Oleh: Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI

38  Download (0)

Teks penuh

(1)
(2)

Oleh:

Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi

Badan Urusan Administrasi

(3)

PENDAHULUAN

.

Penganggaran di Indonesia untuk seluruh

Kementeriaan dan Lembaga Tinggi Negara

(termasuk Mahkamah Agung) menganut prinsip

“PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA”

(

PERFORMANCE BASED BUDGETING

), yaitu

pengalihan dari prinsip “

INPUT BASED MENJADI

OUTPUT BASED”

.

Perencanaan anggaran Mahkamah Agung mengacu

pada perencanaan jangka panjang Mahkamah

Agung yang didasarkan pada Visi dan Misi

Mahkamah Agung.

(4)

Lanjutan

Perencanaan Jangka Panjang Mahkamah Agung

mengacu pada Perencanaan Pembangunan

Nasional yang ditetapkan melalui

Undang-Undang dan merupakan dasar bagi Rencana

Kerja Pemerintah

Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan dan Audit

Anggaran diatur melalui Undang-undang yang

pelaksanaannya diatur dalam Peraturan

(5)

DASAR

PENERAPAN

ANGGARAN

BERBASIS

(6)

SAPSK

Penyusunan

Dokumen

Anggaran

RKAKL

Pe

me

rinta

h

DPR

Ke

me

nter

ian

T

eknis

Dep

k

eu

(

DJA

PK

)

RKAP/

RAPBN

RKP

Panitia

Anggaran

Penyusunan

RKAKL

Pembahasan

RKAKL

Penyusunan

RAPBN

Januari

November

RKAKL

RUU

APBN

PERRES

RINCIAN

APBN

Pembahasan

RUU-APBN

Komisi

Sektora

Oktober

(7)

KONSEP

DIPA

Pe

me

rinta

h

DPR

Ke

me

nter

ian

T

eknis

Dep

k

eu

(DJPBN)

DIPA

Penyusunan

DIPA

Penelahaann

DIPA

Pengesahan

DIPA

November

December

KONSEP

DIPA

Penyusunan

Dokumen

Pelaksanaan

MENTERI

TEKNIS

SATKER

KPPN

BEPEKA

Tahun

Pelaksanaan

anggaran

(8)

PERENCANAAN ANGGARAN

Januari-Februari

Maret – April - Mei

Setaiap Satker

menyusun

rencana

anggaran

dalam aplikasi

RKA-KL untuk

tahun yang

akan datang

sesuai dengan

kebutuhan

masing-masing,

baik untuk

Belanja

Pegawai,

Belanja Barang

dan Belanja

1.

MA menyusun kebutuhan anggaran

seluruh Pengadilan untuk

diusulkan kepada DepKeu dan

BAPPENAS

2.

Usulan dari Kementeriaan dan

Lembaga tersebut dijadikan

dasar bagi Departemen Keuangan

dan BAPPENAS untuk menetapkan

pagu indikatif.

3.

Pagu Indikatif merupakan

perkiraan jumlah maksimum

anggaran yg diberikan kepada K/L

untuk setiap program sesuai

dengan prioritas pembangunan

sebagai acuan dalam menyusun

RKA-KL.

Diusul

kan ke

MA

melalu

i

Tk.

Banding

(9)

4.

Mahkamah Agung, Departemen Keuangan dan Bappenas melaksanakan

Trilateral Meeting untuk menetapkan besaran pagu setiap program.

5.

Berdasarkan hasil Trilateral Meeting, MA membagi pagu indikatif

kepada Pengadilan Tingkat Banding untuk dilakukan penyesuaian bagi

masing-masing satuan kerja (Pengadilan)

6.

Khusus untuk kegiatan Bantuan Hukum, Pembagian Pagu untuk

masing-masing Pengadilan dilakukan oleh Direktorat Jenderal.

7.

