• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4. Simpulan dan Saran. disimpulkan bahwa tokoh Ruka Kishimoto dalam serial drama Jepang Last Friends

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 4. Simpulan dan Saran. disimpulkan bahwa tokoh Ruka Kishimoto dalam serial drama Jepang Last Friends"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 4

Simpulan dan S aran

4.1 Simpulan

Berdasarkan analisis data yang penulis lakukan pada bab analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa tokoh Ruka Kishimoto dalam serial drama Jepang Last Friends merupakan seorang transgender. Adapun indikasi-indikasi yang menunjukkan Ruka Kishimoto adalah seorang trans gender tercermin dari perilaku yang ada selama alur film berlangsung, baik secara verbal (perkataan) maupun non verbal (tingkah laku).

Dalam kesehariannya Ruka berpenampilan seperti laki-laki. Penampilan ini, tidak hanya sebagai hal yang suka ia lakukan, namun telah menjadi sebuah pemantapan identitas. Ruka memotong pendek rambutnya, ia sejak kecil tidak suka dengan pakaian perempuan, sejak TK ia selalu memakai celana sampai sekarang, ia pun mendalami olah raga motocross. Dari ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, terlihat bahwa Ruka menganggap dirinya laki-laki dan berpendapat bahwa status gendernya adalah laki-laki. Akan tetapi, secara biologis Ruka adalah seorang perempuan, hal ini menunjukkan bahwa Ruka adalah seorang transgender. Pengertian trans gender menurut Goldie (2000:86) adalah sebagai berikut, kata trans dalam trans gender memiliki arti di luar atau berlawanan, sedangkan gender adalah status yang membedakan laki-laki atau perempuan secara psikologis. Pada hakikat normalnya, sesuai dengan status gender yang telah di bentuk oleh budaya masyarakat, seorang pria bersifat maskulin dan wanita bersifat feminim. Akan tetapi, dalam teori transgender, hal ini bersifat terbalik. Sering kita melihat seorang pria yang berperilaku feminim atau kewanita-wanitaan, sedangkan

(2)

GID (gender identification disorder) atau kelainan pengidentifikasian gender. Individu yang mengidap kelainan ini mengalami ketidakcocokan dengan jenis kelaminnya, dan pengidap GID cenderung menganggap diri mereka seorang transgender.

Ruka merasakan perasaan yang dalam kepada seorang temannya bernama M ichiru. Ruka bertemu pertama kali dengan M ichiru saat SM P dan sejak saat itu ia telah menganggap M ichiru lebih dari seorang teman. Ruka dan M ichiru adalah seorang wanita secara biologis, akan tetapi Ruka menempatkan perasaannya kepada M ichiru sebagai seorang pria dan wanita. Dari penempatan perasaan ini, membuktikan bahwa Ruka adalah seorang transgender. Ia menganggap dirinya laki-laki, oleh sebab itu cara ia berperilaku dan berperasaan adalah sebagai seorang laki-laki, ini dapat dikatakan sebagai transgender. Pada dasarnya, seseorang yang bertindak atau berperilaku di luar gendernya disebut sebagai transgender. Ruka secara hakikatnya berjenis kelamin perempuan dan sebagai seorang perempuan menurut prinsip gender yang telah ditentukan oleh budaya masyarakat secara general ia seharusnya dan normalnya bertingkah laku feminim, akan tetapi sifat dan tingkah lakunya justru berseberangan, oleh karena itu menurut teori Goldie (2000:86) ia dapat disebut sebagai seorang transgender.

Ruka bersifat tomboy sejak kecil, ia sering memanjat pohon dan tidak suka memakai pakaian perempuan. M enurut Semiun (2006:81) bersifat tomboy sejak kecil merupakan ciri-ciri dasar untuk mengidentifikasikan seseorang mengalami kelainan identifikasi gender atau tidak. M enurutnya, para transgender merasakan keganjilan dalam dirinya sejak awal usia dan semakin mantap akan hal ini ketika beranjak dewasa. Hal ini membuktikan bahwa Ruka telah menilai dirinya sebagai seorang laki-laki semenjak

(3)

kecil dan pada saat ia dewasa hal ini tidak berubah, berdasarkan penjelasan dari Semiun (2006:81), Ruka dapat disebut sebagai seorang transgender.

Ruka menolak identitas biologisnya. Di dalam film, Ruka berkali-kali mengekspresikan ketidaksukaan dirinya terhadap tubuhnya dengan memperlihatkan raut wajah tidak nyaman. Selain itu ia mengatakan ketika berkonsultasi bahwa pada saat mandi, ia selalu memalingkan wajahnya. Hal ini menandakan bahwa ia tidak menerima status biologisnya yaitu wanita, ini menunjukkan bahwa Ruka adalah seorang transgender.

