4. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, sebagaimana telah diubah empat kali terakhir dengan Peraturan Presiden NOElOr4 Tahun 2015;
5. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kernenterian Agarna, sebagaimana telah diubah tiga kali terakhir dcngan Pcraturan Menteri Agarna Nornor 21 Tahun 2014;
6. Peraturan Menteri Agarna Nornor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kernenterian Agarna;
7. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 190jPMK.05j2012 tentang Tata Cara Pernbayaran Dalarn Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 8. Keputusan Menteri Agarna Nornor 20 Tahun 2014 tentang
Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran di Lingkungan Kernen tcrian Agama;
9. Peraturan Mcnteri kcuangan Nornor 168/PMK.05j20 15 Tahun 2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Barituan Pernerintah pada Kernenterian NegarajLernbaga; 10. Peraturan Meriteri Agarna Nornor 67 Tahun 2015 tentang
Kernen terian Agama;
tentangzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA 3 .
2 . tentang
Negara, dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 Pembentukan dan Organisasi Kementerian sebagaimana telah diubah lima kali terakhir Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014;
Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 1.
Mengingat
bahwa dalam rangka tertib administrasi, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program bantuan di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tentang Petunjuk Teknis Pemberian Bantuan Pemerintah di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam;
MenimbangzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM,
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKA T ISLAM NOMOR DJ.II/ 6 2 2 TAHUN 2015
TENTANG
v/1ujr
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA Prof. Dr. H. ~HASIN, M.A.?'DIREKTUR JENDERAL
J
SELAKU KUASA PENGGUNA ANGGARAN, Ditetapkan di Jakartapada tanggal 1 3 NovezyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAillb e r 20 1 5 Menetapkan Petunjuk Teknis Pemberian Bantuan Pemerintah
di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU merupakan pedoman bagi pihak terkait dalam pelaksanaan program bantuan di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN
MASYARAKAT ISLAM TENTANG PETUNJUK TEKNIS
PEMBERIAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKATISLAM.
MEMUTUSKAN:
i.
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA A. Latar BelakangzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBADalam rangka m elindungi m asyarakat dari kem ungkinan terjadinya risiko sosial keagam aan yang dapat m enim bulkan potensi terjadinya kerentanan sosial yang ditanggung oleh individu, keluarga, kelom pok danj atau m asyarakat sebagai dam pak krisis sosial, krisis ekonom i, krisis politik, fenom ena alam , dan bencana alam diperlukan adanya bantuan pem erintah kepada m asyarakat.
Sejatinya, bantuan pem erintah khususnya Kem enterian Agam a dalam hal ini Direktorat Jenderal Bim bingan M asyarakat Islam kepada m asyarakat m em ang telah lam a m enjadi program . Nam un dikarenakan kurangnya kontrol, dam pak positif dari bantuan terse but dirasa kurang m enyentuh langsung kepada m asyarakat. Hal ini antara lain disebabkan Direktorat Jenderal Bim bingan M asyarakat Islam m enggunakan pola pem berian bantuan yang bersifat bantuan sosial dengan m enggunakan akun 57 sehingga m enyulitkan Direktorat J enderal Bim bingan M asyarakat Islam dalam m elakukan evaluasi terhadap bantuan yang telah disalurkan.
Dim ulai pada tahun 2015 ini, pola bantuan sosial yang m enggunakan akun 57 tersebut diganti dengan pola akun 52 yang m ewajibkan m ekanism e pencairannya dilaksanakan oleh pihak Direktorat Jenderal Bim bingan M asyarakat Islam sesuai dengan pengajuan pihak penerim a bantuan dengan
berpedom an kepada Peraturan M enteri Keuangan Nom orzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA190jP M K .05j2012 dan Peraturan M enteri Keuangan Nom or PM K-168jPM K.05j2015. Sehingga
dengan itu, m udah bagi Direktorat Jenderal Bim bingan M asyarakat Islam untuk m elakukan kontrol kepada penerim a bantuan, walaupun pelaksanaan pencairannya lebih sulit dibandingkan m enggunakan akun 57.
Berdasarkan pertim bangan tersebut di atas, agar pengalokasian dan pengelolaan dana belanja bantuan pem erintah di Lingkungan Direktorat Jenderal Bim bingan M asyarakat Islam dapat dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel perlu m enetapkan petunjuk teknis pem berian bantuan yang m erupakan petunjuk teknis um um bagi aparatur Direktorat Jenderal
BAB I
PENDAHULUAN LAMPlRAN I
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM NOMORzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAD J.III 622 TAHUN 2015
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN
E. Ruang Lingkup
Petunjuk teknis Pemberian Bantuan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini diperuntukkan sebagai acuan penyelenggaraan program D . S asaran
Sasaran bantuan pemerintah pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam adalah lembaga/organisasi/yayasan/masjid/mushalla/ kelompok/ perorangan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan
dan memenuhi persyaratan serta dinilai layak.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
/ .