Berdasarkan RPJM Pemerintah alokasi anggaran Bantuan Hukum

untuk 3 (tiga) Direktorat Jenderal dari 2010 – 2014 berjumlah Rp.

242,8 M terdiri :

a. Badilum : 33,9 M – 34,6 M – 34,9 M – 35,3 M – 35,8 M

b. Badilag : 19,9 M – 11,8 M – 11,8 M – 11,8 M – 11,8 M

c. Miltun : 124 Jt – 127 Jt – 128 Jt – 129 Jt – 131 Jt

Anggaraan tersebut digunakan untuk kegiatan : Pemberian Bantuan

Hukum, Perkara Prodeo, dan Sidang Keliling

Lanjutan

(10)

1.

Hasil keputusan Trilateral Meeting, tersebut,

Departemen Keuangan dan Bappanas dengan Surat

Edaran ersama menetapkan Pagu Sementara.

2.

Pagu Sementara merupakan batas maksimum

anggaran yang diberikan oleh Kementerian Keuangan

kepada K/L didasarkan pada kebijakan umum dan

prioritas anggaran.

3.

Berdasarkan pagu sementara, Mahkamah Agung

menyesuaikan kembali anggaran pada setiap

pengadilan dengan besaran pagu sementara yang telah

ditetapkan.

Lanjutan

Juni – Juli

(11)

1.

Berdasarkan penyesuaiaan terhadap pagu sementara,

seluruh kementerian dan lembaga (termasuk MA)

menyam paikan Rencana Kerja tahun yang akana datang

untuk bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah yang

akan dijadikan dasar dalam penyusunan RUUAPBN.

2.

Pada tanggal 16 Agustus, Presiden menyampaikan pidato

pengantar RUU ttg APBN dalam sidang Pleno DPR RI.

3.

Pembahasan RUU ttg APBN baik sidang pleno maupun

sidang komisi dng mengundang instansi terkait,

sedangkan MA melakukan rapat kerja dengan Komisi III

DPR RI untuk membahas program dan anggaran.

4.

RUU APBN disahkan sebagai UU APBN, kemudian

Pemerintah menerbitkan Keppres tentang Rincian APBN

Lanjutan

(12)

1.

Berdasarkan Keppres tersebut, DepKeu dan

Bappenas menetapkan pagu defititif untuk

diteruskan kepada kementerian dan lembaga

(termasuk MA).

2.

MA dengan pagu defitif melakukan konsultasi

dengan Ditjen Anggaran untuk membahas pagu

defitinif sampai dengan diterbitkannya

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)

tahun yang akan datang dan pada Akhir

Desember Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

(DIPA) tahun yang akan datang diserahkan

pada 793 Satker

.

Lanjutan

(13)

PENGUATAN ANGGARAN PENGADILAN TK. BANDING

SEBAGAI KAWAL DEPAN MAHKAMAH AGUNG;

ANGGARAN MA 2011 Rp

6.056.836.009.000,-2012 Rp

5.107.469.009.000,-USULAN 2013 Rp

9.259.567.450.000,-•

TELAH DIBAGI KEPADA SATKER MELALUI

KEWENANGAN PENGADILAN TK. BANDING;

MAHKAMAH AGUNG TELAH MEMBUAT KEBIJAKAN

MENYERAHKAN KEBIJAKAN PELAKSANAAN

(14)

• PENGADILAN TK. BANDING MEMBAGI ANGGARAN SECARA

PROPORSIONAL SESUAI PRIORITAS;

• MAHKAMAH AGUNG DALAM KEBIJAKAN TH 2011 DAN 2012

TELAH :

1. MENYERAHKAN ANGGARAN KONSULTASI PENYUSUNAN

RKA-KL KEPADA PENGADILAN TK.BANDING DAN MA HADIR

SEBAGAI ASISTENSI KONSULTASI PENGADILAN TK.