Ruka sebagai seorang trans gender membutuhkan dukungan moral. Di dalam film, Ruka terlihat mengalami frustasi dan depresi akibat dari kelainan yang ia derita. Ia mengalami keterbatasan dalam mengekspresikan perasaannya, hal ini di dalam film ditandai dengan menangis dan bersikap dingin kepada lingkungan sekitarnya. Lalu, ketika Ruka mendapatkan dukungan moral, ia menjadi semakin percaya diri dan berani mengungkapkan jati dirinya kepada orang-orang terdekatnya. Hal ini membuktikan bahwa sebagai seorang transgender, dukungan moral dari orang-orang terdekat merupakan hal terpenting sebagai pelindung dari datangnya depresi dan gangguan kesehatan mental.

Dari kelima simpulan di atas yang penulis dapatkan selama menganalisis data, terlihat bahwa Ruka Kishimoto merefleksikan ciri-ciri dalam teori seorang transgender dan GID selama alur film berlangsung. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tokoh bernama Ruka Kishimoto adalah seorang transgender.

Penulis juga dapat menarik kesimpulan bahwa seorang transgender dan seorang penyuka sesama jenis atau lesbian merupakan hal yang berbeda. M enurut Garnets

(4)

adalah seorang wanita dan individu tersebut tertarik secara seksual atau badaniah terhadap wanita. Hal ini dapat membedakan penempatan transgender dan lesbian, dimana seorang trans gender tidak mengakui bahwa dirinya adalah wanita namun seorang lesbian menerima dirinya sebagai seorang wanita. Garnets juga mengemukakan bahwa seorang wanita lesbian cenderung mencari pasangan yang seorang lesbian dan dasar dari rasa ketertarikan ini adalah ketertarikan secara seksual. Kelainan yang dialami seorang lesbian hanya terletak pada orientasi seksualnya saja dan tidak mempengaruhi struktur gendernya. Seorang wanita lesbian tidak akan merasa seakan terperangkap dalam tubuh yang salah layaknya seorang trans gender. Wanita lesbian hanya merasakan hasrat seksual jika bersama dengan seseorang yang berjenis kelamin sama, dan ia tetap merasa dirinya wanita. Akan tetapi, seorang transgender tidak merasakan kecocokan akan jenis kelaminnya. Dengan kata lain, seorang transgender merasa seolah terperangkap dalam tubuh yang salah. Dalam kasus Ruka, Ia merasa dirinya laki-laki namun terperangkap dalam tubuh seorang wanita, karena ia merasa dirinya laki-laki maka ia menyukai temannya yang seorang wanita normal bernama M ichiru.

Penulis juga dapat menarik simpulan bahwa penyebab tokoh Ruka menjadi seorang transgender dikarenakan hormon laki-laki atau testosteron yang ada dalam dirinya lebih banyak dibandingkan hormon wanita atau estrogen. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Tully (1992:7) terdapat dua sebab dasar yang membuat seorang individu menjadi transgender, pertama adalah jika ciri-ciri transgender telah nampak sejak kecil maka penyebab utama adalah saat mengandung, sang ibu mengkonsumsi obat-obatan berlebihan dan menyebabkan efek negatif pada bayi, sehingga hormon yang terbentuk sejak dalam kandungan mengalami kelainan. Pada bayi perempuan hormon testosteron lebih banyak dan pada bayi laki-laki hormon estrogen lebih banyak, sehingga membuat

(5)

dirinya merasa terjebak dalam tubuh yang salah. Sebab kedua adalah jika seorang transgender lahir dengan normal tanpa kelainan apapun, akan tetapi baru merasakan dirinya adalah transgender pada saat usia tertentu maka hal ini desebabkan karena pengaruh lingkungan. Sebab kedua ini menurut Tully masih dapat diragukan karena individu tersebut bisa saja ikut-ikutan dalam lingkunan tertentu padahal dirinya normal sejak lahir.

Dari penemuan oleh Tully tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa tokoh Ruka adalah seorang trans gender yang disebabkan oleh kelainan hormon pada saat ibunya mengandung. Hal ini disebabkan karena Ruka memperlihatkan tingkah-laku seorang laki-laki pada saat ia kecil dan telah merasakan keraguan dalam dirinya sejak ia kecil. Untuk memperjelas simpulan dari analisis data yang telah dilakukan, penulis akan mencantumkan tabel yang berisi tentang keseluruhan simpulan dari analisis data yang telah penulis lakukan.