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAc.
Maksud dan TujuanMaksud ditetapkannya Petunjuk Teknis Pemberian Bantuan ini sebagai acuan bagi pihak terkait dalam melaksanakan pengelolaan pemberian bantuan kepada masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Pemberian Bantuan Pemerintah pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pem bangunan kehid u pan beragama.
B . D asar Hukum
1. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, sebagaimana telah diubah lima kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014;
2. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama; 3. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Agama, sebagaimana telah diubah tiga kali terakhir dengan Pera turan Menteri Agama Nomor 2 1 Tah un 20 14;
4. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama;
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
6. Keputusan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2014 tentang penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran di Lingkungan Kementerian Agama.
kebimasislaman dalam mengelola belanja bantuan pemerintah.
bidang/ seksi yang mengurusi
dan Islam
!
Bantuan Pemerintah pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun Anggaran 2015 meliputi:
a. Pemberian penghargaan. b. Bantuan operasional.
c. Bantuan sarana./ prasarana.
d. Bantuan rehabilitasi/pembangunan gedung/bangunan.
Adapun mekanisme pengelolaannya sebagai berikut:zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA A . B entuk B antuanzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
1 . Tingkat Pusat
a. Pembangunan/Rehab Masjid dan Mushalla
b. Pembangunan/Rehab Masjid dan Mushalla Pasca Bencana c. Sanitasi Masjirf/ Mushalla
d. Operasional Masjid Istiqlal
e. Operasional Masjid dan Mushalla BAB III
TATA KELOLA PEMBERIAN BANTUAN
BAB II
PEMBERIBANTUAN
Pemberi bantuan adalah Kementerian Agama yang berada pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam:
1 . Tingkat Pusat yang dilaksanakan oleh Direktorat pada Direkorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
2. Tingkat Provinsi yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
3. Tingkat Kabupaten /K o ta yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
bantuan pemerintah Bimbingan Masyarakat Islam. Ruang lingkup petunjuk teknis ini mengatur:
1 . Pemberi Bantuan,
2. Tata Kelola Pemberian Bantuan, 3. Pembinaan,
o. Pemberdayaan Usaha Produktif bagi Lembaga/Kelompok Mustahik
(Fakir Miskin)
p. Operasional Baznas
q. Wakaf ProduktifzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
r. Sertifikasi Tanah Wakaf
s. Midis Billboard Tanah Wakaf (Papanisasi)
t. Penyuluhan Perwakafan
u. Pembinaan Nadzir
v. Operasional Badan Wakaf Indonesia Perwakilan ProvinsizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I
2. Tingkat Provinsi
a. Pembangunan/Rehab Masjid dan Mushalla
b. Honor Imam Masjid Besar
c. Penghargaan KUA Teladan, Keluarga Sakinah Teladan, dan Masjid
Percontohan
d. Operasional BP4
e. Sertifikasi Halal
f. Pangan Halal dan Sehat bagi Masyarakat kurang mampu g. Modal Usaha Kelompok Keluarga Pra Sakinah
h. Organisasi Masyarakat/Lembaga/Yayasan Sosial Masyarakat Islam
1. Majelis Ulama Indonesia
J. Lembaga Pengembangan Tilawatil al-Qur'an
k. Majelis Taklim
1. Guru Ngaji
m. Lembaga Seni Islam
n. Penghargaan Penyuluh Teladan
f. Lokakarya Nasional Pengelolaan Aset Masjid
g. Operasional BP4
h. Penghargaan KUA Teladan, Keluarga Sakinah Teladan, dan Masjid
Percontohan
1. Organisasi Masyarakat/Lembaga/Yayasan Sosial Masyarakat Islam
J. Majelis Ulama Indonesia
k. Majelis Taklim
1. Penyelenggara MTQ/ STQ Nasional
m. Penghargaan Peserta MTQ/ STQ Nasional/Internasional
n. Penghargaan Penyuluh Teladan
o. Operasional Baznas
Pembangunarr/Rehab Masjid