BANDING

2. MAHKAMAH AGUNG TELAH MENYERAHKAN ANGGARAN

BINTEK KEPADA PENGADILAN TK. BANDING YANG

APABILA TETAP BERADA DI MA MAKA DAYA SERAPNYA

AKAN MANDEG

3. DAYA SERAP ANGGARAN MAHKAMAH AGUNG TH. 2011

MENCAPAI 78 % YANG MENURUT MENPAN APABILA

DIUKUR DENGAN CAPAIAN KINERJA SUDAH MASUK NAIK

KELAS DARI C CC, B A AA;

(15)

Mahkamah Agung akan membentuk Tim

Analisis Realibilitas Alokasi Anggaran Belanja

Modal, secara bersama BUA dan Para Ditjen

merancang anggaran berdasarkan Pagu

Indikatif

Akan dipaparkan rencana alokasi anggaran

belanja modal yang melibatkan Eselon I

terkait

Melakukan peninjauan secara bersama-sama

(16)
(17)

UNIT

Program

Pagu

(Ribu Rp)

Realisasi

(Ribu Rp)

%

Sisa

(Ribu Rp)

BUA Dukungan Manajemen 4.352.450.801 3.237.366.970 74,28 1.115.083.831 Sarana & Prasarana 1.272.705.200 1.159.179.864 91,08 113.525.336

Kepaniteraan Penyelesaian Perkara 93.056.600 75.068.530 80,67 17.988.070

Ditjen Badilum Peningkatan

Manajemen Peradilan Umum

149.561.000 103.821.123 69,42 45.739.877

Ditjen Badilag Peningkatana

Manajemen Peradilan Agama 65.088.800 62.345.806 95,79 2.742.994 Ditjen Badilmiltun Peningkatan Manajemen Peradilan Miltun 19.886.500 18.403.978 92,55 1.482.522

Balitbangdiklat Pendidikan dan

Pelatihan Aparatur MA

78.690.000 63.607.173 80,83 15.082.824

Bawas Pengawasan &

Peningkatan

Akuntabilitas Aparatur

(18)

UNIT Output Pagu (Ribu Rp) Realisasi (Ribu Rp) % Sisa (Ribu Rp)

BUA 1065.01 Pegawai Yang Direkrut 4.750.218 1.952.895 41,11 2.797.323

1065.02 Laporan Kepegawaian 869.425 511.900 58,88 357.525

1067.04 Laporan Monitoring dan Evaluasi

471.542 149.288 31,66 322.254

1071.07 Lift/Elevator 1.039.300 265.765 25,57 773.535 Kepaniteraan 1044 .01 Putusan Perkara

Kasasi dan Peninjauan Kembali

29.121.000 15.266.778 52,43 13.854.222

Ditjen Badilum 1046.02 Tenaga Teknis Peradilan Umum Yg Mengikuti Bimb

Kompetensi

1.355.630 764.300 56,38 591.330

1046.04 Lap Data Tenaga Teknis Peradilan Umum

156.150 74.945 48,00 81.205

1050.01 Perkara Bg Masyarakat Miskin & Terpinggirkan (

bankum)

34.639.000 11.869.781 34,27 22.769.219

1051.04 Standarisasi Peradilan Tipikor

(19)

UNIT

Output

Pagu

(Ribu Rp)

Realisasi

(Ribu Rp)

%

Sisa

(Ribu Rp)

Ditjen Badilag -Ditjen Badilmiltun 1059.01 Berkas Perkara Tgkt Pertama, Banding, Kasasi, PK, Hak Uji Materiil dan Sengketa Pajak Pd Pengadilan Tgkt I dan Banding di Lingkungan

Peradilan TUN

545.710 306.978 56,25 238.732

1060.01 Perkara Yag

Diselesaikan Melalui Sidang Keliling (Hakim Terbang) Pd Pengadilan Tgkt Pertama

127.000 32.060 25,24 94.940

Balitbangdiklat

-Bawas 1078.04 LHP Kinerja Serta Perilaku Aparat MA dan Bdn Peradilan di Bawahnya Wilayah IV

