• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTOR SPIRITUAL MS Club Publishing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MENTOR SPIRITUAL MS Club Publishing"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

1

Mas Pring

MENTOR

SPIRITUAL

(2)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

2 MENTOR SPIRITUAL

Oleh: Mas Pring

Copyright © 2012 by Muhammad Zainur Rakhman

Penerbit MS Club Publishing www.mentorspiritual.blogspot.com [email protected] Desain Sampul: MS Cipta Desain Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com

(3)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

3

“Menghadirkan Tuhan, Menemukan Diri, Mengembangkan Cinta Kasih”

(Visi)

“Membimbing kesadaran akan potensi diri, sebagai inspirasi terhadap kekuatan ruhani,

untuk mengaktifkan intuisi, dalam rangka mengembangkan tabiat yang unik dan alami,

melalui latihan-latihan.” (Misi)

(4)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

4 Buku ini ku persembahkan untuk segenap

calon anggota dan pecinta Mentor Spiritual Club, khususnya kepada para pemuda dan

pemudi yang pernah suatu masa belajar bersamaku; pemuda dan pemudi yang ku lihat binar di matanya menyala demi masa

depan generasi yang lebih baik. Sekolah kalian bersamaku belum usai, temui aku di

ujung-ujung usia mudamu.

Indra, Rizal, Tohid, Syahrul, Gema, Faiz, Adnan, Ganjar, Dani, Sofyan, Aldy, Khatim, J.Rock, Titin, Elfa, Healthy, Ismi, Rizka, Diana,

Atika, Laela, Risty, Zuhroh, dan nama-nama lain yang meski tak ku sebut, wajah dan ruh

kalian tertulis manis di dinding jiwaku.

“Keberkahan dan limpah-limpah cahayaNya semoga selalu meliputi hidup kalian, yang mengalir kepada setiap orang yang kalian tatap,

kalian lewati, dan kalian jabat tangannya.”

Dan, di setiap penaku yang tergores, di sana ada namamu, Istriku, Nikmaturrohmah (YAllah, Mulyakan dan Sucikan Ruhnya).

(5)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

5 Isi Buku

Prolog: Semua Menjadi Satu 7

A. Sembilan Konsep 1. Sadar. 9 2. Potensi. 14 3. Inspirasi. 18 4. Ruhani. 25 5. Intuisi. 32 6. Tabiat. 34 7. Unik. 39 8. Alami. 41 9. Latihan. 43 B. Tiga Sarana 1. Doa. 45 2. Kontemplasi. 46 3. Visualiasi. 47

(6)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

6 C. Empat Aplikasi 1. Olah Nafas. 49 2. Olah Fikir. 50 3. Olah Rasa. 51 4. Olah Gerak. 52 D. Bonus Spiritual 1. Suplemen Satu 54 2. Suplemen Dua 70 Ashlu Syajarah 79

Epilog: Sekolah Kearifan 100

(7)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

7 Prolog:

Semua Menjadi Satu

Tidak jemunya saya memimpikan akan sebuah generasi yang tumbuh dari ketahanan terhadap tempaan, yang bara dan nyalanya demikian murni, hingga terbuang segala potensi untuk berkarat. Saat saya memasang patok pertama, dari Club ini, saya sudah membayangkan akan para penghuni kemah. Mereka adalah anak muda yang nyala matanya demikian tajam. Anak muda dengan bahu yang siap memikul gunung. Panas dan hujan, bukan halangan bagi mereka untuk memasak semangkuk soup cinta, untuk dinikmati bersama.

Yah, saya memang merindukan manusia yang menghargai arti cinta. Betapa hal itulah yang menjadi satu-satunya penopang kehidupan. Kita sudah lelah dengan perang dan permusuhan, tenaga kita begitu terkuras mencari siapa yang salah, atas keadaan yang tidak begitu baik. Kita juga telah lama berkubang dalam lumpur kedangkalan,

(8)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

8

sehingga membuat tindakan-tindakan kita jauh dari makna, dan terkesan murahan.

Apa pentingnya semua itu? Jika kehidupan hanya soal perut dan urusan di bawahnya. Jika membangun peradaban hanya cukup dengan popcorn dan hotdog, maka cukuplah setiap manusia belajar kepada binatang, tentang caranya bercinta, berkelahi, dan memangsa buruan.

Ada dua hal yang membuat manusia mulia, pertama adalah hatinya; apa yang terkandung di dalamnya. Kedua, adalah akalnya; untuk apa dan bagaimana ia digunakan. Dari keduanya, peradaban sebuah generasi akan diwujudkan; dari hati dan pikiran.

Ini bukan kisah tentang revolusi. Ini juga bukan kisah tentang cinta sepasang insan. Ini adalah kisah tentang sesuatu yang ada di alam batin setiap manusia, yang menjadi benih segala kejadian, dari satu menjadi semua; semua menjadi satu.