Masjid dan Mushalla Pasca
Operasional Masjid Istiqlal,
Lokakarya Nasional Pengelolaan Aset Masjid, Operasional BP4,
Penghargaan KUA Teladan, Keluarga Sakinah Teladan, dan Masjid
Percontohan, Organisasi Masyarakat/Lembaga/Yayasan Sosial
Masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia, Majelis Taklim,
Penyelenggara MTQ/STQ Nasional, Penghargaan Peserta MTQ/STQ
Nasional/Internasional, Penghargaan Penyuluh Teladan, Operasional
Baznas, Operasional Badan Wakaf Indonesia yang ditetapkan dengan
Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen dan disahkan oleh Kuasa
pada tingkat pusat meliputi;zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I,
dan Mushalla, Pembangunan/Rehab
Bencana, Sanitasi Masjid/Mushalla,
Operasional Masjid dan Mushalla, ~ Bantuan
PenerimazyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA B . K rite ria Pe ne rim a B antuan
1. Tingkat Pusat
3. Tingkat Kabupaten/Kota
a. Pembangunarr/Rehab Masjid dan Mushalla
b. Honor Imam Masjid Besar
c. Sertifikasi Halal
d. Pangan Halal dan Sehat bagi Masyarakat kurang mampu
e. Modal Usaha Kelompok Keluarga Pra Sakinah
f. Organisasi Masyarakat/Lembaga/Yayasan Sosial Masyarakat Islam
g. Majelis Ulama Indonesia
h. Lembaga Pengembangan Tilawatil al-Qur'an
1 . Majelis Taklim
J. Guru Ngaji
k . Lembaga Seni Islam
1. Pemberdayaan Usaha Produktif bagi Lembaga/Kelompok Mustahik
(Fakir Miskin)
m. Operasional Baznas
Kabupaterr/Kota
n. Wakaf Produktif
o. Sertifikasi Tanah Wakaf
p. Midis Billboard Tanah Wakaf (Papanisasi)
q. Penyuluhan Perwakafan
r. Pembinaan Nadzir
C . A lo kas i A ng g aran dan R inc ian
Alokasi anggaran bantuan pemerintah terdapat dalam DIPA
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang diberikan kepada
penerima bantuan sesuai dengan bentuk bantuan mulai dari Rp200.000,OO Pengguna Anggaran pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
2. Tingkat Provinsi
Penerima Bantuan pada tingkat provmsi meliputi; Pembangunan/Rehab Masjid dan Mushalla, Honor Imam Masjid Besar, Penghargaan KUA Teladan, Keluarga Sakinah Teladan, dan Masjid Percontohan, Operasional BP4, Sertifikasi Halal, Pangan Halal dan Sehat bagi Masyarakat kurang mampu, Modal Usaha Kelompok Keluarga Pra Sakinah, Organisasi Masyarakat/ Lembaga /Yayasan Sosial Masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia, Lembaga Pengembangan Tilawatil al-Qur'an, Majelis Taklim, Guru Ngaji, Lembaga Seni Islam, Penghargaan Penyuluh Teladan, Pemberdayaan U saha Produktif bagi Lembage./Kelornpok Mustahik (Fakir Miskin), Operasional Baznas, Wakaf Produktif, Sertifikasi Tanah Wakaf, Midis Billboard Tanah Wakaf (Papanisasi), Penyuluhan Perwakafan, Pembinaan Nadzir, Operasional Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. 3. Tingkat Kabupaten /Kota
Penerima Bantuan pada tingkat Kabupaten./Kota meliputi; Pembangunan/Rehab Masjid dan Mushalla, Honor Imam Masjid Besar, Sertifikasi Halal, Pangan Halal dan Sehat bagi Masyarakat kurang mampu, Modal Usaha Kelompok Keluarga Pra Sakinah, Organisasi Masyaraka.t/ Lembaga/Yayasan Sosial Masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia, Lembaga Pengembangan Tilawatil al-Qur'an, Majelis Taklim, Guru Ngaji, Lembaga Seni Islam, Pemberdayaan Usaha Produktif bagi Lembaga/Kelompok Mustahik (Fakir Miskin), Operasional Baznas Kabupaten
z
Kota, Wakaf Produktif, Sertifikasi Tanah Wakaf, MidisBillboard Tanah Wakaf (Papanisasi), Penyuluhan Perwakafan,zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I.
Pembinaan Nadzir, Operasional Badan Wakaf Indonesia Perwakilan
Kabupaterr/Kota yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Pejabat '"
Pembuat Komitmen dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran pada
L.
(dua ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).