(20)

BADAN URUSAN ADMINISTRASI MAHKAMAAH AGUNG RI

(21)

ALOKASI PAGU INDIKATIF MAHKAMAH AGUNG RI TAHUN 2013

Belanja Pegawai

Rp 3.173.610.700.000

Belanja Modal

Rp 790.724.700.000

Belanja Barang

Rp

1.143.096.800.000

PAGU INDIKATIF MA Rp

(22)

5.107.432.200.000,-PAGU INDIKATIF MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2013

PER PROGRAM

(Dalam Juta Rupiah) NO PROGRAM/ KEGIATAN PRIORITAS

PAGU INDIKATIF

2013

1 Program Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas

Teknis Lainnya MA-RI

3.946.712,0

2 Program Sarana dan Prasarana Aparatur Negara MA-RI

790.724,7

3 Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara MA

26.398,0

4 Program Pendidikan dan Pelatihan

72.000,0

5 Program Penyelesaian Perkara

78.160,0

6 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

110.198,5

7 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama

62.736,3

8 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer dan TUN

20.502,7

(23)

PERUNTUKAN PER BELANJA PAGU INDIKATIF 2013

BELANJA PEGAWAI =

3.173.610.700.000,-•

Gaji pokok PNS

Tunjangan suami/isteri

Tunjangan anak

Tunjangan fungsional dan struktural

Tunjangan PPh PNS

Tunjangan Beras

Tunjangan Umum PNS

Tunjangan Kehormatan Kinerja

(24)

PERUNTUKAN PER BELANJA PAGU INDIKATIF 2013

BELANJA BARANG = 1.143.096.800.000

,-•

Penyelesaian perkara dan tunggakan kasasi dan PK

Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran

Biaya mutasi

Pendidikan Cakim, Panitera Pengganti dan Prajabatan CPNS

Bimbingan Teknis bidang kepaniteraan

Pembinaan/Sosialisasi bidang kesekretariatan

Perjalanan dinas

(25)

PERUNTUKAN PER BELANJA PAGU INDIKATIF 2013

BELANJA MODAL

=

790.724.700.000,-•

Pengadaan tanah gedung kantor

= 40.000 M2

Pemb. Gedung kantor tahap I

= 40 satker

Pemb. Gedung kantor lanjutan

= 35 satker

Pemb. Rumah dinas

= 35 unit

Rehab gedung kantor

= 30 satker

Sarana dan prasarana gedung kantor

= 823 satker

Pengadaan Kendaraan Roda 4

= 77 Unit

Pengadaan Kendaraan Roda 2

= 50 Unit

Pemb. Gedung Medan Merdeka Utara

= 12 lantai

(26)
(27)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI SUBBAGIAN TATA LAKSANA BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN ORGANISASI SUBBAGIAN RENCANA ANGGARAN II BAGIAN PENYUSUNAN RENCANA ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM II SUBBAGIAN ANALISA ANGGARAN BAGIAN RENCANA DAN PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA DAN PROGRAM I SUBBAGIAN RENCANA ANGGARAN I SUBBAGIAN DATA SUBBAGIAN EVALUASI SUBBAGIAN PELAPORAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN AKUNTABILITAS SUBBAGIAN BIMBINGAN DAN MONITORING PENYELENGGARAAN PROGRAM BAGIAN BIMBINGAN DAN MONITORING SUBBAGIAN BIMBINGAN DAN MONITORING PENGANGGARAN KELOMPOK JABATAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIRO KELOMPOK JABATAN

(28)

TUGAS POKOK BIRO PERENCANAAN

DAN ORGANISASI

Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai

tugas melaksanakan koordinasi dan

pembinaan penyusunan rencana dan program,

anggaran, penataan organisasi dan tata

laksana serta evaluasi dan pelaporan di

lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan

di semua lingkungan Peradilan

(29)