(9)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

9 A. Sembilan Konsep

1. Sadar.

Pintu menuju kesadaran adalah ketika kita mulai melihat dan merasakan alam batin kita, yakni saat kita memasuki dimensi paling pribadi dari diri kita masing-masing. Setiap orang memiliki rahasia yang tidak ia sampaikan kepada dunia luar: ada hal-hal yang terbatas seseorang sampaikan hanya pada orang-orang terdekat, ada hal-hal yang hanya dirinya sendiri yang mengetahui, dan dalam dimensi paling pribadi ini, tidak ada lagi rahasia; suatu titik terdalam yang kita begitu jujur dan bebas mengungkapkan kejujuran tanpa tekanan. Jika kita tidak memilikinya, maka itu tanda bahwa jati diri kita telah hilang. Jika kita sendiri sudah tidak bisa jujur terhadap hati kita, maka tidak ada diri yang sejati.

Kita mungkin berbohong dan berpura-pura; seringkali dalam banyak hal; selalu dalam rangka penyelamatan ‘diri’, akan tetapi

(10)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

10

kita tidak boleh berbohong dan berpura-pura terhadap diri kita sendiri. Dalam batin terdalam, kita harus bisa menyisakan sebuah kejujuran yang apa adanya tentang segala sesuatu. Jika tidak, maka sungguh tidak ada harapan untuk memperbaiki keadaan. Kejujuran ini sebagai pertahanan terakhir kita untuk mampu menggenggam kehidupan yang bermakna.

Kejujuran yang ada dalam batin, harus senantiasa kita jaga, kita pupuk, dan kita percayai meskipun kejujuran itu seringkali sulit dibawa keluar dalam tindakan ataupun perbuatan. Tapi, minimal kita punya benih yang suatu saat bisa kita harapkan tumbuh menjadi pohon yang mampu memberikan naungan dan kenyamanan kepada kita.

Semakin kejujuran itu tumbuh dan berhasil dibawa keluar dalam ucapan maupun tindakan, semakin kita menjadi sejati. Semakin kejujuran itu kuat bertahan dalam keseluruhan lahir batin kita, artinya tidak ada sisa sedikitpun untuk kepura-puraan dan kebohongan, maka semakin kita menjadi manusia yang benar-benar manusia. Suka

(11)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

11

katakan suka, tidak suka katakan tidak suka. Setuju katakan setuju, tidak setuju katakan tidak setuju.

Memang akan selalu ada ketakutan; sebagai upaya wajar pertahanan diri dan sebagai tabiat bawaan manusia yang selalu menduga-duga dan memperkirakan sekecil apapun resiko. Namun, tidak bisa kita menjadi pecundang dan penakut terus menerus. Harus selalu ada upaya meningkatkan keberanian dengan memurnikan diri kita dari setiap ketakutan dan prasangka. Sehingga secara perlahan, kita akan menjadi pribadi yang berkesadaran. Jika kita bisa menjaga kesadaran diri kita, maka sosok siapa kita akan semakin jelas. Gambaran diri kita akan bisa kita lihat secara utuh, lahir maupun batin.

“Semakin

kejujuran

itu

tumbuh dan berhasil dibawa

keluar

dalam

ucapan

maupun tindakan, semakin

kita menjadi sejati.”

(12)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

12

Tatkala pintu itu sudah mulai kita ketuk, apalagi kita buka, untuk kemudian kita masuki, maka separuh perjalanan menuju kesejatian sudah kita lalui. Separuhnya lagi adalah dengan menjaga dan mempertahankan diri kita sekuat-kuatnya, agar kita tetap berada di dalamnya.

Akan ada banyak godaan, tipuan, tekanan, dan bahkan ancaman, yang membuat kita terpaksa keluar dari ‘rumah kita’, yang bahkan mengambil paksa diri kita, atau bahkan mengguncang dengan hebat sampai-sampai kita terlempar keluar. Kita harus tetap bertahan.

Saat dimensi terdalam itu kita masuki, maka pancaran kesejatian mulai terlihat dalam rona wajah, nada ucapan, dan warna tindakan kita. Sebuah ruang yang kita bisa demikian jujur, dan mengakui apa saja, tanpa kepentingan; ruang itu harus kita pertahankan sebagai harta yang sungguh-sungguh tak ternilai harganya.

Akan ada banyak penawaran, agar kita menjual ruang itu, dan jika kita tergiur: matilah kemanusiaan kita. Bersiap-siaplah

(13)

Semoga Allah Yang Merahmati Muhammad Shollallah ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam, Memberkahi Mentor Spiritual dan Anggotanya, dan Melimpahkan Bagi Pendirinya, Hikmah dan Quwwah. Amien.

13

menuju kehidupan yang hampa, penuh kesuntukkan dan kutukan, serta setiap detiknya mendorong kita untuk bunuh diri atau menyiksa orang lain. Berperang dan terus berperang, bersaing dan terus bersaing, singkirkan sebanyak-banyaknya, kumpulkan sebanyak-banyaknya, kuasai sebanyak-banyaknya, perbudak sebanyak-banyaknya: tanpa jeda dan tanpa akhir.

Manusia yang memiliki dan menjadi tuan sepenuhnya atas pikiran dan hatinya, adalah mereka yang memiliki harta karun termahal di dunia. Hanyalah mereka yang gigih mempertahankan sebuah ruang yang setia mereka berada di dalamnya, sebuah ruang dimana mereka bisa jujur: ruang kesadaran.

“Manusia yang memiliki dan

menjadi tuan sepenuhnya atas

pikiran dan hatinya, adalah

mereka yang memiliki harta

karun termahal di dunia.”

Referensi

Dokumen terkait