Bantuan pemerintah tersebut, terdiri dari belanja barang non operasional lainnya (521219) dan belanja barang (526xxx), dengan rincian se bagai beriku t:
1. Akun Belanja bantuan operasional yang digunakan, yaitu: a. 521219 (Belanja Barang Non Operasional Lainnya)
b. 526xxx (Belanja Barang Fisik Lainnya untuk diserahkan kepada M asyarakat/ Pemda)
2. Akun 521219 digunakan untuk belanja barang non operasional meliputi:
a. belanja pemeliharaan, b. belanja daya dan jasa,
c. belanja perjalanan dalam dan luar kota, d. belanja sewa,
e. belanja bahan, f. belanja honor, dan g. belanja jasa profesi.
3. Akun 526xxx digunakan untuk pembayaran pengadaan barang fisik
yang proses pengadaannya melekat pada Ditjen Bimas Islam dengan
mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah berikut dengan perubahannya.
4. Belanja bantuan dengan akun 521219 padajenis bantuan:
a. pembangunarr/ rehab masjid dan mushalla, pembangunan/ rehab
masjid dan mushalla pasca bencana, pembangunanj'rehab sanitasi
masjid dan mushalla digunakan terbatas pada belanja barang dan
ongkos tukang;
b. bantuan honor imam masjid besar, guru ngaji, digunakan terbatas
pada belanja honor;
c. bantuan operasional masjid istiqlal digunakan untuk operasional
termasuk kegiatan peribadatan;
d. bantuan wakaf produktif 1 (satu) paket maksimal untuk 3 (tiga)
lokasi dan digunakan tidak untuk keperluan
rehabilitasi/ pembangunan gedung/bangunan;
e. bantuan usaha produktif mustahik (fakir miskin) dalam bentuk
1-
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA9\1
bentuk dan kriteria bantuan) dengan persyaratan minimal sebagai berikut:zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA 1 . Melampirkan fotocopy KTP (ketuaypengurus Zpribadi untuk bantuan
yang bersifat perorangan);
2. Melampirkan fotocopy kartu keluarga (untuk bantuan yang bersifat perorangan) ;
3. Melampirkan keterangan domisili;
4. Melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai jumlah nominal bantuan.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
D . Pe ny aluran D ana B antuan Pe m e rintah 1 . M e kanism e Pe ng ajuan
Bagi pemohon yang berbentuk badan hukum/lembaga, mengajukan surat permohonan yang dilengkapi dengan proposal bantuan kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam at au Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/Kota (sesuai dengan bentuk dan kriteria bantuan) dengan persyaratan minimal sebagai berikut:
1. Melampirkan susunan Pengurus / Akta pendirian yang masih berlaku.
2 . Melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai jumlah nominal bantuan.
3 . Melampirkan rekomendasi dari Kementerian Agama dengan ketentuan sebagai berikut:
a. bantuan pada tingkat pusat rekomendasi diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi;
b. bantuan pada tingkat provinsi rekomendasi diberikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; atau
c. bantuan pada tingkat kabupateny kota rekomendasi diberikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat.
4 . Melampirkan surat pernyataan kebenaran dokumen bermeterai Rp6000,OO.
5. Surat Permohonan berikut proposal yang telah disampaikan menjadi dokumen pemberi bantuan yang tidak dapat ditarik kembali.
3 . Pe ne tapan Pe ne rim a B antuanzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
Setelah Berita Acara Hasil Seleksi ditandatangani oleh tim seleksi dan
Pejabat Pembuat Komitmen,Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan Surat
proposal.
Dalam hal bentuk
bantuan
yang bersifat penghargaan dari hasil
lomba, tidak diperlukan proposal.
2 . S e le ks i Pe ne rim a B antuanSeleksi penerimaan
bantuan
dilakukan
dengan
tahapan
sebagai
berikut:
1 .
Pejabat Pembuat Komitmen membentuk tim seleksi calon penenma
bantuan;
2. tim seleksi membuat formulir berupa cek list calon penerima bantuan
yang disesuaikan dengan persyaratan;
3. tim seleksi memverifikasi kebenaran dokumen yang terdapat dalam
proposal pengajuan bantuan;
4. tim seleksi menyampaikan laporan hasil kerja tim kepada Pejabat
Pembuat Komitmenyang dilengkapi dengan Berita Acara Hasil Seleksi;
5. Berita Acara Hasil Seleksi merupakan
dasar
untuk
menetapkan
penerima bantuan.
Dalam hal calon penerima bantuan
adalah mitra kerja Direktorat
Jenderal
Bimbingan Masyarakat Islam atau
Iembaga/organisasi yang
pembentukannya
ditetapkan
dengan
Undang-Undang/Keputusan
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAI.
Presiden/Peraturan Presiden, tugas tim seleksi hanya melakukan verifikasi
pemberi bantuan
yang tidak
dapat
ditarik
menjadi dokumen
kembali.