Fungsi Biro Perencanaan dan

Organisasi

pelaksanaan koordinasi dan penyusunan

rencana dan program;

pelaksanaan koordinasi dan pembinaan di

bidang penyusunan rencana dan anggaran;

pelaksanaan koordinasi dan pembinaan di

bidang bimbingan dan monitoring;

pelaksanaan dan pembinaan di bidang

(30)

Bagian- Bagian dari

Biro Perencanaan dan Organisasi

Bagian Rencana dan Program;

Bagian Penyusunan Rencana

Anggaran;

Bagian Bimbingan dan Monitoring;

Bagian Organisasi dan Tata

Laksana;

Bagian Evaluasi dan Pelaporan;

(31)

Bagian Organisasi dan Tata

Laksana

mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi

organisasi serta penyusunan pembakuan sarana kerja,

prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan

Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai fungsi:

pelaksanaan penataan dan evaluasi organisasi;

pelaksanaan penyusunan pembakuan sarana kerja,

prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan;

pelaksanaan pembakuan kinerja dan analisis dan

(32)

Bagian Organisasi dan Tata Laksana

terdiri dari:

Subbagian Organisasi

mempunyai tugas melakukan penataan dan evaluasi

organisasi;

Subbagian Tata Laksana

mempunyai tugas melakukan penyusunan pembakuan sarana

kerja, prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan;

Subbagian Akuntabilitas

mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pembakuan kinerja

dan analisis dan perumusan beban kerja serta penilaian kinerja

organisasi.

(33)

Permasalahan di ORTALA

Peningkatan Kelas

Pembentukan Pengadilan Baru

Penyusunan SOP Standar

Studi Banding

(34)

Peningkatan Kelas Pengadilan

Peningkatan Kelas yang diusulkan oleh MA-RI pada awal tahun 2010

sebanyak 39 Pengadilan Negeri dan 11 Pengadilan Agama sudah dikirim

ke MEPAN dan RB

Usulan baru dari tahun 2010 sampai 2012 sebanyak 52 Pengadilan

Negeri dan 56 Pengadilan Agama

Namun pada saat ini MENPAN dan RB belum memproses lebih lanjut

dikarenakan oleh Mahkamah Agung belum menyampaikan Naskah

Akademis maupun Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan

Kesekretaritan yang baru. Naskah Akademis dan Organisasi dan

Tatakerja tersebut sudah dibuat Mahkamah Agung, akan tetapi masih

dalam proses penyempurnaan.

Dengan demikian berdasarkan Undang-Undang yang baru belum

(35)

Pembentukan Pengadilan

Berdasarkan usulan surat Pembentukan

Pengadilan ke Mahkamah Agung dari tahun

2009 sampai dengan 2012 sebanyak 15

Pengadilan Negeri dan 36 Pengadilan

Agama. Alasannya Naskah Akademis masih

dalam proses penyempurnaan. Oleh karena

itu proses pembentukan pengadilan sedikit

terhambat.

(36)

Penyusunan SOP Standar

Di Mahkamah Agung telah terkumpul SOP

dari 4 lingkungan Peradilan sebanyak 374

SOP. Namun karena belum seragam, maka

Ortala di Mahkamah Agung sedang

menyusun standar SOP yang kelak akan

berlaku di Mahkamah Agung dan Badan

Peradilan dibawahnya

(37)

Studi Banding

Dalam rangka menyusunan Naskah Akademis mengenai

pembenahan di Mahkamah Agung dan Badan Peradilan

dibawahnya, Ortala mengadakan studi banding

dibeberapa instansi, antara lain :

- Kementerian Kehakiman dan HAM

- Kementerian Agama

- Kementerian Keuangan

- Kementerian PAN dan RB

- Kejaksaan Agung

(38)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di