sekarang.
Walaupun begitu institusi keluarga dan sahabat merupakan sumber yang paling rapat dapat mempengaruhi pelajar.
Institusi keluargalah bermulanya peranan orangtua mencerminkan kehidupan anak-anak yang dilahirkan bagai kain putih.
Guru yang pertama seorang insan adalah orangtua dan keluarganya sendiri. Seorang bayi akan belajar dengan melihat dan mencoba apa yang dilakukan dan disebut oleh orang di sekelilingnya. Oleh kerana keperluan kehidupan orangtua terpaksa bekerja, maka anak-anak hinggal ke
peringkat remaja biasanya diasuh oleh pembantu rumah tangga
Oleh itu amat penting bagi orangtua melengkapi diri dengan ilmu sbg orangtua supaya dapat membesarkan dan mendidik anak dengan lebih sempurna.
Ini perlu melihat dari orangtua yang bekerja mempunyai waktu yang terbatas terhadap anak-anak. Masa yang singkat ini perlulah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin supaya kasih sayang dan kemesraan kekeluargaan itu dapat dieratkan.
Sifat berdisiplin, akhlak yang mulia, budi yang pekerti serta patuh kepada ajaran agama semuanya perlu di semai dari keluarga. Seterusnya dipupuk di sekolah dan di semarakkan oleh masyarakat. Orangtua sendiri perlulah menjadi teladan yang terbaik bagi anak-anak.
Sekolah dan masyarakat juga perlu sama-sama mewujudkan suasana yang positif kepada perkembangan jati diri para pelajar yang meningkat remaja dan dewasa.
REFERENSI
http://www.inoputro.com/2011/05/menerapkan-budaya-disiplin-pada-generasi-muda-di-lembaga-formal/
http://duniabaca.com/pengaruh-motivasi-belajar-dan-disiplin-siswa-terhadap-prestasi.html http://www.scribd.com/doc/30905249/Karya-Ilmiah-Kedisiplinan-Siswa