5. Melampirkan rekomendasi dari Kementerian Agama dengan keten tuan se bagai beriku t:
a. bantuan pada tingkat pusat rekomendasi diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi;
b. bantuan pada tingkat provinsi rekomendasi diberikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaterr/Kota: atau
c. bantuan pada tingkat kabupaterr/kota rekomendasi diberikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat.
6. Melampirkan surat pernyataan kebenaran dokumen bermeterai Rp6000,OO.
4 . Pe nc airan D ana B antuan
Pencairan dana bantuan disampaikan melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu setelah diverifikasi dengan tahapan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMOK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Peraturan Menteri Keuangan Nomor
168/PMK.05.2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara./Lembaga, dan berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah berikut dengan perubahannya.
a. Dalam hal Bantuan Pemerintah berbentuk uang, wajib mencantumkan nomor rekening penerima bantuan pemerintah pada Bank Persepsi. b. Dalam hal Bantuan Pemerintah berbentuk barang wajib mencantumkan
nama barang, jenis barang, harga barang, dan spesifikasi barang. c. Dalam hal Bantuan Pemerintah berbentuk jasa, wajib mencantumkan
nama lembaga penyedia jasa dan nama/jenis jasa.
Setelah ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA, untuk proses pencairan bantuan, penerima bantuan wajib menyiapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Surat Perjanjian Kerjasama antara penenma bantuan dengan PPK, Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM) dan Surat Pernyataan Tanggungjawab Belanja (SPTJB).
b. Format Surat Perjanjian Kerjasama Penerima Bantuan Pemerintah dengan PPK, SPTJM, dan SPTJB sebagaimana tercantum dalam LampiranzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Direktur J enderal ini.
Keputusan penenma bantuan yang disahkan oleh Kuasa Penggunan Anggaran sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku pada satuan organisasi/ satuan kerja masing-masing
A. Monitoring
M onitoring pelaksanaan bantuan dimaksudkan untuk memastikan bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen dan disahkan oleh Kuasa pengguna Anggaran tentang Penetapan Penerima Bantuan pemerintah.
M onitoring dilakukan oleh pembina pelaksanaan program sesuai dengan tingkatan dan bidang tugas fungsinya.
BABVI
MONITORING DAN EVALUASI
Penerima Belanja Bantuan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Pejabat Pembuat Komitmen paling lambat 3 (tiga) bulan sejak dana bantuan diterima oleh penerima bantuan dan wajib menyetorkan ke kas negara apabila terdapat sisa anggaran kegiatarr/jasa giro / bunga.
Laporan pertanggungjawaban berisi penjelasan sekurang-kurangnya sebagai berikut:
1. ringkasan pelaksanaan kegiatan; dan 2. bukti-bukti berupa:
a) berita acara serah terima uang/barang; b) rincian penggunaan dana bantuan;
c) foto copy bukti setor pengembalian ke kas negara; d) kuitansi penerimaan bantuan;
e) dokumentasi pelaksanaan kegiatan;zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
D
sisa anggararr/jasa giro kegiatan dikembalikan kepada kas negaradenga melampirkan bukti pengembalian ke kas negara untukzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I.
kegiatan sisa anggaran yang tidak digunakanBABV
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN Pembinaan pelaksanaan program bantuan dilakukan pada:
1. tingkat pusat oleh Direktorat Jenderal;
2. tingkat provinsi oleh Kantor W ilayah Kementerian Agama; dan
3. tingkat kabupateny kota oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; BABIV
~1Jt!)~?
Prof. Dr. H. MACHASIN,M.A.
9"1
DIREKTURJENDERALzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I
SELAKUKUASAPENGGUNAANGGARAN, Ditetapkan di Jakartapada tanggal 1 3 Nove mb e r 201 5
Petunjuk Teknis Pemberian Bantuan PemerintahzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAI ll! dibuat untuk
dapat dipedomani.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA B A B IX
PEN U TU P
Penerima Bantuan pemerintah bertanggung jawab penuh atas penggunaan dana bantuan. Apabila terjadi penyalahgunaan bantuan yang mengakibatkan kerugian negara, maka penerima bantuan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
B A B V III
SA N KSI
Ketentuan Perpajakan dalam bantuan pemerintah I ll! mengacu kepada
peraturan tentang perpajakan.