(6)

Tabel 4.1

Tabel Rangkuman Analisis Transgender Tokoh Ruka Kishimoto Dalam Serial Drama Jepang Last Friends

Situasi Verbal Nonverbal Transgender

1 tahap 1 v Ruka mencintai M ichiru layaknya pria kepada wanita

2 tahap 1 v Ruka mendalami motocross

1 tahap 1 v Ruka menolak identitas biologisnya dengan tidak langsung masuk ke dalam kamar ganti wanita dan membenci melihat tubuhnya di

cermin

2 tahap 1 v Ruka mencium M ichiru di bibirnya 1 tahap 2 v Ruka tetap memanjat pohon walaupun sudah

pernah jatuh dari pohon

2 tahap 1 v Ruka menurut Eri laki-laki dengan melihat caranya melayani M ichiru

1 tahap 2 v Ruka merasa jijik dicium oleh pelatihnya yang seorang pria

2 tahap 2 v Ruka cemburu dengan kekasih M ichiru bernama Sousuke

1 tahap 3 v Ruka membenci tubuhnya, ia membenci memakai rok, dan ia tidak menyukai pria 2 tahap 3 v Ruka melakukan agresi kepada M ichiru karena

takut perasaannya diketahui

1 tahap 3 v Ruka mengalami tekanan mental akibat poster yang mengungkapkan dirinya yang sebenarnya 2 tahap 3 v Ruka frustasi karena gagal mengungkapkan

perasaannya

1 tahap 4 v Ruka membandingkan cintanya dengan kekasih michiru bernama Sousuke 2 tahap 4 v Ruka menyatakan kepada ayahnya bahwa ia

berbeda dari gadis lain

1 tahap 4 v Ruka menangis ketika dipeluk oleh Takeru karena terharu oleh dukungannya 2 tahap 4 v Ruka mencari M ichiru karena ia merasa terikat

dengan M ichiru

(7)

4.2 S aran

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan baik dari verbal maupun non verbal, maka penulis menyarankan bagi para peneliti yang ingin mengangkat tema yang sama untuk banyak memperdalam informasi mengenai kelainan-kelainan yang ada pada diri seorang individu secara lengkap dan menyeluruh khususnya mengenai kelainan identifikasi gender dan transgender. Kelainan-kelainan yang ada dalam diri seorang individu disebabkan oleh berbagai macam faktor baik dari dalam maupun dari luar, dari berbagai macam faktor tersebut, dampak yang ditimbulkan pun berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat diperlukannya kedalaman materi dan penguasaan teori yang cukup untuk mengidentifikasikan kelainan yang terdapat dalam diri seorang individu.

Perlu diperhatikan pula bahwa hal yang ingin dipelajari dalam tema ini adalah sisi kejiwaan seseorang. Objek penelitian dalam tema ini adalah manusia. Hal yang menyangkut manusia adalah hal yang rumit, karena manusia sendiri memiliki berbagai macam sisi kejiwaan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang mendalam kepada objek yang ingin diteliti, dalam hal ini adalah manusia.

Dalam hal pengumpulan teori, tidak cukup hanya bersumber dari satu buku saja, apabila terdapat beberapa pengarang yang membahas atau menggunakan teori yang sama, sangat disarankan untuk membaca keduanya dan mengambil simpulan dari beberapa pengarang tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk memperluas dan memperdalam penguasaan teori yang ingin digunakan dalam penelitian.

Penulis juga akan memberi saran kepada para peneliti lain yang ingin meneliti mengenai transgender yaitu belum adanya penelitian mengenai sisi psikologis seorang transgender yang telah menjalani operasi, dan belum ada penelitian khusus mengenai

(8)

drama Last Friends, masih banyak tokoh yang menarik untuk diteliti, sebagai contoh tokoh Sousuke yang sangat mencintai M ichiru namun selalu melakukan kekerasan terhadap dirinya, tokoh Takeru yang mempunyai trauma masa kecil, dan tokoh M ichiru yang sangat tergantung pada orang lain.

Gambar

Tabel Rangkuman Analisis Transgender Tokoh Ruka Kishimoto Dalam Serial  Drama Jepang Last Friends

Referensi

Dokumen terkait

hipotesis peneliti, dilakukan analisis statistik dengan analisis regresi. Cara pengambilannya menggunakan teknik random sampling, yaitu cara pengambilan/pemilihan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menentukan arahan pengembangan komoditas apel melalui konsep agroindustri di Kecamatan Bumiaji Kota Batu agar dapat

Kecenderungan lebih banyaknya frase eksosentris direktif yang berfungsi sebagai penanda nomina lokatif di dalam novel ini berkaitan dengan data struktur dan makna

Digunakan untuk menggambarkan hubungan antar use case, yang termasuk didalam use case lain (diharuskan).. Digunakan untuk menggambarkan hubungan antar use case,

Dengan menerapkan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi komputer (seperti SPC) akan memberikan suatu model yang berbasis unjuk kerja, hal ini

Populasi sasaran dalam penelitian adalah nyamuk Ae. Populasi sumber dalam penelitian adalah nyamuk Ae. aegypti yang berasal dari daerah endemis DBD di dataran

Dapat menjadi sumber ilmu tambahan untuk berbagai pihak misalnya Aparatur penegak hukum seperti Polisi, Hakim, dan Jaksa yang mengawal jalannya penyelesaian kasus-kasus

LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelitian dan pengabdian kepada