B A B V II
KETEN TU A N PERPA JA KA N B . Evaluasi
3. Peraturan
Presiden
Nomor
83
Tahun
2015
tentang
Kementerian Agama;
4. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang
Organisasi Tata Kerja Kementerian Agama, sebagaimana
telah diubah empat kali terakhir dengan Peraturan Menteri
Agama Nomor 16 Tahun 2015;
5. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian
Agama;
6. Peraturan
Menteri Keuangan
Nomor
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA190jP M K .05j2012tentang
~
2004
Tahun
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA1
2. Undang-Undang
Nomor
Perbendaharaan Negara;
,
: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara;
Mengingat
Menimbang
a. bahwa untuk mendukung program dan kegiatan di bidang
agama pada
Lembaga Keagamaan memberikan bantuan
pemerintah agar program dan kegiatan yang dilaksanakan
oleh lembaga keagamaan dapat
berjalan
sesuai dengan
tujuan;
a. bahwa
berdasarkan
hasil
verifikasi
terhadap
proposal
permohonan
bantuan
pemerintah
yang
diterima
oleh
Kementerian Agama, nama lembaga keagamaan dengan data
sebagaimana
tercantum
dalam Lampiran Keputusan
ini
dinyakan
memenuhi
syarat
administrasi
dan
kelayakan
untuk diberikan bantuan pemerintah;
b. bahwa berdasarkan
pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan hurup b, perlu menetapkan Keputusan
Pejabat Pembuat Komitmen
tentang Penetapan
;
DENGANRAHMAT
TUHANYANGMAHAESA
PEJABATPEMBUATKOMITMEN
(PPK)
... (S atker P em beri B antuan)
... (nam azyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAsa tken,
KEPUTUSAN
PEJABATPEMBUATKOMITMEN
(PPK)
. .. . ... (S atker P em beri B antuan) ... (nam a sa tken
NOMOR... TAHUN2015
(sesuai denganpenulisan nom orSK)
TENTANG
PENETAPAN
...
Bentuk dan format Keputusan PPKtentang Penetapan Penerima Bantuan
Pemerintah.
zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBALAMPIRAN II
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
NOMOR DJ.III 6 2 2 TAHUN 2015 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN
... (N am a P P K )zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
... ,
... (nam aK P A )zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA Disahkan oleh
KUASAPENGGUNAANGGARAN,
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal
I
Menetapkan .... (penerim a bantuan P em erintah) sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
Penerima Bantuan pemerintah wajib:
a. menggunakan Bantuan sesuai dengan rincian rencana penggunaan yang tercantum dalam proposal permohonan Bantuan Pemerintah;
b. membuat Laporan Pertanggungjawaban penggunaan Bantuan Pemerintah disertai bukti-bukti pengel uaran j pem bayaran;
c. menyimpan bukti penerimaan bantuan, bukti penggunaan Bantuan, dan dokumen lainnnya yang dianggap perlu; dan
d. menjamin bukti-bukti penggunaan Bantuan Pemerintah
merupakan bukti yang sah yang dapat
dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.
Segala biaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Agama tahun 2015 dengan Mata anggaran ...
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KEPUTUSANPEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ... TENTANG PENETAPAN... (disesuaikan denganjudul S K )
MEMUTUSKAN:
7. Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pengangkatan Pejabat Perbendaharaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1740);
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168jP M K .05j2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pad a Kementerian NegarajLembaga;
9. Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah Pad a Kementerian Agama;
KEEMPAT KETIGA
... (Nam a PPK)
... (nam aKPA)zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
... ,zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA D isahkan olehzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
KUASA PENGGUNA ANGGARAN,
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN No Nam a Alam at No Bentuk Jum lah Nilai Bantuan
Lem baga Rekening Bantuan NOM OR ... TAHUN 2015
TENTANG
PENETAPAN ... LAM PIRAN
Hak Dan Kewajiban:
a. PIHAK PERTAMA memberikan Bantuan Pemerintah berupa (15) senilai Rp (16), sesuai dengan alokasi anggaran yang ditetapkan. b. PIHAK PERTAMA bertanggungjawab untuk mengirimkan bantuan kepada
PIHAK KEDUA sesuai dengan rencana penyaluran bantuan yang telah ditetapkan.
c. PIHAK KEDUA bersedia menerima Bantuan Pemerintah berupa ... (17) dan menggunakan sesuai dengan rencana penggunaan yang termuat dalam proposal permohonan bantuan.
Pasall
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk mengikatkan diri dalam sebuah Perjanjian Kerjasama pelaksanaan Bantuan Pemerintah, dengan ketentuan sebagai berikut:
Pimpinan/Ketua Lembaga PenerimazyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA ... (1 2 )
Bantuan Pemerintah.
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Lembaga (13) yang berkedudukan di Jalan (14) yang selanjutnya disebut PIHAKKEDUA.
Pada hari,... (Sa) tanggal (Sb) bulan (Sc) tahun ... (Sd) bertempat di Kantor Kementerian Agama Jalan (6) kami yang bertanda tangan di bawah ini:
... (7) : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada ... (8) Kementerian Agama.
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)... (9), DIPA Nomor... (10) yang berkedudukan di Jalan (11) yang selanjutnya disebut PIHAKPERTAMA.
Antara
Pejabat Pembuat Komitmen (2) Dengan
Nama Pimpinari/Ketua Lembaga (3) Tentang
Bantuan Pemerintah untuk. (4)
SURATPERJANJIAN KERJASAMA(lsi P e rja njia nzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAdise sua ika n de nga n be ntuk
Ba ntua n se ba ga im a na te rca ntum da la m P M K 1 6 8 /P M K. O S /2 0 1 5 )
Nomor: (I)
A. Bentuk dan format perjanjian kerjasama dengan PPKzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA LAMPIRAN III
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
NOMOR DJ.II/622 TAHUN 2015 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN
PETUNJUK ...zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
... (2 6 )
2 (2 5 )
... (2 4 )
1 (2 3 )
Saksi-saksizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I.
9<t
( )(22)
( )(2 1 )
Pejabat Pembuat Komitmen
... '" (2 0 )
Penerima Bantuan
Lembaga (1 9 )
PIHAK PERTAMA PIHAKKEDUA
Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani PIHAK PERTAMAdan PIHAK KEDUA dalam keadaan cakap menurut hukum, bermaterai cukup, dibubuhi cap dinas, dihadapan 2 (dua) orang saksi, asli rangkap 2 (dua) dan mempunyai kekuatan hukum yang sarna untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
(2) Perjanjian kerjasama ini dibuat asli rangka 2 (dua), bermaterai cukup, dibubuhi stempel dinas mempunyai kekuatan hukum yang sarna dan diberikan kepada para pihak.
(1) Apabila terjadi perselisihan, kedua belah pihak bersedia untuk menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat, dan apabila tidak tercapai kesepakatan maka diselesaikan melalui Pengadilan Negeri
... (1 8 )
Pasal2
d. PIHAK KEDUA bertanggung jawab untuk menggunakan Bantuan Pemerintah yang diberikan oleh PIHAK PERTAMAsecara efektif, efisien dan akuntable.
e. PIHAK KEDUA bertanggungjawab atas kerugian negara yang diakibatkan dari penggunaan Bantuan Pemerintah yang diterima dari PIHAK PERTAMA,dan bersedia mengganti kerugian Negara dimaksud.
f. PIHAK KEDUA bertanggungjawab untuk menyetorkan kepada Kas Negara apabila terdapat sisa dana penggunaan Bantuan Pemerintah yang diterima dari PIHAK PERTAMA.
B. Bentuk ...zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I
NO. URAIANlSI
(1) Diisi dengan Nomor Surat pada Satuan Kerja PPK (2) Diisi Pejabat Pembuat Komitmen pada K P A j Satker
(3) Diisi dengan nama lembaga penerima bantuan pemerintah (4) Diisi dengan nama penggunaan bantuan pemerintah
(5) Diisi dengan nama hari, tempat, tanggal, bulan, dan tahun (5a,b,c,d)
(6) Diisi dengan alamat Kantor tempat dilaksanakan perjanjian (7) Diisi dengan nama orang yang menjabat sebagai PPK (8) Diisi dengan nomenklatur satuan kerja keberadaan PPK (9) Diisi dengan nomenklatur satuan kerja keberadaan PPK (10) Diisi dengan nomor dan tanggal DIPA
(11) Diisi dengan alamat Kantor keberadaan PPK
(12) Diisi dengan nama orang yang menjabat sebagai Pimpinan Lembaga Penerima ban tuan pemerin tah
(13) Diisi dengan nama lembaga penerima bantuan pemerintah (14) Diisi dengan alamat keberadaan lembaga penerima bantuan
pemerintah
(15) Diisi dengan nama bantuan pemerintah berupa uangjbarangjjasa (16) Diisi dengan nilai bantuan pemerintah dalam rupiah
(17) Diisi dengan nama bantuan pemerintah berupa uangjbarangjjasa (18) Diisi dengan nama KabupatenjKota wilayah hukum Pengadilan
Negeri yang disepakati
(19) Diisi dengan nama lembaga penerima bantuan pemerintah (20) Diisi dengan nomenklatur satuan kerja keberadaan PPK
(21) Diisi dengan nama orang yang menjabat sebagai Pimpinan Lembaga Penerima bantuan pemerintah
(22) Diisi dengan nama orang yang menjabat sebagai PPK (23) Diisi dengan nama saksi (nomor 23 dan 25)
(24) Diisi dengan tanda tangan saksi ( nomor 24 dan 26) PETUNJUK PENGISIAN
PETUNJUK ...zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA ... (1 1 )
... (1 0 )
!
... , (8)
Pimpinan/ Satuan Lembaga (9) Demikian Surat Pernyataan ini kami dibuat dengan sesungguhnya.
Saya bertanggungjawab atas bukti-bukti penggunaan dana Bantuan Pemerintah dari (7) Kementerian Agama, dan saya simp an sebagai dokumen yang sah untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional serta dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum.
Apabila di kemudian hari, atas penggunaan dana Bantuan Pemerintah yang saya terima tersebut di atas mengakibatkan kerugian negara saya bersedia mengganti kerugian negara dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang -undangan.
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya bertanggungjawab penuh atas penggunaan dana Bantuan Pemerintah yang saya terima dari ... (4) Kementerian Agama dengan nilai Rp (5)
(terbilang: )(6).
Alamat
: (1 )
sebagai pimpinan (2)
: (3)
Nama Pimpinan /Ketua Lembaga Yang bertanda tangan di bawah ini:
SURAT PERNYATAANTANGGUNGJAWAB MUTLAK KOP SURAT LEMBAGAPENERIMA BANTUAN
C. Bentuk ...zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
I.
NO. URAIANlSIzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
( 1 ) Diisi dengan nama orang yang menjabat sebagai pimpinan/ketua lembaga penerima bantuan pemerintah
(2) Diisi dengan nama lembaga penerima bantuan pemerintah (3) Diisi dengan alamat lembaga penerima bantuan pemerintah
(4) Diisi dengan nama nomenklatur satuan kerja pemberi bantuan pemerintah
(5) Diisi dengan nilai nominal bantuan pemerintah
(6 ) Diisi dengan nilai nominal dalam tulisan huruf bantuan pemerintah
(7) Diisi dengan nama nomenklatur satuan kerja pemberi bantuan pemerintah
(8) Diisi dengan tempat dan tanggal surat pernyataan ditandatangani
(9) Diisi dengan nama lembaga penerima bantuan pemerintah
( 1 0 ) Diisi dengan ditempelkan materai
(1 1 ) Diisi dengan nama orang yang menjabat sebagai pim pinan / ketua lembaga penerima bantuan pemerintah
PETUNJUK PENGISIAN
PETUNJUK ...zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA ... (1 0 )
... (9)
... , (7)
PimpinanjSatuan Lembaga (8) Demikian Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya .
Yang bertanda tangan di bawah irii PimpinanjKetua Lembaga penerima bantuan dari (6) Kementerian Agama, menyatakan bahwa saya:
1 . Bertanggung jawab penuh atas pengeluaran yang telah kami bayarkan kepada pihak yang berhak menerima;
2. Bersedia menyimpan dengan baik seluruh bukti-bukti pengeluaran belanjajpembayaran yang telah dilaksanakan;
3. Bersedia untuk dilakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti pengeluaran oleh aparat pengawas fungsional Pemerintah.
: (1)
: (2)
: (3 )
: Rp (4)
( ) (5)
1 . Nama Lembaga
2 . Alamat Lembaga 3. Bentuk Bantuan
4. Nilai Ban tuan
KOP SURAT LEMBAGAPENERIMA BANTUAN
NO. URAIAN lSI
( 1)zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAD iisi d en g an n am a lem b ag a p en erim a b an tu an p em erin tah
(2) D iisi d en g an alam at lem b ag a p en erim a b an tu an p em erin tah
(3) D iisi d en g an n am a b en tu k [u an g y b aran g /jasajb an tu an p em erin tah
(4) D iisi d en g an n ilai n o m in al b an tu an p em erin tah
(5) D iisi d en g an n ilai n o m in al (d en g an h u ru f) b an tu an p em erin tah
(6) D iisi d en g an n am a n o m en k latu r satu an k erja p em b eri b an tu an p em erin tah
(7) D iisi d en g an tem p at d an tan g g al su rat p ern y ataan d itan d atan g an i
(8) D iisi d en g an n am a lem b ag a p en erim a b an tu an p em erin tah
(9) D iisi d en g an d item p elk an m aterai
(10) D iisi d en g an n am a o ran g y an g m en jab at seb ag ai p im p in an / k etu a lem b ag a p en erim a b an tu an p em erin tah